Ferrasta Soebardi alias Pepeng Meninggal Dunia

Sekitar pukul dua dini hari, Rabu (6/5) Ferrasta Soebardi alias Pepeng mengeluh dadanya sesak. Ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Puri Cinere dan masuk ruang ICU, menurut penuturan Bens Leo. “Mungkin serangan jantung,” ujar Bens saat ditelepon padaa Rabu (6/5) siang ini. Dua orang dokter sempat membantu Pepeng. Ia dipasang alat pernapasan. Seorang dokter lagi masuk ruang ICU, lalu keluar dengan kabar duka. Pepeng dinyatakan meninggal dunia. “Pukul 10.05 WIB tadi meninggal,” ujar Bens.

Pepeng meninggal dikelilingi keluarganya. Seorang putranya yang bernama Mio, dan Tami, istrinya. Menurut penuturan Bens, Pepeng seperti menunggu istrinya datang sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Bens sendiri kebetulan berada di sana. Ia sedang menjemput istrinya yang memang seorang dokter di RS Puri Cinere. Pukul 09.30 WIB, sang istri berkata bahwa Pepeng sedang kritis. Bens pun masuk ke ICU, mengunjungi Pepeng. “Dia bilang, ‘Dada saya sesak’. Dia juga sempat pegang tangan saya,” ujar Bens lagi.

Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Pepeng langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Bumi 9 Nomor 98, Komplek Bumi Pusaka Cinere. Seluruh keluarga sudah berkumpul di sana. “Tinggal satu anaknya di Kuala Lumpur, sedang dihubungi,” kata Bens menirukan putra Pepeng. Pepeng dikenal sebagai komedian. Selain di televisi dan radio, Pepeng pernah menjadi pekerja kantoran. Ia lantas beken dengan telekuis Jari-jari, hingga kini.

Pria kelahiran Sumenep, 23 September 1954 itu mengidap penyakit langka yang dikenal dengan nama multiple sclerosis. Pepeng harus memakai kursi roda karenanya. Meski begitu, Pepeng tetap pernah memandu Jari-jari lewat situ.. Beberapa dokter keluar masuk ruangan ICU Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta, Rabu (6/5) sejak pukul 02.00 WIB. Di dalamnya ada Ferrasta Soebardi, komedian Indonesia yang lebih beken dengan nama Pepeng. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh dadanya sesak.

Upaya dokter merawat intensif Pepeng tak berhasil. Pukul 10.05 WIB, Pepeng dinyatakan meninggal dunia. “Ada saya, putranya Mio, dan Mbak Tami, istrinya,” ujar Bens Leo saat dihubungi siang. Bens mengatakan, istri Pepeng datang pada saat-saat terakhir. “Tapi dia sempat membacakan Al-Quran dan bilang ‘I love you.'” Bens mengaku melihat langsung detik-detik kritis Pepeng, sampai napasnya terembus untuk terakhir kali. Ia yang sebelumnya tak pernah melihat orang meregang nyawa di depan matanya, menyebut kematian Pepeng itu sangat indah.

“Dia enggak ngorok. Istrinya datang, baru dia lepas. Dia seperti menunggu istrinya,” ucap pengamat musik senior itu. Sebelum Pepeng meninggal, Bens sempat masuk ke ruangan ICU dan berinteraksi dengan pembawa Jari-jari itu. Kata Bens, Pepeng sempat menggenggam tangannya. Ia juga mengeluh dadanya sakit. Sebab meninggalnya Pepeng, diperkirakan Bens adalah sakit jantung. Sebelumnya Pepeng sudah pernah mengalami serangan serupa, Maret tahun lalu. Pria asal Sumenep, Madura itu pernah dirawat di rumah sakit, tapi lalu pulih. Serangan kali ini rupanya telah merenggut nyawanya. Jenazah Pepeng langsung dibawa pulang ke rumah duka di Jalan Bumi 9 Nomor 98, Komplek Bumi Pusaka Cinere, Jakarta.

Meninggalnya Ferrasta Soebardi alias Pepeng, mengejutkan Charles Gozali, sutradara Finding Srimulat. Ia sedang menghadiri sebuah seminar saat dihubungi. Charles mengaku baru mendengar kabar duka itu, dan langsung mengontak putra Pepeng. “Saya kehilangan teman luar biasa,” ucapnya.Charles pernah sekali bekerja sama dengan Pepeng, saat menggarap Finding Srimulat. Meski sulit bergerak dan tak bisa jalan, Pepeng saat itu tetap membantu timnya. Selain mengonsep, ia juga banyak memberi inspirasi.

“Film itu dibuat selama empat tahun. Satu setengah tahun pertama kami enggak dapat sponsor,” ujar Charles bercerita. Ia lalu berkonsultasi dengan Pepeng. Kata-kata sang pemandu telekuis Jari-jari itu menggugahnya. “Dia bilang, ‘Kalau mengalami kondisi sulit, yakinlah itu diberi karena kita mampu. Saya bukan superhero, saya juga sering menengadah dan bertanya pada Tuhan: why me? Tapi Tuhan kemudian melihat ke bawah dan menjawab: why not?’ Itu quote yang unik,” kata Charles lagi.

Puluhan tahun lamanya Pepeng mengidap multiple sclerosis. Penyakit itu menyerang saraf otak dan membuat beberapa anggota tubuhnya lumpuh. Pepeng terpaksa berkursi roda. Belakangan, ia hanya bisa berbaring di ranjang. Pepeng sampai menyebut dirinya “bed man”. Plesetan Batman.Penerimaan ikhlas Pepeng pada penyakitnya membuka mata Charles. Apalah arti 1,5 tahun tanpa sponsor, pikirnya, jika dibanding puluhan tahun menderita seperti Pepeng. Pepeng saja bisa menerima itu, bahkan memarodikannya.”Dia sebut diri bed man. Dia juga bilang, ‘Saya ini enggak sakit kok. Cuma enggak bisa jalan saja’,'” ujar Charles menuturkan.

Charles jadi sangat mengagumi Pepeng. Apalagi saat ia tahu, sampai akhir hidupnya mantan personel Sersan Prambors itu masih menghidupi keluarga. “Dia bekerja online, dia jualan kacang. Dia bantu kami promosikan film.”Menariknya, bantuan yang Pepeng berikan untuk Finding Srimulat adalah cuma-cuma. Ia tak mau dibayar. “Kalian itu orang gila yang waras,” kata Pepeng kala itu kepada Charles.Timnya disebut gila karena berusaha menyatukan kembali kelompok Srimulat yang tercerai-berai, dan membuatkan mereka panggung film. Tapi waras, karena memang begitulah yang seharusnya orang lakukan untuk menyelamatkan bangsa. Lewat penghargaan terhadap budaya dan sejarah.

“Anggap gue sama gilanya seperti kalian,” ujar Pepeng menyambung ucapannya sebelumnya. Saat seharusnya butuh didukung, ia justru mendukung orang lain. Itu yang Charles kagumi darinya.harles sendiri belum sempat mengunjungi Pepeng lagi sejak Januari lalu. “Kondisinya masih sehat saat itu. Saya sempat cerita macam-macam dan dia tertawa sampai sakit perut dan mengangkat tangan. Saya senang masih bisa bikin dia ketawa,” kata Charles mengenangnya.

Charles kini hanya bisa berharap, semangat dan cita-cita Pepeng bisa terpenuhi lewat generasi muda seperti dirinya. “Kalau kita percaya ada kehidupan setelah ini, seharusnya di sana Mas Pepeng sudah tertawa dan lari-lari,” ucapnya. Sebelumnya diberitakan, Pepeng meninggal karena serangan jantung di Rumah Sakit Puri Cinere, Rabu (6/5) pukul 10.05 WIB. Kata Charles, jenazah akan dimakankan di BSD sore nanti, setelah dibawa ke rumah duka di Cinere.

Komedian Ferrasta Soebardi alias Pepeng mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul sepuluh pagi ini (6/5), setelah sebelumnya, pada dini hari tadi, merasakan sesak di dada. Pepeng segera dibawa ke Rumah Sakit Puri Cinere dan masuk ruang ICU. Demikian disampaikan pengamat musik Bens Leo Kebetulan, ia berada di rumah sakit itu.”Mungkin serangan jantung,” ujar Bens saat ditelepon pada Rabu siang (6/5).

Kejadian ini seolah mengingatkan kejadian setahun kemarin, pada Maret 2014, saat Pepeng mengalami serangan jantung dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Puri Cinere.Merunut keterangan Gemirio Muhammad, putra kedua Pepeng, kepada awak media, ketika itu, ayahnya pertama kali terkena serangan jantung dan infeksi paru pada Agustus 2013.

Pepeng menderita Multiple Sclerosis sejak Juli 2005. Ia dirawat di rumah sendiri karena merasa lebih nyaman. Dikatakan Mio, ketika itu, bila di rumah sakit, ayahnya stres. Dirawat di rumah selama 10 tahun terakhir, Pepeng terus dijaga sanak famili secara bergiliran. Kondisinya tak memungkinkan ia dibiarkan sendiri tanpa pengawasan dan perawatan. Di kamar tidur yang disebut “gua,” pemandu telekuis Jari-jari ini mampu menyelesaikan studi S2 bidang psikologi di Universitas Indonesia, juga buku Di Balik Jari-Jari.

Sineas Charles Gozali yang pernah membezuk Pepeng tak pernah lupa candaan sang komedian soal sakitnya. “Ia bertanya kepada Tuhan, ‘Why me?’ Lalu, Tuhan berkata, ‘Why not!'” Komedian Indonesia Ferrasta Soebardi, atau yang lebih dikenal dengan nama Pepeng, dinyatakan meninggal dunia pada hari ini, Rabu (6/5), pukul 10.05 WIB di Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta. Pepeng dirawat di rumah sakit setelah mengeluh sesak napas dan sakit dada.

Penyebab kematiannya diperkirakan adalah serangan jantung. Sebelumnya Pepeng juga pernah mengalami serangan serupa, Maret tahun lalu. Namun, jauh sebelum mengalami sakit jantung, pria asal Sumenep, Madura itu telah bertahun-tahun hidup dengan penyakit langka multiple sclerosis.Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang selubung pelindung (myelin) yang menutup saraf di otak. Kerusakan myelin mengganggu komunikasi antara otak dan seluruh tubuh. Pada akhirnya, kondisi saraf sendiri mungkin memburuk, dan kerusakannya tak bisa diperbaiki.

Penyebab multiple sclerosis tidak diketahui pasti hingga saat ini. Para ahli hanya meyakini MS sebagai penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendiri. Dalam MS, proses ini menghancurkan myelin, yaitu zat lemak yang melapisi dan melindungi serat saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Myelin dapat dibandingkan dengan isolasi pada kabel listrik. Ketika myelin rusak, pesan-pesan yang melakukan perjalanan sepanjang saraf mengalami keterlambatan atau terblokir.

Ayu Azhari Dikabarkan Menikah Dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Aktris Ayu Azhari kembali menuai kontroversi. Kali ini Ayu dikabarkan telah dinikahi oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Informasi tentang pernikahan ini awalnya terungkap dari pemberitaan media lokal Banyuwangi, tabloid Suksesi. Dalam pemberitaan tersebut terungkap percakapan antara Ayu dengan Forum Klarifikasi Ulama dan Tokoh Banyuwangi.

Di situ, Ayu yang bernama asli Siti Khadijah mengaku telah dinikahi oleh Bupati Adullah Azwar Anas. “Saya menempatkan diri saya ikhlas loh sebagai istri (Bupati Abdullah Azwar Anas). Sama Bu Ayin enggak apa-apa,” kata Ayu, seperti termuat di tabloid Suksesi.

Dikonfirmasi tentang kabar pernikahannya dengan Bupati Abdullah Azwar Anas, Ayu yang mengaku sedang sibuk mengurus anaknya tidak membenarkan atau membantahnya. “Ini bukan ranah saya,” kata Ayu , Rabu, 8 April 2015. “Intinya, no comment.”

Mengenai informasi pernikahan ini, masih berusaha mendapatkan klarifikasi dari Bupati Abdullah Azwar Anas.

Olga Syahputra Meninggal

Olga Syahputra dikabarkan meninggal pada Jumat sore, 27 Maret 2015. Kabar duka tersebut disampaikan oleh Vera, manajer Olga, melalui media sosial Twitter. “Innalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang kesayangan mak, Olga Syahputra jam 5.17 sore di hari Jumat. Minta doa buat kesayangan mak,” demikian penjelasan Vera dalam akun Twitternya, @MakVeraZanobia.

Olga yang dikenal sebagai komedian, pemain film, dan penyanyi, ini meninggal di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, dalam usia 32 tahun. Selama setahun terakhir, Olga dirawat di rumah sakit tersebut karena mengidap penyakit meningitis. Pesan yang ditulis manajer Olga tersebut banyak di-share oleh follower-nya dan penggemar Olga.

Komedian Denny “Cagur” Wahyudi sempat tak percaya kabar soal kematian koleganya di dunia hiburan, Olga Syahputra. Ia pun datang ke rumah orang tua Olga di Jalan Kresna Raya Nomor 4, Jakarta Timur.

“Ternyata kabar itu benar,” kata dia, Jumat, 27 Maret 2015. Denny datang mengenakan peci dan baju koko hitam. Menurut dia, Olga merupakan inspirasi baginya. Khususnya, kata dia, semangat pembawa acara musik ‘Dahsyat’ itu untuk sembuh dari penyakitnya. “Dia tipe pekerja keras dan selalu semangat dalam kondisi apapun,” ujarnya.

Olga meninggal pada Jum’at sore, 27 Maret, setelah setahun dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth. Dia disebut menderita Meningitis. Pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1983 itu terkenal dengan gaya kemayu. Tingkah kocak dan sifat lugu yang lekat di dirinya membuat Olga dicintai banyak penggemar.

Komedian dan presenter itu membangun karir dari bawa. Olga pernah menjadi asisten penyanyi dangdut Rita Sugiarto. Setelah kira-kira setahun bersama Rita, kemudian Olga mulai banyak mendapatkan tawaran kerja, mulai sinetron Si Yoyo hingga menjadi pembawa acara Ceriwis bersama Indra Bekti dan Indy Barends.

Orang makin mengenal sosok Olga yang terlihat heboh dan kocak di televisi. “Meski dia sudah terkenal, kita masih sering kontak. Dia sangat luar biasa,” kata diva dangdut itu. Menurut Rita, sejak dari dulu Olga memang suka bicara ceplas-ceplos . “Dia apa adanya. Ceplas, ceplos. Tapi belakangan ia juga mulai tampak lebih dewasa, tentu makin bisa menjaga, ” kata Rita kepada Tempo, Ahad 11 Mei 2014.

Kabar meninggalnya presenter kocak Olga Syahputra seketika mengejutkan fan. Olga dikabarkan meninggal pada Jumat sore, 27 Maret 2015. Seketika ucapan belasungkawa para penggemar Olga membanjiri lini masa Twitter. Bahkan tagar #RIPOlgaSyahputra menjadi trending topic hari ini. “Yang kita perlukan adalah mengirim doa minimal Alfateha untuk Yoga Syahputra.#RIPOlgaSyahputra,” cuit salah satu penggemar Olga.

“Puasa tahun ini tanpa canda tawamu kak Olga, sahur dan buka tanpa candamu,” cuit yang lain. Olga dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, pada usia yang terbilang muda: 32 tahun. “Innalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang kesayangan mak olga syahputra di jam 5.17 sore di hari jumat. minta doa buat kesayangan mak,” cuit Mak Vera, manajer Olga, lewat akun Twitter-nya, @MakVeraZanobia.

Olga Syahputra meninggal pada Jumat sore, 27 Maret 2015, di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Kabar tersebut disampaikan oleh manajer Olga, Vera, dalan akun media sosial Twitter miliknya.

“Innalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang kesayangan mak olga syahputra di jam 5.17 sore di hari jumat. minta doa buat kesayangan mak,” tulis Vera diakun Twitternya @MakVeraZanobia. Olga yang punya nama asli Yoga Syahputra hampir satu tahun belakangan menderita sakit meningitis. Olga wafat diusia 32 tahun. Pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1983 itu dikenal sebagai artis serba bisa. Bukan cuma melawak, Olga juga terjun di dunia tarik suara, akting di sejumlah film dan sinetron, serta menjadi pembawa acara hiburan di stasiun televisi dan off air.

Karena itulah Olga menyabet sejumlah penghargaan dari tahun 2009 sampai 2013. Pada 2009, Olga mengantongi tiga penghargaan yakni sebagai Presenter Musik Variety Show Terfavorit, dan Pelawak Terfavorit di ajang Panasonic Award, serta Pembawa Acara Favorit di Indonesia Kids Choice Award.

Selanjutnya tahun 2010, Olga memenangi penghargaan Pelawak Terfavorit di ajang Panasonic Gobel Awards. Tahun 2011, Olga mendapat dua penghargaan sebagai Presenter Musik Variety Show Terfavorit dari Panasonic Gobel Awards, dan Pembawa Acara Favorit di Indonesia Kids Choice Awards. Pada tahun 2012 dan 2013, Olga mendapat dua penghargaan dari Panasonic Gobel Awards. Olga dianugerahi sebagai Presenter Talent Show Terfavorit tahun 2012, dan Pelawak Terfavorit pada tahun 2013.

Meninggalnya komedian sekaligus presenter Olga Syahputra, 32 tahun, membuat rumah orang tuanya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, disesaki ratusan pelayat. Para pelayat sebagian besar adalah tetangga dan kerabat Olga. Seorang pelayat yang juga tetangga orang tua Olga, Rina, mengatakan mendapat informasi ihwal meninggalnya Olga dari dari penjaga rumah orang tua Olga, Nur Rohman dan Nurhida. “Saya terima kabar pukul 16.30,” kata Rina kepada Tempo, Jumat, 27 Jumat 2015

Olga meninggal setelah setahun dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth. Dia disebut menderita meningitis. Paman Olga, Ariswan, menyebut jenazah baru akan tiba di Indonesia Sabtu pagi, 28 Maret 2015. “Rencana akan dimakamkan di Pemakaman Pondok Kelapa,” ujarnya. Di rumah orang tua Olga, kini digelar pengajian. Di ruang tamu rumah tersebut, telah disiapkan tempat tidur beralaskan kain batik yang akan dipakai untuk membaringkan jenazah Olga.

Olga Syahputra dikabarkan meninggal pada Jumat sore, 27 Maret 2015, di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Kabar tersebut dibenarkan oleh manajer Olga, Vera, lewat akun media sosial Twitter miliknya. “Innalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang kesayangan mak olga syahputra di jam 5.17 sore di hari jumat. minta doa buat kesayangan mak,” tulis Vera di akun Twitter-nya, @MakVeraZanobia.

Presenter yang punya nama asli Yoga Syahputra itu memang hampir satu tahun belakangan ini menderita sakit meningitis. Ketika dia dirawat di Singapura, pernah beberapa kali muncul isu dia meninggal. Isu tersebut selalu dibantah keluarga dan manajer Olga. Namun hari ini Olga berpulang pada umur 32 tahun. Pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1983, itu terkenal dengan gayanya yang kemayu. Tingkah kocak dan sifat lugu yang lekat kepadanya membuat dia dicintai banyak penggemar. Selain berkecimpung di dunia lawak, Olga membintangi sejumlah film layar lebar.

Film berjudul Tina Toon dan Lenong Bocah the Movie yang tayang pada 2004 menjadi film pertama Olga. Tahun 2008 bisa disebut sebagai tahun larisnya Olga di dunia film. Sebab, ada lima judul film yang dia bintangi selama 2008. Film-film tersebut yakni Susahnya Jadi Perawan, Mau Lagi?, Basahhh…, Cintaku Selamanya, dan Mas Suka, Masukin Aja Besar Kecil It’s Okay.

Selanjutnya, pada 2011-2014, Olga membintangi satu judul film per tahun. Film Pacar Hantu Perawan dia bintangi pada 2011, Kung Fu Pocong Perawan (2012), Taman Lawang (2013), dan Olga & Billy Lost in Singapore (2014). Selain menjadi bintang film, Olga membintangi sejumlah sinetron, seperti Senandung Masa Puber, Kawin Gantung, Si Yoyo, Doo Bee Doo, Tarzan Cilik, dan Mister Olga.

Kronologi Meninggalnya Yanni ‘Trio Libels’

Setelah pesawat Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ 071 mendarat di Terminal B Bandara Soekarno-Hatta, Yani Djunaedi atau Yanni Libels langsung masuk ke toilet Bandara. “Masuk ke toilet dan sempat duduk sebentar di toilet. Dia mengeluh sakit dan minta tolong petugas toilet,” kata Chief Security Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Dirja, Rabu, 25 Maret 2015. Petugas cleaning service segera melapor ke petugas keamanan yang kemudian menindaklanjutinya dengan melapor ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno-Hatta. Bersama-sama mereka membawa Yanni Libels ke klinik KKP yang ada di Terminal IB dengan menggunakan kursi roda.

Kepala KKP Soekarno-Hatta, Oenedo Gumarang, mengatakan petugas kesehatan KKP langsung memberikan pertolongan pertama kepada Yanni Libels yang saat itu sudah tak sadarkan diri. “Berkali-kali kami berusaha membuatnya sadar,” katanya. Namun upaya itu tidak berhasil. Sesaat kemudian Yanni dinyatakan meninggal. “Diduga karena serangan jantung,” kata Oenedo.

Penyanyi Yanni Trio Libels, yang mengembuskan napas terakhir di toilet Bandara Soekarno-Hatta, Rabu, 25 Maret 2015, diketahui tidak menderita sakit saat akan berangkat dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Yanni, yang menumpang pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 071 pukul 08.20, tadi masih bercengkerama dengan koleganya sesaat sebelum berangkat. Station Manager Sriwijaya Air Pangkalpinang Kian Se mengaku sempat bertemu dengan Yanni Trio Libels saat akan berangkat dan tidak melihat tanda-tanda sakit dalam diri Yanni Trio Libels.

“Terus terang kita kaget mendengar berita ini karena pagi tadi kita masih bercengkerama dan bersalaman. Almarhum juga sempat menitipkan kunci hotel kepada saya,” ujar Kian Se, Rabu, 25 Maret 2015. Kian Se mengatakan Yanni Trio Libels merupakan penumpang terakhir yang naik ke pesawat Sriwijaya Air dan duduk di kursi nomor 29D. “Kalau tidak salah, dia datang hari Senin untuk melayat meninggalnya Bapak Lo Kui Nam, yang merupakan ayah dari Presiden Komisaris Sriwijaya Air Hendri Lie. Selama di Pangkalpinang, ia menginap di Hotel Santika dengan kondisi sehat,” katanya.

Kian Se menyebutkan Yanni Trio Libels sempat mengeluh pusing dan panas-dingin saat tiba di Jakarta. Ia pun masih sempat meminta petugas Bandara untuk memberikan perawatan. “Namun, saat petugas itu membawa petugas medis, Yanni sudah tidak sadarkan diri dan langsung dibawa ke medical Bandara Soekarno-Hatta untuk mendapatkan perawatan. Namun dia tidak bisa diselamatkan,” tuturnya.

Juru bicara keluarga Lo Kui Nam, Ginting Samuel, mengatakan turut berdukacita atas meninggalnya Yanni Trio Libels. Menurut dia, Yanni sangat dekat dengan keluarga Lo Kui Nam dan sering dilibatkan dalam setiap acara Sriwijaya Air. “Kita sangat kehilangan sosok yang sangat dekat dengan kita. Semoga ia ditempatkan di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Dan kepada keluarga Yanni semoga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Atas nama Sriwijaya Air dan keluarga Lo Kui Nam, kita turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujarnya.

Personel Trio Libels, Yanni Djunaedi alias Yanni Libels, meninggal setelah keluar dari toilet Terminal I Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu, 25 Maret 2015. Kepala Kantor Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta Oenedo Gumarang menduga Yanni meninggal akibat serangan jantung. Saat itu, kata dia, Yanni, yang baru mendarat dengan pesawat Sri Wijaya Air rute Pangkal Pinang-Jakarta, langsung masuk ke dalam toilet. “Keluar dari toilet, dia langsung tumbang,” ujar Oenedo.

Menurut Oenedo, saat itu Yanni sempat mengambil kopernya yang diletakkan di tempat penitipan tas di depan toilet. Saat terjatuh, Yanni langsung ditolong petugas kebersihan. “Petugas kami datang dan segera memberikan pertolongan pertama,” ucapnya. Dokter Bandara Soetta, Sita, dan petugas kesehatan berupaya memberikan pertolongan sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan penyakit serangan jantung. Tapi upaya tersebut tak bisa menyelamatkan nyawa Yanni. “Nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal,” tuturnya.

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Indonesia. Yanni Libels, anggota Trio Libels, dikabarkan meninggal pagi tadi, Rabu, 25 Maret 2015. Kabar ini cukup mengagetkan karena Yanni masih sempat menulis pesan pada akun Facebook-nya, tepatnya empat jam yang lalu. Ia menulis, “On Board With Sriwijaya air. Bismillah.— travelling to Tangerang from Depati Amir Airport”. Masih ada teman yang sempat menggodanya. “Ole-ole jangan lupa ya,” tulis Marina. Setelah komentar itu, komentar duka pun berdatangan dari semua temannya.

Sehari sebelum terbang, Yanni juga sempat menuliskan perenungannya tentang hidup. “Saya pikir, hidup itu harus banyak meminta ~ ternyata harus banyak memberi. Saya pikir, sayalah orang yang paling hebat ~ ternyata ada langit di atas langit. Saya pikir, kegagalan itu final ~ ternyata hanya sukses yang tertunda. Saya pikir, sukses itu harus kerja keras ~ ternyata kerja cerdas. Saya pikir, kunci surga ada di langit ~ ternyata ada di hatiku. Saya pikir, Tuhan selalu mengabulkan setiap permintaan ~ ternyata Tuhan hanya memberikan yang kita perlukan,” tulis Yanni.

“Saya pikir, yang paling berharga itu uang dan kekuasaan, emas, permata ternyata bukan juga, yang paling penting dan paling mahal itu kesehatan dan nama baik,” Yanni melanjutkan. Pesan Yanni tersebut dibalas oleh rekannya, Ronnie Sianturi, “Amin ma Yanni, have a good day.” “Amin bang Ronnie Sianturi, makasih ya. Have a good day too, GBU,” balas Yanni. Satu personel Trio Libels, Yanni Libels, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Rabu, 25 Maret 2015.

Kabar duka ini beredar luas melalui broadcast BlackBerry Messenger dan jejaring sosial. “Berita duka: Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia sahabat kita, Yanni Libels, hari Rabu, 25 Maret, jam 09.45 WIB. Mari kita doakan semoga amal dan ibadah almarhum diterima Allah SWT. Amin,” cuit akun Twitter teman Yanni Libels.

Para sahabat dan rekan-rekan Yanni merasa kehilangan. Seorang teman Yanni mengunggah status terakhir penyanyi itu di Facebook. Di akun Facebook-nya, Yanni menulis: “On board with Sriwijaya Air. Bismillah traveling to Tangerang from Depati Amir Airport.” Status itu ditulisnya empat jam yang lalu. “Ya ampun, baru juga buat status kok dapat berita sudah meninggal,” tulis salah satu akun Facebook pada kolom komentar status tersebut.

Sebelumnya, Yanni menulis: “Ini bukan nasehat saya pikir…saya pikir hidup harus banyak meminta, ternyata harus banyak memberi”.

Djudjuk Djuwarijah Pelawak Srimulat Meninggal Dunia

Jenazah pelawak Srimulat Djudjuk Djuwarijah dari RS Dr Sardjito Yogyakarta dibawa ke RS Panti Rapih Yogyakarta. Di RS Panti Rapih jenazah Djudjuk dirias dan kemudian didoakan. Anak-anak, cucu dan kerabat dari Djudjuk nampak berkumpul di RS Panti Rapih. Beberapa diantaranya terlihat menangis sedih atas kepergian Djudjuk. Setelah didoakan oleh Pendeta Joshua dari Solo, jenazah Djudjuk kemudian dimasukkan kedalam ambulans untuk diberangkatkan ke Solo. Jenazah diberangkatkan sekitar pukul 20;10 WIB.

Menantu Djudjuk, Wirinto Endi(47) mengatakan, jenazah Djudjuk akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Bonoloyo, Solo hari Sabtu(7/2) besok pukul 13.00 WIB. Untuk malam ini, jenazah di semayamkan dirumah duka di Jl Srigunting 2, Manahan, Solo. “Sesuai permintaan, jenazah dimakamkan disamping makam suaminya Pak Teguh. Permintaan ibu juga dirias rambut bersanggul dan bersasak dan berkebaya warna putih sesuai keinginanya,”kata Wirinto Endi di RS Panti Rapih Yogyakarta, Jumat(6/2/2015).

Dimatanya, Djudjuk adalah sosok ibu yang luar biasa. Ia banyak mengikuti berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan di Solo. Sebelum dimakamkan, akan dilaksanakan upacara pelepasan jenazah di rumah duka pada pukul 10.00 WIB. Djudjuk Djuwarijah, lahir pada tanggal 20-3-1947 dan wafat tanggal 6-2-2015. Djudjuk meninggalkan 4 orang putra putri dan 8 cucu. Ke empat putra putri Djudjuk yakni Eko Saputra, Ari Wibowo, Mia Pertama, dan Cintia Perdana.

Dunia lawak kehilangan salah satu pentolannya. Jujuk Juariah wafat di Yogyakarta hari ini. Jujuk mengembuskan nafas terakhir di Ruang Amarta RS dr Sardjito sekitar pukul 15.10 WIB, Jumat (6/2/2015). Almarhumah dirawat karena penyakit kanker sejak Senin (1/2) lalu. “Mohon dimaafkan kesalahannya saat beliau masih hidup,” tutur menantu Djujuk, Quirinto Endy, ketika dikonfirmasi detikcom. Jujuk merupakan seniman kelahiran Solo. Pelawak wanita ini wafat di usia 67 tahun. Di Srimulat, ia kerap berperan sebagai ibu rumah tangga.

Pelawak senior Srimulat Jujuk Juariah meninggal dunia di RS Sradjito Yogyakarta pukul 15.10 WIB. Jenazah rencananya sore ini langsung dibawa ke rumahnya di Solo Jawa Tengah. Menantu Jujuk, Quirinto Endy (47) mengatakan, jenazah Jujuk akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Bonoloyo, Solo, Sabtu besok. Saat ini, jenazah masih di RS Sardjito Yogyakarta dan akan dikremasi di Panti Rapih.

“Nanti sudah selesai semua kita bawa pulang ke Solo. Ini masih nunggu secara klinis terus dibersihkan dulu,” kata Quirinto di RS Sardjito Yogyakarta, Jumat (6/2/2015). Jujuk meninggalkan 4 orang putra putri dan 8 cucu. Keempat putra putri Jujuk yakni Eko Saputra, Ari Wibowo, Mia Pertama, dan Cintia Perdana. Semua anak-anaknya sudah dewasa. Djujuk dirawat di ruang Pabiliun Amarta sejak hari Senin lalu karena menderita kanker. Namun, belum sempat di observasi lebih jauh, pelawak asal Solo ini meninggal. Di mata keluarga, Jujuk adalah seorang ibu yang luar biasa.

Kisah Haru Ustad Yusuf Mansur Tentang Rani Sebelum Jalani Hukuman Mati

Ustad Yusuf Mansur punya kisah mengharukan tentang Rani Andriani alias Mellisa Aprilia (39), terpidana yang harus menjalani eksekusi hukuman mati pada 18 Januari 2015. Kisah itu ditulis sang ustad di akun Twitter-nya @Yusuf_Mansur, pada Senin (26/1/2015). Rani harus menjalani eksekusi hukuman mati setelah divonis lewat putusan pertama di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada pertengahan Agustus 2000 silam atas kasus narkotika. Langkah hukum sampai dengan tingkat kasasi yang dilakukannya tidak membuahkan hasil. Begitu juga dengan grasi yang diajukannya karena ditolak oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berikut kisah mengharukan yang dikicaukan Ustad Yusuf Mansur sebelum Rani yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan Tangerang mengakhiri hidupnya dengan eksekusi mati:

#Rani 1. Kehidupan seseorang&akhir kehidupannya, ga ada yg bs menebak&ketebak. Airmata ini menetes, mengetahui kisah Rani.
#Rani 2. Saya malam ini nyesel&nyesek dada ini. Tgl 13 Desember sore, 2014, mestinya saya bisa ketemu Rani. Tp takdir Allah, ga bisa.
#Rani 3. Istri saya, Ustadz Jameel, Ustadz Kupmin, Pak Heri, guru rampak beduk, & keseniannya Rani, yg beruntung bs ketemu Rani.
#Rani 4. Rani, &sjumlah kwn2 dari LP Tangerang diizinkan Kalapas, u silaturahim&performance Rampak Beduk di Pesantren DQ.
#Rani 5. Istri saya di keesokan harinya cerita, ttg bagaimana bagus&semangatnya mereka.
#Rani 5. “Cantik2. Ceria2. Ga keliatan kalo beliau2 itu penghuni LP. &Slh 1nya, kena hukuman mati,” cerita istri saya saat itu.
#Rani 6. “Penampilan, senyuman, mereka, biasa banget Pah,” kata istri saya lagi. Saya lalu liat2 foto2&rekamam video di gadget istri.
#Rani 7. Itulah sepenggal dialog di 13-14 Desember. Dan saya menyesali bangeeeeeettt, knp lalai, ga bs memenuhi permintaan Rani.
#Rani 8. Rani, mdh2an bnr demikian, adalah hanya kurir. “Korban” sebenernya. Dari cerita panjang narkoba. Konon, bukan bandarnya.
#Rani 9. Tapi apapun, Rani tlah melewatinya dg pertaubatan. Saat dieksekusi, Rani dlm keadaan puasa.
#Rani 10. Rani, melewati malam2nya dengan shalat malam. Hari2 tdk tinggal shalat fardhu. KH. Hasan Makarim dkk bnyk mmbimbing bliau.
#Rani 11. Pak Heri, slh 1 guru di DQ, jg guru anak2 saya di rumah, adlh jg guru kesenian Rampak Beduk, Rebana, & Shalawat Rani dkk di Lapas.
#Rani 12. Tgl 13 itulah Rani dkk setelah belajar Rampak Beduk, &rebana, lalu tampil di Pesantren Daqu. Memukau semua hadirin.
#Rani 13. Hingga kemudian tersiarlah berita. Bhw keputusan tembak mati, sdh tdk bs lg ditawar. Itu buat Rani, Keputusan Allah semata.
#Rani 14. Kwn2 di Lapas, dkknya menyaksikan bhw Rani sdh siap dg Takdir-Nya. Ia bersiap dengan menjalani puasa.
#Rani 15. “6 orang yg ditembak, yg senyum, & darahnya sangat sedikit, ya cuma Rani…” Yaaa Allah, saya nangis…
#Rani 16. Saya kontan lsg ajak istri&anak2 saya mendoakan beliau, agar beliau bnr husnul khatimah. &diampuni sgl dosa sprti prmintaannya.
#Rani 17. Saya pun mendoakan Indonesia, &dunia, bersama istri&anak2 saya yg mendengar cerita ini.
#Rani 18. Narkoba, jg minum2an keras, sdh memisahkan ayah dari istri&anak2nya. Memisahkan seorang ibu, dari suami&anak2nya.
#Rani 19. Narkoba, sdh memisahkan kakak dari adik2nya. Adik, dari kakak2nya. Kawan, dari kawan2nya.
#Rani 20. Narkoba&minum2an keras, bahkan sering jg merenggut, dg izin Allah, orang2 tak berdosa lainnya. Entah krn ketabrak dia, dll.
#Rani 21. Lihatlah kesedihan keluarga yg ditinggalkan oleh sedikitnya 3 pengendara motor yg tewas. Barangkali di antara mereka…
#Rani 22. Barangkali di antara 3 pengendara mtr ini, ada yg pengantin baru, ada yg baru punya bayi, atau istrinya baru hamil. Yaa Allah…
#Rani 23. Tidak trhitung kasus2 akibat Narkoba, minum2an keras… Menyisakan kepedihan&kesedihan. Doa qt smua u keselamatan smua.
#Rani 24. Rani, wafat dlm keadaan tersenyum. Tembakan para eksekutor, mengantarnya dg damai menemui Sang Khaliq.
#Rani 25. Vonis akhir, memang bukan milik kita. Tp milik Allah. Biarlah penilaian menjadi Milik Allah, & Rahasia Allah.
#Rani 26. Rani meminta al Qur’an, & terjemahan. Tapi inilah yang membuat saya begitu nyesel&nyesek.
#Rani 27. Hingga Rani sdh ditembak regu tembak, barulah saya menyadari. Bahwa yg meminta al Qur’an&terjemahannya, adlh dia… Rani.
#Rani 28. Yaa Allah… Cukuplah TEGURAN-MU untuk kami. Jangan sampe ada Rani2 yg lain di negeri ini, & di manapun.
#Rani 29. Semua tembakan diarahkan ke jantung Rani, & 5 terhukum mati lainnya. Tapi sungguh Allah sudah menyayangi Rani. Doa qt u Rani.
#Rani 30. Smntr, yg pnjahat ssungguhnya, qt minta Allah mngampuni&mrahmati mereka, &jg qt. &Menyelamatkan qt, anak2&klg qt dari mereka.
#Rani 31. Smg pula Allah mmberi kekuatan buat Presiden&Pemerintah smua, jg qt, u melindungi bangsa ini, dari sgl kerusakan moral.
#Rani 32. Saya blg ke istri, qt cari ayah ibunya Rani. Qt cari keluarganya Rani. Biar Rani tersenyum di alam sana.
#Rani 33. Rani, yg sejak peristiwa itu, lalu meniti jalan pertaubatan nasuha… Bs jd bahkan lbh baik dari saya, qt smua.
#Rani 34. Kesaksian orang banyak, &foto2, memang tdk akan menjamin apa2. Tp setidaknya, senyuman Rani, & keadaannya yg sdg puasa…
#Rani 35. … Membuat qt seharusnya bertanya, apakah keadaan wafat qt kelak, lbh baik dari Rani? Jawablah dg niat mngubah&mmperbaiki diri.
#Rani 36. Mhn sejenak kwn2 mendoakan Rani, &smuanya. Ya. Semuanya. Agar Allah berikan kebaikan buat siapapun dari Hamba2Nya. Salam.
#Rani 37. Meski terlambat, al Qur’an yg ada terjemahannya, akan saya berikan ke ayah/ibunya Rani. Smg Allah sampaikan berita ini ke Rani.
#Rani 38. Oke. Yuk wudhu. Kita baca al Mulk&istighfar. Sempetin shalat witir skrng aja. Sblm tidur. Mdh2an Allah trm qt dlm keadaan Ridho.

Dengan Busana Elegan dan Sexy …. Elvira Devinamira Raih Gelar Busana Nasional Terbaik Di Miss Universe

Putri Indonesia 2014 Elvira Devinamira meraih gelar busana nasional terbaik di ajang kontes kecantikan ratu sejagad, pada 26 Januari 2015 di Florida International University, Doral, Miami, Amerika Serikat. Ini menjadi prestasi yang bisa mengobati kekecewaaan Elvira yang langkahnya terhenti, setelah tidak masuk 10 besar Miss Universe, melainkan hanya lolos 15 besar.

Kostum bertema The Chronicle of Borobudur ini dirancang Dynand Fariz, pendiri Jember Fashion Festival. “Berat baju ini 20 kilogram. Saya sudah dua kali memakainya untuk persiapan dikenakan nanti,” ujar Elvira pada 17 Desember 2014, sebelum hadir di ajang Miss Universe.

Bahan kostum tersebut terbuat dari tafeta sutra dan dipadukan dengan motif songket. Dari bahan itu, dibuatlah relief Candi Borobudur serta diberi detail manik-manik dan kristal. Untuk melengkapi penampilan, ada rangka membentuk stupa dengan berat sekitar lima kilogram yang dipasangkan pada bagian punggung. Pengerjaan kostum ini dilakukan Dynan sejak September 2014 dengan melalukan riset selama sebulan.

Busana Borobudur yang dikenakan Elvira ini mengalahkan empat negara lainnya yang sebelumnya terpilih sebagai lima kostum nasional terbaik. Negara yang berhasil dikalahkan Indonesia adalah Argentina, Kanada, Jerman, dan India. Tahun ini, dua wakil Indonesia meraih best national costume dalam kontes kecantikan internasional. Elfin Pertiwi yang meraih gelar best national costume dalam kontes Miss International 2014 dengan kostum Tale of Siger Crown asal Lampung. Dan Estelita Liana dalam kontes Miss Supranational 2014 dengan kostum Warrior Princess of Borneo.

Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira siap berlaga dalam kontes Miss Universe 2015 yang akan digelar pada 25 Januari 2015 di Florida International University, Doral, Miami. Ia akan menjalani masa karantina dari 4 hingga 24 Januari 2015.

Dalam ajang Miss Universe 2015, Elvira akan mengenakan kostum nasional megah yang mengangkat Borobudur sebagai inspirasi. Kostum tersebut bertema “The Chronicle of Borobudur” yang dirancang Dynand Fariz, pendiri Jember Fashion Festival. “Berat baju ini 20 kilogram. Saya sudah dua kali memakainya untuk persiapan dikenakan nanti,” ujar Elvira di Taman Sari Royal Heritage Spa, Jakarta Pusat, pada 17 Desember 2014. Bahan kostum tersebut terbuat dari tafetta sutra dan dipadukan dengan motif songket. Dari bahan itu, dibuatlah relief Candi Borobudur serta diberi detail manik-manik dan kristal. Untuk melengkapi penampilan, ada rangka membentuk stupa dengan berat sekitar 5 kilogram yang dipasangkan pada bagian punggung.

Pengerjaan kostum tersebut sudah dilakukan sejak September 2014 dengan melalukan riset selama sebulan. Untuk diketahui, tahun ini, dua wakil Indonesia meraih best national costume dalam kontes kecantikan internasional. Elfin Pertiwi yang meraih gelar Best National Costume dalam kontes Miss International 2014 dengan kostum “Tale of Siger Crown” asal Lampung. Dan Estelita Liana dalam kontes Miss Supranational 2014 dengan kostum “Warrior Princess of Borneo”.