Akting Habis Habisan Prisia Nasution Sampai Telanjang Bulat Dalam Film Sang Penari Membuahkan Hasil Film dan Artis Terbaik di FFI 2011 Piala Citra


Festival Film Indonesia akhirnya menobatkan film Sang Penari sebagai film terbaik tahun ini. ‘Sang Penari’ berhasil menyingkirkan film lainnya, yakni: ‘?’ (karya sutradara Hanung Bramantyo), ‘Masih Bukan Cinta Biasa’ (Benni Setiawan), ‘Tendangan dari Langit’ (Hanung Bramantyo), dan ‘Mirror Never Lies’ (Kamila Andini).

Film yang dilahirkan sutradara Ifa Isfansyah itu meraih empat penghargaan sekaligus di festival itu. Film ini menyabet penghargaan untuk kategori pemeran pendukung wanita terbaik yang dimainkan dengan apik oleh Dewi Irawan. Akting Prisia Nasution yang alami sebagai pemeran utama wanita juga meraih penghargaan terbaik di Festival Film Indonesia 2011 ini. Dua Piala Citra lainnya diraih karena film ini meraih penghargaan sutradara terbaik (Ifa Isfansyah) dan film terbaik. Adapun Oka Antara gagal memenangkan penghargaan kategori Pemeran Utama Pria Terbaik. Kategori pemeran utama pria terbaik disabet Emir Mahira dengan film Rumah Tanpa Jendela.

Pesta film Indonesia ini digelar di Gedung Pariwisata, Sabtu 10 Desember 2011. Hadir di acara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. “Semoga industri perfilman Indonesia semakin berkualitas,” kata Mari dalam siaran pers.

Ifa bahagia dengan penghargaan yang diraihnya. Sutradara muda ini sebelumnya pernah meraih penghargaan untuk kategori film pendek terbaik. Kini, dia datang lagi ke pentas Festival Film Indonesia dan memborong empat penghargaan.

Penantang terberat film Sang Penari adalah Masih Bukan Cinta Biasa dan The Mirror Never Lies. Film Masih Bukan Cinta Biasa berhasil menggondol dua piala di kategori Penulis Skenario Terbaik dan Penata Suara Terbaik. Adapun The Mirror Never Lies meraih dua piala di kategori Penata Musik Terbaik dan Penulis Cerita Asli Terbaik.

Festival Film Indonesia kali ini menyertakan 16 film yang masuk dalam nominasi dalam 12 kategori. Hasil itu adalah dari penyaringan sebelumnya yang berhasil menjaring 41 film. Dari film- film itu hanya satu film bergenre horor yang masuk dalam pilihan juri. Film masuk dalam nominasi antara lain film ? (Tanda Tanya) karya Hanung Bramantyo (Sutradara Terbaik FFI 2005 dan 2007), Masih Bukan Cinta Biasa besutan Benni Setiawan (Sutradara Terbaik FFI 2010), dan Sang Penari dari sutradara muda Ifa Isfansyah meraih masing-masing 9 (sembilan) nominasi FFI 2011. Dua film lain, The Mirror Never Lies (Kamila Andini) dan Tendangan dari Langit (Hanung Bramantyo), menyusul dengan perolehan 7 (tujuh) dan 4 (empat) nominasi.

Baru pertama menjajal layar lebar di film Sang Penari, artis peran Prisia Nasution langsung diganjar Piala Citra untuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik. Perempuan yang akrab disapa Pia ini, merasa akting beraninya di film karya sutradara muda Ifa Isfansyah itu pun terbayar tuntas setelah Piala Citra di genggaman tangan.

“Aku enggak lihat buka-bukaan hingga telanjang bulat sebagai konsekuensi. Aku lihat sebagai bagian adegan. Jadi apapun yang saya lakukan kemarin alhamdulillah terbayar,” kata Prisia dalam wawancara di malam anugerah Piala Citra 2011, yang dilangsungkan di Hall D1 JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2011).

Pricia bahkan tak mengira akan mengalahkan nomine lainnya, seperti Dinda Hauw, Fanny Fabriana, Gita Novalista, dan Salma Paramitha. “Pasti senang bersyukur juga, masih enggak percaya sih, alhamdulillah ini film pertama saya tapi sudah dapat penghargaan. Ini memotivasi untuk ke depannya membuat film supaya lebih baik lagi,” kata Prisia.
“Saya lagi shooting di luar kota dan enggak ada TV, jadi di-sms-in dapat nominasi. Di suruh pulang pun ya sudah pulang cuma satu hari, jadi besok sudah harus balik lagi,” lanjutnya.

Kemenangan tersebut diakui Prisia tak lepas dari penggemblengannya sebagai artis peran selama membintangi FTV. “FTV gak bisa diremehin itu ngebantu ngelatih kecepatan baca skenario kalau film aku lebih hati-hati. Kalau aku ambil film itu hati-hati banget,” tekannya. “FTV ada keenakan sendiri, dan layar lebar kita bisa ngelatih diri,” sambungnya.
Mendapatkan penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik, Prisia enggak menjadikannya sebagai beban. Enggak sih, kenapa itu harus dijadikan beban. Kalau mau dilihat jadi beban bisa, kalau mau dilihat jadi motivasi bisa. Tapi saya pilih yang kedua. selama ini aku sudah menunggu lama film yang mau dimainin dan alhamdulillah keluar juga. Penantian panjang itu terbayar juga,” ujar Prisia.

4 responses to “Akting Habis Habisan Prisia Nasution Sampai Telanjang Bulat Dalam Film Sang Penari Membuahkan Hasil Film dan Artis Terbaik di FFI 2011 Piala Citra

  1. blognya bagus, jangan lupa mampir kerumah ya

  2. apa anda orang telanjang diruang operasi

  3. Izin liat-liat ya :)

  4. Hy bleh dunt liat liat vaginamu and toket mu klo bsa ewe ma gw ea vagina lo psti bgus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s