Gosip Artis dan Selebriti

Archive for the ‘Sosialita’ Category

Suci Idol Gemar Mengoleksi Lukisan

In Model, Sosialita on Desember 6, 2008 at 4:00 am

Suci Wulandari (23) atau dikenal sebagai Suci ”Idol”, salah satu finalis Indonesian Idol musim pertama, masih setia dengan dunia hiburan. ”Tadinya sih aku enggak berencana mau buat album, tetapi ternyata tawaran menyanyiku agak banyak, he-.he…,” katanya.

Sabtu (6/12) ini, Suci dipastikan akan menghibur penggemarnya dalam Kompas.com Music Corner, di Bekasi Square, mulai pukul 16.00. Selain Suci ”Idol”, akan tampil pula Michael ”Idol”, Sunday at Twelve, dan Greta.

”Suaraku lagi enggak bagus nih. Aku habis ada acara dari Riau, jadi nanti mungkin cuma bisa nyanyi satu lagu,” katanya.

Suci bercerita, ia berencana mengeluarkan single pertamanya pada awal tahun nanti. ”Sebenarnya aku inginnya jazz atau rock, tetapi biar aman, ya, pop dululah,” katanya.

Selain menyanyi, bersama temannya, Suci juga menekuni dunia art dealer. ”Aku lagi suka dengan koleksi lukisan. Aku jadi ikutan private sale atau lelang gitu deh. Di Indonesia lagi maju lho. Lukisan itu bagian dari investasi yang bagus,” katanya.

Cita-cita dia lainnya, ”Aku pengin membuat sekolah buat anak-anak. Kayaknya, jarang ya sekolah taman kanak-kanak yang ada sentuhan dunia seninya. Aku mau mereka diajarin seni, seperti melukis, sejak masih kecil,” katanya.

Ully Hary Rusady Terinspirasi Tatar Sunda

In Seniman, Sosialita on Oktober 31, 2008 at 4:50 am

Seniman dan aktivis lingkungan Ully Hary Rusady berencana menggelar sendratari kolosal bertema keindahan Tatar Sunda dan kebesaran Prabu Wangi, 27 November nanti di Bogor.

”Ide cerita berasal dari buku Nyucruk Galur Mapay Raratan Siliwangi terbitan Balai Seni Pakuan Bogor dan tulisan Tapak Wangi Siliwangi, karya Ayah, Yus Rusady Wirahadi Tenaya,” katanya di sela acara Kemilau Nusantara 2008 di Bandung, akhir pekan lalu.

Dalam kedua tulisan itu, katanya, banyak cerita tentang kearifan Prabu Wangi dalam menata alam di Tatar Sunda. Apa yang dilakukannya ramah lingkungan, seperti memelihara mata air dan membatasi penebangan pohon.

Perempuan kelahiran Garut, 4 Januari 1952, yang populer lewat lagu Rimba Gelap, Pelita Dalam Gulita, dan Pengakuan ini, berharap bisa memberi banyak pengalaman baru pada penonton. ”Mulai dari pengenalan, pemeliharaan, pelestarian, sampai tertarik ikut menjaga keasrian alam.”

”Pertunjukan ini diikuti 90 penari. Kami tidak memerlukan waktu persiapan yang lama karena mereka juga teman-teman kami, jadi tidak sulit. Bagaimanapun, kelestarian lingkungan hidup ini memerlukan dukungan semua pihak,” kata Ully yang tidak pernah lepas dari ikat kepalanya ini.

Putus Dari Madison, Bos Playboy Hugh Hefner Kembali Pacaran Dengan Dua Gadis Kembar Usia 19 Tahun

In Model, Sosialita on Oktober 21, 2008 at 11:34 am

Ditinggal salah satu kekasih, Holly Madison, bos Playboy  Hugh Hefner (82) tak lantas bersedih. Ia pun sesumbar akan segera mencari kekasih barunya, yang jauh lebih segar dan menjanjikan.

Siapakah calon pengganti Madison, kekasih yang disebut-sebut cinta sejati  Hefner itu? Namanya: Kristina dan Karissa Shannon. Keduanya perempuan kembar, yang usianya baru menginjak 19 tahun. Awal bulan ini, keduanya telah diincar Hefner dalam sebuah wawancara.

“Mereka ingin sekali jadi pacar saya. Kemungkinan keduanya akan menjadi kekasih saya,” ujar Hefner mantap.

Tak dipungkiri, kepergian Madison dari kehidupannya membuat Hefner merasa kehilangan. Sebab, bagi Hefner, Madison adalah cinta sejatinya. “Tadinya, saya berharap bisa menghabiskan masa hidup saya untuk hidup bersamanya,” kata Hefner.

Namun ia tak bisa menolak keinginan Madison, yang berhasrat punya momongan. Sementara, Hefner sendiri tak bisa memenuhi keinginannya itu. “Dengan jumlah sperma saya, jelas tak mungkin. Sementara ia ingin menikah dan punya anak,” ujar Hefner.

Selamat Buat Nadine Chandrawinata Yang Baru Saja Jadi Sarjana Advertising

In Model, Raja Ratu, Sosialita on September 13, 2008 at 5:29 pm

Setelah lima tahun kuliah (satu tahun cuti saat menjadi Putri Indonesia 2005), Nadine Chandrawinata yang kuliah S-1 Jurusan Advertising di London School of Public Relations berhasil menamatkannya. Jumat (12/9) pukul 11.00 dia lulus sidang skripsi.

Skripsi berjudul ”Pengaruh Citra Putri Indonesia Sebagai Model Iklan Terhadap Citra Merk” berhasil meyakinkan para penguji.

”Aku sudah lulus sidang. Kata dosen pembimbingku, hasilnya memuaskan. Presentasi bagus dan jawabannya juga bagus,” katanya riang.

Sehari sebelumnya Nadine gelisah. Sampai malam hari, ia masih di kampus. Teman-teman memarahinya karena ia seharusnya istirahat.

”Teman-teman mendukungku banget. Mereka yang meyakinkan kalau aku bisa. Aku sendiri masih panik sesaat sebelum sidang. Akhirnya yakin aja karena yang mengerjakan skripsi kan aku, pasti bisa,” katanya.

Seusai sidang, teman-teman memberinya kejutan. ”Kue cubit disusun seperti gunung. Aduh, itu kue kesukaanku, jadi terharu,” katanya.

Setelah lulus, Nadine berniat melanjutkan S-2, namun belum tahu kapan. ”Aku mau fokus dulu urusan laut dan anak-anak,” kata perempuan kelahiran Hannover, Jerman, 8 Mei 1984, ini.

Duta Ekowisata Terumbu Karang Wakatobi ini memang seorang penyelam. Ia juga akan dinobatkan sebagai Duta Autisme, 18 September nanti.

Aming Menangis Tersedu Sedu Setelah Itu Tertawa Terbahak Bahak

In Pemain Sinetron, Pembawa Acara, Penyanyi, Sosialita on Agustus 6, 2008 at 3:37 pm
Dua film terbaru yang dibintangi Aming (28), Gara-Gara Bola dan Doa yang Mengancam, akan diputar di bioskop dalam waktu yang hampir bersamaan.

”Pokoknya (kedua film tersebut) diputar setelah Lebaran,” ujarnya.

Aming rupanya lebih tertarik membahas tentang perannya dalam Doa yang Mengancam. Katanya, perannya dalam film itu sama sekali enggak ada lucu-lucunya dan ”menyeramkan”.

”Di sini peranku sebagai sosok tipikal kaum marjinal. Shooting-nya menguras energi, emosi, dan mental,” ujar bintang acara Extravaganza di Trans TV ini.

”Bayangkan, ada adegan aku berdiri di puncak gedung, terus aku harus melihat ke bawah sambil melempar-lempar duit. Gila kan?” lanjut Aming.

Lalu, sewaktu shooting di Karawang, Jawa Barat, dari matahari terbit sampai tenggelam, ia harus melakoni adegan berlari-lari sampai terjatuh-jatuh di alang-alang.

”Aku sampai enggak tidur,” cerita Aming.

Ia masih menyambung lagi dengan bersemangat, ”Di pasar aku panggul karung beras. Lalu, aku berjalan di rel kereta bertelanjang kaki. Adegannya memang menangis sepanjang waktu. Aku sampai benar-benar nangis karena capai lahir batin. Eh, begitu mau take, ambil gambar untuk adegan aku harus menangis malah air mataku sudah kering ha-ha-ha…”

Carmanita – Batik Tidak Lagi Identik Dengan Kampungan

In Sosialita on Agustus 4, 2008 at 2:14 pm
Salah seorang yang bahagia melihat batik semakin banyak dipakai orang adalah Carmanita. Perancang busana yang menggeluti batik sejak 1980-an itu senang sebab batik tak lagi berkonotasi hanya untuk padanan kebaya, menjadi hem pria, atau ”seragam” pegawai negeri.

”Batik itu dapat dipakai dalam segala kesempatan,” tegas perempuan kelahiran Bandung, 10 Juli 1956, ini.

Di sisi lain, ia berharap tren batik tak sekadar ”semusim”. Alasannya, di belakang produksi batik itu banyak perajin yang terlibat. ”Kita ini, kan, sering enggak mau belajar dari pengalaman. Ketika batik jatuh dan produksinya turun drastis, siapa yang mau peduli pada nasib para perajin?” ujarnya.

Bagaimanapun, ia akan setia pada batik di kala ”senang” ataupun ”susah”. ”Batik itu karya seni, kita bisa berkreasi di sini (batik) tanpa batas,” katanya.

”Makanya, saya tak khawatir biarpun ada negara lain yang mengklaim batik itu milik mereka,” kata Carmanita kalem.

”Dua tahun lalu (2006) saya diminta membuat pergelaran batik di India. Sebelumnya, Malaysia membuat acara promosi batik mereka di sana. Saya enggak khawatir, saya bikin batik yang bisa dibuat sari. Mereka mengakui batik kita lebih indah…,” ceritanya.

Hari Hari Sibuk Sonia Wibisono

In Sosialita on Agustus 2, 2008 at 3:20 am
Mulai Agustus ini adalah hari-hari sibuk bagi dokter Sonia Wibisono (31). Rabu (6/8 ) nanti, misalnya, ia menyelenggarakan talkshow tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin terbaru di Hotel Mulia, Jakarta. Acara hasil kerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia dan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau ini berjudul ”All for Love”.

”Kanker serviks itu kanker pembunuh nomor satu bagi wanita di dunia, termasuk Indonesia; nomor dua, kanker payudara. Karena kanker belum ada obatnya, sebaiknya dicegah selagi bisa,” katanya.

”Ibu saya meninggal karena kanker payudara, tante saya kena kanker ovarium. Karena itu, saya peduli pada perlindungan wanita sejak anak, remaja, sampai dewasa dari kanker kandungan, serviks, maupun payudara.”

Bersamaan dengan talkshow itu, diselenggarakan pula fashion show Iwan Tirta dan Vera Abi-Ina Thomas. ”Uangnya akan disumbangkan untuk Yayasan Asma, Yayasan Kanker Indonesia, dan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau,” tuturnya.

Ia lalu bercerita tentang kegiatannya yang lain di bulan Agustus, di antaranya membuat website tentang pelayanan kesehatan, menggarap buku amal bersama teman-teman, seperti Wulan Guritno dan Sandra Dewi.

”Isinya kisah-kisah pribadi, true story, yang inspiratif dan antistres,” kata Sonia yang tengah menyusun konsep untuk membuka klinik wanita ini.

Anindya Bakrie Suka Lari Marathon Dijalan Tol

In Sosialita on Agustus 1, 2008 at 6:24 pm
Berbeda dengan ayahnya, Aburizal Bakrie yang hobi bermain tenis, sang anak, Anindya Bakrie (35), kecanduan olahraga maraton. ”Awalnya saya ikut Bali 10 K (lari maraton 10 kilometer di Bali). Saya rasakan, kok badan lebih seger setelah maraton. Abis itu saya jadi kecanduan,” kata Anin, panggilannya, di sela Asia Pacific Regional Microcredit Summit (APRMS) 2008 di Hotel Westin, Bali, Rabu (30/7).

Saking tergila-gila dengan maraton, Anin berencana mengadakan lomba lari maraton di jalan tol yang dikerjakan kelompok usaha Bakrie & Brothers, yaitu ruas Kanci-Pejagan sepanjang 38 kilometer di daerah Cirebon, Jawa Barat.

”Saya ingin pada saat peresmian ruas tol itu diadakan lomba lari bersama masyarakat setempat. Jadi tak hanya acara seremonial,” ujar Anin, Presiden Direktur Bakrie Telecom.

Tentang tenis, kata Anin, ciri khas olahraga ini cenderung menyerang lawan. Sedangkan pada lari maraton, yang dia rasakan adalah pengaturan yang baik antara napas dan ritme langkah kaki saat berlari.

Selain itu, tambahnya, lari maraton diikuti banyak orang secara massal sehingga ada unsur hiburannya. ”Efeknya, badan jadi seger,” tambah Anin meyakinkan.