Gosip Artis dan Selebriti

Arsip untuk ‘Seniman’ Kategori

Ully Hary Rusady Terinspirasi Tatar Sunda

In Seniman, Sosialita on Oktober 31, 2008 at 4:50 am

Seniman dan aktivis lingkungan Ully Hary Rusady berencana menggelar sendratari kolosal bertema keindahan Tatar Sunda dan kebesaran Prabu Wangi, 27 November nanti di Bogor.

”Ide cerita berasal dari buku Nyucruk Galur Mapay Raratan Siliwangi terbitan Balai Seni Pakuan Bogor dan tulisan Tapak Wangi Siliwangi, karya Ayah, Yus Rusady Wirahadi Tenaya,” katanya di sela acara Kemilau Nusantara 2008 di Bandung, akhir pekan lalu.

Dalam kedua tulisan itu, katanya, banyak cerita tentang kearifan Prabu Wangi dalam menata alam di Tatar Sunda. Apa yang dilakukannya ramah lingkungan, seperti memelihara mata air dan membatasi penebangan pohon.

Perempuan kelahiran Garut, 4 Januari 1952, yang populer lewat lagu Rimba Gelap, Pelita Dalam Gulita, dan Pengakuan ini, berharap bisa memberi banyak pengalaman baru pada penonton. ”Mulai dari pengenalan, pemeliharaan, pelestarian, sampai tertarik ikut menjaga keasrian alam.”

”Pertunjukan ini diikuti 90 penari. Kami tidak memerlukan waktu persiapan yang lama karena mereka juga teman-teman kami, jadi tidak sulit. Bagaimanapun, kelestarian lingkungan hidup ini memerlukan dukungan semua pihak,” kata Ully yang tidak pernah lepas dari ikat kepalanya ini.

Butet Kartaredjasa Pemimpin Muda Masa Kini

In Seniman on September 4, 2008 at 1:22 pm

Begitu aktor sinetron Derry Drajat muncul, seniman Butet Kartaredjasa (46) langsung berkomentar, ”Lha, kayaknya saya kenal orang ini. Dia yang meng-’kudeta’ saya di acara televisi negeri tetangga itu kan?”

Setelah ”dikudeta” di acara parodi politik yang ditayangkan di satu stasiun televisi, kini Si Butet Yogya (SBY) kembali menduduki kursi jabatannya sebagai Presiden Republik Mimpi. Setiap Kamis malam, sejak 28 Agustus lalu, Republik Mimpi berpindah tayang ke antv.

Bagaimana perasaan raja monolog itu kembali menjadi tokoh penting di negeri parodi itu?

”Acara ini unik dan berbeda dibandingkan dengan tiga seri Republik Mimpi sebelumnya. Kali ini Republik Mimpi didedikasikan untuk mencari pemimpin muda. Jika bisa, yang muda usia, tapi yang penting muda dalam gagasan membangun bangsa,” katanya.

Sebetulnya banyak figur pemimpin muda, tapi mereka tak muncul dan belum jadi sorotan media, tambahnya.

”Apalagi (mereka) yang enggak punya uang untuk beriklan,” ujar Butet.

”Ini asyik, menggabungkan dunia maya Republik Mimpi dengan proses menuju RI-1 atau DPR Senayan. Acara ini mencoba menjangkau rakyat biasa. Wong pemilih terbesar, ya rakyat!” ujarnya.

Artis Yang Menjadi Calon Legislatif Sebaiknya Tahu Diri

In Seniman on Agustus 24, 2008 at 6:05 pm

Butet Kertaradjasa (47), seniman yang lebih dikenal sebagai `raja monolog` mengatakan artis yang diusung menjadi calon anggota legislatif (caleg) seharusnya tahu diri dengan kemampuannya di ranah politik.

“Jangan begitu saja menerima tawaran parpol (partai politik, red), karena menjadi politisi adalah suatu keahlian dan bakat, sehingga tidak otomatis orang yang terkenal atau menjadi `public figur` termasuk artis menjadi jaminan mampu mengemban tugas sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif,” katanya di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, artis yang ditawari parpol untuk menjadi caleg, padahal dirinya tidak memiliki keahlian dan pengalaman di bidang politik, semestinya menolak tawaran itu. “Artis harus bisa mengukur kemampuannya, bukan menerima tawaran begitu saja,” katanya.

Namun, ia tidak menganggap semua artis tak layak menjadi caleg, karena ada beberapa di antaranya yang pantas dan mampu mengemban tugas sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif.

“Seperti Nurul Arifin dan Rieke Diah Pitaloka, keduanya memiliki pengalaman dan kemampuan yang sudah teruji di partai politik, sehingga layak jika menjadi anggota legislatif,” kata aktor teater kelahiran Yogyakarta pada 21 November 1961 ini.

Ia menilai yang salah memang parpolnya mengapa harus merekrut artis untuk dijadikan caleg, padahal belum tahu riwayat kemampuannya di ranah politik. “Tetapi, artis yang bersangkutan juga semestinya tahu diri dengan kemampuannya,” kata anak kandung Bagong Kussudiardja, koreografer dan pelukis senior Indonesia ini.

Butet mengingatkan, ke depan rakyat semakin kritis, sehingga jika ada artis yang kebetulan menjadi anggota legislatif tetapi ternyata sebagai wakil rakyat kinerjanya buruk, tentu akan dicemooh dan tidak akan dipilih lagi seandainya yang bersangkutan kembali menjadi caleg