Penyanyi dikerubuti dan dikejar-kejar penggemar bukan hal aneh di negeri ini. Tetapi, apa yang dialami penyanyi dangdut Ikke Nurjanah (34) membuat ia terperangah. Ia tak menyangka para penggemarnya bakal ”mengejar” hingga tangga pesawat terbang.
Peristiwa itu berawal saat Ikke hendak bertolak ke Makassar dengan pesawat carter melalui lapangan terbang Maranggo di Pulau Tomia Timur, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (4/12) siang.
Setiba di dermaga Usuku—setelah dua jam menumpang kapal cepat dari Wanci di Pulau Wangi- Wangi—puluhan warga sudah menunggunya.
Saat Ikke beristirahat makan siang di rumah Camat Tomia Timur Najib Prasyad, warga bergerombol di sekeliling rumah. Di antara mereka mengintip dari balik jendela, hingga memaksa Ikke mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Sejumlah warga pun masuk ke rumah. Mereka minta berfoto bareng Ikke.
Berakhirkah? Tidak! Di gerbang lapangan terbang kecil milik perusahaan resor pemodal asing di pulau itu, sudah pula dipenuhi warga. Begitu mobil yang ditumpangi Ikke mendekati landasan, ia harus dikawal tiga polisi untuk mendekati tangga pesawat.
”Ini perjalanan yang sulit,” kata Ikke. Malam sebelumnya ia tampil di Wanci, menghibur warga Wakatobi yang untuk pertama kali kedatangan penyanyi dangdut terkenal, sekaligus menyaksikan perhelatan budaya yang digelar Asosiasi Tradisi Lisan. ”Apalagi saya masih batuk,” tambahnya