Penyanyi Mengaku Jadi Korban Ritual Seks Aa Gatot Brajamusti

Seorang wanita cantik berinisial CTP (26), mengaku menjadi korban pemerkosaan Aa Gatot Brajamusti saat masih berusia 16 tahun. Tidak hanya soal dugaan perkosaan, korban juga mengungkap soal aspat hingga ritual seks. “Kalau aspat itu, iya. Korban juga sering diajak ritual aspat ‘makanan jin’. Dia keluarkan aspat itu dalam bentuk kristal, katanya kalau makan langsung dia (Aa Gatot) bisa lebih asik,” papar Sudharmono Suprapto selaku kuasa hukum CTP kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/9/2016) malam.

Menurut pengakuan CTP, aspat adalah ritual yang belakangan dia ketahui nyabu. “Dihisap pakai bong,” cetusnya. Namun, selama diajak nyabu bareng, korban tidak pernah sekalipun diminta bayaran. Korban juga mengaku tidak pernah tahu di mana Aa Gatot menyimpan sabu tersebut. “Korban tidak tahu Aa Gatot menyimpannya di mana, korban tahunya sudah tersedia terus dipakai bareng-bareng,” imbuhnya.

Selain ritual aspat, CTP juga mengungkap adanya ritual seks yang dilakukan Aa Gatot Brajamusti. Menurut korban, ritual seks itu dilakukan dengan dalih untuk transformasi oksigen bagi jin yang ada di tubuh Aa Gatot. “Menurut klien kami, ketika korban diajak berhubungan badan itu, selalu dikatakan bahwa di dalam diri Aa Gatot itu ada jin yang harus mendapatkan oksigen, dan oksigennya ada di dalam rahim perempuan, caranya dengan memasukkan kelamin ke korban,” papar Sudharmono.

Terkait pengakuan CTP ini, pengacara Aa Gatot, Muara Karta menilai hal itu adalah upaya untuk menjatuhkan Aa Gatot. “Biasa orang sudah jatuh tertimpa tangga, semua jadi jelek. Ritual kan tidak hanya ritual yang kontra tapi yang pro. Yang kontra ini mungkin karena kepentingannya tidak terpenuhi,” ujar Muara Karta saat dikonfirmasi, Jumat (9/9/2016). Muara juga memperingatkan korban untuk berhati-hati dan tidak menebar isu. “Kalau itu jadi menebar fitnah, ini semua ada undang-undang yang ngatur, ada UU ITE,” lanjut Muara.

Lebih jauh, lanjut Muara, kliennya tidak melakukan penyimpangan atau aliran sesat dalam menyebarkan ilmu spiritual kepada murid-muridnya. “Tanya deh sama bunda (menyebut nama artis). Coba tanya dia seperti apa di padepokan itu, tidak ada hal-hal begitu,” tandasnya. Penyidik Subdit Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan CTP (26), wanita yang mengaku diperkosa oleh Aa Gatot Brajamusti. Pemeriksaan dilakukan terkait pengakuan perkosaan yang dialami korban.

“Sore ini kami lakukan pemeriksaan terhadap korban yang mengaku diperkosa oleh Aa Gatot Brajamusti,” ujar Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sutarmo kepada wartawan di ruangannya, Jumat (9/9/2016). CTP yang memakai sweater hijau muda itu tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 14.30 WIB. Ia didampingi oleh salah satu pengacaranya, Ronny Sapulete. “Kami dalami dulu keterangan korban sambil mencari alat buktinya,” imbuhnya.

Saat ditanya apakah Aa Gatot akan diperiksa soal laporan korban, Sutarmo mengatakan hal itu akan dilakukan setelah polisi memeriksa korban dan saksi-saksi. “Nanti kita periksa saksi-saksinya dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya CTP melapor ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/9) malam. Dalam laporannya itu, CTP mengaku diperkosa oleh Gatot ketika berusia 16 tahun. Dia juga akhirnya memiliki anak dari Aa Gatot yang kini berusia 4 tahun. Aa Gatot Brajamusti tidak hentinya ‘diserang’ oleh perempuan. Setelah penyanyi cantik berinisial CTP (26) yang mengaku diperkosa Aa Gatot, ada 4 wanita lainnya yang diduga menjadi korban Aa Gatot.

“(Dari 4 wanita) Ada yang salah satunya mengaku jadi korban pemerkosaan Aa Gatot juga. Besok (Jumat hari ini) kita lapor lagi,” ujar salah satu kuasa hukum CTP, Sudharmono Saputra, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/9/2016). Sudharmono pada Kamis (8/9/2016) mendampingi CTP melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Menurut Sudharmono, dugaan pemerkosaan itu terjadi ketika korban berusia 16 tahun. Korban saat itu sudah tidak bersekolah, hanya sampai tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sudharmono mengatakan, korban pertama kali mengenal Aa Gatot setelah dikenalkan oleh manajemennya. Korban sendiri awalnya tertarik dengan Aa Gatot karena ingin menjadi backing vokalnya. “Korban ini kan penyanyi, cuma belum diperdalam. Dia tertarik menjadi backing vocal Aa Gatot untuk album ‘Terkadang’. Tetapi kemudian korban diajak untuk berhubungan badan,” ungkapnya.

Selama itu, korban tidak bisa berbuat apa-apa lantaran telah didoktrin oleh Gatot. Korban juga mengaku mendapat ancaman dari Aa Gatot bila tidak menuruti keinginannya. “Korban ketakutan dan selama ini didoktrin bahwa dia (Aa Gatot) adalah Tuhan, titisan Nabi Sulaiman, Malaikat Izroil lah. Kemudian diancam bila tidak mengikuti keinginan dia, maka nanti akan celaka. Sehingga korban ketakutan dengan ancaman-ancaman dan doktin itu dan mengikuti keinginannya,” bebernya.

Bahkan, lanjut Sudharmono, kliennya pernah hamil karena disetubuhi korban. Saat ini, korban juga sudah memiliki anak dari Aa Gatot yang kini berusia 4 tahun. “Dulu waktu korban berusia 20 tahun itu korban pernah hamil tetapi disuruh untuk digugurkan dan digugurkan saat usia kandungan 2 bulan. Digugurkan di Raden Saleh, biaya dari mereka,” tambahnya.

“Kemudian tahun 2011 korban hamil lagi dan anaknya lahir tahun 2012. Tetapi anak tersebut tidak diakui oleh Aa Gatot,” sambungnya. Setelah kehamilan di tahun 2011, korban akhirnya ‘lepas’ dari cengkeraman Aa Gatot. “Korban lepas dari Aa Gatot setelah dibawa rukyah oleh orangtuanya. Selama bersama Aa Gatot, korban ini selalu menentang orangtua,” tuturnya.

Pengacara Aa Gatot, Muara Karta membantah pernyataan Sudharmono. Muara mengatakan, CTP merupakan istri Aa Gatot. “CTP memang istrinya cuma memang sudah pisah, dan sudah punya anak dari Aa Gatot,” ujar Muara, Jumat (9/9/2016). Muara justru mempertanyakan pelaporan CTP tersebut yang juga mengaku tidak dinikahi oleh Aa Gatot. Menurutnya, kliennya sudah menikah dengan CTP.

“Itu saya tidak tahu (apakah pernikahannya tercatat di KUA atau tidak-red). Tetapi sebagai seorang muslim, mungkin ada ijab kabul secara nikah siri atau mut’ah,” jelasnya.Seorang wanita cantik berinisial CTP (26) yang mengaku pernah diperkosa oleh Aa Gatot Brajamusti, melapor ke Polda Metro Jaya. Pengakuan CTP ini dibantah oleh Muara Karta selaku pengacara Aa Gatot Brajamusti. “CTP memang istrinya cuma memang sudah pisah, dan sudah punya anak dari Aa Gatot,” ujar Muara Karta.
Muara justru mempertanyakan pelaporan CTP tersebut yang juga mengaku tidak dinikahi oleh Aa Gatot Brajamusti. Menurutnya, kliennya sudah menikah dengan CTP. “Itu saya tidak tahu (apakah pernikahannya tercatat di KUA atau tidak-res). Tetapi sebagai seorang muslim, mungkin ada ijab kabul secara nikah siri atau mut’ah,” jelasnya.

Muara mengaku heran dengan laporan CTP tersebut. Apalagi, peristiwa dugaan pemerkosaan itu terjadi pada 2010 dan baru dilaporkan sekarang setelah Aa Gatot tersandung kasus. “Sekarang kalau dia bilang tidak dinikahi, yang biayain anaknya siapa, nafkahnya segala macam. Kan Aa Gatot yang nafkahin. Artinya Aa Gatot tetap bertanggung jawab,” urainya.

Soal pengakuan CTP yang juga mengaku pernah disuruh Aa Gatot untuk menggugurkan kandungannya ketika korban berusia 20 tahun, menurut Muara, tudingan itu tidak berdasar. “Itu fitnah (gugurin), buktinya kan sudah punya anak dan kalau tidak salah 4 tahun umurnya. Kalau dia bilang disuruh gugurkan, kenapa bisa punya anak?,” tambahnya.

Korban mengaku ketika disetubuhi Aa Gatot dari kurun waktu 2007-2011 setelah didoktrin dengan berbagai hal. Karena itu, korban baru melaporkan kasus tersebut saat ini. “Kenapa tidak dulu-dulu melapor. Kalau dia bilang kejadiannya dari 2007-2011 kan itu lama sekali, doktrin itu kan perlu waktu lama. Kan dia punya kesempatan saat itu untuk melapor, kenapa tidak melapor saat itu,” lanjutnya.

Lebih jauh Muara menilai bahwa pelaporan korban hanya untuk menjatuhkan martabat Aa Gatot semata. “Biasa, namanya orang sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah orang kena musibah, pasti keluar yang buruk-buruknya, padahal belum tentu benar,” pungkasnya.

Pengakuan Elma Theana : Hartanya Habis Selama Berguru Pada Aa Gatot Brajamusti

Sembilan tahun menjadi murid Gatot Brajamusti ternyata membuat Elma Theana benar-benar terlena. Elma rela hartanya habis begitu saja. Elma secara terbuka bicara di Hotel Amaris, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016). Ia mengatakan bila harta yang dimilikinya memang habis selama berguru dengan Gatot.

“Ya namanya kita nggak kerja. Kalau ada syuting datang telat. Kalau ada syuting saya batalin, akhirnya saya nggak punya kerjaan. Tabungan habis, yaudah,” beber Elma. Istri Julianda Barus itu memang merasa pikiran tidak jernih selama berada di padepokan Gatot Brajamusti. Begitu juga yang dikatakan sang adik, Sonni dalam video blog dirinya.

Elma dikatakan seringkali menghabiskan uangnya untuk keperluan padepokan. Setiap kali akan kembali ke padepokaan, Elma tidak pernah lupa membeli bahan-bahan makanan, peralatan seperti lemari dan lainnya untuk padepokan. “Padepokan itu terbentuk memang pada saat saya datang ke situ. Karena saat saya datang ke sana juga kosong aja,” akunya. Kondisi padepokan yang kosong sempat membuat dirinya bingung. Lambat laun, pikiran itu hilang begitu saja.

“Awal-awal juga sempat bingung kok sepi-sepi aja. Yaudahlah, begitu saya ada dibentuklah sepeti itu. Mungkin, padepokan itu memang awalnya ada entah kapan,” ujar Elma. Beruntung, saat dirinya tersadar dan memutuskan pergi dari padepokan sekitar tahun 2011, Gatot seperti melupakannya. Elma mengatakan tidak sekalipun Gatot mencarinya. Gatot Brajamusti diduga menggunakan sabu yang dia sebut dengan nama aspat atau makanan jin untuk metode terapi. Elma Theana sebagai mantan muridnya merasa kecolongan karena ikut mengisap aspat.

“Kalau dari awal saya tahu dicekokkin sabu saya nggak akan mau. Dulu kan dibilangnya aspat. Memang disebut makanan jin,” tegas Elma dengan nada cukup tinggi di Hotel Amaris, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).Elma mengatakan, ritual menghisap aspat dilakukan saat Gatot memberikan pengarahannya untuk bisa menyatu dengan jin. Gatot mengatakan kepada murid-muridnya bila jin dan manusia bisa belajar bersama.

Menurut bintang sinetron ‘Pernikahan Dini’ itu, aspat di padepokan Brajamusti bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Aspat memang diberikan kepada Gatot untuk Elma dan semua murid Gatot di padepokan. “Karena semua, namanya aspat bukan sesuatu yang harus disembunyikan di sana. Kita memang diberikan,” aku Elma yang rutin ke padepokan Gatot selama 9 tahun.

“Ya kayak orang ngerokok aja. Dan itu untuk jumlah ganjil saja 1, 3, 5. Kalau orang nyabu kan katanya musti berkali-kali. Ini cuma kayak orang ngerokok terus kita ada baca-bacaannya,” lanjutnya. Istri dari Julianda Barus itu,juga mengatakan setelah menghisap aspat dirinya selalu merasa lebih baik. Mulai dari baca Al Quran sampai menjalankan ibadah lainnya.

Ketika melihat kenyataannya sekarang yang dialami Gatot Brajamusti dan Reza Artamevia, Elma Theana merasa bersyukur. Sekarang dia sudah bisa hidup tenang bersama keluarga dan sahabat. Sembilan tahun bukan waktu sebentar untuk Elma Theana meninggalkan anaknya demi Gatot Brajamusti. Elma pun menangis saat mengingat sang anak.

Elma menuturkan penyesalannya yang mendalam. “Kalau ngomongin anak sedih ya, aduh kalau ngomingin anak. Isya udah gede, dulu gitu, untungnya anak saya masih kecil dia nggak terlalu komplain,” cerita Elma menangis mengingat perilakunya dahulu kepada sang anak. Elma mengaku dahulu bisa tega meninggalkan anaknya yang baru berusia tiga tahun. Hanya uang tanpa ada belaian kasih sayang yang dia berikan.

Dirinya merasa bodoh, semua dilakukan demi bersama Gatot. Perempuan berusia 41 tahun itu mengaku bisa lupa dengan keberadaan putri semata wayangnya. “Saya baru sekarang menyesalnya. berasa anak bagian terpenting. Alhamdulillah sekarang udah hidup enak, tenang. Saya ninggalin anak saya saat umur tiga tahun. Saya sampai lupa. Kalau inget zaman dulu saya tega banget,” sesalnya.

“Saya dulu pulang seminggu sekali cuma kasih uang. Anak saya ultah, saya cuma kasih uang tapi nggak hadir. Saya lebih mentingin di sana, saya sudah terbius,” lanjutnya. Kini, Elma bersyukur dirinya sudah bisa belajar dari kesalahannya. Sekarang dirinya sangat peduli dengan putrinya.

“Alhamdulillah anak saya mandiri. Dia nggak nyusahin saya. Dia benar-benar mandiri saya kasih uang bulanan dia punya usaha sendiri,” ucap Elma menceritakan kondisi sang putri. Elma Theana sudah sembilan tahun tinggal di Padepokan Brajamusti milik Gatot. Ia awalnya datang ke sana dengan segudang permasalahan hidup.

Perlahan Elma semakin percaya bahwa Gatot bisa membuatnya kembali ke jalan yang benar. Ia mulai mengaji dan belajar hal baik lainnya di sana. Tapi lama-lama, Elma merasa heran pengajian rutin yang selalu digelar itu berubah. Ada beberapa hal yang dianggapnya sudah keluar dari kaidah agama. Ibu satu anak itu pun tak mudah untuk keluar dari sana. Beruntung, ia menemukan sosok tepat yang dianggapnya bisa membawanya keluar dari bayang-bayang Gatot.

“Saya mungkin ada sedikit rukiyah atau gimana ya. Akhirnya tiba-tiba saya sadar bahwa saya bukan di situ tempatnya. Melanggar dari akidah-akidah normal ke-Islaman yang sesungguhnya. Kok saya bisa ya. Ya menyesali keadaan itu lah. Memang saya waktu itu memang bodoh. Memang saya kurang iman, merasa terpana oleh karomah-karomah seseorang ternyata itu nggak boleh,” sesalnya saat berbincang dengan awak media usai mengisi ‘Selebrita Siang’ di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).

Elma memang tidak langsung menghakimi di padepokan itu terdapat hal yang tidak wajar. Akan tetapi, nama Gatot beberapa minggu ini menjadi perbincangan setelah ditangkap Polres Mataram terkait narkoba. Menyusul berita itu, muncul banyak sekali suara sumbang yang menerpa padepokan, termasuk isu Gatot bisa berkomunikasi dengan jin menggunakan sebuah media. Belakangan, media yang disebut asmat itu tak lain sabu.

Kursus Makeup Glamour Party Workshop Sehari with Reza Azru

Glamour Party Make Up Workshop dan Kursus sehari bersama Makeup Artist Reza Azru

Glamour Party Make up Workshop with Reza Azru

Bagaimana mendapatkan hasil makeup yang glamour untuk ke pesta tanpa terlihat medok. Dibimbing secara ekslusif oleh Reza Azru. Tempat terbatas hanya untuk 30 Orang. Tempat duduk berdasarkan nomor pendaftaran.

Materi : Blending Foundation, Contouring, Perfect Brows, Bleding Eye Shadow, Lipstick Application.

Peserta wajib membawa model sendiri, makeup tool dan bulu mata.

Kursus seminar workshop diadakan di Jakarta Design Center – Slipi Lantai 6, Lotus 3 pada hari Jumat, 23 September 2016 (09:00 – 17:00)

Steve Emmanuel Muncul dengan Sebuah Pengakuan Setelah 6 Tahun Hilang

Enam tahun tak terlihat dalam layar kaca, artis peran Steve Emmanuel mengaku memang sengaja menjauhi dunia keartisan. Dari sekian banyak alasan, ia mengungkap satu hal yang membuatnya memilih menjauh. “Banyak alasan kalau mau diceritain. Salah satunya dari media enggak asyik banget ngeliput aku, berita gosip-gosip lah, hubungan lama lah,” ujar Steve usai menjadi bintang tamu sebuah program bincang-bincang di studio Global TV, Jakarta Barat, Senin (29/8/2016).

“Ya siapa sih yang nyaman dengan gosip? Setiap langkah yang aku ambil dikritik sama media juga,” tambahnya. Steve mengatakan, segala pemberitaan negatif tentangnya membuat dia sangat tidak nyaman. Padahal, Steve sudah berusaha berkarya sebaik-baiknya. Namun, tetap saja yang selalu diungkit adalah masalah pribadinya.

“Masalah anak di luar nikah lah. Ini itu, apa segala macam. Merasa kayak apa yang aku kerjakan di depan layar tidak sesuai dengan beban yang aku tanggung,” kata Steve. Karena itulah, ia lalu memutuskan untuk bergerak menjauh dan mencoba berkarya di belakang layar.

Jika pun nantinya kembali berakting, ayah satu anak ini ingin dilihat karena karya, bukan sensasi atau gosip. “Malas jadi orang terkenal. Malas dikenal semua orang. Pada dasarnya aku bukan tipe orang yang senang di depan layar. Sudah bahasa aku gitu, bahasa Inggris. Jadi untuk lancar juga harus usaha berat,” katanya.

“Jadi lebih bagus mundur saja jauh-jauh dulu, kalau pun mau balik lagi ya semoga orang pada sudah lupa urusan masa lalu,” tambah Steve.

Pengalaman Menakutkan Agni Pratistha

– Artis peran Agni Pratistha (28) punya pengalaman menakutkan dalam kisah hidupnya. Itu terjadi pada 2010 lalu ketika Agni divonis memiliki penyakit kista.”Buat saya itu sangat menakutkan,” kata Agni saat menghadiri jumpa pers Jakarta Goes Pink 2016, di Gedung Lovepink Care Center, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2016).

Agni baru menyadari bahwa dirinya memiliki kista setelah memeriksakan diri di sebuah rumah sakit. Awalnya, Agni mengalami nyeri pada bagian perut yang ia kira gejala menstruasi.Namun, karena rasa sakit tidak kunjung hilang, Agni lalu pergi ke rumah sakit dan menjalani berbagai rangkaian pemeriksaan hingga medical check up.

Hasilnya, ia pun divonis memiliki kista pada indung telur kanan sepanjang 11 centimeter dan kiri sepanjang 9 centimeter. “Satunya sudah pecah. Itu kata dokter sudah nyebar, jantung berdetup saja sudah sakit,” kata Agni, yang ketika itu langsung menjalani operasi tanpa rasa takut.

Proses penyembuhan Puteri Indonesia 2007 tersebut berlangsung selama satu tahun enam bulan. Ia pun harus menjaga kondisi tubuhnya agar tidak kembali mengalami hal itu. Sebab, kata Agni, penyakit kista bisa kembali datang jika gaya hidup dan pola makan tidak sehat.

“Saya enggak menjaga, saya memang bandel makannya. Tiap hari lembur karena kerja di majalah. Saya kerja lima tahun di majalah enggak liburan, kerja lembur di kantoran makanannya instan dan saya enggak cek lagi,” kata dia. Puteri Indonesia 2006, Agni Pratistha (27), adalah seorang peminum kopi.

“Pokoknya kapan aku kepingin, ya minum kopi,” tutur Agni. Bahkan ketika hamil, Agni tetap melanjutkan hobinya meminum kopi. “Baru setelah Rudra lahir aku berhenti karena khawatir dia kena efeknya,” kata Agni yang memberikan ASI eksklusif untuk Rudra yang kini berusia 9 bulan. Begitu Rudra memasuki usia 6 bulan dan sudah mulai menikmati makanan pendamping ASI, Agni mulai berani lagi minum kopi.

“Tetapi enggak banyak-banyak ya. Hanya satu gelas saja sehari,” kata Agni. Saat paling pas bagi Agni untuk menikmati secangkir kopinya itu adalah pagi hari pada pukul 05.00. Kopi di pagi hari, kata Agni, yang antara lain main di film Mengejar Matahari dan Cinta Tapi Beda ini, sangat pas untuk membangkitkan semangatnya menjalani hari.

“Baru setelah ngopi, aku mengurus Rudra. Dia biasanya bangun pukul 07.00,” kata Agni, yang memilih mengurus sendiri sang buah hati bersama sang suami, Ryan Manoarfa, tanpa pengasuh. Favorit Agni adalah kopi hitam tanpa gula, apa pun jenisnya. “Tetapi belakangan aku suka juga white coffee meskipun kopi hitam tetap juaranya,” kata Agni dengan tawanya yang lepas

Maylaffayza Diantara Batik dan Biola

Violinis Maylaffayza selalu berusaha menyeimbangkan perannya di antara kehidupan akademis di Jurusan Classical Performance, Conservatory of Music, Universitas Pelita Harapan, di Tangerang, Banten, dengan profesinya di industri kreatif. Pekan lalu, dia menjadi pengisi acara Festival Fashion Kain Indonesia, di Jakarta.

Perempuan yang sudah 16 tahun berkarier sebagai violinis ini terpilih menjadi salah satu muse karya perancang Barli Asmara. Dalam dunia mode, muse merupakan istilah yang dipakai perancang terhadap individu yang dianggap mewakili inspirasi karyanya.

Dalam kesempatan peragaan busana Floral Wonderland oleh Barli Asmara, Fayza mengenakan batik motif bunga dari Yogyakarta yang berwarna-warni. Di acara yang merupakan bagian FimelaFest ini, Fayza mengiringi peragaan busana dengan permainan biola.

“Saya sangat bersyukur. Barli Asmara adalah seorang perancang yang karya dan etika kerjanya saya kagumi sejak lama. Sebuah kehormatan bagi saya untuk mengangkat budaya dan perancang Indonesia lewat penampilan musikal saya,” kata Fayza.

Ini bukan penampilan pertama perempuan itu di panggung peragaan busana. “Untuk fashion show, saya sudah sering terlibat, tampil sebagai pemain biola karena di situlah kekuatan saya. Pelaku seni perlu saling mendukung dan berkolaborasi pada ranah industri kreatif,” katanya.

Terkait batik, Fayza sering mengenakan batik untuk menunjang penampilannya agar semakin menarik. Itu kerap menjadi pilihannya saat menghadiri acara keluarga, kampus, sampai tampil di atas panggung, termasuk di luar negeri. Pemain biola Maylaffayza (37) kembali lagi ke bangku kuliah setelah awal tahun ini menyelesaikan pendidikan S-2 Jurusan Creative Media Enterprise di International Design Institute, Jakarta. Tak segan belajar dengan mahasiswa yang lebih muda, ia memilih Jurusan Music Performance Universitas Pelita Harapan.

Tanpa ragu Fayza mengikuti semua proses orientasi sebagai mahasiswa baru. “Saya mengikuti tata tertib peraturan mahasiswa baru dengan berbagai kegiatannya. Beberapa dosennya teman saya di industri musik,” ujarnya. Pilihan istri Yasha Chatab untuk kembali ke bangku kuliah program S-1 di Universitas Pelita Harapan ini tentunya mengejutkan teman-teman sekelasnya yang rata-rata berusia 18 tahun.

“Walaupun profesi saya adalah pop violinist, bagi saya penting untuk menggali ilmu dan teknik musik klasik lebih mendalam. Mudah-mudahan saya bisa mengembangkan musik klasik nantinya,” katanya. Sebagai pemain biola, Fayza berharap bisa memiliki ilmu lebih banyak dengan menempuh pendidikan formal. Ia menambahkan, dengan kuliah formal, dirinya ingin menggali semua akar permasalahan seputar dunia musik.

“Musik adalah bidang yang serius, memerlukan intelektualitas, talenta, dedikasi, dan nalar yang tinggi. Selama kuliah, saya akan mengobservasi mahasiswa, dosen, dan institusi,” ujar Fayza yang sekitar 13 tahun berkarier sebagai musisi

Chelsea Islan Ingin Wanita Seusianya Sadar Bahaya Kanker Payudara

Artis peran Chelsea Islan (21) terlibat kegiatan sosial yang fokus utamanya adalah pencegahan penyakit kanker payudara. Melalui kegiatan itu, Chelsea berpesan agar wanita seusianya memupuk kesadaran akan bahaya kanker payudara dengan deteksi dini. “Kesehatan itu sendiri tidak murah ya, sangat mahal karena kan nyawa sendiri,” ujar Chelsea berpesan dalam jumpa pers Jakarta Goes Pink 2016, di Gedung Lovepink Care Center, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2016).

Kata Chelsea, teman-teman sebayanya masih ada yang menyepelekan pendeteksian dini melalui medical check up. Padahal, dari informasi yang Chelsea himpun, ada seorang remaja perempuan berusia 16 tahun yang sudah mengidap penyakit tersebut. “Banyak anak-anak muda yang, ‘Aduh nanti aja deh, aku enggak kenal, aku enggak tahu kanker payudara apa’. Banyak yang tidak peduli,” kata dia.

Sebagai bentuk empatinya, Chelsea akan ikut serta dalam kegiatan Jakarta Goes Pink 2016 yang akan diselenggarakan di Altira Business Park, Sunter, Jakarta Utara pada 9 Oktober 2016. Kegiatan itu mengusung semangat “Breast Cancer Awareness”. Tak ketinggalan pula gerakan berdonasi dan berlari sepanjang lima kilometer serta 10 kilometer.

“Saya pengin memberikan edukasi kepada mereka. Kita harus cari tahu gimana caranya kita membuat mereka belajar caranya deteksi dini, sadari, tapi memang harusnya rajin-rajin cek ke dokter juga sih,” ucapnya.