Gosip Artis dan Selebriti

Arsip untuk Desember, 2008

Mulan Jameela Alias Mulan Kwok Selalu Tampil Beda

In Penyanyi on Desember 22, 2008 at 10:01 pm

Karakter menjadi alat pencitraan diri yang penting bagi artis agar
lebih dikenal masyarakat. Namun, penyanyi Mulan Jameela justru hobi
berganti karakter dalam setiap penampilannya.

”Begitulah cara
saya meraup penonton dengan tidak terpaku pada satu jenis musik atau
gaya berpakaian saja,” kata Mulan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu
(20/12). Dalam albumnya berjudul Mulan Jameela, berbagai jenis lagu
dibawakannya, mulai dari irama pop, rock, hingga dangdut.

Cara
berpakaian Mulan juga berwarna-warni. Penyanyi kelahiran Garut, 23
Agustus 1982, ini dalam klip videonya pernah menjadi tokoh Wonder Woman
dan perempuan dari Timur Tengah. Kini, ia menjelma menjadi raja rock ’n
roll, Elvis Presley, dalam klip video terbarunya, ”Jatuh Cinta Lagi”.

Mulan
mengaku tidak kesulitan berganti gaya atau jenis musik karena ia sudah
berpengalaman sebagai penyanyi kafe. Penyanyi yang melejit bersama Maia
Estianty dalam Duo Ratu ini pun bersemangat memikirkan
keunikan-keunikan selanjutnya.

Setelah jadi Elvis, besok mau jadi apa lagi? ”Rasanya tidak pantas saya beri tahu sekarang ha-ha- ha,” ujarnya

Emma Watson Dapat Hidup Normal Setelah Main Harry Potter

In Pemain Film on Desember 22, 2008 at 9:57 pm

Kehidupan normal, jauh dari gegap gempita dunia hiburan, merupakan dambaan para aktris. Emma Watson, bintang film Harry Potter, merasakan betul kehidupan normal itu penting, jauh lebih penting daripada capaian menjadi aktris ternama.

”Saya punya banyak sisi kehidupan normal yang tak diduga kebanyakan orang lho,” kata gadis kelahiran 15 April 1990 ini. Watson mendapatkan popularitasnya pada usia 11 tahun, tapi dia termasuk pandai membawa diri.

Watson menikmati bisa menjadi orang normal. Dia sangat menyesal dengan apa yang terjadi pada sederetan selebriti muda, seperti Britney Spears dan Lindsay Lohan, yang banyak digosipkan tak sedap. ”Saya menyukai hidup biasa saja,” katanya.

Watson mengaku masih bisa jalan-jalan santai. Juga, masih bisa menikmati naik kereta api dengan nyaman. ”Ketika saya naik kereta api, orang-orang hanya berkata ’Gadis itu mirip pemeran di Harry Potter, tapi itu tak mungkin dia, masak dia mau naik kereta api’,” katanya.

”Saya tak pernah ingin menjadi terkenal yang bisa membuat hidup saya tak normal. Saya tak bisa membayangkan menjadi penyendiri, lepas dari dunia nyata, serta terjebak dan terkunci terus-menerus di ruangan hotel dan di dalam mobil,” katany

Cold Play Menjiplak Lagu Joe Satriani – Nggak Kreatif Banget Deh

In Penyanyi on Desember 12, 2008 at 5:01 am

Cobalah Anda kunjungi situs YouTube. Tak sedikit video yang coba membuktikan kemiripan dua lagu yang dua pekan terakhir ini membuat heboh: ”If I Could Fly” karya Joe Satriani dari album Is There Love in Space? (2004) dan ”Viva La Vida” karya Coldplay dari album Viva La Vida or Death and All His Friends (2008).

Beberapa penggemar melakukan eksperimentasi dengan meleburkan (mash-up) kedua lagu itu. Ternyata sebagian melodi serta chord progression kedua nomor itu mirip sekali. Apakah Coldplay menjiplak?

Satriani pada 4 Desember lalu mengajukan tuntutan pelanggaran hak cipta ke pengadilan karena karya instrumentalnya itu. Menurut Satriani, ”Viva La Vida” memasukkan ”bagian-bagian orisinal yang substantif” dari ”If I Could Fly”. Gitaris berusia 52 tahun itu menuntut segera diadakan sidang menentukan ganti rugi dan pembagian keuntungan penjualan ”Viva La Vida”.

Namun, Coldplay pada Selasa (9/12) membantah tuduhan itu dengan menyebutkan bahwa kesamaan di antara kedua lagu cuma ”kebetulan belaka”. Pernyataan resmi mereka mengatakan pula, ”Jika ada kemiripan, itu bukan kesengajaan dan mengejutkan kami pula. Satriani musisi besar, tetapi tidak memengaruhi lagu ’Viva La Vida’.”

Satriani mengambil langkah hukum sehari setelah Coldplay menerima tujuh nominasi Grammy, anugerah musik paling bergengsi di Amerika Serikat. ”Viva La Vida” dinominasikan sebagai lagu dan rekaman terbaik tahun 2008. Musik dan lirik ”Viva La Vida” ditulis keempat personel Coldplay, yakni Chris Martin (vokal), Guy Berryman (bas), Johnny Buckland (gitar), dan Will Champion (drum). Judul lagu itu diinspirasi lukisan karya artis Meksiko, Frida Kahlo.

Menurut pengacara hak properti asal New York, Oren Warshavsky, Satriani bisa memenangi tuntutannya jika berhasil membuktikan di antara kedua karya itu ada ”kesamaan tak terbantahkan”. Setelah itu, pasal-pasal hukum mesti menjelaskan secara rinci yang dilakukan Coldplay benar-benar penjiplakan alias bukan sekadar proses kebetulan semata.

Selain itu, posisi Satriani cukup menguntungkan karena ia menciptakan karyanya lebih dulu. Apalagi, ”If I Could Fly” telah diterbitkan dan disebarluaskan lebih awal sehingga dapat memperkuat argumen hukum yang ”logis dan meyakinkan” untuk mematahkan argumen Coldplay yang terjadi hanya kebetulan saja.

Menurut Warshavsky, persidangan setidaknya bisa menjatuhkan vonis Coldplay melakukan penjiplakan secara tak sengaja. Kasus yang mirip pernah dialami vokalis Michael Bolton, yang terbukti secara tak sengaja menjiplak lagunya, ”Love is a Wonderful Thing” (1991) dari lagu berjudul sama karya Isley Brothers yang dirilis tahun 1957. Bolton divonis menyerahkan seluruh profit penjualan singel lagu itu kepada Isley Brothers.

Contoh lain dialami hit ciptaan mantan gitaris The Beatles, George Harrison, ”My Sweet Lord” (1970), yang proses persidangannya berlangsung puluhan tahun. Harrison diajukan ke pengadilan karena karyanya itu didakwa menjiplak lagu trio The Chiffons, ”He’s So Fine” (1962).

John Lennon juga

”He’s So Fine” karya Ronald Mack yang sempat jadi hit nomor satu di AS dan di Inggris mencapai urutan ke-12 tangga lagu tahun 1963. ”My Sweet Lord” lahir sebagai komposisi yang ditulis Harrison untuk sahabatnya, Billy Preston. Secara legal, melodi, lirik, dan harmoni ”My Sweet Lord” versi Preston tak bermasalah setelah hak ciptanya diurus di AS.

Namun, ”My Sweet Lord” yang dinyanyikan Harrison di album All Things Must Pass (1970) yang juga dirilis sebagai singel diajukan ke pengadilan oleh penerbit ”He’s So Fine”, Bright Tunes. Setelah sejumlah kesaksian dari para ahli didengar dan barang-barang bukti diperiksa satu per satu tahun 1976, hakim menjatuhkan vonis bahwa Harrison menjiplak. Dasarnya, barang bukti berupa sekuens ”motif A” lagu yang terdiri atas empat repetisi notasi sol-mi-re, ”motif B” (sol-la-do-la-do), dan kombinasi (grace note) di antara kedua motif itu (sol-la-do-la-re-do).

Motif-motif itu sangat tidak biasa dan ”My Sweet Lord” terbukti sedikitnya menggunakan motif A empat kali dan motif B tiga kali. Menurut hakim, sekalipun terdapat perbedaan kecil, ”kedua lagu sangat identik”. Hakim menambahkan, Harrison mungkin saja tak sadar telah mencontek, tetapi itu bukanlah alasan legal.

Harrison membayar Bright Tunes kerugian 2,1 juta dollar AS plus denda 1,5 juta dollar AS. Ia naik banding dan selama bertahun-tahun kasus ini tak kunjung selesai. Tahun 1991 sidang kembali diadakan dan hukuman denda diputuskan 587.000 dollar AS. Giliran Bright Tunes naik banding dan April 1993 kedua pihak menyepakati denda yang tak diumumkan kepada publik.

Rekan Harrison yang juga sudah almarhum, John Lennon, diseret ke pengadilan dengan tuduhan menjiplak sepotong lirik nomor The Beatles, ”Come Together” (1969) yang dicuri dari lagu Chuck Berry, ”You Can’t Catch Me” (1957). Padahal, Lennon hanya mengambil kalimat dari nomor Berry, yakni ”here come old flat top”. Namun, Lennon mau menyelesaikan kasus itu di luar pengadilan dengan merekam album Rock’n’Roll (1975) sebagai ganti rugi.

Led Zeppelin juga nyaris berurusan dengan pengadilan karena guitar riff hit terhebat mereka, ”Stairway to Heaven” (1971), menjiplak lagu karya band Spirit berjudul ”Taurus”. Lagu ini nomor instrumental dari album bertajuk Taurus (1967) yang diciptakan gitarisnya, Randy California. Jiplakan yang dimasukkan ke ”Stairway” diambil dari ”Taurus” pada detik ke 0:44 sampai 1:12 dan 1:37 sampai 2:05.

California tahu karyanya dijiplak. Namun, ia tak mau mempersoalkannya sampai ia tutup usia. Ia mengatakan, Zeppelin, khususnya gitaris Jimmy Page, hanya mengerjakan ulang ”Taurus” menjadi ”Stairway”. Satu-satunya hal yang disesalkan California yang asal AS itu keengganan Zeppelin untuk sekadar menelepon dan meminta maaf sekaligus mengucapkan terima kasih.

”Mereka yang memetik keuntungan jutaan dollar AS dari lagu itu tidak pernah mengucapkan terima kasih kepada saya. Mungkin mereka akan melakukannya kelak, tetapi saya tidak tahu. Kalau label, manajer, penerbit, dan artis saling ribut, itu biasa. Namun, kalau sesama artis saling mencuri, itu tak biasa,” katanya sambil tertawa

Maya Hasan Akhirnya Jatuh Cinta Lagi

In Penyanyi on Desember 6, 2008 at 4:02 am

Pemetik harpa Maya Hasan (36) mengaku telah jatuh cinta pada Kota Yogyakarta. Oleh karena itulah, setiap kali diundang ke Yogyakarta, ia selalu berupaya untuk tidak melewatkan kesempatan itu.

Maya kembali ”pulang” ke Yogyakarta pada Rabu (3/12) malam setelah dua minggu sebelumnya ambil bagian dalam pergelaran musik jazz Ngayogjazz 2008. Kali ini, ia khusus datang untuk mengisi acara pembukaan kembali jalur penerbangan Garuda Indonesia untuk Yogyakarta–Singapura.

”Yogya serta kenangan tentang Candi Borobudur dan Prambanan itu punya tempat khusus di hati saya,” ujar Maya, yang malam itu memakai kebaya.

Di atas panggung, Maya membawakan empat nomor lagu. Dua lagu pertamanya adalah ”Angel” dan ”Baccarat”. Selanjutnya, ia memainkan lagu ”Kasih Tak Sampai”, yang dipopulerkan band Padi. Lagu inilah yang membuatnya dikenal masyarakat Indonesia sebagai pemain harpa.

Senyum pun menghiasi wajah Maya, yang kerap menutup mata saat memetik dawai harpanya itu.

Pada lagu terakhir, Maya memberikan kejutan dengan memainkan lagu ”Yogyakarta”. Lagu ciptaan Katon Bagaskara itu seakan mengungkapkan kesungguhan rasa cinta Maya kepada Yogyakarta. ”Saya memang jatuh cinta sekali pada Yogya,” katanya menegaskan

Maylaffayza AKhirnya Memutuskan Untuk Menikah

In Penyanyi on Desember 6, 2008 at 4:02 am

Setelah mengeluarkan album rekaman berjudul Maylaffayza pada awal 2008, di akhir tahun ini, pemain biola Maylaffayza (32) berniat melepaskan masa lajangnya. Rencananya, pada 14 Desember nanti ia dipersunting Yasha Chatab.

Oleh karena itu, tiga bulan terakhir ini ia sibuk mengurus segala hal berkaitan dengan hajat besarnya itu.

”Mengurus pesta pernikahan itu sama dengan membuat produksi pertunjukan, jadi aku sudah terbiasa. Makanya, aku mengurus sendiri pernikahan ini. Lebih seru dan yang pasti tidak mengganggu jadwal show-ku,” kata penggesek biola lagu ”Bungong Jeumpa” ini.

Pada pesta pernikahannya nanti, Maylaffayza juga berencana membawakan sejumlah lagu dengan biola untuk menghibur hadirin.

Meski sibuk tampil di panggung dan mengurus pernikahan, ia tetap tak mengabaikan pergaulan. Misalnya, Maylaffayza tetap akan datang dalam acara ”Pesta Blogger 2008” yang akan digelar 22 November 2008 di Jakarta.

”Sebagai blogger sejati, saya tetap harus datang,” katanya sambil tertawa.

Ia lalu bercerita tentang sang calon suami, Yasha Chatab, yang pada 2002 mewawancarainya dalam sebuah acara di televisi. Berawal dari perkenalan itulah, komunikasi di antara keduanya terus terjalin, hingga hubungan itu semakin dekat sejak 2004.

Suci Idol Gemar Mengoleksi Lukisan

In Model, Sosialita on Desember 6, 2008 at 4:00 am

Suci Wulandari (23) atau dikenal sebagai Suci ”Idol”, salah satu finalis Indonesian Idol musim pertama, masih setia dengan dunia hiburan. ”Tadinya sih aku enggak berencana mau buat album, tetapi ternyata tawaran menyanyiku agak banyak, he-.he…,” katanya.

Sabtu (6/12) ini, Suci dipastikan akan menghibur penggemarnya dalam Kompas.com Music Corner, di Bekasi Square, mulai pukul 16.00. Selain Suci ”Idol”, akan tampil pula Michael ”Idol”, Sunday at Twelve, dan Greta.

”Suaraku lagi enggak bagus nih. Aku habis ada acara dari Riau, jadi nanti mungkin cuma bisa nyanyi satu lagu,” katanya.

Suci bercerita, ia berencana mengeluarkan single pertamanya pada awal tahun nanti. ”Sebenarnya aku inginnya jazz atau rock, tetapi biar aman, ya, pop dululah,” katanya.

Selain menyanyi, bersama temannya, Suci juga menekuni dunia art dealer. ”Aku lagi suka dengan koleksi lukisan. Aku jadi ikutan private sale atau lelang gitu deh. Di Indonesia lagi maju lho. Lukisan itu bagian dari investasi yang bagus,” katanya.

Cita-cita dia lainnya, ”Aku pengin membuat sekolah buat anak-anak. Kayaknya, jarang ya sekolah taman kanak-kanak yang ada sentuhan dunia seninya. Aku mau mereka diajarin seni, seperti melukis, sejak masih kecil,” katanya.

Jeniffer Hudson Meraih 4 Nominasi Grammy Award

In Penyanyi on Desember 6, 2008 at 3:58 am

Penyanyi Jennifer Hudson merasa lega dan gembira ketika dinominasikan untuk empat penghargaan Grammy dari album debutannya. Haru yang mendalam menghinggapi perasaannya.

Hudson muncul memberi komentar setelah sebelumnya ia sempat menarik diri dari publik akibat trauma terhadap pembunuhan yang terjadi pada Oktober lalu. Ketika itu, ibu, saudara laki-laki, dan keponakannya meninggal dengan luka tembakan.

”Sebenarnya, sudah menjadi mimpi masa kecil saya untuk membuat album rekaman. Jadi, ketika mendengar saya mendapat empat nominasi Grammy, ini menjadi suatu anugerah,” katanya.

”Saya merasa mendapat kehormatan dan tersanjung,” lanjut perempuan kelahiran 12 September 1981 di Chicago, Illinois, AS, ini.

Nominasi itu datang sehari setelah saudara iparnya, William Balfour, secara resmi dituduh terlibat dalam pembunuhan ibu Hudson, Darnell Donerson; saudara laki-laki Hudson, Jason Hudson; dan keponakannya yang berumur tujuh tahun, Julian King.

Album debutannya diunggulkan untuk kategori ”R&B Album Of the Year”, single Spotlight mendapat nominasi ”Best R&B Song” dan ”Best Female R&B Vocal Performance”. Bersama Fantasia, ia juga dinominasikan untuk ”Best R&B Performance” lewat lagu ”I’m His Only Woman”.

Nicholas Saputra Memperhatikan HAM Setiap Hari

In Pemain Film, Pemain Sinetron on Desember 6, 2008 at 3:44 am

Mencintai sesama itu mutlak, mungkin yang membedakan adalah caranya. Dengan dasar itu, orang tak perlu membenci. Hukum perlu ditegakkan dengan dasar cinta pada kemanusiaan, bukan dendam,” kata Nicholas Saputra (24).

Pemain film yang antara lain bermain dalam Ada Apa dengan Cinta dan Soe Hok Gie ini mengakui, sosok yang diperankannya itu semakin mengentalkannya dengan isu seputar hak asasi manusia (HAM).

Maka, ketika ditawari oleh Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) untuk terlibat dalam kampanye pemajuan HAM, Nicholas langsung menerima. Meski dulu, baginya, Kontras itu ”sosok” yang keras.

”Boro-boro nengok, kesannya (Kontras) keras banget,” katanya. Meski lokasi Kantor Kontras dan Radio Prambors dulu itu hanya dipisahkan jarak sekitar 200 meter, bagi dia, masing-masing punya ”roh” yang berbeda.

Menurut Nicholas, Kontras terkesan keras karena isu-isu yang diurus oleh lembaga tersebut. Isu yang melingkupi Kontras bagai bumi dan langit jika dibandingkan dengan kantor Radio Prambors.

”Kalau kami (Prambors) kesannya penuh hura-hura,” katanya di depan puluhan aktivis HAM dalam jumpa pers di Kantor Kontras, Jakarta, Kamis (4/12).

Namun, masa telah berubah. Para pekerja seni pun terlibat aktif dalam pemajuan HAM.

”Saya ingin menjadikan HAM sebagai isu sehari-hari,” tambah Nicholas

Deddy Mizwar Tidak Mengerti Soal Ratting Tetapi Diundang Dalam Seminar Rating

In Pemain Sinetron on Desember 5, 2008 at 2:45 am

Diundang sebagai penanggap pada seminar ”Rating Publik (II): Menuju
Televisi Keluarga”, Rabu (3/12) di Jakarta, aktor dan sutradara Deddy
Mizwar (53) yang terlambat datang dan belum sempat membaca laporan
penelitian Yayasan SET soal rating itu mengaku tak paham benar soal
rating.

”Saya tidak paham rating dan metodenya, tapi mungkin
diperlukan. Apalagi ada lembaga lain yang melihatnya dari sisi lain,”
ujarnya.

Sebelumnya, sinetron religius yang disutradarai Deddy,
Para Pencari Tuhan, berdasarkan riset Yayasan SET bekerja sama dengan
IJTI, Yayasan Tifa, dan Jaringan Masyarakat Pemerhati Televisi di 11
kota, dinilai responden/panelis sebagai program hiburan paling
berkualitas. Persentasenya 43,4 persen.

Apa komentarnya? Sekali
lagi Deddy menegaskan tak paham rating. Baginya, yang penting adalah
bagaimana membuat program (sinetron) yang bisa dipertanggungjawabkan
dunia-akhirat.

Membuat acara yang bagus, parameternya hanyalah
asumsi-asumsi belaka. ”Namun, menyampaikan kebenaran adalah kewajiban
setiap umat beragama,” ujarnya.

Ia juga tak ingin membuat
sinetron kejar tayang atau sesuai pesanan. ”Seniman itu tak bisa
bekerja sesuai pesanan,” kata Deddy yang senang bila program yang dia
buat dinilai bagus dan banyak ditonton pemirsa.

Ike Nurjanah Dikejar_kejar Dan Di Intip Oleh Penggemar

In Penyanyi on Desember 5, 2008 at 2:40 am

Penyanyi dikerubuti dan dikejar-kejar penggemar bukan hal aneh di negeri ini. Tetapi, apa yang dialami penyanyi dangdut Ikke Nurjanah (34) membuat ia terperangah. Ia tak menyangka para penggemarnya bakal ”mengejar” hingga tangga pesawat terbang.

Peristiwa itu berawal saat Ikke hendak bertolak ke Makassar dengan pesawat carter melalui lapangan terbang Maranggo di Pulau Tomia Timur, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (4/12) siang.

Setiba di dermaga Usuku—setelah dua jam menumpang kapal cepat dari Wanci di Pulau Wangi- Wangi—puluhan warga sudah menunggunya.

Saat Ikke beristirahat makan siang di rumah Camat Tomia Timur Najib Prasyad, warga bergerombol di sekeliling rumah. Di antara mereka mengintip dari balik jendela, hingga memaksa Ikke mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Sejumlah warga pun masuk ke rumah. Mereka minta berfoto bareng Ikke.

Berakhirkah? Tidak! Di gerbang lapangan terbang kecil milik perusahaan resor pemodal asing di pulau itu, sudah pula dipenuhi warga. Begitu mobil yang ditumpangi Ikke mendekati landasan, ia harus dikawal tiga polisi untuk mendekati tangga pesawat.

”Ini perjalanan yang sulit,” kata Ikke. Malam sebelumnya ia tampil di Wanci, menghibur warga Wakatobi yang untuk pertama kali kedatangan penyanyi dangdut terkenal, sekaligus menyaksikan perhelatan budaya yang digelar Asosiasi Tradisi Lisan. ”Apalagi saya masih batuk,” tambahnya

Marini Zumarnis Adalah Ibu Yang Genit dan Mengejar Tubuh Yang Sintal

In Pemain Film, Pemain Sinetron on Desember 5, 2008 at 2:35 am

Setelah 17 tahun bermain sinetron dengan karakter yang nyaris seragam, Marini Zumarnis mencoba tantangan baru. Ia menjadi ibu genit dalam film produksi Multivision Plus Pictures, MBA atau Married by Accident.

Di film arahan sutradara Winaldha ini, ia berperan sebagai ibu yang menjadi ”korban” iklan dan terus mengejar bentuk tubuh ideal. Setiap hari ia mencoba alat-alat kebugaran agar tubuhnya langsing dan sintal.

”Gila! Itu bukan aku banget. Aku suka olahraga, tetapi enggak berlebihan kayak gitu,” kata pemeran Ibu Peri dalam sinetron Bidadari ini, terkekeh, seusai pemutaran film MBA, Selasa (2/12) malam. MBA diputar di bioskop mulai Kamis kemarin.

Kata Marini, untuk memerankan seorang ibu dari dua putri yang sudah remaja itu, ia sungguh-sungguh berolahraga hingga berat badannya turun empat kilogram.

”Aku wawancarai orang-orang yang jadi korban iklan itu. Benar lho, perempuan kalau udah 45 tahunan itu suka resah dengan bentuk tubuhnya,” kata perempuan kelahiran 24 Maret 1975 ini.

Marini bersedia terlibat dalam film ini karena memberikan pendidikan seks bagi kaum remaja.

”Pesan moralnya nyampe karena dikemas dalam bentuk komedi dan tidak menggurui,” kata Marini yang sudah bermain dalam 30-an sinetron ini.

JFlow Membuat Hip Hop Dalam Culture Lokal

In Penyanyi on Desember 4, 2008 at 2:27 pm

Hey jay!! Gila… mulai sekarang lu jadi influence gue banget deh,” begitu komentar seorang pengunjung situs Jflow di Myspace.com/jflowrighthere. Jflow, begitu namanya, memang belum begitu dikenal di jagat musik populer.

Namun, namanya sudah akrab di telinga penikmat musik hip hop/R&B/soul. Dia memulai karier dengan bergabung sebagai personel grup hip hop Saykoji tahun 2003. Pada tahun 2005 ia mengawali karier solo.

Single yang dia bawakan antara lain ”A Tribute to Mama”, ”Heartbeat” demo version, ”Aji Mumpung”, ”Bounce”, ”All Nite Long”, serta ”Rock That” dan ”Crazy” yang juga dijadikan lagu latar dalam film Susahnya Jadi Perawan. Perjalanannya dua tahun terakhir ini membuahkan hasil dengan keluarnya album Facing Your Giants (2008).

Kamis (4/12) ini, Jflow akan membawakan lagu-lagu dari album barunya di Kompas.com Music Corner yang digelar di Main Atrium, Margo City, Depok, Jawa Barat. Selain Jflow, akan tampil juga Dygta dan Kulha.

Album Jflow berisi 16 lagu dari berbagai genre bernuansa hip hop. Kata Jflow, ia berusaha membuktikan diri membuat musik dengan kultur lokal, tetapi bercita rasa internasional.

”Aransemen musik dan sound mengacu pada standar internasional. Untuk penggunaan bahasa secara bilingual itu, tujuannya demi memperkenalkan Indonesia di luar sana,” katanya.

Nama Christine Hakim Kini Menjadi Nama Dagang Kripik Balado

In Pemain Film on Desember 4, 2008 at 2:24 pm

Kalau ada artis terkenal yang namanya dipakai untuk merek makanan, salah satunya pastilah Christine Hakim (52). Saat menjadi pembicara dalam konferensi internasional mengenai hak kekayaan intelektual di Nusa Dua, Selasa (2/12), ia mengatakan, namanya dipakai untuk merek keripik balado sebagai buah tangan terkenal dari Sumatera Barat. Keripik produk usaha kecil itu memang bermerek Christine Hakim.

Bahkan, begitu terkenalnya keripik tersebut, sampai Christine ditanyai orang apakah usaha keripik balado itu miliknya. ”Ya saya jawab, itu bukan milik saya,” kata Christine tersenyum. Ia tak marah, malah menggunakannya sebagai lelucon.

Ia menyampaikan lelucon itu untuk menggambarkan betapa hak kekayaan intelektual, khususnya dalam dunia penyiaran di Indonesia, belum dihargai.

Kata Christine, berbagai stasiun televisi kerap menayangkan film-film yang dibintanginya begitu saja tanpa izin, apalagi royalti. Selain itu, cukup banyak program televisi yang ditayangkan ulang hanya dengan mengubah judulnya, tanpa izin produsernya.

Kedua hal itu, bagi Christine, merupakan contoh pelanggaran terhadap hak kekayaan intelektual yang serius. Untunglah, ia tidak menuntut royalti untuk merek keripik balado yang nikmat dan laris itu….

Keira Knightley Menangkal Gosip Lesbian Yang Sedang Melanda

In Pemain Film on Desember 3, 2008 at 1:10 am

Kesal karena datang ke sebuah festival film tanpa ”gandengan”, dua aktris Inggris, Keira Knightley dan Sienna Miller (26), punya trik untuk menghindari sorotan media. Mereka, entah sudah janjian sebelumnya atau belum, tiba-tiba bergandengan tangan.

Mereka santai melenggang di atas karpet merah pada malam acara penghargaan British Independent Film Award pada Senin (1/12) malam. Sebelum ditanya dengan berbagai gosip, mereka sudah ”memprovokasi” wartawan dengan berpura-pura menjadi pasangan.

Dua perempuan ini memang akrab sejak main bareng dalam film The Edge of Love. Knightley malam itu bahkan menggandeng tangan Miller ketika diminta berpose untuk para fotografer.

”Kami memang tak bisa membawa teman kencan malam ini, sulit ternyata. Jadi, kami memutuskan untuk kencan berdua, ha-ha-ha,” kata Knightley yang lahir pada 26 Maret 1985 di Middlesex, Inggris.

Miller spontan menambahkan, ”Itu memang benar. Rahasia kami berdua malam ini sudah terbongkar: kami sedang kencan.”

Karena aksi kedua perempuan ini, media massa tak sempat bertanya soal hubungan Knightley dengan aktor Inggris, Rupert Friend. Media juga melupakan begitu saja isu hubungan Miller dengan bintang televisi AS, Balthazar Getty

Fahrani Salah Satu Calon Artis Terbaik Festival Film Indonesia 2008

In Pemain Film on Desember 3, 2008 at 1:09 am

Senang dan senang. Itulah reaksi spontan Fahrani (24) ketika Senin lalu diumumkan sebagai salah satu calon artis terbaik Festival Film Indonesia untuk peran dalam Radit dan Jani. Dia juga senang filmnya diputar di Jakarta International Film Festival yang dimulai Jumat (5/12) nanti.

Sayangnya, Fahrani tidak bisa ke Bandung saat pengumuman pemenang minggu depan. Dia ikut meramaikan JiFFest ketika Radit dan Jani diputar pada hari terakhir, Selasa (9/12).

”Sabtu (13/12) aku mesti terbang ke New York,” kata Fahrani dari Bali.

Biarpun senang, Fahrani tidak mau melambungkan harapan tinggi-tinggi. Pasalnya, dia sudah beberapa kali mendapat nominasi, tetapi belum berbuah hasil.

”Aku tunggu saja hasilnya,” kata model yang biasa bekerja dari kota-kota besar di Asia dan Milan ini.

Kepergiannya ke New York untuk bekerja sebagai model. Januari, kata Fa, panggilannya, adalah bulan sibuk untuk industri mode di kota mode dunia itu. Dia ingin ada di kota tersebut lebih awal.

”Aku juga mau coba casting di Los Angeles untuk film seri televisi. Produksi awal mulai Januari nanti,” kata Fa.

”Mumpung masih muda, aku mau mencoba banyak hal. Biarpun peran yang tersedia untuk tipe wajah seperti aku lebih terbatas,” tambahnya

Ben Stiler Sangat Sukses Main Film Kodemi

In Pemain Film on Desember 3, 2008 at 1:07 am

Film komedi Zoolander yang melibatkan Ben Stiller sebagai aktor, sutradara, sekaligus produser meraih sukses di pasaran. Maka, tak heran kalau film produksi tahun 2001 itu kemudian akan dibuat sekuelnya.

Konfirmasi mengenai pembuatan Zoolander 2 diberikan Stiller pada Senin (1/12) lalu. Stiller yang disebut ”Hollywood Funnyman” ini beralasan, sejak awal pembuatan Zoolander, ia terobsesi untuk mengakhirinya sebagai sebuah cerita yang komplet.

”Sudah lama saya mencoba mendapatkan skenario untuk Zoolander 2. Sejak dulu saya merasa film ini harus dibuat sekuelnya, dengan cerita yang juga orisinal sekaligus berbeda dari film pertamanya,” kata pria berusia 43 tahun ini.

Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut garis besar cerita Zoolander 2, termasuk apakah ia bakal menjadi sutradaranya juga.

Film-film komedi yang dibintangi Stiller relatif sukses di pasaran. Zoolander juga bukan film komedi pertamanya yang dibuatkan sekuel. Film dia lainnya, Meet the Parents (2000), pada 2004 dibuat sekuelnya, Meet the Fockers.

Film lainnya, Night at the Museum (2006), pun dibuat sekuelnya. Film berjudul Night at the Museum 2: Battle of the Smithsonian ini bahkan sudah selesai pengambilan gambarnya. Film tersebut rencananya tayang di bioskop pada 2009