Seniman dan aktivis lingkungan Ully Hary Rusady berencana menggelar sendratari kolosal bertema keindahan Tatar Sunda dan kebesaran Prabu Wangi, 27 November nanti di Bogor.
”Ide cerita berasal dari buku Nyucruk Galur Mapay Raratan Siliwangi terbitan Balai Seni Pakuan Bogor dan tulisan Tapak Wangi Siliwangi, karya Ayah, Yus Rusady Wirahadi Tenaya,” katanya di sela acara Kemilau Nusantara 2008 di Bandung, akhir pekan lalu.
Dalam kedua tulisan itu, katanya, banyak cerita tentang kearifan Prabu Wangi dalam menata alam di Tatar Sunda. Apa yang dilakukannya ramah lingkungan, seperti memelihara mata air dan membatasi penebangan pohon.
Perempuan kelahiran Garut, 4 Januari 1952, yang populer lewat lagu Rimba Gelap, Pelita Dalam Gulita, dan Pengakuan ini, berharap bisa memberi banyak pengalaman baru pada penonton. ”Mulai dari pengenalan, pemeliharaan, pelestarian, sampai tertarik ikut menjaga keasrian alam.”
”Pertunjukan ini diikuti 90 penari. Kami tidak memerlukan waktu persiapan yang lama karena mereka juga teman-teman kami, jadi tidak sulit. Bagaimanapun, kelestarian lingkungan hidup ini memerlukan dukungan semua pihak,” kata Ully yang tidak pernah lepas dari ikat kepalanya ini.