
Carla Bruni menyadari dia bukan hanya seorang model yang menjadi penyanyi, tapi juga istri Nicolas Sarkozy yang Presiden Perancis. Ini semakin dia rasakan ketika dia mengeluarkan album barunya, Comme Si de Rien n’Etait.
Album ketiga Bruni (41), yang ramai menjadi pembicaraan dalam beberapa pekan-pekan ini, itu hari Jumat diluncurkan di toko-toko musik di seluruh Eropa. Bruni menuai liputan media massa yang luas atas peluncuran album ini. Tetapi kritik tajam lewat internet juga dipetiknya, terutama dari para pemilih Perancis yang tidak suka kepada Sarkozy, pemimpin sayap kanan Perancis itu.
Sejak Rabu, penggemar musik bisa mendengarkan preview dari album 14 lagu itu di situs internet Bruni. Sampai Kamis, sudah setengah juta orang yang mengaksesnya untuk mendengarkan ”icip-icip” lagunya. Perusahaan rekaman Naive, yang mengeluarkan album ini, kepada koran Le Figaro menegaskan, mereka ingin ”mengembalikan fokus pada sisi artistiknya” dan mengelak dari status Bruni.
Ibu Negara Perancis asal Italia itu dalam wawancara sebelum peluncuran mengatakan, dia ”paham” jika publik Perancis menolak albumnya karena perkawinannya dengan Sarkozy. Mereka menikah bulan Februari lalu setelah pacaran hanya tiga bulan.
”Kalau orang tidak mendengarkannya karena saya menikahi presiden republik, saya mengerti. Kalau mereka mendengarkannya karena saya menikahi presiden republik, saya akan sangat senang,” katanya.
Bruni mengaku ”terluka” atas reaksi sangat dingin para pengkritik suaminya atas album barunya. ”Tentu saja itu menyakiti hati saya, tetapi saya juga menganggap itu cukup alamiah,” kata Bruni dalam sebuah wawancara di radio RTL hari Jumat.
”Dapat dimengerti bahwa orang tidak bisa menghindari untuk mencampur karya saya sebagai seniman dan fungsi saya. Mungkin mereka merasa tersinggung oleh kenyataan, istri kepala negara harus membuat sebuah rekaman,” kata Bruni yang mantan supermodel ini.
Namun, Bruni mengatakan dia berada pada suatu ”posisi yang cukup mempunyai hak istimewa untuk bisa menangani reaksi-reaksi yang keras”.
”Ada yang bilang, orang hanya mendengarkan saya karena suami saya, tetapi mereka masih mendengarkan. Saya merasa sangat beruntung ada orang yang mendengarkan saya, apa pun alasannya,” kata ibu negara yang tidak bisa melakukan tur promosi albumnya karena alasan keamanan itu.
Tetapi, berdasarkan sebuah survei di ruang ngobrol internet, dia telah menimbulkan kemarahan dari para lawan Sarkozy.
”Saya tidak akan membeli (album) itu, saya tidak akan mendengarkannya, saya tidak akan men-download-nya, bahkan walau gratis,” kata Padre, pengguna ruang ngobrol.
Banyak yang mengkritik pedas album itu: di situs internet surat kabar sayap kiri Liberation, Sumiko menyebutnya tiruan yang buruk dari album pertama Bruni, yang keluar tahun 2002.
Walau status barunya sebagai ibu negara membuat pusing para kritikus musik, sambutan mereka umumnya baik.
Bruni mengatakan tidak menyesal membuat album lagu yang semua keuntungannya untuk amal. Bruni pekan ini juga mengisyaratkan, dia kini lebih memprioritaskan kewajiban resminya.
Meski demikian, dia tetap yakin masih punya waktu sekalipun lebih memprioritaskan tugas dan kewajibannya yang baru. Sekalipun tugas baru ini untuk membantu orang lain.