Category Archives: Penyanyi

Cerai Dengan Ben Kasyafani, Marshanda Lepas Jilbab

Kabar mengejutkan datang dari artis jelita Marshanda. Setelah sempat mengunggah video berjudul The Unspoken – Episode #1 – You Used Me yang berisi tentang curahan hatinya kepada Ben pada tanggal 20 Juni 2014, kini ia kembali mempublikasikan video curahan hatinya kepada Tuhan yang berjudul The Unspoken – Episode #2 – Letter to God by Marshanda. Namun, dalam video yang diunggah pada 21 Juli 2014 ini, ia menanggalkan hijabnya.

Dalam video yang berdurasi 3 menit 21 detik ini, Marshanda yang saat ini sedang menjalani proses perceraian dengan Ben Kasyafani mencurahkan isi hatinya yang ia tujukan kepada Tuhan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya bisa hidup bahagia dari semua cobaan yang ia hadapi. Dalam video tersebut terlihat Marshanda tampil mengenakan dress berwarna pastel tanpa lengan dan hijab yang biasa ia kenakan.

Rambut panjangnya yang berwarna pirang pun ia biarkan terurai di bahunya. Dari pantauan, video tersebut diambil dengan latar belakang pemandangan alam pegunungan, hutan, dan kawah. Setelah diunggah pada 21 Juli 2014, hingga detik ini video tersebut telah dilihat oleh 4.249 pengunjung laman YouTube. Dari yang terlihat pada kolom komentar, hampir seluruhnya mempertanyakan kenapa Marshanda melepas kerudungnya. Cibiran negatif datang kepada artis kelahiran 10 Agustus 1989 ini. Hingga berita ini diturunkan, pihak Marshanda belum memberikan keterangan resmi perihal penampilan artis ini dalam video tersebut.

Di tengah proses perceraiannya dengan Ben Kasyafani, kabar mengejutkan datang dari artis muda Marshanda. Pada 21 Juli 2014, ia mempublikasikan video curahan hatinya kepada Tuhan yang berjudul The Unspoken – Episode #2 – Letter to God by Marshanda. Dalam video tersebut, Marshanda terlihat menanggalkan hijabnya.

Saat ditemui di Pengadian Agama Jakarta Pusat, Selasa, 22 Juli 2014, Ben pun memberikan keterangan terkait dengan video tersebut sebelum dirinya menjalani sidang lanjutan perceraiannya dengan Marshanda. “Ya, saya tahu kabar terbaru dari Caca (Marshanda). Saya tidak kaget, dan sudah menduganya. Jujur, saya sedih melihatnya. Tapi, ya, sudahlah,” ujar Ben.

Dalam kasus ini, Ben pun sangat menyayangkan perilaku Marshanda. “Aku juga bingung mau memberikan tanggapan apa. Aku, sih, kasihan sama anak. Kalau lihat dia itu, aku suka sedih. Tapi sekarang aku berusaha untuk normal-normal saja,” ayah dari Sienna Ameerah Kasyafani ini menjelaskan. Dalam kasus ini, Ben pun mengaku memperoleh banyak pembelajaran untuk dirinya. Dari kasus ini, ia belajar bagaimana cara menahan emosi dan mengontrol amarah.

Harga dan Syarat Pembelian Tiket Konser One Direction

Grup penyanyi pria asal Inggris-Irlandia, One Direction, bakal menggelar konser ‘One Direction on The Road Again tour 2015′, di Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 Maret 2015.Tiket konser ini dijual mulai 31 Mei 2014 mendatang di Kota Kasablanka. Brand Manager Ismaya Group, Yudha Perdana mengatakan pembelian tiket akan dibuat senyaman mungkin. Berikut sejumlah peraturan yang dibuat Ismaya Live untuk pembelian tiket konser One Direction.

  1. Satu orang bisa membeli sampai dengan maksimal lima tiket.
  2. Penonton yang berusia di bawah 16 tahun harus didampingi orang dewasa.
  3. Satu orang dewasa (usia 17 tahun ke atas) bisa mendampingi hingga (maksimal) dua anak.
  4. Penonton yang berusia di bawah 12 tahun dan didampingi oleh orang dewasa hanya diperbolehkan di kelas tribun.
  5. Penonton yang berusia 12 tahun sampai dengan di bawah 16 tahun dan didampingi oleh orang dewasa atau berusia di atas 16 tahun diizinkan untuk masuk ke kelas Festival.
  6. Batasan usia yang dimaksud adalah usia pada hari pertunjukkan.

Untuk harga tiket konser, akan dijual mulai harga Rp500.000 untuk tiket kelas Tribun 2. Sedangkan untuk kelas lainnya seperti Tribun 1 dan 3 dibanderol dengan harga Rp750.000. Kelas Festival E dan F seharga Rp1 juta, Festival C dan D seharga Rp1,2 juta. Festival A dan B dihargai Rp1,4 juta. Terdapat juga tiket VIP yang dijual dengan harga Rp 1,7 juta. Dan juga terdapat tiket ‘hot seat’ seharga Rp2.750.000, dan pembelinya bisa mendapatkan official merchandise dari One Direction.

Untuk mempermudah pembelian, para fans 1D juga diharapkan membawa tanda pengenal berupa KTP atau Kartu Pelajar. “Tidak usah takut kehabisan, kami tidak menentukan jumlah kuota tiket, hanya ditentukan sampai jam 9 malam. Semua sistem penjualan tiket sudah dipersiapkan, ada sistem nomer, dan yang bisa masuk hanya yang membeli tiket, dan kita akan buat senyaman mungkin,” jelas Yudha.

Ismaya LIVE selaku promotor konser One Direction On The Road Again 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, 25 Maret 2015 mendatang, menyampaikan enam peraturan yang diterapkan. “Pertama, setiap satu orang maksimal membeli lima tiket,” kata Brand Manager Ismaya LIVE, Yudha Perdana, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 21 Mei 2014. Kedua, setiap penonton yang berusia 16 tahun ke bawah harus ditemani orang dewasa yang usianya di atas 17 tahun.

Ketiga, setiap satu orang dewasa hanya bisa menemani maksimal dua orang penonton anak-anak. Keempat, bagi para penonton yang berusia di bawah 12 tahun hanya diperbolehkan untuk menyaksikan dari Kelas Tribun. Kemudian kelima, bagi para penonton berusia 12-16 tahun sudah diperbolehkan untuk menyaksikan dari Kelas Festival. “Keenam, semua aturan tersebut berlaku dengan menghitung usia masing-masing penonton pada hari pelaksanaan konser,” ujarnya.

Yudha mengatakan bahwa peraturan tersebut sudah menjadi standar operasi yang diterapkan manajemen One Direction di setiap pertunjukan mereka di seluruh dunia. Ia juga mengakui ada kerumitan yang dihadapi atas peraturan tersebut, meski menyadari bahwa itu adalah bentuk perhatian manajemen One Direction terhadap keselamatan para penonton.

“Segmen One Directioners itu cukup luas, dari segala umur ada, sehingga wajar kalau mereka memerhatikan keselamatan para penikmat pertunjukan,” ujar Yudha. “Semoga kesan rumitnya hanya di awal saja, dan ke depannya betul-betul terjaga urusan keselamatan para penonton,”katanya. Sebagai informasi, selain berkonser di Indonesia, boyband asal Inggris itu dalam rangkaian turnya juga dijadwalkan mengunjungi enam negara Asia lain, termasuk Singapura pada 11 Maret 2015.

rup penyanyi pria asal Inggris, One Direction, dipastikan akan menyapa para penggemarnya di Indonesia, dalam rangakaian ‘One Direction on The Road Again tour 2015′, di Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 Maret 2015. “Nantinya, penjualan tiket akan dimulai pada 31 Mei 2014 di Kota Kasablanka secara offline,” ujar Yudha Perdana, Brand Manager Ismaya Live, saat ditemui di Kawasan Gatot Subroto, Jakarta, 21 Mei 2014.

Grup yang beranggotakan Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Styles dan Louis Tomlinson ini nantinya akan datang ke Indonesia setelah datang ke Singapura pada 11 Maret 2015. Pihak promotor Ismaya dan pihak dari Sony Music juga telah memastikan bahwa konser grup yang terkenal dengan sebutan 1D nanti akan terselenggara dengan sangat meriah. Diungkapkan bahwa nantinya 1D akan membawa crew sebanyak 90 personil dengan 50 orang penari yang akan memeriahkan panggung konser.

Untuk harga tiketnya, akan dijual dari harga Rp 500.000 hingga Rp 2.750.000. Dan untuk pembeli tiket seharga Rp 2.750.000, juga berkesempatan mendapatkan official merchandise nya. Di Asia, 1D juga akan datang ke 6 negara termasuk ke Indonesia. Pihak Ismaya juga mengungkapkan, bahwa penjualan tiket di Kasablanka pada 31 Mei 2014 nanti akan dipastikan berlangsung aman dan nyaman. “Tidak usah takut kehabisan, kita tidak menentukan jumlah kuota tiket, hanya ditentukan sampai jam 9 malam. Semua sistem penjualan tiket sudah dipersiapkan, ada sistem nomer, dan yang bisa masuk hanya yang membeli tiket, dan kita akan buat senyaman mungkin,” jelas Yudha.

Tiket Konser Taylor Swift Yang Dibeli Di Sevel Tidak Sah Untuk Dipakai Alias Hangus

Pembeli tiket silver dan bronze di 10 outlet 7-Eleven (Sevel) untuk konser Taylor Swift tampaknya harus menelan kekecewaan. Mereka tak bisa menyaksikan pertunjukan penyanyi asal Amerika Serikat itu karena ada masalah teknis. Dengan adanya masalah teknis itu, menjadikan PT Digital Makmur Sejahtera (DMS), selaku pengelola Sevelin Kiosk, tak bisa penuhi pesanan tiket dua kategori tersebut. Pasalnya, pembelian dua jenis tiket itu ternyata tidak terkonfirmasi dalam data PT Lams, selaku ticketing partner konser Taylor Swift.

PT DMS lantas terpaksa melakukan pembatalan. Pihaknya pun menyampaikan penyesalan sedalam-dalamnya, melalui jumpa pers, Senin, (19/5/2014), di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Head of Corporate Communications PT DMS, Emil Iskandar meminta maaf. “Kami memahami kekecewaan penggemar yang telah susah payah datang ke kiosk milik PT DMS untuk membeli tiket Taylor Swift. Kekecewaan itu tidak bisa diukur dengan uang,” sesalnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, PT DMS akan mengembalikan (refund) sepenuhnya uang yang dikeluarkan tuk pembelian tiket tersebut. “Kami akan mengembalikan sepenuhnya uang pemesanan dan kami akan memberikan kompensasi berupa cindera mata eksklusif dan terbatas sebagai ungkapan simpati kami yang mendalam kepada pelanggan,” ucapnya. Sebelumnya, kiosk milik PT Digital Makmur Sejahtera (DMS) di jaringan ritel 7-Sevel di Jakarta menerima pemesanan tiket pertunjukan Taylor Swift The Red Tour Concert 2014. Data yang tercatat, ada 449 tiket silver dan 619 tiket bronze yang telah dibeli oleh 600 orang di kiosk 7-Eleven pada 24-26 Maret 2014.

ANDA penggemar Taylor Swift dan sudah membeli tiket di Sevelin Kiosk yang dikelola jaringan ritel 7-Eleven untuk menyaksikan konser “Taylor Swift The Red Tour Concert 2014″ yang akan berlangsung di Jakarta, 4 Juni 2014?
Tentu Anda kecewa, karena transaksi pemesanan tiket kategori bronze dan silver melalui jaringan ritel 7-Eleven secara resmi dibatalkan.

Apa yang harus dilakukan?
PT Digital Makmur Sejahtera (DMS), sebagai pengelola Sevelin Kiosk, dalam siaran pers yang diterima redaksi Bintang Online menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf atas pembatalan transaksi di gerainya. DMS selaku ticketing partner berjanji akan akan mengembalikan secara penuh dana pemesanan tiket serta memberikan kompensasi atas pembatalan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan. Head of Corporate Communications PT DMS Emil Iskandar mengatakan, kiosk milik DMS di jaringan ritel 7-Eleven di Jakarta menerima pemesanan tiket pertunjukan Taylor Swift The Red Tour Concert 2014. Namun, adanya permasalahan teknis menjadikan DMS pada akhirnya tidak dapat memenuhi pesanan tiket kategori bronze dan silver sehingga terpaksa melakukan pembatalan.

“Kami memahami kekecewaan para penggemar yang telah bersusah payah datang ke kiosk milik PT DMS untuk membeli tiket Taylor Swift. Kekecewaan tersebut mungkin tidak bisa diukur dengan uang. Namun, sebagai bentuk tangung jawab dan itikad baik, kami akan mengembalikan sepenuhnya uang pemesanan serta memberikan kompensasi berupa paket cinderamata eksklusif dan terbatas sebagai ungkapan simpati kami yang sangat mendalam kepada para pelanggan,” ujar Emil Iskandar.

Untuk mempermudah proses pengembalian dana (refund), PT DMS akan segera mengirimkan surat elektronik yang berisi pemberitahuan mengenai pembatalan serta mekanisme refund kepada para pemesan tiket sesuai data yang melakukan transaksi pembelian tiket Taylor Swift di kiosk PT DMS. Selanjutnya, pelanggan cukup membalas surat elektronik tersebut dengan mengisi data diri dan nomor pemesanan dalam formulir refund.

PT DMS juga akan megirimkan pesan singkat (SMS) untuk mengingatkan kembali pelanggan mengenai pemberitahuan refund. Untuk membantu pelanggan mendapatkan informasi yang lebih jelas, PT DMS menyediakan layanan call center di nomor 085885234469, 085885234470, 085885234471, 085885234472, 085885234473.

PT. Digital Makmur Sejahtera (DMS) yang mengelola Sevelin Kiosk selaku tiketing partner penjualan tiket konser Taylor Swift menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan transaksi pemesanan tiket untuk kategori Silver dan Bronze. Sebanyak seribu lebih tiket untuk dua kelas tersebut harus dikembalikan. “Tiket yang telah terjual, Silver 449 tiket dan Bronze ada 619. Dengan 600 orang pembeli, dan itu yang harus dikembalikan,” kata Emil Iskandar, Head of Corporate communication PT. DMS saat menggelar jumpa pers di kawasan Senopati, Senin (19/5).

Dalam kesempatan itu, Emil mengungkapkan penyebab pembatalan transaksi tersebut. Menurutnya penjualan yang berlangsung pada 24-26 Maret berjalan lancar, namun menurut hasil data yang tercatat hanya tiket Gold dan Rubby saja. “Saat itu berjalan lancar, jadi kesalahan pada sistem. Melakukan reporting, ada confirmation report yang terdeteksi oleh DMS, hanya kelas Gold dan Rubby. Saat itu kami Jual untuk 4 kategori tiket, Silver, Bronze, Gold dan Rubby. Tapi yang diakui hanya Gold dan Rubby. Bronze dan Silver tidak terdeteksi, tidak terbaca oleh PT. Lams,” papar Emil.

Berbagai usaha agar tidak mengecewakan pelanggan yang sudah membeli tiket konser Taylor Swift yang bertajuk Taylor Swift The Red Tour Concert 2014, bahkan sampai meminta kepada manajemen Taylor Swift untuk menambah quota penonton pun sia-sia. “Kita nggak mau menjadi ini wanprestasi ke customer kita. Manajemen sangat memahami kekecewaan dari customer. Proses pengembalian dana secepat mungkin, tim bekerja, email, nama, no KTP sesuai saat pembelian,” tandas Emil.

Sebanyak lebih dari seribu penggemar Taylor Swift di Indonesia dipastikan kehilangan tiket konser pelantun ‘Red’ tersebut di Jakarta pada 4 Juni 2014 mendatang. Demikian dilaporkan oleh Harian Republika pada Senin (19/5) sore tadi. Kabar tersebut dibenarkan langsung oleh Emil Iskandar, Head of Corporate Communications PT Digital Makmur Sejahtera yang merupakan partner penjualan tiket resmi dengan nama dagang ritel 7-Eleven.

Hilangnya tiket para penggemar yang membeli tiket kelas Bronze dan Silver di sejumlah cabang 7-Eleven di Jakarta karena adanya masalah teknis. “Yang terjual di kita untuk kategori silver ada 449 tiket dan kategori bronze ada 619 tiket,” kata Emil dalam keterangan persnya dilansir dari Republika, Senin (19/5) sore tadi. Untuk menangani hal ini, pihak PT. Digital Makmur Sejahtera segera mengembalikan uang 100 persen kepada pembeli dan memberikan bingkisan berupa merchandise ekslusif sebagai atas adanya gangguan ini.

“Kami paham kekecewaan tersebut mungkin tidak bisa diukur dengan uang. Namun sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik, kami akan mengambalikan uang pemesanan serta kompensasi berupa merchandise eksklusif,” kata Emil.
Sejauh ini, pihak PT Digital Makmur Sejahtera sudah mengirimkan surat elektronik kepada pembeli dan memberikan link terkait di dalamnya untuk konfirmasi pengembalian uang yang sudah mereka bayarkan. “Kita saat ini fokus pada pengembalian dana dulu. Setelah agree dan konfirmasi, maksimal H+3 dana sudah kita kembalikan ke rekening masing-masing,” kata Emil.

Sementara itu, untuk pembeli tiket kelas Diamond dan Ruby yang juga membelinya lewat cabang toko 7-Eleven dipastikan aman. Taylor Swift sendiri direncanakan akan menggelar konser ‘Red Tour 2014’ di Mata Elang International Stadium, Ancol, Jakarta pada 4 Juni 2014 mendatang.

Waah.. yang sabar ya buat Swifties yang tiketnya hilang..

Almarhum Michael Jackson Akan Liris Album Baru Tanggal 13 Mei 2014

Kematian ternyata tidak mampu mengubur popularitas Michael Jackson. Pada 13 Mei mendatang, album bertajuk Xscape Michael Jackson akan dirilis. Dilansir MTV, Sabtu, 26 April 2014, perilisan album ini dilakukan untuk mengobati kerinduan para fan kepada sosok King of Pop. Melihat antusias fan Michael Jackson, Timbaland selaku produser mengumpulkan delapan lagu Jackson dan meramunya dalam satu album.

Meskipun belum dirilis, daftar lagu dalam Xscape telah beredar. Di antaranya Do You Know Where Your Children Are, lagu yang diciptakan Jackson pada 1991. Chicago, lagu yang dirampungkan pada 1985, dan Love Never Felt So Good pada 1983.

Berikut beberapa bocoran daftar lagu dalam album Xscape:

1. Love Never Felt So Good
2. Chicago
3. Loving You
4. A Place With No Name
5. Slave To The Rhythm
6. Do You Know Where Your Children Are
7. Blue Gangsta
8. Xscape

Guns N ‘Roses Rilis Album Baru Tahun Depan

Para penggemar band rock Guns N ‘Roses mungkin tidak harus menunggu selama 14 tahun untuk mendengar album baru mereka. Gitaris Guns N’ Roses, Richard Fortus mengatakan dalam sebuah acara penghargaan yang diadakan pada Rabu malam di bahwa mereka sedang “mengerjakan album itu”.

“Semoga kita bisa mengeluarkan album itu,” katanya. “Pada tahun depan.” Guns N ‘Roses merilis album pada tahun 2008 setelah jeda selama 14 tahun dari album studio mereka sebelumnya, Saat ini, para anggota band tersebut berbagi ide melalui internet dan selama tur mereka ke Amerika Selatan.

“Semua orang yang ada di band ini seperti penulis,” kata gitaris DJ Ashba. “Kita semua memiliki studio di rumah kami. “Kami semua mempunyai banyak ide dan didiskusikan. Fortus menambahkan: “Kami semua akan berada di Las Vegas, jadi kami berharap bisa berkumpul bersama dan mulai untuk mengerjakan album itu.”

Guns N’ Roses tampil pada sebuah acara penghargaan dengan vokalis Axl Rose, dia adalah satu-satunya anggota band asli yang tersisa. Anggota band asli lainnya Duff McKagan, yang bermain di acara penghargaan itu, akan menjadi pengganti sementara untuk Tommy Stinson.

Dalam acara itu mereka pun berharap dapat mengadakan reuni antara Rose dan mantan gitaris Slash. “Pertunjukan itu akan menjadi sesuatu yang dahsyat,” kata vokalis rock Alice Cooper. “Saya masih berpikir mereka akan kembali bersama, suatu saat nanti mereka akan bersama lagi.”

Profesor Rhoma Irama … Kemendikbud : Tak Ada Gelar Profesor Honoris Causa

Munculnya baliho ‘Presiden Kita Bersama: Profesor Rhoma Irama’ memunculkan tanda tanya. Kemendikbud mengatakan tidak ada gelar professor honoris causa. “Honoris causa kalau profesor itu nggak ada. Kalau doktor itu ada,” kata Dirjen Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Djoko Santoso,di gedung Kemendikbud, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (25/2/2014).

Ia memastikan hanya ada gelar doctor honoris causa. “Prof itu saya pastikan di kita nggak ada,” lanjutnya. Ia menjelaskan ada mekanisme yang harus dilalui seseorang untuk mendapatkan gelar honoris causa. Tak hanya itu, universitas yang akan memberikan gelar tersebut juga harus berkoordinasi dengan pihak Kemendikbud.

“Aturan baru kita pakai UU no 12 tahun 2012 tentang perguruan tinggi. Sistemnya universitas yang akan memberikan gelar harus memberitahu pada kita dulu,” lanjutnya. Djoko enggan berkomentar tentang maraknya pemberian gelar honoris causa pada seseorang jelang pemilu 2014. Ia berharap pemberian gelar tersebut memang berdasarkan kapasitas keilmuan yang menerima.

“Yang kita butuhkan adalah kompetensi bukan nama orangnya,” pungkasnya. Menurut tim sukses Rhoma, Ramdansyah gelar tersebut diperoleh dari American University of Hawaii. Namun beberapa negara tidak menerima legitimasi gelar yang didapat dari universitas tersebut.

“Kalau soal legitimasi akademis, silakan tanya ke Mendikbud. Apalagi di Indonesia gelar seperti itu dapat diakui,” imbuh Yusril. Kemunculan baliho yang mengungkap gelar Rhoma tersebut pun membuat elite PKB heran. PKB pun meminta tim sukses Rhoma mengungkap asal gelar itu.

Gelar Profesor yang tertera dalam baliho Rhoma Irama semakin dipertanyakan. Guru Besar USW Prof Hendrawan Supratikno pun mempertanyakan gelar sang Raja Dangdut. “Maaf, saya belum pernah membaca telaah ilmiah dari Rhoma, yang saya dengar baru lagu-lagu ciptaannya dan film yang dibintanginya,” tutur Prof Hendrawan saat berbincang, Selasa (25/2/2014).

Politisi senior PDIP tersebut pun menjabarkan makna dari sebuah gelar Profesor. Menurut dia gelar tersebut merupakan sebuah tanggung jawab akademis. Profesor berasal dari kata “to profess” atau “berani menyatakan”. Dalam dunia akademik berarti berani menyatakan kebenaran berdasar kaidah dasar keilmuan.

Kaidah dasar keilmuan menurut Prof Hendrawan adalah universalitas, komunalitas, tanpa pamrih, dan skeptisisme secara teratur. Gelar tersebut bukan sekedar gaya. Sementara Rhoma mendapat gelar Profesor secara Honoris Causa dari American University of Hawaii (AUH). Lembaga tersebut menyediakan kuliah virtual bagi semua orang tanpa pandang batasan negara dan usia.

“Kalau doktor Honoris Causa saya paham. Bagi saya selama gelar diberikan oleh lembaga pendidikan yang prestisius, itu bagus. Soalnya sekarang banyak lembaga abal-abal di luar negeri yang jual beli gelar kehormatan (Honoris Causa, -red),” paparnya. Capres PBB Yusril Ihza Mahendra yang juga menyandang gelar Profesor merasa tak enak berkomentar soal gelar yang diraih Rhoma dari Amerika tersebut.

“Ah saya tidak enak kalau harus berkomentar. Nanti publik menilai saya memojokkan beliau, jadi biarkan saja,” ujar Prof Yusril saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2014). Menurut tim sukses Rhoma, Ramdansyah gelar tersebut diperoleh dari American University of Hawaii. Namun beberapa negara tidak menerima legitimasi gelar yang didapat daru universitas tersebut.

“Kalau soal legitimasi akademis, silakan tanya ke Mendikbud. Apakah di Indonesia gelar seperti itu dapat diakui,” imbuh Yusril. Kemunculan baliho yang mengungkap gelar Rhoma tersebut pun membuat elite PKB heran. PKB pun meminta tim sukses Rhoma mengungkap asal gelar itu.

Gelar Profesor yang disandang Rhoma Irama terungkap dari tulisan di baliho pencapresan Rhoma. Jubir Golkar Tantowi Yahya menyatakan bahwa memang sejumlah orang masih memandang gelar sebagai hal yang penting. “Memang gelar itu dipandang oleh sebagian masyarakat sebagai hal yang penting. Mungkin penggemar dia (Rhoma) bisa mengapresiasi itu, tapi belum tentu yang lain iya,” kata Tantowi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2014).

Menurut tim sukses Rhoma gelar tersebut memang diperoleh oleh sang Raja Dangdut itu. Gelar kehormatan (Honoris Causa/HC) disematkan atas kiprah Rhoma dalam musik. “Kalau Pak ARB (Aburizal Bakrie) sih tidak akan pasang ‘Prof’ karena gelarnya beliau Insinyur (Ir),” ujar Tantowi.

“Saya yakin itu tim sukses Rhoma yang pasang gelar itu. Namanya gelar memang sekarang ini banyak yang berikan. Memang dari mana gelar Rhoma itu?” imbuh Tantowi. Dia pun tertawa setelah mengetahui gelar Rhoma diperoleh dari American University of Hawaii (AUH). Lembaga tersebut menyediakan kuliah virtual bagi semua orang tanpa pandang batasan negara dan usia.

“Ha ha ha, saya juga mau coba ah kapan-kapan,” tandas Tantowi seraya berkelakar.

Raja Dangdut Rhoma Irama ternyata memiliki gelar doktor bahkan profesor honoris causa bidang dangdut dari American University of Hawaii pada tahun 2005 silam. Sebagai penggemar, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak pernah mengetahui gelar Profesor idolanya itu.

“Saya nggak tahu. Sebagai penggemar, saya nggak tahu soal itu,” kata Jokowi saat ditemui di kawasan Meruya Ilir, Jakarta Barat, Selasa (25/2/2014).

“Beneran, saya nggak tahu soal itu,” tambahnya.

Berdasarkan Wikipedia, gelar kehormatan profesor dan doctor honoris causa (Dr HC) itu diperoleh Bang Haji pada bulan Februari 2005 silam. Dia memperoleh gelar Dr HC dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut. Namun gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri. Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.

Di Indonesia sendiri, berdasar data Wikipedia, Rhoma Irama sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya. Namun Rhoma berbangga karena ia banyak menjadi rujukan penelitian, ada kurang lebih 7 skripsi tentang musiknya. Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian seperti William H Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.

Terlepas dari kontroversi yang mencuat, gelar profesor dan doktor tetap dipakai Rhoma Irama hingga kini. Termasuk yang terpampang pada baliho ‘Presiden Kita Bersama’ yang bertebaran di Jakarta. Gelar profesor untuk bakal capres PKB Rhoma Irama dipertanyakan. PKB yang merangkul Rhoma mempersilakan pemakaian gelar itu untuk dipakai kampanye, asalkan gelar itu jelas asal-usulnya.

“Kalau memang gelar itu jelas, ya nggak apa-apa dipakai,” kata Wakil Ketua Dewan Syura PKB Ali Maschan Moesa saat dihubungi, Selasa (25/2/2014).Usut punya usut, ternyata gelar itu didapat dari American University of Hawaii. Sempat ramai diberitakan, universitas itu sempat disangsikan kredibilitasnya.

“Itu tim suksesnya perlu menjelaskanlah,” kata Ali.

Pendukung Rhoma Irama, Ramdansyah, menyatakan gelar profesor itu didapat dari gelar honoris causa yang disematkan ke Rhoma atas kiprahnya di blantika musik dangdut. Menurut Ali, dahulu Rhoma pernah dijadikan objek penelitian oleh salah seorang akademisi yang menulis disertasi. Kemungkinan dari sinilah gelar profesor diberikan ke Rhoma. “Kami nggak tahu persis. Kalau dulu, mungkin karena pernah ada orang nulis disertasi tentang Rhoma Irama,” ujar Ali.

Rhoma Irama pernah meraih gelar doktor bahkan profesor honoris causa bidang dangdut dari American University of Hawaii pada tahun 2005 silam. Namun di Iran, gelar dari universitas ini tak diakui, seperti apa ceritanya?

Sebuah blog ‘Inside Iran’ memposting bahwa Kementerian Urusan Publik Iran tidak mengakui gelar dari American University of Hawaii pada kisaran Januari 2006 silam. Universitas ini disebut telah memberikan ijazah yang diragukan keabsahannya kepada sejumlah pegawai negeri dan swasta di Iran, tanpa benar-benar kuliah di kampus. Pemerintahan Ahmadinejad kala itu menyatakan lembaga ini menjajakan gelar ilegal.

Bisnis gelar ilegal itu berlangsung selama tujuh tahun dan para pejabat di Iran sempat menutup mata. Sampai kemudian ketahuan pegawai negari merogoh kocek sekitar USD 10.000 untuk mendapatkan ijazah sarjana bahkan pascasarjana untuk memenuhi persyaratan minimal untuk kenaikan pangkat. Bahkan dikabarkan orang-orang penting di pemerintahan menggunakan ijazah dari universitas ini.

Dilacak di internet, Senin (25/2/2014), American University of Hawaii masih bisa dijumpai di website http://auh.academia.edu/. Di situ tertulis nama Rhoma Irama di bagian ‘Dangdut Music Management, Department of Soneta’.

Sejumlah informasi menyebutkan University of Hawaii sudah ganti nama menjadi American University of Hummanities yang bisa dijumpai di website http://www.auh.edu. Sama dengan American University of Hawaii, universitas ini juga memberikan layanan belajar online. Di Iran, istilahnya adalah universitas global. Universitas ini, seperti ditulis di blog shivathespy.blogspot.com, tidak memiliki siswa. Mereka mengklaim hanya membantu pelajar tanpa memandang usia, asal, kepercayaan, untuk belajar tanpa batasan.

“Kami tidak punya kampus utama dengan taman, ruangan berlantai marmer, penjaga keamanan, lapangan bermain atau tim sepak bola dan hoki dengan sekelompok pelatih yang harganya jutaan dolar setahun,” demikian promosi universitas tersebut yang disadur blogger Iran tersebut.

Konser Amal Gratis Di Bentara Budaya Jakarta Diramaikan Oleh 13 Gitaris Kenamaan

Tak sengaja membelokkan kaki ke Bentara Budaya Jakarta, Rabu (12/2/2014), untuk mencari secangkir kopi di warung yang ada di halamannya. Ternyata, sedang ada check sound Konser Amal dari Gitaris untuk Indonesia. Kesan pertama, merinding.

Melintasi panggung yang belum rampung ditata, ada sosok Dewa Budjana. Melantai. Duduk di lantai, maksudnya. Berdiri di dekat Budjana, Tohpati, asyik dengan petikan dawai gitarnya.

Di tengah kesibukan kru menata panggung dan lokasi konser, Dewa Budjana dan Tohpati pun petik-petik itu senar gitar, meski belum jatah waktu untuk mereka check sound.

Sekali lagi, merinding mendengar duet petikan gitar mereka berdua. “Ini dari lahir sudah pegang senar gitar kali ya,” ujar Aryo, salah satu wartawan yang ada di Bentara Budaya Jakarta.

Dari asal petik dan saling mengisi nada, satu lagu daerah mereka mainkan berdua dalam aransemen ala mereka. Duh, hanya bisa melongo melihatnya, dengan kaki otomatis mengikuti ketukan nada.

Tak semua kalem

Konser ini adalah persembahan para gitaris Indonesia untuk Indonesia, berlatar keprihatinan atas beragam bencana yang akhir-akhir ini terjadi. Para penampil pun tak semua semelodius Dewa Budjana atau Tohpati.

Dari aliran jazz sampai rock, mulai generasi senior hingga anak-anak muda gaul, beragam gitaris berbaur akan tampil bersama di panggung ini, Rabu malam. Sebut saja Donny Suhendra, Ireng Maulana, hingga Ian Antono atau Pay, akan berbagi panggung di sini.

Sederet nama gitaris besar pun sudah masuk daftar tampil. Bagi generasi senior, bisa bernostalgia misalnya dengan Mus Mujiono atau Eet Sjahranie. Sementara untuk anak-anak muda gaul, ada Piyu “Padi”, Ovy “/rif”, dan Aria Baron.

Sepertinya, secangkir kopi tengah hari ini akan bertahan hingga tengah malam. Bagaimana tidak, bila check sound saja sudah bikin merinding, terbawa meledak-ledak, hingga merenung-renung bersama petikan gitar sebagai pengiring utama.
Konser Dari Gitaris untuk Indonesia akan digelar di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), 12 Februari 2014, pukul 19.30-23.00 WIB dan diramaikan oleh setidaknya 47 gitaris. Para gitaris itu dibagi ke dalam 13 formasi.

Formasi 1: Denny Chasmala , Kin Aulia “The Fly”, QoQo “She”, Taraz Bistara “The Rock/Triad”, Eross Candra, Didit Saad, dan Roxanna Silalahi (vokal)
Formasi 2: John Paul Ivan, Edo Widiz, Beng Beng “PAS”, Piyu, DD Crow, Jikun “/rif”, dan Oppie Andariesta (vokal)
Formasi 3: Diat “Yovie n’ Nuno”, Arif “Kerispatih”, Rama “D’Masiv”, Irfan Aulia “Samsons”, Marshal “ADA Band”, dan Arden “Tiket”
Formasi 4: Endah N’ Rhesa
Formasi 5: Burgerkill
Formasi 6: Dewa Budjana, Agam Hamzah, Tohpati, dan Donny Suhendra
Formasi 7: Jubing Kristianto
Formasi 8: Iwan Hasan dan Jessica Hasan (vokal)
Formasi 9: Jopie Item, Yai Item, dan Gideon Tengker
Formasi 10: Eet Sjahranie, Toto Tewel, dan Ian Antono
Formasi 11: Ireng Maulana, Mus Mujiono, dan Reno Castello
Formasi 12: Ezra Simanjuntak, Irvan Borneo, Stephen “Musikimia” Santoso, Pay, Aria Baron, Ovy “/rif”, dan Buluk “Superglad”
Formasi 13: Ginda Bestari, Gugun “Gugun Blues Shelter”, dan Adrian Adioetomo.

Tokoh Musik Mamoro Samuragochi Tipu Penggemarnya Selama 18 Tahun

Di negaranya, Mamoro Samuragochi, 50 tahun dijuluki sebagai ‘Beethoven dari Jepang’. Sejak pertengahan dekade 1990, ia membuat komposisi musik klasik meski pendengarannya terganggu. Salah satunya yang terkenal adalah Hiroshima Symphony No. 1 yang didedikasikan untuk korban bom atom di kota itu pada 1945.

Simponi yang dirilis pada 2003 itu menjadi hits, terjual lebih dari 100 ribu kopi di Jepang. Energi dari musik ini membuat publik kerap menamai lagu ini ‘Simponi Harapan’ dan kerap dimainkan di media kala bencana melanda. Dan pada hari ini, harapan yang diberikan ternyata palsu, setelah Samuragochi mengakui bahwa ia membayar orang untuk menciptakan lagu untuknya.

“Saya menunjuk orang lain untuk membuat komposisi musik untuk saya sejak 1996,” ujarnya kepada NHK Jepang, Rabu, 5 Februari 2014 waktu setempat. Ia menyatakan hal tersebut perlu dilakukannya menyusul gangguan telinga yang dialaminya sejak 1996.

Pada umur 35, ia kehilangan seluruh fungsi pendengarannya, tapi tetap bisa membuat karya-karya magis di blantika musik. Hal itu membuat namanya makin moncer, dan pengukuhan status sebagai Beethoven dari Jepang mulai diberikan.

Atas pengakuan ini, perusahaan rekaman yang memublikasikan karya-karya Samuragochi, Nippon Columbia marah besar. “Kami terperangah dan sangat marah,” ujar mereka dalam situsnya. Mereka merasa ditipu karena samuragochi selalu meyakinkan mereka bahwa karya tersebut benar-benar dibuatnya.

Hingga kini, pengarang asli karya-karya Samuragochi belum terungkap. Beberapa media Jepang berspekulasi bahwa orang tersebut adalah Aragaki Takashi, seorang guru musik biasa. Namun hal ini tak dikonfirmasi oleh Samuragochi. “Sulit untuk memaksanya (pengarang asli) keluar dan mengakuinya di depan publik,” ujarnya.

Harga Tiket Konser Valentine Eros Jarot

Pada hari valentine, 14 Februari 2014 mendatang, Eros Jarot, 63 tahun, akan menggelar konser bertajuk “40 Tahun Eros Djarot Berkarya”. “Kami akan tampilkan sebuah pertunjukan musik sebagai apresiasi kami kepada Eros Djarot selama ini,” kata Project Manajer Promotor konser itu, Hans Siregar, pada konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, 29 Januari 2014.

Pementasan itu akan berlangsung pukul 20.00 di Plenary Hall Jakarta Convention Center. Eros mengungkapkan bahwa pementasan itu adalah permintaan para sahabatnya. “Saya itu didatangi sama teman-teman,” kata pemilik nama lengkap Soegeng Waluyo Djarot itu.

Oleh para sahabatnya pula, Eros diminta untuk menciptakan sebuah lagu baru. “Karena bertepatan dengan hari valentine, ya saya buat lagunya berjudul My Valentine,” kata Eros. Namun sayang, lagunya itu tidak disetujui Jay Subiakto sebagai art director pementasan itu. “Akhirnya ya saya buat lagu baru yang lebih nasionalis, Indonesia. Ini saya dedikasikan untuk Jay Subiakto,” ia melanjutkan.

Pementasan Eros pada hari kasih sayang nanti, rencananya akan dimeriahkan oleh beberapa musisi dan tokoh di bidang seni, di antaranya Iwan Fals, Berlian Hutauruk, Once, Glenn Fredly, Bunga Citra Lestari, dan Marcell Siahaan. Konser yang diisi sekitar 25-30 lagu itu akan dibantu pula oleh orkestra Erwin Gutawa, dan Mira Lesmana sebagai Concert Writer. Agnes Monica dikabarkan urung tampil karena tengah di negeri Abang Sam.

Terdapat empat klasifikasi tiket untuk konser tersebut, yaitu bronze, silver, gold, dan platinum dengan harga mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 3,5 juta.Band dari jalur musik independen atau indie, The S.I.G.I.T akan turut meramaikan konser 40 tahun Eros Djarot Berkarya. Dilibatkannya band indie yang satu ini menurut komposer Erwin Gutawa untuk mewakili kehadiran kelompok musik dari berbagai kalangan yang memang diusung dalam konser.

“Dari dulu saya tertarik sama kelompok musik Indie. Indie itu memang cuma komunitas tapi yang dihasilkan tetap saja musik. Sebelumnya ada beberapa kesempatan yang enggak terjadi atau batal, mudah-mudahan kali ini saya bisa ngejam sama mereka,” kata Erwin Gutawa selaku komposer dalam konser tersebut saat ditemui Tempo di kawasan Senayan City, Jumat, 10 Januari 2014.

Kehadiran band rock Indie semacam The SIGIT ini memperjelas bahwa konser tribute terhadap 40 tahun berkaryanya musisi Eros Djarot memang mengambil dari banyak spektrum genre musik yang luas.

Alasan lain pun ditegaskan oleh Jay Subiakto sebagai art director. Menurut Jay keikutsertaan The Sigit menunjukkan bahwa sebuah kualitas bermusik tidak hanya dapat ditunjukkan dengan sering tampilnya seorang atau kelompok musisi dalam acara televisi saja. “Makanya kami ada The SIGIT yang sangat independen dan jarang muncul tapi sebenarnya terkenal di luar negeri.”

Agnes Monica Di Kontrak Oleh Sony Music Global

Perjuangan Agnes Monica untuk go international kini berbuah manis. Agnes baru saja dikontrak oleh Sony Music Global, label musik internasional yang banyak menaungi musikus dunia.

Agnes membagi kabar bahagia ini lewat akun Twitter-nya. “IT’S OFFICIAL! Thanking all my fans! It’s all bcuz of u #signed to #SonyMusicGlobal #SonyUSA #TheCherryParty #RAL,” tulis Agnes.

Agnes lalu mengunggah fotonya bersama Timbaland, produser tekenal asal Virginia. “Thanks Jesus Christ, my Lord and Savior for guiding me all my life… You are my inspiration. I love You!” tulisnya lagi.

Pelantun Coke Bottle tersebut tidak menjelaskan detail mengenai kontraknya dengan label musik internasional itu. Ia hanya bisa bersyukur atas perjuangannya selama ini. “One thing I’m gonna cherish my whole life,” tulisnya lagi.(Baca: Go Internasional, Agnes Monica Masih Kerja Keras )

Sony Music Global merupakan label musik internasional yang menaungi sejumlah musikus kenamaan dunia, antara lain Miley Cyrus, Justin Timberlake, Britney Spears, Avril Lavigne, dan Celine Dion.