Monthly Archives: Agustus 2008

Kate Moss Tampil Bugil Dan Terseksi Dalam Tabloid Sun September 2008

Supermodel Kate Moss benar-benar ingin menunjukkan keseksiannya kepada publik. Dalam sebuah sesi pemotretan untuk sebuah majalah, ia pun rela menanggalkan seluruh pakaiannya. Dan, aura sensual Moss pun begitu memikat.

Dalam adegan foto tersebut, Kate tak malu-malu memperlihatkan  buah dadanya. Sementara di bagian lain, ia memilih menutupinya dengan tangan kirinya.

The Sun, memunculkan tiga buah foto Kate hasil jepretan karya Mert Alas dan Marcus Piggott  yang dipajang di Majalah Interview Magazine, edisi September 2008 nanti.

Sun punya penilaian buat aksi topless Kate kali ini. Menurutnya, inilah foto telanjang Kate yang terseksi sepanjang pemotretan untuk majalah.

Dalam sebuah perbincangan, Kate bahkan tak ragu-ragu mengutarakan  soal kehidupan seksnya. Saat ditanya soal alasan kenapa perempuan berusia di atas 30 tahun lebih jago di atas ranjang, Kate memberi jawabannya. “Saya pikir itu karena kita sudah sama-sama tahu. Kita juga punya pengalaman.”

Dalam kesempatan itu, Kate juga mengakui bahwa saat dirinya masih muda, ia tergolong perempuan yang kerap ngomong jorok. Tapi kini, katanya, ia lebih bisa mengontrol diri.

Ketika obrolan mengarah pada urusan bentuk payudara, Kate sendiri lebih menyukai sesuatu yang apa adanya.  Banyak rekannya yang memilih melakukan implant payudara. “Banyak teman saya yang melakukannya. Lantas mereka merasa ada sesuatu yang salah,” ujarnya.

Alyssa Soebandono Rutin Meraba Raba Payudaranya Sendiri Saat Mandi

Pemain film Alyssa Soebandono sering memeriksa payudaranya saat mandi. Walaupun ia tidak tahu persis bagian mana yang harus ditekan, menurut dia, itu salah satu tindakan deteksi dini kanker payudara yang bisa dilakukan sendiri.

”Aku kan juga belajar biologi, jadi tahu dikit-dikit deh,” kata perempuan yang lahir di Jakarta, 25 Desember 1991, ini.

Icha, panggilannya, hadir dalam acara ”Think Smart, Prevent Early, Always Care for Breast Cancer” di Jakarta Selatan, akhir pekan lalu. Acara ini diadakan Yayasan Kesehatan Payudara.

Kehadiran Icha dalam acara ini di antaranya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang penyakit kanker yang bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang usia.

”Untung selama ini belum ada teman atau saudara aku yang kena (kanker) itu. Tapi, kita kan tetap perlu mengupayakan pencegahan,” kata Icha yang sedang shooting sinetron Upik Abu dan Laura ini.

Menurut Icha, salah satu upaya pencegahan kanker adalah dengan bergaya hidup sehat, di antaranya dengan berolahraga teratur dan mengonsumsi makanan yang sehat.

”Kalau aku sih enggak pernah sakit parah. Pernah juga sih dioperasi usus buntu,” kata gadis yang suka olahraga kebugaran ini.

Wulan Guritno Terjun Ke Politik

Salah seorang pemain film yang terjun dalam bursa pencalonan legislatif atau caleg pada Pemilu 2009 adalah Wulan Guritno (27). Dia masuk dalam pencalegan lewat Partai Amanat Nasional. Ia menjadi caleg nomor urut satu untuk daerah pemilihan Jawa Tengah III (Pati, Blora, Grobogan, dan Rembang).

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir dalam acara peringatan hari ulang tahun ke-10 partai tersebut di Bandar Lampung, akhir pekan lalu, menegaskan, para artis harus turun ke lapangan menjangkau masyarakat, terutama di daerah pemilihannya.

Bagaimana dengan Wulan?

”Rencananya saya akan bersilaturahmi (bersilaturahim) kepada para kiai. Setidaknya di dua daerah pemilihan saya itu, kan basisnya NU (Nahdlatul Ulama),” kata ibu satu anak yang akan turun menjangkau konstituen sepulangnya dari Inggris.

”Tanggal 1 September nanti saya mau ke Inggris untuk urusan keluarga. Setelah itu baru saya turun ke daerah pemilihan. Saya usahakan turun di bulan September, sebab ini kan bulan puasa yang tentunya juga hari baik,” kata Wulan yang menandatangani surat pernyataan bersedia digantikan bila tak memperoleh suara sebagaimana disyaratkan.

Untuk daerah pemilihannya, Wulan harus mendapatkan minimal 95.143 suara. Jika tak berhasil, caleg lain dengan suara terbanyak akan menggantikan posisinya

Para Legenda Musik The Rollies, Koes Plus, dan God Bless Menggelar Konser Peduli Lingkungan Pada Indonesian Earth Festival 2008

Global warming. Istilah itu begitu populer. Beberapa tahun terakhir, kampanye antipemanasan global gencar dikumandangkan. Kamis malam lalu, tema ini kembali menggema dalam konser Road to Indonesian Earth Festival 2008 di panggung live Rolling Stone Indonesia di Kemang, Jakarta Selatan.

Konser terbatas yang dipersiapkan oleh Glenn Fredly dan kawan-kawan itu menghadirkan para legenda musik, seperti The Rollies, Koes Plus, dan God Bless. Ini konser pemanasan buat Indonesian Earth Festival 2008, yang digelar pada November mendatang.

Acara dibuka dengan penampilan Efek Rumah Kaca; Zeke and the Popo, yang tampil ngerock; serta Lake Three, yang lebih santai dengan jazznya. Sedangkan Glenn hadir dengan kelompok barunya, Lake Three, yang seakan ingin menegaskan tema acara ini. Kekuatan rock, jazz, dan pop hadir dalam acara selama hampir empat jam itu.

Suasana mulai hangat saat lagu-lagu Bing Slamet disisipi dalam acara ini. Bing, yang selama ini dikenal sebagai pelawak, dikenalkan malam itu sebagai penyanyi dan penggubah lagu. “Bahkan lagu Terang Bulan menjadi lagu kebangsaan Malaysia (yang berjudul Negaraku),” ujar Denny Syakrie, kritikus musik Indonesia.

Lagu-lagu Bing, seperti Belaian Sayang, Nurlela, dan Payung Fantasi, berturut-turut ditampilkan Oppie Andaresta, Matthew Sayers, dan Ruth Sahanaya. Semua lagu Bing itu aslinya adalah lagu pop, tapi digubah dengan gaya jazz dan pop.

Malam itu, Bing diberi penghargaan khusus oleh Green Music Consortium. Ini adalah lembaga yang dibentuk Glenn dengan menggandeng beberapa pihak, seperti Andy F. Noya bersama Rolling Stone Indonesia, Rajawali Duta Perkasa, dan Adrie Subono, serta beberapa profesional lainnya.

Proyeknya ini, menurut Glenn, untuk menyatukan para musisi supaya tak cuma bicara soal royalti dan hak cipta. “Kami juga bisa ngomong soal sosial kok,” katanya. Salah satunya, ya, itu tadi, soal pemanasan global. Menurut dia, efek pemanasan global seharusnya sudah menjadi perhatian musisi juga, lantaran membuat golongan ekonomi yang bergantung pada alam semakin miskin.

Sayangnya, dalam acara itu, tidak banyak respons yang muncul dari hadirin yang memenuhi taman belakang kantor majalah franchise itu. Tayangan soal tanah sawah yang kering, hutan yang gundul, dan laut yang tak lagi memberi ikan tak banyak mendapat reaksi dari peserta, yang sebagian besar anak muda.

Hanya musiknya yang menyihir penonton, khususnya kala The Rollies mulai hadir dengan Bimbi sampai Kemarau. Entakan drum Jimmy Manopo, dan terompet Benny Likumahua masih memberi ciri khas rock ‘n roll para musisi gaek itu. Apalagi saat Koes Plus, yang sengaja disimpan Glenn untuk penampilan puncak, tampil. Sembilan lagu dinyanyikan Yok Koeswoyo, personel Koes Plus berusia 68 tahun.

Acara musik dengan tema lingkungan ini disiapkan Glenn hanya dua bulan dengan kru cuma 25 orang. Ia tak peduli walau tak banyak yang merespons isu pemanasan global yang disampaikannya dalam acara itu. “Nggak bisa disalahkan juga. Selama ini istilah itu kan masih bersifat teknis, orang mau (memberi) kontribusi apa?”

Buntut Gugat Cerai Maia Terhadap Ahmad Dhani Berakhir Dengan Sita Jamin Rumah Dan Studio Musik Dhani

Rumah mewah dan studio milik Ahmad Dhani disita oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (27/8) ini. Namun, pentolan Dewa 19 ini menyatakan melawan keras penyitaan tersebut.

Eksekusi tersebut merupakan tindak lanjut dari dikabulkannya sita marital yang diajukan Maia Estianty oleh majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Selasa (19/8). Studio itu terletak di Jalan Pinang Mas III. Sedangkan rumah mewah di Jalan Pinang Mas VII Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Melalui kuasa hukumnya, bapak dari Al, El dan Dul, itu akan melalukan perlawanan keras yaitu dengan cara mengajukan permohonan batal penyitaan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. “Saya tak sekaya Bambang Trihadmodjo, pakai sita-sita segala, lagian juga apa yang mau disita,” tuturnya.

Derta Rahmanto, kuasa hukum Dhani, menyatakan kecewa terhadap putusan majelis hakim mengenai penyitaan tersebut, apalagi harta gono-gini yang diributkan tersebut telah diagunkan ke bank untuk modal dan membayar utang. “Seharusnya Maia itu jangan mempermasalahkan hartanya saja, tapi tanggung jawab juga terhadap utang-piutang saat berumah tangga sama mas Dhani,” tegasnya, Selasa (26/8).

SETELAH CERAI
Di tempat terpisah, Ria Irsyadi, kuasa hukum Maia, mengatakan jika pihak Dhani akan melalukan permohonan pembatalan sita marital, seharusnya dilakukan setelah putusan cerai dan mengajukan upaya banding. “Kalau memang harta bersama itu telah dijadikan jaminan oleh bank, itu tidak masalah.”

Julie Estelle Memakai Bikini dan Kini Bersama Bule Berlibur Di Bali Karena Putus Cinta

Beberapa lembar foto seksi Julie Estelle berbikini tengah berpelukan dengan Moreno Soeprapto, beredar. Julie menganggap foto itu wajar.

“Itu foto aku liburan tahun baru kemarin di Lombok. Aku juga nggak sendiri, bareng-bareng dengan keluarga. Ada foto kakaknya Reno juga. Dari foto itu aku merasa nggak ada yang salah,” ujar Julie di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2008 ) malam.

Bintang film Kuntilanak ini tak menganggap ada sesuatu yang aneh dengan pemakaian bikini itu.

“Pakai bikini memangnya salah? Itu kan lagi di pantai. Sesuai dong dengan tempatnya. Jadi wajar-wajar saja. Kecuali aku pakai bikini latar belakangnya di Monas,” ketusnya

Beberapa bulan lalu foto syur Julie Estelle dengan mantan kekasihnya, pembalap Moreno Soeprapto, beredar di internet. Dan kini beredar kembali foto mirip Julie Estelle bersama dua pria bule. Foto tersebut berlatar sebuah tempat clubbing.

Salah satu dari pria bule tersebut disebut-sebut dalam internet sebagai teman dekat Julie setelah putus dari Moreno.

Sebelumnya, Julie Estelle mengakui foto-foto liburannya di Bali bareng Moreno memang foto dirinya. Dalam foto itu, Julie terlihat hanya mengenakan bikini. “Aku nggak perlu klarifikasi apa-apa. Apa yang salah dengan fotoku di pantai itu,” katanya ketika itu.

Dian Sastrowardoyo Jadi Produser

Dian Sastrowardoyo (26) mulai menjajal kemampuannya menjadi produser bersama Mira Lesmana di dalam film pendek berdurasi 30 menit produksi Sinemart, Drupadi. Film yang naskahnya ditulis Leila Chudori dan disutradarai Riri Riza ini akan diputar Desember 2008 bertepatan dengan Jakarta International Film Festival (Jiffest).

Bagaimana ceritanya bisa menjadi produser?

Aku baru belajar. Mulanya Mbak Leila mempunyai ide untuk membuat film tentang Dewi Drupadi, terus aku diajak berdiskusi. Kebetulan, Pak Leo (bos Sinemart) mau pasok dana. Aku kebagian ngurus untuk promosi ke luar.

Kamu juga jadi pemain utama. Ribet enggak?

Ya ribet. Akhirnya, aku lebih banyak memikirkan akting.

Apa susahnya memerankan Dewi Drupadi?

Yang susah itu emosinya. Bagaimana emosi itu ditempelin ke dalam kata-kata. Dialognya kan bukan kalimat sehari-hari, tapi sangat puitik, tak lazim. Aku juga harus berteriak saking marahnya. Ini pertama kali aku akting berteriak. Aku juga belajar menari di Padepokan Bagong Kussudiardjo.

Cerita film ini?

Dewi Drupadi ini perempuan paling penting dan kuat di cerita pewayangan. Sejak lahir ia sudah jadi komoditas, tapi ia menggugat balik. Inti film ini adalah tentang gugatan Drupadi. Oh, ya, Drupadi ini menjadi istri kelima Pandawa. Eh, tapi ini sama sekali bukan promosi poliandri lho, ha-ha-ha.