Kim Sarang Mendapat Anugrah Wanita Dengan Tubuh Terindah

Aktris Kim Sarang yang tenar lewat drama Secret Garden, baru saja dinobatkan sebagai pemilik tubuh terindah di antara jajaran aktris Korea Selatan. Pada 29 Juni, saluran TV kabel tvN membuat ‘Daftar 2015′, yaitu pemeringkatan bintang perempuan dengan tubuh terindah.

Berdasarkan daftar tersebut, Kim Sarang bercokol di posisi nomor satu. Kim dinilai memiliki tubuh yang sehat, payudara yang indah dengan besar yang ideal dan proporsional, dan singset sehingga menjadikannya tubuh wanita yang paling diidamkan oleh pria untuk ditiduri.

Di posisi dua, ada aktris Kang Ye Won, yang sebelumnya mengungkapkan mampu menjaga keindahan tubuh dengan cara berjalan dan berenang.

Selanjutnya, aktris Park Soo Jin di posisi tiga. Si cantik yang terkenal dengan selera makannya yang luar biasa ini, memiliki rahasia kebugaran dan keindahan tubuhnya adalah ada pada ‘makan dan olah raga’. Di posisi empat, aktris Min Hyo Rin, yang menjaga tubuhnya dengan gerakan-gerakan olahraga jantung, sedikitnya tiga kali sehari.

Aktris Moon Chae Won, harus puas masuk ke rangking 5. Tips kebugaran tubuhnya, yaitu konsisten minum banyak air setiap harinya. Di posisi enam, tujuh, delapan, dan sembilan ada rapper Jessi, pemain biliar profesional Cha Yoo Ram, aktris Lee Il Hwa, dan anggota girlband AOA Seolhyun.

Jessi disebutkan bisa mengurangi bobot tubuh gara-gara kesibukannya, sementara Cha Yoo Ram mengonsumsi banyak jenis kacang-kacangan, Lee Il Hwa menempuh cara mengonsumsi jus segar dan teh beras coklat. Sementara Seolhyun, untuk mendapatkan tubuh indah, dirinya harus diet makan hanya sekali dalam sehari.

Denada Dan Jerry Aurum Akhirnya Bercerai

Keputusan penyanyi rap Denada dan sang suami, fotografer Jerry Aurum untuk bercerai ternyata sempat membuat terkejut artis senior yang juga politisi Emilia Contessa. “Tiba-tiba anak saya dateng sudah mantap mau mengajukan gugatan cerai, saya syok dan sedih,” kata ibunda penyanyi rap “Santai Saja” tersebut dalam wawancara di ruang kerjanya, di Kantor DPD RI gedung A lantai 1 Provinsi Jatim, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2015).

Pasalnya, Emilia pun pernah mengalami keretakan rumah tangga. Kini putrinya yang baru menikah sekitar tiga tahun itu justru mengalami masalah serupa. Karena itulah, Emilia mengaku cukup memahami perasaan putrinya. “Peristiwa itu menjadi trauma buat saya, saya tahu bagaimana sedihnya berpisah,” ucapnya.

“Ini yang saya selalu nasehati dia, ternyata mereka memutuskan berpisah, dia bilang. ‘Mah gimana caranya’. Kalau memang sudah bulat betul-betul itu pilihan,” tambah Emilia.Walaupun tak ingin terlalu mencampuri urusan rumah tangga anaknya, sebagai ibu, Emilia tetap berusaha memberikan nasehat kepada Denada. Namun, keputusan Denada untuk berpisah sudah bulat.

Segala upaya menurut Emilia sudah dilakukan. “Pandangan saya apabila anak saya ada masalah namanya keluarga mendamaikan, perbaiki, saya tidak menyalahkan siapapun, saya sudah mencoba memberitahu jalan, tapi dia dewasa dan sudah memutuskan dan bisa mempunyai jalan sendiri,” tutur Emilia.

Artis senior Emilia Contessa (57) tak mau menceritakan penyebab perceraian putrinya, Denada, dengan sang suami, fotografer Jerry Aurum. Namun, anggota DPD RI itu memastikan bahwa Jerry sudah tak lagi memiliki rasa untuk Denada. Hal itu disampaikannya dalam wawancara di ruang kerjanya, di Kantor DPD RI Provinsi Jawa Timur, Gedung A Lantai 1, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2015).

“Kemarin Jerry dateng dan mereka (Denada dan Jerry) masih sapa hai dan cipika-cipiki karena jerry ngambil anak mau diajak pergi (jalan-jalan). Pas bawa anak pulang, saya tanya, ‘Serius mau cerai?’ Saya tanya, karena kalau masih sayang dan mengharapkan jangan bercerai. Dia bilang, ‘Saya sudah enggak ada rasa’,” tutur Emilia.

Gugatan cerai sudah dilayangkan oleh Denada pada 24 Juni 2015. Emilia berjanji akan terus mendampingi putrinya menjalani proses perceraiannya. Sekarang pun ia menetap di rumah Denada di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Dia (Denada) tadinya enggak mau dateng, saya bilang jangan, harus dihadapi. Saya pasti mendampingi, saya berada di samping dia, Dena hanya punya saya. Semenjak Dena menikah, saya tidak pernah tinggal di rumahnya, ini pertama kali saya tinggal di rumahnya,” tuturnya lagi. Mengenai hak asuh anak, menurut Emilia, baik Denada maupun Jerry memutuskan akan dipegang oleh Denada sebagai ibu.

“Anak sudah diomongin, masalah agama sudah dibicarakan, sekolahnya juga. Saya melihat Jerry sangat bertanggung jawab kepada anak. Hak asuh di Dena, tapi kapan saja mau dibawa Jerry silakan, tapi tetap ayahnya harus izin,” ujar Emilia.

Bella Shofie Mendadak Mengaku Telah Menikah dan Intisial BS Menyebar Dalam Daftar Artis Bisa Dibooking

Bella Shofie mendadak mengaku sudah melangsungkan akad nikah dengan pria yang masih dirahasiakan jati dirinya. Pengakuan itu meluncur dari bibir Shofie ketika disinggung maraknya artis yang terseret ke lingkaran prostitusi kelas atas.Bella langsung bereaksi ketika ditanya apakah pernah digoda pria hidung belang untuk kencan berbayar.

“Ngapain saya cari yang haram. Lebih bagus kan cari suami. Lebih baik jadi istri orang daripada jual diri,” sahut Bella di Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2015) malam. Eks kekasih Adjie Pangestu itu juga seperti enggan menanggapi kasus artis AA yang kepergok nyambi sebagai PSK papan atas.

“Intinya saya nggak mau omongin orang lain karena sekarang saya sedang bahagia,” tekan Bella menyinggung sedikit pernikahannya. Namun Bella enggan merinci soal kabar bahagianya. Padahal selama ini, Bella selalu mengaku masih lajang tak banyak bicara ketika ditanya rencana pernikahan. Bella Shofie belakangan disorot karena kerap pamer harta di acara televisi. Tapi yang kini ramai dibicarakan yakni pengakuan nikah mendadak Bella ketika isu prostitusi menggegerkan jagat hiburan.

“Aku nggak mau urusin masalah orang (kasus prostitusi AA) karena aku lagi bahagia,” kata Bella menegaskan dirinya sudah melalui akad nikah dengan pria yang masih disembunyikan identitasnya, Senin (11/5/2015) malam. Sebab, bukan apa-apa, beberapa situs berita seperti Merdeka melansir inisial artis yang dipercaya merupakan wanita booking-an.

Bukan itu saja, inisial itu juga disertakan tarif kencan mereka. Di antara inisial-inisial itu, ada BS yang bertarif Rp 30 juta. Seperti ingin mengamankan nama, Bella dan manajernya, Tata Liem menegaskan, mereka tak pernah terlibat dalam kasus seperti AA. “Nggak ada pengaruh sama sekali. Inisial BS bukan hanya artis. Saya tegaskan kalau di manajemen saya semua artisnya telah memiliki pasangan. Mereka sudah beristri atau bersuami. Jadi ada yang tanggung jawab ke mereka,” tegas Tata.

Selama ini Bella selalu pelit bicara soal rencana pernikahan. Kala ramai dibicarakan soal gaya pamer hartanya, ia juga selalu bilang siap stop tampil glamor jika sudah menikah nanti.Kasus artis AA yang kepergok sebagai PSK kelas atas memang menyeret nama-nama inisial lainnya. Tapi pihak Polres Jaksel yang menciduk sang mucikari RA, menegaskan inisial nama yang beredar tak bisa dipertanggungjawabkan. “Itu bukan dari kami,” tegas Kasat Reskrim Polres Jaksel, AKBP Audie Latuheru.

Ferrasta Soebardi alias Pepeng Meninggal Dunia

Sekitar pukul dua dini hari, Rabu (6/5) Ferrasta Soebardi alias Pepeng mengeluh dadanya sesak. Ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Puri Cinere dan masuk ruang ICU, menurut penuturan Bens Leo. “Mungkin serangan jantung,” ujar Bens saat ditelepon padaa Rabu (6/5) siang ini. Dua orang dokter sempat membantu Pepeng. Ia dipasang alat pernapasan. Seorang dokter lagi masuk ruang ICU, lalu keluar dengan kabar duka. Pepeng dinyatakan meninggal dunia. “Pukul 10.05 WIB tadi meninggal,” ujar Bens.

Pepeng meninggal dikelilingi keluarganya. Seorang putranya yang bernama Mio, dan Tami, istrinya. Menurut penuturan Bens, Pepeng seperti menunggu istrinya datang sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Bens sendiri kebetulan berada di sana. Ia sedang menjemput istrinya yang memang seorang dokter di RS Puri Cinere. Pukul 09.30 WIB, sang istri berkata bahwa Pepeng sedang kritis. Bens pun masuk ke ICU, mengunjungi Pepeng. “Dia bilang, ‘Dada saya sesak’. Dia juga sempat pegang tangan saya,” ujar Bens lagi.

Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Pepeng langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Bumi 9 Nomor 98, Komplek Bumi Pusaka Cinere. Seluruh keluarga sudah berkumpul di sana. “Tinggal satu anaknya di Kuala Lumpur, sedang dihubungi,” kata Bens menirukan putra Pepeng. Pepeng dikenal sebagai komedian. Selain di televisi dan radio, Pepeng pernah menjadi pekerja kantoran. Ia lantas beken dengan telekuis Jari-jari, hingga kini.

Pria kelahiran Sumenep, 23 September 1954 itu mengidap penyakit langka yang dikenal dengan nama multiple sclerosis. Pepeng harus memakai kursi roda karenanya. Meski begitu, Pepeng tetap pernah memandu Jari-jari lewat situ.. Beberapa dokter keluar masuk ruangan ICU Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta, Rabu (6/5) sejak pukul 02.00 WIB. Di dalamnya ada Ferrasta Soebardi, komedian Indonesia yang lebih beken dengan nama Pepeng. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh dadanya sesak.

Upaya dokter merawat intensif Pepeng tak berhasil. Pukul 10.05 WIB, Pepeng dinyatakan meninggal dunia. “Ada saya, putranya Mio, dan Mbak Tami, istrinya,” ujar Bens Leo saat dihubungi siang. Bens mengatakan, istri Pepeng datang pada saat-saat terakhir. “Tapi dia sempat membacakan Al-Quran dan bilang ‘I love you.'” Bens mengaku melihat langsung detik-detik kritis Pepeng, sampai napasnya terembus untuk terakhir kali. Ia yang sebelumnya tak pernah melihat orang meregang nyawa di depan matanya, menyebut kematian Pepeng itu sangat indah.

“Dia enggak ngorok. Istrinya datang, baru dia lepas. Dia seperti menunggu istrinya,” ucap pengamat musik senior itu. Sebelum Pepeng meninggal, Bens sempat masuk ke ruangan ICU dan berinteraksi dengan pembawa Jari-jari itu. Kata Bens, Pepeng sempat menggenggam tangannya. Ia juga mengeluh dadanya sakit. Sebab meninggalnya Pepeng, diperkirakan Bens adalah sakit jantung. Sebelumnya Pepeng sudah pernah mengalami serangan serupa, Maret tahun lalu. Pria asal Sumenep, Madura itu pernah dirawat di rumah sakit, tapi lalu pulih. Serangan kali ini rupanya telah merenggut nyawanya. Jenazah Pepeng langsung dibawa pulang ke rumah duka di Jalan Bumi 9 Nomor 98, Komplek Bumi Pusaka Cinere, Jakarta.

Meninggalnya Ferrasta Soebardi alias Pepeng, mengejutkan Charles Gozali, sutradara Finding Srimulat. Ia sedang menghadiri sebuah seminar saat dihubungi. Charles mengaku baru mendengar kabar duka itu, dan langsung mengontak putra Pepeng. “Saya kehilangan teman luar biasa,” ucapnya.Charles pernah sekali bekerja sama dengan Pepeng, saat menggarap Finding Srimulat. Meski sulit bergerak dan tak bisa jalan, Pepeng saat itu tetap membantu timnya. Selain mengonsep, ia juga banyak memberi inspirasi.

“Film itu dibuat selama empat tahun. Satu setengah tahun pertama kami enggak dapat sponsor,” ujar Charles bercerita. Ia lalu berkonsultasi dengan Pepeng. Kata-kata sang pemandu telekuis Jari-jari itu menggugahnya. “Dia bilang, ‘Kalau mengalami kondisi sulit, yakinlah itu diberi karena kita mampu. Saya bukan superhero, saya juga sering menengadah dan bertanya pada Tuhan: why me? Tapi Tuhan kemudian melihat ke bawah dan menjawab: why not?’ Itu quote yang unik,” kata Charles lagi.

Puluhan tahun lamanya Pepeng mengidap multiple sclerosis. Penyakit itu menyerang saraf otak dan membuat beberapa anggota tubuhnya lumpuh. Pepeng terpaksa berkursi roda. Belakangan, ia hanya bisa berbaring di ranjang. Pepeng sampai menyebut dirinya “bed man”. Plesetan Batman.Penerimaan ikhlas Pepeng pada penyakitnya membuka mata Charles. Apalah arti 1,5 tahun tanpa sponsor, pikirnya, jika dibanding puluhan tahun menderita seperti Pepeng. Pepeng saja bisa menerima itu, bahkan memarodikannya.”Dia sebut diri bed man. Dia juga bilang, ‘Saya ini enggak sakit kok. Cuma enggak bisa jalan saja’,'” ujar Charles menuturkan.

Charles jadi sangat mengagumi Pepeng. Apalagi saat ia tahu, sampai akhir hidupnya mantan personel Sersan Prambors itu masih menghidupi keluarga. “Dia bekerja online, dia jualan kacang. Dia bantu kami promosikan film.”Menariknya, bantuan yang Pepeng berikan untuk Finding Srimulat adalah cuma-cuma. Ia tak mau dibayar. “Kalian itu orang gila yang waras,” kata Pepeng kala itu kepada Charles.Timnya disebut gila karena berusaha menyatukan kembali kelompok Srimulat yang tercerai-berai, dan membuatkan mereka panggung film. Tapi waras, karena memang begitulah yang seharusnya orang lakukan untuk menyelamatkan bangsa. Lewat penghargaan terhadap budaya dan sejarah.

“Anggap gue sama gilanya seperti kalian,” ujar Pepeng menyambung ucapannya sebelumnya. Saat seharusnya butuh didukung, ia justru mendukung orang lain. Itu yang Charles kagumi darinya.harles sendiri belum sempat mengunjungi Pepeng lagi sejak Januari lalu. “Kondisinya masih sehat saat itu. Saya sempat cerita macam-macam dan dia tertawa sampai sakit perut dan mengangkat tangan. Saya senang masih bisa bikin dia ketawa,” kata Charles mengenangnya.

Charles kini hanya bisa berharap, semangat dan cita-cita Pepeng bisa terpenuhi lewat generasi muda seperti dirinya. “Kalau kita percaya ada kehidupan setelah ini, seharusnya di sana Mas Pepeng sudah tertawa dan lari-lari,” ucapnya. Sebelumnya diberitakan, Pepeng meninggal karena serangan jantung di Rumah Sakit Puri Cinere, Rabu (6/5) pukul 10.05 WIB. Kata Charles, jenazah akan dimakankan di BSD sore nanti, setelah dibawa ke rumah duka di Cinere.

Komedian Ferrasta Soebardi alias Pepeng mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul sepuluh pagi ini (6/5), setelah sebelumnya, pada dini hari tadi, merasakan sesak di dada. Pepeng segera dibawa ke Rumah Sakit Puri Cinere dan masuk ruang ICU. Demikian disampaikan pengamat musik Bens Leo Kebetulan, ia berada di rumah sakit itu.”Mungkin serangan jantung,” ujar Bens saat ditelepon pada Rabu siang (6/5).

Kejadian ini seolah mengingatkan kejadian setahun kemarin, pada Maret 2014, saat Pepeng mengalami serangan jantung dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Puri Cinere.Merunut keterangan Gemirio Muhammad, putra kedua Pepeng, kepada awak media, ketika itu, ayahnya pertama kali terkena serangan jantung dan infeksi paru pada Agustus 2013.

Pepeng menderita Multiple Sclerosis sejak Juli 2005. Ia dirawat di rumah sendiri karena merasa lebih nyaman. Dikatakan Mio, ketika itu, bila di rumah sakit, ayahnya stres. Dirawat di rumah selama 10 tahun terakhir, Pepeng terus dijaga sanak famili secara bergiliran. Kondisinya tak memungkinkan ia dibiarkan sendiri tanpa pengawasan dan perawatan. Di kamar tidur yang disebut “gua,” pemandu telekuis Jari-jari ini mampu menyelesaikan studi S2 bidang psikologi di Universitas Indonesia, juga buku Di Balik Jari-Jari.

Sineas Charles Gozali yang pernah membezuk Pepeng tak pernah lupa candaan sang komedian soal sakitnya. “Ia bertanya kepada Tuhan, ‘Why me?’ Lalu, Tuhan berkata, ‘Why not!'” Komedian Indonesia Ferrasta Soebardi, atau yang lebih dikenal dengan nama Pepeng, dinyatakan meninggal dunia pada hari ini, Rabu (6/5), pukul 10.05 WIB di Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta. Pepeng dirawat di rumah sakit setelah mengeluh sesak napas dan sakit dada.

Penyebab kematiannya diperkirakan adalah serangan jantung. Sebelumnya Pepeng juga pernah mengalami serangan serupa, Maret tahun lalu. Namun, jauh sebelum mengalami sakit jantung, pria asal Sumenep, Madura itu telah bertahun-tahun hidup dengan penyakit langka multiple sclerosis.Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang selubung pelindung (myelin) yang menutup saraf di otak. Kerusakan myelin mengganggu komunikasi antara otak dan seluruh tubuh. Pada akhirnya, kondisi saraf sendiri mungkin memburuk, dan kerusakannya tak bisa diperbaiki.

Penyebab multiple sclerosis tidak diketahui pasti hingga saat ini. Para ahli hanya meyakini MS sebagai penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendiri. Dalam MS, proses ini menghancurkan myelin, yaitu zat lemak yang melapisi dan melindungi serat saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Myelin dapat dibandingkan dengan isolasi pada kabel listrik. Ketika myelin rusak, pesan-pesan yang melakukan perjalanan sepanjang saraf mengalami keterlambatan atau terblokir.

Ayu Azhari Dikabarkan Menikah Dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Aktris Ayu Azhari kembali menuai kontroversi. Kali ini Ayu dikabarkan telah dinikahi oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Informasi tentang pernikahan ini awalnya terungkap dari pemberitaan media lokal Banyuwangi, tabloid Suksesi. Dalam pemberitaan tersebut terungkap percakapan antara Ayu dengan Forum Klarifikasi Ulama dan Tokoh Banyuwangi.

Di situ, Ayu yang bernama asli Siti Khadijah mengaku telah dinikahi oleh Bupati Adullah Azwar Anas. “Saya menempatkan diri saya ikhlas loh sebagai istri (Bupati Abdullah Azwar Anas). Sama Bu Ayin enggak apa-apa,” kata Ayu, seperti termuat di tabloid Suksesi.

Dikonfirmasi tentang kabar pernikahannya dengan Bupati Abdullah Azwar Anas, Ayu yang mengaku sedang sibuk mengurus anaknya tidak membenarkan atau membantahnya. “Ini bukan ranah saya,” kata Ayu , Rabu, 8 April 2015. “Intinya, no comment.”

Mengenai informasi pernikahan ini, masih berusaha mendapatkan klarifikasi dari Bupati Abdullah Azwar Anas.

Olga Syahputra Meninggal

Olga Syahputra dikabarkan meninggal pada Jumat sore, 27 Maret 2015. Kabar duka tersebut disampaikan oleh Vera, manajer Olga, melalui media sosial Twitter. “Innalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang kesayangan mak, Olga Syahputra jam 5.17 sore di hari Jumat. Minta doa buat kesayangan mak,” demikian penjelasan Vera dalam akun Twitternya, @MakVeraZanobia.

Olga yang dikenal sebagai komedian, pemain film, dan penyanyi, ini meninggal di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, dalam usia 32 tahun. Selama setahun terakhir, Olga dirawat di rumah sakit tersebut karena mengidap penyakit meningitis. Pesan yang ditulis manajer Olga tersebut banyak di-share oleh follower-nya dan penggemar Olga.

Komedian Denny “Cagur” Wahyudi sempat tak percaya kabar soal kematian koleganya di dunia hiburan, Olga Syahputra. Ia pun datang ke rumah orang tua Olga di Jalan Kresna Raya Nomor 4, Jakarta Timur.

“Ternyata kabar itu benar,” kata dia, Jumat, 27 Maret 2015. Denny datang mengenakan peci dan baju koko hitam. Menurut dia, Olga merupakan inspirasi baginya. Khususnya, kata dia, semangat pembawa acara musik ‘Dahsyat’ itu untuk sembuh dari penyakitnya. “Dia tipe pekerja keras dan selalu semangat dalam kondisi apapun,” ujarnya.

Olga meninggal pada Jum’at sore, 27 Maret, setelah setahun dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth. Dia disebut menderita Meningitis. Pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1983 itu terkenal dengan gaya kemayu. Tingkah kocak dan sifat lugu yang lekat di dirinya membuat Olga dicintai banyak penggemar.

Komedian dan presenter itu membangun karir dari bawa. Olga pernah menjadi asisten penyanyi dangdut Rita Sugiarto. Setelah kira-kira setahun bersama Rita, kemudian Olga mulai banyak mendapatkan tawaran kerja, mulai sinetron Si Yoyo hingga menjadi pembawa acara Ceriwis bersama Indra Bekti dan Indy Barends.

Orang makin mengenal sosok Olga yang terlihat heboh dan kocak di televisi. “Meski dia sudah terkenal, kita masih sering kontak. Dia sangat luar biasa,” kata diva dangdut itu. Menurut Rita, sejak dari dulu Olga memang suka bicara ceplas-ceplos . “Dia apa adanya. Ceplas, ceplos. Tapi belakangan ia juga mulai tampak lebih dewasa, tentu makin bisa menjaga, ” kata Rita kepada Tempo, Ahad 11 Mei 2014.

Kabar meninggalnya presenter kocak Olga Syahputra seketika mengejutkan fan. Olga dikabarkan meninggal pada Jumat sore, 27 Maret 2015. Seketika ucapan belasungkawa para penggemar Olga membanjiri lini masa Twitter. Bahkan tagar #RIPOlgaSyahputra menjadi trending topic hari ini. “Yang kita perlukan adalah mengirim doa minimal Alfateha untuk Yoga Syahputra.#RIPOlgaSyahputra,” cuit salah satu penggemar Olga.

“Puasa tahun ini tanpa canda tawamu kak Olga, sahur dan buka tanpa candamu,” cuit yang lain. Olga dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, pada usia yang terbilang muda: 32 tahun. “Innalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang kesayangan mak olga syahputra di jam 5.17 sore di hari jumat. minta doa buat kesayangan mak,” cuit Mak Vera, manajer Olga, lewat akun Twitter-nya, @MakVeraZanobia.

Olga Syahputra meninggal pada Jumat sore, 27 Maret 2015, di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Kabar tersebut disampaikan oleh manajer Olga, Vera, dalan akun media sosial Twitter miliknya.

“Innalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang kesayangan mak olga syahputra di jam 5.17 sore di hari jumat. minta doa buat kesayangan mak,” tulis Vera diakun Twitternya @MakVeraZanobia. Olga yang punya nama asli Yoga Syahputra hampir satu tahun belakangan menderita sakit meningitis. Olga wafat diusia 32 tahun. Pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1983 itu dikenal sebagai artis serba bisa. Bukan cuma melawak, Olga juga terjun di dunia tarik suara, akting di sejumlah film dan sinetron, serta menjadi pembawa acara hiburan di stasiun televisi dan off air.

Karena itulah Olga menyabet sejumlah penghargaan dari tahun 2009 sampai 2013. Pada 2009, Olga mengantongi tiga penghargaan yakni sebagai Presenter Musik Variety Show Terfavorit, dan Pelawak Terfavorit di ajang Panasonic Award, serta Pembawa Acara Favorit di Indonesia Kids Choice Award.

Selanjutnya tahun 2010, Olga memenangi penghargaan Pelawak Terfavorit di ajang Panasonic Gobel Awards. Tahun 2011, Olga mendapat dua penghargaan sebagai Presenter Musik Variety Show Terfavorit dari Panasonic Gobel Awards, dan Pembawa Acara Favorit di Indonesia Kids Choice Awards. Pada tahun 2012 dan 2013, Olga mendapat dua penghargaan dari Panasonic Gobel Awards. Olga dianugerahi sebagai Presenter Talent Show Terfavorit tahun 2012, dan Pelawak Terfavorit pada tahun 2013.

Meninggalnya komedian sekaligus presenter Olga Syahputra, 32 tahun, membuat rumah orang tuanya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, disesaki ratusan pelayat. Para pelayat sebagian besar adalah tetangga dan kerabat Olga. Seorang pelayat yang juga tetangga orang tua Olga, Rina, mengatakan mendapat informasi ihwal meninggalnya Olga dari dari penjaga rumah orang tua Olga, Nur Rohman dan Nurhida. “Saya terima kabar pukul 16.30,” kata Rina kepada Tempo, Jumat, 27 Jumat 2015

Olga meninggal setelah setahun dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth. Dia disebut menderita meningitis. Paman Olga, Ariswan, menyebut jenazah baru akan tiba di Indonesia Sabtu pagi, 28 Maret 2015. “Rencana akan dimakamkan di Pemakaman Pondok Kelapa,” ujarnya. Di rumah orang tua Olga, kini digelar pengajian. Di ruang tamu rumah tersebut, telah disiapkan tempat tidur beralaskan kain batik yang akan dipakai untuk membaringkan jenazah Olga.

Olga Syahputra dikabarkan meninggal pada Jumat sore, 27 Maret 2015, di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Kabar tersebut dibenarkan oleh manajer Olga, Vera, lewat akun media sosial Twitter miliknya. “Innalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang kesayangan mak olga syahputra di jam 5.17 sore di hari jumat. minta doa buat kesayangan mak,” tulis Vera di akun Twitter-nya, @MakVeraZanobia.

Presenter yang punya nama asli Yoga Syahputra itu memang hampir satu tahun belakangan ini menderita sakit meningitis. Ketika dia dirawat di Singapura, pernah beberapa kali muncul isu dia meninggal. Isu tersebut selalu dibantah keluarga dan manajer Olga. Namun hari ini Olga berpulang pada umur 32 tahun. Pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1983, itu terkenal dengan gayanya yang kemayu. Tingkah kocak dan sifat lugu yang lekat kepadanya membuat dia dicintai banyak penggemar. Selain berkecimpung di dunia lawak, Olga membintangi sejumlah film layar lebar.

Film berjudul Tina Toon dan Lenong Bocah the Movie yang tayang pada 2004 menjadi film pertama Olga. Tahun 2008 bisa disebut sebagai tahun larisnya Olga di dunia film. Sebab, ada lima judul film yang dia bintangi selama 2008. Film-film tersebut yakni Susahnya Jadi Perawan, Mau Lagi?, Basahhh…, Cintaku Selamanya, dan Mas Suka, Masukin Aja Besar Kecil It’s Okay.

Selanjutnya, pada 2011-2014, Olga membintangi satu judul film per tahun. Film Pacar Hantu Perawan dia bintangi pada 2011, Kung Fu Pocong Perawan (2012), Taman Lawang (2013), dan Olga & Billy Lost in Singapore (2014). Selain menjadi bintang film, Olga membintangi sejumlah sinetron, seperti Senandung Masa Puber, Kawin Gantung, Si Yoyo, Doo Bee Doo, Tarzan Cilik, dan Mister Olga.

Kronologi Meninggalnya Yanni ‘Trio Libels’

Setelah pesawat Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ 071 mendarat di Terminal B Bandara Soekarno-Hatta, Yani Djunaedi atau Yanni Libels langsung masuk ke toilet Bandara. “Masuk ke toilet dan sempat duduk sebentar di toilet. Dia mengeluh sakit dan minta tolong petugas toilet,” kata Chief Security Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Dirja, Rabu, 25 Maret 2015. Petugas cleaning service segera melapor ke petugas keamanan yang kemudian menindaklanjutinya dengan melapor ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno-Hatta. Bersama-sama mereka membawa Yanni Libels ke klinik KKP yang ada di Terminal IB dengan menggunakan kursi roda.

Kepala KKP Soekarno-Hatta, Oenedo Gumarang, mengatakan petugas kesehatan KKP langsung memberikan pertolongan pertama kepada Yanni Libels yang saat itu sudah tak sadarkan diri. “Berkali-kali kami berusaha membuatnya sadar,” katanya. Namun upaya itu tidak berhasil. Sesaat kemudian Yanni dinyatakan meninggal. “Diduga karena serangan jantung,” kata Oenedo.

Penyanyi Yanni Trio Libels, yang mengembuskan napas terakhir di toilet Bandara Soekarno-Hatta, Rabu, 25 Maret 2015, diketahui tidak menderita sakit saat akan berangkat dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Yanni, yang menumpang pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 071 pukul 08.20, tadi masih bercengkerama dengan koleganya sesaat sebelum berangkat. Station Manager Sriwijaya Air Pangkalpinang Kian Se mengaku sempat bertemu dengan Yanni Trio Libels saat akan berangkat dan tidak melihat tanda-tanda sakit dalam diri Yanni Trio Libels.

“Terus terang kita kaget mendengar berita ini karena pagi tadi kita masih bercengkerama dan bersalaman. Almarhum juga sempat menitipkan kunci hotel kepada saya,” ujar Kian Se, Rabu, 25 Maret 2015. Kian Se mengatakan Yanni Trio Libels merupakan penumpang terakhir yang naik ke pesawat Sriwijaya Air dan duduk di kursi nomor 29D. “Kalau tidak salah, dia datang hari Senin untuk melayat meninggalnya Bapak Lo Kui Nam, yang merupakan ayah dari Presiden Komisaris Sriwijaya Air Hendri Lie. Selama di Pangkalpinang, ia menginap di Hotel Santika dengan kondisi sehat,” katanya.

Kian Se menyebutkan Yanni Trio Libels sempat mengeluh pusing dan panas-dingin saat tiba di Jakarta. Ia pun masih sempat meminta petugas Bandara untuk memberikan perawatan. “Namun, saat petugas itu membawa petugas medis, Yanni sudah tidak sadarkan diri dan langsung dibawa ke medical Bandara Soekarno-Hatta untuk mendapatkan perawatan. Namun dia tidak bisa diselamatkan,” tuturnya.

Juru bicara keluarga Lo Kui Nam, Ginting Samuel, mengatakan turut berdukacita atas meninggalnya Yanni Trio Libels. Menurut dia, Yanni sangat dekat dengan keluarga Lo Kui Nam dan sering dilibatkan dalam setiap acara Sriwijaya Air. “Kita sangat kehilangan sosok yang sangat dekat dengan kita. Semoga ia ditempatkan di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Dan kepada keluarga Yanni semoga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Atas nama Sriwijaya Air dan keluarga Lo Kui Nam, kita turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujarnya.

Personel Trio Libels, Yanni Djunaedi alias Yanni Libels, meninggal setelah keluar dari toilet Terminal I Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu, 25 Maret 2015. Kepala Kantor Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta Oenedo Gumarang menduga Yanni meninggal akibat serangan jantung. Saat itu, kata dia, Yanni, yang baru mendarat dengan pesawat Sri Wijaya Air rute Pangkal Pinang-Jakarta, langsung masuk ke dalam toilet. “Keluar dari toilet, dia langsung tumbang,” ujar Oenedo.

Menurut Oenedo, saat itu Yanni sempat mengambil kopernya yang diletakkan di tempat penitipan tas di depan toilet. Saat terjatuh, Yanni langsung ditolong petugas kebersihan. “Petugas kami datang dan segera memberikan pertolongan pertama,” ucapnya. Dokter Bandara Soetta, Sita, dan petugas kesehatan berupaya memberikan pertolongan sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan penyakit serangan jantung. Tapi upaya tersebut tak bisa menyelamatkan nyawa Yanni. “Nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal,” tuturnya.

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Indonesia. Yanni Libels, anggota Trio Libels, dikabarkan meninggal pagi tadi, Rabu, 25 Maret 2015. Kabar ini cukup mengagetkan karena Yanni masih sempat menulis pesan pada akun Facebook-nya, tepatnya empat jam yang lalu. Ia menulis, “On Board With Sriwijaya air. Bismillah.— travelling to Tangerang from Depati Amir Airport”. Masih ada teman yang sempat menggodanya. “Ole-ole jangan lupa ya,” tulis Marina. Setelah komentar itu, komentar duka pun berdatangan dari semua temannya.

Sehari sebelum terbang, Yanni juga sempat menuliskan perenungannya tentang hidup. “Saya pikir, hidup itu harus banyak meminta ~ ternyata harus banyak memberi. Saya pikir, sayalah orang yang paling hebat ~ ternyata ada langit di atas langit. Saya pikir, kegagalan itu final ~ ternyata hanya sukses yang tertunda. Saya pikir, sukses itu harus kerja keras ~ ternyata kerja cerdas. Saya pikir, kunci surga ada di langit ~ ternyata ada di hatiku. Saya pikir, Tuhan selalu mengabulkan setiap permintaan ~ ternyata Tuhan hanya memberikan yang kita perlukan,” tulis Yanni.

“Saya pikir, yang paling berharga itu uang dan kekuasaan, emas, permata ternyata bukan juga, yang paling penting dan paling mahal itu kesehatan dan nama baik,” Yanni melanjutkan. Pesan Yanni tersebut dibalas oleh rekannya, Ronnie Sianturi, “Amin ma Yanni, have a good day.” “Amin bang Ronnie Sianturi, makasih ya. Have a good day too, GBU,” balas Yanni. Satu personel Trio Libels, Yanni Libels, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Rabu, 25 Maret 2015.

Kabar duka ini beredar luas melalui broadcast BlackBerry Messenger dan jejaring sosial. “Berita duka: Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia sahabat kita, Yanni Libels, hari Rabu, 25 Maret, jam 09.45 WIB. Mari kita doakan semoga amal dan ibadah almarhum diterima Allah SWT. Amin,” cuit akun Twitter teman Yanni Libels.

Para sahabat dan rekan-rekan Yanni merasa kehilangan. Seorang teman Yanni mengunggah status terakhir penyanyi itu di Facebook. Di akun Facebook-nya, Yanni menulis: “On board with Sriwijaya Air. Bismillah traveling to Tangerang from Depati Amir Airport.” Status itu ditulisnya empat jam yang lalu. “Ya ampun, baru juga buat status kok dapat berita sudah meninggal,” tulis salah satu akun Facebook pada kolom komentar status tersebut.

Sebelumnya, Yanni menulis: “Ini bukan nasehat saya pikir…saya pikir hidup harus banyak meminta, ternyata harus banyak memberi”.