Gosip Artis dan Selebriti

Archive for the ‘Atlet’ Category

Alain Robert Sang Spiderman Penakluk Gedung Pencakar Langit The City Tower

In Atlet on November 13, 2008 at 3:27 am

Meskipun lelah luar biasa, wajah Alain Robert tampak berseri-seri. Rabu (12/11), pukul 17.30, ia akhirnya berhasil memanjat The City Tower di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, bangunan setinggi 145 meter itu. Seperti ”biasa”, Si Spiderman asal Perancis ini memanjat gedung tinggi tanpa tali atau pengaman apa pun.

Beri saya ruang. Saya merasa amat panas,” kata Robert saat disambut puluhan wartawan dan penggemarnya di pelataran depan The City Tower. Peluh tampak membasahi wajah dan bajunya.

Ia duduk di tengah-tengah kerumunan dan menjawab semua pertanyaan dengan ramah. Sambil terus mengumbar senyum walaupun napasnya sedikit tersengal, Robert langsung menyatakan terima kasihnya kepada semua penonton dan pendukung aksinya.

Sikap rendah hati memang sudah menjadi bagian dari pribadi pemanjat solo yang telah menaklukkan lebih dari 90 gedung pencakar langit di seluruh dunia itu. Tentu saja, semua itu dilakukannya tanpa peralatan pengaman.

Di tengah suasana meriah itu, tiba-tiba seorang polisi berpakaian sipil merentangkan tangan menghalau para wartawan dan membawa Robert kembali ke dalam gedung. ”Kami dari kepolisian. Alain Robert kami bawa untuk diperiksa terkait perizinan aksi panjat gedungnya,” kata polisi tersebut.

Hampir satu jam kemudian, Robert digiring keluar oleh Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Ike Edwin. Menurut Ike, ada informasi dari Kepolisian Daerah Metro Jaya, Alain Robert belum mengantongi izin untuk aksinya itu. Robert pun pasrah digiring ke Markas Polres Metro Jakarta Pusat untuk dimintai keterangan.

”Tidak apa-apa, saya sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini. Kejadian ini tidak akan pernah bisa menghentikan aksi saya,” katanya, lagi-lagi dengan memasang senyum.

Pantang dihalangi

Alain Robert memang tidak bisa dihalangi oleh siapa pun ketika ia sedang berupaya menggapai impiannya. Usianya belum genap 10 tahun saat ia mulai mengagumi Bonatti, Rébuffat, dan Desmaison. Ketiganya adalah pemanjat tebing tingkat dunia yang terkenal sepanjang masa. Sejak itu, ia hanya punya satu cita-cita, yaitu menjadi pemanjat tebing profesional.

Saat usianya 12 tahun, ia memanjat gedung hingga ke lantai delapan tanpa peralatan pengaman untuk bisa masuk ke apartemennya. Itu dilakukan karena ia lupa membawa kunci.

Orangtua Robert akhirnya menyerah setelah sempat melarang putranya menggeluti hobi yang dianggap membahayakan jiwa tersebut. Robert kemudian mulai giat berlatih di tebing-tebing di kawasan Valence, tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya di Digoin – Saône-et-Loire – Bourgogne, Perancis.

Tidak butuh waktu lama sampai Robert mengukuhkan dirinya menjadi pemanjat profesional. Pemanjatan dengan segala kelengkapan peralatan dan pengaman tubuh makin tidak memicu adrenalinnya. Ia pun memutuskan menjadi pemanjat solo, yang artinya memanjat dengan tangan kosong, tidak ada seuntai tali atau sebuah alat pun untuk menolongnya.

”Dengan menjadi pemanjat solo, kalau kamu jatuh, maka kamu akan mati. Itu pilihannya,” kata Robert dalam situs web resminya, alainrobert.com 2007. Ia cukup berhasil dengan karier barunya itu, hingga dua kecelakaan beruntun menimpa tepat di usianya yang ke-20, tahun 1982.

Pada 18 Januari 1982, Robert terjatuh dari ketinggian 15 meter saat memanjat tebing terjal. Ia menderita patah tulang di kedua pergelangan tangan, hidung, dan telapak kaki. Beberapa bagian tulang lain di tubuhnya pun retak-retak.

Baru saja sembuh, ia kembali memanjat tebing. Namun, pada 29 September 1982, lagi-lagi ia jatuh bebas dari ketinggian 15 meter. Kali ini, dengan kepala lebih dulu membentur permukaan tanah. Robert tidak sadarkan diri, koma selama lima hari. Lengannya patah di beberapa bagian, juga sikunya, serta tulang panggulnya (pelvis).

Selain patah tulang di sekujur tubuh, ia menderita cerebral edema, kerusakan di otak, dan vertigo, penyakit yang memengaruhi telinga bagian dalam. Organisasi Kesehatan Nasional Perancis menyatakan, Robert kehilangan 60 persen kemampuan pendengaran normalnya.

Setelah menjalani enam operasi, nyawanya terselamatkan. Tetapi, tim dokter mengultimatum bahwa Robert tidak bisa dan tidak boleh lagi melanjutkan kegemarannya memanjat tebing.

Namun, Robert tak menyerah pada nasib. Selama masa penyembuhan, ia justru giat berlatih memanjat. Dalam kurun waktu satu tahun kemudian, dia kembali memanjat. Kali ini dengan sesuatu yang berbeda. Bukan lagi tebing batu, tetapi dinding gedung-gedung tinggi yang menjadi sasarannya.

Bagi Robert, memanjat adalah filosofi hidupnya. Ia harus menghadapi dan menguasai rasa takut. Hanya orang itu sendiri yang menentukan batasan hidupnya karena setiap orang sebenarnya berkemampuan untuk mencapai cita-citanya.

”Kapan saya akan berhenti memanjat gedung tinggi? Sebenarnya, saya sedang berpikir untuk segera pensiun,” katanya.

Namun, sedetik setelah itu Robert langsung tersenyum lebar. Matanya berkedip nakal, menandakan ia tak serius dengan ucapannya.

Angelique Widjaja Kini Mengurus Turnamen

In Atlet on Oktober 24, 2008 at 5:22 am

Setelah gantung raket, mantan petenis nasional, Angelique ”Angie” Widjaja (23), sibuk dengan ’mainan’ barunya, yakni Sportama (Sport Management). Sportama ia didirikan enam bulan lalu bersama beberapa rekan yang berlatar belakang tenis, seperti Teddy Tanjung, Glen Sugita, dan Paul Sindhunata.

Sportama di masa depan, kata Angie, tak hanya berkecimpung dalam penyelenggaraan turnamen olahraga, tetapi juga mendirikan institut tenis dan manajemen atlet.

”Kami pengin tak hanya mengurusi tenis, tetapi cabang olahraga lain juga. Nantilah pelan-pelan, kami mulai dengan tenis dulu. Ke depan, kami mencoba menggarap golf,” kata Angie.

Ia masih bermain tenis untuk senang-senang. Kegiatan hariannya, pagi sampai sore di kantor Sportama, lalu melatih tenis hingga pukul 18.00.

”Hidup saya seperti paduan orang kantoran dan lapangan. Pukul 09.00-15.00 di kantor, setelah itu langsung ke lapangan mengajar tenis,” kata Angie di sela BTPN Solo Open 2008 yang diselenggarakan Sportama di Kota Solo.

Ia melabuhkan pilihan pada penyelenggaraan acara olahraga karena merasa paham dunia ini. Namun, Angie tetap merasa perlu menambah pengetahuan tentang dunia usaha lewat buku-buku.

”Mudah-mudahan Sportama bisa membantu memajukan olahraga Indonesia,” katanya

Laila Ali Putri Petinju Muhammad Ali Memilih Melahirkan di Rumah

In Atlet on September 13, 2008 at 5:28 pm

Beginilah kalau petinju melahirkan, memilih yang alami ketimbang rumah sakit. Laila Ali (30), putri petinju legendaris Muhammad Ali (66), sejak usia kehamilan 33 pekan berubah pikiran. Ia semula hanya tahu satu-satunya pilihan adalah berurusan dengan dokter kandungan.

Tetapi, setelah melihat DVD The Business of Being Born, ia memutuskan, ”Aku akan melahirkan bayi laki-lakiku di rumahku sendiri tanpa obat-obatan. Curtis Jr akan lahir lewat tangan bidan.” Demikian tulisnya di blog-nya.

Ia bersyukur sempat mempelajari opsi lain sebelum terlambat. ”Aku ingin mengontrol tubuhku dan melahirkan bayi laki-lakiku dengan cara sama yang telah dilakukan perempuan lain selama ribuan tahun,” kata istri Curtis Conway (37), mantan pemain sepak bola Amerika (NFL), yang menikahinya Juli 2007, ini.

Perayaan bagi kelahiran bayi pun digarap sederhana. Ia mengumpulkan teman dekat dan keluarga, diiringi musik dan sajian makanan enak. ”Sangat simpel,” kata Laila, yang rekornya di ring tinju 24 kali menang, dengan 21 kali di antaranya knock out (KO), dan tak pernah kalah.

Ketika menjalani pemeriksaan saat usia kehamilan 20 pekan, ia dan suaminya terkesima. Sang bayi berputar menghadapkan wajahnya ke luar dengan jari telunjuk kiri teracung. Hasil pemindaian ini dipasang di blog www.lailaali.com.

Meski bayi laki-laki bernama Curtis Muhammad Conway telah lahir pada 26 Agustus lalu, beritanya baru diluncurkan Kamis

Helmy Sungkar Berniat Pensiun dan Menerbitkan Otobiografi

In Atlet on September 4, 2008 at 1:25 pm

Promotor Helmy Sungkar (56) berniat ”pensiun” dari ingar-bingar dunia otomotif dan menikmati hari tua. Usahanya di bawah PT Trendypromo Mandira akan diserahkan kepada sang adik dan tim manajemen. Begitulah keinginannya.

”Tapi, tampaknya saya tak bisa begitu saja pensiun di usia 56 tahun, mungkin baru pada usia 65. Susah ngerem-nya. Meski pensiun, saya masih ingin berbuat sesuatu untuk dunia otomotif,” kata ayah dari pembalap Rifat Sungkar dan Rizal Sungkar ini di sela-sela Kejuaraan Suzuki Pertamina One Make Race 2008 di Sirkuit Alun-alun, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Tahun depan, bertepatan dengan ulang tahunnya pada 17 April, ia berniat meluncurkan buku otobiografi. Selain bercerita tentang kiprahnya di dunia otomotif sejak 1969, ia juga akan memasukkan kisah cinta, masa muda, hobi, sampai pandangan hidupnya.

Mantan pereli yang sebagian besar waktunya habis untuk mengawal kegiatan otomotif ini sampai tahu pernak-pernik di daerah tempat penyelenggaraan acara. Misalnya, soal sekam pengisi karung yang ditempatkan di sepanjang sisi lintasan sirkuit.

”Sekam terbaik itu justru bukan dari Karawang atau Delanggu yang dikenal sebagai lumbung beras, melainkan ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat,” kata ayah tiga anak ini.

Empat Atlit Olimpiade Jerman di Bejing 2008 Bakal Tampil Bugil Di Majalah Playboy

In Atlet on Agustus 15, 2008 at 6:35 pm

Katharina Scholz, atlet hoki Jerman akan menambah deret nama-nama atlet yang tampil bugil di majalah Playboy seperti atlet renang Amerika Serikat, Amanda Beard, dll.

Scholz mengaku dirinya akan tampil di majalah porno tersebut pada bulan September ini. Scholz masih merahasiakan jumlah honor yang bakal diterimanya.

“Yang jelas, disamping memang sangat percaya diri dan bangga pada bentuk tubuh yang saya miliki, honor yang dijanjikan perusahaan majalah itu sangat layak,” aku Scholz yang tengah berkonsentrasi di Olimpioade Beijing.

“Sebetulnya saya nggak mau rencana ini digembor-gemborkan, sebab sedikit-banyak mengganggu konsentrasi saya. Tidak sedikit wartawan yang menguber hanya sekadar untuk mempertanyakan soal itu,” lanjutnya.

Selain Scholz, ternyata ada 3 atlet lainnya yang tengah bertanding di Beijing mengikuti jejak Scholz tampil bugil di Playboy, yaitu atlet layar Petra Niemann, atlet kano Nicole Reinhardt dan atlet judo Romy Tarangul.

Jadi ada 4 atlet yang bakal tampil bugil di Playboy secara bergantian mulai bulan September ini. Anda penasaran?

Mike Tyson Menawarkan 50 Ribu Dollar Buat Membalas Dendam Kematian Sahabatnya Yang Juga Penembak Penyanyi Rap 50 Cent

In Atlet on Juli 1, 2008 at 6:00 pm
Mantan juara dunia tinju kelas berat,  Mike Tyson disebut-sebut mengeluarkan uang untuk  membalas kematian sahabat dekatnya, Darryl Baum.

Nama Tyson disinggung dalam  pengadilan Abubakar Raheem dan diberikan oleh Dwayne Meyers, mantan anggota gang Cash Money Brothers yang pernah berjaya di Brooklyn, New York. Gang ini dituduh terlibat serangkaian tindak kriminal seperti penjualan obat bius, penculikan dan pembunuhan.

Raheem sendiri  dituduh membawa mobil curian setelah terjadi pertikaian dan  baku bunuh antara dua kelompok jalanan, termasuk Cash Money Brothers yang dipimpin oleh Damion “World” Hardy dan Myron “Wise” Hardy.

Menurut Meyers, Tyson menyediakan uang sebesar 50 ribu dolar AS untuk membalas kematian rekannya, Darryl “Homicide” Baum. Rekan Tyson ini ditembak di belakang kepalanya pada Juni 2000 oleh tiga anggota kelompok Cash Money Brothers, termasuk sang ketua, World Hardy.

“Yang kami tahu, Mike Tyson dan (seorang lainnya) menyumbangkan masing-masing 50 ribu dolar AS untuk upaya pembunuhan terhadap anggota Cash Money Brothers,” demikian pengakuan Meyers.

Baum dibunuh karena dianggap bersekongkol dengan kelompok pengedar obat bius lainnya di Brooklyn. Ia dibunuh hanya beberapa bulan setelah ia menembak seorang penyayi rap, 50 Cent.

Dua pekan setelah pembunuhan temannya tersebut, Tyson memukul KO petinju Lou Savarese. Ia mempersembahkan kemenangannya tersebut,”Buat saudaraku, Darryl Baum.”

Tyson sendiri membantah keterangan Meyers tersebut. Ia menuduh banyak orang yang masih berusaha untuk menjelek-jelekkan namanya.

Danica Patrick Bisa Melakukan Apa Saja Yang Dia Khayalkan

In Atlet on April 26, 2008 at 7:42 pm
Dunia balap mobil geger, pekan lalu. Untuk pertama kalinya seorang perempuan berhasil memenangi lomba balap mobil yang tergolong besar, IndyCar. Perempuan ini bernama Danica Patrick.

Patrick tak pernah menyatakan diri sebagai aktivis perempuan, apalagi penganut ideologi feminisme tertentu. Ia juga bukan politisi. Ia perempuan biasa yang jatuh cinta pada olahraga balap mobil. Dunia yang selama ini dianggap identik dengan citra laki-laki.

Bermodalkan cinta pada balap mobil dan kerja keras, ia berhasil membuat terobosan besar. Ia membuktikan, batas khayal yang memisahkan dunia laki-laki dan perempuan itu sesungguhnya tak ada.

”Saya memang bagian dari perempuan yang mengerjakan sesuatu di luar kebiasaan. Saya tak berpikir hasil seperti ini untuk diri sendiri. Kemenangan ini juga menunjukkan, kami (perempuan) mampu mengerjakan apa saja,” ujar Patrick seusai memenangi seri ketiga IndyCar musim 2008, Minggu (20/4), di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang.

Sebagaimana lazimnya pembalap mobil formula, ia mengawali karier dengan menggeluti gokar. Ia menjajal gokar pada 1992, saat berusia 10 tahun, di Sirkuit Sugar River Raceway yang berada di luar Brodhead, Wisconsin, AS. Patrick membuktikan, ia memiliki talenta besar dengan beberapa kali berhasil menggondol gelar juara nasional gokar.

Pada usia 16 tahun ia hijrah ke Inggris untuk mengembangkan karier balap. Pilihan Patrick pindah itu tak salah karena negeri ini menjadi kiblat olahraga balap mobil dunia. Dia lantas mengikuti Formula Ford, yang merupakan kejuaraan balap mobil formula tingkat paling dasar dan diperuntukkan bagi mereka yang baru naik kelas dari gokar.

Pada ajang yang dikenal sangat kompetitif, Formula Ford Festival, dia kembali mempertontonkan talentanya dengan berhasil finis kedua. Ia menjadi perempuan dengan pencapaian tertinggi di Formula Ford Festival.

Tanpa kesulitan, pada 2003 Patrick naik ke jenjang balap mobil formula yang lebih tinggi, Toyota Atlantic Championship. Ia cukup sukses menjalani kejuaraan yang berlangsung di Amerika Utara dan memakai mobil berkekuatan 300 tenaga kuda itu.

Meski tak pernah memenangi lomba, ia berhasil satu kali meraih pole position (posisi start pertama) dan konsisten finis di tiga besar. Pada 2004 Patrick menempati urutan ketiga klasemen akhir Toyota Atlantic Championship.

Indianapolis 500

Babak baru terbentang di hadapan Patrick pada 2005. Ia mulai mengikuti Indy Racing League (IRL) IndyCar Series. IndyCar adalah kejuaraan balap mobil formula (single-seater) yang berbasis di Amerika Serikat. Popularitas IndyCar saat ini hanya kalah dari kejuaraan balap mobil utama AS lainnya, NASCAR. Meski bermula dan berbasis di AS, IndyCar sudah merambah ke luar negeri, itu terbukti dengan dilangsungkannya salah satu seri IndyCar di Jepang.

Pada 29 Mei 2005 ia menjadi perempuan keempat yang berhasil lolos kualifikasi untuk mengikuti lomba Indianapolis 500. Tiga perempuan lain yang sebelumnya lolos kualifikasi ini adalah Janet Guthrie, Lyn St James, dan Sarah Fisher.

Lomba Indianapolis 500 di Indianapolis Motor Speedway (IMS), Indiana, merupakan salah satu seri dari rangkaian seri kejuaraan IndyCar. Namun, Indianapolis 500 memiliki sejarah jauh lebih panjang ketimbang IndyCar Series yang baru dimulai pada 1996. Lomba Indianapolis 500 digelar hampir setiap tahun sejak 1911, berbarengan dengan hari libur Memorial Day.

Indianapolis 500 sangat populer. Pada 2004 dilaporkan sekitar 270.000 orang hadir menyaksikan IMS. Balapan itu juga disiarkan langsung lewat radio dan televisi. Pembalap menjalani 200 lap di Sirkuit IMS yang berbentuk oval, dengan jarak total yang ditempuh pembalap 500 mil atau 804,672 kilometer.

Saat lomba berlangsung, Patrick sempat tampil memimpin. Ia pun menjadi perempuan pertama yang pernah memimpin lomba akbar, Indianapolis 500. Di debutnya itu, Patrick finis keempat. Ini merupakan finis tertinggi yang pernah dicapai perempuan dalam Indianapolis 500.

Pada IndyCar musim 2005 ia menempati posisi ke-12 klasemen akhir. Pada laga di Kansas, Patrick merebut pole position. Perempuan pertama yang meraih pole position di kancah IndyCar adalah Sarah Fisher pada 2002. Di akhir 2005 dia dianugerahi gelar Pendatang Baru IndyCar Terbaik dan Pendatang Baru Indianapolis 500 Terbaik.

Pada musim keduanya di kancah IndyCar, 2006, Patrick mengalami hal menyedihkan. Rekan satu timnya di Rahal Letterman Racing, Paul Dana, tewas dalam kecelakaan hebat pada latihan menjelang seri pembuka di Miami. Namun, hal itu tak membuatnya kehilangan gairah. Dia tetap memperlihatkan perkembangan dan menempati urutan kesembilan klasemen akhir.

Patrick mengalami beberapa kali kecelakaan pada 2007. Namun, lagi-lagi, semua itu tak lantas melemahkan moral perempuan dengan tinggi 1,57 meter dan berat 45 kilogram itu. Prestasinya membaik dengan menempati urutan ketujuh klasemen akhir. Pada musim 2007 ia meninggalkan Rahal Letterman Racing dan bergabung dengan tim Andretti Green Racing.

Dikotomi

Menjadi perempuan yang bergulat di dunia yang identik dengan lelaki, Patrick tak tenggelam dalam dikotomi perempuan dan lelaki. Saat membandingkan kinerjanya dengan lawan, ia tak pernah melakukannya dalam paradigma perbandingan kinerja laki-laki dan perempuan.

Ia semata-mata melihat lawan sebagai pembalap, tak peduli jenis kelaminnya. ”Kalau saya kalah cepat dibandingkan mereka, berarti saya memang masih kurang cepat,” tegasnya.

Memenangi lomba IndyCar memang memberikan rasa bangga yang luar biasa mengingat ia seorang perempuan. ”Peristiwa itu akan menjadi salah satu yang paling dikenang orang. Itu merupakan kejadian pertama kali, dan hal pertama selalu tertulis dalam sejarah,” ujar perempuan yang bersuamikan Paul Edward Hospenthal, mantan terapis fisik Patrick.

Wajahnya yang menarik membuat Patrick dekat dengan media. Pada Juni 2005 ia tampil di sampul majalah Sports Illustrated. Setelah tampil di Indianapolis 500 tahun 2005, ia ditawari muncul di majalah Playboy. Dia menolak, tetapi tetap ikut dalam wawancara yang akan dimuat majalah itu.

Dia juga pernah tampil di video musik. Ia pun terpilih sebagai perempuan paling seksi ke-42 pada 2006 dan ke-85 pada 2007 dalam daftar 100 perempuan paling seksi majalah FHM.

Orangtuanya, TJ dan Bev Patrick, kini sibuk mengurusi bisnis yang berkaitan dengan nama tenar Danica Patrick.

Kehadiran Patrick di atas mobil IndyCar yang berkapasitas 3.500 cc (V-8) dan memiliki 650 tenaga kuda membuat kejuaraan balap mobil itu kian mendapat publikasi luas. Kemenangannya bakal melipatgandakan popularitas IndyCar.

Namun, bagi Patrick, setelah ia memenangi lomba sebanyak 200 lap di Jepang pun, dunia nyaris tak berubah. Ia tetap berkeyakinan harus bekerja keras dan memperbaiki diri agar mampu melaju semakin kencang, semakin kencang….

Anna Kournikova Enggan Menikah Dengan Enrique Iglesias Karena Terlalu Metroseksual

In Atlet, Penyanyi on April 21, 2008 at 6:06 am
Banyak perempuan boleh jadi ingin menggantikan tempatnya, namun penyanyi pop dan artis pujaan Spanyol Enrique Iglesias menyatakan kekasihnya, juara tenis Anna Kournikova, terus saja menampik lamarannya untuk menikah.

“Saya senantiasa berusaha, namun dia tetap saja tak mau, karena saya terlalu metroseksual dimatanya” tulis koran Madrid, ABC, mengutip Iglesias, di Santo Domingo, ibukota Republik Dominika, tempat dia tiba Jumat lalu untuk menggelar konser.

Iglesias, yang akan genap berusia 33 tahun bulan depan, kini sedang menggelar tur di Amerika Latin guna mempromosikan album dalam bahasa Inggris miliknya yang bertajuk “Insomniac”.

Putra penyanyi kawakan Julio Iglesias kelahiran Madrid itu sudah menjalin hubungan asmara selama bertahun-tahun dengan Kournikova, petenis jelita kelahiran Moskow berusia 26 tahun.

Kabar dia akan bertunangan pada Desember mendatang sudah santer berhembus, setelah Kournikova kepergok mengenakan cincin berpermata intan besar pada jari manisnya.

Namun pada awal bulan ini dia mengemukakan kepada majalah People bahwa pernikahan bukan bagian dari rencananya. “Saya tak pernah akan menikah. Segala sesuatunya baik-baik saja,” katanya.

Iglesias, yang melakukan rekaman debutnya pada 1995, bulan lalu merilis album kompilasi lagu-lagu hitnya dalam bahasa Spanyol yang berjudul “95/08″.

Penjualan berbagai albumnya kini mencapai lebih dari 40 juta keping, suatu angka yang menempatkan dirinya sebagai salah satu artis musik Spanyol yang paling laris di dunia, demikian kantor berita

Bisnis Mimpi Memberi Keuntungan Hingga 140 Milyar Buat TV Swasta. Para Finalis Kebanyakan Jatuh Miskin

In Atlet, Pemain Film, Pemain Sinetron, Pembawa Acara, Penulis, Penyanyi, Raja Ratu on April 6, 2008 at 1:57 am
Dalam lima tahun terakhir, stasiun televisi berlomba-lomba menggelar acara kontes menyanyi dan idola-idolaan yang pemenangnya ditentukan dengan jumlah SMS. Mengapa itu dilakukan? Jawabnya: kontes seperti itu adalah bisnis besar yang melibatkan banyak pemilik modal.

“Kalau tidak menguntungkan, tidak mungkin RCTI memproduksi Indonesian Idol sampai lima kali,” ujar Daniel Hartono, Project Director Indonesian Idol, Jumat (4/4) di Jakarta. Dia tidak bersedia merinci berapa keuntungan yang diraih dari acara itu.

Namun, kita bisa menghitung secara kasar berapa uang yang bisa diputar oleh acara seperti Indonesian Idol. Menurut Daniel, dalam satu musim kontes, jumlah total SMS yang masuk berkisar 6 juta-7 juta. SMS ini berjenis premium dengan tarif Rp 2.000. Dengan demikian, uang yang berputar dari SMS saja mencapai Rp 12 miliar-Rp 14 miliar per musim kontes.

Uang tersebut memang tidak seluruhnya masuk ke kantong stasiun televisi. Menurut Daniel, uang yang terkumpul dari SMS harus dibagi ke pemegang format acara dan merek Idol, yakni Freemantle, content provider (CP), dan operator seluler. Bagaimana pembagiannya? Daniel tidak bersedia menjelaskan.

Adita Irawati, Division Head Public Relation Indosat, memberi gambaran, biasanya operator seluler bekerja sama dengan CP untuk bisnis SMS bertarif premium. Operator menyediakan jaringan, sedangkan CP mengisi jaringan tersebut dengan program acara, kuis, atau permainan. Nah, biasanya CP bekerja sama lagi dengan penyelenggara acara termasuk televisi.

Dalam kerja sama antara operator dan CP, pembagian keuntungan ditentukan berdasarkan kelas perjanjian. Untuk Kelas A, CP memperoleh 65 persen, sedangkan operator 35 persen. Untuk Kelas B, CP 60 persen, operator 40 persen. Untuk Kelas C, keuntungan dibagi sama besar. Adita tidak tahu pasti bagaimana perjanjian pembagian keuntungan untuk acara-acara kontes menyanyi di televisi.

Keuntungan yang dibagi, lanjut Adita, adalah keuntungan tarif premium setelah dikurangi tarif dasar SMS sebesar Rp 350. Dengan demikian, jika tarif SMS premium adalah Rp 2.000, uang yang dibagi antara CP dan operator adalah Rp 1.650 per SMS. Untuk acara idola-idolaan, porsi keuntungan yang diperoleh CP masih harus dibagi lagi kepada stasiun televisi dan pihak lain.

Daniel mengatakan, sebenarnya SMS hanya menyumbang 5 persen-10 persen dari seluruh keuntungan yang diperoleh Indonesian Idol. Keuntungan terbesar tetap diperoleh dari iklan. Nah, untuk acara Indonesian Idol, okupansi iklan rata-rata mencapai 100 persen atau 18 menit dari setiap durasi acara satu jam.

“Bisnis mimpi”

Karena acara-acara semacam ini bisa menggerakkan modal dalam jumlah besar, tidak heran jika stasiun televisi berlomba-lomba memproduksi kontes-kontes serupa. Setelah sukses dengan Indonesian Idol, misalnya, RCTI menggelar Idola Cilik dan Saatnya Jadi Idola. TPI menggelar KDI, Dangdut Mania, dan Dangdut Mania Dadakan. Indosiar, dulu, menggelar AFI dan AFI Junior. Bahkan, ada televisi yang mengonteskan pemilihan pembantu rumah tangga untuk dipekerjakan di rumah seorang artis sinetron.

Seiring dengan makin banyaknya acara semacam ini, semakin gencar dan luas pula stasiun televisi dalam menyebarkan hasrat untuk terkenal dan kaya raya secara instan. Hafni Sari Damayanti, Media Relation RCTI, mengatakan, audisi Indonesian Idol 2008 dilakukan di 15 kota, sebelumnya hanya di sembilan kota. Tahun ini, pencarian peserta audisi bahkan dilakukan ke sekolah-sekolah, markas tentara, hingga warung internet.

Hasrat untuk terkenal juga disebarkan dengan cara menampilkan pemenang kontes di atas panggung musik yang gemerlap juga sinetron. Penyelenggara memotret kehidupan pemenang kontes yang berubah dari miskin menjadi kaya raya. Selanjutnya, kisah dan drama kehidupan para peserta itu ditayangkan sebagai bagian dari keseluruhan acara kontes idola-idolaan.

Hasilnya sungguh luar biasa. Puluhan hingga ratusan ribu orang histeris untuk mengikuti audisi. Puluhan juta pemirsa televisi hanyut menyaksikan drama kontes. Mimpi pun berubah menjadi sebuah kebutuhan. Ketika itulah, penyelenggara kontes tinggal menarik keuntungan.

Ini memang bisnis dengan mimpi sebagai komoditasnya.

Baca Juga

Kisah Selebriti Gagal – Korban Keserakahan TV Swasta

Anna Kournikova Kebugaran Dan Berpikir Positif

In Atlet on Maret 19, 2008 at 5:29 am
Anna Kournikova (27) menjaga kebugaran tubuh bukan demi profesi sebagai pemain tenis profesional semata. Keuntungan lain yang dia rasakan adalah kemampuan berpikir positif.

”Saya merasa nyaman saat tubuh berkeringat dan semua energi negatif keluar,” kata petenis asal Rusia ini, seperti dikutip situs People.

Sebagai atlet, Kournikova perlu menjaga kebugaran dan memperkuat otot-otot tubuh. ”Ini semua tentang membentuk otot dan memiliki perasaan baik tentang diri sendiri,” ujar Kournikova soal kariernya.

Di lapangan ia harus berkompetisi keras melawan para petenis dunia yang lain. Sebaliknya di luar lapangan, Kournikova mesti menghadapi spekulasi di internet tentang berat badannya yang turun. Namun, isu itu tidak memengaruhi hidupnya.

”Inilah risiko orang yang jadi milik publik. Itu kan hanya pendapat orang, tak perlu terlalu dipikirkan. Yang penting saya merasa nyaman dengan tubuh saya,” kata Kournikova tanpa menyebut berat badannya.

Tentang hubungan asmaranya dengan penyanyi Enrique Iglesias, Kournikova hanya menjawab singkat, ”Semuanya baik-baik saja. Kami sama- sama sibuk, tetapi kami sudah berkomitmen dan saling mengerti.”