Gosip Artis dan Selebriti

Arsip untuk Agustus, 2008

Kate Moss Tampil Bugil Dan Terseksi Dalam Tabloid Sun September 2008

In Super Model on Agustus 29, 2008 at 6:31 am

Supermodel Kate Moss benar-benar ingin menunjukkan keseksiannya kepada publik. Dalam sebuah sesi pemotretan untuk sebuah majalah, ia pun rela menanggalkan seluruh pakaiannya. Dan, aura sensual Moss pun begitu memikat.

Dalam adegan foto tersebut, Kate tak malu-malu memperlihatkan  buah dadanya. Sementara di bagian lain, ia memilih menutupinya dengan tangan kirinya.

The Sun, memunculkan tiga buah foto Kate hasil jepretan karya Mert Alas dan Marcus Piggott  yang dipajang di Majalah Interview Magazine, edisi September 2008 nanti.

Sun punya penilaian buat aksi topless Kate kali ini. Menurutnya, inilah foto telanjang Kate yang terseksi sepanjang pemotretan untuk majalah.

Dalam sebuah perbincangan, Kate bahkan tak ragu-ragu mengutarakan  soal kehidupan seksnya. Saat ditanya soal alasan kenapa perempuan berusia di atas 30 tahun lebih jago di atas ranjang, Kate memberi jawabannya. “Saya pikir itu karena kita sudah sama-sama tahu. Kita juga punya pengalaman.”

Dalam kesempatan itu, Kate juga mengakui bahwa saat dirinya masih muda, ia tergolong perempuan yang kerap ngomong jorok. Tapi kini, katanya, ia lebih bisa mengontrol diri.

Ketika obrolan mengarah pada urusan bentuk payudara, Kate sendiri lebih menyukai sesuatu yang apa adanya.  Banyak rekannya yang memilih melakukan implant payudara. “Banyak teman saya yang melakukannya. Lantas mereka merasa ada sesuatu yang salah,” ujarnya.

Alyssa Soebandono Rutin Meraba Raba Payudaranya Sendiri Saat Mandi

In Pemain Film on Agustus 28, 2008 at 3:56 pm

Pemain film Alyssa Soebandono sering memeriksa payudaranya saat mandi. Walaupun ia tidak tahu persis bagian mana yang harus ditekan, menurut dia, itu salah satu tindakan deteksi dini kanker payudara yang bisa dilakukan sendiri.

”Aku kan juga belajar biologi, jadi tahu dikit-dikit deh,” kata perempuan yang lahir di Jakarta, 25 Desember 1991, ini.

Icha, panggilannya, hadir dalam acara ”Think Smart, Prevent Early, Always Care for Breast Cancer” di Jakarta Selatan, akhir pekan lalu. Acara ini diadakan Yayasan Kesehatan Payudara.

Kehadiran Icha dalam acara ini di antaranya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang penyakit kanker yang bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang usia.

”Untung selama ini belum ada teman atau saudara aku yang kena (kanker) itu. Tapi, kita kan tetap perlu mengupayakan pencegahan,” kata Icha yang sedang shooting sinetron Upik Abu dan Laura ini.

Menurut Icha, salah satu upaya pencegahan kanker adalah dengan bergaya hidup sehat, di antaranya dengan berolahraga teratur dan mengonsumsi makanan yang sehat.

”Kalau aku sih enggak pernah sakit parah. Pernah juga sih dioperasi usus buntu,” kata gadis yang suka olahraga kebugaran ini.

Wulan Guritno Terjun Ke Politik

In Pemain Film on Agustus 28, 2008 at 3:53 pm

Salah seorang pemain film yang terjun dalam bursa pencalonan legislatif atau caleg pada Pemilu 2009 adalah Wulan Guritno (27). Dia masuk dalam pencalegan lewat Partai Amanat Nasional. Ia menjadi caleg nomor urut satu untuk daerah pemilihan Jawa Tengah III (Pati, Blora, Grobogan, dan Rembang).

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir dalam acara peringatan hari ulang tahun ke-10 partai tersebut di Bandar Lampung, akhir pekan lalu, menegaskan, para artis harus turun ke lapangan menjangkau masyarakat, terutama di daerah pemilihannya.

Bagaimana dengan Wulan?

”Rencananya saya akan bersilaturahmi (bersilaturahim) kepada para kiai. Setidaknya di dua daerah pemilihan saya itu, kan basisnya NU (Nahdlatul Ulama),” kata ibu satu anak yang akan turun menjangkau konstituen sepulangnya dari Inggris.

”Tanggal 1 September nanti saya mau ke Inggris untuk urusan keluarga. Setelah itu baru saya turun ke daerah pemilihan. Saya usahakan turun di bulan September, sebab ini kan bulan puasa yang tentunya juga hari baik,” kata Wulan yang menandatangani surat pernyataan bersedia digantikan bila tak memperoleh suara sebagaimana disyaratkan.

Untuk daerah pemilihannya, Wulan harus mendapatkan minimal 95.143 suara. Jika tak berhasil, caleg lain dengan suara terbanyak akan menggantikan posisinya

Para Legenda Musik The Rollies, Koes Plus, dan God Bless Menggelar Konser Peduli Lingkungan Pada Indonesian Earth Festival 2008

In Penyanyi on Agustus 27, 2008 at 7:03 am

Global warming. Istilah itu begitu populer. Beberapa tahun terakhir, kampanye antipemanasan global gencar dikumandangkan. Kamis malam lalu, tema ini kembali menggema dalam konser Road to Indonesian Earth Festival 2008 di panggung live Rolling Stone Indonesia di Kemang, Jakarta Selatan.

Konser terbatas yang dipersiapkan oleh Glenn Fredly dan kawan-kawan itu menghadirkan para legenda musik, seperti The Rollies, Koes Plus, dan God Bless. Ini konser pemanasan buat Indonesian Earth Festival 2008, yang digelar pada November mendatang.

Acara dibuka dengan penampilan Efek Rumah Kaca; Zeke and the Popo, yang tampil ngerock; serta Lake Three, yang lebih santai dengan jazznya. Sedangkan Glenn hadir dengan kelompok barunya, Lake Three, yang seakan ingin menegaskan tema acara ini. Kekuatan rock, jazz, dan pop hadir dalam acara selama hampir empat jam itu.

Suasana mulai hangat saat lagu-lagu Bing Slamet disisipi dalam acara ini. Bing, yang selama ini dikenal sebagai pelawak, dikenalkan malam itu sebagai penyanyi dan penggubah lagu. “Bahkan lagu Terang Bulan menjadi lagu kebangsaan Malaysia (yang berjudul Negaraku),” ujar Denny Syakrie, kritikus musik Indonesia.

Lagu-lagu Bing, seperti Belaian Sayang, Nurlela, dan Payung Fantasi, berturut-turut ditampilkan Oppie Andaresta, Matthew Sayers, dan Ruth Sahanaya. Semua lagu Bing itu aslinya adalah lagu pop, tapi digubah dengan gaya jazz dan pop.

Malam itu, Bing diberi penghargaan khusus oleh Green Music Consortium. Ini adalah lembaga yang dibentuk Glenn dengan menggandeng beberapa pihak, seperti Andy F. Noya bersama Rolling Stone Indonesia, Rajawali Duta Perkasa, dan Adrie Subono, serta beberapa profesional lainnya.

Proyeknya ini, menurut Glenn, untuk menyatukan para musisi supaya tak cuma bicara soal royalti dan hak cipta. “Kami juga bisa ngomong soal sosial kok,” katanya. Salah satunya, ya, itu tadi, soal pemanasan global. Menurut dia, efek pemanasan global seharusnya sudah menjadi perhatian musisi juga, lantaran membuat golongan ekonomi yang bergantung pada alam semakin miskin.

Sayangnya, dalam acara itu, tidak banyak respons yang muncul dari hadirin yang memenuhi taman belakang kantor majalah franchise itu. Tayangan soal tanah sawah yang kering, hutan yang gundul, dan laut yang tak lagi memberi ikan tak banyak mendapat reaksi dari peserta, yang sebagian besar anak muda.

Hanya musiknya yang menyihir penonton, khususnya kala The Rollies mulai hadir dengan Bimbi sampai Kemarau. Entakan drum Jimmy Manopo, dan terompet Benny Likumahua masih memberi ciri khas rock ‘n roll para musisi gaek itu. Apalagi saat Koes Plus, yang sengaja disimpan Glenn untuk penampilan puncak, tampil. Sembilan lagu dinyanyikan Yok Koeswoyo, personel Koes Plus berusia 68 tahun.

Acara musik dengan tema lingkungan ini disiapkan Glenn hanya dua bulan dengan kru cuma 25 orang. Ia tak peduli walau tak banyak yang merespons isu pemanasan global yang disampaikannya dalam acara itu. “Nggak bisa disalahkan juga. Selama ini istilah itu kan masih bersifat teknis, orang mau (memberi) kontribusi apa?”

Buntut Gugat Cerai Maia Terhadap Ahmad Dhani Berakhir Dengan Sita Jamin Rumah Dan Studio Musik Dhani

In Penyanyi on Agustus 27, 2008 at 7:02 am

Rumah mewah dan studio milik Ahmad Dhani disita oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (27/8) ini. Namun, pentolan Dewa 19 ini menyatakan melawan keras penyitaan tersebut.

Eksekusi tersebut merupakan tindak lanjut dari dikabulkannya sita marital yang diajukan Maia Estianty oleh majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Selasa (19/8). Studio itu terletak di Jalan Pinang Mas III. Sedangkan rumah mewah di Jalan Pinang Mas VII Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Melalui kuasa hukumnya, bapak dari Al, El dan Dul, itu akan melalukan perlawanan keras yaitu dengan cara mengajukan permohonan batal penyitaan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. “Saya tak sekaya Bambang Trihadmodjo, pakai sita-sita segala, lagian juga apa yang mau disita,” tuturnya.

Derta Rahmanto, kuasa hukum Dhani, menyatakan kecewa terhadap putusan majelis hakim mengenai penyitaan tersebut, apalagi harta gono-gini yang diributkan tersebut telah diagunkan ke bank untuk modal dan membayar utang. “Seharusnya Maia itu jangan mempermasalahkan hartanya saja, tapi tanggung jawab juga terhadap utang-piutang saat berumah tangga sama mas Dhani,” tegasnya, Selasa (26/8).

SETELAH CERAI
Di tempat terpisah, Ria Irsyadi, kuasa hukum Maia, mengatakan jika pihak Dhani akan melalukan permohonan pembatalan sita marital, seharusnya dilakukan setelah putusan cerai dan mengajukan upaya banding. “Kalau memang harta bersama itu telah dijadikan jaminan oleh bank, itu tidak masalah.”

Julie Estelle Memakai Bikini dan Kini Bersama Bule Berlibur Di Bali Karena Putus Cinta

In Pemain Film, Pemain Sinetron on Agustus 25, 2008 at 7:01 am

Beberapa lembar foto seksi Julie Estelle berbikini tengah berpelukan dengan Moreno Soeprapto, beredar. Julie menganggap foto itu wajar.

“Itu foto aku liburan tahun baru kemarin di Lombok. Aku juga nggak sendiri, bareng-bareng dengan keluarga. Ada foto kakaknya Reno juga. Dari foto itu aku merasa nggak ada yang salah,” ujar Julie di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2008 ) malam.

Bintang film Kuntilanak ini tak menganggap ada sesuatu yang aneh dengan pemakaian bikini itu.

“Pakai bikini memangnya salah? Itu kan lagi di pantai. Sesuai dong dengan tempatnya. Jadi wajar-wajar saja. Kecuali aku pakai bikini latar belakangnya di Monas,” ketusnya

Beberapa bulan lalu foto syur Julie Estelle dengan mantan kekasihnya, pembalap Moreno Soeprapto, beredar di internet. Dan kini beredar kembali foto mirip Julie Estelle bersama dua pria bule. Foto tersebut berlatar sebuah tempat clubbing.

Salah satu dari pria bule tersebut disebut-sebut dalam internet sebagai teman dekat Julie setelah putus dari Moreno.

Sebelumnya, Julie Estelle mengakui foto-foto liburannya di Bali bareng Moreno memang foto dirinya. Dalam foto itu, Julie terlihat hanya mengenakan bikini. “Aku nggak perlu klarifikasi apa-apa. Apa yang salah dengan fotoku di pantai itu,” katanya ketika itu.

Dian Sastrowardoyo Jadi Produser

In Model, Pemain Film on Agustus 24, 2008 at 6:13 pm

Dian Sastrowardoyo (26) mulai menjajal kemampuannya menjadi produser bersama Mira Lesmana di dalam film pendek berdurasi 30 menit produksi Sinemart, Drupadi. Film yang naskahnya ditulis Leila Chudori dan disutradarai Riri Riza ini akan diputar Desember 2008 bertepatan dengan Jakarta International Film Festival (Jiffest).

Bagaimana ceritanya bisa menjadi produser?

Aku baru belajar. Mulanya Mbak Leila mempunyai ide untuk membuat film tentang Dewi Drupadi, terus aku diajak berdiskusi. Kebetulan, Pak Leo (bos Sinemart) mau pasok dana. Aku kebagian ngurus untuk promosi ke luar.

Kamu juga jadi pemain utama. Ribet enggak?

Ya ribet. Akhirnya, aku lebih banyak memikirkan akting.

Apa susahnya memerankan Dewi Drupadi?

Yang susah itu emosinya. Bagaimana emosi itu ditempelin ke dalam kata-kata. Dialognya kan bukan kalimat sehari-hari, tapi sangat puitik, tak lazim. Aku juga harus berteriak saking marahnya. Ini pertama kali aku akting berteriak. Aku juga belajar menari di Padepokan Bagong Kussudiardjo.

Cerita film ini?

Dewi Drupadi ini perempuan paling penting dan kuat di cerita pewayangan. Sejak lahir ia sudah jadi komoditas, tapi ia menggugat balik. Inti film ini adalah tentang gugatan Drupadi. Oh, ya, Drupadi ini menjadi istri kelima Pandawa. Eh, tapi ini sama sekali bukan promosi poliandri lho, ha-ha-ha.

Tommy Soeharto dan Tamara Blezynky Memiliki Hubungan Istimewa

In Pemain Film, Raja Ratu on Agustus 24, 2008 at 6:09 pm

Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto menebar senyum ketika ditanya kebenaran berita soal hubungan istimewanya dengan Tamara Blezynsky. “Gosip, namanya gosip, biarin aja,” katanya di ruang konfrensi pers Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/8).

Tommy terkesan ringan  menjawab pertanyaan para wartawan usai mengikuti balap mobil seri nasional di sirkuit yang dikelola karibnya, Tinton Soeprapto, tersebut.  Hari itu Tommy memang berbeda dari biasanya. Maklum, meski sering memacu mobil balapnya di Sentul, Tommy kerap menolak ajakan wawancara para pemburu berita. Putra bungsu mantan pemimpin Orde Baru, Soeharto, ini siang itu juga  membiarkan blitz menerpa tubuhnya, juga sorot lampu kamera. Senyumpun selalu tersungging di bibirnya.

Tommy tidak menghiraukan terpaan pasir panas yang terus menimpanya. Termasuk berbagai gosip soal keterlibatannya dengan banyak wanita. Sejak dipenjara dan tumbangnya rezim ayahandanya tercinta, kisah cinta Tommy dengan banyak perempuan terungkap. Bahkan, terungkap pula, dari hubungan itu Tommy kerap menghasilkan anak.

Dua wanita pernah secara terang-terangan mengakui punya keturunan darinya. Dari  model era 90-an Sandy Harun hingga Lani Banjarwati. Inilah yang membuat Ardhia Pramesti Regita Cahyani Soerjosoebandono, yang akrab disapa Tata, istri resminya, menggugat cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Dari perkawinan dengan Tata, Tommy dikaruniai dua anak, Dharma Mangkuluhur dan Radhyana Gayanti.

Tommy, yang tampak lebih gemuk, tak risau soal citra dirinya yang buruk karena petualangan cintanya. Tidak terkecuali buah bibir soal  hubungan khususnya dengan Tamara. “Diam aja, kalau enggak bener, biarin aja. Kan ada pepatah bilang, anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,” katanya. Tommy pun tak mau mengajukan protes soal berbagai berita miring itu. “Buat apa protes, biar aja masyarakat yang menilai,” lanjutnya.

Maudy Koesnadi Semakin Sakti Dengan Mengandalkan Meditasi

In Pemain Film on Agustus 24, 2008 at 6:05 pm

Artis Maudy Koesnadi mengatakan dirinya mengandalkan meditasi, di mana dan kapan saja, untuk menenangkan pikiran.

“Saya selalu sempatkan melakukan meditasi, hal ini sudah saya lakukan sejak delapan tahun yang lalu,” kata Maudy Koesnadi di Yogyakarta, Minggu.

Maudy belajar meditasi di Bali Usada, dengan mendalami Tapa Bratha. Ia mengatakan hal itu berguna untuk menenangkan pikiran dan memancarkan aura positif dari pikiran dan tubuhnya.

“Meditasi saya lakukan di kantor atau di rumah, namun yang paling sering saya lakukan adalah di dalam mobil saat lalu lintas sedang macet-macetnya,” katanya.

Maudy mengatakan hal pertama yang ia lakukan adalah mencari posisi paling santai, lalu mengatur nafas, memejamkan mata, berkosentrasi hingga mencapai proses tenang, rileks, lalu berdoa.

“Alhamdulillah sejak saya rutin melakukan meditasi, pembawaan saya lebih tenang dan tidak mudah terbawa emosi. Kalau kata orang-orang yang sering bertemu saya, saya lebih cantik dan aura menyenangkan dari diri saya lebih terlihat,” katanya

Artis Yang Menjadi Calon Legislatif Sebaiknya Tahu Diri

In Seniman on Agustus 24, 2008 at 6:05 pm

Butet Kertaradjasa (47), seniman yang lebih dikenal sebagai `raja monolog` mengatakan artis yang diusung menjadi calon anggota legislatif (caleg) seharusnya tahu diri dengan kemampuannya di ranah politik.

“Jangan begitu saja menerima tawaran parpol (partai politik, red), karena menjadi politisi adalah suatu keahlian dan bakat, sehingga tidak otomatis orang yang terkenal atau menjadi `public figur` termasuk artis menjadi jaminan mampu mengemban tugas sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif,” katanya di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, artis yang ditawari parpol untuk menjadi caleg, padahal dirinya tidak memiliki keahlian dan pengalaman di bidang politik, semestinya menolak tawaran itu. “Artis harus bisa mengukur kemampuannya, bukan menerima tawaran begitu saja,” katanya.

Namun, ia tidak menganggap semua artis tak layak menjadi caleg, karena ada beberapa di antaranya yang pantas dan mampu mengemban tugas sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif.

“Seperti Nurul Arifin dan Rieke Diah Pitaloka, keduanya memiliki pengalaman dan kemampuan yang sudah teruji di partai politik, sehingga layak jika menjadi anggota legislatif,” kata aktor teater kelahiran Yogyakarta pada 21 November 1961 ini.

Ia menilai yang salah memang parpolnya mengapa harus merekrut artis untuk dijadikan caleg, padahal belum tahu riwayat kemampuannya di ranah politik. “Tetapi, artis yang bersangkutan juga semestinya tahu diri dengan kemampuannya,” kata anak kandung Bagong Kussudiardja, koreografer dan pelukis senior Indonesia ini.

Butet mengingatkan, ke depan rakyat semakin kritis, sehingga jika ada artis yang kebetulan menjadi anggota legislatif tetapi ternyata sebagai wakil rakyat kinerjanya buruk, tentu akan dicemooh dan tidak akan dipilih lagi seandainya yang bersangkutan kembali menjadi caleg

Agni Pratistha Mantan Putri Indonesia Senang Menulis dan Presentasi Dihadapan Orang

In Raja Ratu on Agustus 23, 2008 at 9:05 am

Agni Pratistha AK punya minat khusus pada dunia tulis-menulis. Minatnya itu mendapat penyaluran yang pas sejak dia bergabung menjadi redaktur eksekutif majalah remaja, CosmoGIRL, sejak dua tahun lalu.

”Sejak SMP aku memang suka nulis. Mama yang dulu suka ngajarin aku bikin puisi,” kata gadis kelahiran Canberra, Australia, 8 Desember 1987, ini.

Minatnya pada dunia tulis-menulis juga makin pas karena sekarang Agni melanjutkan kuliah di Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

”Aku enjoy banget kerja di sini. Selain bisa tetap nulis, aku juga belajar presentasi dan ketemu klien. Biarpun banyak tawaran main film, pekerjaan ini tetap nomor satu,” kata Agni yang bermain dalam film Mengejar Matahari.

Demi komitmennya tersebut, dia berhati-hati memilih pekerjaan di luar urusan tulis-menulis. ”Kalau kerjaan di kantor lagi ribet, aku enggak mau ngambil kerjaan lain,” kata Agni.

Selain disibukkan dengan pekerjaan kantor dan kuliah, Agni belakangan juga bersiap mengikuti shooting sebuah film layar lebar.

”Judulnya masih rahasia. Shooting-nya juga masih nunggu pemilu tahun depan (2009) selesai, he-he…,” kata Puteri Indonesia 2006 ini menambahkan

Nicholas Saputra Menyarankan Agar Semua Pria Merawat Kulit Karena Kulit Adalah Aset Apalagi Bagi Pria Metroseksual

In Pemain Film on Agustus 23, 2008 at 9:04 am

Bagi pemain film Nicholas Saputra, kulit laki-laki dan perempuan itu sama-sama mengagumkan. Oleh karena itulah, laki-laki pun perlu memberi perhatian pada kulit dengan merawatnya.

Apa enggak takut dianggap sebagai cowok metroseksual?

Peraih penghargaan Citra lewat film Gie ini menjelaskan, ”Saya percaya kalau kulit yang melindungi tubuh kita ini begitu mengagumkan. Enggak peduli apakah dia cewek atau cowok, kulit mempunyai hak yang sama untuk dirawat. Jadi, penting juga buat cowok untuk menghargai dan merawat kulitnya.”

Lalu tambahnya, ”Kalau orang suka makan sayur, bukan berarti vegetarian, kan? Begitu juga dengan cowok yang suka merawat kulit, enggak langsung berarti metroseksual.”

Sepenting itukah kulit bagi Niko, panggilannya?

”Hmm, bisa dibilang, kulit ini telah ikut memberi kesuksesan pada peran-peran saya dalam film,” kata bintang film Janji Joni dan 3 Hari untuk Selamanya ini.

”Tuntutan peran kadang mengharuskan saya untuk menggelapkan atau mencerahkan warna kulit. Kulit saya dengan mudah bisa melakukan itu,” kata Niko yang baru menyelesaikan shooting sebuah film di Bali.

Ditemui pada saat acara Vaseline Amazing Skin di Jakarta, Niko menambahkan, ”Kulit mendukung karier saya (di dunia film). Kulit juga aset. Sebagai gantinya, saya harus merawat kulit ini

Meg Ryan Paling Sulit Untuk Bersikap Setia

In Pemain Film on Agustus 21, 2008 at 6:41 pm

Aktris Meg Ryan (46) jarang punya hubungan asmara jangka panjang karena baginya hubungan semacam itu amat sulit dijalankan di Hollywood, AS.

”Sangat sulit menjadi seseorang yang punya karier sekaligus memiliki hubungan asmara yang mulus. Aku tak berhasil menjalaninya. Aku harus berusaha keras mencari jalan untuk membuat kemampuan dan kebutuhan hidupku seimbang,” kata Ryan yang dibayar 15 juta dollar AS untuk aktingnya dalam film Proof of Life.

Bintang Sleepless in Seattle ini pernah menikah dengan aktor Dennis Quaid (54) selama 10 tahun. Pernikahan itu bubar. Kabarnya, perpisahan itu karena Ryan berselingkuh dengan Russell Crowe saat shooting Proof of life tahun 2000.

Meski kehidupan asmaranya tak berjalan mulus, Ryan berhasil membangun karier dengan membintangi film-film romantis seperti You’ve Got Mail dan When Harry Met Sally.

Tentang hubungannya dengan Crowe, ibu dua anak ini mengakui tak mudah melupakan pria ini. ”Dia (Crowe) menemani, memerhatikan, dan berlaku sangat baik selama saya mengalami masa sulit,” ujarnya.

Kata Ryan, pernikahannya dengan Quaid telah gagal ketika Crowe memasuki kehidupannya. Tetapi, tambahnya meyakinkan, Crowe sungguh bukan sosok perusak rumah tangga.

Iwan Fals Menjadi Artis Pertama Yang Mengelar Konser Musik Digital Lewat Teknologi 3G Telkomsel

In Penyanyi on Agustus 18, 2008 at 4:56 pm

Iwan Fals menjadi artis pertama yang menggelar konser musik yang disiarkan secara langsung oleh Telkomsel menggunakan teknologi 3 G.

“Sudah tradisi, setiap 17 Agustus kami bersama teman-teman OI (Orang Indonesia) mengadakan acara sekaligus merayakan ulang tahun OI,” kata Iwan kepada wartawan beberapa saat sebelum konser digelar.

Konser yang digelar di halaman belakang rumah musisi/penyanyi balada yang terkenal dengan lagu Bongkar tersebut di Desa Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat itu disiarkan secara langsung menggunakan teknologi Ponsel 3G.

HB Naveen dari PT Falcon Interactive selaku promotor, menyatakan bahwa pihaknya memaknai kata Merdeka sebagai kemajuan ke arah yang baik.

“Bagi kami Konser Merdeka Live 3G Iwan Fals ini merupakan pernikahan antara tradisi dan modernisasi,” katanya.

Konser Merdeka 3G Live 3G Iwan Fals didukung personil Kantata Takwa, kecuali Sawung Jabo yang berhalangan karena isterinya sedang sakit.

Sejak pukul 19.00 WIB, jalanan masuk ke rumah Iwan Fals sudah dipenuhi penggemar dan masyarakat sekitar. Lahan tanah kosong di sisi kiri dan kanan jalan disesaki kendaraan mobil dan motor yang parkir.

Halaman belakang rumah Iwan yang dijadikan tempat konser penuh diisi penonton, termasuk di balkon.

Sebagian penonton yang tidak bisa masuk terpaksa menonton di jalan depan rumah melalui layar besar yang disediakan penyelenggara.

Hanya halaman rumah yang tampaknya disediakan sebagai tempat jajanan saja yang kosong. Tempat ini memang dijaga oleh panitia dibantu aparat keamanan.

Meski demikian, konser berlangsung aman, dan Iwan Fals pun berhasil membawakan seluruh lagu yang dipersiapkan, mulai dari Di Ujung Abad, Siang Seberang Istana, Penari Jalanan, Perjalanan Waktu, hingga Bangunlah Putra Putri Pertiwi, Merdeka dan Hari Merdeka.

Konser Merdeka Live 3G ini pun mengakhiri untuk sementara kegiatan bulanan pertunjukan musik Iwan Fals di rumahnya.

“Ini bulan ke-9. Abis ini istirahat dulu karena sudah masuk Puasa dan mau Lebaran,” begitu dikatakan salah seorang anggota panitia.

Tak ada yang bisa menghancurkan jerih payah yang dibangun dari bawah, kecuali Dia.” Begitulah keyakinan seniman musik Iwan Fals (47) tentang arti kreativitas. Keyakinan itu juga ia maksudkan sebagai apresiasi terhadap Komunitas Kreatif Kandank Jurank di Kampung Sawah Baru, Ciputat, Tangerang.

Di batu prasasti yang menandai peresmian Museum Karta Pustaka di lingkungan Kandank Jurank, Minggu (17/8), Iwan membubuhkan untaian kata sarat makna itu tepat pada ulang tahun ke-63 kemerdekaan RI.

Ia merasa perlu mengingatkan, kreativitas merupakan bagian penting untuk menatap Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Katanya, apa yang dilakukan Dik Doank selaku pemangku Kandank Jurank adalah bagian dari masa depan Indonesia. ”Saya tidak kaget pada apa yang dilakukan Dik Doank. Dia punya banyak kebisaan, bisa main musik, melukis, dan hal-hal lain. Energinya luar biasa,” ujar Iwan yang membubuhkan tanda tangan dengan nama asli: V Listanto!

Mengapa Dik Doank minta Iwan yang meresmikan museum itu? Sebab, kata Dik, yang dikenal sebagai presenter olahraga, kalaupun minta menteri, misalnya, situasi saat ini sedang tak kondusif. Banyak yang bermasalah.

”Beda dengan Bang Iwan, karyanya memberi inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik,” kata Dik

Happy Salma Jatuh Saat Lomba Lari Karung Memperingati Kemerdekaan Indonesia

In Pemain Film on Agustus 18, 2008 at 4:54 pm

Pemain film Happy Salma sempat terjatuh di tengah arena lomba balap karung di daerah Ciputat, Tangerang, Banten, Jumat (15/8). Dia memang menjadi salah seorang peserta balap karung yang diadakan berkaitan dengan promosi film Hantu Aborsi.

”Habis, karungnya kecil, sih…,” kata Happy memberi alasan, dengan napas tersengal-sengal seusai balapan.

Alhasil, dia menempati posisi terakhir dalam lomba balap karung, salah satu jenis lomba ”khas” untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan Indonesia.

”Ya, enggak apa kok kalah. Buat aku, yang penting bisa senang-senang dan menjalin keakraban dengan semua peserta,” katanya.

”Aku baru sekali ini ikut balap karung,” kata perempuan yang lahir di Sukabumi, 4 Januari 1980, ini.

Happy bercerita, selain ikut lomba makan kerupuk, dulu dia pernah ikut lomba tusuk jarum dan menang.

”Tapi, itu duluuu…,” ujar Happy, yang tiga tahun belakangan ini tidak ikut mengambil bagian dalam acara memperingati Hari Kemerdekaan RI di daerahnya.

Tentang mengisi kemerdekaan negeri ini, kata Happy, kaum muda Indonesia (termasuk dia) harus tetap percaya diri dan bekerja keras sesuai bidang masing-masing.

”Kita perlu percaya diri, biar tetap eksis,” kata Happy, yang antara lain bermain dalam film Gie.

Selamat Bapak Presiden RI Bambang Susilo Yudhoyono Mendapat Cucu Pertama Perempuan Dari Aulia Pohan

In Raja Ratu on Agustus 18, 2008 at 4:53 pm

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima ucapan selamat untuk dua peristiwa di Istana Merdeka Jakarta, Minggu (17/8). Selain memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, hari itu, pada pukul 06.21, dia juga mendapat cucu pertama.

Annisa Larasati Pohan, putri mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan, yang menikah dengan anak sulung Presiden Yudhoyono, Kapten (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono, melahirkan anak perempuan lewat operasi caesar di Jakarta.

”Perempuan cucu saya, namanya belum diputuskan,” ujar Yudhoyono sambil tersenyum di halaman istana, didampingi istrinya, Kristiani Herawati.

”Apa yang kami terima ini (cucu) lebih meningkatkan semangat kami sekeluarga melanjutkan tugas untuk negeri ini, sampai masa akhir bakti saya insya Allah tahun depan,” ujar Yudhoyono.

Ayahanda Annisa, Aulia Pohan, pun mengatakan senang punya cucu perempuan. ”Tentu, tentu senang,” ujarnya, sambil berusaha menutupi wajah dengan tangan saat kamera televisi menyorotinya, di lobi Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, Minggu (17/8) pagi.

Aulia turun ke lobi dari lantai III RSPI beberapa saat setelah Presiden Yudhoyono dan Ny Ani Yudhoyono meninggalkan RSPI sekitar pukul 07.30 pagi.

Dewi Yul Emoh Dan Tidak Mau Berpolitik Supaya Tidak Ada Dusta Diantara Kita

In Penyanyi on Agustus 18, 2008 at 4:51 pm

Ramai-ramai pergerakan artis yang merasa punya popularitas dan kapasitas terjun ke dunia politik membuat pemain film dan penyanyi Dewi Yull (48) tak habis pikir. Menurutnya, dunia politik dan dunia seni itu jauh berbeda. Ini membutuhkan penyesuaian lewat pendalaman.

”Popularitas bukan satu-satunya alat untuk seorang artis merasa diri mampu. Kemampuan itu terukur dari ilmu yang dipelajari, didalami, dan ditekuni bertahun-tahun,” ujar Dewi sesaat sebelum menghibur Presiden Yudhoyono dan tamu pada jamuan santap siang di Istana Negara, Jakarta, Minggu (17/8).

Belakangan Dewi sempat diisukan bunuh diri. Isu ini membuatnya kesal. Ia juga ditawari dan dilamar sejumlah partai politik untuk bergabung menjadi calon anggota legislatif.

”Semua tawaran dan lamaran itu saya tolak,” ujarnya.

Ia berkeras, menjadi politisi itu tak bisa instan atau ujuk-ujuk (tiba-tiba). Lagi pula, menjadi seniman lebih pas buat dia.

”Banyak politisi yang bersusah payah menjadi seniman dengan menyanyi. Kenapa kita, para seniman, justru lari ke politik? Rugi banget.”

Kali ini Dewi naik panggung dengan lagu terbaru ciptaan Yudhoyono, ”Untukmu Anak Manis”. Sambil bersiap, ia menitipkan judul lagu yang dipopulerkannya untuk para artis yang ingin menjadi politisi, ”Jangan ada dusta di antara kita.

Uli Auliani Menari Telanjang Tanpa Busana Malah Di Pulau Hantu 2 Mendapat Peran Lebih Parah Dari Sekedar Bugil

In Pemain Film on Agustus 17, 2008 at 5:52 pm

Bulan Juni lalu masih asik main-main air di pantai dalam Pulau Hantu 2. Akhir Agustus ini aktris Uli Auliani sudah mau nongol lagi dalam Asoy Geboy. Dikenal sebagai perempuan berwajah bunglon, kali ini kebagian peran apa sih?

”Saya menjadi penari telanjang. Tapi perannya dari yang agresif, tiba-tiba jadi alim gitu,” jawab mojang Bandung ini saat dikontak.

Hah, penari telanjang? Disuruh buka-bukaan dong? ”Ah, engga kok. Di Pulau Hantu 2 masih lebih parah,” sahut Uli. Di film ini, tambahnya, sosok penari telanjang yang dimaksud bukan ditonjolkan adegan menari dengan busana minimnya. ”Hanya kesan kok. Hanya ngomong doang sexy dancer,” tambahnya lagi.

Ternyata yang menjadi sutradara film adalah Arie Aziz. Bukannya dia sutradara spesialis horor? ”Engga masalah. Pertamanya ngebayangin memang agak bagaimana. Ternyata orangnya seru, enggak ribet,” komentar Uli.

Menurutnya, seorang Arie Aziz yang pernah membuat Suster Ngesot dan Lawang Sewu justru orang yang mudah dalam berkomunikasi. Lagi-lagi, Arie kembali menggandeng Aviv Elham sebagai penulis skenario.

Uniknya, sudah berkali-kali film komedi ini gonta-ganti judul. Awalnya menggunakan Salome, kemudian Kadang di Atas, Kadang di Bawah. Terakhir, sesaat sebelum dirilis akhir Agustus mendatang malah menjadi Asoy Gebo

Alannys Tak Merasa Perannya Sebagai Penari Striptease Dalam Film Hantu Jeruk Purut Adalah Vulgar

In Pemain Film on Agustus 17, 2008 at 5:49 pm

Sosok model yang satu ini selain melenggang di atas catwalk, juga kerap muncul di halaman majalah. Diam-diam, ternyata dia punya hobi akting juga rupanya. Debutnya dimulai sebagai stripper dalam film horor garapan Nayato yang bertajuk Hantu Perawan Jeruk Purut. Kemudian peran yang sejenis kembali diterimanya dalam film besutan M Haikal, Basahhh. Lagi-lagi dengan busana seksi. Engga bosan?

”Ah engga kok. Syutingnya enjoy, bisa sekalian liburan,” komentar gadis berdarah campuran Portugis-Belanda-Jawa-Ambon ini.

Lagipula, tambah Alannys, dunia akting masih terhitung baru diterjuninya. ”Saya di modelling sudah sebelas tahun, sementara akting baru dua tahun,” demikian dia menerangkan alasannya.

Menurut Alannys busana yang dikenakannya masih tergolong wajar lantaran memang sedang berada di pantai. ”Lagipula, enggak terlalu vulgar kan filmnya. Karena memang memberi pesan moral kepada masyarakat,” terang cewek bernama belakang Weber ini.

Bermain bersama aktor remaja yang sedang akil balik macam Sakurta Ginting, Esa Sigit, Kevin Julio Chandra, dan Irshadi Bagas tak urung membawa kesan tersendiri bagi Alannys. Kepada mereka, sempat-sempatnya dia berpesan,”Jangan mikir yang ngeres-ngeres. Lebih baik berpikir positif aja deh.”

Bisa gitu kalo sudah melihat tubuh seksi Alannys

Adhitya Putri Senang Berkhayal Menjadi Wanita Ideal

In Pemain Film on Agustus 17, 2008 at 5:48 pm

Menjadi wanita ideal merupakan idaman bagi setiap orang. Namun untuk mencapai taraf ideal diperlukan perjuangan yang tidak mudah. Setidaknya hikmah itu yang didapat Adhitya Putri lewat karakter yang ia perankan dalam film terbarunya Syahadat Cinta.

Dalam film ini, Adhitya diharuskan menjadi wanita ideal berwawasan luas dan memaparkan keteduhan dalam setiap senyumannya. “Karakter yang aku mainkan di sini adalah karakter Zainab, yang di setiap senyumannya mencerminkan keteduhan, dengan segudang ilmu islami, kefasihan, kearifan,” ungkap Adhitya ketika ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dengan tuntutan karakter yang begitu tinggi, Adhitya mengaku cukup kesulitan lantaran waktu reading yang tidak begitu lama. “Buat aku cukup beban, karena aku harus memvisualisasikan peran Zainab dengan kapasitas reading yang menurut aku minim,” tukas wanita kelahiran Jakarta 25 Januari 1989 ini.

Untuk itu, Adhitya mengaku mengkhayal dalam membayangkan sosok wanita ideal itu sendiri. ”Aku mengkhayal bagaimana sih karakter ideal itu menurut aku, aku kagum dengan wanita yang bagaimana sih,” jelas Adhitya. Meskipun ia juga terbantu dengan karakter Zainab yang digambarkan dalam novelnya. “Di novelnya udah lumayan tergambarkan, jadi aku tinggal compare aja dengan apa yang aku khayal,” tambah Adhitya.

Udah jadi wanita ideal dong sekarang.

Virnie Ismail Mendapat Kesempatan Ditata Rambutnya Oleh Andrew Barton

In Penyanyi on Agustus 16, 2008 at 3:06 pm

Siapa yang tak ingin rambutnya ditata Andrew Barton, penata rambut terkemuka dari Inggris? Virnie Ismail (29) mendapat kesempatan saat Andrew berkunjung ke Jakarta untuk memperkenalkan gaya rambut Do-It-Yourself yang khusus dikreasikan untuk rangkaian promosi produk Sunsilk.

”Kalau artis dunia seperti Madonna, Jennifer Aniston, Robbie Williams, Elle McPherson, Kate Moss, dan Cate Blanchett harus rela antre berbulan-bulan agar bisa ditata sang people hairdresser ini, tidak begitu dengan saya yang diberi kesempatan khusus,” ujar Virnie di Jakarta, Rabu (13/8).

Rambutnya yang bergelombang ditata Barton dengan gaya killer waves. Tatanan rambut ini membuat Virnie tampak beda. ”Beruntungnya lagi, gaya rambut ini sangat praktis dan mudah dipraktikkan sendiri di rumah. Jadi, saya tak usah repot lagi pergi ke salon,” ucap Virnie yang masih sibuk shooting acara Extravaganza ini.

Lalu, lanjut Virnie, ”Model gaya rambut itu dapat mengubah penampilan seseorang secara keseluruhan. Maka, penting memilih gaya yang sesuai dengan jenis rambut kita.”

”Teman-teman kan selalu bilang saya ini Miss Matching. Jadi, bukan cuma match dalam hal pakaian dan aksesori, tapi dalam hal rambut pun saya harus menunjang ke arah itu he-he-he…” tambahnya.

Empat Atlit Olimpiade Jerman di Bejing 2008 Bakal Tampil Bugil Di Majalah Playboy

In Atlet on Agustus 15, 2008 at 6:35 pm

Katharina Scholz, atlet hoki Jerman akan menambah deret nama-nama atlet yang tampil bugil di majalah Playboy seperti atlet renang Amerika Serikat, Amanda Beard, dll.

Scholz mengaku dirinya akan tampil di majalah porno tersebut pada bulan September ini. Scholz masih merahasiakan jumlah honor yang bakal diterimanya.

“Yang jelas, disamping memang sangat percaya diri dan bangga pada bentuk tubuh yang saya miliki, honor yang dijanjikan perusahaan majalah itu sangat layak,” aku Scholz yang tengah berkonsentrasi di Olimpioade Beijing.

“Sebetulnya saya nggak mau rencana ini digembor-gemborkan, sebab sedikit-banyak mengganggu konsentrasi saya. Tidak sedikit wartawan yang menguber hanya sekadar untuk mempertanyakan soal itu,” lanjutnya.

Selain Scholz, ternyata ada 3 atlet lainnya yang tengah bertanding di Beijing mengikuti jejak Scholz tampil bugil di Playboy, yaitu atlet layar Petra Niemann, atlet kano Nicole Reinhardt dan atlet judo Romy Tarangul.

Jadi ada 4 atlet yang bakal tampil bugil di Playboy secara bergantian mulai bulan September ini. Anda penasaran?

Kangen Band Sangat Percaya Diri dan Tidak Neko Neko

In Penyanyi on Agustus 15, 2008 at 6:32 pm

Percaya dengan karakter musik yang dimainkan menjadi semangat dari Kangen Band. Grup yang pada awal kemunculannya banyak dicap cengeng dan beberapa predikat lain yang tidak mengenakkan ini mengaku akan jalan terus.

”Kami ya begini-begini saja, tidak neko-neko dan tidak akan neko-neko. Sekarang ini kami suka memakai kostum kaus dan jaket kulit, dan (pakaian) itu juga kan yang dikenakan penonton?” ujar Andika, personel Kangen Band, di sela-sela acara A Mild Live Soundrenaline 2008 yang berlangsung di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta.

Kata Andika, band yang digawanginya bersama Doddy, Tama, Lim, Nory, dan Barry ini tak lagi menghiraukan pendapat mereka yang tidak suka dengan Kangen Band maupun musiknya. Alasannya, dalam bermusik akan selalu muncul dua kubu, yang suka dan yang tidak.

”Kalau orang bilang kami dan musik kami dengan konotasi jelek, ya biar saja. Masuk ke telinga kiri, keluar ke telinga kanan. Kami ya seperti ini,” kata Andika yang bersama Kangen Band populer lewat lagu ”Tentang Bintang” dan ”Selingkuh”.

Lebih penting main musik saja dengan senang. Perkara dianggap ndeso, enggak masalah. Toh, saat Kangen Band manggung, tetap saja para penonton remaja bersorak menyerukan nama grup ini, ”Kangen, kangen….”

Aksi Seru Panic At The Disco

In Penyanyi on Agustus 15, 2008 at 6:31 pm

Diangkatnya tanda seru di belakang kata panic untuk nama band asal Las Vegas, AS, Panic at The Disco (PATD) memunculkan pertanyaan buat penggemarnya. ”Kami sama sekali enggak menyangka kalau hal ini (tanda seru) menjadi pembicaraan,” jawab PATD lewat e-mail-nya, Kamis (14/8).

Grup yang diboyong JAVA Musikindo manggung di Tennis Indoor, Jakarta, pada 17 Agustus 2008 ini menjelaskan, pencabutan tanda seru sudah lama dipikirkan. Namun, buat mereka, hal itu bukanlah sesuatu yang penting.

”Karena terpikir kami lakukan begitu saja (menghilangkan tanda seru mulai Januari 2008),” tulis personel PATD, Brendon Urie (vokal), Ryan Ross (gitaris), Jon Walker (bas), dan Spencer Smith (drum). Jadilah penulisan nama PATD lebih praktis. Judul lagu-lagu yang panjang di album pertama, A Fever You Can’t Sweat Out (2005), juga jadi lebih pendek. ”Soalnya, pas kita bikin album kedua, Pretty Odd (2008), rasanya pengin serba ringkas, selain sebab enggak enak membaca judul-judul panjang di daftar lagu,” tulis pelantun lagu ”I Write Sins Not Tragedies” ini.

Dalam aksinya di Jakarta nanti, PATD tak menampilkan aksi teatrikal bertema sirkus. Alasannya, terlalu mahal bila PATD memboyong pula properti panggungnya. ”Kami ingin konsentrasi pada musik,” tulisnya.

Sukses Julianne Moore Terbesar Adalah Berhenti Merokok

In Pemain Film on Agustus 13, 2008 at 1:52 pm

Aktris Julianne Moore merasa segar dan mengaku lebih awet muda dari perkiraan sebelumnya. Ia bersyukur, keputusan yang dia ambil 15 tahun lalu ternyata mengubah hidupnya dari sisi emosi maupun kesehatan fisik.

Keputusan yang dia maksudkan itu adalah berhenti merokok. Awalnya, mustahil baginya untuk mengakhiri ”hubungan” dengan urusan tembakau dan nikotin itu. Tetapi, Moore akhirnya bisa membuktikan, dia mampu bebas dari merokok sampai sekarang.

”Keputusan untuk berhenti merokok itu bisa dibilang untuk kebangkitan emosi saya,” kata bintang film I’m Not There (2007) dan Blindness (2008 ) ini. Keputusan itu juga membuat kariernya di jalur seni peran semakin membaik.

”Ketika itu umur saya sekitar 31-32 tahun. Saya mulai bisa melihat permasalahan dengan lebih jernih. Inilah yang membuat saya dapat memutuskan mengakhiri kebiasaan merokok. Waktu itu suasananya begitu emosional,” kenang Moore.

Perempuan kelahiran 3 Desember 1960 di Fayetteville, North Carolina, AS, ini lalu bercerita tentang penyebab mengapa ia sempat merokok.

”Sebelumnya saya merasa tidak bahagia. Untuk mengatasinya, saya menyumpalkan rokok di dalam mulut ini. Saya merasa seperti jatuh, dan mendadak terbangun, menyadari apa yang telah saya lakukan,” katanya

Levi Gunardi Melakukan Ritual Diatas Piano

In Penyanyi on Agustus 13, 2008 at 1:51 pm

Bagi pianis Levi Gunardi, piano adalah sahabat, terutama ketika di panggung. Itu sebabnya ia kerap mengajak bicara piano yang akan dipakai dalam konser. Minimal sehari sebelumnya dia membelai dan bercakap-cakap dengan piano.

”Biasanya, saya bilang, tolong ya bekerja sama dengan saya. Berdua kita tampil bagus, bantu saya ya,” kata Levi ketika berkunjung ke Kantor Kompas Biro Jawa Tengah di Semarang, Senin (11/8), sebelum menuju RRI Semarang untuk konser ”Musikku untuk Bangsaku”.

Kebiasaan itu hanya satu dari beberapa ritual Levi sebelum manggung. Ritual lain adalah mengecek ritsleting celana. Pasalnya, pria kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1976, ini semasa masih kanak-kanak sering lupa melakukannya. Alhasil, beberapa foto semasa dia belia memamerkan Levi dengan ritsleting celana lupa ditutup.

”Dulu, kalau mau konser, semua disiapkan orangtua, termasuk pilihan baju. Nah, namanya anak kecil kan sering sekali bolak-balik ke kamar kecil. Waktu itu saya tidak memerhatikan bajunya sudah betul atau belum. Baru ketahuan setelah melihat foto, ha-ha-ha…,” ujar Levi yang belajar musik sejak usia lima tahun ini.

Pengalaman itulah yang membuat komposer lulusan Manhattan School of Music, Amerika Serikat, ini sangat peduli terhadap ”penampilannya”.

Ebiet G Ade Melunakan Sikapnya Dan Akhirnya Mau Menyanyi Untuk Resepsi Perkawinan

In Penyanyi on Agustus 13, 2008 at 1:50 pm

Sepuluh sampai 15 tahun silam, diberi honor berapa pun, penyanyi dan pencipta lagu Ebiet G Ade (54) tak akan tampil membawakan lagu balada dalam resepsi pernikahan. Namun, pekan lalu ”pakem” itu dia langgar saat menghadiri pesta pernikahan putri Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa di Makassar.

Untuk kedua mempelai, Ebiet melantunkan sejumlah lagunya yang populer pada 1980-an, antara lain ”Titip Rindu buat Ayah”, ”Elegi Esok Pagi”, dan ”Berita kepada Kawan”.

”Dulu, tahun 1980-an, lagu-lagu yang puitis rasanya kurang pas dibawakan pada acara seperti ini. Sekarang, pada usia setua ini, rasanya perlu kompromi,” ujarnya.

Bagaimana wujud kompromi itu?

”Saya pilih lagu yang intinya berisi pesan buat pengantin, seperti hidup terpisah dari ayah-bunda, serta lagu bertema cinta,” kata Ebiet.

Niat untuk membawakan lagu tercermin dari kesengajaannya membawa gitar dari Jakarta. Sampai-sampai, sang istri, Yayuk Sugianto, dan putra sulungnya, Abietyasakti, harus menjaga ”keselamatan” gitar itu di kabin pesawat terbang.

Padahal, pekan ini pesawat terbang dari dan ke Makassar sarat penumpang terkait pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional di kota ini yang diikuti 1.278 siswa se-Indonesia.

”Kalau (gitarnya) dibagasikan, takut hilang atau rusak,” katanya memberi alasan.

Titi Kamal Dengan Gaya Hidupnya Yang Hemat Listrik

In Pemain Film on Agustus 12, 2008 at 2:03 pm

Hemat energi bukan perkara memencet tombol, tetapi gaya hidup. Sebab, mengubah gaya hidup boros energi menjadi hemat energi bagi sebagian orang sulit dilakukan.

Mengubah gaya hidup ini juga dialami pemain film Titi Kamal (26). Setelah upaya menghemat energi dia lakukan, kegembiraan menjadi hadiah.

”Tagihan listrik rumah jadi susut sekitar 20 persen karena upaya menghemat,” ujarnya di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (10/8).

Titi berada di Lapangan Monas bersama ribuan warga Jakarta untuk Apel Peringatan Gerakan Nasional Penghematan Energi dan Air. Ia dinilai berhasil mengubah gaya hidup. Oleh karena itu, Titi dijadikan ikon hemat energi.

Tugas pertamanya, menebar senyum kepada semua orang yang mendatanginya. Setelah itu, buku saku ajakan berhemat listrik di rumah dibagikannya. Masih dengan senyum, Titi menjawab setiap pertanyaan tentang bagaimana ia berhemat.

”Tombol standby di alat elektronik selalu saya matikan setelah tak digunakan. Ini menghemat listrik,” ujarnya.

Tentang Jakarta yang makin panas dan membuat sebagian orang tak bisa lepas dari alat pendingin ruangan, ia pun punya kiat hemat. Dia selalu menyetel suhu pendingin ruangan pada 23-25 derajat Celsius.

”Makin dingin suhu ruangan, makin besar konsumsi listriknya,” ujarnya mantap

Ratih Sanggarwati Menganggap Wanita Indonesia Wanita Kuat

In Model on Agustus 12, 2008 at 2:02 pm

Duta Perempuan Perkasa, Ratih Sanggarwati (43), mengatakan, perempuan Indonesia itu sungguh kuat. Meski penghasilan suami terbatas, mereka mampu bertahan mengurus keperluan rumah tangga. Bahkan, banyak dari mereka berubah peran sebagai kepala keluarga.

Meski begitu, mereka memerlukan pendampingan intensif. Mereka sering tak tahu potensi yang dimiliki meski keinginan berubah sangat kuat.

”Ketika berkunjung ke Sragen, ada ibu penambal ban dengan penghasilan Rp 4.000 per hari. Ia ingin berubah, tapi tak tahu caranya. Setelah berbicara, ternyata dia juga bisa menjahit. Sesuatu yang sebelumnya tak terpikirkan olehnya,” kata Ratih beberapa waktu lalu di Saung Angklung Udjo, Bandung.

Di sisi lain, ia prihatin dengan kebiasaan sebagian perempuan Indonesia yang memilih produk impor daripada produksi lokal. Kata Ratih, mereka bisa menghabiskan banyak uang untuk barang impor, tetapi melihat produk kualitas serupa bertuliskan made in Indonesia, langsung menganggapnya barang berkualitas rendah.

”Kelihatnya sepele, tapi dampaknya besar karena semakin membuat stigma buruk pada barang buatan dalam negeri. Sangat disayangkan, padahal kualitas produk Indonesia mulai sejajar dengan buatan luar negeri,” katanya

Jajang C Noer Penerima Penghargaan Khusus dari Sultan Hamengku Buwono X.

In Pemain Film on Agustus 12, 2008 at 2:01 pm

Pemain film Jajang C Noer (56) mengaku kaget saat Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Garin Nugroho menyebut namanya sebagai penerima penghargaan khusus dari Sultan Hamengku Buwono X. Penghargaan itu diserahkan langsung Sultan HB X pada pembukaan JAFF, Sabtu (9/8 ) di Taman Budaya Yogyakarta.

Jajang yang juga aktif sebagai pemain teater dan aktivis hak asasi manusia ini dinilai berhak menerima penghargaan karena dedikasinya terhadap perfilman Indonesia.

”Saya sampai tidak bisa berkata apa-apa,” kata Jajang seusai berjabat tangan dengan Sultan HB X.

Ia datang ke Yogyakarta sebagai salah seorang juri JAFF. Oleh karena itu, ia sungguh tak mengira bakal mendapat penghargaan.

”Tadi, di bandara, Garin dan Budi Irawanto (Direktur JAFF) menyebut soal penghargaan dari Sultan HB X. Saya pikir mereka bercanda karena mereka memang tak bisa dipercaya…,” tutur Jajang sambil melirik Garin dan Budi yang berada di sampingnya.

Meski begitu, pemeran dokter Salma dalam film Berbagi Suami ini berterima kasih kepada Garin dan Budi atas penghargaan itu. Apalagi, dialah orang pertama yang menerima penghargaan khusus tersebut.

”Ini ’gila’. Alhamdulillah, terima kasih kepada Ngarso Dalem,” ucap Jajang senang

Uli Herdinansyah Masih Belum Profesional Karena Masih Deg-degan di Panggung

In Pemain Film on Agustus 11, 2008 at 1:37 pm

Uli Herdinansyah sudah lama menggeluti dunia hiburan. Main film pun pernah ia lakoni, di antaranya dalam Naga Bonar (Jadi) 2.

Walau sudah sering tampil di depan penonton, dia tetap grogi dan deg-degan jika harus berhadapan dengan panggung. Aura ketika bermain di panggung, katanya, benar-benar beda dibandingkan dengan bermain di film.

Pria kelahiran Balikpapan, 19 Juli 1976, ini kembali akan bermain di panggung untuk drama komedi musikal Miss Kadaluwarsa (MK), yang akan dipentaskan di Gramedia Expo, Surabaya, 13-14 Agustus 2008.

”Saya memerankan karakter dokter Fauzi, ginekolog yang jadi rebutan dua perempuan dalam kisah itu,” kata Uli. Dia sudah sekitar delapan kali ikut pertunjukan yang diproduksi Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI).

”Saya tetap deg-degan kalau di panggung. Di panggung itu, kita harus main dari sejak dimulai sampai akhir pertunjukan. Ini beda dengan di film. Adegan dalam film yang salah bisa dipotong. Main di panggung itu tantangannya lebih berat,” kata Uli yang menikmati MK karena pentas semacam ini sangat jarang di Indonesia.

”Di film kita lebih bermain ekspresi, tetapi di panggung lebih ke gesture. Tekanan di panggung juga lebih tinggi,” kata presenter acara ’Insert’ (TransTV) dan ’Breakfast Club’ (Metro TV) ini menambahkan

Erwin Gutawa Siap Memanen Rezeki Bulan Ramadhan

In Penyanyi on Agustus 11, 2008 at 1:36 pm

Dunia hiburan bersiap menyambut bulan Ramadhan. Salah satunya adalah penata musik Erwin Gutawa yang bersiap menggelar konser.

Erwin, digandeng Venusa Production, akan menggelar Konser Marhaban Ya Ramadhan ”The Spirit of Ramadhan”. Dalam konser yang rencananya digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, 9 September nanti, ia diduetkan dengan Jay Subyakto sebagai penata artistik.

”Saya ingin menunjukkan bahwa musik religius di Indonesia bisa dibawakan dengan banyak gaya dan cara,” ujar Erwin di Jakarta, akhir pekan lalu.

Musikus kelahiran Jakarta, 16 Mei 1962, ini bertanggung jawab ”menyatukan” berbagai gaya musik para artis yang tampil dalam konser, yakni Bimbo, Gigi, Ungu, Raihan, Opick, Sulis, serta putrinya sendiri, Gita Gutawa.

”Masing-masing musikus punya gaya yang membuat mereka hebat dan berhasil membawakan musik religi. Ciri khas mereka tak akan hilang dalam konser ini, tetapi saya harus memberi satu benang merah penampilan mereka,” kata mantan pemain bas grup Karimata ini.

Erwin juga akan menciptakan kesegaran baru dengan mendorong kolaborasi dan dialog musikal di antara para penampil. ”Kemungkinan ada kolaborasi Gigi dengan Raihan atau Ungu dengan Bimbo. Pasti seru!”

Ikke Nurjanah Mempromosikan Lagunya Secara Digital

In Penyanyi on Agustus 11, 2008 at 1:35 pm

Saat menelepon ke telepon seluler penyanyi dangdut Ikke Nurjanah (34) langsung terdengar nada sambung suara Ikke melantunkan lagu yang serasa belum pernah terdengar sebelumnya. Pas lagi enak-enaknya menikmati lagu baru itu, Ikke sudah mengangkat telepon.

Wah, Ikke punya lagu baru, ya?

”Iya, itu single terbaruku. Judulnya Sepi. Sekarang sudah mulai promo di radio-radio dan televisi, lho. Itu aslinya lagu pop dari band F Mayor, terus aku bikin versi dangdutnya.”

Berarti mau ngeluarin album baru juga?

”Enggak, aku cuma rilis dalam bentuk digital aja. Jadi cuma bisa dinikmati di radio atau TV dan dipasarkan dalam bentuk RBT (ring back tone/nada sambung). Mulai sekarang rencananya aku akan memasarkan laguku dengan cara seperti itu. Setiap tiga bulan akan rilis satu single secara digital. Nanti kalau sudah cukup banyak, baru dirangkum dalam satu album,” katanya.

Kalau ada penggemar yang ingin koleksi lagu itu, gimana?

”Kan bisa download di internet. Rencananya aku juga mau pasang video klipnya di YouTube.”

Oh, begitu. Dengar-dengar, kamu juga lagi pindah rumah, ya?

”Iya nih, lagi sibuk packing- packing. Aku dalam proses pindahan dari rumah Mama di Cibubur ke rumahku sendiri di Cipayung, di belakang TMII. Di Cibubur lama-lama gak kuat macetnya. Nantinya aku akan tinggal bareng anakku aja,” ujarnya.

Oh, jadi itu sebabnya nyanyi lagu Sepi? Karena mau pindah rumah baru sendirian?

”Ha-ha-ha, kok mesti nanyanya begitu, sih? Enggaklah, itu kebetulan aja!”

GIGI Akhirnya Menemukan Jalan Kebenaran

In Penyanyi on Agustus 11, 2008 at 1:34 pm

Mengulang sukses dua album religi sebelumnya, Raihlah Kemenangan dan Pintu Sorga, kelompok Gigi yang digawangi Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bass), dan Gusti Hendy (drum) akan mengeluarkan album religi ketiga, Jalan Kebenaran.

”Isinya delapan lagu, akan rilis akhir Agustus (2008),” ujar Dewa Budjana.

Berbeda dengan dua album sebelumnya yang berisi lagu-lagu lawas Bimbo dan Koes Plus, dengan aransemen ulang khas Gigi, kedelapan lagu dalam album ketiga ini semuanya diciptakan para personel Gigi.

”Nyiptain lagunya barengan. Prosesnya cuma dua minggu, setelah itu rekaman, terus mixing. Sekarang udah rampung,” katanya.

Jalan Kebenaran menjadi album pertama Gigi yang digarap secara independen karena kontrak Gigi dengan Sony-BMG telah berakhir.

Bagi Gigi, kembali menelurkan album religi tak sekadar meneruskan jejak Bimbo dan Koes Plus. Album religi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan toleransi antarpersonel Gigi.

Ia menegaskan, album religi yang diluncurkan Gigi di luar album lain tak akan mengganggu citra Gigi sebagai sebuah band.

”(Citranya) justru positif. Contohnya lagu 'Perdamaian’, sekarang malah menjadi lagu yang universal,” kata Budjana

Erwin Gutawa dan Jay Subyakto Akan Gelar “Spirit of Ramadhan” Di Balai Sidang Senayan

In Pemain Film on Agustus 11, 2008 at 1:33 pm

Konon, Walisongo yang berasal dari daratan China bersyiar di Bumi Nusantara melalui pendekatan budaya lokal, sehingga Islam masuk dengan damai tanpa ada gesekan.

Peristiwa bersejarah pada masa ratusan tahun silam itu akan coba divisualisasikan oleh Erwin Gutawa dan Jay Subyakto dalam konser bertajuk “The Spirit of Ramadhan”, yang dijadwalkan pergelarannya pada 9 September di Balai Sidang Jakarta.

“Ide konser ini sudah lama sekali, sejak empat tahun lalu, tapi baru kesampaian sekarang,” kata Erwin Gutawa dalam jumpa pers di HardRock Cafe Jakarta, pekan lalu.

Konser bakal menampilkan band dan artis yang dinilai sukses menghasilkan karya musik dan lagu Islami, yakni Bimbo, Gigi, Raihan, Opick, Sulis, Ungu dan Gita Gutawa.

“Selain Gita, saya kira semua yang terlibat adalah nama-nama besar,” kata Erwin.

Konsep pertunjukan dibagi menjadi beberapa unsur, mulai dari penampilan masing-masing artis/band hingga yang berbentuk kolaborasi di antara mereka, misalnya saja Ungu dan Gita Gutawa, Gigi dan Opick atau Sulis, dan sebagainya.

Menurut Jay Subyakto, sebagai penata seni panggung dan pertunjukan, dirinya sudah mengonsepkan visualisasi pertemuan antara Islam dan kebudayaan masyarakat di beberapa daerah yang merupakan pusat tumbuh dan berkembangnya ajaran itu di Bumi Nusantara.

Menjawab pertanyaan wartawan, ia mengatakan dirinya berharap konser ini dapat dibuat berseri, karena tidak mungkin memperlihatkan semuanya secara utuh secara sekaligus.

“Daerah penyebaran Islam di Indonesia banyak sekali, mulai dari Aceh hingga Papua. Tidak mungkin memasukkan semuanya dalam satu konser yang hanya berdurasi dua jam,” kata Jay.

“Visualisasinya pun bukan hanya dalam bentuk gambar, tetapi juga tarian, seperti yang saya tahu ada di Aceh, juga sajak yang di Jogja, dan sebagainya,” ujarnya menambahkan.

Selain Bimbo, Gigi, Raihan, Opick, Ungu dan Gita Gutawa, “The Spirit of Ramadhan” juga bakal diisi penampilan khusus budayawan Taufiq Ismail dan perkusionis Steve Hassan Thornton.

Dipromotori oleh Venusa Production Indonesia, pertunjukan tersebut diharapkan dapat menjadi suguhan bermanfaat, khususnya bagi kaum Muslimin dalam menjalani Ibadah Puasa dan menyambut Idul Fitri tahun ini.

Ronaldo Sangat Beruntung Memiliki Pacar Nereida Gallardo Yang Bergelar Payudara Paling Hot Dan Seksi 2008

In Model on Agustus 10, 2008 at 5:46 pm

MODEL seksi dari Spanyol, Nereida Gallardo, yang juga mantan pacar pemain Manchester United, Cristiano Ronaldo, terpilih sebagai wanita dengan payudara paling hot pada musim panas 2008.

Nereida yang kini dipacari rekan Ronaldo, Segio Ramos itu dinilai memiliki bentuk payudara super seksi, berdasarkan hasil poling pembaca surat kabar Jerman BILD.

Namun, keseksian payudaranya itu menempati posisi kedua setelah bintang televisi Michelle Hunziker.

Model berusia 31 itu, dipilih lebih dari 33 persen pemilih sebagai pemilik buah dada paling panas, yang tertangkap kamera ketika ia sedang memijat tubuhnya.

Berikut hasil poling itu. 1. Michelle Hunziker; 2. Nereida Gallardo; 3. Sienna Miller; 4. Cindy Crawford; 5. Naomi Campbell.

Nova Eliza Makin Suka Main Sepak Bola

In Pemain Film on Agustus 10, 2008 at 2:32 pm

Lama tak muncul di permukaan, kehidupan artis cantik Nova Eliza (28 ) ternyata makin dekat dengan dunia sepak bola. Setelah usai shooting film Bola Itu Bundar, kini Nova terlibat dalam penyelenggaraan Super Soccer Game, sebuah modifikasi permainan sepak bola dan futsal yang digelar sebuah perusahaan rokok. ”PH (production house/rumah produksi)-ku sedang menggarap program TV untuk acara Super Soccer Game di Surabaya. Aku mau ke sana, sekalian mau liburan ke Bali,” katanya.

Nova dan suaminya, Mirwan Suwarso, memang memiliki rumah produksi bernama Destiny Inc. Saat tidak berakting di depan kamera, di rumah produksi itulah ia menghabiskan waktu dan pikirannya. Tetapi, mengapa semua serba bola? ”He-he-he, mungkin udah destiny-ku di bola kali, ya? Kebetulan Mirwan juga tertarik dengan dunia sepak bola, jadi kami seneng aja ngerjain-nya,” ungkap Nova, yang pernah menjadi presenter siaran sepak bola di TV saat Piala Dunia 2002 itu.

Tentang film Bola Itu Bundar, menurut Nova, saat ini sudah masuk tahap editing. Film yang dibintangi Nova dan shooting-nya dilakukan di Bali dan Los Angeles, Amerika Serikat, itu cukup lama makan waktu penyelesaian.

”Memang agak lama selesainya karena melibatkan pemain film dan penata musik dari LA. Editing juga dilakukan di sana. Akan dirilis di LA dulu sebelum di Indonesia karena kami targetnya untuk (pasar) internasional,” ujar artis berdarah Aceh kelahiran 4 Juni 1980 ini.

Yeyen Lidya, Five Vi, Dewi Persik Dan Andi Soraya Merupakan Generasi Baru Bom Seks Indonesia Setelah Lama Kosong

In Pemain Film on Agustus 10, 2008 at 3:38 am

MENJADI bom seks di film tampaknya menjadi pilihan bagi sejumlah selebriti kita yang menyandang status janda. Mereka melihat main film dengan buka aurat merupakan bagian dari profesionalisme memenuhi tunturan skenario.

Yeyen Lidya, Five Vi dan Dewi Persik, ditambah Andi Soraya menjadi generasi baru di perfilman kita yang selalu saja diramaikan oleh adegan esek-esek. Mereka nekad melanjutkan generasi terakhir yang diduduki Yurike Prastica, Gitty Srinita Lela Anggraeni, Inneke Koesherawati, Ayu Lestari, Selly Marcelina, dan artis-artis panas lainnya.

Yurike, yang pernah membuat heboh perfilman Indonesia lewat film Pembalasan Ratu Pantai Selatan, Yurike bermain total dalam melakoni adegan-adegan seks. Cewek ini mengaku tak bisa menghindari reaksi keluarganya.

DULU TERPAKSA
“Saya nggak bisa menolak tawaran itu. Sebab, untuk mendapatkan peran saja sangat sulit saat itu. Ya, terpaksa kita pakai aji mumpunglah, dengan target biar cepat popular,” katanya.

Berbeda dengan Yurike yang mengaku memakai aji mumpung, Dewi Persik malah menyatakan adegan esek-esek bukan maunya, tetapi karena tuntutan skenario. Tuntutan skenario itu, yang menyebabkan janda Saepul Jamil tersebut buka aurat dalam dua film yang diperankannya, Tali Pocong Perawan dan Tiren (Mati Kemaren).

Pedangdut yang ngetop dengan goyang gergaji itu, membuka adegan sebagai hantu dengan memperlihatkan pantat mulusnya dan melorotkan celana dalamnya saat kencing di kuburan. “Saya mau melakukan adegan-adegan itu kan sesuai skenario. Untuk film Tiren, saya mau karena kebetulan saya dibayar mahal,” cetusnya, Sabtu (9/8).

SANGKAL BOM SEKS
Citra bom seks juga sulit dihindari dari sosok Five Vi dan Yeyen Lidya. Yeyen, yang bermain di film Anda Puas Saya Loyo ini, menyatakan tak peduli cap apapun yang diberikan publik kepada dirinya. “Selama ini, saya nggak pernah mengkondisikan untuk punya imej sebagai bom seks. Namun jika masyarakat menilai saya seperti itu, ya terserah. Sebab, dalam keseharian saya selalu tampil santun. Jadi, hak saya untuk menyangkal sebagai bom seks,” tegasnya.

Sikap cuek juga dikemukakan Five Vi. Bermain panas di film ML (Mau Lagi) dan Mengaku Rasul, cewek ini mengemukakan bekerja di film maupun sinetron, berlandaskan profesionalisme. “Jadi kalau mau dituding bom seks ya terserah aja,” ucap janda kelahiran Surabaya, 12 Desember 1979 ini.

ANAK MENGERTI
Tampil hot di film Anda Puas Saya Loyo dan Aborsi, Andy Soraya berkilah merupakan bagian totalitas dirinya memenuhi tuntutan peran. Dia mengaku tidak cemas jika kedua anaknya mempermasalahkan dirinya mengenai adegan mesra dan buka-bukaan aurat tersebut.

“Gue yakin anak gue bakal mengerti tentang profesi gue sebagai artis. Mereka juga akan tahu kalau hal itu merupakan trik kamera, dan nggak sungguhan,” tutur aktris kelahiran Jakarta 18 Juni 1976 ini sambil berharap bisa mendapatkan suami yang mengerti dirinya dan keluarganya.

Shelia Marcia Ditangkap Petugas Kepolisian Saat Tengah Pesta Shabu Narkoba

In Pemain Film, Pemain Sinetron on Agustus 10, 2008 at 3:34 am

Foto Shelia Marcia Joseph Sebelum Pesta Shabu Shabu

Foto Shelia Marcia Joseph Sebelum Pesta Shabu Shabu

Satu lagi artis tersangkut kasus narkoba. Sheila Marcia Joseph, 19, artis cantik yang membintangi film Kereta Hantu Manggarai, diringkus petugas satuan narkoba Polsek Penjaringan dalam sebuah penggerebekan di satu kamar apartemen di daerah Pluit, Penjaringan, Jumat (8/8 ) malam.

Kekasih dari artis Roger Danuarta itu disergap saat tengah berpesta narkoba bersama sejumlah rekannya.

Bersama 10 orang lainnya, Sheila digelandang ke Polsek Penjaringan untuk menjalani pemeriksaan.

Foto Shelia Marcia Sehabis Pesta Shabu Shabu

Foto Shelia Marcia Sehabis Pesta Shabu Shabu

“Ia positif menggunakan narkoba, dari tangannya kami mendapatkan satu paket shabu,” ujar Kapolsek Penjaringan, Kompol Asep Adisaputra, yang ditemui wartawan Sabtu (9/8 ) sore. “Kami memang telah lama mengintai lokasi tersebut.”

MASIH DIPERIKSA
Sheila DKK digerebek di kamar 706 apartemen Golden Sky di Jl. Taman Pluit Kencana, Penjaringan, Jakarta Utara. Saat petugas merangsek ke dalam kamar, Sheila yang mengenakan sweater berwarna merah muda terlihat panik.

Selain Sheila, tiga wanita dan 6 pria di kamar itu ikut digiring ke kantor polisi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, dari 4 wanita tersebut hanya Sheila yang terbukti positif menggunakan shabu-shabu.

Sampai saat ini petugas masih terus melakukan pemeriksaan terhadap artis yang tengah naik daun tersebut. Wanita berparas cantik yang juga laris menjadi bintang sinetron ini terus menutupi wajahnya.

Tidak ada sepatah kata pun yang terlontar ketika sejumlah wartawan bertanya kepada bintang film itu. Ia terus saja menundukkan wajahnya.

BELI DARI PENGEDAR DI APARTEMEN
Diperoleh informasi, narkoba jenis shabu yang dikonsumsi artis yang menanjak karirnya semenjak membintangi film Ekskul itu diperoleh dari seorang pengedar bernama SengTjong Kian alias Seng-Seng, 40, yang malam itu juga ditangkap polisi.

“Sengseng kami tangkap di kamar 806 di aparteman yang sama. Jumlah orang yang malam itu kita gelandang ada 11 orang,,” tambah Kapolsek.

Dari hasil penggerebekan di apartemen itu petugas menyita 7 paket shabu seberat 6 gram seharga Rp9 juta serta alat penghisap berikut uang tunai Rp3 juta.

Tersangka yang diamankan adalah Benny, Hans Tanujaya, Tony, Gow Sun Kiem, Seng-Seng serta Sheila.

Kekasih Sheila, Roger Danuarta, yang coba dihubungi enggan memberikan keterangan terkait kasus yang menimpa wanita kelahiran Malang, 3 September 1989, tersebut. “Maaf mas saya lagi syuting,” ujarnya via telepon selulernya.

Ratu Felisha Ciuman Bibir Pakai Lidah Dengan Sejenis Alias Lebsian

In Pemain Film, Pemain Sinetron on Agustus 9, 2008 at 4:38 pm

Ada saja sensasi yang datang dari Ratu Felisha. Setelah foto-foto yang memperlihatkan ia berbikini, kini beredar di internet foto-foto yang menampilkan ia bertingkah bagai lesbian dengan seorang perempuan lain.

Pada salah satu foto mutakhirnya itu, tampak ia berciuman bibir dengan seorang perempuan, yang diakuinya sebagai sahabatnya, Olive. Olive dikenal sebagai perancang busana panggung untuk para artis, termasuk duo Maia dan Mulan Jameela.

Tak kalah heboh, pada fotonya yang lain, terpampang keduanya berhadapan muka dalam jarak dekat dan saling menjulurkan lidah.

“Aku sih ingin ketawa aja. Itu kerjaan temanku yang tanpa bilang-bilang memasang foto-foto itu di facebook. Menurutku sih foto-foto itu untuk seru-seruan aja,” ujar si pemilik nama panggilan Feli saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (7/8 ) malam.

“Kenapa ya, setiap yang kulakukan selalu saja dibilang cari sensasi. Aku mau menikah, dibilang cari sensasi. Aku pakai bikini di pantai, tetap aja dibilang cari sensasi. Sekarang, foto-foto gitu aja, dibilang cari sensasi juga,” protesnya. “Jujur, aku enggak habis pikir, foto-foto kayak begitu dibilang macam-macam. Buat aku, cewek mandi bareng, ciuman, itu sih normal-normal aja. Beda kalau cowok sama cowok,” imbuh bintang film Virgin ini.

Walaupun demikian, secara tegas ia menolak disebut lesbian. Aku perempuan berusia 26 tahun ini, ketika adegan-adegan tersebut diabadikan, kekasihnya, Jules Korsten, berada di tempat yang sama. “Dia malah ketawa-tawa,” ceritanya.

Sekaligus untuk membantah dugaan bahwa ia penyuka kaum sejenis, Feli mengungkapkan, akhir Desember tahun ini ia akan meresmikan hubungan pacarannya dengan Korsten, yang sudah berjalan tiga tahun, ke ikatan pernikahan.

“Insya Allah, akad nikahnya 21 Desember mendatang di salah satu masjid di Jakarta. Kalau resepsinya, di Bali, 29 Desember nanti. Kenapa kami pilih Bali, karena kami ingin bisa lebih intim dan romantis,” terang Feli, yang sejak 2006 mengadopsi seorang anak yang diberinya nama Dasha Godiva.

Kekasih Dan Pacar Robert Danuarta Berinisial Shelia Marcia M Ditangkap Dalam Pesta Shabu

In Pemain Film on Agustus 9, 2008 at 4:34 pm

Salah satu artis muda berinitial SM diringkus aparat saat pesta shabu, di lantai 7 Apartemen Golden Sky, Pluit, Jakarta Utara, Kamis (7/8 ) lalu. SM, yang juga kekasih bintang sinetron Roger Danuarta itu, ditangkap sekira pukul 19.00 bersama 4 teman wanita dan 6 teman pria.

“Mereka yang ditangkap salah satunya artis berinitial SM,” ujar Kompol Asep Adisaputra, Kapolsek Penjaringan, Sabtu (9/8 ).

Ditambahkan Asep, dalam penggerebekan tersebut, pihak aparat menemukan sejumlah barang bukti di antaranya 6,0 gram shabu dan 7 buah bong, yang digunakan dalam pesta shabu tersebut.

Hingga saat ini belum didapat konfirmasi dari keluarga terdekat maupun bintang Ekskul itu. Saat dihubungi berkali-kali, pihak SM enggan mengangkat teleponny

Nugie Selalu Mendukung Istri Untuk Menyusui Anak

In Penyanyi on Agustus 9, 2008 at 4:33 pm

Sosok Nugie boleh terkesan cuek. Tapi jangan salah, ternyata ia sangat peduli dengan istri dan kepentingan anak semata wayangnya. Ditemui pada acara Obrolan Santai “Dukungan untuk Ibu Menyusui” di Senayan City, Sabtu (9/8), ia mengaku selalu memberikan dorongan kepada sang istri, Sinta. Terutama, saat Sinta memberikan ASI eksklusif.

“Saya selalu mendokumentasikan saat istri saya menyusui. Awalnya, istri saya nggak pede (percaya diri) tapi saya dorong terus, kamu pasti bisa,” kata Nugie. Selain itu, Nugie juga aktif mencari beragam informasi terkait kesehatan ibu dan bayi serta ASI. Info tersebut dikumpulkannya, sejak Sinta mengandung. “Waktu itukan pengalaman pertama punya anak, jadi ada kendala. Pas hamil, istri saya dan saya bener-bener baca buku, konsul ke dokter. Semuanya biar pas melahirkan dan melahirkan situasinya lebih kondusif, karena kita udah tau,” lanjutnya.

Keuntungan atau manfaat memberikan ASI pada anak, menurut Nugie, anak akan lebih kuat kekebalan tubuhnya. Ia melihat, anaknya tidak rentan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan anak temannya yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Nugie pun turut menandatangani kesepakatan Dukungan untuk Ibu Menyusui, dengan pesan, “ASI adalah hak setiap bayi, jadi berikanlah selalu”.

Putri Raemawasti Kembali ke Surabaya Setelah Tugas Sebagai Putri Indonesia Selesai

In Raja Ratu on Agustus 9, 2008 at 4:31 pm

Minggu depan, tugas Putri Raemawasti (21) sebagai Putri Indonesia 2007 berakhir. Raema, panggilannya, akan menyerahkan mahkota Putri Indonesia kepada penggantinya pada malam pemilihan Putri Indonesia 2008, Jumat (15/8), di Plenary Hall Jakarta Convention Center.

”Rasa sedih, sih, belum terasa, mungkin nanti setelah crowning (penyerahan mahkota). Yang jelas, aku bangga pernah jadi Putri Indonesia,” kata Raema yang terpilih menjadi Putri Indonesia 2007 pada 3 Agustus 2007, menggantikan Agni Pratista.

”Aku bangga karena jadi kaya pengalaman. Aku bisa ketemu banyak orang dari berbagai kalangan, dari pengusaha sampai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Aku jadi tahu situasi negara ini,” kata Raema.

Bulan Juni lalu, gadis kelahiran Blitar, Jawa Timur, ini bertolak ke Vietnam mengikuti ajang Miss Universe 2008. Sayang, Raema harus pulang dengan tangan hampa. Namun, dia mengaku tak kecewa karena sudah memberikan yang terbaik.

Selesai menjadi Putri Indonesia, Raema berencana kembali ke Surabaya, meneruskan kuliahnya di Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember, semester empat.

”Mungkin aku akan berkarier di Jakarta, tetapi belum tahu mau apa,” kata Raema yang sudah ditawari tugas sebagai pemandu acara dan pemain film ini.

Sam Bimbo Terharu Melihat Karya Kartun

In Penyanyi on Agustus 9, 2008 at 4:30 pm

Personel kelompok Bimbo, Sam (66), terharu melihat karya-karya dalam pameran kartun ”Ekomunikasi: Pameran Kartun Juara” yang berlangsung 1-10 Agustus 2008 di Bandung. Rasa haru itu muncul karena tema pameran ini lingkungan, bidang yang dia akrabi.

”Sudah puluhan tahun saya tertarik persoalan lingkungan,” tuturnya.

Beberapa kartun yang menang di berbagai kontes internasional itu memang dengan jitu membidik persoalan lingkungan, bahkan paduan antara gagasan dan visualnya mencapai tahap ironi. Itu membuat orang gemas, merasa geli, sekaligus tercekam.

Keharuan Sam yang lain adalah tersedianya ruang bagi warga Bandung untuk menampilkan ekspresinya.

”Saya diberi tahu bahwa ruang ini memang dipersembahkan untuk kita semua. Kami, para pemusik, telah semakin sulit untuk tampil di televisi,” tutur Sam, yang meresmikan pameran tersebut.

Hadir dalam acara yang berlangsung di Grha Kompas-Gramedia, Jalan RE Martadinata, ini, beberapa seniman seperti Tisna Sanjaya, Herry Dim, Andar Manik, Haryadi Soeadi, T Sutanto, dan Priyanto.

Ruang serba guna ini sudah sering dimanfaatkan berbagai kelompok masyarakat Bandung untuk bertemu dan berdiskusi. Mereka juga bisa menampilkan lukisan, karya kartun, grafis, atau foto di sin

Arzetti Belajar Kenakan Jilbab Di Tanah Abang

In Model on Agustus 8, 2008 at 2:42 pm
Mengenakan jilbab bukan perkara mudah, karena memerlukan kesiapan mental spiritual. Hal seperti itu juga berlaku pada model dan peragawati terkenal, Arzetti Bilbina.

“Meski belum setiap hari, saya sudah mengoleksi beberapa baju Muslim,” kata ibu tiga anak ini, saat dijumpai di acara peluncuran Rumah Mode Muslim Bilqis, di Pasar Raya Grande Blok M, Jakarta Selatan, Kamis.

Menurut Zetti, sapaan akrabnya, dia sekarang mulai belajar berjilbab dengan cara sering mengenakan kerudung ke berbagai acara. Upayanya seperti mendapatkan dorongan ketika rumah mode milik Tuti Adib Adjieputra berencana menjadikan sang model yang juga host “Titian Iman” di O Channel sebagai ikon.

“Doakan saja agar saya secepatnya bisa berjilbab,” kata wanita kelahiran 1974 ini.

Zetti mengatakan, pada Ramadhan tahun ini ia akan belajar mengenakan baju Muslim selama sebulan penuh.

Mengaku suka busana Muslim dengan potongan gamis, ia menolak menyebutkan koleksinya untuk Ramadhan tahun ini

“Yang penting mix and match aja, bisa dikombinasikan,” demikian Zetti, yang juga memiliki butik baju Muslim rancangannya sendiri di kawasan Tanah Abang

Jazz Rasa Zinnia Band Yang Dinikmati Sambil Melihat Bulan dan Bintang Di Langit

In Penyanyi on Agustus 8, 2008 at 2:40 pm
Menikmati musik jazz ditemani rembulan dan bintang-gemintang, Kamis (7/8) malam, di halaman Bentara Budaya Jakarta sungguh mengasyikkan, menggairahkan, dan harmoni. Apalagi tembang-tembang yang disuguhkan banyak bercerita tentang cinta. Sampai-sampai penonton minta tambah lagu.

Zinnia Band, semalam, memang tampil memukau. Selama dua jam enam menit, 23 lagu berhasil dibawakan dengan nuansa yang beragam. ”Yang ditampilkan Zinnia adalah musik simple dan light jazzy,” kata Aries, vokalis bersuara tenor.

Diawali lagu Route 66, We’re in This Love Together, dilanjutkan So Dance Samba, dan soundtrack film My Love Things, Zinnia Band yang berkekuatan empat vokalis itu; Aries (tenor), Giovanni (bariton), Shinta (sopran), dan Sarma (alto), tampil sangat harmoni. Berpadu dengan permainan piano oleh Nanin, bas oleh Steven, dan penabuh drum Shandy. Tak salah bila mereka sering menyebutnya dengan The Jazzy Vocal Harmony.

”Sangat jarang suatu grup musik jazz dengan empat orang vokalis. Apalagi, masing-masing vokalis mempunyai karakter suara yang khas dan berbeda satu sama lain, tetapi dalam membawakan satu lagu, tampil harmoni dan memukau. Zinnia Band, oke banget,” komentar seorang penonton.

Di antara 23 lagu yang disuguhkan, juga ada lagu-lagu Indonesia, seperti Di Dadaku Ada Kamu, Selalu Denganmu, Aku Ini Punya Sapa, dan Masa Kecil. Penampilan ditutup dengan lagu Spain dengan sentuhan samba. Sejumlah lagu, kata Sarma, ditampilkan versi Zinnia Band, seperti Selalu Denganmu dan Georgy Porgy. Luar biasa.

Kelompok musik jazz yang terbentuk 5 Mei 2005 ini selain masih berusia muda, tujuh anggotanya juga muda-muda. Meski demikian, mereka sudah tampil di banyak kesempatan dan sudah tak terhitung kali tampil. Antara lain tampil di Globe Asia Gathering, 31 Hours Non-Stop Jazzy, International Java Jazz Festival, dan Jak Jazz Festival.

Semalam, juga ada Anang— penonton penyuka musik jazz, yang ikut tampil dengan gitarnya—bergabung dengan Zinnia Band, untuk dua lagu, Love dan Girl Iparema. ”Kami senang dan bangga bisa tampil menyapa penonton tercinta di BBJ,” tukas Aries.

Hidup Ini Buka Melulu Soal Kekuasaan Dan Kekayaan

In Penulis on Agustus 8, 2008 at 2:05 pm
Masa tugas Ali Mufiz sebagai Gubernur Jawa Tengah berakhir 23 Agustus 2008. Rencananya, pria kelahiran Jepara, 21 Juli 1944, ini kembali ke kampus. Sebelum menjadi gubernur, ia mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Semarang, sejak 1975.

”Setelah berhenti menjadi gubernur, saya ingin beristirahat dulu. Yah, sekitar dua mingguan,” kata Ali di kantornya, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (7/8).

Banyak orang heran mengetahui dia tak berminat mendaftar untuk pemilihan gubernur lalu, padahal ia punya peluang. Kekuasaan ada, ketenaran pun punya.

”Hidup ini bukan melulu kekuasaan. Tiap hari banyak partai melamar, meminta saya menjadi calon legislatif. Saya tinggal pilih mau nomor berapa. Jawaban saya, tidak. Saya tak mau mendaftar menjadi caleg,” tegasnya.

Ali malah mau menulis buku tentang manajemen pemimpin daerah. Dia pun berniat menyusun buku anekdot gubernur.

”Saya dilantik, Sabtu. Senin saya ke kantor dan spontan memanggil seseorang dengan suara keras. Tiba-tiba protokoler menegur saya. Katanya, sebagai gubernur saya tak boleh berteriak dan memanggil seseorang begitu saja. Saya harus memerintahkan ajudan dan ajudan yang memanggil orang itu. Hal yang mudah jadi sulit,” ungkapnya.

Hal itu terdengar lucu sekaligus mencerminkan betapa birokrasi mengekang dirinya

Trie Utami Menikmati Peran Sebagai Juri Dalam Kontes Dangdut Indonesia KDI

In Pembawa Acara, Penyanyi on Agustus 8, 2008 at 2:04 pm
Lama tak tampil menyanyi di layar kaca, Trie Utami (40) makin menikmati perannya sebagai juri Kontes Dangdut TPI (KDI). Trie Utami yang dulu dikenal sebagai vokalis Krakatau itu, kini lebih banyak berperan sebagai pembimbing calon-calon penyanyi yang akan meramaikan industri musik dangdut Tanah Air.

”Mungkin memang harus ada yang ambil peran itu. Sekarang aku lebih banyak duduk jadi pendamping anak-anak muda. Tentu untuk memilih yang terbaik,” kata penyanyi yang akrab dipanggil Iie ini.

Dia percaya, dari sekian banyak calon penyanyi yang mengikuti ajang KDI, ada bibit bagus yang layak jadi penyanyi. ”Yang bagus-bagus inilah yang harus didampingi supaya lebih terarah,” kata pencetak hit ”Kau Datang” ini.

Selain mendampingi calon-calon penyanyi, Iie juga laris diundang ke sejumlah tempat. ”Acara-acara off-air masih banyak. Satu bulan enam-delapan kali aku manggung,” kata Iie.

Sayang, waktu ditanya kapan reuni dengan Krakatau, Iie menjawab belum tahu. ”Soalnya yang satu udah ke mana, yang lainnya ke mana. Kalau ada yang mau ngumpulin sih oke-oke aja,” kata Iie yang juga tergabung dalam kelompok Rumpies bersama penyanyi Vina Panduwinata, Atiek CB, dan Malyda.

Sundari Soekotjo Menjadi Penyanyi Keroncong Konser Keroncong 2008

In Penyanyi on Agustus 8, 2008 at 2:02 pm
Hasrat penyanyi keroncong Sundari Soekotjo (43) menggelar konser keroncong kesampaian juga. Ia menjadi ketua panitia sekaligus penyanyi dalam Konser Keroncong 2008, Sabtu (9/8) besok, di Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Jawa Tengah.

Niat membikin konser ini, kata dia, untuk mengumpulkan komunitas keroncong yang tersebar di beberapa kota. ”Undangan hanya 750 orang dan tidak komersial. Tapi, kami menyediakan layar besar untuk masyarakat yang ingin menyaksikan,” katanya.

Sundari menuturkan, komunitas pencinta keroncong itu banyak dan sporadis, tak saling mengenal. ”Saya ingin menyatukan mereka. Saya senang, banyak teman dan sahabat membantu mewujudkan konser ini,” ujarnya.

Selain Sundari, penyanyi yang tampil adalah Titiek Puspa, Iwa K, Toto Salmon, grup Cong Rock Semarang, serta Intan Soekotjo. Iringan musiknya Purwacaraka Band.

”Ini keroncong dengan warna lain. Misalnya, lagu Iwa K, ’Bebas’, bisa jadi keroncong. Lalu, Titiek Puspa nyanyi ’Romo Ono Maling’ diselingi rap dari Iwa K,” ujar Sundari.

Keroncong jika dikemas dengan warna lain barangkali tak lagi terkesan monoton. ”Siapa tahu ada yang melirik (keroncong),” kata Sundari yang bersiap meluncurkan album baru yang diproduseri sendiri, Dalam Kerinduan.

band Ungu Mengeluarkan Album Ramadhan

In Penyanyi on Agustus 8, 2008 at 2:02 pm
Menyambut Ramadhan tahun ini, band Ungu kembali meluncurkan album religi bertajuk aku dan TUHANKU. Album religi Ungu yang ketiga ini berisi lima lagu yang diaransemen oleh kelima personel Ungu, yakni Pasya (vokalis), Makki (basis), Enda (gitar), Onci (gitar), dan Rowman (drum). Album ini rencananya diluncurkan akhir Agustus 2008.

Makki O Parikesit, Selasa (5/8) di Jakarta, mengatakan, peluncuran album Ramadhan menjadi tradisi bagi Ungu.

”Banyak yang bilang, album religi menarik dari segi bisnis. Tapi sebenarnya, dari segi musik, ini menjadi wacana lain di luar lagu pop yang kita tawarkan,” papar Makki.

Belajar dari pengalaman lalu, saat album Ramadhan pertama yang berjudul Surgamu sempat ”dikritik” seorang santri asal Madiun, Jawa Timur, kali ini Ungu lebih hati-hati.

”Di album Surgamu kami sempat diingatkan agar lebih hati-hati melafalkan ayat-ayat yang dikutip karena kalau salah, artinya menjadi beda. Jadi biar aman, di album ini kami pakai bahasa Indonesia saja,” kata Makki.

Satu hal yang membahagiakan personel Ungu adalah ketika mereka manggung membawakan lagu-lagu religi. ”Pas para penonton ikutan nyanyi, rasanya seperti berdoa bersama,” kata Makki menambahkan.

Catherine Wilson Mendapat Gelar Miss Ring Ring

In Pemain Film on Agustus 8, 2008 at 2:01 pm
Banyak cara untuk menghabiskan waktu luang, salah satunya adalah berkomunikasi. Wanita kelahiran lahir 25 Februari 1981 itu menggunakan alat telekomunikasi handphone sebagai media agar tetap bisa mengetahui kabar orang-orang terdekatnya. Selain SMS dan telepon model cantik ini juga menggunakan fasilitas chatting yang bisa langsung diakses melalui hand phone miliknya.

Ketergantungan Catherine akan komunikasi begitu besar. Dalam satu hari, ia bahkan bisa sampai berpuluh-puluh kali melakukan telepon. Akibat kebiasaannya, bintang film “Pesan Dari Surga” itu mendapat julukan miss ring-ring dari orang-orang terdekat.

Mischa Barton Benci Pengemudi Mabuk

In Pemain Film on Agustus 7, 2008 at 1:26 pm
Mischa Barton (22) sangat tidak nyaman dengan para pengemudi kendaraan yang mabuk. Hal ini dia sampaikan awal Agustus 2008. Barton sendiri akhir tahun lalu sempat ditangkap polisi karena mengemudi saat sedang mabuk. Ia lalu diganjar tiga tahun masa percobaan.

”Saya benci pada orang-orang yang mengemudi sambil mabuk. Tinggal di Los Angeles, saya sering bertemu dengan orang-orang seperti itu. Makanya, saya sangat malu dan kecewa terhadap diri sendiri saat tertangkap karena mabuk. Tapi, setiap orang, kan, bisa membuat kesalahan,” katanya.

Penyesalannya itu dia wujudkan dengan mengikuti program rehabilitasi dengan serius dan konsisten. Menurut Barton, lewat program rehabilitasi itu, beberapa tuntutan dalam kasusnya bisa digugurkan.

”Saya bukan orang yang suka mabuk dan tidak punya masalah berarti,” kata Barton, tanpa menyebutkan alasannya menyetir dalam keadaan mabuk tersebut.

Barton menambahkan, beberapa pemain film muda di Hollywood baru punya masalah setelah media membuat gosip tentang mereka.

”Media gosip membuat kami ’gila’. Mereka mengerubungi hidup kami,” kata bintang serial televisi OC, yang disebut sebagai versi baru Beverly Hills 90210 ini

Elmo Band Tetap Beraliran Pop Akustik

In Penyanyi on Agustus 7, 2008 at 1:24 pm
Bagi yang pernah mengikuti ajang pencarian bakat band yang ditayangkan TV7 (sekarang Trans7), The Dreamband, pasti ingat salah satu band yang tampil, yakni ELMO. Pada The Dreamband 3, ELMO (Easy Listening Music Only) menjadi juara III.

”Kami baru meluncurkan album baru, Hanya Satu Cinta,” kata Webi Aidisasma Anra (Webi), sang vokalis.

Lagu yang dijagokan dalam album ini berjudul Mampu Bertahan. Lirik dan musik lagunya diramu agar mudah diterima ”kuping” banyak orang dan memenuhi kriteria genre musik yang diusung ELMO, pop akustik.

Bersama Edward Faisal atau E-ed (gitar akustik), Malkano Putranda Dintha atau Kano (gitar elektrik), Aang Nuril Anwar atau A-ang (bas), dan Ade Irwan Aryanto atau Abeks (drum), mereka akan tampil di Kompas.com Music Corner yang digelar hari ini, Kamis (7/8), pukul 16.00-18.00, di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta. Selain ELMO juga akan tampil grup Everybody Love Irene.

”Kami memang dikenal karena Dreamband 3, tapi lambat laun penggemar kami semakin kenal ELMO dari musiknya,” papar Webi.

Webi berharap kemampuan meramu lirik yang gampang diingat dan konsep pop akustik yang menggabungkan kekuatan gitar akustik dan gitar elektrik ELMO bisa makin diterima penggemarnya

Effendi Gazali Lebih Tertata Setelah Menikah

In Pembawa Acara on Agustus 7, 2008 at 1:23 pm
Enak mana menikah atau men-jomblo? ”Enak menikah dong. Setelah menikah, rasanya hidup jadi lebih tertata,” kata pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), Effendi Gazali, di Jakarta, Rabu (6/8) sore.

Tema manfaat pernikahan memang masih hangat-hangatnya bagi doktor komunikasi politik dari Radboud University, Nijmegen, Belanda, itu. Maklum, dia baru saja mengakhiri masa jomblo-nya selama 42 tahun ini.

Lelaki itu menikahi Hikmah Febriani Ali Alatas (24), perempuan berdarah campuran Sunda-Arab, di Jakarta, 27 Juli 2008.

Apakah perkawinan membawa ketenteraman batin? ”Wah, kami kan baru menikah. Time will tell, waktu yang akan membuktikan nanti,” katanya bersemangat.

Penggiat acara parodi politik Republik BBM dan Newsdotcom itu bercerita, hari pernikahannya berlangsung pada minggu yang sama dengan Kelik Pelipur Lara (41), salah satu pengisi acara parodi politik di televisi.

Jika resepsi ”Dik Fendi” 27 Juli, Kelik pada 21 Juli. Padahal, dua lelaki yang berbeda usia satu tahun itu tidak pernah janjian.

”Kami berdua sudah dianggap jomblo lama. Eh ternyata, ketika akhirnya kami menikah, waktu resepsinya terjadi dalam minggu yang sama. Usia istri pun sama-sama muda, sekitar 24 tahun,” kata Effendi tertawa.

Steven & Coconut Treez Manggung di Tokyo

In Penyanyi on Agustus 7, 2008 at 1:22 pm
Kelompok musik reggae, Steven & Coconut Treez, bertolak ke Tokyo, Jepang, Kamis (7/8) ini. Mereka manggung di Meguro Persimmon Hall, gedung pertunjukan dengan kapasitas 1.200 kursi.

Kelompok berawak Steven (vokal), A Ray (gitar), Teguh (gitar), Rival (bas) Iwan (drum), dan Aci (drum) ini diundang komunitas Indonesia di Jepang bermitra dengan KDDI, operator seluler di Jepang.

Pertunjukan dengan tiket seharga 3.000 yen dan 4.000 yen (Rp 250.000-Rp 325.000) ini digelar untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-63 sekaligus mempererat persahabatan Indonesia-Jepang.

Steven dan kawan-kawan bangga tampil di negara yang komunitas reggaenya kuat. ”Kami mempersiapkan 15 sampai 20 lagu untuk tampil sekitar satu jam,” kata Steven.

Lagu yang akan mereka nyanyikan antara lain ”Welcome to My Paradise”, ”Tersenyum Lagi”, ”Serenada”, dan ”Bebas Merdeka”.

”Kami juga akan membawakan lagu dari album ketiga,” kata A Ray.

Single di album teranyar mereka, Burning with My Fire, produksi 267 (Relasi) Studio, sudah diputar di sejumlah radio. ”Kami juga akan menyanyikannya di Tokyo,” ujar Rival.

Menyanyikan lagu dari Bob Marley juga?

”Oh ya pasti, mungkin satu lagu,” jawab Steven tanpa menyebutkan judul lagunya

Ketika Selebriti Berpolitik Kosong Sambil Cari Uang

In Pemain Film, Pemain Sinetron, Penyanyi on Agustus 7, 2008 at 1:22 pm
Makin hari makin banyak artis yang diajak maju di beberapa pilkada dan pemilu legislatif sampai-sampai nama suatu partai dipelesetkan menjadi Partai Artis Nasional. Salah artisnyakah atau salah politisi?

Di Amerika Serikat kebetulan kubu Partai Republik baru saja melancarkan kampanye hitam yang menyamakan calon presiden Partai Demokrat, Barack Obama, dengan selebriti Paris Hilton dan Britney Spears, yang dipungkas dengan pertanyaan sinis ”Is He Ready to Lead?” Iklan Partai Republik berikutnya tak kalah sadisnya, menyamakan pidato Obama yang bergelora dengan seruan Nabi Musa yang diperankan oleh Charlton Heston dalam film The Ten Commandments.

Dalam ilmu komunikasi politik, sesungguhnya definisi selebriti politik adalah tokoh mana pun (baik politisi, artis, maupun hanya orang biasa) yang mampu menyita ruang-ruang media massa—khususnya televisi—dalam perbuatan atau pernyataan yang memiliki akibat politik, khususnya terhadap kebijakan publik. Nah, fenomena itu hanya seperempat bagian dari definisi tersebut. Tiga perempat bagian lain ialah selebriti karena nama klan politik, politisi yang sedang tertimpa kasus negatif, dan siapa pun yang setia memperjuangkan kebijakan publik tertentu (khususnya jika ia mampu melakukan dengan ”politik selebritis”, istilah ini membutuhkan pembahasan terpisah).

Aroma negatif

Seseorang yang terlahir dengan nama belakang Kennedy di Amerika, atau Soeharto dan Soekarno di Indonesia, atau nama klan lainnya akan selalu diwarnai oleh haru biru selebriti politik. Kadangkala tercampur sedemikian rupa antara sisi kehidupan pribadi mereka dan soal akibat politik riil tadi.

Kalau kita mau fokus hanya pada wilayah komunikasi politik, persoalannya terutama apakah pemerintah sungguh- sungguh memberlakukan hukum yang sama (atau sebaliknya diistimewakan) ketika mereka tertimpa suatu kasus. Apakah mereka diperlakukan sama dengan kandidat lain ketika maju dalam pemilu legislatif? Jangan-jangan yang terjadi: sudahlah tak pernah diadili secara tuntas, mereka bahkan berani membuat berbagai partai dan maju dalam pemilu!

Kategori politisi yang mendadak menjadi selebriti karena tertimpa kasus negatif tidak sulit kita rasakan dewasa ini. Khususnya, saat sebagian dari mereka tertangkap tangan oleh KPK atau ketika namanya mulai disebut-sebut ikut menerima dana di persidangan. Sebelum kasus tertentu, nama seorang politikus mungkin jarang termuat di berbagai media! Jadi, kedua kategori selebriti politik ini umumnya cenderung beraroma negatif. Namun, beberapa klan politik dapat pula hidup lumayan elegan serta sikap politiknya tetap ditunggu media, misalnya ketika salah satu anggota klan Kennedy memutuskan mendukung Obama, bukan Hillary!

Lebih diuntungkan 2009

Kategori siapa pun yang setia memperjuangkan kebijakan publik tertentu (dan dengan itu mendapat banyak sorotan media) sebagai selebriti politik adalah definisi yang paling bermanfaat. Yuddy Chrisnandi akan bisa terus berkibar sebagai selebriti politik kalau ia konsisten maju tak gentar menuntut kejelasan tugas, wewenang, kerangka waktu, serta proyeksi pencapaian Panitia Hak Angket (BBM) DPR. Lalu, dari situ baru ia secara paralel menyatakan kesungguhannya untuk menjadi presiden pada Pemilu 2009 ini. Fadjroel Rachman pun demikian. Kalau ia bisa terus, tidak hanya pada aras tekad, tetapi tampil dengan rincian berapa yang akan dituntut dari renegosiasi atau bahkan nasionalisasi tambang-tambang yang merugikan Ibu Pertiwi, maka ia dapat segera kita beri gelar (bernuansa selebriti politik) sebagai ”Chaves Indonesia” atau ”Morales from Bandung/ITB”.

Di banyak negara yang lebih maju proses demokrasinya, kategori selebriti masuk politik sudah sangat banyak diwarnai dengan kategori kesetiaan memperjuangkan kebijakan publik tertentu. Bahkan, sampai berbuat sesuatu ke aras global (lihat Celebrity Diplomacy, Cooper, 2007 atau juga West, 2007). Arnold tidak meloncat begitu saja ke kursi gubernur, selain kontribusi bagi partai, banyak kerja politiknya untuk semacam komisi kesehatan negara. Silakan sebut deretan panjang nama George Harrison, Bob Dylan, Ringo Starr, Billy Preston, Paul Newman, Tonny Randall, Myrna Loy, Leonard Nimoy, John Wayne, Sammy Davis, Jr., sampai Michael J Fox, Mia Farrow, dan Angelina Jolie. Mereka ada yang memang mengejar kursi, seperti Schwarzenegger dan Reagan, tetapi ada juga yang langsung bisa kita sebutkan dedikasi tertentu begitu mendengar namanya (misal: Angelina Jolie soal kelaparan dunia dan adopsi anak, Mia Farrow soal genosida massal).

Pertanyaan bangsa ini sekarang tentu saja berujung pada: apa yang sudah dibuat oleh artis-artis kita secara konsisten dalam konteks kebijakan publik? Pastilah ada juga artis kita yang memiliki kerja politik dan kepedulian yang signifikan pada isu tertentu walau jumlahnya masih segelintir (saya harus menyebut Nurul Arifin, Rieke Dyah Pitaloka, Wanda Hamidah, Dede Yusuf, dan Olga Lidya).

Namun, memang harus diakui, untuk Pemilu 2009 artis-artis akan jauh lebih diuntungkan daripada politisi biasa. West mencatat, politisi biasa tampil sangat perkasa pada awal tahun 1950-an ketika dua pertiga rakyat Amerika percaya kepada pemerintah; sebaliknya selebriti mulai tampil lebih berjaya justru ketika dua pertiga rakyat sedang tidak percaya kepada pemerintah.

Atau dalam bahasa gampangnya: jika politisi tidak mampu memerintah dengan baik, entah itu pada cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif, berarti tidak ada capability barrier bagi artis untuk memasuki ranah Gedung DPR/DPRD, kantor walikota, bupati, dan gubenur! Jika (maaf, andaikan) nantinya sama-sama berjanji kosong dan berprestasi kosong, masih mendinglah publik memilih Wulan Guritno atau Saiful Jamil karena kalau tampil di depan publik mereka kan lebih muda, lebih memikat, bahkan bisa mengajak rakyat dangdutan pula! Namun, kalau rombongan Saiful Jamil mencoba menantang Rustriningsih, saya yakin mereka akan pontang-panting!

Effendi Gazali Koordinator Program Master Komunikasi Politik UI

Aming Menangis Tersedu Sedu Setelah Itu Tertawa Terbahak Bahak

In Pemain Sinetron, Pembawa Acara, Penyanyi, Sosialita on Agustus 6, 2008 at 3:37 pm
Dua film terbaru yang dibintangi Aming (28), Gara-Gara Bola dan Doa yang Mengancam, akan diputar di bioskop dalam waktu yang hampir bersamaan.

”Pokoknya (kedua film tersebut) diputar setelah Lebaran,” ujarnya.

Aming rupanya lebih tertarik membahas tentang perannya dalam Doa yang Mengancam. Katanya, perannya dalam film itu sama sekali enggak ada lucu-lucunya dan ”menyeramkan”.

”Di sini peranku sebagai sosok tipikal kaum marjinal. Shooting-nya menguras energi, emosi, dan mental,” ujar bintang acara Extravaganza di Trans TV ini.

”Bayangkan, ada adegan aku berdiri di puncak gedung, terus aku harus melihat ke bawah sambil melempar-lempar duit. Gila kan?” lanjut Aming.

Lalu, sewaktu shooting di Karawang, Jawa Barat, dari matahari terbit sampai tenggelam, ia harus melakoni adegan berlari-lari sampai terjatuh-jatuh di alang-alang.

”Aku sampai enggak tidur,” cerita Aming.

Ia masih menyambung lagi dengan bersemangat, ”Di pasar aku panggul karung beras. Lalu, aku berjalan di rel kereta bertelanjang kaki. Adegannya memang menangis sepanjang waktu. Aku sampai benar-benar nangis karena capai lahir batin. Eh, begitu mau take, ambil gambar untuk adegan aku harus menangis malah air mataku sudah kering ha-ha-ha…”

Indah Sita Nursanti Bermain Drama Komedi

In Pemain Sinetron on Agustus 6, 2008 at 3:36 pm
Setahun lalu sebuah pementasan drama musik komedi digelar di Jakarta dengan judul Miss Kadaluwarsa atau MK yang diproduksi Eksotika Karmawibhangga Indonesia.

”Tahun ini akan digelar lagi dan untuk pertama kalinya dipentaskan di luar Jakarta, tepatnya di Surabaya, tanggal 13 sampai 14 Juli, pada Gramedia Expo,” kata Sita, penyanyi yang namanya lekat dengan nama mantan grupnya, trio vokal RSD (Rida-Sita-Dewi).

Di sela-sela kesibukannya sebagai penyiar Radio Cosmopolitan FM, Sita merasa bisa refreshing dengan terlibat lagi dalam pementasan tersebut.

”Tahun lalu aku juga ikut, sekarang aku juga terlibat dengan menyanyi di pentas itu,” katanya.

MK mengangkat cerita seputar kaum perempuan urban masa kini dengan berbagai persoalan. ”Ide ceritanya memang menarik dan unik. Aku sendiri menikmati ceritanya sehingga senang-senang saja bisa bergabung,” kata perempuan kelahiran Sumedang, Jawa Barat, 27 Agustus 1974, ini.

Beberapa artis yang ikut terlibat selain Sita, di antaranya Sarah Sechan, Ira Duaty, Tika Panggabean, dan Uli Herdinansyah. Dalam komedi musikal yang disutradarai Rusdy Rukmarata dan Nanang Hape ini, Sita akan kembali menyanyikan salah satu lagu MK, ”Oh Daddy Oh”.

Aktor Kevin Costner Malah Menjadi Pemain Musik

In Pemain Film, Penyanyi on Agustus 6, 2008 at 3:35 pm
Aktor Kevin Costner (53) menolak membintangi sekuel Dances With Wolves, film yang dibintanginya pada 1990. Film ini meraih tujuh penghargaan Oscar, di antaranya untuk sutradara (Kevin Costner) dan film terbaik.

Majalah Hollywood Gossips menyebutkan, produser ingin membawa karakter yang dimainkan Costner sebagai Lt John J Dunbar kembali ke layar lebar. Namun, ia bersikeras tidak ingin terlibat dalam penggarapan sekuel itu.

”Saya memang mendengar rencana itu, tapi tak tertarik. Saya tak ingin terlibat sebagai apa pun dalam sekuel itu,” katanya kepada Moviefone.

Rupanya Costner tengah sibuk dengan rencana tur keliling AS berkaitan dengan rilis album barunya bersama kelompok musik Modern West, Oktober nanti. Ia salah satu anggota grup itu. Costner tampaknya ingin membuktikan kemampuan bermusiknya.

”Perlu kerja keras dalam setiap bidang yang kita tekuni. Saya sangat menikmati menulis lagu dan bermain musik. Namun, bila ini (bermain gitar dan bernyanyi) sudah tidak menyenangkan, dengan senang hati saya akan kembali bermain gitar dan menyanyi di ruang tamu saja,” kata pemain film The Bodyguard dan Tin Cup ini.

Penyanyi Rossa Menjadi Produser Film

In Pemain Film, Penyanyi on Agustus 6, 2008 at 3:34 pm
Penyanyi Rossa (30) menjajal kemampuannya sebagai produser. Proyek pertamanya adalah memproduseri single Ivan Gunawan, sahabatnya.

”Dari dulu aku pengin bikinin dia album. Namun, kalau bikin album tanggung jawabnya besar. Belum lagi materinya susah. Akhirnya single dulu saja,” kata penyanyi lagu ”Nada-Nada Cinta” ini.

Single Ivan berjudul ”Ijah Jangan Gitu Dong” akan diperkenalkan kepada publik mulai Rabu (6/8). ”Ivan itu sebenarnya bisa nyanyi, cuma kurang percaya diri. Lewat proyek ini aku sekaligus pengin nunjukin kalau persahabatan bisa menguntungkan,” kata Rossa sambil tertawa.

Selain sibuk menjadi produser, Rossa juga tengah menyelesaikan proyek album Ramadhan yang dikerjakan keroyokan dengan artis lain. Masih ada lagi satu proyek yang membuat Rossa bersemangat, yakni konser tunggal pertamanya yang akan digelar pada November 2008.

”Aku kan belum pernah bikin konser tunggal. Aku mau buat karena teman-teman memberi dukungan supaya aku buat tahun ini. Sebab, kalau tahun depan harus bersaing dengan pemilu,” kata Rossa yang kembali melejit lewat soundtrack film Ayat-Ayat Cinta.

Untuk konser tunggalnya itu Rossa menggandeng Jay Soebijakto dan Erwin Gutawa untuk membantunya.

Keira Knightley Seorang Disleksia Dan Pintar

In Pemain Film on Agustus 4, 2008 at 2:16 pm
Aktris asal Inggris, Keira Knightley, ternyata menyimpan cerita mengharukan atas perjuangannya meraih posisi terhormat sebagai aktris ternama. Ia membuktikan tak sekadar pekerja keras, tapi juga pintar walau berhenti sekolah setelah usia 17 tahun.

Keira yang dikenal lewat peran di film papan atas seperti Pride and Prejudice dan Atonement ternyata menderita disleksia. Kondisi itu membuat kemampuannya belajar menurun.

Gejala disleksia ditemukan pada masa kanak-kanak Keira. Keira kecil mengalami kesulitan untuk membaca dan menulis. Ia harus dibantu kacamata khusus untuk membaca.

Keira kecil dikenal sebagai pelajar yang tekun belajar. Kelemahan yang dimilikinya justru menjadi pemicu untuk membuktikan bahwa ia memiliki kecerdasan juga. Problem disleksia lambat laun mulai teratasi saat usia belasan tahun.

”Disleksia membuat saya harus mematok tekun membaca semuanya secara serius sehingga saya bisa membuktikan bahwa saya tidak bodoh,” kata perempuan kelahiran 26 Maret 1985 di Teddington, Middlesex, Inggris, ini.

Keira memilih karier sebagai artis dan tak menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. ”Saya bukan orang yang terdidik, tidak menyelesaikan kuliah karena beban ini,” kata bintang Pirates of the Caribbean: At World’s End ini.

Keke Harun Akhirnya Main Film Lagi Menjadi Dokter

In Model, Pemain Film on Agustus 4, 2008 at 2:15 pm
Model senior dan pendiri agensi model LOOK Models Inc, Keke Harun (39), akan bermain di film garapan sutradara Hendri Riyadi berjudul 10 (sepuluh). Di film yang juga dibintangi Ari Wibowo dan Rachel Maryam ini, Keke berperan sebagai dokter.

”Buatku, ini refreshing. Lagi pula, ini kan film drama, sementara sekarang lagi zaman film horor. Jadi, ini pasti beda,” kata Keke, yang pernah main di film horor Bangku Kosong. Sepuluh rencananya akan diputar Oktober nanti.

Perempuan bernama asli Sri Nurhandayani Soeryokusumo ini mengatakan, sebenarnya ada beberapa tawaran main film yang mampir kepadanya. Tapi, Keke tak terlalu tertarik dengan ceritanya. ”Yang ini pengin coba karena kebetulan yang coaching Didi Petet,” kata Keke.

Demi menyukseskan perannya, Keke tak sungkan banyak bertanya kepada temannya yang seorang dokter. ”Aku juga observasi apa aja yang diperbuat dokter kalau ketemu pasien. Tapi, aku enggak sampai survei ke rumah sakit segala,” katanya.

Meski banyak pekerjaan, di antaranya mengurusi LOOK Models yang dipimpinnya, Keke tak terlalu serius menghabiskan waktu liburan. ”Kalau libur, aku cuma pijet, spa, atau ke salon. Aku juga suka ketemu sama teman-temanku untuk sekadar ngobrol dan makan bareng,” jawab Keke.

Carmanita – Batik Tidak Lagi Identik Dengan Kampungan

In Sosialita on Agustus 4, 2008 at 2:14 pm
Salah seorang yang bahagia melihat batik semakin banyak dipakai orang adalah Carmanita. Perancang busana yang menggeluti batik sejak 1980-an itu senang sebab batik tak lagi berkonotasi hanya untuk padanan kebaya, menjadi hem pria, atau ”seragam” pegawai negeri.

”Batik itu dapat dipakai dalam segala kesempatan,” tegas perempuan kelahiran Bandung, 10 Juli 1956, ini.

Di sisi lain, ia berharap tren batik tak sekadar ”semusim”. Alasannya, di belakang produksi batik itu banyak perajin yang terlibat. ”Kita ini, kan, sering enggak mau belajar dari pengalaman. Ketika batik jatuh dan produksinya turun drastis, siapa yang mau peduli pada nasib para perajin?” ujarnya.

Bagaimanapun, ia akan setia pada batik di kala ”senang” ataupun ”susah”. ”Batik itu karya seni, kita bisa berkreasi di sini (batik) tanpa batas,” katanya.

”Makanya, saya tak khawatir biarpun ada negara lain yang mengklaim batik itu milik mereka,” kata Carmanita kalem.

”Dua tahun lalu (2006) saya diminta membuat pergelaran batik di India. Sebelumnya, Malaysia membuat acara promosi batik mereka di sana. Saya enggak khawatir, saya bikin batik yang bisa dibuat sari. Mereka mengakui batik kita lebih indah…,” ceritanya.

Menonton Alicia Keys Khusus Untuk Penikmat Musik Yang Menghargai Kualitas

In Penyanyi on Agustus 3, 2008 at 1:25 pm
Seusai tampil di perayaan 50 tahun Grammy Awards di Los Angeles, AS, 10 Februari lalu, penyanyi Alicia Keys disebut-sebut harian Los Angeles Times telah sah menempati posisi primadona pop yang dulu pernah diisi penyanyi Whitney Houston dan Mariah Carey.

Kualitas vokal prima dipadu dengan pribadi yang anggun dan berkarisma saat tampil di panggung adalah ciri primadona itu. Di Jakarta, Alicia membuktikan dia memang layak di posisi itu.

Pentasnya di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta, hari Kamis (31/7), sempat menjadi berita dunia terkait dengan dicabutnya seluruh bentuk promosi yang mencantumkan merek rokok. Sebelumnya, konser itu disponsori A Mild, produk rokok dari PT HM Sampoerna Tbk, yang sebagian besar sahamnya dimiliki Philip Morris International.

Mengetahui konser artis sekaliber Alicia Keys disponsori rokok, sebuah LSM internasional yang bergerak dalam kampanye antirokok, Tobacco Free Kids, mengirimkan surat kepada Alicia dan kantor pusat Philip Morris. Mereka mendesak Alicia untuk menolak segala bentuk sponsor dari rokok karena dikhawatirkan akan mempromosikan rokok kepada anak di bawah umur (mayoritas penggemar Alicia adalah remaja).

Alhasil, seluruh baliho, reklame, selebaran, tiket, hingga kartu identitas untuk panitia dan wartawan bersih sama sekali dari atribut rokok. ”PT HM Sampoerna Tbk memutuskan tak memakai produk kami (A Mild) dalam promosi penyelenggaraan event tersebut. Namun, komitmen kami kepada penyelenggara untuk dapat terlaksananya konser ini akan tetap kami penuhi sesuai kesepakatan sebelumnya,” demikian pernyataan resmi Director Corporate Affairs PT HM Sampoerna Tbk Yos Adiguna Ginting.

Kejadian ini dilema yang harus dihadapi dunia hiburan dan bisnis pertunjukan di Indonesia. Hampir semua hajatan konser musik di negeri ini, baik yang melibatkan artis lokal maupun internasional, disponsori perusahaan rokok.

Sebagai catatan, negara-negara maju sudah sejak lama menerapkan larangan terhadap produk rokok untuk menjadi sponsor acara-acara hiburan maupun olahraga.

Penantian

Kembali ke konser, jadilah kawasan Plenary Hall JCC malam itu bersih dari segala bentuk tulisan ataupun atribut yang bisa diasosiasikan dengan produk rokok. Sempat tebersit kekhawatiran kejadian tersebut akan mengganggu jalannya konser. Apalagi hingga 90 menit dari jadwal pertunjukan pukul 20.00, penyanyi kelahiran Manhattan, New York, 25 Januari 1981, itu belum juga muncul di panggung.

Baru pada pukul 21.30 para pemain band pengiring bermunculan di atas panggung, memicu sorak-sorai sekitar 3.000 penonton yang mulai gelisah.

Sambutan penonton pun makin bergemuruh saat intro lagu pembuka, ”Go Ahead”, dimainkan dan terdengar suara Alicia yang masih berada di belakang panggung. Lalu muncullah pemenang 11 penghargaan Grammy Awards dan 17 Billboard Music Awards ini di pentas. Tuntaslah sudah penantian panjang publik Indonesia untuk melihat langsung penampilan The Princess of Soul (melengkapi mendiang James Brown sebagai The King of Soul dan Aretha Franklin sebagai The Queen of Soul) ini.

Bersahaja

Alicia tampil sangat sederhana, berbeda dengan umumnya penampilan artis R&B atau soul dari AS yang biasanya tampil serba gemerlap. Alicia memang membawa rombongan besar (36 orang, termasuk 7 musisi dan 3 vokal latar), tetapi tetap tak seheboh artis R&B lain.

”Alicia sengaja tampil dengan format festival, tanpa dancers yang biasanya menyertai saat show di AS. Ia ingin kembali ke bentuk awal dulu saat ia baru mulai dikenal dunia,” ujar Rinny Noor dari RN Productions, promotor konser ini.

Panggungnya sangat minimalis. Hanya ada dua layar kain sederhana di belakang panggung tanpa backdrop, dan sederetan instrumen musik. Alicia pun tampil bersahaja. Ia mengenakan celana panjang hitam dipadu dengan atasan u can see merah mengembang. Rambut hitamnya cukup dikuncir ekor kuda. Dia sama sekali tak berganti baju selama hampir dua jam pertunjukan.

Totalitas

Akan tetapi, suasana serba minimalis itu justru menampilkan kualitas Alicia yang sesungguhnya. Pembawaannya yang ramah dan kalem saat menyapa penonton dikompensasi dengan teknik dan olah vokal yang total. Ia pun tak ragu memeragakan headbang, memutar rambut panjangnya seperti fans heavy metal sambil mengeluarkan suara yang bening dan menjelajah jangkauan yang sangat luas.

Alicia tak cuma piawai dalam olah vokal, tetapi juga memamerkan penguasaan instrumen musik yang mumpuni. ”Is it okay kalau saya sekarang duduk dan main piano saya?” sapanya sebelum duduk di grand piano hitam beralaskan permadani, mulai memainkan nada-nada awal ”Karma” yang menjadi lagu kelimanya malam itu.

Virtuositas dan totalitas penampilan seorang penyanyi sebagai seniman musik seperti inilah yang jarang kita temui di lingkup penyanyi lokal. Jangankan menguasai alat musik secara mumpuni, teknik olah vokal pun tak pernah dikembangkan, sekalipun sudah menyandang gelar ”diva”.

Alicia pun berpindah-pindah memainkan keyboard dan organ di bagian depan panggung. Namun, setiap kali Alicia duduk di grand piano-lah yang membuat hati penonton berdebar-debar, menunggu penyanyi tersebut memainkan hit terpopulernya, ”If I Ain’t Got You”, yang ternyata tak dimainkan sampai bagian penutup konser di encore kedua, saat sebagian penonton sudah keluar dari ruangan.

Menonton Alicia Keys adalah menonton kualitas. Penyanyi asal AS, Alicia Keys, menggoyang panggung Plenary Hall, Jakarta Convention Center, dalam konsernya, “As I Am”, Kamis (31/7). Tajuk konser keliling dunianya ini adalah judul albumnya.

Maya Hasan Beralih Profesi Menjadi Peragawati

In Model, Penyanyi on Agustus 3, 2008 at 1:23 pm
Pemain harpa Maya Hasan bukanlah peragawati. Namun, Selasa (29/7) malam, dia berlenggak-lenggok untuk memeragakan busana karya Stella Rissa di Taman Menteng, Jakarta Pusat.

Bagaimana rasanya jalan di catwalk?

”Wah, saya deg-degan dan sampai keringatan. Untung semua berjalan lancar,” ujar Maya, Sabtu (2/8 ) siang. Bukan hanya lancar, Maya pun berjalan dengan anggun layaknya peragawati profesional. Bedanya, dia melempar banyak senyum.

Sebenarnya bukan pertama kali ini Maya tampil di catwalk. Ketika SMA, kata Maya, dia juga pernah berjalan di catwalk. Terakhir dia melakukan hal yang sama dua tahun lalu.

Meski bikin deg-degan, Maya mengaku sangat senang bisa jalan lagi di catwalk. Kegiatan ini bisa menjadi selingan manis di tengah kesibukannya mempersiapkan konser.

Lalu, apa kegiatan di dunia musik?

Rencananya, Maya akan berkolaborasi dengan musisi jazz dunia, Micheal Paulo, Rabu (6/8 ) malam, di Jakarta. Dua hari kemudian, Maya akan berkolaborasi dengan grup gambang kromong betawi. Mereka akan tampil di Rumah Jawa, Kemang, Jumat (8/8 ) malam.

Kira-kira seperti apa kolaborasi harpa dan gambang kromong?

”Wah, lihat saja nanti. Pokoknya musiknya agak nyablak seperti karakter orang Betawi.” Apa itu nyablak Maya? Ah, itu bahasa Betawi yang artinya kurang lebih ramai.

Hari Hari Sibuk Sonia Wibisono

In Sosialita on Agustus 2, 2008 at 3:20 am
Mulai Agustus ini adalah hari-hari sibuk bagi dokter Sonia Wibisono (31). Rabu (6/8 ) nanti, misalnya, ia menyelenggarakan talkshow tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin terbaru di Hotel Mulia, Jakarta. Acara hasil kerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia dan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau ini berjudul ”All for Love”.

”Kanker serviks itu kanker pembunuh nomor satu bagi wanita di dunia, termasuk Indonesia; nomor dua, kanker payudara. Karena kanker belum ada obatnya, sebaiknya dicegah selagi bisa,” katanya.

”Ibu saya meninggal karena kanker payudara, tante saya kena kanker ovarium. Karena itu, saya peduli pada perlindungan wanita sejak anak, remaja, sampai dewasa dari kanker kandungan, serviks, maupun payudara.”

Bersamaan dengan talkshow itu, diselenggarakan pula fashion show Iwan Tirta dan Vera Abi-Ina Thomas. ”Uangnya akan disumbangkan untuk Yayasan Asma, Yayasan Kanker Indonesia, dan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau,” tuturnya.

Ia lalu bercerita tentang kegiatannya yang lain di bulan Agustus, di antaranya membuat website tentang pelayanan kesehatan, menggarap buku amal bersama teman-teman, seperti Wulan Guritno dan Sandra Dewi.

”Isinya kisah-kisah pribadi, true story, yang inspiratif dan antistres,” kata Sonia yang tengah menyusun konsep untuk membuka klinik wanita ini.

Dwiki Dharmawan Merinding

In Penyanyi on Agustus 2, 2008 at 3:18 am
Pemusik Dwiki Dharmawan kini bergelar Kanjeng Raden Ario Dwiki Dharmawan Sastrawijaya Kusumowandowo. Gelar yang berasal dari Keraton Surakarta Hadiningrat itu diberikan oleh KGPH Koesoemojoedo pada Selasa (29/7) di Kota Solo.

”Saya kaget, tadinya saya diundang sebagai undangan. Eh, Senin siang saya ditelepon dari keraton, katanya saya akan dilantik,” kata Dwiki yang tengah berlatih angklung di Saung Udjo, Bandung, sebagai persiapan pergelaran di Frankfurt, Jerman, akhir Agustus 2008.

”Saya sebagai orang biasa yang berkesenian sekarang dianggap orang ndalem. Saya dipersilakan sewaktu-waktu bolak-balik ke keraton,” kata pria kelahiran Bandung, 19 Agustus 1966, ini.

Menurut Dwiki, Keraton Solo meminta dukungan seniman untuk turut menjaga kebudayaan. Sementara ini, dia akan mempelajari kekayaan budaya keraton dan mengidentifikasi apa yang bisa dieksplorasi.

Dia tertarik dengan gamelan genta milik keraton yang merupakan hadiah dari Kerajaan Siam. Dwiki bercerita, ia sedang mempelajarinya bersama seniman Solo, Rahayu Supanggah.

Lalu, bagaimana pengalaman pertama sebagai ”Pak Kanjeng”?

”Saya merinding menikmati tari bedaya pada acara jumenengan yang dibawakan putri-putri keraton,” katanya.

Anindya Bakrie Suka Lari Marathon Dijalan Tol

In Sosialita on Agustus 1, 2008 at 6:24 pm
Berbeda dengan ayahnya, Aburizal Bakrie yang hobi bermain tenis, sang anak, Anindya Bakrie (35), kecanduan olahraga maraton. ”Awalnya saya ikut Bali 10 K (lari maraton 10 kilometer di Bali). Saya rasakan, kok badan lebih seger setelah maraton. Abis itu saya jadi kecanduan,” kata Anin, panggilannya, di sela Asia Pacific Regional Microcredit Summit (APRMS) 2008 di Hotel Westin, Bali, Rabu (30/7).

Saking tergila-gila dengan maraton, Anin berencana mengadakan lomba lari maraton di jalan tol yang dikerjakan kelompok usaha Bakrie & Brothers, yaitu ruas Kanci-Pejagan sepanjang 38 kilometer di daerah Cirebon, Jawa Barat.

”Saya ingin pada saat peresmian ruas tol itu diadakan lomba lari bersama masyarakat setempat. Jadi tak hanya acara seremonial,” ujar Anin, Presiden Direktur Bakrie Telecom.

Tentang tenis, kata Anin, ciri khas olahraga ini cenderung menyerang lawan. Sedangkan pada lari maraton, yang dia rasakan adalah pengaturan yang baik antara napas dan ritme langkah kaki saat berlari.

Selain itu, tambahnya, lari maraton diikuti banyak orang secara massal sehingga ada unsur hiburannya. ”Efeknya, badan jadi seger,” tambah Anin meyakinkan.