Ramai-ramai pergerakan artis yang merasa punya popularitas dan kapasitas terjun ke dunia politik membuat pemain film dan penyanyi Dewi Yull (48) tak habis pikir. Menurutnya, dunia politik dan dunia seni itu jauh berbeda. Ini membutuhkan penyesuaian lewat pendalaman.
”Popularitas bukan satu-satunya alat untuk seorang artis merasa diri mampu. Kemampuan itu terukur dari ilmu yang dipelajari, didalami, dan ditekuni bertahun-tahun,” ujar Dewi sesaat sebelum menghibur Presiden Yudhoyono dan tamu pada jamuan santap siang di Istana Negara, Jakarta, Minggu (17/8).
Belakangan Dewi sempat diisukan bunuh diri. Isu ini membuatnya kesal. Ia juga ditawari dan dilamar sejumlah partai politik untuk bergabung menjadi calon anggota legislatif.
”Semua tawaran dan lamaran itu saya tolak,” ujarnya.
Ia berkeras, menjadi politisi itu tak bisa instan atau ujuk-ujuk (tiba-tiba). Lagi pula, menjadi seniman lebih pas buat dia.
”Banyak politisi yang bersusah payah menjadi seniman dengan menyanyi. Kenapa kita, para seniman, justru lari ke politik? Rugi banget.”
Kali ini Dewi naik panggung dengan lagu terbaru ciptaan Yudhoyono, ”Untukmu Anak Manis”. Sambil bersiap, ia menitipkan judul lagu yang dipopulerkannya untuk para artis yang ingin menjadi politisi, ”Jangan ada dusta di antara kita.