Bagi pianis Levi Gunardi, piano adalah sahabat, terutama ketika di panggung. Itu sebabnya ia kerap mengajak bicara piano yang akan dipakai dalam konser. Minimal sehari sebelumnya dia membelai dan bercakap-cakap dengan piano.
”Biasanya, saya bilang, tolong ya bekerja sama dengan saya. Berdua kita tampil bagus, bantu saya ya,” kata Levi ketika berkunjung ke Kantor Kompas Biro Jawa Tengah di Semarang, Senin (11/8), sebelum menuju RRI Semarang untuk konser ”Musikku untuk Bangsaku”.
Kebiasaan itu hanya satu dari beberapa ritual Levi sebelum manggung. Ritual lain adalah mengecek ritsleting celana. Pasalnya, pria kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1976, ini semasa masih kanak-kanak sering lupa melakukannya. Alhasil, beberapa foto semasa dia belia memamerkan Levi dengan ritsleting celana lupa ditutup.
”Dulu, kalau mau konser, semua disiapkan orangtua, termasuk pilihan baju. Nah, namanya anak kecil kan sering sekali bolak-balik ke kamar kecil. Waktu itu saya tidak memerhatikan bajunya sudah betul atau belum. Baru ketahuan setelah melihat foto, ha-ha-ha…,” ujar Levi yang belajar musik sejak usia lima tahun ini.
Pengalaman itulah yang membuat komposer lulusan Manhattan School of Music, Amerika Serikat, ini sangat peduli terhadap ”penampilannya”.