Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto Akan Menikah Di Pulau Kelor Dengan Adat Batak


Ibunda Atiqah Hasiholan, Ratna Sarumpaet mengaku akan melakukan sedikit sentuhan adat batak dalam pernikahan puterinya yang berlangsung pada 24 Agustus 2013 nanti.”Akadnya biasa saja, secara islami, nggak pakai adat. Paling kita pakai tradisi Mangulosi aja, tradisi orang Batak, tapi tetap kan di nikah akadnya yang paling penting,” ujar Ratna saat mengadakan konferensi pers di Kemang Village, 22 Agustus 2013.

Mangulosi merupakan salah satu tradisi suku Batak. Dalam tradisi adat ini dilakukan proses pengalungan kain ulos sebagai simbol pemberian berkat dan perlindungan. Pernikahan Atiqah dan Rio memang dikonsep sederhana dan cukup ekslusif karena hanya akan dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat mereka. Itu sudah menjadi cita-cita dari keduanya saat merancang konsep pernikahan yang ingin mereka selenggarakan. Keduanya menggelar pesta pernikahan di Pulau Kelor Kepulauan seribu.

Umumnya orang akan memilih gaun berwarna putih untuk pakaian pernikahan. Hal tersebut dilakukan karena lazimnya warna putih mewakili nilai kesucian dan kesakralan.

Namun Atiqah Hasiholan lebih memilih gaun berwarna merah untuk hari pernikahannya tersebut. “Untuk konsep baju desain aku pakai karya bunda Anne Avantie. Bajunya warna merah karena waktu diskusi dengan bunda Anne dilihat warna bangunannya oranye bata, bagusnya kalau pakaiannya putih kalau tidak yang warnanya berani sekalian,” kata Atiqah saat ditemui di kawasan Kemang, 22 Agustus 2013.

Berdasarkan hal tersebut akhirnya Atiqah memutuskan untuk menggunakan warna merah dan warna putih dipilih sebagai dresscode untuk para tamu undangan.

Ini termasuk pemilihan warna busana yang masih belum umum untuk pernikahan di Indonesia. meski di luar negeri sudah ada beberapa artis yang melabrak warna putih dalam upacara pernikahannya. Seperti penyanyi Avril Lavigne yang menggunakan gaun berwarna hitam dan lebih memilih konsep gothic di hari pernikahannya.

Untuk pakaian yang akan digunakan oleh Rio Dewanto sendiri diterangkan oleh sang desainer, Haris Garry akan menyesuaikan dengan warna gaun Atiqah pada elemen di kemejanya. Pakaian yang akan digunakan oleh Rio dapat dikatakan cukup spesial karena setiap bagian dijahit secara manual dengan tangan. Melihat lokasi pernikahan berada di daerah yang cukup panas, Haris mengupayakan setiap detail jahitan agar baju yang dipakai Rio terasa ringan dan nyaman saat dipakai.

Aktivis HAM, Ratna Sarumpaet, berharap pernikahan anaknya tidak berlangsung mewah. Ia menyadari bahwa kehidupan puterinya, Atiqah Hasiholan sebagai bintang film akan erat dengan dunia yang glamour.

“Semua pasti pengen di tempat yang istimewa, kalo dari sisi saya yang saya sembunyikan selama ini, saya khawatir anak saya ini yang juga bintang, membuat pesta yang wah. Pasti untuk orang seperti saya akan kesulitan,”ungkap Ratna saat hadir dalam gelaran konferensi pers pernikahan putrinya di daerah Kemang, 22 Agustus 2013.

Akhirnya Ratna bisa sedikit lega karena Atiqah dan Rio ternyata punya mimpi pernikahan yang sederhana. “Harapan saya yang tidak terlalu mewah juga tercapai dan terwujud walau nggak murah juga sebenernya. Di pulau itu mahal,” sahutnya lagi.

Namun dengan beberapa upaya, pernikahan Atiqah Hasiholan dengan Rio Dewanto yang akan digelar di Pulau Kelor dapat disiasati dengan menggandeng pihak Dinas Pariwisata Jakarta dan Bupati Kepulauan Seribu agar mendapatkan izin untuk mengadakan pernikahan di tempat tersebut. “Kalau dibandingin dengan pernikahan pada umumnya, Alhamdulillah ada izin pemda jadi biayanya hanya untuk perjalanan dari Pantai Marina ke Pulau Kelor,” sahut Rio tanpa mau memberitahu secara detail.

Ditemui di tempat yang sama, Bupati Kepulauan Seribu, Dr. H. Asep Syarifudin, sangat mengapresiasi rencana Atiqah dan Rio untuk melangsungkan pernikahan di Pulau Kelor tersebut. “Ini itu seperti pucuk dicinta ulam pun tiba. Pernikahan ini akan turut membantu memperkenalkan Pulau Kelor,” kata Asep.

Rio turut buka suara bahwa ia pun sempat meminta izin pada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk menggelar pernikahan di sana. “Semua ini bisa berlangsung juga karena dibantu bupati Kepulauan Seribu dan Dinas Pariwisata DKI Jakarta,” kata Rio.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s