Gosip Artis dan Selebriti

Arsip untuk ‘Penyanyi’ Kategori

Mulan Jameela Alias Mulan Kwok Selalu Tampil Beda

In Penyanyi on Desember 22, 2008 at 10:01 pm

Karakter menjadi alat pencitraan diri yang penting bagi artis agar
lebih dikenal masyarakat. Namun, penyanyi Mulan Jameela justru hobi
berganti karakter dalam setiap penampilannya.

”Begitulah cara
saya meraup penonton dengan tidak terpaku pada satu jenis musik atau
gaya berpakaian saja,” kata Mulan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu
(20/12). Dalam albumnya berjudul Mulan Jameela, berbagai jenis lagu
dibawakannya, mulai dari irama pop, rock, hingga dangdut.

Cara
berpakaian Mulan juga berwarna-warni. Penyanyi kelahiran Garut, 23
Agustus 1982, ini dalam klip videonya pernah menjadi tokoh Wonder Woman
dan perempuan dari Timur Tengah. Kini, ia menjelma menjadi raja rock ’n
roll, Elvis Presley, dalam klip video terbarunya, ”Jatuh Cinta Lagi”.

Mulan
mengaku tidak kesulitan berganti gaya atau jenis musik karena ia sudah
berpengalaman sebagai penyanyi kafe. Penyanyi yang melejit bersama Maia
Estianty dalam Duo Ratu ini pun bersemangat memikirkan
keunikan-keunikan selanjutnya.

Setelah jadi Elvis, besok mau jadi apa lagi? ”Rasanya tidak pantas saya beri tahu sekarang ha-ha- ha,” ujarnya

Cold Play Menjiplak Lagu Joe Satriani – Nggak Kreatif Banget Deh

In Penyanyi on Desember 12, 2008 at 5:01 am

Cobalah Anda kunjungi situs YouTube. Tak sedikit video yang coba membuktikan kemiripan dua lagu yang dua pekan terakhir ini membuat heboh: ”If I Could Fly” karya Joe Satriani dari album Is There Love in Space? (2004) dan ”Viva La Vida” karya Coldplay dari album Viva La Vida or Death and All His Friends (2008).

Beberapa penggemar melakukan eksperimentasi dengan meleburkan (mash-up) kedua lagu itu. Ternyata sebagian melodi serta chord progression kedua nomor itu mirip sekali. Apakah Coldplay menjiplak?

Satriani pada 4 Desember lalu mengajukan tuntutan pelanggaran hak cipta ke pengadilan karena karya instrumentalnya itu. Menurut Satriani, ”Viva La Vida” memasukkan ”bagian-bagian orisinal yang substantif” dari ”If I Could Fly”. Gitaris berusia 52 tahun itu menuntut segera diadakan sidang menentukan ganti rugi dan pembagian keuntungan penjualan ”Viva La Vida”.

Namun, Coldplay pada Selasa (9/12) membantah tuduhan itu dengan menyebutkan bahwa kesamaan di antara kedua lagu cuma ”kebetulan belaka”. Pernyataan resmi mereka mengatakan pula, ”Jika ada kemiripan, itu bukan kesengajaan dan mengejutkan kami pula. Satriani musisi besar, tetapi tidak memengaruhi lagu ’Viva La Vida’.”

Satriani mengambil langkah hukum sehari setelah Coldplay menerima tujuh nominasi Grammy, anugerah musik paling bergengsi di Amerika Serikat. ”Viva La Vida” dinominasikan sebagai lagu dan rekaman terbaik tahun 2008. Musik dan lirik ”Viva La Vida” ditulis keempat personel Coldplay, yakni Chris Martin (vokal), Guy Berryman (bas), Johnny Buckland (gitar), dan Will Champion (drum). Judul lagu itu diinspirasi lukisan karya artis Meksiko, Frida Kahlo.

Menurut pengacara hak properti asal New York, Oren Warshavsky, Satriani bisa memenangi tuntutannya jika berhasil membuktikan di antara kedua karya itu ada ”kesamaan tak terbantahkan”. Setelah itu, pasal-pasal hukum mesti menjelaskan secara rinci yang dilakukan Coldplay benar-benar penjiplakan alias bukan sekadar proses kebetulan semata.

Selain itu, posisi Satriani cukup menguntungkan karena ia menciptakan karyanya lebih dulu. Apalagi, ”If I Could Fly” telah diterbitkan dan disebarluaskan lebih awal sehingga dapat memperkuat argumen hukum yang ”logis dan meyakinkan” untuk mematahkan argumen Coldplay yang terjadi hanya kebetulan saja.

Menurut Warshavsky, persidangan setidaknya bisa menjatuhkan vonis Coldplay melakukan penjiplakan secara tak sengaja. Kasus yang mirip pernah dialami vokalis Michael Bolton, yang terbukti secara tak sengaja menjiplak lagunya, ”Love is a Wonderful Thing” (1991) dari lagu berjudul sama karya Isley Brothers yang dirilis tahun 1957. Bolton divonis menyerahkan seluruh profit penjualan singel lagu itu kepada Isley Brothers.

Contoh lain dialami hit ciptaan mantan gitaris The Beatles, George Harrison, ”My Sweet Lord” (1970), yang proses persidangannya berlangsung puluhan tahun. Harrison diajukan ke pengadilan karena karyanya itu didakwa menjiplak lagu trio The Chiffons, ”He’s So Fine” (1962).

John Lennon juga

”He’s So Fine” karya Ronald Mack yang sempat jadi hit nomor satu di AS dan di Inggris mencapai urutan ke-12 tangga lagu tahun 1963. ”My Sweet Lord” lahir sebagai komposisi yang ditulis Harrison untuk sahabatnya, Billy Preston. Secara legal, melodi, lirik, dan harmoni ”My Sweet Lord” versi Preston tak bermasalah setelah hak ciptanya diurus di AS.

Namun, ”My Sweet Lord” yang dinyanyikan Harrison di album All Things Must Pass (1970) yang juga dirilis sebagai singel diajukan ke pengadilan oleh penerbit ”He’s So Fine”, Bright Tunes. Setelah sejumlah kesaksian dari para ahli didengar dan barang-barang bukti diperiksa satu per satu tahun 1976, hakim menjatuhkan vonis bahwa Harrison menjiplak. Dasarnya, barang bukti berupa sekuens ”motif A” lagu yang terdiri atas empat repetisi notasi sol-mi-re, ”motif B” (sol-la-do-la-do), dan kombinasi (grace note) di antara kedua motif itu (sol-la-do-la-re-do).

Motif-motif itu sangat tidak biasa dan ”My Sweet Lord” terbukti sedikitnya menggunakan motif A empat kali dan motif B tiga kali. Menurut hakim, sekalipun terdapat perbedaan kecil, ”kedua lagu sangat identik”. Hakim menambahkan, Harrison mungkin saja tak sadar telah mencontek, tetapi itu bukanlah alasan legal.

Harrison membayar Bright Tunes kerugian 2,1 juta dollar AS plus denda 1,5 juta dollar AS. Ia naik banding dan selama bertahun-tahun kasus ini tak kunjung selesai. Tahun 1991 sidang kembali diadakan dan hukuman denda diputuskan 587.000 dollar AS. Giliran Bright Tunes naik banding dan April 1993 kedua pihak menyepakati denda yang tak diumumkan kepada publik.

Rekan Harrison yang juga sudah almarhum, John Lennon, diseret ke pengadilan dengan tuduhan menjiplak sepotong lirik nomor The Beatles, ”Come Together” (1969) yang dicuri dari lagu Chuck Berry, ”You Can’t Catch Me” (1957). Padahal, Lennon hanya mengambil kalimat dari nomor Berry, yakni ”here come old flat top”. Namun, Lennon mau menyelesaikan kasus itu di luar pengadilan dengan merekam album Rock’n’Roll (1975) sebagai ganti rugi.

Led Zeppelin juga nyaris berurusan dengan pengadilan karena guitar riff hit terhebat mereka, ”Stairway to Heaven” (1971), menjiplak lagu karya band Spirit berjudul ”Taurus”. Lagu ini nomor instrumental dari album bertajuk Taurus (1967) yang diciptakan gitarisnya, Randy California. Jiplakan yang dimasukkan ke ”Stairway” diambil dari ”Taurus” pada detik ke 0:44 sampai 1:12 dan 1:37 sampai 2:05.

California tahu karyanya dijiplak. Namun, ia tak mau mempersoalkannya sampai ia tutup usia. Ia mengatakan, Zeppelin, khususnya gitaris Jimmy Page, hanya mengerjakan ulang ”Taurus” menjadi ”Stairway”. Satu-satunya hal yang disesalkan California yang asal AS itu keengganan Zeppelin untuk sekadar menelepon dan meminta maaf sekaligus mengucapkan terima kasih.

”Mereka yang memetik keuntungan jutaan dollar AS dari lagu itu tidak pernah mengucapkan terima kasih kepada saya. Mungkin mereka akan melakukannya kelak, tetapi saya tidak tahu. Kalau label, manajer, penerbit, dan artis saling ribut, itu biasa. Namun, kalau sesama artis saling mencuri, itu tak biasa,” katanya sambil tertawa

Maya Hasan Akhirnya Jatuh Cinta Lagi

In Penyanyi on Desember 6, 2008 at 4:02 am

Pemetik harpa Maya Hasan (36) mengaku telah jatuh cinta pada Kota Yogyakarta. Oleh karena itulah, setiap kali diundang ke Yogyakarta, ia selalu berupaya untuk tidak melewatkan kesempatan itu.

Maya kembali ”pulang” ke Yogyakarta pada Rabu (3/12) malam setelah dua minggu sebelumnya ambil bagian dalam pergelaran musik jazz Ngayogjazz 2008. Kali ini, ia khusus datang untuk mengisi acara pembukaan kembali jalur penerbangan Garuda Indonesia untuk Yogyakarta–Singapura.

”Yogya serta kenangan tentang Candi Borobudur dan Prambanan itu punya tempat khusus di hati saya,” ujar Maya, yang malam itu memakai kebaya.

Di atas panggung, Maya membawakan empat nomor lagu. Dua lagu pertamanya adalah ”Angel” dan ”Baccarat”. Selanjutnya, ia memainkan lagu ”Kasih Tak Sampai”, yang dipopulerkan band Padi. Lagu inilah yang membuatnya dikenal masyarakat Indonesia sebagai pemain harpa.

Senyum pun menghiasi wajah Maya, yang kerap menutup mata saat memetik dawai harpanya itu.

Pada lagu terakhir, Maya memberikan kejutan dengan memainkan lagu ”Yogyakarta”. Lagu ciptaan Katon Bagaskara itu seakan mengungkapkan kesungguhan rasa cinta Maya kepada Yogyakarta. ”Saya memang jatuh cinta sekali pada Yogya,” katanya menegaskan

Maylaffayza AKhirnya Memutuskan Untuk Menikah

In Penyanyi on Desember 6, 2008 at 4:02 am

Setelah mengeluarkan album rekaman berjudul Maylaffayza pada awal 2008, di akhir tahun ini, pemain biola Maylaffayza (32) berniat melepaskan masa lajangnya. Rencananya, pada 14 Desember nanti ia dipersunting Yasha Chatab.

Oleh karena itu, tiga bulan terakhir ini ia sibuk mengurus segala hal berkaitan dengan hajat besarnya itu.

”Mengurus pesta pernikahan itu sama dengan membuat produksi pertunjukan, jadi aku sudah terbiasa. Makanya, aku mengurus sendiri pernikahan ini. Lebih seru dan yang pasti tidak mengganggu jadwal show-ku,” kata penggesek biola lagu ”Bungong Jeumpa” ini.

Pada pesta pernikahannya nanti, Maylaffayza juga berencana membawakan sejumlah lagu dengan biola untuk menghibur hadirin.

Meski sibuk tampil di panggung dan mengurus pernikahan, ia tetap tak mengabaikan pergaulan. Misalnya, Maylaffayza tetap akan datang dalam acara ”Pesta Blogger 2008” yang akan digelar 22 November 2008 di Jakarta.

”Sebagai blogger sejati, saya tetap harus datang,” katanya sambil tertawa.

Ia lalu bercerita tentang sang calon suami, Yasha Chatab, yang pada 2002 mewawancarainya dalam sebuah acara di televisi. Berawal dari perkenalan itulah, komunikasi di antara keduanya terus terjalin, hingga hubungan itu semakin dekat sejak 2004.

Jeniffer Hudson Meraih 4 Nominasi Grammy Award

In Penyanyi on Desember 6, 2008 at 3:58 am

Penyanyi Jennifer Hudson merasa lega dan gembira ketika dinominasikan untuk empat penghargaan Grammy dari album debutannya. Haru yang mendalam menghinggapi perasaannya.

Hudson muncul memberi komentar setelah sebelumnya ia sempat menarik diri dari publik akibat trauma terhadap pembunuhan yang terjadi pada Oktober lalu. Ketika itu, ibu, saudara laki-laki, dan keponakannya meninggal dengan luka tembakan.

”Sebenarnya, sudah menjadi mimpi masa kecil saya untuk membuat album rekaman. Jadi, ketika mendengar saya mendapat empat nominasi Grammy, ini menjadi suatu anugerah,” katanya.

”Saya merasa mendapat kehormatan dan tersanjung,” lanjut perempuan kelahiran 12 September 1981 di Chicago, Illinois, AS, ini.

Nominasi itu datang sehari setelah saudara iparnya, William Balfour, secara resmi dituduh terlibat dalam pembunuhan ibu Hudson, Darnell Donerson; saudara laki-laki Hudson, Jason Hudson; dan keponakannya yang berumur tujuh tahun, Julian King.

Album debutannya diunggulkan untuk kategori ”R&B Album Of the Year”, single Spotlight mendapat nominasi ”Best R&B Song” dan ”Best Female R&B Vocal Performance”. Bersama Fantasia, ia juga dinominasikan untuk ”Best R&B Performance” lewat lagu ”I’m His Only Woman”.

Ike Nurjanah Dikejar_kejar Dan Di Intip Oleh Penggemar

In Penyanyi on Desember 5, 2008 at 2:40 am

Penyanyi dikerubuti dan dikejar-kejar penggemar bukan hal aneh di negeri ini. Tetapi, apa yang dialami penyanyi dangdut Ikke Nurjanah (34) membuat ia terperangah. Ia tak menyangka para penggemarnya bakal ”mengejar” hingga tangga pesawat terbang.

Peristiwa itu berawal saat Ikke hendak bertolak ke Makassar dengan pesawat carter melalui lapangan terbang Maranggo di Pulau Tomia Timur, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (4/12) siang.

Setiba di dermaga Usuku—setelah dua jam menumpang kapal cepat dari Wanci di Pulau Wangi- Wangi—puluhan warga sudah menunggunya.

Saat Ikke beristirahat makan siang di rumah Camat Tomia Timur Najib Prasyad, warga bergerombol di sekeliling rumah. Di antara mereka mengintip dari balik jendela, hingga memaksa Ikke mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Sejumlah warga pun masuk ke rumah. Mereka minta berfoto bareng Ikke.

Berakhirkah? Tidak! Di gerbang lapangan terbang kecil milik perusahaan resor pemodal asing di pulau itu, sudah pula dipenuhi warga. Begitu mobil yang ditumpangi Ikke mendekati landasan, ia harus dikawal tiga polisi untuk mendekati tangga pesawat.

”Ini perjalanan yang sulit,” kata Ikke. Malam sebelumnya ia tampil di Wanci, menghibur warga Wakatobi yang untuk pertama kali kedatangan penyanyi dangdut terkenal, sekaligus menyaksikan perhelatan budaya yang digelar Asosiasi Tradisi Lisan. ”Apalagi saya masih batuk,” tambahnya

JFlow Membuat Hip Hop Dalam Culture Lokal

In Penyanyi on Desember 4, 2008 at 2:27 pm

Hey jay!! Gila… mulai sekarang lu jadi influence gue banget deh,” begitu komentar seorang pengunjung situs Jflow di Myspace.com/jflowrighthere. Jflow, begitu namanya, memang belum begitu dikenal di jagat musik populer.

Namun, namanya sudah akrab di telinga penikmat musik hip hop/R&B/soul. Dia memulai karier dengan bergabung sebagai personel grup hip hop Saykoji tahun 2003. Pada tahun 2005 ia mengawali karier solo.

Single yang dia bawakan antara lain ”A Tribute to Mama”, ”Heartbeat” demo version, ”Aji Mumpung”, ”Bounce”, ”All Nite Long”, serta ”Rock That” dan ”Crazy” yang juga dijadikan lagu latar dalam film Susahnya Jadi Perawan. Perjalanannya dua tahun terakhir ini membuahkan hasil dengan keluarnya album Facing Your Giants (2008).

Kamis (4/12) ini, Jflow akan membawakan lagu-lagu dari album barunya di Kompas.com Music Corner yang digelar di Main Atrium, Margo City, Depok, Jawa Barat. Selain Jflow, akan tampil juga Dygta dan Kulha.

Album Jflow berisi 16 lagu dari berbagai genre bernuansa hip hop. Kata Jflow, ia berusaha membuktikan diri membuat musik dengan kultur lokal, tetapi bercita rasa internasional.

”Aransemen musik dan sound mengacu pada standar internasional. Untuk penggunaan bahasa secara bilingual itu, tujuannya demi memperkenalkan Indonesia di luar sana,” katanya.

Bintang Pop Michael Jackson Akhirnya Masuk Islam dan Meninggalkan Saksi Yahweh atau Jehovah

In Penyanyi on November 26, 2008 at 4:44 pm

Bintang pop Michael Jackson telah masuk Islam dan berganti nama menjadi Mikaeel, ungkap Daily Mail, Jumat.

Penyanyi berusia 50 tahun itu dilaporkan menjadi Muslim dalam suatu upacara di rumah temannya di Los Angeles.

Michael Jackson yang dibesarkan dalam agama Saksi Jehovah atau Yahweh, disebut-sebut duduk di lantai dan mengenakan topi kecil saat sahadat di kediaman Steve Porcaro, komposer musik pada album Thriller.

Dia tertarik dengan Islam setelah berdiskusi dengan penulis lagu asal Kanada,� David Wharnsby dan produser Phillip Bubal.

“Mereka berbicara kepada dia tentang keyakinan mereka dan bagaimana mereka menjadi orang yang lebih baik setelah masuk Islam. Michael segera tertarik. Seorang Imam dipanggil dari masjid dan Michael mengucapkan sahadat,” kata seorang sumber.

Saudara Jackson, Jermaine Friday, sebelumnya telah memberi sinyal bahwa sang bintang sedang mempertimbangkan untuk memeluk Islam.

“Ketika saya pulang dari Makkah, saya beri dia banyak buku dan dia bertanya tentang banyak hal mengenai agama saya dan saya bilang Islam itu damai dan indah,” kata Friday yang masuk Islam sejak 1989

The S.I.G.I.T Konser di Malaysia

In Penyanyi on November 15, 2008 at 1:48 am

Setelah gagal konser di Amerika Serikat karena kendala visa, grup band The Super Insurgent Group of Intemperance Talent (The S.I.G.I.T) akan konser di Malaysia. Band indie yang bisa dibilang dibesarkan situs web pertemanan MySpace ini juga mau mengeluarkan mini album.

Band ini pernah konser di Australia dan Singapura. ”Kami akan konser ke Malaysia pada 13 Desember nanti,” kata Rekti Vianto Yoewono (26), vokalis dan gitarisnya.

Publik Malaysia, seperti halnya Singapura, mengenal The S.I.G.I.T dari internet. ”Ini konser pertama kami ke Malaysia.”

Di dalam negeri, walau lagu-lagu mereka bisa didapatkan gratis di internet, tetap saja banyak yang mencari album fisiknya. ”Album masih terus laku, penggemar membeli album sebagai suvenir,” kata Gino, Manajer The S.I.G.I.T.

”Penggemar indie, meski bisa mendapatkan album bajakan, tetap mencari yang asli. Kemasan album jadi sangat penting, karena itu kami berusaha membuatnya layak dikoleksi,” kata Gino.

Selain Rekti, yang baru lulus S-2 Teknik Lingkungan ITB, personel lain adalah R Farri Icksan Wibisana (25, gitar, tengah mengambil S-2 Arsitektur ITB), Donar Armando Ekan (25, drum, S-1 Arsitektur Unpar), dan Aditya Bagja Mulyana (26, bas, D-3 Information Technology Maranatha Bandung)

Akibat Travel Warning AS, Rihanna Batal Konser di Jakarta

In Penyanyi on November 14, 2008 at 6:12 am

Penyanyi lagu “Umbrella”, Rihanna, akhirnya batal tampil dalam konser yang rencananya digelar di Jakarta, Jumat (14/11), karena alasan “travel warning” dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

Wakil Promotor Konser Rihanna, Showmaster, Troy Warokka, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, mengungkapkan bahwa pembatalan tersebut dilakukan manajemen Rihanna pada Kamis (13/11) dinihari melalui surat dari Agen Tur Rihanna, William Morris Agency, yang dikirim melalui faks.

“Kami sangat menyayangkan hal ini karena terjadi secara mendadak. Sebenarnya kami telah menyiapkan seluruh detil keperluan Rihanna mulai dari akomodasi, transportasi dan pengawalan dan pengamanan berlapis,” katanya.

Troy Warokka menjelaskan, pihak Showmaster selaku promotor konser sudah berusaha untuk melobi pada manajemen Rihanna agar konser tetap berjalan.

Lobi tersebut melibatkan berbagai pihak di antaranya pihak Kedutaan Besar AS di Jakarta yang juga berupaya meyakinkan manajemen Rihanna di New York agar tetap melanjutkan konsernya di Indonesia.

“Promotor bahkan juga sudah menyiapkan `privat jet` untuk transportasi Rihanna dan 40 krunya untuk menjemput ke Singapura dan memboyongnya ke Jakarta,” katanya.

Troy menambahkan, setelah pembatalan ini pihak promotor telah berusaha melobi sehingga akhirnya manajemen Rihanna di New York memutuskan untuk menjadwalkan ulang konser tersebut pada awal 2009.

“Untuk Konser di awal 2009, kemungkinan berlangsung pada bulan Februari, dengan catatan ada kesepakatan lagi,” katanya.

Pembatalan konser itu terkait pandangan pihak manajemen dan agen tur Rihanna yang menganggap kondisi keamanan di Indonesia masih belum kondusif.

Apalagi, AS telah mengingatkan kepada warganya tentang travel warning pada 10 November 2008 lalu, terkait eksekusi terpiadana mati Bom Bali I, Amrozi Cs.

Penyanyi poip dan R&B itu seharusnya tampil di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat, 14 November.

Ia datang melalui Promotor Showmaster yang telah melobi Rihanna sejak 2007 untuk datang ke Indonesia.

Awalnya, Rihanna direncanakan datang pada April 2008, namun akhirnya karena berbagai alasan diundur Hingga November 2008.

Panggung siap

Sementara itu, panggung konser Rihanna di Istora Senayan sebenarnya telah disiapkan, termasuk dekorasi panggung dan penataan cahaya.

Tenda-tenda di depan Istora juga sudah dipasang. Berbagai materi promosi dari berbagai sponsor juga sudah memenuhi ruang depan ruang konser.

Akibat pembatalan tersebut, materi promosi akhirnya diangkut lagi dengan menggunakan beberapa truk.

Sejumlah penggemar Rihanna yang sudah membeli tiket dan ingin melihat lokasi konser akhirnya kecewa karena pihak panitia menyampaikan pembatalan konser.

Mereka mengaku kecewa dan berharap uang tiket bisa segera dikembalikan. Pihak panitia sendiri menyatakan, 100 persen tiket konser telah terjual

Promotor Konser Rihanna di Jakarta, Showmaster, akan mengembalikan seluruh uang tiket penonton konser yang sudah terjual, menyusul pembatalan konser yang dijadwalkan berlangsung Jumat (14/11) tersebut.

“Seluruh tiket yang sudah dibeli akan kami kembalikan uangnya mulai Senin dan selambat-lambatnya satu minggu ke depan melalui masing-masing tempat penjualan tiket,” kata Troy Warokka, Wakil dari Showmaster selaku Promotor Konser Rihanna, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Troy menjelaskan, seluruh tiket untuk semua kelas sudah habis, termasuk tiket VIP berhargaRp2,5 juta yang sudah laris terjual sejak Konser Rihanna baru dalam rencana.

“Kami dari Showmaster meminta maaf kepada semua pihak termasuk para penggemar yang kecewa karena sudah lama merindukan kehadiran sang idola,” katanya.

Showmaster juga menyampaikan permohonan maaf kepada para sponsor yang sejak awal telah mendukung konser ini.

Sayang, Troy tidak menyebutkan berapa besar kerugian yang harus ditanggung akibat pembatalan konser tersebut dengan alasan pembatalan baru terjadi Kamis (13/11) dinihari sehingga pihaknya masih dalam proses menghitung kerugian.

Penyanyi lagu “Umbrella”, Rihanna, akhirnya batal tampil dalam konser yang rencananya digelar di Istora Senayan Jakarta, Jumat (14/11).

Pembatalan dilakukan manajemen Rihanna pada Kamis dinihari melalui surat dari Agen Tur Rihanna, William Morris Agency, yang dikirim melalui faks.

Pembatalan konser itu dilakukan karena manajemen dan agen tur Rihanna menganggap kondisi keamanan di Indonesia masih belum kondusif, apalagi AS telah mengingatkan warganya lewat “travel warning” pada 10 November 2008 berkaitan dengan eksekusi terpidana mati para pelaku Bom Bali I.

Show Master sebagai promotor konser Rihanna dalam konferensi persnya Kamis di Istora Senayan, Jakarta, mengungkapkan akan mengembalikan tiket yang sudah dibeli sekitar 6.000 penggemar Rihanna.

Pengembalian dilakukan sehubungan dengan pembatalan konser Rihanna yang dijadwalkan berlangsung di Istora Senayan, Jumat besok.

Show Master mengatakan alasan Rihanna batal tampil di Jakarta karena keamanan Negara Indonesia belum kondusif.

Sebelum rencana konser di Jakarta, penyanyi aliran R&B dengan lagu terkenalnya “Umbrella” itu telah menyelesaikan konser di Australia.

“Kami sudah melobi mereka dan menjelaskan kalau Indonesia, terutama wilayah Jakarta kondisinya aman dan juga akan memberikan pengamanan yang sangat ketat. Namun, tetap tidak diperhatiakan oleh pihak Rihanna serta manajemennya.

Dengan alasan tersebut mereka membatalkan konser di Jakarta,” ungkap perwakilan dari Show Master, Troy Waroka, kepada para wartawan.

Dengan pembatalan ini, Show Master sebagai penyelenggara konser sangat kecewa dan mengalami kerugian dari segi waktu dan material. Terlebih Show Master sudah menyiapkan panggung besar serta dekorasi seperti beberapa lampu konser yang sudah disediakan di Istora Senayan.

Dalam konferensi pers ini, pihak Show Master juga menyampaikan permintaan mohon maafnya kepada sekitar 6.000 penggemar Rihanna yang sudah membeli tiket. Tiket yang dijual oleh Show Master dengan kisaran harga Rp. 750 ribu hingga Rp. 2,5 juta.

“Kepada para penggemar Rihanna yang sudah membeli tiket, pihak kami akan segera mengembalikan uang sesuai yang dibayarkan. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian pembatalan ini,” tutur Troy.

Namun, Show Master berusaha mengupayakan masih bisa memanggungkan aksi konser Rihanna.

“Kami berharap masih bisa menggelar konser Rihanna di awal 2009. Kami juga masih menunggu persetujuan dari manajemen Rihanna,” pungkas Troy

Benny Likumahua Raja Jazz Yang Mendengarkan Orang Muda

In Penyanyi on November 12, 2008 at 8:20 am

Walau sudah terbilang piawai di bidang jazz, Benny Likumahua tetap harus membuat persiapan untuk pentas-pentas jazz, seperti di JakJazz 2008 pada 28-30 November nanti. Katanya, orang yang sudah tua tak boleh semena-mena terhadap yang muda. ”Saya tak bisa memutuskan sendiri. Saya mau orang muda terlibat memberi masukan. Saya sudah tua dan tidak bisa memaksakan kehendak,” katanya.

Musisi kelahiran Kediri, 18 Juni 1946, ini memang sedang berkonsentrasi untuk regenerasi jazz. ”Harus ada alih pengetahuan dengan pelan-pelan, yang penting jangan memaksa. Kalau memaksa, mereka bisa ’lari’ dan dunia jazz bisa rugi,” katanya.

Benny gembira melihat perkembangan jazz yang mulai disukai kaum muda. ”Walau mereka masih di pelataran dan belum tahu betul apa itu jazz, tetapi tak masalah,” katanya.

Benny juga sedang menyiapkan pergelaran jazz pada Februari 2009. ”Pergelaran ini untuk 51 tahun perjalanan bermusik saya. Teman-teman yang pernah main dengan saya akan pentas, juga generasi muda akan tampil,” katanya.

Jessica Biel Gugup Saat Bertemu Calon Mertua

In Pemain Film, Penyanyi on November 8, 2008 at 2:03 am

Ternyata, rasa grogi dan tegang saat pertama kali menghadapi orangtua dari pacar juga dialami para artis ternama. Aktris Hollywood, Jessica Biel, menuturkan rasa deg-degan saat pertama kali dipertemukan dengan ibunda Justin Timberlake, Lynn Harless.

Biel mengatakan, saat pertama kali bertemu dengan ibu pacarnya itu merupakan saat-saat penuh stres yang menjangkiti perasaannya. Biel mulai berpacaran dengan Justin Timberlake sejak satu tahun lalu.

”Masa-masa bertemu pertama kali (dengan ibunda Timberlake) merupakan situasi paling stres yang saya alami. Kamu harus selalu berusaha, tanpa harus terlihat untuk berusaha keras, untuk tampil menarik. Kamu tahu kan, ibu-anak laki-laki dan ayah-anak perempuan itu memiliki ikatan yang protektif,” kata pemeran di film Elizabethtown, Home of the Brave, Ulee’s Gold, dan Easy Virtue ini.

Jika sampai salah dalam pertemuan pertama itu atau menimbulkan praduga yang tak positif, hubungan dengan anaknya bisa-bisa tidak direstui. ”Jadi, situasi seperti itu benar-benar serba salah,” kata perempuan kelahiran 3 Maret 1982 di Ely, Minnesota, AS, ini.

Maudy Koesnaedi Terbaik Mulai Dari Batik sampai Bahasa Indonesia

In Model, Pemain Film, Pemain Sinetron, Penyanyi on November 7, 2008 at 2:51 am

Tanggal 28 Oktober lalu, pemain film dan pembawa acara Maudy Koesnaedi (33) bersama sejumlah menteri dan tokoh masyarakat mendapat penghargaan sebagai pengguna bahasa Indonesia lisan yang baik. Hadiah itu diserahkan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.

Selain berbahasa Indonesia dengan baik, putri warga Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, itu juga ikut mempromosikan batik klasik Sunda, Cigugur, Kuningan.

”Sebagian desainer menilai, tren batik yang berkembang sejak dua tahun lalu mulai mengarah pada tenun ikat. Tetapi, untuk batik cigugur ini belum (terjadi),” tuturnya, Kamis (6/11).

Namun, Maudy menyesalkan Pemerintah Kabupaten Kuningan tak ikut mempromosikan batik cigugur. ”Wisatawan yang datang umumnya diarahkan ke Cirebon untuk membeli batik. Padahal, soal orisinalitas ’Sunda’-nya, Cigugur bisa lebih kuat,” ucapnya.

Kalau dalam soal batik ia menempatkan diri sebagai orang Sunda, maka berbeda bila ia bicara tentang musik, tari, dan teater. Maudy menginginkan sebuah pentas drama musik Betawi guna menyambut HUT Kota Jakarta tahun mendatang.

”Gubernur, wali kota, dan sejumlah petinggi serta pengusaha mendukung meski mereka belum eksplisit menyatakan mendukung finansialnya,” kata Maudy, tetap optimistis.

Jane Fonda Kembali Main Di Panggung Broadway

In Pemain Film, Penyanyi on November 6, 2008 at 1:47 am

Jane Fonda, aktris, penulis buku, dan ”guru” kebugaran ini akan tampil kembali di panggung Broadway, Amerika Serikat, pada 2009. Ia bakal membintangi drama musikal berjudul 33 Variations.

Kalau rencana itu terwujud, berarti inilah kemunculan kembali Fonda setelah lebih dari empat dekade ”menghilang” dari Broadway.

Debutnya di panggung Broadway terjadi tahun 1960 lewat There Was a Little Girl. Setelah itu, ia muncul antara lain dalam drama komedi Invitation to a March dan The Fun Couple.

”Saya sangat bersemangat kembali ke Broadway. Saya tak sabar untuk kembali ke panggung bersama dia (Moises Kaufman, penulis skenario dan sutradara 33 Variations). Bayangkan, ini sudah lebih dari 40 tahun lalu,” ujar Fonda (70).

Ia mendapat penghargaan Oscar lewat aktingnya dalam film Klute dan Coming Home. Ia juga tampil dalam film yang menarik perhatian para kritikus, seperti On Golden Pond.

Perempuan yang tinggal di Atlanta, AS, ini sejak 1995 mendirikan dan aktif mencegah kehamilan pada remaja lewat organisasi Georgia Campaign for Adolescent Pregnancy Prevention.

Sebagai ”guru” kebugaran, ia membuat puluhan video tentang berbagai gerakan olah tubuh itu. Fonda juga menulis buku otobiografi, My Life So Far.

Dewa19 Merupakan Band Pilihan Majalah Rolling Stone Sebagai Grup Musik Indonesia Sepanjang Masa

In Penyanyi on November 5, 2008 at 6:46 am

Ari Lasso (35) tidak menyangka grup Dewa19 yang dulu diperkuatnya dipilih oleh majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu dari 25 Artis Indonesia Sepanjang Massa.

”Saya tidak tahu bagaimana Dewa19 terpilih. Namun, saya rasa Rolling Stone sangat kapabel dalam memilih,” ujar Ari Lasso, pekan lalu, seusai menerima penghargaan dari Rolling Stone bersama anggota Dewa19 lainnya, yakni Ahmad Dhani.

Selain Dewa19, sejumlah artis atau grup band yang dianggap sebagai legenda musik Indonesia juga terpilih. Mereka, antara lain, Koes Plus, Benyamin S, Bing Slamet, Chrisye, God Bless, Fariz RM, Titiek Puspa, dan Gombloh.

Apa rasanya disejajarkan dengan para penyanyi dan band legendaris lainnya?

”Wah, rasanya saya bangga sekali. Ini sesuatu yang selalu akan saya kenang,” ujar Ari yang mengagumi grup Slank dan God Bless ini.

Meski telah meninggalkan Dewa19 dan bersolo karier, Ari mengaku tetap berhubungan dekat dengan para personel Dewa sekarang.

Ketika ditanya apakah dia masih berminat kembali ke band Dewa?

Pelantun Misteri Ilahi dan Rahasia Perempuan ini menjawab, ”Enakan seperti sekarang. Ada Dewa, ada The Rock, dan ada Once.”

Kylie Minogue Berencana Beralih Profesi Menjadi Pemain Film Komedi

In Penyanyi on November 5, 2008 at 6:44 am

Penyanyi Kylie Minogue berencana memulai karier sebagai aktris komedi. Ia baru shooting sebuah film komedi berjudul The Edge of Love. Pengalaman itu yang tampaknya membuat dia ingin menjadikan akting sebagai karier utama.

Sebelumnya, penyanyi pada Olimpiade Sydney tahun 2000 ini pernah bermain film opera sabun Neighbours dan tampil dalam acara televisi berjudul Dr Who akhir tahun 2007.

”Saya mulai sebagai aktris, baru berubah menjadi penyanyi. Pada saat itu banyak orang bilang, saya tidak bisa menjadi penyanyi karena saya seorang aktris. Sekarang, orang juga bilang, saya tidak bisa jadi aktris karena saya seorang penyanyi,” kata perempuan yang lahir 28 Mei 1968 di Melbourne, Australia, ini.

”Saya benar-benar tidak bisa menerima pernyataan tersebut. Kalau seseorang memang kreatif, tidak ada alasan dia tidak bisa berekspresi dalam medium yang berbeda-beda,” katanya.

Meski memilih kembali berakting, Minogue tetap akan merekam album dan tampil di atas panggung.

Ia lalu bercerita tentang film terbarunya itu. ”Shooting-nya seru sekali. Inilah sebenarnya asal-usulku. Tanya saja kepada kru dan pemain lain, mereka akan bilang kalau aku memang lucu,” kata penyanyi lagu I Believe in You dan Giving You Up yang sempat menduduki tangga 10 besar di Inggris ini.

Beyonce Tidak Siap Menghadapi Thanks Giving Karena Tidak Bisa Memasak Turkey

In Penyanyi on November 4, 2008 at 1:11 am

Penyanyi Beyonce Knowles waswas akan datangnya hari Thanksgiving
pertamanya sebagai seorang istri. Pasalnya, ia merasa berkewajiban
untuk memasakkan makan malam untuk suaminya, bintang rap Jaz-Z.
Pasangan ini menikah bulan April 2008.

Sementara banyak istri dan
ibu di Amerika Serikat menanti-nanti perayaan yang selalu ditandai
dengan acara keluarga ini, tetapi Knowles malah khawatir. Jangan-jangan
ia harus membeli makanan di luar, atau meminta seseorang memasakkan
kalkun panggang dan kelengkapannya, penganan khas Thanksgiving, untuk
mereka.

”Sebenarnya, menurutku, bisa memasak itu sangat bagus.
Tetapi, saya memang tidak bisa (memasak). Tampaknya saya harus
menelepon ibu saya dan ia harus memberikan instruksi bagaimana cara
memasak lewat telepon. Kalau tidak, bisa gosong semuanya,” kata
penyanyi yang lahir di Houston, AS, 4 September 1981, ini.

Beberapa
hari sebelumnya, Knowles menyatakan, ia berniat menunda kehamilan.
Keputusan ini dia ambil setelah melihat betapa susah payah saudaranya,
Solange, mengurus bayi.

”Aku sering menjaga keponakanku itu. Dia
memang pintar sekali, tetapi nakalnya dan kerja kerasnya merepotkan
juga,” cerita pelantun lagu Crazy in Love dan Irreplaceable ini

Tasya Ternyata Rajin Juga Merawat Gigi Agar Putih dan Senyum Bisa Manis

In Pemain Film, Pemain Sinetron, Penyanyi on November 4, 2008 at 1:04 am

Ini dia teladan bagi anak Indonesia dalam merawat gigi. Tasya,
penyanyi remaja ini, rutin ke dokter gigi. Tak hanya sesuai anjuran
minimal enam bulan sekali, tetapi dia melakukannya sebulan sekali.

Apa
sebab? Ternyata kebiasaan Tasya itu merupakan akibat ia pernah menjadi
bintang iklan merek pasta gigi selama enam tahun (1997-2003).

”Aku
belajar banyak, misalnya merawat gigi itu penting. Karena menjadi
bintang iklan, aku juga harus menjaga image bahwa gigiku senantiasa
sehat. Makanya aku rutin ke dokter gigi,” ujar Tasya di sela-sela
penanaman sejumlah pohon dan pembuatan lubang biopori yang
diselenggarakan Unilever di Klajuran, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu
(1/11).

Menurut dara bernama lengkap Shafa Tasya Kamila yang
lahir di Jakarta 22 November 1992 ini, selama ini giginya tidak pernah
sakit dan tak ada yang berlubang.

”Dicabut (gigi) sih pernah, tapi ya karena gigi susu yang memang seharusnya dicabut,” katanya.

Ia
lantas berpesan agar setiap orang jangan takut pergi ke dokter gigi
karena sakit gigi itu terasa lebih sakit dan tidak nyaman. ”Aku jadi
cinta sama dokter gigi,” ujarnya.

Melihat Tasya tersenyum, memang
membuat ”silau” hari yang panas. Giginya putih bersih dan berderet
rapi, apalagi senyumnya direntang terus. Ampun, manisnya…

Reza Artamevia Menyanyikan Musik Etnik Dalam Festival Solo International Ethnic Music

In Penyanyi on November 3, 2008 at 2:10 am

Penyanyi Reza Artamevia (33) menyukai musik etnik. Katanya, musik etnik adalah musik dunia. Dalam Festival Solo International Ethnic Music, ia tampil dengan tiga lagu yang dikemas dalam balutan musik etnik.

”Musik etnik itu musik dunia dan membawakannya pun enggak susah karena chord-nya tak berubah. Saya bisa bernyanyi dengan gaya saya,” kata Reza yang berbusana kebaya hijau dipadu rok hitam panjang dengan sanggul berhias bunga anggrek dan melati, Jumat (31/10) malam.

Reza bisa berjingkrak dan bergoyang meski mengenakan kebaya. Ia menyanyikan tiga lagunya yang populer, yakni ”Aku Wanita” yang diberi sentuhan rampak kendang, ”Satu yang Tak Bisa Lepas” dalam balutan musik Sunda dan Jawa, serta ”Berharap Tak Berpisah” yang bernuansa musik Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

”Lagu saya jadi seru, terasa geregetnya,” kata Reza yang mengaku tidak tertarik bergabung dengan partai politik.

”Saya ini penyanyi, kendaraan saya ya bernyanyi kalau ingin berkarya untuk sesama. Saya tidak ingin dikotak-kotakkan karena saya masuk partai,” ucap perempuan yang menghabiskan sekantung harum manis, makanan terbuat dari gula yang berbentuk seperti kapas itu, sebelum naik panggun

Kriteria Suami Dewi Yul

In Pemain Film, Pemain Sinetron, Penyanyi on Oktober 31, 2008 at 4:49 am

Ada yang berbeda dengan lagu yang dinyanyikan Dewi Yull (47). Pemain film dan penyanyi yang kondang dengan lagu Jangan Ada Dusta di Antara Kita ini tampil dalam acara halalbihalal pimpinan cabang Muslimat Nahdlatul Ulama di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (29/10).

Ia melantunkan lagu Munajat Cinta karya Ahmad Dhani, pentolan grup Dewa 19. Perbedaannya, bukan karena Dewi menyanyi tanpa iringan musik, tetapi sebagian lirik lagu itu ia pelesetkan.

Jadilah, ”…. Tuhan kirimkanlah Dewi, kekasih yang baik hati… Yang mencintai Dewi, apa adanya….”

Apakah Dewi sedang mencari suami, setelah bercerai dari Ray Sahetapy? Ia tampak enggan menjawab.

Dewi hanya tersenyum dan tertawa kecil. ”Biar ibu-ibu enggak penasaran lagi, termasuk wartawan,” jawabnya dengan kalimat ”bersayap”.

Akan tetapi, Dewi yang juga populer lewat drama televisi Losmen di layar TVRI ini menambahkan, ia berharap agar lagu yang dia nyanyikan itu diamini oleh para Muslimat NU yang hadir pada acara tersebut.

”Soal kriteria, saya tidak meminta yang macam-macam. Saya ikut seperti yang Allah kehendaki untuk saya,” tuturnya.

Apa sudah ada yang melamar?

”Insya Allah,” jawab pemilik nama lengkap Raden Ayu Dewi Pujiati itu, lagi-lagi sambil tersenyum.

Delon Idol Merasakan Dampak Pembajakan Digital

In Penyanyi on Oktober 30, 2008 at 9:25 am

Penyanyi Alexander Liauw Dalon Thamrin atau Delon ”Idol” (30) semakin merasakan dampak pembajakan lagu secara digital di internet. Kebebasan telah memungkinkan pengguna internet untuk saling bertukar musik MP3, bahkan dengan cepat bisa membajak album secara lengkap.

Sejak dulu sudah ada pembajakan. Namun, pembajakan digital semakin merajalela. ”Ya… mau gimana lagi? Kami tak bisa berbuat banyak. Tapi, pembajakan ini memang membuat penjualan album keduaku turun,” katanya.

Kamis (30/10) pukul 16.00, Delon akan tampil membawakan lagu-lagu dari album keduanya, Perasaanku, pada acara Kompas.com Music Corner di Entertainment X’nter (eX) Plaza Indonesia, Jakarta. Selain Delon, juga tampil grup Ecoutez.

Pada acara ini, ia akan memperkenalkan video klip ketiga lagu Perasaanku yang dirilis Februari lalu. ”Saya masih fokus pada album kedua, album ketiga mungkin baru tahun depan,” katanya.

Sejak tahun 2004, Delon telah memiliki website Deloners (sebutan bagi penggemar Delon) di www.deloners.com.

”Karena sudah sejak tahun 2004, di antara kami banyak yang sudah saling kenal. Kami sampai tahu siapa saja yang sudah menikah, siapa yang sudah punya pacar, ada yang dulu masih umur 13 tahun sekarang sudah 17 tahun, seru!” kata Delon tentang aktivitas website-nya

Duta Sheila On 7 Sakit Terkena Flu

In Penyanyi on Oktober 29, 2008 at 2:18 am

Duta mengibaratkan perannya sebagai vokalis dalam grup Sheila On 7 (SO7) sebagai pihak yang ”bersih-bersih dapur”. Hal ini disampaikannya, Jumat (24/10), saat peluncuran album terbaru SO7 di atas KA Argo Gede Jakarta-Bandung.

”Maksudnya, mengisi vokal itu dilakukan belakangan,” kata pria bernama lengkap Akhdiyat Duta Modjo ini.

Untuk pengisian suara tahap pertama dalam album terbaru SO7, Menentukan Arah, Duta langsung mengisi untuk tiga judul lagu, yaitu ”Betapa”, ”Yang Terlewatkan”, dan ”Jalan Keluar”.

Rekaman untuk beberapa lagu selanjutnya agak terhambat karena kondisi fisiknya tak mendukung.

”Maklum, aku agak udik nih, enggak terbiasa dengan pendingin ruangan,” kata Duta yang lahir di Kentucky, Amerika Serikat, 30 April 1980, ini.

Oleh karena itulah, dalam rekaman beberapa lagu berikutnya, seperti ”Alasanku”, ia sempat terkena flu sehingga suaranya terganggu.

”Untungnya ada Eross yang mau menemani (selama rekaman),” katanya melirik Eross, gitaris SO7.

Duta, Eross, Adam, dan Brian, para personel SO7, berharap, setelah 12 tahun berkarier, musik mereka tetap diterima pendengar.

”SO7 bukannya kembali, tapi memang masih ada, kok. Orang yang bilang SO7 sudah enggak ada, itu orang yang memang enggak beli (album rekamannya),” katanya

Gotan Konsisten Menyanyikan Lagu Melayu

In Penyanyi on Oktober 27, 2008 at 1:18 am

Penyanyi lagu Melayu dari kalangan pria boleh dikatakan tak ada yang menonjol di belantika musik Tanah Air. Jadi, tak mengherankan ketika Gotan (35) muncul melantunkan lagu-lagu Melayu modern, sebagian orang pun meliriknya.

Lelaki berdarah Bukittinggi, Sumatera Barat, dan Tanjungbatu, Sumatera Selatan, ini tampil lewat album berjudul Cadangan.

Untuk lebih meluaskan pendengar lagu Melayu, Gotan tampil on air, antara lain di Radio Muara 106,6 FM. Ia antara lain mendendangkan ”Penuan Purnama”, ”Buih Putih”, ”Benang Songket”, ”Setia”, ”Jelita Kampung”, ”Sirih dan Pinang”, serta ”Karena Cinta”.

”Alhamdulillah jika pendengar menyukai lagu-lagu Melayu yang saya nyanyikan,” kata Gotan sambil menyebutkan Armadi Raga sebagai pencipta lagu Melayu yang dia bawakan.

Lagu Cadangan yang menjadi andalan dalam album Gotan itu, relatif kerap terdengar mengudara di sejumlah radio di Tanah Air. Saking seringnya diperdengarkan, di beberapa stasiun radio lagu Cadangan masuk deretan 10 besar, seperti di radio Pendekar Dangdut 89,2 Cirebon FM.

”Sabtu (25/10) lalu, saya tampil live sekitar satu jam di Palembang TV,” katanya.

”Video klip Cadangan yang digarap sutradara Rizal Mantovani juga sudah tayang di beberapa stasiun televisi,” tambah Gotan

Eros Jarot Sampai Kesemutan Dalam Peluncuran Album Terbaru Sheila on 7

In Penyanyi on Oktober 25, 2008 at 6:57 am

Tangan Eross Candra (29) sempat kesemutan saat ia tampil dalam rangka peluncuran album terbaru band Sheila On 7 yang berjudul Menentukan Arah. Tidak seperti biasa, peluncuran itu dilakukan dalam gerbong Nusantara rangkaian Kereta Api Argo Gede, Jumat (24/10).

Oleh karena harus memainkan gitar saat kesemutan, terpaksa Eross memegang gagang gitar secara vertikal. Awalnya, grup yang belakangan ini muncul lagi dengan lagu ”Betapa” ini hendak memainkan empat lagu.

”Dua lagu aja ya, kesemutan nih,” kata Eross tentang tangannya.

Nama Sheila On 7 meledak lewat album pertamanya, Sheila On 7 (1999), dilanjutkan dengan album kedua, Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000). Selain peluncuran album Menentukan Arah, Sheila On 7 juga mempertontonkan untuk pertama kalinya video klip lagu kedua mereka dalam album tersebut, ”Yang Terlewatkan”.

Eross yang juga pencipta lagu untuk grupnya ini hanya senyum-senyum kecil saat ditanya tentang ”Ibu Linda”. Siapa gerangan Ibu Linda sampai-sampai menjadi salah satu judul lagu dalam album terbaru Sheila On 7 ini?

”Ah, itu cuma tokoh fiktif kok. Tadinya itu (sebutan Ibu Linda) cuma menjadi bahan becandaan di antara kita saja. Eh, tapi cerita kayak gitu memang ada lho,” katanya tanpa memberi penjelasan lebih lanju

Fariz RM Kini Ingin Menjadi Pengarang Cerita

In Penyanyi on Oktober 25, 2008 at 6:39 am

Musisi dan penyanyi Fariz RM (48), hari Kamis (23/10) lalu, muncul di Kantor Redaksi Kompas, Jakarta, dengan setumpuk kertas berisi kumpulan tulisan-tulisannya. Tulisan-tulisan lepas yang bisa dikatakan sebagai curahan hati atau pikiran itu lumayan banyak jumlahnya. Sebab, semua itu sebenarnya telah dia mulai sejak tahun 1983.

”Kalau pas saya lagi merasa stagnan di dalam musik, saya suka menulis tentang apa saja, termasuk kejadian-kejadian di sekitar saya, termasuk di lingkungan teman-teman saya,” katanya.

Oleh karena itu, tidak mengherankan, selain menyangkut dirinya sendiri, seperti cerita di belakang lirik lagu Barcelona dan lagu Sakura, ada juga tulisan yang melibatkan orang-orang di sekitar Fariz.

Cerita-cerita itu spontan dan apa adanya, serta berisi hal-hal yang selama ini sering kali tidak diungkapkan oleh banyak orang (terutama selebritis) dengan gamblang.

Contohnya, ada cerita tentang manajer artis yang sampai mengeluh karena honornya kecil. Ada pula cerita tentang kelompok band yang dalam tur konsernya selalu minta dicarikan mushala dan kelab malam.

Apa Fariz tidak takut ada pihak yang marah dengan tulisannya itu?

”Ah, selama ini kalau saya yang ngomong, enggak ada yang marah, tuh,” ujarnya pendek.

Hal lain yang juga cukup mengejutkan adalah jawaban Fariz bahwa dia rupanya lebih merasa nyaman dalam menulis buku daripada menulis lirik lagu.

”Soalnya, kalau saya menulis lirik lagu itu, (bisa dikatakan) terbatas melodinya. Apalagi (dalam menulis lagu) saya biasanya membikin melodinya dulu (baru disusul dengan lirik lagunya),” kata Fariz memberikan alasan.

Ervina Meluncurkan Album Berbahasa Mandarin

In Penyanyi on Oktober 24, 2008 at 5:23 am

Setelah melalui pergumulan selama lima tahun, Ervina (49), penyanyi pada era 1970-1990-an, bersyukur bisa meluncurkan album lagu rohani berbahasa Mandarin. ”Aku lega begitu album His Love selesai digarap,” kata Ervina di Surabaya, Jawa Timur.

Penyanyi yang gemar memancing (hingga ke Sungai Amazon, Amerika Selatan) ini masih sering tampil di berbagai acara. ”Kalau aku berhenti bernyanyi, nanti vokalnya justru rusak. Paling tidak, setiap diminta tampil menghibur aku bisa selalu siap,” ujar Ervina yang masuk dalam The Ten Best Singer of South East Asia tahun 1980 ini.

Perempuan kelahiran Surabaya yang selama kariernya mempunyai 200 album rekaman itu juga tetap rutin melakukan yoga dan berenang. Di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga, Ervina masih sempat mengembangkan sebuah komunitas pertumbuhan iman perempuan.

”Komunitas ini wadah bagi perempuan untuk saling berbagi pengalaman sekaligus saling menguatkan,” kata penyanyi lagu ”Lari Pagi” ciptaan almarhum A Riyanto ini.

Dalam setiap pertemuan dengan komunitas tersebut, Ervina yang memulai karier sebagai penyanyi di Singapura ini dengan sukarela menyumbangkan suaranya.

”Menyanyi itu sudah menyatu dengan jiwaku,” katanya sambil tersenyum.

Band Naif Berulang Tahun Ke 13, Pertanda Kesialan Kah Ini ?

In Penyanyi on Oktober 22, 2008 at 3:06 am

Kerja keroyokanlah yang mewujudkan perayaan ulang tahun ke-13 band Naif, Rabu (22/10) ini. Bisa jadi, etos inilah yang berhasil membawa David Bayu Danangjaya (vokalis), Fajar Endra Taruna (gitaris), Mohamad Amil Hussein atau Emil (bas), dan Franki Indrasmoro Sumbodo alias Pepeng (drum), hingga memiliki identitas khusus dalam kancah musik Indonesia.

Beberapa lagu Naif, seperti Posesif, Televisi, dan Curi-curi Pandang sempat menjejak di hati penggemarnya. ”Semuanya kami kerjain sendiri, kayak CD, Emil sendiri yang nyetak-nyetak,” cerita David.

Ulang tahun Naif ini diperingati dengan konser di Hardrock Cafe, Jakarta, sambil merilis CD koleksi khusus mereka, A Night At Schouwburg. CD yang hanya berjumlah 500 keping ini diperuntukkan bagi para kolektor.

”Ini rekaman langsung waktu kami konser akustik di Gedung Kesenian Jakarta, yang bahasa Belandanya Schouwburg itu, 22 September lalu. Konser ini enggak dipotong dan enggak disensor,” kata David.

Semula, Naif tak berencana membuat album untuk ulang tahun. Namun, respons penonton konser menginspirasi mereka.

”Emil malah mikirnya kami bisa bikin trilogi. Kalau kemarin versi akustik, acara ulang tahun itu versi rock n’ roll, setelah itu kita bikin versi mellow-nya,” kata David antusias.

Syahrani Sibuk Mempersiapkan Diri Untuk Jak Jazz dan Jakarta International Jazz Festival

In Penyanyi on Oktober 22, 2008 at 3:05 am

Penyanyi Syaharani sedang sibuk mempersiapkan berbagai pentas dengan bendera Syaharani and the Queenfireworks. Salah satu perhelatan besar terdekat adalah Jakarta International Jazz Festival atau JakJazz ’08 pada 28-30 November nanti di Istora Senayan, Jakarta.

”Akan ada dua kali pre-JakJazz, biar masyarakat tahu lebih dulu. Kami ikuti saja, supaya makin hangat suasananya,” kata penyanyi kelahiran Batu, Jawa Timur, 27 Juli 1971, itu.

Untuk acara puncak, Syaharani dipastikan tampil bersama grupnya yang populer disingkat SQf.

Selain memainkan lagu-lagu jazz standar, SQf juga membawakan lagu dari album mereka. ”Lagu-lagu dari album Buat Kamu diaransemen ulang sehingga tampil beda. Berita lainnya, kami akan membawakan tiga lagu baru dari album yang belum dirilis,” katanya.

SQf akan main lintas genre atau crossover. Ini berkaitan dengan usahanya mendekati pasar anak muda. Syaharani melakukan diversifikasi produk.

”Kami menampilkan jazz yang ringan, easy listening, segmennya memang untuk orang-orang muda kreatif, kalangan kampus, dan eksekutif muda,” katanya.

Keputusan diversifikasi produk bersama SQf dirasa berat karena harus mengelola banyak orang. Namun, dari sisi karya, jelas lebih kreatif dan berkembang karena lagu-lagu diciptakan sendiri, album pun diproduksi mandiri

Al Amin Nasution Masih Memberika Nafkah Batin Pada Kristina Meski Proses Sidang Perceraian Sedang Berjalan

In Penyanyi on Oktober 21, 2008 at 11:31 am

Meski gugatan cerai telah dilayangkan oleh Kristina terhadap suaminya  Al Amin Nasution di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, namun siapa sangka, hubungan keduanya masih tetap layaknya suami istri.

Hal inilah, yang membuat Al Amin bersikukuh untuk tidak menceraikan pelantun lagu Jatuh Bangun itu. Seperti dikatakan kuasa hukum Al Amin, Sirra Prayuna, SH, Al Amin masih tetap memberikan nafkah lahir bathin kepada istrinya itu. “Sejak awal Mas Amin juga tidak menginginkan perceraian, sampai saat ini nafkah lahir bathin masih berjalan dengan baik,” ujarnya saat ditemui usai sidang di PA Jaksel, Selasa (21/10).

Menurut Sirra, hubungan komunikasi Kristina dan Al Amin juga masih baik-baik saja. “Hubungan komunikasi sampai saat ini baik. Kristina sangat intens berkomunikasi dan masih berkunjung ke suaminya (di tahanan-red),” lanjut Sirra.

Dalam persidangan yang berjalan singkat dan mengagendakan penyerahan duplik dari pihak tergugat (Al Amin) itu, baik Kristina  maupun Al Amin berhalangan hadir. Kehadiran keduanya diwakili kuasa hukumnya masing-masing.

Sementara itu, kuasa hukum Kristina, Herlina SH, enggan memberikan keterangan usai sidang. Saat, sejumlah wartawan mencoba meminta klarifikasi darinya, Herlina memilih kabur dengan menggunakan ojek.

Hingga berita ini diturunkan belum didapat keterangan dari Kristina seputar keterangan yang disampaikan Sirra tersebut.  Kristina memilih untuk mengidahkan panggilan telepon dari Kompas Entertainment, yang beberapa kali mencoba menghubunginya.

Dalam sidang berikutnya, majelis hakim yang dipimpin Muhammad Kailani SH, meminta keduanya hadir dalam persidangan selanjutnya.”Tanggal 28 Oktober, majelis hakim memerintahkan keduanya untuk hadir guna mengkonfirmasi salah satu hal,”  ujar Sirra  tanpa mau merinci lebih lanjut hal tersebut.

Kristina tidak mau memberi tanggapan atas pernyataan kuasa hukum Al Amin Nur Nasution yang menyebut bahwa Al Amin masih memberi nafkah lahir-batin dengan baik meskipun ia dan Al Amin tengah menjalani proses perceraian.

Pernyataan soal kualitas hubungan penyanyi dangdut itu dengan anggota DPR RI tersebut diutarakan oleh kuasa hukum Al Amin, Sirra Prayuna SH, pada sidang gugat cerai Kristina terhadap Al Amin, Selasa (21/10) di Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel).Usai sidang tersebut, kepada para peliput di PA Jaksel, Sirra menyampaikan hal yang sama–Al Amin masih memenuhi kebutuhan lahir dan batin Kristina selama proses perceraian mereka digulirkan. “Sejak awal Mas Amin juga tidak menginginkan perceraian. Sampai saat ini nafkah lahir batin masih berjalan dengan baik,” ucap Sirra.

Baik Al Amin maupun Kristina tak hadir dalam sidang itu. Al Amin, yang masih ditahan di Polda Metro Jaya, diwakili oleh Sirra. Sementara itu, Kristina diwakili oleh kuasa hukumnya, Herlina SH.

Ketika dimintai tanggapannya melalui telepon oleh Kompas Entertainment, pada hari yang sama, Kristina berujar, “No comment.” Lanjutnya, “Terserah pengacaranya mau ngomong apa, dari dulu dia ngomong semaunya, aku enggak mau komentar.”

Ia juga tak peduli apakah pernyataan tersebut akan atau tidak akan menjadi halangan baginya untuk meraih keinginannya, yaitu bercerai dari Al Amin. “Terserah. Dari dulu pihak sana kan ingin memberatkan aku, karena enggak mau aku bercerai,”

Nelly Furtado Menikah Diam Diam dengan Teknisi Tata Suara

In Penyanyi on Oktober 21, 2008 at 3:28 am

Penyanyi Nelly Furtado (29) diam-diam menikah. Ia menikah dengan Demacio Castellon, seorang teknisi tata suara. Hal ini disampaikan Furtado kepada Entertainment Tonight di Kanada, Sabtu (18/10).

”Sekarang saya jadi merasa bebas dan santai serta lebih tenang menghadapi berbagai masalah,” kata perempuan yang lahir pada 2 Desember 1978 ini.

Pernikahan itu sesungguhnya telah dilangsungkan tanggal 19 Juli lalu, tetapi itu sengaja mereka rahasiakan.

”Saya sangat bahagia dan tak sabar menghadapi masa depan,” kata Furtado, yang namanya meroket pada tahun 2000 lewat album Whoa, Nelly!

Album yang meraih penghargaan multiplatinum tersebut membuat dia mendapat penghargaan Grammy sebagai perempuan penyanyi terbaik tahun 2001. Sayangnya, album dia berikutnya, Folklore, tak sukses di pasaran.

Pasangan ini mulai bekerja sama saat Castellon menjadi teknisi tata suara pada 2006 dalam album Furtado, Loose. Lagu ”Promiscuous” dan ”Maneater” dari album ini sempat menduduki posisi puncak di tangga lagu Amerika Serikat dan Inggris.

Sebelum menikah dengan Castellon, Furtado telah mempunyai anak perempuan berusia empat tahun, Nevis, dari pasangannya, Jasper Gahunia

Dina Mariana Meluncurkan Album Ke-58

In Penyanyi on Oktober 20, 2008 at 6:36 am

Baru saja meluncurkan album rekaman terbaru Agustus 2008, Dina Mariana merasa mendapatkan semangat baru. Album itu adalah album yang ke-57 miliknya. ”Respons dari penggemar lama ternyata bagus. Jadi, saya harus terus berkarya, membuat album,” katanya.

Dalam album berjudul Nuansa Cinta itu, Dina bekerja sama dengan Adjie Soetama sebagai produser sekaligus pengaransemen 10 lagu. Dina memang sudah sembilan tahun absen tidak membuat album. Album terakhirnya adalah kompilasi lagu anak-anak.

Dalam Nuansa Cinta, Dina mencoba menawarkan format musik yang berbeda dari citra dia sebelumnya. ”Aku coba jazz smooth, ada nuansa bosas latinnya. Ternyata, banyak orang yang memberi komentar bagus melalui e-mail. Katanya, album saya ini benar-benar beda dibanding album sebelumnya.”

Dari respons penggemar ini, termasuk penggemar Dina ketika ia masih menjadi penyanyi cilik, Dina memutuskan untuk membuat album lagi atau album yang ke-58.

”Kami sudah merancang dari sekarang album untuk tahun 2009 nanti,” kata perempuan kelahiran 21 Agustus 1965 ini.

Dina dikenal sebagai penyanyi dan pemeran film pada era 1970 hingga 1980-an. Lagu yang terkenal setelah ia remaja adalah Ingat Kamu, yang populer pada 1980-an

Tren Perceraian Dikalangan Artis Yang Menikah Dengan Pria Asing Bule

In Pemain Film, Pemain Sinetron, Penyanyi on Oktober 19, 2008 at 3:14 am

BEDA kultur, bahkan agama, tak menghalangi kalangan artis kita  pecinta bule menjadikan pria bule sebagai suami. Namun pernikahan tak bisa berlangsung lama. Mereka akhirnya menjanda. Nasib itu setidaknya dialami Ulfa Dwiyanti, Kiki Fatmala, Sarah Azhari dan Titi DJ. Paling anyar dirasakan Paramitha Rusady.

Perceraian memang sepertinya menjadi nasib buruk yang berkali-kali menimpa Paramitha. Sebelumnya, dia menikah dengan Gunawan di Mekkah pada 9 Juni 2000. Hanya saja segera muncul persoalan dalam pernikahan itu. Mereka resmi berpisah pada April 2002.

Berselang dua tahun kemudian, Paramitha disunting pria asal Kroasia, Nenad Bago. Pada 25 Mei 2004, mereka menikah. Namun, baru berjalan empat tahun, rumahtangga Paramitha diguncang prahara.

“Betul, kita memang ada masalah dalam perkawinan. Saat ini kita sedang mencari solusi terbaik. Mungkin perceraian adalah solusi terbaik itu,” tutur Mitha. Tujuh bulan sudah mereka pisah ranjang dan rumah walau sudah memiliki anak yakni, Adrian Tegar Maharaja Bago.

Menyambar bule dan akhirnya cerai juga dialami Kiki Fatmala. Tragisnya, saat sidang perceraian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, suaminya, Christian Forschl tak pernah datang. Walhasil, perceraian pun berjalan cepat dan lancar. “Mungkin karena Christian tidak pernah datang, akhirnya majelis hakim cepat memutuskan perceraian ini,“ ujar Kiki.

Kandasnya pernikahan dengan bule juga dialami Titi DJ. Setelah tujuh tahun dengan Andrew Hollis Dougherty (Andy), pria asal Amerika Serikat, rumahtangga akhirnya berantakan. “Ini adalah suatu keputusan yang akan menyelamatkan hubungan kita yang lebih indah lagi,” kilah Titi.

Dua kali gagal berumahtangga dengan pria pribumi, Ulfa menikah lagi dengan bule asal Belanda bernama Klaas Poll Jr. Saat menikah, meneer itu mengubah namanya menjadi Muhammad Ikhlas Poll Jr. Lagi-lagi pernikahan itu kandas.

Bila artis-artis tadi hanya sekali saja menikah dengan bule, berbeda dengan bintang seksi Ayu Azhari. Dia sudah pernah bercerai dua kali dengan bule. Namun artis yang melejit namanya lewat film Pacar Ketinggalan Kereta itu tetap pilih bule lagi sebagai suami. Kini dia menjadi istri Mike Tramp, mantan vokalis White Lion.

TAK ROMANTIS
Romantisme dan seksualitas terkadang menjadi nilai yang dikedepankan dalam pernikahan dengan bule. Padahal menurut model seksi Anne J Cotto, yang masih menikah dengan Mark Hanusz, pria asal AS, tak ada romantisme, apalagi seks. Model seksi ini malah menyatakan menikahi pria bule lebih banyak tantangannya.

“Kalau dikatakan pria bule itu romantis, saya pikir malah jauh dari romantis. Suami saya biasa-biasa saja. Tak jauh beda dengan pria lokal. Malah sampai saat saya selalu menghadapi tantangan seperti harus selalu mencucikan bajunya, memberisihkan rumah sendirian hingga memasak sendirian juga. Seks? Ah seks apaan,” ujar Anne.

Masih banyak artis yang menikmati berumahtangga dengan bule. Contohnya, Maudy Koesnaedy, Julia Perez, Angun C. Sasmi dan Opie Andaresta. Beberapa artis lainnya yang sedang membina asmara dengan pria bule, termasuk Bunga Citra Lestari, Ratu Felisha, Dwi Persik, dan Mey Chan

Mariah Carey Mengadakan Lomba Merancang Baju Untuk Dipakainya

In Penyanyi on Oktober 15, 2008 at 2:25 am

Penyanyi Mariah Carey punya cara unik untuk berpromosi. Kali ini, untuk mendongkrak penjualan produk parfumnya, Carey berpromosi dengan cara unik, yaitu mengadakan kontes desain baju untuknya.

Salah satu pesan dari Mariah Carey adalah meminta para penggemar untuk mendesain baju dengan latar kain berwarna merah muda yang menarik.

Kenapa harus berwarna merah muda? Ini berkaitan dengan urusan promosi parfum Carey yang diberi nama Luscious Pink.

Dalam pesan audionya, pelantun tembang Hero ini berkata, ”Desainer yang bisa menangkap esensi Luscious Pink secara sempurna bakal mendapatkan kesempatan eksklusif. Desain baju hasil rancangannya akan menjadi kenyataan.”

Nantinya, ada tiga desain baju yang akan dipilih dari kompetisi tersebut. Carey bakal memakai salah satu di antara ketiga desain baju itu dalam sebuah peristiwa yang dihadiri banyak orang.

Sedangkan desain baju kedua akan dilelang untuk mendapatkan dana guna penelitian kanker payudara. Desain baju ketiga hendak dia berikan kembali kepada perancangnya.

”Saya sudah tak sabar menunggu hasil desain kalian. Ayo, wujudkan kompetisi ini menjadi kenyataan,” kata perempuan kelahiran 27 Maret 1969 di Huntington, New York, Amerika Serikat, ini

White Shoes & The Couples Company Manggung di New York

In Penyanyi on Oktober 15, 2008 at 2:25 am

Grup band pop-retro White Shoes & The Couples Company untuk kedua kalinya mendapat undangan untuk tampil di Amerika Serikat, kali ini dalam festival musik bertajuk CMJ Music Marathon Festival 2008 pada 25 Oktober 2008.

“Jarang sekali dapat kesempatan seperti ini, panitia festival ini sangat selektif memilih grup band yang akan tampil, karena itu kami sangat senang bisa diundang, sungguh kesempatan yang langka apalagi Indonesia sebelumnya belum pernah diundang ke festival ini,” kata Manajer White Shoes & The Couples Company, Indra Ameng, kepada ANTARA News di Jakarta, Selasa.

Dalam situs resminya, White Shoes & The Couples Company mengaku sebagai band yang sedikit dipengaruhi oleh semangat akustik para musisi classic jazz di tahun 30-an. Dengan aransemen string klasik yang dibubuhi sedikit retro disco, easy listening accoustic ballads & sedikit sentuhan nada dari keyboard mainan anak-anak keluaran akhir 70-an.

Grup itu terdiri dari Sari (vokal), Rio Farabi (gitar akustik), Saleh (gitar elektrik, vokal latar), Mela Virgana (piano, viola, kibor), dan John (drums, vibes).

Indra mengungkapkan, CMJ Music Marathon Festival 2008 menampikan sejumlah grup band dan musisi dengan bermacam-macam aliran musik dari seluruh dunia. Para peserta festival sebagian besar adalah musisi dan grup band yang mengambil jalur indie, atau diluar mainstream.

“Undangan untuk tampil di festival itu sangat penting bagi kami dan Indonesia, banyak peluang untuk maju dari kegiatan itu dan lebih dikenal oleh pecinta musik indie di seluruh dunia karena acara ini diliput media massa dari berbagai negara,” ujar Indra.

CMJ Music Marathon Festival 2008, yang anggotanya jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), juga pernah ke Amerika Serikat pada Maret 2008 dalam acara SXSW Music Festival di Austin, Texas.

SXSW merupakan festival musik lima hari yang memiliki lebih dari 70 panggung sebagai showcase bagi talenta-talenta terbaru baik solo atau band dari seluruh dunia.

Indra mengemukakan, kegiatan mereka memerlukan biaya yang sangat besar, sehingga personel grupnya juga harus bekerja keras karena seluruh biaya yang dikeluarkan tidak sepenuhnya ditanggung pihak label.

“Untuk menggalang dana ke Amerika, kami membuat merchandise, dan menjualnya secara terbatas,” kata Indra.

Ia melanjutkan, manajemen grup mereka bekerjasama dengan Distro UNKL 347 di Bandung untuk membuat kaos dengan empat macam desain yang berbeda. Masing-masing kaos itu dijual Rp100.000, dan dapat diperoleh di Toko buku Aksara Kemang, Gerai UNKL 347 di Bandung, dan untuk kota-kota lainnya dilakukan melalui pemesanan.

“Dana yang kita butuhkan besar banget, masih kurang sekitar Rp50 juta juta lagi. Tapi, kita tidak putus asa dan terus berusaha agar dana itu terkumpul,” tambah Indra.

Kaos tersebut, lanjutnya, juga dijual dalam konser mini yang digelar White Shoes & the Couples Company di Toko buku Aksara, Kemang pada Minggu sore (12/10).

“Kami senang sekali dengan tanggapan penggemar White Shoes, dalam publikasi yang singkat dua hari menjelang acara ternyata jumlah yang datang sangat banyak dan merchandise juga laku keras,” ujarnya.

White Shoes & the Couples Company akan berangkat ke New York pada 20 Oktober mendatang. Mereka akan tampil di atas panggung pada 25 Oktober, sedangkan pada 23 Oktober para personil grup ini akan menjadi pembicara dalam sebuah acara diskusi yang masih menjadi rangkaian dari festival

Ringo Starr Minta Maaf Karena Tidak Membalas Email Penggemar

In Penyanyi on Oktober 15, 2008 at 2:24 am

Mantan drummer The Beatles, Ringo Starr, telah berpesan kepada para penggemarnya lewat video online agar jangan lagi mengirimkan e-mail kepadanya, karena akan membuat dia terlalu sibuk untuk membaca dan membalasnya.

“Ini pesan serius kepada setiap orang yang membaca informasi terbaru saya saat ini,” kata musisi itu, sebagaimana dilaporkan AFP dan Reuters.

“Saya ingin mengatakan kepada Anda, mohon setelah 20 Oktober jangan lagi mengirimkan e-mail. Tak ada yang akan saya tanggapi setelah hari itu.”

Saya peringatkan kepada Anda dengan damai dan rasa cinta, saya mempunyai banyak pekerjaan. Jadi harap jangan kirim e-mail lagi, terima kasih.”

Starr, yang bersama anggota The Beatles lainnya, yakni Paul McCartney, mendiang John Lennon dan George Harrison, berasal dari Liverpool, Inggris, saat ini mempunyai rumah di Los Angeles dan Prancis.

Dia telah merilis lebih dari 12 album sejak pecahnya The Beatles pada 1970, dengan album terbarunya yang berjudul “Liverpool 8″ dilempar ke pasar pada Januari 2008.

Britney Spears Bingung Kenapa Dulu Dirinya Begitu Bodoh

In Penyanyi on Oktober 11, 2008 at 3:42 am

Tak cuma kita yang bingung ada apa di benak penyanyi Britney Spears dalam masa kacaunya beberapa bulan lalu. Ia sendiri pun bingung.

”Saya duduk dan berpikir: saya kan cerdas, waktu itu saya mikir apa ya?” katanya dalam wawancara dengan MTV di New York, AS, Kamis (9/10), yang rencananya ditayangkan 30 November, dua hari sebelum peluncuran album terbarunya.

Spears memang harus ditanya tentang hal itu. Soalnya, dalam waktu singkat, ia bercerai dari Kevin Federline, terkena kasus kriminal, tampil di depan publik dalam kondisi kacau, dan masuk-keluar pusat rehabilitasi.

Dalam upaya untuk kembali ”normal”, ia mengeluarkan album keenam, Circus, pada 2 Desember 2008, tepat pada ulang tahunnya yang ke-27. Spears berharap album baru itu akan membuat pandangan orang tentang dirinya kembali seperti sebelum segala kekacauan itu terjadi.

Baru-baru ini, pengacaranya, J Michael Flanagan, menolak tawaran berupa tahanan setahun dan denda 150 dollar AS atas kesalahan Spears, menabrak mobil yang sedang parkir. Flanagan meminta hukuman untuk Spears berupa denda 10 dollar AS.

Kata Flanagan, Spears telah diperlakukan tak adil sebab ia seorang selebriti. Kasus itu berawal pada 2007 saat Spears menabrak mobil yang sedang parkir dan langsung pergi tanpa memberi tahu si empunya kendaraan

Sehabis Mudik Ke Ubud , Dewa Bujana Langsung Sibuk

In Penyanyi on Oktober 10, 2008 at 1:32 am

Selama mudik 10 hari ke Ubud dan Klungkung, Bali, gitaris Dewa Budjana (42) sempat menggelar upacara nelu bulanin (upacara tiga bulanan) untuk anak keduanya, Shakti Dawai Nanda.

”Karena semua libur, saya mudik saja daripada enggak ada kegiatan. Hari Kamis (kemarin) jam dua siang kami baru nyampai di Jakarta,” kata ayah dari Maha Vishnu Deva Nanda (4) ini.

Seusai mudik, kesibukan langsung menyergapnya. Pada 11 Oktober 2008, bersama bandnya, Gigi, dan band Ungu, ia tampil pada konser Pintu SurgaMu di Bandung. Tanggal 12 Oktober ia terbang ke Bali lagi, tampil pada acara Nusa Dua Festival.

”Tanggal 18 Oktober bersama Trisum, saya manggung di UGM Jazz,” kata Budjana.

Sebelum menggunakan nama Trisum, Budjana dan Tohpati yang kemudian menggandeng Balawan memakai nama B3, singkatan dari Budjana, Balawan, dan Bontot (panggilan Tohpati). Pertama kali mereka berkolaborasi di Jakarta pada Juli 2004.

Nama Trisum dipakai saat tampil di Jakarta International Java Jazz Festival I pada Maret 2005. Setelah Balawan tak lagi bergabung, posisinya digantikan Hendry Lamiri dan sekarang Donny Suhendra.

”Nanti, di UGM Jazz, kami tampil dengan Donny,” ujarnya. Trisum akan menyajikan 10 lagu, antara lain Cublek-cublek Suweng, Mahabarata, dan Kromatik Lagi.

Piyu Padi Bikin Lagu Italia

In Penyanyi on Oktober 9, 2008 at 3:34 am

Gitaris Padi, Satriyo Yudi Wahono, atau dikenal sebagai Piyu, makin eksis sebagai produser, pencipta lagu, plus penyanyi solo. Kini dia mulai membidik pasar internasional dengan menciptakan lagu berbahasa asing.

Kamis (9/10) pukul 16.00, Piyu bakal tampil sendirian di Music Corner Kompas.com yang digelar di Entertainment X’nter (eX) Plaza Indonesia. Secara khusus, Piyu bakal menyanyikan lagu baru ciptaannya yang ditulis dalam bahasa Italia. Selain Piyu, tampil juga grup DUA yang akan membawakan lagu-lagu dari album Cerita Hati.

”Judulnya ’Innamorato Perso’, dalam bahasa Inggris artinya madly love. Ini ciptaan saya. Saya mencoba trial dulu,” kata Piyu. Dia yakin, dengan mulai membuat lagu bahasa asing, kesiapan untuk konser di luar negeri makin oke.

Padi sendiri sudah punya jadwal konser di New York, AS, 22 November nanti. ”Saya dengan Tompi juga buat album bahasa Perancis. Sekarang lagi diproses di Perancis,” katanya.

Piyu mulai dikenal menyanyi penuh di album Padi Tak Hanya Diam pada lagu ”Harmony”. Kini tampaknya ia serius untuk solo karier. ”Tak ada bedanya mau dibilang solo karier atau bukan, orang tahunya saya ini Piyu Padi,” katanya.

Lagu-lagu yang diciptakan Piyu secara keseluruhan telah mencapai penjualan lebih dari empat juta kopi. Walaupun tak mau dibilang solo karier, Piyu juga berencana merilis album berisi lagu-lagu ciptaannya.

Iis Dahlia Pergi Ke Bali Besok Tapi Tidak Akan Ke Pantai

In Penyanyi on Oktober 8, 2008 at 4:11 am

Penyanyi dangdut Iis Dahlia merencanakan ke Bali, 9 Oktober besok, sehubungan kedua anaknya, Salsabilla (10) dan Devano (6), masih libur. Ia berada di Pulau Dewata hanya tiga hari karena 12 Oktober sudah balik lagi ke Jakarta.

”Sejak tsunami di Aceh, aku sebenarnya trauma libur ke pantai. Tetapi kayaknya sekarang enggak apa-apa, deh. Kami mau menginap di Kuta karena dekat ke mana-mana. Anak-anak pun mengajak ke Waterboom,” kata Iis Dahlia (35), Selasa (7/10), setelah mudik ke kampung halaman di Indramayu, Jawa Barat.

Dengan pertimbangan agar tidak terjebak macet, Iis memilih mudik pada hari pertama Lebaran, 1 Oktober 2008. ”Tetapi ternyata banyak orang yang berpikiran sama dengan aku. Banyak banget yang masih mudik pada hari Lebaran pertama itu. Jadi jalan tetap macet. Naik mobil memakan waktu sembilan jam untuk sampai di Indramayu. Pokoknya rest area di jalan tol penuh. Mau ke toilet perlu antre. Ramainya bukan main,” kenang Iis. Meski demikian, toh Lebaran tetap berkesan.

Hari pertama Lebaran, Iis sungkem kepada neneknya. Hari kedua menginap di rumah ibunya. ”Hari ketiga aku silaturahim ke keluarga mami,” kata Iis.

”Terpaksa pulang karena aku harus ngamen di TPI, siaran langsung dengan Rhoma Irama,” kata Iis.

Group Musik ABBA Tidak Mungkin Bersatu Kembali

In Penyanyi on Oktober 5, 2008 at 11:59 am

Ini sungguh sebuah kenyataan yang tak seindah gambar mereka di film yang kini tengah laris, Mamma Mia! Grup musik Swedia ABBA sepertinya tak akan tampil bersatu di panggung lagi, seperti halnya reuni panggung grup musik legendaris Led Zeppelin.

Sebenarnya pernyataan ini sudah pernah diungkapkan dua personel mereka, Bjorn Ulvaeus dan Benny Andersson, dan dimuat di surat kabar terbitan Inggris, The Sunday Telegraph, dua bulan lalu. Bahkan, tahun 2000, mereka pernah menolak tawaran tur reuni ABBA keliling dunia senilai 1 miliar dollar AS.

”Alasannya? Ya, tak ada motivasi untuk menjadi grup lagi. Kami justru ingin dikenang seperti kami dulu adanya, muda, penuh gairah dan ambisi…,” ungkap Bjorn Ulvaeus.

”Terngiang di telinga saya kata-kata Robert Plant (vokalis supergrup Led Zeppelin) bahwa kini Led Zeppelin tinggal dikenang orang sebagai ’musik selimut’ lantaran mereka telah membuka sendiri ’selimut’ yang menyelimuti legenda tentang mereka (dengan tampil bereuni di panggung lagi tahun lalu),” komentar Benny Andersson.

Padahal, kata Andersson, hakikat musik pop itu sesaat saja. ”Pop musik itu hanya ada pada saat musik itu lahir. Dan, kami (ABBA) saat ini sebenarnya sudah ’mati’ seiring berlalunya waktu,” kata Anderson seperti dikutip The Telegraph.

Grup musik Swedia ini mencetak banyak lagu-lagu hit antara tahun 1970 dan 1980-an dengan total penjualan tak kurang dari 350 juta kopi piringan—termasuk juga penjualan album-album mereka setelah berhenti berpentas tahun 1986.

Hit mereka? Terbanyak adalah Dancing Queen dan Mamma Mia di tahun 70-an. Bahkan, setelah 25 tahun tak manggung, rekaman yang ada hit mereka Waterloo dan Take A Chance On Me masih dikabarkan laku setidaknya tiga juta kopi setiap tahun (BBC News, Maret 2008).

Lagu-lagu mereka menjadi sumber inspirasi untuk pentas-pentas opera musik, seperti Mamma Mia! yang mulai dipanggungkan di West End, Inggris sejak 2005 dan juga pentas teater di Broadway, New York, sampai saat ini.

Sebuah pentas yang kisahnya manis meski grup musik yang mengambil nama dari inisial huruf depan nama-nama mereka, Agnetha-Bjorn-Benny-Anni Frid, ini sebenarnya membenamkan kisah pahit kehidupan mereka.

Generasi bunga

Kehebatan sepak terjang mereka di belantika musik disebut-sebut sebagai salah satu sisi emas ”generasi bunga” di dekade 70-80-an. Sebuah era generasi yang memiliki idealisme kebebasan meski tak selamanya bebas itu berakhir indah seindah cerita film Mamma Mia!

Lihatlah ketika awal mereka tampil, penuh gemerlap dan kebahagiaan. Agnetha Faeltskog, yang saat itu masih berusia 19 tahun, rupawan, berambut pirang, terlibat roman cinta dengan Bjorn Ulvaeus (25). April 1970 bertunangan dan November tampil bersama dalam sebuah pentas kabaret di Swedia dengan Benny Andersson (24) serta pasangan hidup bersamanya, Anni-Frid Lyngstad (25).

Mereka makin mengejutkan publik ketika menyabet kemenangan di Eurovision Song Contest tahun 1974. Lagu-lagu mereka pun menjadi hit di berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.

Hidup pun berubah seiring berjalannya waktu. Perubahan-perubahan hidup keempat pemusik-penyanyi ini pun tecermin dalam lirik-lirik mereka.

”Selama sepuluh tahun, saya sama sekali tak menyanyi ataupun mendengarkan musik. Kesunyian merupakan kebutuhan saya meski itu menyedihkan…,” tutur Agnetha Faeltskog, seperti dikutip BBC News, 5 Mei 1999.

Selama sepuluh tahun itu, Agnetha hidup di sebuah pulau terpencil di luar kota Stockholm dengan dua anaknya, hasil perkawinan dengan mantan suaminya—teman segrupnya dulu di ABBA, Bjorn Ulvaeus. Pada 1999 itu, kedua anak Agnetha sudah cukup dewasa, Linda 26 tahun dan Christian 21 tahun.

Agnetha pilih menyepi dan menghabiskan waktu mengutak-atik perbintangan (astrologi), berkuda di tempat penyendiriannya, atau praktik yoga.

Anni-Frid Lyngstad? Anak wanita Norwegia dan tentara Jerman yang menetap di Swedia ini juga tak mulus hidupnya. Sebelum kawin dengan teman segrupnya di ABBA, Benny Andersson, Anni-Frid sudah punya dua anak hasil perkawinannya dengan teman semasa kanak-kanak, Ragnar Frederiksson.

Berbagai kejadian tragis menimpanya. Setelah cerai dengan Andersson dan menikah dengan pria darah biru Jerman, Pangeran Ruzzo Reuss won Plauen, pada tahun 1992, ia kehilangan anak perempuannya, Anne Lise-Lotte Casper, yang tewas kecelakaan lalu lintas di AS pada usia 30 tahun pada 1997.

Dua tahun berselang, 1999, Anni-Frid kehilangan suaminya, Pangeran Ruzzo Reuss, pada usia 49 tahun karena kanker. Pangeran Ruzzo meninggal di samping Anni-Fried istrinya, yang saat itu berusia 53 tahun.

Bjorn Ulvaeus dan Benny Andersson? Januari tahun lalu, Bjorn Ulvaeus dituduh melakukan penghindaran pajak senilai 16 juta kron Swedia (senilai lebih dari 20 miliar rupiah). Ia dinilai ”membayar pajak lebih kecil dari semestinya”, dari hasil penjualan hit ABBA di masa lalu.

Mereka dililit banyak persoalan. Namun, ketika pemutaran perdana film Mamma Mia! di Swedia bulan Juli 2008 lalu, keempat personel ABBA ini pun tampil bersatu meski bukan bermusik di panggung. Agnetha, Bjorn, Benny, dan Anni-Frid disambut karpet merah di studio Benny Andersson di Stockholm, tempat pemutaran perdana film tersebut.

Itulah sekelumit kisah tentang grup Swedia yang tak pernah bubar; dan yang tak pernah manggung lagi sejak tahun 1986.

Puput Novel Mundur Dari Calon Legislatif Caleg Setelah Tahu Ilmu Filsafat

In Penyanyi on Oktober 3, 2008 at 4:47 pm

Pada pemilihan umum tahun 2004, Puput Novel maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Golongan Karya, daerah pemilihan SMS alias Subang, Majalengka, dan Sumedang, Jawa Barat.

Waktu itu, perempuan kelahiran Cianjur, Jawa Barat, 31 Agustus 1974, ini berhasil mendapatkan sekitar 100.000 suara. Namun, Puput tidak menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Jadilah orang lain yang mendapat limpahan suara darinya.

Sekarang, pada saat banyak selebriti berlomba-lomba menjadi anggota legislatif, gubernur, bupati atau wali kota, Puput yang menjadi penyanyi panggung sejak usia empat tahun itu justru memilih mundur. Ia tidak mau lagi dicalonkan.

”Saya memilih tidak (menjadi caleg) karena buat saya, waktunya sekarang ini tidaklah tepat,” ujar Puput dalam sebuah acara berbuka puasa di Jakarta, pekan lalu.

Sedang sibuk apa gerangan dia belakangan ini?

”Belakangan ini saya lagi sibuk. Saya menggunakan waktu saya untuk persiapan meraih gelar S-2 dalam bidang filsafat,” jawabnya.

Mengapa tertarik pada filsafat?

”Karena saya ingin tahu tentang pemikiran Socrates, Aristoteles, Democritus, dan lain-lainnya,” tambah Puput dengan nada serius. (

Tika Pangabean dan Project Pop Sibuk Promosi Album Terbaru Top of The Pop

In Penyanyi on September 20, 2008 at 6:03 am

Tika Panggabean (37) bersama grup Project Pop sedang sibuk mempromosikan album baru, Top of the Pop. Mereka jalan dari media satu ke media lain demi album ke-7 ini. Single ”Bukan Superstar” dalam album ini sudah dibuat videoklipnya.

”Ide lagunya dari Gugum. Sekarang, kan, banyak band dan penyanyi baru bermunculan dengan sosok yang sangat ’iconic’. Itu lalu diterjemahkan Gugum jadi lagu ’Bukan Superstar’,” kata Tika.

Untuk videoklipnya, personel Project Pop berkhayal menjadi Ariel ”Peterpan”, Mulan Jameela, Pasha ”Ungu”, Giring ”Nidji”, Letto, Glenn Fredly, dan Dewi Sandra.

”Kita melihat Mulan sedang menarik perhatian, maka diputuskan aku jadi Mulan, ha-ha-ha…. Aku pakai baju kayak Mulan di ’Makhluk Tuhan Paling Seksi’. Aku pakai baju perpaduan India dan Timur Tengah,” katanya.

”Personifikasi Mulan enggak nyambung ya, secara badanku gitu, ha-ha-ha. Aku memarodikan Mulan. Dari baju yang kupakai, orang tahu aku itu Mulan,” katanya.

Sementara promo album terus digeber, ”Responsnya luar biasa. Kami senang album ini diapresiasi bagus oleh teman musisi. Ring back tone (RBT) di provider masuk 10 besar,” kata perempuan yang rajin memasangkan RBT ”Bukan Superstar” pada telepon seluler saudara dan teman-temannya ini.

Akhir Manis Band Peter Pan

In Penyanyi on September 20, 2008 at 6:02 am

Peterpan sepertinya akan mengakhiri perjalanan karier dengan manis. Musica Studio’s menganugerahi Peterpan sebagai band pertama yang mengisi ”wall of fame” di Cihampelas Walk, Bandung.

Nazril ”Ariel” Irham (vokal), Mohammad Kautsar Hikmat atau Uki (gitar), Loekman Hakim (gitar), dan Ilsyah Ryan Reza (drum) mencetakkan telapak tangan di atas lempengan serat optik. Tanda tangan pun mereka bubuhkan. Lempengan itu akan dipajang di pertokoan tersebut.

”Pemasangan handprint bukan berarti kami band terbesar di Indonesia. Kami merasa lebih dihargai, apalagi Bandung adalah asal kami,” kata Ariel.

Sebelumnya, band ini tampil dalam konser mini. Puluhan Sahabat Peterpan (sebutan untuk kelompok penggemarnya) menyaksikan acara tersebut. Dalam konser berformat akustik itu, mereka membawakan empat lagu yang ada dalam album terbaru, Sebuah Nama Sebuah Cerita. Album yang dirilis dalam keping ganda itu memuat 26 hits, seperti ”Tak Bisakah”, ”Aku & Bintang”, ”Ada Apa Denganmu”, dan empat lagu baru.

Kata Ariel, album itu seperti rangkuman perjalanan Peterpan. Agustus 2009 band ini akan memakai nama baru. Sepanjang tahun 2000-2008 Peterpan menghasilkan empat album, termasuk satu album soundtrack film Alexandria. Album mereka termasuk laris. Bintang di Surga (2004), misalnya, terjual lebih dari 2,7 juta keping

Syahrani Tidak Akan Mudik Karena Lebih Senang Ngenet

In Penyanyi on September 18, 2008 at 2:29 pm

Penyanyi jazz Syaharani (36) tidak akan mudik ke daerah asalnya, Malang, Jawa Timur, saat Lebaran nanti. Pasalnya, mama dan kedua kakak perempuan Syaharani sudah tidak bermukim di Malang.

”Mamaku sejak 1986 pindah ke Perth, Australia. Jadi Lebaran aku tetap di Jakarta, nemenin tiga keponakanku yang juga enggak mudik ke Perth. Paling kami makan bersama, lalu jalan-jalan ke downtown, ke Kota, soalnya Jakarta kan sepi kalau Lebaran. Jadi enggak macet,” kata Syaharani.

Ia berujar, ”Pokoknya kalau aku enggak punya pacar sampai Lebaran nanti, ya aku bisa ditemukan di Kota Tua, di Kota sana. Aku mau hunting memotret sama keponakanku,” tutur Syaharani yang juga hobi fotografi.

Keluarga Syaharani memang tidak memiliki tradisi mudik saat Lebaran. ”Kalau mengupayakan ketemu, iya. Tapi tidak harus saat Lebaran,” katanya.

Apalagi setiap hari ia mengontak kakaknya dengan chat di internet dan ber-SMS dengan mamanya. Lewat facebook-nya yang beralamat queenfireworks, Syaharani bisa berbagi cerita dan foto dengan kakaknya dan 2.700-an orang dalam jaringannya.

”Lucu-lucu temanku. Yang perempuan mengirim parfum virtual kalau laki-laki ada yang mengirim Sydney Opera House, keyboard vintage. Aku pernah menulis: marah-marah karena macet, ha-ha-ha, dikomentari macam-macam oleh temanku,” kata Syaharani yang hobi nge-net dan ke mana-mana menenteng laptop.

Saksia Terkagum Kagum Kota Solo

In Penyanyi on September 18, 2008 at 2:27 pm

Kota Solo, Jawa Tengah, ternyata menarik perhatian mantan penyanyi cilik Saskia (18). Walau baru tiga kali berkunjung ke Solo, pemilik nama lengkap Saskia Anggun Charunnisa ini mengaku sangat senang dengan Kota Solo.

Karena itu, ketika ditawarkan Sampoerna Hijau Parade Bedug 2008 untuk menyanyi dalam parade seni dan budaya di Alun-alun Utara Keraton Surakarta, Saskia pun menerima dengan senang hati.

”Seneng banget kalo ke Solo. Kesannya, Kota Solo ini beda banget sama kota Jakarta. Di Solo banyak makanan enak. Dan yang paling aku suka di Solo banyak orang naik sepeda. Aku itu pencinta banget sepeda. Kayaknya enak banget berada di Solo,” ujarnya, Minggu (14/9), sebelum tampil menghibur warga Solo dan sekitarnya.

Walau mengaku penyanyi aliran musik rock, Saskia menyatakan itu tak menghalanginya untuk mengeluarkan album yang bernuansa religi. Buktinya dalam pentas akbar parade beduk di Solo, Saskia tampil membawakan tiga lagu religi yang berjudul Di Atas Sajadah, Kota Santri, dan Keagungan Tuhan.

Setelah vakum sekitar enam tahun, Saskia mengaku untuk tampil di dunia musik, apalagi meluncurkan album-album baru, ia merasa seperti mulai lagi dari nol. ”Dulu kan aku masih kecil, jadi kayaknya gampang. Sekarang semuanya aku mesti terlibat langsung. Enggak gampang lho menembus pasar musik Indonesia,” paparnya.

Rossa Konser Nyanyi Di China

In Penyanyi on September 14, 2008 at 1:52 pm

 Baru sepekan lalu dapat penghargaan sebagai ”Penyanyi Paling Ngetop” di sebuah televisi di Jakarta, penyanyi asal Bandung, Rossa, kini sudah berada di Beijing, China.

”Baru sampai hari (Sabtu) ini. Sekarang lagi nonton kungfu,” tutur Oca—panggilan akrab Rossa. Berangkat berempat dengan rekan setimnya, Oca mengaku datang ke Beijing diundang oleh Kementerian China untuk tampil di Asian Nite Olympic Art bersama sejumlah penyanyi Asia lainnya. Sebuah ajang seni dalam rangkaian Olimpiade Beijing yang berakhir dua pekan silam.

Oca mengaku akan menyanyikan dua lagu, ”Pudar” dan lagu terlarisnya, ”Ayat-ayat Cinta”, di Asian Nite.

”Khusus refreinnya (’Ayat-ayat Cinta’), pakai bahasa China,” kata Rossa. Lho, memang fasih berbahasa China? ”Tidak juga. Saya minta seorang wartawan Indonesia yang kerja di Beijing untuk menerjemahkan liriknya,” tuturnya.

Wo ai ni, ni ai wo dong ya?

”He-he, sekalian belajar dikit-dikit bahasa China…,” kata Oca melalui pesan singkat SMS, Sabtu (13/9) malam.

Metallica Luncurkan Album Baru Berjudl Death Magnetic

In Penyanyi on September 13, 2008 at 6:10 pm

Meski personilnya sudah bisa dibilang tidak muda lagi, namun Grup Musik Metallica belum berhenti berkarya. Setelah absen selama lima tahun, grup musik heavy metal ini meluncurkan “Death Magnetic” yang tentunya akan menjadi magnet bagi penggemarnya. Album ini kembali menjadi momentum bagi personilnya untuk akur dan berkumpul.

Menurut produser Metallica Rick Rubin, album ini lebih spesial. “Kali ini lirik-liriknya bukan menulis ulang, tapi menulis dengan semangat,” ujar Rubin di New York Times

Album ini masih tidak lepas dari kegarangan aliran musik cadas seperti album sebelumya “St. Anger” dan “Load and Reload”. Sepanjang karirnya, Mettalica telah menikmati royalti dari 57 juta kopi yang terjual. Namun, album terakhir ini terlihat tidak meledak seperti album-abum sebelumnya yang selau ditunggu.

Dalam album ini, akan didengarkan solo gitar dari Kirk Hammet dan James Hetfield dalam lagu “Suicide & Redemption”. Jatuh bangunnya grup ini, seperti hubungan drumer Lars Ulrich dengan James Hetfield yang akhirnya menyadarkan mereka untuk menyewa ahli terapi.

Dalam sebuah ulasan majalah music, menyatakan bahwa “Death Magnetic” seperti Negara Rusia menginvasi Georgia, atau raksasa yang bangun dari tidur dan langsung menyerang.

Tohpati Ario Hutomo Luncurkan Album Baru Kelima

In Penyanyi on September 13, 2008 at 5:26 pm

Tohpati Ario Hutomo (36) bersama kelompoknya, SimakDialog, meluncurkan album baru. Ini merupakan album kelima setelah Lukisan, Baur, Trance/ Mission, dan Patahan. Album ini, tambahnya, belum diberi judul. Namun, ia mau memberi bocoran. Katanya, salah satu lagu dalam album ini berjudul ”Disapih”.

Pembuatan album ini berlangsung relatif lebih lama dibandingkan dengan album-album SimakDialog sebelumnya. Masalahnya? Pertama, karena para personelnya, Riza Arshad, Tohpati, Adhitya Pratama, Endang Ramdan, dan Erlan, masing-masing sibuk.

”Untuk album ini, kami lebih serius mengerjakannya. Hasilnya, album ini agak lebih enteng kalau dibandingkan dengan album kami sebelumnya. Tapi, ya, tetap pusing, ha-ha…,” kata Tohpati yang saat dihubungi, Jumat (12/9), sedang berada di Majalaya, Jawa Barat, tur bersama grup GIGI.

Dalam tur yang berlangsung hingga 7 Oktober di 13 kota di Jabar, cerita Tohpati, ia sempat terkena sakit mag. ”Gue memang langganan mag kalau pas puasa, he-he…. Gue harusnya justru lebih sehat karena setiap buka puasa dan makan sahur, pasti ketemu lalap dan ikan gurami,” katanya.

Rencananya, album SimakDialog itu akan diluncurkan pada konser mereka di Goethe Haus, 17 Oktober 2008. Esoknya, Tohpati terbang ke Yogyakarta, tampil dalam Konser UGM Jazz. Ia bersama grup Trisum diundang penggemar jazz sekaligus dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, yang juga Chief Economist BNI, Tony Prasetiantono (bukan Komisaris BNI, seperti ditulis Kompas,

Ebiet G Ade Luncurkan Album Religius Pada BUlan Ramadhan Berjudul Masih Ada Waktu

In Penyanyi on September 13, 2008 at 5:20 pm

Bukan latah mengikuti tren kalau penyanyi balada Ebiet G Ade (54) meluncurkan album religius pada bulan Ramadhan. Judulnya, Masih Ada Waktu. ”Kalau dicermati, banyak lagu saya yang religius, cuma enggak secara eksplisit menyebut kata Allah, misalnya, surga, atau neraka,” katanya beralasan.

Ia mencontohkan lagu Episode Cinta yang Hilang. ”Orang mengira itu lagu cinta. Padahal itu adalah pertanyaan, ke mana rasa cinta dan iman saya kepada Tuhan, kok sirna?”

Bagi Ebiet, religiositas itu luas pengertiannya. Orang mengumpulkan pahala tak cukup hanya dengan shalat, tapi juga menolong orang yang susah, misalnya.

”Senyum yang tulus atau berkata baik juga pahala,” sambungnya.

Soal isi album, Ebiet memasang 14 lagu, 13 di antaranya lagu lama dari album pertama pada 1979 sampai 2008. Dari 13 lagu itu, satu lagu, ”Masih Ada Waktu” (seperti judul album) diaransemen ulang Addie MS. Lagu barunya ”Izinkan Aku Reguk CintaMu”.

Kok tak diisi lagu baru semua?

”Lagu baru masih saya simpan. Saya realistis dengan kondisi industri musik sekarang. Daya beli konsumen turun. Dulu, album saya terjual 1 juta keping rasanya biasa, sekarang 25.000 susah. Ini semacam percobaan dulu.”

Ia yakin masih punya pasar. ”Setidaknya, saya bisa menunjukkan masih bekerja di industri ini,” ucapnya.

Jessica Simpson Salah Menyanyi Dalam Sebuah Siaran Langsung

In Penyanyi on September 12, 2008 at 6:13 pm

Jika pernah salah menyanyi di atas panggung, santai saja. Seorang Jessica Simpson pun pernah melakukannya, bahkan itu terjadi di televisi yang disiarkan langsung lewat acara Good Morning America (GMA).

Walau kesalahannya sepele, peristiwa kecil itu mendominasi pemberitaan dunia hiburan, terutama di halaman web hiburan. Berita itu juga menuai banyak diskusi di kalangan penggemarnya.

Saat menyanyikan lagu pertama ”Come on Over”, Simpson tampak lancar. Namun, pada lagu kedua, ”With You”, begitu masuk ke pembukaan langsung berhenti. Simpson menyalahkan kejadian itu pada kesalahan teknis.

”Tunggu! Saya tahu ini siaran langsung televisi, tetapi saya tak bisa mendengar apa pun. Ulangi lagi,” begitu pintanya kepada band pengiring.

Simpson mengulangi lagunya, tetapi hingga baris kedua masih terasa kehilangan kontrol.

Penyanyi pop kelahiran Abilene, Texas, Amerika Serikat, 10 Juli 1980, ini tampil di televisi untuk promosi album country-nya, Do You Know. Pengambilan gambar dilakukan di New York.

”Ini sebenarnya tempat yang begitu dekat dengan saya. Saya selalu menjadi gadis country sejak dulu. Jadi, saya merasa senang berada di panggung ini dan menjadi diri saya sendiri,” kata Simpson dalam GMA mengomentari tentang musik country.

Leighton Meester Kini Menjadi Penyanyi dan Pencipta Lagu Serta Membuat Album

In Pemain Film, Penyanyi on September 11, 2008 at 7:14 pm

Pemain film seri televisi Gossip Girl yang ditayangkan Trans7, Leighton Meester, akan mengembangkan ”sayapnya”. Ia tidak lagi hanya berakting, tetapi juga bakal tampil sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu.

Meester yang termasuk satu dari 100 wanita cantik di dunia tahun 2008 versi majalah People ini akan segera masuk studio rekaman. Ia akan melantunkan sendiri lagu-lagu ciptaan dia untuk album perdananya itu.

”Sebenarnya saya suka menyanyi. Tetapi memang baru sekarang rencana membuat album rekaman itu terwujud,” kata Meester.

Perempuan kelahiran Florida, Amerika Serikat, 9 April 1986, ini tidak mau sekadar menulis lagu dan menyanyikannya. Dia berniat akan turun tangan dalam proyek ini sepanjang menyangkut urusan kreatif.

”Saya merasa tertantang. Menyiapkan lagu, merekam, merilis, sampai mempromosikan album rekaman, ini sesuatu yang sangat berbeda dari akting di film. Dari awal hingga akhir, inilah (album rekaman) dirimu dan apa yang kamu kerjakan,” ujarnya bersemangat.

”Anda akan segera mendengar hasil karya (saya) ini. Rasanya menyenangkan bisa terlibat dalam proyek ini sejak awal sampai akhir,” kata Meester yang sempat bermain dalam serial CSI: Miami, House M.D. dan Numb3rs ini

Grup Lyla Terinspirasi Dengan Oasis dan Getol Membangun Sosial Networkingnya di MySpace dan Friendster

In Penyanyi on September 11, 2008 at 7:12 pm

Grup Lyla terus berupaya menggalang kekuatan penggemar. Selain lewat lagu, grup ini juga getol membangun jaringan pertemanan lewat laman web seperti Friendster dan MySpace.

”Yang mengelola web itu asli dari kami. Jadi kalau ada yang balas pesan di web, memang salah satu dari kami, bukan manajemen,” kata Indra Perdana, vokalis Lyla. Selain Indra, anggota lainnya adalah Fare Adinata (gitar), Dharma (kibor), Dennis Rizky (bas), dan Amec Jen Aris (drum).

Kamis (11/9), pukul 16.00, Lyla tampil di Kompas.com Music Corner. Selain Lyla, Gorga juga manggung dalam acara yang digelar di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, itu.

”Kami berusaha berkomunikasi dengan penggemar, bukan seperti hubungan artis-fans, tapi seperti komunitas teman biasa,” kata Indra.

Lyla terbentuk akhir 2007, namun cikal bakalnya sejak 2001, saat masih bernama Mahameru Band. ”Kami pendatang baru, tapi menawarkan sesuatu yang beda,” katanya.

Nama Lyla terinspirasi dari salah satu lagu Oasis. Band ini mengeluarkan album pertama, Yang Tak Terlupakan, di bawah label alfarecords, April 2008.

”Dari sisi musik, pengaruh Oasis tak dominan, Lyla lebih pop easy listening. Tapi kami memang penggemar Oasis,” kata Indra, runner-up Cilapop I 2005 ini.

Jennifer Lopez Siap Merangkak Untuk Sampai Ditujuan

In Pemain Film, Penyanyi on September 7, 2008 at 6:39 pm

Apa pun akan dilakukan Jennifer Lopez (39) untuk mencapai garis finis dalam lomba triatlon Nautica Malibu Triathlon pada 14 September.

“Kalau harus merangkak untuk mencapai garis finis, saya akan lakukan,” kata J.Lo, julukan penyanyi itu.

J.Lo kini tengah mempersiapkan diri mengikuti lomba yang bertujuan mengumpulkan dana untuk Children Hospital Los Angeles dan Pediatric Cancer Research Program di rumah sakit itu.

Biarpun baru melahirkan Max dan Emme bulan Februari lalu, J.Lo giat berlatih lari, bersepeda, dan berenang. Lomba itu akan terdiri atas berlari sejauh empat mil, bersepeda 18 mil, dan berenang di Samudra Pasifik sejauh 0,5 mil.

Untuk latihan lari, J.Lo yang dulunya pelari menggabungkan latihan jalan seperempat mil diikuti lari cepat.

Latihan bersepeda dilakukan selama 30-50 menit dengan intensitas berbeda. Sedangkan untuk menaklukan laut, dia berlatih di kolam renang sejauh 550 meter.

Setiap hari porsi latihan fisik penyanyi dan artis film ini adalah 45 menit hingga dua jam.

Dengan keseriusan seperti itu, tak heran J.Lo berani mengatakan bahwa dia akan sampai di garis finis meskipun harus dengan merangkak

Efek Rumah Kaca Ternyata Religius Juga

In Penyanyi on September 4, 2008 at 1:25 pm

Efek Rumah Kaca, ini nama band indie dari Kota Bandung yang antara lain membawakan lagu ”Cinta Melulu”. Lagu itu disebut-sebut sebagai kritik mereka terhadap umumnya lirik lagu pop yang dianggap mendayu-dayu.

Apa tak ingin membuat lirik lagu religius?

”Kami sudah cukup religius. Sebenarnya, apa pun yang membawa perubahan menuju sesuatu yang lebih baik bisa disebut religius,” ujar vokalis dan pemain gitar Efek Rumah Kaca, Cholil, seusai acara peluncuran seri terbaru produk ponsel di Bandung, akhir pekan lalu.

Mereka, misalnya, menulis lagu ”Di Udara” yang bercerita tentang kematian seorang aktivis hak asasi manusia.

”Lewat lagu itu kami ingin menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap perjuangan seseorang, seperti almarhum,” kata Cholil tentang Munir, aktivis yang telah tiada.

Pada album kedua nanti, Efek Rumah Kaca menulis lagu ”Mosi Tidak Percaya”. Kali ini mereka bercerita tentang yang terhormat anggota DPR yang menerima suap. Lagu baru lainnya adalah ”Hujan Jangan Marah” yang bercerita tentang bencana alam.

”Lagu ini seperti doa kepada Tuhan agar jangan ada lagi bencana di Indonesia,” kata Adrian, pemain bas Efek Rumah Kaca.

”Jadi, kami adalah band religius juga kan?” imbuh Akbar, pemain drum band ini.

Sherina Munaf Bahagia Berhenti Sekolah Dan Total Mengejar Karir Di Musik

In Penyanyi on September 4, 2008 at 1:23 pm

Setelah lulus dari British International School, Sherina Munaf (18) memilih menekuni musik secara total. Itulah mengapa penyanyi yang memulai karier sebagai penyanyi cilik pada 1999 ini menunda melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

”Aku memilih break dari sekolah. Sementara ini aku milih kerja dan menunda kuliah. Kalau aku nanti sukses, uang hasil kerjaku bisa dipakai buat sekolah,” katanya.

Tak ada batas waktu kapan Sherina yang pada 2007 merilis album dewasa pertamanya, Primadona, akan kembali sekolah. ”Waktunya fleksibel aja, yang jelas aku enggak pernah malas buat kuliah,” ujar gadis yang melejit lewat film Petualangan Sherina ini.

Proyek besarnya adalah penggarapan album baru yang akan dirilis setelah Lebaran. ”Ini album kedua setelah Primadona. Tapi, aku belum bisa cerita karena baru mulai. Materinya sih sudah ada. Semua lagu ciptaanku sendiri,” tuturnya.

Sherina juga terlibat penggarapan soundtrack film Laskar Pelangi yang diadopsi dari novel karya Andrea Hirata.

”Aku bikin satu lagu, Ku Bahagia, formatnya akustik. Inspirasinya dari buku dan emosi karakter utamanya. Semoga nanti aku bisa ke sana (Belitung) untuk shooting video klipnya. Kalau lihat fotonya, tempat itu bagus banget,” katanya berharap

Margie Segers Bukan Penyanyi Jazz Tetapi Blues

In Penyanyi on September 4, 2008 at 1:22 pm

Orang mengenal Margie Segers sebagai penyanyi jazz. Namun, sang penyanyi sendiri rupanya punya pandangan lain. Margie lebih suka disebut orang sebagai penyanyi blues.

”Saya bukan penyanyi jazz, saya ini penyanyi blues,” kata Margie seusai manggung dalam acara Jazz Charity Nite, akhir pekan lalu di Medan, Sumatera Utara.

Sebagian orang malah menyebut Margie sebagai ”The Lady of Jazz”. Rupanya sebutan The Lady of Jazz itu muncul pada salah satu judul albumnya bersama musisi Ireng Maulana.

Meski ia menolak gelar penyanyi jazz, penikmat jazz di Medan malam itu tak henti- henti memberikan apresiasi terhadap penampilannya. Tepuk tangan berkali-kali terdengar seusai ia bernyanyi.

Pada kesempatan ini Margie melantunkan beberapa lagu tanpa turun panggung. Meski usia tak lagi muda, staminanya tetap prima. Saat melantunkan lagu ”Semua Bisa Bilang”, ia bahkan mengajak penonton menyanyi bersama.

Saat ditanya soal usia, perempuan yang fasih berbahasa Belanda ini menolak memberikan jawaban.

”Soal umur, wah itu rahasia!” katanya.

Namun, rahasia itu sedikit terkuak. Musisi Idang Rasjidi mengatakan, usia Margie dua tahun lagi berkepala enam.

Sundari Soekotjo Berharap Banyak Pada Keroncong

In Penyanyi on September 2, 2008 at 3:47 pm

Kecintaan Sundari Soekotjo (43) terhadap keroncong memang tiada duanya. Buktinya, demi menghadiri kegiatan peluncuran Festival Keroncong Internasional atau International Keroncong Festival (IKF) di Kota Solo, Jawa Tengah, akhir pekan lalu, ia rela meninggalkan sejumlah acara di Jakarta.

”Kehadiran saya jauh-jauh dari Jakarta untuk memotivasi komunitas keroncong di Solo. Saya menggelar Konser Keroncong 2008 di Mangkunegaran dalam rangka mengangkat dan melestarikan musik keroncong,” ujar Sundari.

Dia berharap kegiatan IKF yang akan berlangsung awal Oktober 2008 berjalan lancar dan menjadi momentum menggugah hati generasi muda untuk menghargai keroncong.

”Mudah-mudahan IKF bisa membuka hati generasi muda untuk melestarikan keroncong. Keroncong sudah sampai ke luar negeri. Ini sungguh luar biasa. Masyarakat luar negeri menghargai musik keroncong, kenapa kita tidak?” paparnya.

Untuk menanamkan keroncong di hati generasi muda, ia mengusulkan agar sesering mungkin keroncong diperdengarkan kepada masyarakat, baik lewat radio maupun televisi.

Kata Sundari, Kota Solo pantas menjadi tuan rumah IKF karena di sini keroncong tetap eksis

Para Legenda Musik The Rollies, Koes Plus, dan God Bless Menggelar Konser Peduli Lingkungan Pada Indonesian Earth Festival 2008

In Penyanyi on Agustus 27, 2008 at 7:03 am

Global warming. Istilah itu begitu populer. Beberapa tahun terakhir, kampanye antipemanasan global gencar dikumandangkan. Kamis malam lalu, tema ini kembali menggema dalam konser Road to Indonesian Earth Festival 2008 di panggung live Rolling Stone Indonesia di Kemang, Jakarta Selatan.

Konser terbatas yang dipersiapkan oleh Glenn Fredly dan kawan-kawan itu menghadirkan para legenda musik, seperti The Rollies, Koes Plus, dan God Bless. Ini konser pemanasan buat Indonesian Earth Festival 2008, yang digelar pada November mendatang.

Acara dibuka dengan penampilan Efek Rumah Kaca; Zeke and the Popo, yang tampil ngerock; serta Lake Three, yang lebih santai dengan jazznya. Sedangkan Glenn hadir dengan kelompok barunya, Lake Three, yang seakan ingin menegaskan tema acara ini. Kekuatan rock, jazz, dan pop hadir dalam acara selama hampir empat jam itu.

Suasana mulai hangat saat lagu-lagu Bing Slamet disisipi dalam acara ini. Bing, yang selama ini dikenal sebagai pelawak, dikenalkan malam itu sebagai penyanyi dan penggubah lagu. “Bahkan lagu Terang Bulan menjadi lagu kebangsaan Malaysia (yang berjudul Negaraku),” ujar Denny Syakrie, kritikus musik Indonesia.

Lagu-lagu Bing, seperti Belaian Sayang, Nurlela, dan Payung Fantasi, berturut-turut ditampilkan Oppie Andaresta, Matthew Sayers, dan Ruth Sahanaya. Semua lagu Bing itu aslinya adalah lagu pop, tapi digubah dengan gaya jazz dan pop.

Malam itu, Bing diberi penghargaan khusus oleh Green Music Consortium. Ini adalah lembaga yang dibentuk Glenn dengan menggandeng beberapa pihak, seperti Andy F. Noya bersama Rolling Stone Indonesia, Rajawali Duta Perkasa, dan Adrie Subono, serta beberapa profesional lainnya.

Proyeknya ini, menurut Glenn, untuk menyatukan para musisi supaya tak cuma bicara soal royalti dan hak cipta. “Kami juga bisa ngomong soal sosial kok,” katanya. Salah satunya, ya, itu tadi, soal pemanasan global. Menurut dia, efek pemanasan global seharusnya sudah menjadi perhatian musisi juga, lantaran membuat golongan ekonomi yang bergantung pada alam semakin miskin.

Sayangnya, dalam acara itu, tidak banyak respons yang muncul dari hadirin yang memenuhi taman belakang kantor majalah franchise itu. Tayangan soal tanah sawah yang kering, hutan yang gundul, dan laut yang tak lagi memberi ikan tak banyak mendapat reaksi dari peserta, yang sebagian besar anak muda.

Hanya musiknya yang menyihir penonton, khususnya kala The Rollies mulai hadir dengan Bimbi sampai Kemarau. Entakan drum Jimmy Manopo, dan terompet Benny Likumahua masih memberi ciri khas rock ‘n roll para musisi gaek itu. Apalagi saat Koes Plus, yang sengaja disimpan Glenn untuk penampilan puncak, tampil. Sembilan lagu dinyanyikan Yok Koeswoyo, personel Koes Plus berusia 68 tahun.

Acara musik dengan tema lingkungan ini disiapkan Glenn hanya dua bulan dengan kru cuma 25 orang. Ia tak peduli walau tak banyak yang merespons isu pemanasan global yang disampaikannya dalam acara itu. “Nggak bisa disalahkan juga. Selama ini istilah itu kan masih bersifat teknis, orang mau (memberi) kontribusi apa?”

Buntut Gugat Cerai Maia Terhadap Ahmad Dhani Berakhir Dengan Sita Jamin Rumah Dan Studio Musik Dhani

In Penyanyi on Agustus 27, 2008 at 7:02 am

Rumah mewah dan studio milik Ahmad Dhani disita oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (27/8) ini. Namun, pentolan Dewa 19 ini menyatakan melawan keras penyitaan tersebut.

Eksekusi tersebut merupakan tindak lanjut dari dikabulkannya sita marital yang diajukan Maia Estianty oleh majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Selasa (19/8). Studio itu terletak di Jalan Pinang Mas III. Sedangkan rumah mewah di Jalan Pinang Mas VII Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Melalui kuasa hukumnya, bapak dari Al, El dan Dul, itu akan melalukan perlawanan keras yaitu dengan cara mengajukan permohonan batal penyitaan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. “Saya tak sekaya Bambang Trihadmodjo, pakai sita-sita segala, lagian juga apa yang mau disita,” tuturnya.

Derta Rahmanto, kuasa hukum Dhani, menyatakan kecewa terhadap putusan majelis hakim mengenai penyitaan tersebut, apalagi harta gono-gini yang diributkan tersebut telah diagunkan ke bank untuk modal dan membayar utang. “Seharusnya Maia itu jangan mempermasalahkan hartanya saja, tapi tanggung jawab juga terhadap utang-piutang saat berumah tangga sama mas Dhani,” tegasnya, Selasa (26/8).

SETELAH CERAI
Di tempat terpisah, Ria Irsyadi, kuasa hukum Maia, mengatakan jika pihak Dhani akan melalukan permohonan pembatalan sita marital, seharusnya dilakukan setelah putusan cerai dan mengajukan upaya banding. “Kalau memang harta bersama itu telah dijadikan jaminan oleh bank, itu tidak masalah.”

Iwan Fals Menjadi Artis Pertama Yang Mengelar Konser Musik Digital Lewat Teknologi 3G Telkomsel

In Penyanyi on Agustus 18, 2008 at 4:56 pm

Iwan Fals menjadi artis pertama yang menggelar konser musik yang disiarkan secara langsung oleh Telkomsel menggunakan teknologi 3 G.

“Sudah tradisi, setiap 17 Agustus kami bersama teman-teman OI (Orang Indonesia) mengadakan acara sekaligus merayakan ulang tahun OI,” kata Iwan kepada wartawan beberapa saat sebelum konser digelar.

Konser yang digelar di halaman belakang rumah musisi/penyanyi balada yang terkenal dengan lagu Bongkar tersebut di Desa Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat itu disiarkan secara langsung menggunakan teknologi Ponsel 3G.

HB Naveen dari PT Falcon Interactive selaku promotor, menyatakan bahwa pihaknya memaknai kata Merdeka sebagai kemajuan ke arah yang baik.

“Bagi kami Konser Merdeka Live 3G Iwan Fals ini merupakan pernikahan antara tradisi dan modernisasi,” katanya.

Konser Merdeka 3G Live 3G Iwan Fals didukung personil Kantata Takwa, kecuali Sawung Jabo yang berhalangan karena isterinya sedang sakit.

Sejak pukul 19.00 WIB, jalanan masuk ke rumah Iwan Fals sudah dipenuhi penggemar dan masyarakat sekitar. Lahan tanah kosong di sisi kiri dan kanan jalan disesaki kendaraan mobil dan motor yang parkir.

Halaman belakang rumah Iwan yang dijadikan tempat konser penuh diisi penonton, termasuk di balkon.

Sebagian penonton yang tidak bisa masuk terpaksa menonton di jalan depan rumah melalui layar besar yang disediakan penyelenggara.

Hanya halaman rumah yang tampaknya disediakan sebagai tempat jajanan saja yang kosong. Tempat ini memang dijaga oleh panitia dibantu aparat keamanan.

Meski demikian, konser berlangsung aman, dan Iwan Fals pun berhasil membawakan seluruh lagu yang dipersiapkan, mulai dari Di Ujung Abad, Siang Seberang Istana, Penari Jalanan, Perjalanan Waktu, hingga Bangunlah Putra Putri Pertiwi, Merdeka dan Hari Merdeka.

Konser Merdeka Live 3G ini pun mengakhiri untuk sementara kegiatan bulanan pertunjukan musik Iwan Fals di rumahnya.

“Ini bulan ke-9. Abis ini istirahat dulu karena sudah masuk Puasa dan mau Lebaran,” begitu dikatakan salah seorang anggota panitia.

Tak ada yang bisa menghancurkan jerih payah yang dibangun dari bawah, kecuali Dia.” Begitulah keyakinan seniman musik Iwan Fals (47) tentang arti kreativitas. Keyakinan itu juga ia maksudkan sebagai apresiasi terhadap Komunitas Kreatif Kandank Jurank di Kampung Sawah Baru, Ciputat, Tangerang.

Di batu prasasti yang menandai peresmian Museum Karta Pustaka di lingkungan Kandank Jurank, Minggu (17/8), Iwan membubuhkan untaian kata sarat makna itu tepat pada ulang tahun ke-63 kemerdekaan RI.

Ia merasa perlu mengingatkan, kreativitas merupakan bagian penting untuk menatap Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Katanya, apa yang dilakukan Dik Doank selaku pemangku Kandank Jurank adalah bagian dari masa depan Indonesia. ”Saya tidak kaget pada apa yang dilakukan Dik Doank. Dia punya banyak kebisaan, bisa main musik, melukis, dan hal-hal lain. Energinya luar biasa,” ujar Iwan yang membubuhkan tanda tangan dengan nama asli: V Listanto!

Mengapa Dik Doank minta Iwan yang meresmikan museum itu? Sebab, kata Dik, yang dikenal sebagai presenter olahraga, kalaupun minta menteri, misalnya, situasi saat ini sedang tak kondusif. Banyak yang bermasalah.

”Beda dengan Bang Iwan, karyanya memberi inspirasi bagi Indonesia yang lebih baik,” kata Dik

Dewi Yul Emoh Dan Tidak Mau Berpolitik Supaya Tidak Ada Dusta Diantara Kita

In Penyanyi on Agustus 18, 2008 at 4:51 pm

Ramai-ramai pergerakan artis yang merasa punya popularitas dan kapasitas terjun ke dunia politik membuat pemain film dan penyanyi Dewi Yull (48) tak habis pikir. Menurutnya, dunia politik dan dunia seni itu jauh berbeda. Ini membutuhkan penyesuaian lewat pendalaman.

”Popularitas bukan satu-satunya alat untuk seorang artis merasa diri mampu. Kemampuan itu terukur dari ilmu yang dipelajari, didalami, dan ditekuni bertahun-tahun,” ujar Dewi sesaat sebelum menghibur Presiden Yudhoyono dan tamu pada jamuan santap siang di Istana Negara, Jakarta, Minggu (17/8).

Belakangan Dewi sempat diisukan bunuh diri. Isu ini membuatnya kesal. Ia juga ditawari dan dilamar sejumlah partai politik untuk bergabung menjadi calon anggota legislatif.

”Semua tawaran dan lamaran itu saya tolak,” ujarnya.

Ia berkeras, menjadi politisi itu tak bisa instan atau ujuk-ujuk (tiba-tiba). Lagi pula, menjadi seniman lebih pas buat dia.

”Banyak politisi yang bersusah payah menjadi seniman dengan menyanyi. Kenapa kita, para seniman, justru lari ke politik? Rugi banget.”

Kali ini Dewi naik panggung dengan lagu terbaru ciptaan Yudhoyono, ”Untukmu Anak Manis”. Sambil bersiap, ia menitipkan judul lagu yang dipopulerkannya untuk para artis yang ingin menjadi politisi, ”Jangan ada dusta di antara kita.

Virnie Ismail Mendapat Kesempatan Ditata Rambutnya Oleh Andrew Barton

In Penyanyi on Agustus 16, 2008 at 3:06 pm

Siapa yang tak ingin rambutnya ditata Andrew Barton, penata rambut terkemuka dari Inggris? Virnie Ismail (29) mendapat kesempatan saat Andrew berkunjung ke Jakarta untuk memperkenalkan gaya rambut Do-It-Yourself yang khusus dikreasikan untuk rangkaian promosi produk Sunsilk.

”Kalau artis dunia seperti Madonna, Jennifer Aniston, Robbie Williams, Elle McPherson, Kate Moss, dan Cate Blanchett harus rela antre berbulan-bulan agar bisa ditata sang people hairdresser ini, tidak begitu dengan saya yang diberi kesempatan khusus,” ujar Virnie di Jakarta, Rabu (13/8).

Rambutnya yang bergelombang ditata Barton dengan gaya killer waves. Tatanan rambut ini membuat Virnie tampak beda. ”Beruntungnya lagi, gaya rambut ini sangat praktis dan mudah dipraktikkan sendiri di rumah. Jadi, saya tak usah repot lagi pergi ke salon,” ucap Virnie yang masih sibuk shooting acara Extravaganza ini.

Lalu, lanjut Virnie, ”Model gaya rambut itu dapat mengubah penampilan seseorang secara keseluruhan. Maka, penting memilih gaya yang sesuai dengan jenis rambut kita.”

”Teman-teman kan selalu bilang saya ini Miss Matching. Jadi, bukan cuma match dalam hal pakaian dan aksesori, tapi dalam hal rambut pun saya harus menunjang ke arah itu he-he-he…” tambahnya.

Kangen Band Sangat Percaya Diri dan Tidak Neko Neko

In Penyanyi on Agustus 15, 2008 at 6:32 pm

Percaya dengan karakter musik yang dimainkan menjadi semangat dari Kangen Band. Grup yang pada awal kemunculannya banyak dicap cengeng dan beberapa predikat lain yang tidak mengenakkan ini mengaku akan jalan terus.

”Kami ya begini-begini saja, tidak neko-neko dan tidak akan neko-neko. Sekarang ini kami suka memakai kostum kaus dan jaket kulit, dan (pakaian) itu juga kan yang dikenakan penonton?” ujar Andika, personel Kangen Band, di sela-sela acara A Mild Live Soundrenaline 2008 yang berlangsung di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta.

Kata Andika, band yang digawanginya bersama Doddy, Tama, Lim, Nory, dan Barry ini tak lagi menghiraukan pendapat mereka yang tidak suka dengan Kangen Band maupun musiknya. Alasannya, dalam bermusik akan selalu muncul dua kubu, yang suka dan yang tidak.

”Kalau orang bilang kami dan musik kami dengan konotasi jelek, ya biar saja. Masuk ke telinga kiri, keluar ke telinga kanan. Kami ya seperti ini,” kata Andika yang bersama Kangen Band populer lewat lagu ”Tentang Bintang” dan ”Selingkuh”.

Lebih penting main musik saja dengan senang. Perkara dianggap ndeso, enggak masalah. Toh, saat Kangen Band manggung, tetap saja para penonton remaja bersorak menyerukan nama grup ini, ”Kangen, kangen….”

Aksi Seru Panic At The Disco

In Penyanyi on Agustus 15, 2008 at 6:31 pm

Diangkatnya tanda seru di belakang kata panic untuk nama band asal Las Vegas, AS, Panic at The Disco (PATD) memunculkan pertanyaan buat penggemarnya. ”Kami sama sekali enggak menyangka kalau hal ini (tanda seru) menjadi pembicaraan,” jawab PATD lewat e-mail-nya, Kamis (14/8).

Grup yang diboyong JAVA Musikindo manggung di Tennis Indoor, Jakarta, pada 17 Agustus 2008 ini menjelaskan, pencabutan tanda seru sudah lama dipikirkan. Namun, buat mereka, hal itu bukanlah sesuatu yang penting.

”Karena terpikir kami lakukan begitu saja (menghilangkan tanda seru mulai Januari 2008),” tulis personel PATD, Brendon Urie (vokal), Ryan Ross (gitaris), Jon Walker (bas), dan Spencer Smith (drum). Jadilah penulisan nama PATD lebih praktis. Judul lagu-lagu yang panjang di album pertama, A Fever You Can’t Sweat Out (2005), juga jadi lebih pendek. ”Soalnya, pas kita bikin album kedua, Pretty Odd (2008), rasanya pengin serba ringkas, selain sebab enggak enak membaca judul-judul panjang di daftar lagu,” tulis pelantun lagu ”I Write Sins Not Tragedies” ini.

Dalam aksinya di Jakarta nanti, PATD tak menampilkan aksi teatrikal bertema sirkus. Alasannya, terlalu mahal bila PATD memboyong pula properti panggungnya. ”Kami ingin konsentrasi pada musik,” tulisnya.

Levi Gunardi Melakukan Ritual Diatas Piano

In Penyanyi on Agustus 13, 2008 at 1:51 pm

Bagi pianis Levi Gunardi, piano adalah sahabat, terutama ketika di panggung. Itu sebabnya ia kerap mengajak bicara piano yang akan dipakai dalam konser. Minimal sehari sebelumnya dia membelai dan bercakap-cakap dengan piano.

”Biasanya, saya bilang, tolong ya bekerja sama dengan saya. Berdua kita tampil bagus, bantu saya ya,” kata Levi ketika berkunjung ke Kantor Kompas Biro Jawa Tengah di Semarang, Senin (11/8), sebelum menuju RRI Semarang untuk konser ”Musikku untuk Bangsaku”.

Kebiasaan itu hanya satu dari beberapa ritual Levi sebelum manggung. Ritual lain adalah mengecek ritsleting celana. Pasalnya, pria kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1976, ini semasa masih kanak-kanak sering lupa melakukannya. Alhasil, beberapa foto semasa dia belia memamerkan Levi dengan ritsleting celana lupa ditutup.

”Dulu, kalau mau konser, semua disiapkan orangtua, termasuk pilihan baju. Nah, namanya anak kecil kan sering sekali bolak-balik ke kamar kecil. Waktu itu saya tidak memerhatikan bajunya sudah betul atau belum. Baru ketahuan setelah melihat foto, ha-ha-ha…,” ujar Levi yang belajar musik sejak usia lima tahun ini.

Pengalaman itulah yang membuat komposer lulusan Manhattan School of Music, Amerika Serikat, ini sangat peduli terhadap ”penampilannya”.

Ebiet G Ade Melunakan Sikapnya Dan Akhirnya Mau Menyanyi Untuk Resepsi Perkawinan

In Penyanyi on Agustus 13, 2008 at 1:50 pm

Sepuluh sampai 15 tahun silam, diberi honor berapa pun, penyanyi dan pencipta lagu Ebiet G Ade (54) tak akan tampil membawakan lagu balada dalam resepsi pernikahan. Namun, pekan lalu ”pakem” itu dia langgar saat menghadiri pesta pernikahan putri Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa di Makassar.

Untuk kedua mempelai, Ebiet melantunkan sejumlah lagunya yang populer pada 1980-an, antara lain ”Titip Rindu buat Ayah”, ”Elegi Esok Pagi”, dan ”Berita kepada Kawan”.

”Dulu, tahun 1980-an, lagu-lagu yang puitis rasanya kurang pas dibawakan pada acara seperti ini. Sekarang, pada usia setua ini, rasanya perlu kompromi,” ujarnya.

Bagaimana wujud kompromi itu?

”Saya pilih lagu yang intinya berisi pesan buat pengantin, seperti hidup terpisah dari ayah-bunda, serta lagu bertema cinta,” kata Ebiet.

Niat untuk membawakan lagu tercermin dari kesengajaannya membawa gitar dari Jakarta. Sampai-sampai, sang istri, Yayuk Sugianto, dan putra sulungnya, Abietyasakti, harus menjaga ”keselamatan” gitar itu di kabin pesawat terbang.

Padahal, pekan ini pesawat terbang dari dan ke Makassar sarat penumpang terkait pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional di kota ini yang diikuti 1.278 siswa se-Indonesia.

”Kalau (gitarnya) dibagasikan, takut hilang atau rusak,” katanya memberi alasan.

Erwin Gutawa Siap Memanen Rezeki Bulan Ramadhan

In Penyanyi on Agustus 11, 2008 at 1:36 pm

Dunia hiburan bersiap menyambut bulan Ramadhan. Salah satunya adalah penata musik Erwin Gutawa yang bersiap menggelar konser.

Erwin, digandeng Venusa Production, akan menggelar Konser Marhaban Ya Ramadhan ”The Spirit of Ramadhan”. Dalam konser yang rencananya digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, 9 September nanti, ia diduetkan dengan Jay Subyakto sebagai penata artistik.

”Saya ingin menunjukkan bahwa musik religius di Indonesia bisa dibawakan dengan banyak gaya dan cara,” ujar Erwin di Jakarta, akhir pekan lalu.

Musikus kelahiran Jakarta, 16 Mei 1962, ini bertanggung jawab ”menyatukan” berbagai gaya musik para artis yang tampil dalam konser, yakni Bimbo, Gigi, Ungu, Raihan, Opick, Sulis, serta putrinya sendiri, Gita Gutawa.

”Masing-masing musikus punya gaya yang membuat mereka hebat dan berhasil membawakan musik religi. Ciri khas mereka tak akan hilang dalam konser ini, tetapi saya harus memberi satu benang merah penampilan mereka,” kata mantan pemain bas grup Karimata ini.

Erwin juga akan menciptakan kesegaran baru dengan mendorong kolaborasi dan dialog musikal di antara para penampil. ”Kemungkinan ada kolaborasi Gigi dengan Raihan atau Ungu dengan Bimbo. Pasti seru!”

Ikke Nurjanah Mempromosikan Lagunya Secara Digital

In Penyanyi on Agustus 11, 2008 at 1:35 pm

Saat menelepon ke telepon seluler penyanyi dangdut Ikke Nurjanah (34) langsung terdengar nada sambung suara Ikke melantunkan lagu yang serasa belum pernah terdengar sebelumnya. Pas lagi enak-enaknya menikmati lagu baru itu, Ikke sudah mengangkat telepon.

Wah, Ikke punya lagu baru, ya?

”Iya, itu single terbaruku. Judulnya Sepi. Sekarang sudah mulai promo di radio-radio dan televisi, lho. Itu aslinya lagu pop dari band F Mayor, terus aku bikin versi dangdutnya.”

Berarti mau ngeluarin album baru juga?

”Enggak, aku cuma rilis dalam bentuk digital aja. Jadi cuma bisa dinikmati di radio atau TV dan dipasarkan dalam bentuk RBT (ring back tone/nada sambung). Mulai sekarang rencananya aku akan memasarkan laguku dengan cara seperti itu. Setiap tiga bulan akan rilis satu single secara digital. Nanti kalau sudah cukup banyak, baru dirangkum dalam satu album,” katanya.

Kalau ada penggemar yang ingin koleksi lagu itu, gimana?

”Kan bisa download di internet. Rencananya aku juga mau pasang video klipnya di YouTube.”

Oh, begitu. Dengar-dengar, kamu juga lagi pindah rumah, ya?

”Iya nih, lagi sibuk packing- packing. Aku dalam proses pindahan dari rumah Mama di Cibubur ke rumahku sendiri di Cipayung, di belakang TMII. Di Cibubur lama-lama gak kuat macetnya. Nantinya aku akan tinggal bareng anakku aja,” ujarnya.

Oh, jadi itu sebabnya nyanyi lagu Sepi? Karena mau pindah rumah baru sendirian?

”Ha-ha-ha, kok mesti nanyanya begitu, sih? Enggaklah, itu kebetulan aja!”

GIGI Akhirnya Menemukan Jalan Kebenaran

In Penyanyi on Agustus 11, 2008 at 1:34 pm

Mengulang sukses dua album religi sebelumnya, Raihlah Kemenangan dan Pintu Sorga, kelompok Gigi yang digawangi Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bass), dan Gusti Hendy (drum) akan mengeluarkan album religi ketiga, Jalan Kebenaran.

”Isinya delapan lagu, akan rilis akhir Agustus (2008),” ujar Dewa Budjana.

Berbeda dengan dua album sebelumnya yang berisi lagu-lagu lawas Bimbo dan Koes Plus, dengan aransemen ulang khas Gigi, kedelapan lagu dalam album ketiga ini semuanya diciptakan para personel Gigi.

”Nyiptain lagunya barengan. Prosesnya cuma dua minggu, setelah itu rekaman, terus mixing. Sekarang udah rampung,” katanya.

Jalan Kebenaran menjadi album pertama Gigi yang digarap secara independen karena kontrak Gigi dengan Sony-BMG telah berakhir.

Bagi Gigi, kembali menelurkan album religi tak sekadar meneruskan jejak Bimbo dan Koes Plus. Album religi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan toleransi antarpersonel Gigi.

Ia menegaskan, album religi yang diluncurkan Gigi di luar album lain tak akan mengganggu citra Gigi sebagai sebuah band.

”(Citranya) justru positif. Contohnya lagu 'Perdamaian’, sekarang malah menjadi lagu yang universal,” kata Budjana

Nugie Selalu Mendukung Istri Untuk Menyusui Anak

In Penyanyi on Agustus 9, 2008 at 4:33 pm

Sosok Nugie boleh terkesan cuek. Tapi jangan salah, ternyata ia sangat peduli dengan istri dan kepentingan anak semata wayangnya. Ditemui pada acara Obrolan Santai “Dukungan untuk Ibu Menyusui” di Senayan City, Sabtu (9/8), ia mengaku selalu memberikan dorongan kepada sang istri, Sinta. Terutama, saat Sinta memberikan ASI eksklusif.

“Saya selalu mendokumentasikan saat istri saya menyusui. Awalnya, istri saya nggak pede (percaya diri) tapi saya dorong terus, kamu pasti bisa,” kata Nugie. Selain itu, Nugie juga aktif mencari beragam informasi terkait kesehatan ibu dan bayi serta ASI. Info tersebut dikumpulkannya, sejak Sinta mengandung. “Waktu itukan pengalaman pertama punya anak, jadi ada kendala. Pas hamil, istri saya dan saya bener-bener baca buku, konsul ke dokter. Semuanya biar pas melahirkan dan melahirkan situasinya lebih kondusif, karena kita udah tau,” lanjutnya.

Keuntungan atau manfaat memberikan ASI pada anak, menurut Nugie, anak akan lebih kuat kekebalan tubuhnya. Ia melihat, anaknya tidak rentan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan anak temannya yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Nugie pun turut menandatangani kesepakatan Dukungan untuk Ibu Menyusui, dengan pesan, “ASI adalah hak setiap bayi, jadi berikanlah selalu”.

Sam Bimbo Terharu Melihat Karya Kartun

In Penyanyi on Agustus 9, 2008 at 4:30 pm

Personel kelompok Bimbo, Sam (66), terharu melihat karya-karya dalam pameran kartun ”Ekomunikasi: Pameran Kartun Juara” yang berlangsung 1-10 Agustus 2008 di Bandung. Rasa haru itu muncul karena tema pameran ini lingkungan, bidang yang dia akrabi.

”Sudah puluhan tahun saya tertarik persoalan lingkungan,” tuturnya.

Beberapa kartun yang menang di berbagai kontes internasional itu memang dengan jitu membidik persoalan lingkungan, bahkan paduan antara gagasan dan visualnya mencapai tahap ironi. Itu membuat orang gemas, merasa geli, sekaligus tercekam.

Keharuan Sam yang lain adalah tersedianya ruang bagi warga Bandung untuk menampilkan ekspresinya.

”Saya diberi tahu bahwa ruang ini memang dipersembahkan untuk kita semua. Kami, para pemusik, telah semakin sulit untuk tampil di televisi,” tutur Sam, yang meresmikan pameran tersebut.

Hadir dalam acara yang berlangsung di Grha Kompas-Gramedia, Jalan RE Martadinata, ini, beberapa seniman seperti Tisna Sanjaya, Herry Dim, Andar Manik, Haryadi Soeadi, T Sutanto, dan Priyanto.

Ruang serba guna ini sudah sering dimanfaatkan berbagai kelompok masyarakat Bandung untuk bertemu dan berdiskusi. Mereka juga bisa menampilkan lukisan, karya kartun, grafis, atau foto di sin

Jazz Rasa Zinnia Band Yang Dinikmati Sambil Melihat Bulan dan Bintang Di Langit

In Penyanyi on Agustus 8, 2008 at 2:40 pm
Menikmati musik jazz ditemani rembulan dan bintang-gemintang, Kamis (7/8) malam, di halaman Bentara Budaya Jakarta sungguh mengasyikkan, menggairahkan, dan harmoni. Apalagi tembang-tembang yang disuguhkan banyak bercerita tentang cinta. Sampai-sampai penonton minta tambah lagu.

Zinnia Band, semalam, memang tampil memukau. Selama dua jam enam menit, 23 lagu berhasil dibawakan dengan nuansa yang beragam. ”Yang ditampilkan Zinnia adalah musik simple dan light jazzy,” kata Aries, vokalis bersuara tenor.

Diawali lagu Route 66, We’re in This Love Together, dilanjutkan So Dance Samba, dan soundtrack film My Love Things, Zinnia Band yang berkekuatan empat vokalis itu; Aries (tenor), Giovanni (bariton), Shinta (sopran), dan Sarma (alto), tampil sangat harmoni. Berpadu dengan permainan piano oleh Nanin, bas oleh Steven, dan penabuh drum Shandy. Tak salah bila mereka sering menyebutnya dengan The Jazzy Vocal Harmony.

”Sangat jarang suatu grup musik jazz dengan empat orang vokalis. Apalagi, masing-masing vokalis mempunyai karakter suara yang khas dan berbeda satu sama lain, tetapi dalam membawakan satu lagu, tampil harmoni dan memukau. Zinnia Band, oke banget,” komentar seorang penonton.

Di antara 23 lagu yang disuguhkan, juga ada lagu-lagu Indonesia, seperti Di Dadaku Ada Kamu, Selalu Denganmu, Aku Ini Punya Sapa, dan Masa Kecil. Penampilan ditutup dengan lagu Spain dengan sentuhan samba. Sejumlah lagu, kata Sarma, ditampilkan versi Zinnia Band, seperti Selalu Denganmu dan Georgy Porgy. Luar biasa.

Kelompok musik jazz yang terbentuk 5 Mei 2005 ini selain masih berusia muda, tujuh anggotanya juga muda-muda. Meski demikian, mereka sudah tampil di banyak kesempatan dan sudah tak terhitung kali tampil. Antara lain tampil di Globe Asia Gathering, 31 Hours Non-Stop Jazzy, International Java Jazz Festival, dan Jak Jazz Festival.

Semalam, juga ada Anang— penonton penyuka musik jazz, yang ikut tampil dengan gitarnya—bergabung dengan Zinnia Band, untuk dua lagu, Love dan Girl Iparema. ”Kami senang dan bangga bisa tampil menyapa penonton tercinta di BBJ,” tukas Aries.

Trie Utami Menikmati Peran Sebagai Juri Dalam Kontes Dangdut Indonesia KDI

In Pembawa Acara, Penyanyi on Agustus 8, 2008 at 2:04 pm
Lama tak tampil menyanyi di layar kaca, Trie Utami (40) makin menikmati perannya sebagai juri Kontes Dangdut TPI (KDI). Trie Utami yang dulu dikenal sebagai vokalis Krakatau itu, kini lebih banyak berperan sebagai pembimbing calon-calon penyanyi yang akan meramaikan industri musik dangdut Tanah Air.

”Mungkin memang harus ada yang ambil peran itu. Sekarang aku lebih banyak duduk jadi pendamping anak-anak muda. Tentu untuk memilih yang terbaik,” kata penyanyi yang akrab dipanggil Iie ini.

Dia percaya, dari sekian banyak calon penyanyi yang mengikuti ajang KDI, ada bibit bagus yang layak jadi penyanyi. ”Yang bagus-bagus inilah yang harus didampingi supaya lebih terarah,” kata pencetak hit ”Kau Datang” ini.

Selain mendampingi calon-calon penyanyi, Iie juga laris diundang ke sejumlah tempat. ”Acara-acara off-air masih banyak. Satu bulan enam-delapan kali aku manggung,” kata Iie.

Sayang, waktu ditanya kapan reuni dengan Krakatau, Iie menjawab belum tahu. ”Soalnya yang satu udah ke mana, yang lainnya ke mana. Kalau ada yang mau ngumpulin sih oke-oke aja,” kata Iie yang juga tergabung dalam kelompok Rumpies bersama penyanyi Vina Panduwinata, Atiek CB, dan Malyda.

Sundari Soekotjo Menjadi Penyanyi Keroncong Konser Keroncong 2008

In Penyanyi on Agustus 8, 2008 at 2:02 pm
Hasrat penyanyi keroncong Sundari Soekotjo (43) menggelar konser keroncong kesampaian juga. Ia menjadi ketua panitia sekaligus penyanyi dalam Konser Keroncong 2008, Sabtu (9/8) besok, di Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Jawa Tengah.

Niat membikin konser ini, kata dia, untuk mengumpulkan komunitas keroncong yang tersebar di beberapa kota. ”Undangan hanya 750 orang dan tidak komersial. Tapi, kami menyediakan layar besar untuk masyarakat yang ingin menyaksikan,” katanya.

Sundari menuturkan, komunitas pencinta keroncong itu banyak dan sporadis, tak saling mengenal. ”Saya ingin menyatukan mereka. Saya senang, banyak teman dan sahabat membantu mewujudkan konser ini,” ujarnya.

Selain Sundari, penyanyi yang tampil adalah Titiek Puspa, Iwa K, Toto Salmon, grup Cong Rock Semarang, serta Intan Soekotjo. Iringan musiknya Purwacaraka Band.

”Ini keroncong dengan warna lain. Misalnya, lagu Iwa K, ’Bebas’, bisa jadi keroncong. Lalu, Titiek Puspa nyanyi ’Romo Ono Maling’ diselingi rap dari Iwa K,” ujar Sundari.

Keroncong jika dikemas dengan warna lain barangkali tak lagi terkesan monoton. ”Siapa tahu ada yang melirik (keroncong),” kata Sundari yang bersiap meluncurkan album baru yang diproduseri sendiri, Dalam Kerinduan.

band Ungu Mengeluarkan Album Ramadhan

In Penyanyi on Agustus 8, 2008 at 2:02 pm
Menyambut Ramadhan tahun ini, band Ungu kembali meluncurkan album religi bertajuk aku dan TUHANKU. Album religi Ungu yang ketiga ini berisi lima lagu yang diaransemen oleh kelima personel Ungu, yakni Pasya (vokalis), Makki (basis), Enda (gitar), Onci (gitar), dan Rowman (drum). Album ini rencananya diluncurkan akhir Agustus 2008.

Makki O Parikesit, Selasa (5/8) di Jakarta, mengatakan, peluncuran album Ramadhan menjadi tradisi bagi Ungu.

”Banyak yang bilang, album religi menarik dari segi bisnis. Tapi sebenarnya, dari segi musik, ini menjadi wacana lain di luar lagu pop yang kita tawarkan,” papar Makki.

Belajar dari pengalaman lalu, saat album Ramadhan pertama yang berjudul Surgamu sempat ”dikritik” seorang santri asal Madiun, Jawa Timur, kali ini Ungu lebih hati-hati.

”Di album Surgamu kami sempat diingatkan agar lebih hati-hati melafalkan ayat-ayat yang dikutip karena kalau salah, artinya menjadi beda. Jadi biar aman, di album ini kami pakai bahasa Indonesia saja,” kata Makki.

Satu hal yang membahagiakan personel Ungu adalah ketika mereka manggung membawakan lagu-lagu religi. ”Pas para penonton ikutan nyanyi, rasanya seperti berdoa bersama,” kata Makki menambahkan.

Elmo Band Tetap Beraliran Pop Akustik

In Penyanyi on Agustus 7, 2008 at 1:24 pm
Bagi yang pernah mengikuti ajang pencarian bakat band yang ditayangkan TV7 (sekarang Trans7), The Dreamband, pasti ingat salah satu band yang tampil, yakni ELMO. Pada The Dreamband 3, ELMO (Easy Listening Music Only) menjadi juara III.

”Kami baru meluncurkan album baru, Hanya Satu Cinta,” kata Webi Aidisasma Anra (Webi), sang vokalis.

Lagu yang dijagokan dalam album ini berjudul Mampu Bertahan. Lirik dan musik lagunya diramu agar mudah diterima ”kuping” banyak orang dan memenuhi kriteria genre musik yang diusung ELMO, pop akustik.

Bersama Edward Faisal atau E-ed (gitar akustik), Malkano Putranda Dintha atau Kano (gitar elektrik), Aang Nuril Anwar atau A-ang (bas), dan Ade Irwan Aryanto atau Abeks (drum), mereka akan tampil di Kompas.com Music Corner yang digelar hari ini, Kamis (7/8), pukul 16.00-18.00, di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta. Selain ELMO juga akan tampil grup Everybody Love Irene.

”Kami memang dikenal karena Dreamband 3, tapi lambat laun penggemar kami semakin kenal ELMO dari musiknya,” papar Webi.

Webi berharap kemampuan meramu lirik yang gampang diingat dan konsep pop akustik yang menggabungkan kekuatan gitar akustik dan gitar elektrik ELMO bisa makin diterima penggemarnya

Steven & Coconut Treez Manggung di Tokyo

In Penyanyi on Agustus 7, 2008 at 1:22 pm
Kelompok musik reggae, Steven & Coconut Treez, bertolak ke Tokyo, Jepang, Kamis (7/8) ini. Mereka manggung di Meguro Persimmon Hall, gedung pertunjukan dengan kapasitas 1.200 kursi.

Kelompok berawak Steven (vokal), A Ray (gitar), Teguh (gitar), Rival (bas) Iwan (drum), dan Aci (drum) ini diundang komunitas Indonesia di Jepang bermitra dengan KDDI, operator seluler di Jepang.

Pertunjukan dengan tiket seharga 3.000 yen dan 4.000 yen (Rp 250.000-Rp 325.000) ini digelar untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-63 sekaligus mempererat persahabatan Indonesia-Jepang.

Steven dan kawan-kawan bangga tampil di negara yang komunitas reggaenya kuat. ”Kami mempersiapkan 15 sampai 20 lagu untuk tampil sekitar satu jam,” kata Steven.

Lagu yang akan mereka nyanyikan antara lain ”Welcome to My Paradise”, ”Tersenyum Lagi”, ”Serenada”, dan ”Bebas Merdeka”.

”Kami juga akan membawakan lagu dari album ketiga,” kata A Ray.

Single di album teranyar mereka, Burning with My Fire, produksi 267 (Relasi) Studio, sudah diputar di sejumlah radio. ”Kami juga akan menyanyikannya di Tokyo,” ujar Rival.

Menyanyikan lagu dari Bob Marley juga?

”Oh ya pasti, mungkin satu lagu,” jawab Steven tanpa menyebutkan judul lagunya

Ketika Selebriti Berpolitik Kosong Sambil Cari Uang

In Pemain Film, Pemain Sinetron, Penyanyi on Agustus 7, 2008 at 1:22 pm
Makin hari makin banyak artis yang diajak maju di beberapa pilkada dan pemilu legislatif sampai-sampai nama suatu partai dipelesetkan menjadi Partai Artis Nasional. Salah artisnyakah atau salah politisi?

Di Amerika Serikat kebetulan kubu Partai Republik baru saja melancarkan kampanye hitam yang menyamakan calon presiden Partai Demokrat, Barack Obama, dengan selebriti Paris Hilton dan Britney Spears, yang dipungkas dengan pertanyaan sinis ”Is He Ready to Lead?” Iklan Partai Republik berikutnya tak kalah sadisnya, menyamakan pidato Obama yang bergelora dengan seruan Nabi Musa yang diperankan oleh Charlton Heston dalam film The Ten Commandments.

Dalam ilmu komunikasi politik, sesungguhnya definisi selebriti politik adalah tokoh mana pun (baik politisi, artis, maupun hanya orang biasa) yang mampu menyita ruang-ruang media massa—khususnya televisi—dalam perbuatan atau pernyataan yang memiliki akibat politik, khususnya terhadap kebijakan publik. Nah, fenomena itu hanya seperempat bagian dari definisi tersebut. Tiga perempat bagian lain ialah selebriti karena nama klan politik, politisi yang sedang tertimpa kasus negatif, dan siapa pun yang setia memperjuangkan kebijakan publik tertentu (khususnya jika ia mampu melakukan dengan ”politik selebritis”, istilah ini membutuhkan pembahasan terpisah).

Aroma negatif

Seseorang yang terlahir dengan nama belakang Kennedy di Amerika, atau Soeharto dan Soekarno di Indonesia, atau nama klan lainnya akan selalu diwarnai oleh haru biru selebriti politik. Kadangkala tercampur sedemikian rupa antara sisi kehidupan pribadi mereka dan soal akibat politik riil tadi.

Kalau kita mau fokus hanya pada wilayah komunikasi politik, persoalannya terutama apakah pemerintah sungguh- sungguh memberlakukan hukum yang sama (atau sebaliknya diistimewakan) ketika mereka tertimpa suatu kasus. Apakah mereka diperlakukan sama dengan kandidat lain ketika maju dalam pemilu legislatif? Jangan-jangan yang terjadi: sudahlah tak pernah diadili secara tuntas, mereka bahkan berani membuat berbagai partai dan maju dalam pemilu!

Kategori politisi yang mendadak menjadi selebriti karena tertimpa kasus negatif tidak sulit kita rasakan dewasa ini. Khususnya, saat sebagian dari mereka tertangkap tangan oleh KPK atau ketika namanya mulai disebut-sebut ikut menerima dana di persidangan. Sebelum kasus tertentu, nama seorang politikus mungkin jarang termuat di berbagai media! Jadi, kedua kategori selebriti politik ini umumnya cenderung beraroma negatif. Namun, beberapa klan politik dapat pula hidup lumayan elegan serta sikap politiknya tetap ditunggu media, misalnya ketika salah satu anggota klan Kennedy memutuskan mendukung Obama, bukan Hillary!

Lebih diuntungkan 2009

Kategori siapa pun yang setia memperjuangkan kebijakan publik tertentu (dan dengan itu mendapat banyak sorotan media) sebagai selebriti politik adalah definisi yang paling bermanfaat. Yuddy Chrisnandi akan bisa terus berkibar sebagai selebriti politik kalau ia konsisten maju tak gentar menuntut kejelasan tugas, wewenang, kerangka waktu, serta proyeksi pencapaian Panitia Hak Angket (BBM) DPR. Lalu, dari situ baru ia secara paralel menyatakan kesungguhannya untuk menjadi presiden pada Pemilu 2009 ini. Fadjroel Rachman pun demikian. Kalau ia bisa terus, tidak hanya pada aras tekad, tetapi tampil dengan rincian berapa yang akan dituntut dari renegosiasi atau bahkan nasionalisasi tambang-tambang yang merugikan Ibu Pertiwi, maka ia dapat segera kita beri gelar (bernuansa selebriti politik) sebagai ”Chaves Indonesia” atau ”Morales from Bandung/ITB”.

Di banyak negara yang lebih maju proses demokrasinya, kategori selebriti masuk politik sudah sangat banyak diwarnai dengan kategori kesetiaan memperjuangkan kebijakan publik tertentu. Bahkan, sampai berbuat sesuatu ke aras global (lihat Celebrity Diplomacy, Cooper, 2007 atau juga West, 2007). Arnold tidak meloncat begitu saja ke kursi gubernur, selain kontribusi bagi partai, banyak kerja politiknya untuk semacam komisi kesehatan negara. Silakan sebut deretan panjang nama George Harrison, Bob Dylan, Ringo Starr, Billy Preston, Paul Newman, Tonny Randall, Myrna Loy, Leonard Nimoy, John Wayne, Sammy Davis, Jr., sampai Michael J Fox, Mia Farrow, dan Angelina Jolie. Mereka ada yang memang mengejar kursi, seperti Schwarzenegger dan Reagan, tetapi ada juga yang langsung bisa kita sebutkan dedikasi tertentu begitu mendengar namanya (misal: Angelina Jolie soal kelaparan dunia dan adopsi anak, Mia Farrow soal genosida massal).

Pertanyaan bangsa ini sekarang tentu saja berujung pada: apa yang sudah dibuat oleh artis-artis kita secara konsisten dalam konteks kebijakan publik? Pastilah ada juga artis kita yang memiliki kerja politik dan kepedulian yang signifikan pada isu tertentu walau jumlahnya masih segelintir (saya harus menyebut Nurul Arifin, Rieke Dyah Pitaloka, Wanda Hamidah, Dede Yusuf, dan Olga Lidya).

Namun, memang harus diakui, untuk Pemilu 2009 artis-artis akan jauh lebih diuntungkan daripada politisi biasa. West mencatat, politisi biasa tampil sangat perkasa pada awal tahun 1950-an ketika dua pertiga rakyat Amerika percaya kepada pemerintah; sebaliknya selebriti mulai tampil lebih berjaya justru ketika dua pertiga rakyat sedang tidak percaya kepada pemerintah.

Atau dalam bahasa gampangnya: jika politisi tidak mampu memerintah dengan baik, entah itu pada cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif, berarti tidak ada capability barrier bagi artis untuk memasuki ranah Gedung DPR/DPRD, kantor walikota, bupati, dan gubenur! Jika (maaf, andaikan) nantinya sama-sama berjanji kosong dan berprestasi kosong, masih mendinglah publik memilih Wulan Guritno atau Saiful Jamil karena kalau tampil di depan publik mereka kan lebih muda, lebih memikat, bahkan bisa mengajak rakyat dangdutan pula! Namun, kalau rombongan Saiful Jamil mencoba menantang Rustriningsih, saya yakin mereka akan pontang-panting!

Effendi Gazali Koordinator Program Master Komunikasi Politik UI

Aming Menangis Tersedu Sedu Setelah Itu Tertawa Terbahak Bahak

In Pemain Sinetron, Pembawa Acara, Penyanyi, Sosialita on Agustus 6, 2008 at 3:37 pm
Dua film terbaru yang dibintangi Aming (28), Gara-Gara Bola dan Doa yang Mengancam, akan diputar di bioskop dalam waktu yang hampir bersamaan.

”Pokoknya (kedua film tersebut) diputar setelah Lebaran,” ujarnya.

Aming rupanya lebih tertarik membahas tentang perannya dalam Doa yang Mengancam. Katanya, perannya dalam film itu sama sekali enggak ada lucu-lucunya dan ”menyeramkan”.

”Di sini peranku sebagai sosok tipikal kaum marjinal. Shooting-nya menguras energi, emosi, dan mental,” ujar bintang acara Extravaganza di Trans TV ini.

”Bayangkan, ada adegan aku berdiri di puncak gedung, terus aku harus melihat ke bawah sambil melempar-lempar duit. Gila kan?” lanjut Aming.

Lalu, sewaktu shooting di Karawang, Jawa Barat, dari matahari terbit sampai tenggelam, ia harus melakoni adegan berlari-lari sampai terjatuh-jatuh di alang-alang.

”Aku sampai enggak tidur,” cerita Aming.

Ia masih menyambung lagi dengan bersemangat, ”Di pasar aku panggul karung beras. Lalu, aku berjalan di rel kereta bertelanjang kaki. Adegannya memang menangis sepanjang waktu. Aku sampai benar-benar nangis karena capai lahir batin. Eh, begitu mau take, ambil gambar untuk adegan aku harus menangis malah air mataku sudah kering ha-ha-ha…”

Aktor Kevin Costner Malah Menjadi Pemain Musik

In Pemain Film, Penyanyi on Agustus 6, 2008 at 3:35 pm
Aktor Kevin Costner (53) menolak membintangi sekuel Dances With Wolves, film yang dibintanginya pada 1990. Film ini meraih tujuh penghargaan Oscar, di antaranya untuk sutradara (Kevin Costner) dan film terbaik.

Majalah Hollywood Gossips menyebutkan, produser ingin membawa karakter yang dimainkan Costner sebagai Lt John J Dunbar kembali ke layar lebar. Namun, ia bersikeras tidak ingin terlibat dalam penggarapan sekuel itu.

”Saya memang mendengar rencana itu, tapi tak tertarik. Saya tak ingin terlibat sebagai apa pun dalam sekuel itu,” katanya kepada Moviefone.

Rupanya Costner tengah sibuk dengan rencana tur keliling AS berkaitan dengan rilis album barunya bersama kelompok musik Modern West, Oktober nanti. Ia salah satu anggota grup itu. Costner tampaknya ingin membuktikan kemampuan bermusiknya.

”Perlu kerja keras dalam setiap bidang yang kita tekuni. Saya sangat menikmati menulis lagu dan bermain musik. Namun, bila ini (bermain gitar dan bernyanyi) sudah tidak menyenangkan, dengan senang hati saya akan kembali bermain gitar dan menyanyi di ruang tamu saja,” kata pemain film The Bodyguard dan Tin Cup ini.

Penyanyi Rossa Menjadi Produser Film

In Pemain Film, Penyanyi on Agustus 6, 2008 at 3:34 pm
Penyanyi Rossa (30) menjajal kemampuannya sebagai produser. Proyek pertamanya adalah memproduseri single Ivan Gunawan, sahabatnya.

”Dari dulu aku pengin bikinin dia album. Namun, kalau bikin album tanggung jawabnya besar. Belum lagi materinya susah. Akhirnya single dulu saja,” kata penyanyi lagu ”Nada-Nada Cinta” ini.

Single Ivan berjudul ”Ijah Jangan Gitu Dong” akan diperkenalkan kepada publik mulai Rabu (6/8). ”Ivan itu sebenarnya bisa nyanyi, cuma kurang percaya diri. Lewat proyek ini aku sekaligus pengin nunjukin kalau persahabatan bisa menguntungkan,” kata Rossa sambil tertawa.

Selain sibuk menjadi produser, Rossa juga tengah menyelesaikan proyek album Ramadhan yang dikerjakan keroyokan dengan artis lain. Masih ada lagi satu proyek yang membuat Rossa bersemangat, yakni konser tunggal pertamanya yang akan digelar pada November 2008.

”Aku kan belum pernah bikin konser tunggal. Aku mau buat karena teman-teman memberi dukungan supaya aku buat tahun ini. Sebab, kalau tahun depan harus bersaing dengan pemilu,” kata Rossa yang kembali melejit lewat soundtrack film Ayat-Ayat Cinta.

Untuk konser tunggalnya itu Rossa menggandeng Jay Soebijakto dan Erwin Gutawa untuk membantunya.

Menonton Alicia Keys Khusus Untuk Penikmat Musik Yang Menghargai Kualitas

In Penyanyi on Agustus 3, 2008 at 1:25 pm
Seusai tampil di perayaan 50 tahun Grammy Awards di Los Angeles, AS, 10 Februari lalu, penyanyi Alicia Keys disebut-sebut harian Los Angeles Times telah sah menempati posisi primadona pop yang dulu pernah diisi penyanyi Whitney Houston dan Mariah Carey.

Kualitas vokal prima dipadu dengan pribadi yang anggun dan berkarisma saat tampil di panggung adalah ciri primadona itu. Di Jakarta, Alicia membuktikan dia memang layak di posisi itu.

Pentasnya di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta, hari Kamis (31/7), sempat menjadi berita dunia terkait dengan dicabutnya seluruh bentuk promosi yang mencantumkan merek rokok. Sebelumnya, konser itu disponsori A Mild, produk rokok dari PT HM Sampoerna Tbk, yang sebagian besar sahamnya dimiliki Philip Morris International.

Mengetahui konser artis sekaliber Alicia Keys disponsori rokok, sebuah LSM internasional yang bergerak dalam kampanye antirokok, Tobacco Free Kids, mengirimkan surat kepada Alicia dan kantor pusat Philip Morris. Mereka mendesak Alicia untuk menolak segala bentuk sponsor dari rokok karena dikhawatirkan akan mempromosikan rokok kepada anak di bawah umur (mayoritas penggemar Alicia adalah remaja).

Alhasil, seluruh baliho, reklame, selebaran, tiket, hingga kartu identitas untuk panitia dan wartawan bersih sama sekali dari atribut rokok. ”PT HM Sampoerna Tbk memutuskan tak memakai produk kami (A Mild) dalam promosi penyelenggaraan event tersebut. Namun, komitmen kami kepada penyelenggara untuk dapat terlaksananya konser ini akan tetap kami penuhi sesuai kesepakatan sebelumnya,” demikian pernyataan resmi Director Corporate Affairs PT HM Sampoerna Tbk Yos Adiguna Ginting.

Kejadian ini dilema yang harus dihadapi dunia hiburan dan bisnis pertunjukan di Indonesia. Hampir semua hajatan konser musik di negeri ini, baik yang melibatkan artis lokal maupun internasional, disponsori perusahaan rokok.

Sebagai catatan, negara-negara maju sudah sejak lama menerapkan larangan terhadap produk rokok untuk menjadi sponsor acara-acara hiburan maupun olahraga.

Penantian

Kembali ke konser, jadilah kawasan Plenary Hall JCC malam itu bersih dari segala bentuk tulisan ataupun atribut yang bisa diasosiasikan dengan produk rokok. Sempat tebersit kekhawatiran kejadian tersebut akan mengganggu jalannya konser. Apalagi hingga 90 menit dari jadwal pertunjukan pukul 20.00, penyanyi kelahiran Manhattan, New York, 25 Januari 1981, itu belum juga muncul di panggung.

Baru pada pukul 21.30 para pemain band pengiring bermunculan di atas panggung, memicu sorak-sorai sekitar 3.000 penonton yang mulai gelisah.

Sambutan penonton pun makin bergemuruh saat intro lagu pembuka, ”Go Ahead”, dimainkan dan terdengar suara Alicia yang masih berada di belakang panggung. Lalu muncullah pemenang 11 penghargaan Grammy Awards dan 17 Billboard Music Awards ini di pentas. Tuntaslah sudah penantian panjang publik Indonesia untuk melihat langsung penampilan The Princess of Soul (melengkapi mendiang James Brown sebagai The King of Soul dan Aretha Franklin sebagai The Queen of Soul) ini.

Bersahaja

Alicia tampil sangat sederhana, berbeda dengan umumnya penampilan artis R&B atau soul dari AS yang biasanya tampil serba gemerlap. Alicia memang membawa rombongan besar (36 orang, termasuk 7 musisi dan 3 vokal latar), tetapi tetap tak seheboh artis R&B lain.

”Alicia sengaja tampil dengan format festival, tanpa dancers yang biasanya menyertai saat show di AS. Ia ingin kembali ke bentuk awal dulu saat ia baru mulai dikenal dunia,” ujar Rinny Noor dari RN Productions, promotor konser ini.

Panggungnya sangat minimalis. Hanya ada dua layar kain sederhana di belakang panggung tanpa backdrop, dan sederetan instrumen musik. Alicia pun tampil bersahaja. Ia mengenakan celana panjang hitam dipadu dengan atasan u can see merah mengembang. Rambut hitamnya cukup dikuncir ekor kuda. Dia sama sekali tak berganti baju selama hampir dua jam pertunjukan.

Totalitas

Akan tetapi, suasana serba minimalis itu justru menampilkan kualitas Alicia yang sesungguhnya. Pembawaannya yang ramah dan kalem saat menyapa penonton dikompensasi dengan teknik dan olah vokal yang total. Ia pun tak ragu memeragakan headbang, memutar rambut panjangnya seperti fans heavy metal sambil mengeluarkan suara yang bening dan menjelajah jangkauan yang sangat luas.

Alicia tak cuma piawai dalam olah vokal, tetapi juga memamerkan penguasaan instrumen musik yang mumpuni. ”Is it okay kalau saya sekarang duduk dan main piano saya?” sapanya sebelum duduk di grand piano hitam beralaskan permadani, mulai memainkan nada-nada awal ”Karma” yang menjadi lagu kelimanya malam itu.

Virtuositas dan totalitas penampilan seorang penyanyi sebagai seniman musik seperti inilah yang jarang kita temui di lingkup penyanyi lokal. Jangankan menguasai alat musik secara mumpuni, teknik olah vokal pun tak pernah dikembangkan, sekalipun sudah menyandang gelar ”diva”.

Alicia pun berpindah-pindah memainkan keyboard dan organ di bagian depan panggung. Namun, setiap kali Alicia duduk di grand piano-lah yang membuat hati penonton berdebar-debar, menunggu penyanyi tersebut memainkan hit terpopulernya, ”If I Ain’t Got You”, yang ternyata tak dimainkan sampai bagian penutup konser di encore kedua, saat sebagian penonton sudah keluar dari ruangan.

Menonton Alicia Keys adalah menonton kualitas. Penyanyi asal AS, Alicia Keys, menggoyang panggung Plenary Hall, Jakarta Convention Center, dalam konsernya, “As I Am”, Kamis (31/7). Tajuk konser keliling dunianya ini adalah judul albumnya.

Maya Hasan Beralih Profesi Menjadi Peragawati

In Model, Penyanyi on Agustus 3, 2008 at 1:23 pm
Pemain harpa Maya Hasan bukanlah peragawati. Namun, Selasa (29/7) malam, dia berlenggak-lenggok untuk memeragakan busana karya Stella Rissa di Taman Menteng, Jakarta Pusat.

Bagaimana rasanya jalan di catwalk?

”Wah, saya deg-degan dan sampai keringatan. Untung semua berjalan lancar,” ujar Maya, Sabtu (2/8 ) siang. Bukan hanya lancar, Maya pun berjalan dengan anggun layaknya peragawati profesional. Bedanya, dia melempar banyak senyum.

Sebenarnya bukan pertama kali ini Maya tampil di catwalk. Ketika SMA, kata Maya, dia juga pernah berjalan di catwalk. Terakhir dia melakukan hal yang sama dua tahun lalu.

Meski bikin deg-degan, Maya mengaku sangat senang bisa jalan lagi di catwalk. Kegiatan ini bisa menjadi selingan manis di tengah kesibukannya mempersiapkan konser.

Lalu, apa kegiatan di dunia musik?

Rencananya, Maya akan berkolaborasi dengan musisi jazz dunia, Micheal Paulo, Rabu (6/8 ) malam, di Jakarta. Dua hari kemudian, Maya akan berkolaborasi dengan grup gambang kromong betawi. Mereka akan tampil di Rumah Jawa, Kemang, Jumat (8/8 ) malam.

Kira-kira seperti apa kolaborasi harpa dan gambang kromong?

”Wah, lihat saja nanti. Pokoknya musiknya agak nyablak seperti karakter orang Betawi.” Apa itu nyablak Maya? Ah, itu bahasa Betawi yang artinya kurang lebih ramai.

Dwiki Dharmawan Merinding

In Penyanyi on Agustus 2, 2008 at 3:18 am
Pemusik Dwiki Dharmawan kini bergelar Kanjeng Raden Ario Dwiki Dharmawan Sastrawijaya Kusumowandowo. Gelar yang berasal dari Keraton Surakarta Hadiningrat itu diberikan oleh KGPH Koesoemojoedo pada Selasa (29/7) di Kota Solo.

”Saya kaget, tadinya saya diundang sebagai undangan. Eh, Senin siang saya ditelepon dari keraton, katanya saya akan dilantik,” kata Dwiki yang tengah berlatih angklung di Saung Udjo, Bandung, sebagai persiapan pergelaran di Frankfurt, Jerman, akhir Agustus 2008.

”Saya sebagai orang biasa yang berkesenian sekarang dianggap orang ndalem. Saya dipersilakan sewaktu-waktu bolak-balik ke keraton,” kata pria kelahiran Bandung, 19 Agustus 1966, ini.

Menurut Dwiki, Keraton Solo meminta dukungan seniman untuk turut menjaga kebudayaan. Sementara ini, dia akan mempelajari kekayaan budaya keraton dan mengidentifikasi apa yang bisa dieksplorasi.

Dia tertarik dengan gamelan genta milik keraton yang merupakan hadiah dari Kerajaan Siam. Dwiki bercerita, ia sedang mempelajarinya bersama seniman Solo, Rahayu Supanggah.

Lalu, bagaimana pengalaman pertama sebagai ”Pak Kanjeng”?

”Saya merinding menikmati tari bedaya pada acara jumenengan yang dibawakan putri-putri keraton,” katanya.

Alicia Keys Dan Konser Perdananya Di Indonesia

In Penyanyi on Juli 31, 2008 at 2:24 am
Alicia Keys, penyanyi asal Amerika Serikat, Kamis (31/7) ini, pukul 20.00, manggung di Jakarta Convention Center. Konser pertamanya di Indonesia ini digelar untuk mempromosikan album ketiga, As I Am, yang dirilis tahun 2007.

Dalam wawancara lewat telepon beberapa waktu lalu, penyanyi kelahiran 25 Januari 1981 ini mengungkapkan kegembiraannya bisa bertemu langsung dengan penggemarnya di Indonesia.

”Rasanya aku tak sabar lagi,” cetusnya.

Album As I Am, kata Keys, lebih matang penggarapannya ketimbang dua album sebelumnya, Songs in A Minor (2001) dan The Diary of Alicia Keys (2003). ”No One” (dari album As I Am) adalah lagu terfavorit yang ia ciptakan sendiri.

Bagi Keys, konser keliling dunia adalah saat paling ia nantikan. Dia lantas teringat satu momen ketika tur untuk MTV Video Music Award pada 2004.

”Aku bernyanyi bersama idolaku, Stevie Wonder. Kami menyanyikan medley lagu If I Ain’t Got You dan Higher Ground. Itu saat terindah,” ujarnya.

Kalau momen terindah bersama penggemar?

”Oh ya, saat aku duduk di depan piano pada suatu konser, tiba-tiba ada cowok yang naik panggung dan meloncat ke atas piano. Dia mencoba menciumku, tapi enggak dapat. Lucu sekali ha-ha-ha,” katanya.

Ayo penonton Indonesia siapa yang berani

Sheila On 7 Luncurkan Album Ke Enam Menentukan Arah

In Penyanyi on Juli 31, 2008 at 2:21 am
Grup asal Yogyakarta, Sheila on 7 atau SO7, akan mengeluarkan album keenamnya, Menentukan Arah. Berbeda dengan peluncuran album-album sebelumnya, kali ini manajemen SO7 menggunakan cara yang lain untuk mempromosikan album grup ini.

”Kami merilis single andalannya dulu dalam format digital, terutama untuk RBT (ring back tone),” kata Adam Muhammad Subarkah, pemain bas SO7.

Kamis (31/7) ini, pukul 15.00, di East Mall Atrium Lantai 1 Grand Indonesia, Jakarta, Sheila on 7 akan mengisi Kompas.com Music Corner sekaligus mempromosikan single baru mereka. Selain Sheila on 7, juga akan hadir Ken Band.

Selain untuk mengetahui respons penggemar, peluncuran single berjudul Betapa ini sekaligus menunggu semua proses pembuatan album selesai.

”Trennya sekarang sepertinya begitu, jadi buat single dulu untuk dijadikan RBT, baru buat album fisiknya,” kata Adam.

Dengan RBT, pemilik lagu bisa mengambil keuntungan terlebih dulu sebelum album fisik diluncurkan ke pasar.

”Kami memang harus balapan dengan pembajak, mungkin cara seperti ini akan lebih baik,” kata Adam.

Dari situs www.sheilaon7.com, album fisik band ini akan dirilis setelah Lebaran nanti atau sekitar Oktober 2008.

Dewi Persik Disuruh Menari Tanpa Busana Oleh Seorang Pengusaha dan Pejabat

In Penyanyi on Juli 30, 2008 at 2:47 pm
Penyanyi dangdut Dewi Persik merasa dilecehkan dan sedih belakangan ini gara ucapan seorang pengusaha terkemuka di Bali. Pemilik Goyang Gergaji itu diminta tampil untuk menari tanpa mengenakan busana pada sebuah acara yang dihadiri oleh kalangan pengusaha dan pejabat.

Dari pengalamannya itu Dewi hanya berharap agar orang tidak selalu mengaitkan penampilan di atas panggung dengan kehidupannya sehari-hari. Meski kejadian tersebut sudah beberapa hari berlalu, mantan isteri Syaiful Jamil itu tetap saja merasa dongkol dan kesal. Dewi berharap kejadian itu tak lagi terjadi kepada dirinya juga teman-teman seprofesi.

Penyanyi dangdut Dewi Persik mengaku masih sakit hati dengan seorang pejabat yang telah melecehkannya di depan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dewi Persik diminta pejabat untuk menari telanjang di atas panggung.

Pedangdut seksi ini merasa apa yang telah dilakukan oleh pejabat itu membuat namanya tercoreng dan sama sekali tidak mencerminkan keteladanan dan moralitas seorang pejabat. Dewi menegaskan dirinya adalah seorang artis bukan wanita murahan. Meski hatinya pedih, tapi saat itu Dewi berusaha untuk terlihat tegar. Dia tidak akan menolak, bila yang minta melakukan menari telanjang diatas panggung itu suaminya.

Mika Gelar Konser Di Beirut

In Penyanyi on Juli 29, 2008 at 4:08 pm
Penyanyi Mika (25), yang populer lewat lagu Grace Kelly dan Lollipop, untuk pertama kali naik panggung di Beirut, Lebanon, kota kelahirannya, Minggu (27/7). ”Saya bangga. Ini konser yang lama saya inginkan dan terwujud,” katanya.

Konser itu sedianya dilaksanakan pada tahun 2006, tetapi tertunda karena perang Israel-Hezbollah. ”Kami melakukan apa saja untuk mewujudkan konser ini,” katanya mengomentari konser terbuka yang diperkirakan dipadati 15.000 orang di Martyrs’ Square di jantung Kota Beirut.

”Saya tak merasa ada yang perlu dikhawatirkan di sini. Sebelumnya, dua konser di Beirut berlangsung sukses, sekarang giliran saya,” kata Mika yang beribu asal Lebanon dan ayah dari Amerika Serikat ini.

Keluarga besar Mika pindah ke Paris ketika ia masih kanak-kanak. Setelah itu, mereka pindah ke London, tempat dia dibesarkan. Namanya makin populer setelah memenangi British Breakthrough Act pada penghargaan musik Brits di London, Februari, lalu.

”Menjadi orang Lebanon itu bagian dari rasa bangga saya kepada kampung, tempat saya berasal,” kata Mika.

Konsernya juga diharapkan berpengaruh positif terhadap industri wisata Lebanon, yang terpuruk dalam dua tahun terakhir

Ardina Rasti Diusir Satpam Saat Shooting Video Klip

In Penyanyi on Juli 28, 2008 at 2:56 pm
Lagi seru-serunya membuat klip musik ketiga untuk album pertamanya, Ardina Rasti Widiani (22) sempat diusir satpam. ”Mbak, mbak, lagi ngapain, udah izin belum, enggak bisa ini, Mbak,” kata Rasti menirukan ucapan satpam itu, Minggu (27/7). Peristiwa yang sudah lewat beberapa waktu lalu itu terjadi di dekat kompleks perumahan di kawasan Karawaci, Tangerang. Namun, bagi Rasti, ini pengalamannya paling seru saat membuat video klip untuk lagunya yang berjudul ”Nikmat Mendua” itu. ”Yah, kami kan males berantem, jadi mendingan pergi deh,” katanya menceritakan akhir peristiwa itu.

Saat ini ia tengah mengumpulkan materi untuk pembuatan album keduanya yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Biasanya, untuk menciptakan sebuah lagu ia menyanyi- nyanyi kecil dengan diiringi gitar. ”Aku la-la-la-la sendiri, terus direkam aja di handphone,” katanya. Aktris yang sempat main di film KM 14, Terowongan Casablanca, dan Virgin ini bahkan bisa mengarang lagu di tengah arisan. ”Sering juga sih nyanyi-nyanyi di kamar, tetapi kalau gitu, biasanya lagunya jadi sedih,” katanya lagi.

Iga Mawani Sangat Merindukan Keramahan Kota Solo

In Pemain Film, Penyanyi on Juli 26, 2008 at 3:24 am
Penyanyi Iga Mawarni (35) selalu rindu pulang ke kampung halaman ibunya di Tohudan, Colomadu, Karanganyar, sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Solo, Jawa Tengah.

”Setiap bulan aku pasti pulang ke Tohudan. Selain nengok Ibu, aku juga bawa anakku, biar ganti suasana,” kata Iga tentang anaknya, Rajasa Satria Tama Arifin (8).

Bagi Iga, meskipun dia mencari penghasilan di Jakarta, untuk bersantai, Solo menjadi pilihan yang pas.

”Lagi pula, lidahku ini kayaknya selalu kangen makanan Solo deh,” kata pemilik lagu ”Kasmaran” ini, sambil menyebutkan beberapa makanan ”wajibnya”, soto gading dan triwindu serta bubur gudeg Mbok Kedul Purwosari.

Ketika berada di Solo, Iga yang muncul dalam film Get Married ini tak cuma tinggal di rumah orangtua, tetapi dia juga menyempatkan diri berburu batik.

”Kalau yang satu ini (belanja batik) pasti, enggak pernah kulewatkan. Malah kalau aku lagi di Solo, teman-teman pada nitip batik juga,” kata Iga yang suka belanja batik di Pasar Klewer dan punya langganan pula di Kauman.

Iga yang tergabung dalam kelompok penyanyi 5 Wanita ini pada 28-29 Juli akan menunjukkan kebiasaannya nembang dalam bahasa Jawa dan menari. Ia tampil dalam pagelaran tari Drupadi Mulat karya Elly Luthan di TIM Jakarta

Ikang Fauzi Ingin Menikah Lagi

In Penyanyi on Juli 26, 2008 at 3:23 am
Ikang Fawzi (48 ) mau merilis dua album sekaligus. Pekan depan, penyanyi rock era 1980-an ini akan meluncurkan dua single, ”Met Puasa” dan ”Marry Me”, yang beraliran pop rock.

Ditemui di sela Musyawarah Kerja Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, beberapa hari lalu, Ikang makin sibuk menekuni bisnis properti, terutama setelah menjadi Ketua Bidang Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) DPD REI DKI Jakarta.

Baginya, peran itu berarti membuka keran komunikasi dengan semua pemangku kepentingan, pengembang, perbankan, dan pemerintah. ”Komunikasi harus tuntas di antara semua stakeholder,” katanya.

Dia lalu bicara tentang rumah sebagai tempat berinteraksi anggota keluarga. Karena itu, peruntukan rusunawa bagi masyarakat bawah sangat diperlukan. Apalagi masih banyak warga yang termarjinalkan dan belum mendapatkan hunian yang layak.

Kalau sibuk di properti, bagaimana nasib albumnya?

Jawab Ikang, dua album barunya itu akan diluncurkan setelah dua bulan single-nya dirilis.

”Kan modelnya sekarang begitu, kalau album (diluncurkan) lebih dulu, nanti waduhhh… ’ke laut’ deh, sudah pasti dibajak,” tutur Ikang yang memaknai bernyanyi sebagai hidupnya dan properti adalah kewajiban.

Andi/rif Dapat Pengalaman di Urban Jazz Crossover

In Penyanyi on Juli 25, 2008 at 5:02 pm

<div align=”justify”>Seorang rocker menyanyikan lagu jazz bukan satu soal luar biasa bagi vokalis /rif, Andi. Ketimbang risih, ia mengaku dirinya justru bersyukur karena mendapat begitu banyak tambahan pengalaman.

“Saya bersyukur dilibatkan dalam acara ini. Banyak pengalaman saya peroleh setelah tampil di dua kota pertama, Bandung dan Surabaya,” kata Andi dalam jumpa pers rencana pertunjukan musik Urban Jazz Crossover-More Than Jazz, di Jakarta, Jumat.

Konser itu sendiri akan digelar di Kamasutra Cafe, Hotel Crown Plaza, Sabtu malam (26/7).

Menurut Andy, tawaran untuk menyanyi dalam “bahasa jazz” diajukan rekannya, Eki.

“Karena sudah lama kenal dan kita sama-sama terbuka dalam hal musik, saya bersedia,” katanya.

Dalam pertunjukan nanti, Andi akan membawakan dua lagu, yakni “Raja” karyanya sendiri dan sebuah lagu dari Nirvana, yang diakuinya sebagai band idola semasa SMA.

Urban Jazz Crossover diselenggarakan oleh Dji Sam Soe Super Premium, yang selama ini banyak mendukung berbagai acara besar pertunjukan musik jazz di Tanah Air.

Brand manager Dji Sam Soe, Stephanus Kurniadi, menyatakan bahwa Urban Jazz Crossover merupakan langkah inovatif yang dilakukan pihaknya, untuk memberikan hiburan musik berkualitas kepada konsumen.

“Konsumen kami umumnya menyukai musik jazz,” katanya.

Jakarta merupakan kota ketiga yang disinggahi setelah Bandung (19/7) dan Surabaya (23/7). Selanjutnya pertunjukan serupa akan digelar di Medan (2/8) dan Denpasar (14/8).

Selain Eki dan Andi /rif, artis dan musisi yang ditampilkan adalah Glenn Fredly, Maliq n D`Essensials, Audy Item, dan DJ Cream</div>

Grup Simple Plan Senang Jalan Jalan Dan Tampil Ke Jakarta

In Penyanyi on Juli 25, 2008 at 11:16 am
Grup Simple Plan mengaku senang akan tampil lagi di Jakarta. Setelah konser mereka Maret 2005, band asal Kanada ini akan tampil di Jakarta pada 31 Juli dalam konser Jakarta Jam!.

”Terakhir kami main di Jakarta rasanya luar biasa. Bagaimana ramainya orang datang ke konser kami dan bagaimana respons penggemar, itulah yang membuat kami kembali,” kata penabuh drum Simple Plan, Charles-Andre ”Chuck” Comeau (29).

Chuck bercerita, ia dan para personel Simple Plan lainnya, yang terdiri dari Pierre Bouvier (vokal), Jeff Stinco (gitar), Sébastien Lefebvre (gitar), dan David Desrosiers (bass), sempat berjalan-jalan di Jakarta.

Walau terkena macet juga, Chuck tetap bisa menikmati ramainya jalan-jalan di Jakarta. ”Kalau macet sih, semua kota besar di dunia pasti ada kan,” katanya.

Untuk kunjungannya ke Indonesia kali ini, Chuck sebenarnya ingin juga berkeliling ke berbagai kota lain di Indonesia. Namun, dari jadwal Simple Plan, ia memperkirakan keinginannya itu tak bisa terwujud. Kira-kira dia hanya akan sempat jalan-jalan di Jakarta saja.

”Biarlah, kami sudah cukup puas jalan-jalan di Jakarta karena semua orang di sini (Jakarta) ramah,” kata Chuck saat dihubungi, Kamis

Five Minute Meninggalkan Sarung

In Penyanyi on Juli 24, 2008 at 4:54 am
Band asal Bandung yang dikenal lewat lagu ”Selamat Tinggal” ini belum bubar, bahkan kembali berkiprah. Setelah merilis enam album, mereka masih ingin mengeluarkan album baru.

Band yang kini beranggotakan Ricky FM (kibor), Richie (vokal), Drie Warnanta (bas), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum) ini akan tampil dalam Kompas.com Music Corner pada Kamis (24/7) pukul 15.00 di East Mall Shopping Atrium Grand Indonesia, Jakarta. Selain Five Minutes, akan tampil pula Ika Putri dan Ariss.

”Agustus nanti kami rilis album baru, satu lagu akan bernuansa religi, nama albumnya belum ketemu, tapi formatnya sudah siap. Kita siapkan lagu religi sekalian untuk menyambut bulan puasa,” kata Ricky.

Five Minutes lekat dengan band yang sering berkostum sarung. ”Sekarang tak lagi pakai sarung, penampilan kami lebih fresh. Musik kami juga beda, tetap rock, tapi liriknya romantis,” papar Ricky. Perubahan itu sudah terasa dalam album keenam, Rockmantic.

Dalam penampilannya hari ini, Five Minutes akan membawakan lagu lama seperti ”Selamat Tinggal” dan lagu dari album Ouw! serta Rockmantic.

Afgan Syah Reza Menanti Pacar Idaman

In Penyanyi on Juli 23, 2008 at 6:03 am
Afgan Syah Reza, pelantun lagu ”Terima Kasih Cinta”, mengaku sempat terkaget-kaget menghadapi situasi pascapeluncuran album perdananya, Confession No 1, pada Januari 2008.

”Saya ingin tetap rendah hati. Memang ada saat-saat saya ’kaget’ menghadapi situasi yang tiba-tiba berubah. Tetapi, kemudian saya bisa beradaptasi dengan kondisi sekarang, terutama menghadapi penggemar,” kata pria kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989, ini.

Mahasiswa Universitas Indonesia ini bercerita, ia membuat album setelah teman-teman mendorongnya. ”Saya sebetulnya pemalu, enggak pernah ngeband, enggak pernah ikut festival atau acara kampus. Saya bersyukur belum setahun sudah populer,” kata Afgan.

Bagaimana dengan pacar?

”Belum ada yang spesial, semua masih teman yang baik,” jawabnya.

Padahal, ia tak punya syarat yang rumit untuk pacar. ”Saya suka perempuan yang simpel, sederhana, bisa ngobrol, bisa cerita, dan bisa cari solusi buat masalahku, he-he,” lanjutnya saat ditemui di Club 36 Jakarta, Selasa (22/7) dini hari.

Afgan berencana merilis album keduanya September nanti. Dia belum bisa mengungkapkan judul album ini sebab belum menemukan judul yang pas untuk itu. Sambil mencari judul album, hampir setiap hari dia manggung di berbagai tempat, juga menonton film drama.

Shelomita Kangen Rekaman Lagi

In Penyanyi on Juli 21, 2008 at 2:43 am
Sibuk mengasuh tiga buah hatinya, Fattah (6), Shanata (4) dan Shakira (2), penyanyi Shelomita rindu kembali masuk dapur rekaman. Sejak menelurkan album Langkah tahun 2000, Shelomita tak pernah membuat album lagi.

”Tahun 2006 aku cuma ikutan album kompilasi jazz, Jazz Masa Depan. Laguku ada satu, judulnya ’Payung Fantasi’,” kata perempuan yang akrab dipanggil Mita ini.

Meski tak mengeluarkan album lagi, aktivitas menyanyi Mita tak pernah berhenti. Setidaknya, ia masih menyanyi di berbagai pesta.

”Tapi, kalau kita enggak punya album, orang enggak inget, ya,” kata Mita yang lahir 24 November 1974 ini.

Kesibukannya setelah melahirkan anak kedua makin meningkat, sampai dia kewalahan membagi waktu. Didorong rasa rindu kembali rekaman, ia berancang-ancang menyiapkan album baru.

”Lagu-lagunya sudah ada, tinggal diaransemen saja,” katanya bersemangat.

Namun, Mita mengaku belum punya konsep untuk album barunya karena untuk ini ia harus berpikir serius.

”Kalau enggak serius, kesannya kayak buang garam di laut karena penyanyi kan banyak,” kata Mita yang makin serius mengelola lembaga home education, Langkahku, yang didirikan bersama dua rekannya. Lembaga ini menyediakan fasilitator untuk kegiatan belajar anak di rumah

Maylaffayza Ingin Memuaskan Jubing Kristianto

In Penyanyi on Juli 19, 2008 at 12:04 pm
Saat pergi menonton konser dan peluncuran buku gitaris Jubing Kristianto di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (17/7), violis Maylaffayza (31) ingin memuaskan rasa ingin tahu dan kesukaannya pada permainan Jubing.

Namun, saat menyimak album Hujan Fantasy yang diluncurkan malam itu, Maylaf tambah senang karena, sebagaimana pada albumnya sendiri yang diluncurkan Januari lalu, di album Jubing pun ada lagu dari Aceh, ”Bungong Jeumpa”.

Jubing mengeksplorasi lagu itu dengan gitar, sedangkan dia lewat biola. Mengisahkan kembali latar belakangnya memilih lagu itu, Maylaf rupanya tercekam oleh tragedi tsunami yang melanda Aceh, Desember 2004. Saat itu juga ia berniat mengangkat lagu itu untuk albumnya.

”Bungong Jeumpa” ala Maylaf adalah versi modern, dengan sentuhan hip hop dan R&B. Pebiola ini juga pintar menyanyi. Ia antara lain ambil bagian dalam musikal HONK! , Juni 2005, sebagai Kucing yang ingin memangsa Si Bebek Buruk Rupa.

Keinginannya membuat album terpenuhi, tapi masih banyak ”gunung” lain yang ingin didakinya. Apakah itu membuat latihannya menggesek biola bertambah? Porsi latihan memang sudah beda, kata Maylaf.

”Dulu latihan biola itu untuk mengejar jam,” katanya. Tapi sekarang tidak lagi, ia lebih fokus pada pendalaman.

Album Carla Bruni Terbaru Siap Diluncurkan

In Model, Penyanyi on Juli 12, 2008 at 9:05 am
Carla Bruni menyadari dia bukan hanya seorang model yang menjadi penyanyi, tapi juga istri Nicolas Sarkozy yang Presiden Perancis. Ini semakin dia rasakan ketika dia mengeluarkan album barunya, Comme Si de Rien n’Etait.

Album ketiga Bruni (41), yang ramai menjadi pembicaraan dalam beberapa pekan-pekan ini, itu hari Jumat diluncurkan di toko-toko musik di seluruh Eropa. Bruni menuai liputan media massa yang luas atas peluncuran album ini. Tetapi kritik tajam lewat internet juga dipetiknya, terutama dari para pemilih Perancis yang tidak suka kepada Sarkozy, pemimpin sayap kanan Perancis itu.

Sejak Rabu, penggemar musik bisa mendengarkan preview dari album 14 lagu itu di situs internet Bruni. Sampai Kamis, sudah setengah juta orang yang mengaksesnya untuk mendengarkan ”icip-icip” lagunya. Perusahaan rekaman Naive, yang mengeluarkan album ini, kepada koran Le Figaro menegaskan, mereka ingin ”mengembalikan fokus pada sisi artistiknya” dan mengelak dari status Bruni.

Ibu Negara Perancis asal Italia itu dalam wawancara sebelum peluncuran mengatakan, dia ”paham” jika publik Perancis menolak albumnya karena perkawinannya dengan Sarkozy. Mereka menikah bulan Februari lalu setelah pacaran hanya tiga bulan.

”Kalau orang tidak mendengarkannya karena saya menikahi presiden republik, saya mengerti. Kalau mereka mendengarkannya karena saya menikahi presiden republik, saya akan sangat senang,” katanya.

Bruni mengaku ”terluka” atas reaksi sangat dingin para pengkritik suaminya atas album barunya. ”Tentu saja itu menyakiti hati saya, tetapi saya juga menganggap itu cukup alamiah,” kata Bruni dalam sebuah wawancara di radio RTL hari Jumat.

”Dapat dimengerti bahwa orang tidak bisa menghindari untuk mencampur karya saya sebagai seniman dan fungsi saya. Mungkin mereka merasa tersinggung oleh kenyataan, istri kepala negara harus membuat sebuah rekaman,” kata Bruni yang mantan supermodel ini.

Namun, Bruni mengatakan dia berada pada suatu ”posisi yang cukup mempunyai hak istimewa untuk bisa menangani reaksi-reaksi yang keras”.

”Ada yang bilang, orang hanya mendengarkan saya karena suami saya, tetapi mereka masih mendengarkan. Saya merasa sangat beruntung ada orang yang mendengarkan saya, apa pun alasannya,” kata ibu negara yang tidak bisa melakukan tur promosi albumnya karena alasan keamanan itu.

Tetapi, berdasarkan sebuah survei di ruang ngobrol internet, dia telah menimbulkan kemarahan dari para lawan Sarkozy.

”Saya tidak akan membeli (album) itu, saya tidak akan mendengarkannya, saya tidak akan men-download-nya, bahkan walau gratis,” kata Padre, pengguna ruang ngobrol.

Banyak yang mengkritik pedas album itu: di situs internet surat kabar sayap kiri Liberation, Sumiko menyebutnya tiruan yang buruk dari album pertama Bruni, yang keluar tahun 2002.

Walau status barunya sebagai ibu negara membuat pusing para kritikus musik, sambutan mereka umumnya baik.

Bruni mengatakan tidak menyesal membuat album lagu yang semua keuntungannya untuk amal. Bruni pekan ini juga mengisyaratkan, dia kini lebih memprioritaskan kewajiban resminya.

Meski demikian, dia tetap yakin masih punya waktu sekalipun lebih memprioritaskan tugas dan kewajibannya yang baru. Sekalipun tugas baru ini untuk membantu orang lain.

Nadia Vega Kopdar Dengan Pria Swedia Yang Ia Temui Di Internet

In Pemain Film, Pemain Sinetron, Penyanyi on Juli 2, 2008 at 5:12 am
Nadia Vega patut merasa bahagia. Pasalnya setelah cukup lama saling bertukar kabar dengan sahabat yang tengah berada di luar negeri. Akhirnya ia mendapat kunjungan dari Mathias, seorang pria warga negara Swedia yang tak lain adalah teman curhatnya di dunia cyber.

Sayang, Nadia Vega yang merupakan seorang bintang film sekaligus penyanyi itu kerap disibukkan dengan jadwal syuting serta manggung untuk bernyanyi sehingga mau tak mau menurut gadis kelahiran Pekanbaru tersebut sang sahabat terpaksa ia ajak serta mengikuti aktifitasnya.

Setelah menemukan waktu senggang untuk berlibur, barulah Nadia mengajak Mathias berwisata bersama keluarga besarnya. Pulau Dewata, Bali dan Lombok pun menjadi tujuan mereka. Dengan antusias, saat ditemui usai bernyanyi di sebuah acara, Nadia Vega pun menceritakan liburannya bersama sahabat tercinta.

Jangan Dendam Bila Ingin Jadi Pemenang Dalam Hidup

In Penyanyi on Juli 1, 2008 at 5:10 am
Maia Estianty (32) mempunyai ”resep” bagaimana agar seseorang bisa muncul sebagai ”pemenang dalam kehidupan”. Meskipun saat ini dia tengah menghadapi persoalan, ibu dari tiga anak ini tak ingin menebar dendam dan kebencian.

”Sikap seorang pemenang adalah menebar kebaikan dan tidak menyimpan dendam,” kata Maia seusai pentas di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Sabtu (28/6) dini hari.

Kalimat itu dia ucapkan setelah sejumlah penonton bereaksi ketika Maia akan membawakan lagu yang populer saat dia berduet dengan Mulan dalam Ratu.

”Apa pun yang terjadi dalam kehidupan, sesakit apa pun, aku berusaha berpikir positif. Meskipun ditusuk dari belakang, aku tak ingin marah-marah apalagi mengucapkan sumpah serapah,” kata Maia tersenyum.

”Kalau ada yang memfitnah seharusnya aku justru berbuat baik kepada orang itu,” tambahnya.

Malam itu, Maia dan pasangannya dalam Duo Maia, Mey Chan, membawakan 12 lagu.

”Alhamdulillah, Duo Maia tidak pernah sepi order. Kami memang menghindari sering tampil di layar televisi agar tak terlalu ’berlebihan’. Kami lebih memilih bernyanyi di panggung atau kafe, biar bisa berinteraksi langsung dengan pengunjung,” kata Maia tentang Duo Maia yang populer, antara lain, lewat lagu Ingat Kamu ini.

Kris Biantoro Tidak Mau Berpolitik Karena Politik Itu Kotor

In Penyanyi on Juni 30, 2008 at 2:28 am
Penghibur Kris Biantoro (70) enggan berpolitik. Namun, tak berpolitik bukan berarti dia buta politik. ”Saya sadar politik, tetapi tak mau terjun dalam dunia politik yang kotor,” kata Kris di sela acara ”Mengenang Fuad Hassan” di Jakarta pekan lalu.

Tampak bugar, Kris mengungkapkan rahasia hidupnya. ”Selain tak mau berpolitik, resep saya adalah istri satu. Saya ingin mati merdeka dan menjadi tuan bagi diri sendiri,” ujarnya tertawa.

Kris meluncurkan album terbaru menyambut usianya yang ke-70, Album Emas Kris Biantoro 70 Tahun, berisi 20 lagu. Untuk mengumpulkan lagu dan merilis album ini, ia menghubungi pencipta lagu dan ahli warisnya.

”Ada ahli waris yang menangis dan mengatakan kok saya masih ingat pada ayahnya. Saya jawab, tak mungkin melupakan ayahnya karena berkat (lagu) mereka, saya bisa seperti ini,” kata Kris.

Pendukung gerakan antikorupsi yang dilancarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengatakan, ”Tahun 1950 sudah ada lagu antikorupsi.”

Ia juga mengkritik sikap hidup sebagian artis muda. ”Mereka sudah puas kalau tenar dan muncul di televisi. Sayang, mereka tak memahami sejarah. Coba tanya mereka, siapa Bing Slamet? Jawabannya ayah Iyut, ayah Adi. Mereka tak tahu luar biasanya Bing Slamet semasa hidup,” ungkapnya

Enrique Eglesias Pencinta Sepak Bola Spanyol

In Penyanyi on Juni 29, 2008 at 5:25 pm
Lahir dan besar di Madrid, Spanyol, markas klub sepak bola raksasa Real Madrid, tak heran jika penyanyi Spanyol, Enrique Iglesias (33), menggilai sepak bola.

”Musik dan sepak bola sama indahnya,” tutur Enrique dalam jumpa pers menjelang final Piala Eropa 2008 di Media Center Stadion Ernst-Happel, Vienna, Austria, Jumat (27/6).

”Saya lahir dan tumbuh di Spanyol, biasa main bola saat kecil. Jika di Spanyol saya tidak ada apa-apanya, di Amerika saya pemain hebat. Ha-ha-ha….”

Putra penyanyi Julio Iglesias yang tinggal di Miami, AS, itu dipertemukan dengan wartawan sepak bola karena ia akan melantunkan lagu resmi Piala Eropa 2008, Can You Hear Me, pada upacara penutupan menjelang final Jerman versus Spanyol di Vienna, Minggu (Senin dini hari WIB).

”Jika Spanyol ingin juara, inilah saatnya (Spanyol lolos ke final Piala Eropa tahun 1964 dan 1984). Ini momentum luar biasa,” kata Enrique, yang sempat mempertontonkan keterampilannya mengolah bola dan… mengangkat trofi Henri Delauney yang diperebutkan. Isyarat Spanyol juara? (Mh Samsul Hadi, dari Vienna, Austria).

Anna Kournikova Enggan Menikah Dengan Enrique Iglesias Karena Terlalu Metroseksual

In Atlet, Penyanyi on April 21, 2008 at 6:06 am
Banyak perempuan boleh jadi ingin menggantikan tempatnya, namun penyanyi pop dan artis pujaan Spanyol Enrique Iglesias menyatakan kekasihnya, juara tenis Anna Kournikova, terus saja menampik lamarannya untuk menikah.

“Saya senantiasa berusaha, namun dia tetap saja tak mau, karena saya terlalu metroseksual dimatanya” tulis koran Madrid, ABC, mengutip Iglesias, di Santo Domingo, ibukota Republik Dominika, tempat dia tiba Jumat lalu untuk menggelar konser.

Iglesias, yang akan genap berusia 33 tahun bulan depan, kini sedang menggelar tur di Amerika Latin guna mempromosikan album dalam bahasa Inggris miliknya yang bertajuk “Insomniac”.

Putra penyanyi kawakan Julio Iglesias kelahiran Madrid itu sudah menjalin hubungan asmara selama bertahun-tahun dengan Kournikova, petenis jelita kelahiran Moskow berusia 26 tahun.

Kabar dia akan bertunangan pada Desember mendatang sudah santer berhembus, setelah Kournikova kepergok mengenakan cincin berpermata intan besar pada jari manisnya.

Namun pada awal bulan ini dia mengemukakan kepada majalah People bahwa pernikahan bukan bagian dari rencananya. “Saya tak pernah akan menikah. Segala sesuatunya baik-baik saja,” katanya.

Iglesias, yang melakukan rekaman debutnya pada 1995, bulan lalu merilis album kompilasi lagu-lagu hitnya dalam bahasa Spanyol yang berjudul “95/08″.

Penjualan berbagai albumnya kini mencapai lebih dari 40 juta keping, suatu angka yang menempatkan dirinya sebagai salah satu artis musik Spanyol yang paling laris di dunia, demikian kantor berita

Yoyo Padi Suka Selingkuh

In Penyanyi on April 18, 2008 at 7:07 pm
Akibat berselingkuh dengan Andra and The Backbone, Suhendro Prasetyo alias Yoyo yang ikut terlibat dalam penggarapan album pertama dan kedua milik Andra and The Backbone diterpa gosip tak sedap.

Yoyo yang merupakan drumer Padi sekaligus ayah dari Rizky Langit Ramadhan, diduga hendak hengkang dari grup yang turut membesarkan namanya tersebut. Ditemui usai mengisi acara di salah satu stasiun TV swasta beberapa waktu lalu, Yoyo secara tegas membantah sekaligus mengklarifikasi berita yang kini ramai dibicarakan orang itu.

Menurut pendapat pria berkepala plontos, suami dari Rossa. Rekan – rekan bermusik di Padi, Piyu (gitar), Rindra (bas), Ari (gitar), Fadly (vokal) pada dasarnya sama sekali tidak merasa keberatan dengan keterlibatannya di Andra and The Backbone, selama Yoyo bertanggung jawab terhadap komitmen yang dibuat bersama Padi. Karena menurut Yoyo, main musik bukan hidup di satu partai yang hanya bisa menetap di satu wadah.

Ayo Sedot Lemak Biar Seksi Kayak Selebriti

In Pemain Film, Pemain Sinetron, Penyanyi on April 14, 2008 at 1:40 am
MENJADI selebriti berarti menjadi figur publik. Karenanya, penampilan tubuh wajib terjaga. Lebih dari itu, bahkan bodi dipermak agar lebih cantik dan seksi. Jalan pintas dipilih. Dari operasi (bedah) plastik, suntik hingga sedot lemak dipilih.

Untuk kalangan artis Hollywood, dari penyanyi hingga bintang film, jalan pintas seperti itu sudah bukan barang baru. Untuk Indonesia, baru sedot lemak yang sedang ngetop. Perut, tangan dan kaki menjadi kawasan yang menjadi fokus sedot lemak.

Santi, salah seorang perawat di satu klinik kecantikan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengaku banyak artis papan atas yang melakukan sedot lemak melalui operasi liposuction.

“Bukan hanya itu, banyak juga yang menyuntik agar kulit menjadi putih, bahkan kuning langsat. Ini musti dilakukan berkala. Memang sih makin cantik dan seksi,” tuturnya.

Pernyataan Santi memperkuat asumsi bahwa artis kita memang sedang demam memilih sedot lemak, yang bianya tentu saja puluhan juta rupiah. Pos Kota mencatat paling anyar dilakukan penembang sekaligus pencipta lagu Melly Goeslaw, presenter Tamara Geraldine, pedangdut Anissa Bahar dan personel 3 Diva Titi DJ.

Hanya saja, Melly menghindar untuk beralasan menampilkan kesan seksi dalam memilih langkah medis sedot lemak. Dia menyodorkan alasan mengurangi berat badan. “Aku sih sedot lemak bukan untuk tampil seksi, tapi udah ngerasa badan berat, padahal aku malas berolahraga,”

Sedangkan Annisa bahar melakukan sedot lemak karena badannya makin melar setelah melahirkan anak ketiga. “Saya memilih agar kembali langsing,” ujarnya.

3 KALI OPERASI
Presenter acara basket di TVOne, Tamara Geraldine, bahkan mengaku sudah tiga kali sedot lemak sejak tahun 2005. Saat menjadi bintang tamu seminar kesehatan di Rumah Sakit Perempuan dan Anak Brawijaya, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, perempuan berperawakan mungil itu tanpa ragu menyingkap blus longgarnya, memperlihatkan bagian perut.

Tak cuma rata. Lekukan di samping otot panjang perut di bawah iga serta lekukan di atas pusar tampak membujur sempurna. ”Ini hasil operasi,” cetusnya.

Dia mengemukakan tiga hari pertama setelah operasi, merasa amat menyesal. “Apalagi, lihat perut lebam sana-sini seperti habis dilindas truk. Hari keempat, saya menyesal kenapa enggak dari dulu saya sedot lemak,” ujarnya.

Artis Fla Tofu bahkan mengemukakan menyedot lemak di perutnya sambil melahirkan anak pertama. “Aku melahirkan dengan cara di Lipektomi. Cara tersebut sama di operasi Caesar tapi kalau perut mau ditutup lagi, lemak-lemak yang ada diperut diambilin dulu semua dan dibenerin lagi agar seperti semula dan jadi bagus lagi,” ungkapnya.

Pengakuan pernah operasi sedot lemak juga keluar dari mulut penyanyi dangdut berpayudara besar, Tessa Mariska. Dia menuturkan beberapa kali sempat menjalani operasi sedot lemak. “Wow, instant lho. Langsung turun sampe sekitar 3 kiloan sekali sedot,” ungkap pemilik sejumlah album dangdut itu.

Menurut Tessa, biayanya memang agak lumayan. Maklumlah katanya, ini kan demi menjaga kesegaran penampilan. Dikatakan, biaya yang harus dikeluarkan antara Rp 20 sampai 50-jutaan. “Gak apa lah, yang penting untuk kesehatan terjaga dan bisa membawa akibat positif buat penampilan,” kata Tessa yang tengah dikontrak untuk satu film horror di Malaysia itu.

Hanya saja diakui, Tessa tidak melakukan sedot lemak secara rutin. “Baru beberapa kali aja. Udah cukup ah, jangan kebanyakan,” katanya lagi.

DI ATAS RP 10 JUTA
Sebelum operasi sedot lemak, spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetika RSCM dr Enrina Diah SpBP mengutarakan diperlukan persiapan psikologis, termasuk di dalamnya ialah menetapkan tujuan yang realistis.

”Karena itu, sebelum melakukan operasi, saya sudah menjelaskan kepada pasien dampak negatif dan positifnya. Selain itu, saya juga tidak ingin memberi hasil yang muluk-muluk. Kadang kala, pasien punya ekspektasi hasil operasi yang terlalu muluk. Padahal, belum tentu yang pasien inginkan memang cocok dengan tubuhnya,” paparnya.

Penetapan tujuan yang muluk, cenderung mendorong pasien ceroboh memilih layanan operasi. Mereka gampang tergiur dengan harga layanan yang murah.Padahal, tindakan ini merupakan jenis operasi berbiaya tinggi.

Rata-rata di atas Rp10 juta per tindakan, sesuai banyak sedikitnya lemak yang disedot. Selain harus waspada, pasien juga harus memiliki motivasi yang benar saat memutuskan menjalani operasi.

POLA MAKAN
Meski sedang trend, bintang sinetron yang kerap berpenampilan seksi, Jullia Perez, mengaku tidak mau sedot lemak. Pasalnya cewek kelahiran 15 Juli 1980, ini mengaku percuma mengikuti sedot lemak kalau pola makannya tidak diatur.

“Jujur, kalau menjaga tubuh supaya seksi dan bugar. Biasanya aku sering melakukan sit up 30 kali dan lari ditempat setiap pagi, dan mengurangi makanan berlemak” ucap cewek yang berperan dalam sinetron Mendadak Santri ini.

Mengatur pola makan juga dipilih Krisdayanti. Dia mengaku rela mengganti makanan kesehariannya dengan hanya mengonsumsi buah, sayuran, daging dan ikan yang serba segar saja. “Ini memang menambah biaya cukup besar,” katanya. Bahkan diakui, itu belum cukup karena harus pula disiplin ketat dalam berbagai kegiatannya.

Artis Catherine Wilson memaksakan untuk menahan keinginannya melumat coklat kesukaannya demi panggilan profesi. Walaupun dia masih menyantap nasi dalam jumlah sedikit, tapi kalau lapar pada malam hari dia memilih buah segar. “Olahraga harus dengan tidur yang cukup,” katanya.

Sedangkan bintang film yang sempat dijuluki miss no coment, Desy Ratnasari, menuturkan untuk menjaga kebugaran tubuhnya ia melakukan pola hidup sehat dengan tidur cukup dan mengatur pola makan yang baik.

“Selain menjalani hidup sehat. Hati dan pikiran kita pun harus sehat, serta menjalankan ajaran syarit islam, insya Allah itu semua dapat menjadikan kita terlihat bugar,” ucap ibunda Nazwa saat ditemui nonton bareng film Kun Fayakun bersama KH. Yusuf Mansyur, Agus Kuncoro, dan Menpora Adhiyaksa Dault, di bioskop 21 Setiabudhi.

Menerapkan pola hidup sehat, itu yang dilakukan artis cantik Diah Permatasari. Pemeran Si Manis Jembatan Ancol ini mengaku rajin olahraga untuk menjaga kebugarannya. “Untuk menjaga kebugaran saya sih olahraga tiap pagi, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan menjaga pola makan,” jelas wanita asal Solo ini.

MUSUH BESAR TUBUH
LEMAK penting bagi tubuh. Tapi ketika lemah berlebih, malah menjadi masalah bagi wanita dan pria metropolis. Sebab lemak berlebih membikin penampilan jadi kurang menarik. Jadilah lemak ini musuh besar.

Lemak merupakan bagian padat dari tubuh yang berasal dari kelebihan kalori ditubuh manusia. Kelebihan lemak karena kurang bergerak. Lemak merupakan cadangan kalori yang sesewaktu bisa dibakar.

Tahun 1987 telah dibakukan standard penyedotan lemak. Peralatan sedot lemak yang kian canggih membuat jarang terjadi
Komplikasi atau efek samping.
Sesungguhnya, sel lemak pada diri setiap manusia tidak akan bertambah. Namum volume sel lemak yang dapat membesar terus bila terdapat kelebihan kalori terus menerus.

Pada beberapa kasus, terdapat pengaruh genetik (keturunan) sehingga terdapat sel lemak yang berlebih. Pada orang orang yang mempunyai faktor genetik, diet dan olahraga tak akan membawa dampak terhadap bentuk tubuh.

Sedot lemak bertujuan untuk memperbaiki bentuk tubuh sesorang (pria/wanita) sehingga proporsional, dan bukan untuk menurunkan berat badan. Setiap kali penyedotan akan dikeluarkan cairan lemak sebanyak 2000 cc (paling aman) hingga 5000 cc (bila dikerjakan oleh tenaga sangat ahli dengan peralatan lengkap).

BEBAT KHUSUS
Setelah tindakan sedot lemak, pasien harus memakai bebat khusus yang elastis pada daerah yang disedot lemaknya, melaksanakan diet yang telah dibuat dokter ahli gizi, dan berolahraga dibawah pengawan ahlinya.

Bisnis Mimpi Memberi Keuntungan Hingga 140 Milyar Buat TV Swasta. Para Finalis Kebanyakan Jatuh Miskin

In Atlet, Pemain Film, Pemain Sinetron, Pembawa Acara, Penulis, Penyanyi, Raja Ratu on April 6, 2008 at 1:57 am
Dalam lima tahun terakhir, stasiun televisi berlomba-lomba menggelar acara kontes menyanyi dan idola-idolaan yang pemenangnya ditentukan dengan jumlah SMS. Mengapa itu dilakukan? Jawabnya: kontes seperti itu adalah bisnis besar yang melibatkan banyak pemilik modal.

“Kalau tidak menguntungkan, tidak mungkin RCTI memproduksi Indonesian Idol sampai lima kali,” ujar Daniel Hartono, Project Director Indonesian Idol, Jumat (4/4) di Jakarta. Dia tidak bersedia merinci berapa keuntungan yang diraih dari acara itu.

Namun, kita bisa menghitung secara kasar berapa uang yang bisa diputar oleh acara seperti Indonesian Idol. Menurut Daniel, dalam satu musim kontes, jumlah total SMS yang masuk berkisar 6 juta-7 juta. SMS ini berjenis premium dengan tarif Rp 2.000. Dengan demikian, uang yang berputar dari SMS saja mencapai Rp 12 miliar-Rp 14 miliar per musim kontes.

Uang tersebut memang tidak seluruhnya masuk ke kantong stasiun televisi. Menurut Daniel, uang yang terkumpul dari SMS harus dibagi ke pemegang format acara dan merek Idol, yakni Freemantle, content provider (CP), dan operator seluler. Bagaimana pembagiannya? Daniel tidak bersedia menjelaskan.

Adita Irawati, Division Head Public Relation Indosat, memberi gambaran, biasanya operator seluler bekerja sama dengan CP untuk bisnis SMS bertarif premium. Operator menyediakan jaringan, sedangkan CP mengisi jaringan tersebut dengan program acara, kuis, atau permainan. Nah, biasanya CP bekerja sama lagi dengan penyelenggara acara termasuk televisi.

Dalam kerja sama antara operator dan CP, pembagian keuntungan ditentukan berdasarkan kelas perjanjian. Untuk Kelas A, CP memperoleh 65 persen, sedangkan operator 35 persen. Untuk Kelas B, CP 60 persen, operator 40 persen. Untuk Kelas C, keuntungan dibagi sama besar. Adita tidak tahu pasti bagaimana perjanjian pembagian keuntungan untuk acara-acara kontes menyanyi di televisi.

Keuntungan yang dibagi, lanjut Adita, adalah keuntungan tarif premium setelah dikurangi tarif dasar SMS sebesar Rp 350. Dengan demikian, jika tarif SMS premium adalah Rp 2.000, uang yang dibagi antara CP dan operator adalah Rp 1.650 per SMS. Untuk acara idola-idolaan, porsi keuntungan yang diperoleh CP masih harus dibagi lagi kepada stasiun televisi dan pihak lain.

Daniel mengatakan, sebenarnya SMS hanya menyumbang 5 persen-10 persen dari seluruh keuntungan yang diperoleh Indonesian Idol. Keuntungan terbesar tetap diperoleh dari iklan. Nah, untuk acara Indonesian Idol, okupansi iklan rata-rata mencapai 100 persen atau 18 menit dari setiap durasi acara satu jam.

“Bisnis mimpi”

Karena acara-acara semacam ini bisa menggerakkan modal dalam jumlah besar, tidak heran jika stasiun televisi berlomba-lomba memproduksi kontes-kontes serupa. Setelah sukses dengan Indonesian Idol, misalnya, RCTI menggelar Idola Cilik dan Saatnya Jadi Idola. TPI menggelar KDI, Dangdut Mania, dan Dangdut Mania Dadakan. Indosiar, dulu, menggelar AFI dan AFI Junior. Bahkan, ada televisi yang mengonteskan pemilihan pembantu rumah tangga untuk dipekerjakan di rumah seorang artis sinetron.

Seiring dengan makin banyaknya acara semacam ini, semakin gencar dan luas pula stasiun televisi dalam menyebarkan hasrat untuk terkenal dan kaya raya secara instan. Hafni Sari Damayanti, Media Relation RCTI, mengatakan, audisi Indonesian Idol 2008 dilakukan di 15 kota, sebelumnya hanya di sembilan kota. Tahun ini, pencarian peserta audisi bahkan dilakukan ke sekolah-sekolah, markas tentara, hingga warung internet.

Hasrat untuk terkenal juga disebarkan dengan cara menampilkan pemenang kontes di atas panggung musik yang gemerlap juga sinetron. Penyelenggara memotret kehidupan pemenang kontes yang berubah dari miskin menjadi kaya raya. Selanjutnya, kisah dan drama kehidupan para peserta itu ditayangkan sebagai bagian dari keseluruhan acara kontes idola-idolaan.

Hasilnya sungguh luar biasa. Puluhan hingga ratusan ribu orang histeris untuk mengikuti audisi. Puluhan juta pemirsa televisi hanyut menyaksikan drama kontes. Mimpi pun berubah menjadi sebuah kebutuhan. Ketika itulah, penyelenggara kontes tinggal menarik keuntungan.

Ini memang bisnis dengan mimpi sebagai komoditasnya.

Baca Juga

Kisah Selebriti Gagal – Korban Keserakahan TV Swasta

Titi DJ Pintar dan Canggih Karena Bisa Chatting

In Penyanyi on April 6, 2008 at 1:52 am
Bila sedang tidak naik panggung menyanyi atau menjadi juri Indonesian Idol, Titi DJ (41) menghabiskan waktunya di rumah.

Sore pertengahan minggu lalu dia sibuk memindahkan foto dari kamera anak-anaknya ke laptop. Menggunakan komputer merupakan keterampilan terbaru Titi.

“Sudah berani beli laptop untuk dipakai sendiri,” kata Titi menceritakan bagaimana sekarang dia tidak gaptek-gaptek (gagap teknologi) amat.

Apalagi yang dilakukan Titi dengan laptop itu?

Anggota kelompok DI3VA bersama Ruth Sahanaya dan Krisdayanti itu jadi rajin ngobrol melalui internet. “Kan DI3VA punya website, di situ ada chatting room. Saya mesti sering kunjungi,” tutur Titi yang bersama DI3VA baru meluncurkan mini album berisi tiga lagu yang bisa didengar di situs mereka.

Titi yang setelah menikah dengan gitaris Ovy menjadi ibu dari Axel Andaviar, Keisha Rizkia, si kembar Salmaa Chetisza dan Salwaa Chetisza, Daffa Jenaro, dan Stephanie Poetry itu tetap bersemangat membuat album biarpun pasti akan dibajak.

“Di download dari situs kami juga tidak apa-apa. Bikin album kan juga bakal langsung dibajak. Kami mengharap pemasukan dari pemakai ringback tone lagu-lagu kami,” papar Titi optimistis

Denada Sudah Tidak Tahan Ingin Kawin

In Penyanyi on April 5, 2008 at 5:11 pm
Mengaku kaget diminta menyampaikan pemikiran tentang amandemen ke-5 UUD 1945 dalam diskusi budaya bertema suara budayawan, penyanyi Denada memilih menyampaikan unek-unek soal profesinya.

”Karena saya penyanyi, kapasitas saya ya sebagai penyanyi dan jualan CD. Sekarang bikin album susah banget, pembajakan marak. Padahal, setahu saya, sudah ada undang-undang tentang hak cipta. Keberadaan UU itu tak ada pengaruhnya sama sekali terhadap aksi pembajakan,” keluhnya, Kamis (3/4) di Jakarta.

Denada juga berharap ada kebebasan dalam berekspresi atau mengembangkan kesenian, meski tetap dalam batas-batas adat-budaya yang berlaku.

Seusai diskusi, Denada yang usianya memasuki 30 tahun ini bercerita, ”Gue masih ’single fighter’.” Ketika ada kabar dia akan menikah dua bulan lagi, Dena menjawab, ”Amin, amin, ya Allah. Gue tidak tahu kapan menikah, yang menentukan Allah. Yang pasti, gue tetap berusaha….”

Ia merasa tak pantas lagi pacaran. ”Gue mencari suami. Nanti kalau ada cowok yang melamar, gue pasti kasih tahu kalau masih free,” katanya.

Dia mengaku belum menemukan jodohnya.

”Sebenarnya, belum lama ini ada cowok yang datang ke Mama dan melamar gue. Tapi, karena gue merasa belum sreg, ya gue tolak lamaran dia,” ceritanya santai.

Norah Jones Main Film Lagi

In Pemain Film, Penyanyi on April 4, 2008 at 12:55 am
Penyanyi peraih Grammy Award, Norah Jones (29), mengaku, keleluasaan dalam berimprovisasi dan dukungan yang besar membantu dia bisa bermain habis-habisan dalam film pertamanya, Blueberry Nights, arahan sutradara Wong Kar Wai. Ini juga menjadi film berbahasa Inggris pertama besutan sutradara asal Hongkong itu.

”Dia sutradara yang kental citarasa musiknya. Dia mengarahkan dengan perasaan dan insting,” kata Jones tentang Wong Kar Wai.

Pada film itu, pelantun lagu Come Away With Me ini bermain sebagai Elizabeth, perempuan yang berupaya menemukan jati dirinya lagi setelah dikhianati kekasihnya yang selingkuh.

”Aku menyukai gaya pembuatan film itu. Ini kesempatan yang tepat untuk mencoba dan dengan orang yang tepat juga,” katanya.

Ia sempat gugup karena film itu melibatkan nama populer, seperti Jude Law, Natalie Portman, dan Rachel Weisz. Namun, kata Jones, pengalaman mereka malah menumbuhkan semangatnya.

”Rasanya seperti bermain bareng band yang bagus. Mereka membuatku terlihat jauh lebih baik,” kata anak pemain siter dan penulis lagu asal India, Ravi Shankar, ini.

Jones siap berakting lagi pada kesempatan lain. Syaratnya, penggarapan film itu didahului persiapan matang dan tidak terburu-buru.

Inneke Koesherawati: Mengenang Gito Rollies

In Pemain Film, Penyanyi on April 3, 2008 at 12:05 am
KEMATIAN Gito Rollies meninggalkan kenangan yang mendalam bagi Inneke Koesherawati. Artis cantik ini mempunyai banyak kenangan bersama almarhum. Mereka pernah bermain bersama dalam Sinetron Alung. “Beliau berperan sebagai ayah, dan saya banyak belajar darinya,” jelasnya.

Bagi wanita berjilbab ini, Gito adalah panutan bagi anak-anak muda, terutama yang masih terjerat narkoba. Pertemuan terakhir dengan Gito adalah saat menghadiri pernikahan saudara Inneke. Menurut Inne, Gito sudah benar-benar mengubah jalan hidupnya. ”Beliau berubah 180 derajat,” jelasnya.

Bagi Inneke, Gito adalah sosok yang sangat sabar dan humoris. Almarhum juga menganggap semua orang adalah teman, dan tidak segan–segan merangkul orang untuk diajak bertobat. “Tiap adzan, pasti mengingatkan sholat, tapi beliau tidak pernah memaksa,” jelasnya.

SEMPAT SHALAT
Wanita kelahiran Jakarta, 13 desember 1975 ini berharap semoga almarhum diterima di sisinya. “Beliau meninggal malem Jumat dan masih sempat menunaikan sholat maghrib,” tuturnya. “Wajahnya juga nampak tenang, semoga meninggalnya husnul khotimah,” tambahnya

Kisah Selebriti Gagal … Korban Mimpi dan Keserakahan Stasiun TV

In Pemain Film, Pemain Sinetron, Pembawa Acara, Penulis, Penyanyi on Maret 30, 2008 at 5:12 pm
Setahun yang lalu, hampir setiap akhir pekan, Muhammad alias Ian Kasolo (39) tampil di televisi sebagai ”selebriti” yang tampak glamor. Kini, dia terpaksa bekerja serabutan sebagai pengantar makanan di sebuah usaha katering rumahan.

Ini bukan cerita sinetron, namun sebuah kisah nyata. Ian Kasolo yang dulu sempat menjadi ikon acara kontes menyanyi Dangdut Mania I di stasiun TPI bersama Siti Pijat, Ju pri Asong, dan Agus Kenek, kini jauh dari dunia glamor. Hidupnya bisa dibilang terkatung-katung tanpa pekerjaan dan uang.

Kini, Ian menumpang di rumah Ucok Koki yang juga peserta Dangdut Mania I. Di rumah ini, dia membantu istri Ucok yang menjalankan usaha katering rumahan. Setiap pukul 05.00, Ian bangun dan membantu memasak. Sekitar pukul 07.00, dia keliling mengantarkan rantang berisi makanan pesanan ke pelanggan. ”Ya, beginilah kegiatan saya. Yang penting saya punya tempat berteduh dan bisa makan,” ujar Ian. Sebelum ditampung di rumah Ucok Koki, Ian sempat menggelandang dan tidak makan dua hari karena tidak mempunyai uang.

Bagaimana kehidupan Ian berubah drastis dalam setahun? Semua ini bermula ketika Ian melihat iklan kontes menyanyi yang seolah-olah bisa menyulap siapa saja menjadi artis terkenal dengan cepat. Ian yang merasa punya bakat menyanyi dangdut dan akting memutuskan ikut salah satu kontes itu. Pilihannya jatuh ke acara Dangdut Mania I.

Singkat cerita, bujangan asal Solo, Jawa Tengah, itu lolos audisi dengan menyingkirkan ribuan peserta dan berhak mengikuti kontes di Jakarta. Karena mimpi menjadi artis begitu besar, pemuda lulusan SMA ini rela meninggalkan pekerjaan tetap sebagai kurir di bank swasta di Solo yang memberinya penghasilan sekitar Rp 1 juta per bulan.

Awalnya semua berjalan sesuai mimpi. Di Jakarta, Ian dan 19 peserta Dangdut Mania lainnya diperlakukan layaknya artis. Produser Dangdut Mania I mengubah nama Muhammad menjadi Ian Kasolo karena wajahnya dianggap mirip vokalis band Radja, Ian Kasela. Penampilannya pun dipermak. Rambutnya dicat kuning acak. Dia juga diberi kostum dan kaca mata hitam seperti yang biasa dikenakan Ian Kasela. ”Kami juga diperlakukan seperti raja. Kami tinggal di sebuah vila. Mau makan di restoran mana saja tinggal bilang,” ujar Ian mengenang.

Kemewahan semacam itu baru pertama kali Ian rasakan. Pasalnya, kehidupan Ian selama di Solo jauh dari mewah. Dia tinggal berjejalan di sebuah rumah petak berukuran 3 x 4 meter persegi bersama ibu, kakak, dan seorang keponakan.

Pengalaman bersentuhan dengan kemewahan itulah yang membuat Ian semakin bertekad untuk menjadi artis terkenal dan dia merasa pintu itu terbuka baginya. ”Bayangkan, setiap kali saya nyanyi, orang- orang memanggil nama saya. Ketika promosi, orang rebutan minta tanda tangan dan foto saya. Saya juga masuk koran,” kata Ian yang terkenal dengan ”goyang suster ngesot”.

Ian makin berbunga-bunga ketika mendengar isu pemenang Dangdut Mania I akan dikontrak menjadi artis TPI. ”Saya semakin bertekad memenangi kontes ini. Karena itu, tiap minggu saya ngebom SMS,” katanya.

Ngebom SMS yang dimaksud adalah mengirim SMS sebanyak-banyaknya untuk dirinya sendiri agar perolehan suaranya terdongkrak. ”Saya bisa menghabiskan uang Rp 5 juta untuk beli voucher pulsa telepon setiap minggu. Kalau ditotal, selama acara ini saya habis Rp 30 juta,” kata Ian yang memperoleh uang sebanyak itu dari pinjaman keluarga dan lintah darat.

Hal itu dilakukan juga peserta lain. Ida Nyonya mengaku menghabiskan Rp 20 juta untuk ngebom. Hasilnya, nihil. Ian dan Ida akhirnya tereliminasi juga. ”Kalau tahu jadinya begini, saya tidak akan menghabiskan uang jutaan. Sekarang terkenal tidak, terlilit utang iya,” ujar Ian.

Manajer Humas TPI Theresia Ellasari mengatakan, pihaknya telah berkali-kali berpesan kepada peserta kontes menyanyi agar tidak usah berlomba mengirim SMS untuk dirinya sendiri. ”Itu tidak ada gunanya sebab pemenang ditentukan SMS kiriman pemirsa yang jumlahnya jutaan,” katanya.

Korban mimpi

Harapan menjadi artis terkenal sempat muncul lagi ketika Ian diajak TPI main sinetron, menyanyi pada acara off air dan jadi bintang iklan dengan bayaran Rp 500.000-Rp 1.500.000. Namun, setelah itu masa-masa manis menjadi selebriti benar-benar berakhir. Tidak ada lagi order manggung dari TPI.

Setelah itu, Ian kadang ikut manggung di kampung-kampung bersama Ucok Koki atau Pardi Hallo, peserta Dangdut Mania I yang sekarang menjadi penyelenggara konser dangdut kecil-kecilan. Bayaran yang diterima Ian sekitar Rp 100.000-Rp 200.000 sekali tampil. Namun, order seperti ini tidak selalu datang tiap minggu.

”Saya sempat frustrasi dan mau bunuh diri. Mau pulang ke Solo saya malu karena keluarga dan teman-teman sudah telanjur menganggap saya sebagai artis sukses yang banyak duit,” katanya.

Nasib serupa juga dialami Jupriadi alias Jupri Asong dan Ida Nyonya. Jupri mengaku, setelah menjadi juara II Dangdut Mania I, dia berhenti mengasong. ”Kata teman-teman, saya tidak pantas lagi mengasong sebab saya sudah jadi artis,” ujarnya.

Jupri Asong pun mencoba mengandalkan hidup dengan menyanyi. Namun, undangan menyanyi belum tentu muncul satu bulan sekali dengan bayaran paling besar Rp 500.000. ”Akhirnya, uang hadiah yang jumlahnya sekitar Rp 28 juta habis untuk makan keluarga. Sekarang saya benar-benar miskin. Mau ngasong lagi, saya tidak punya modal,” ujar Jupri yang harus menghidupi istri dan tiga anaknya.

Kini, Jupri berniat menjual rumah tipe 21 miliknya di Tangerang yang merupakan harta dia satu-satunya saat ini. Uangnya akan digunakan untuk modal berdagang lagi. ”Saya benar-benar kapok ikut acara semacam ini. Saya kira, pemenangnya akan diorbitkan jadi artis.”

Theresia mengatakan, TPI tak pernah berjanji mengorbitkan peserta Dangdut Mania I menjadi artis. ”Kami hanya memberi kesempatan kepada mereka untuk tampil di televisi. Kalau mereka disukai penonton dan kemudian jadi artis, itu adalah bonus,” katanya.

Ya, inilah drama dari sebuah kebudayaan instan yang terus direproduksi televisi melalui kontes menyanyi, idola-idolaan, mama-mamaan, dan juga sinetron. Sebuah kebudayaan yang selalu memberikan mimpi bahwa sukses dan popularitas bisa diperoleh dalam waktu singkat.

Sialnya, karena gempuran mimpi-mimpi itu kian gencar, banyak orang tidak bisa membedakan mana yang mimpi dan mana yang nyata. Kisah Ian Kasolo, Jupri Asong, dan Ida Nyonya hanyalah contoh kecil.

Dewi Persik Bingung Karena Bakal Dicekal

In Penyanyi on Maret 26, 2008 at 4:42 pm
Pedangdut Dewi Persik mencak-mencak karena bakal dicekal tampil di Kota Tangerang. Pemilik goyang gergaji ini merasa dicemarkan nama baiknya dan berencana menuntut balik (menggugat) Wali Kota Tangerang, H Wahidin Halim. “Saya akan melakukan tindakan hukum, karena ini sudah melakukan pencemaran nama baik. Kalau saya goyang tak senonoh, saya akan tanyakan mana yang tak senonoh?” kata Dewi di Studio 4 TPI, Taman Mini, Jakarta Timur, Senin (24/3) malam.

Pencekalan Dewi Persik manggung di seluruh wilayah Pemkot Tangerang terkait Perda Kota Tangerang No 8 tahun 2005 tentang Pelacuran, jadi tanda tanya besar bagi janda Syaiful Jamil tersebut. Dengan nada tinggi, Dewi menyatakan dirinya bukan pelacur.

“Tuhan saja tidak melarang dan pekerjaan saya bukanlah pelacur. Jangan urus pekerjaan orang lain, urus saja daerahnya sendiri. Lagian mana mungkin di depan pejabat saya tampil dengan payudara terbuka,” sahutnya.

Silakan gugat

Wahidin hanya tersenyum mendengar pedangdut Dewi Persik akan menggugatnya. “Saya baru berencana mencekal. Silakan saja jika dia mau menggugat saya. Saya akan tetap tersenyum. Mengapa saya tidak setuju dengan penampilannya? Karena goyang dangdut tidak perlu sevulgar itu,” kata Wahidin di Tangerang, Selasa