Monthly Archives: November 2008

Aktris Tilda Swinton Ketua Dewan Juri Festival Film Berlin

Artis Skotlandia, Tilda Swinton, akan menjadi ketua dewan juri Festival Film Berlin pada 5-15 Pebruari tahun depan, panitia penyelenggara mengumumkan Rabu.

“Saya merasa gembira bahwa tokoh hebat seperti Tilda Swinton akan menjadi ketua dewan juri kita,” kata Dieter Kosslick, direktur Berlinale kepada DPA.

“Kehadirannya yang berwibawa di layar perak telah menciptakan kesan yang terus melekat dalam pembuatan film kontemporer dan inovatif,” tambahnya.

Bintang berusia 48 tahun itu telah meraih sejumlah penghargaan internasional atas berbagai karyanya dan penghargaan terbarunya pada tahun ini adalah Piala Oscar untuk Aktris Pendukung Terbaik lewat aktingnya dalam film “Michael Clayton”.

Dalam filmnya pada festival tahun lalu, dia bermain sebagai pemabuk dalam peran judul “Julia” arahan Eric Zonca.

Swinton melakukan debutnya di layar perak pada 1986 dalam film “Caravaggio” besutan Derek Jerman, yang memberinya Silver Bear di Berlin.

Dia tetap memeprtahankan hubungan artistik yang erat dengan Jerman hingga kematiannya pada 1994, dengan muncul pada semua filmnya.

Alain Robert Sang Spiderman Penakluk Gedung Pencakar Langit The City Tower

Meskipun lelah luar biasa, wajah Alain Robert tampak berseri-seri. Rabu (12/11), pukul 17.30, ia akhirnya berhasil memanjat The City Tower di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, bangunan setinggi 145 meter itu. Seperti ”biasa”, Si Spiderman asal Perancis ini memanjat gedung tinggi tanpa tali atau pengaman apa pun.

Beri saya ruang. Saya merasa amat panas,” kata Robert saat disambut puluhan wartawan dan penggemarnya di pelataran depan The City Tower. Peluh tampak membasahi wajah dan bajunya.

Ia duduk di tengah-tengah kerumunan dan menjawab semua pertanyaan dengan ramah. Sambil terus mengumbar senyum walaupun napasnya sedikit tersengal, Robert langsung menyatakan terima kasihnya kepada semua penonton dan pendukung aksinya.

Sikap rendah hati memang sudah menjadi bagian dari pribadi pemanjat solo yang telah menaklukkan lebih dari 90 gedung pencakar langit di seluruh dunia itu. Tentu saja, semua itu dilakukannya tanpa peralatan pengaman.

Di tengah suasana meriah itu, tiba-tiba seorang polisi berpakaian sipil merentangkan tangan menghalau para wartawan dan membawa Robert kembali ke dalam gedung. ”Kami dari kepolisian. Alain Robert kami bawa untuk diperiksa terkait perizinan aksi panjat gedungnya,” kata polisi tersebut.

Hampir satu jam kemudian, Robert digiring keluar oleh Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Ike Edwin. Menurut Ike, ada informasi dari Kepolisian Daerah Metro Jaya, Alain Robert belum mengantongi izin untuk aksinya itu. Robert pun pasrah digiring ke Markas Polres Metro Jakarta Pusat untuk dimintai keterangan.

”Tidak apa-apa, saya sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini. Kejadian ini tidak akan pernah bisa menghentikan aksi saya,” katanya, lagi-lagi dengan memasang senyum.

Pantang dihalangi

Alain Robert memang tidak bisa dihalangi oleh siapa pun ketika ia sedang berupaya menggapai impiannya. Usianya belum genap 10 tahun saat ia mulai mengagumi Bonatti, Rébuffat, dan Desmaison. Ketiganya adalah pemanjat tebing tingkat dunia yang terkenal sepanjang masa. Sejak itu, ia hanya punya satu cita-cita, yaitu menjadi pemanjat tebing profesional.

Saat usianya 12 tahun, ia memanjat gedung hingga ke lantai delapan tanpa peralatan pengaman untuk bisa masuk ke apartemennya. Itu dilakukan karena ia lupa membawa kunci.

Orangtua Robert akhirnya menyerah setelah sempat melarang putranya menggeluti hobi yang dianggap membahayakan jiwa tersebut. Robert kemudian mulai giat berlatih di tebing-tebing di kawasan Valence, tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya di Digoin – Saône-et-Loire – Bourgogne, Perancis.

Tidak butuh waktu lama sampai Robert mengukuhkan dirinya menjadi pemanjat profesional. Pemanjatan dengan segala kelengkapan peralatan dan pengaman tubuh makin tidak memicu adrenalinnya. Ia pun memutuskan menjadi pemanjat solo, yang artinya memanjat dengan tangan kosong, tidak ada seuntai tali atau sebuah alat pun untuk menolongnya.

”Dengan menjadi pemanjat solo, kalau kamu jatuh, maka kamu akan mati. Itu pilihannya,” kata Robert dalam situs web resminya, alainrobert.com 2007. Ia cukup berhasil dengan karier barunya itu, hingga dua kecelakaan beruntun menimpa tepat di usianya yang ke-20, tahun 1982.

Pada 18 Januari 1982, Robert terjatuh dari ketinggian 15 meter saat memanjat tebing terjal. Ia menderita patah tulang di kedua pergelangan tangan, hidung, dan telapak kaki. Beberapa bagian tulang lain di tubuhnya pun retak-retak.

Baru saja sembuh, ia kembali memanjat tebing. Namun, pada 29 September 1982, lagi-lagi ia jatuh bebas dari ketinggian 15 meter. Kali ini, dengan kepala lebih dulu membentur permukaan tanah. Robert tidak sadarkan diri, koma selama lima hari. Lengannya patah di beberapa bagian, juga sikunya, serta tulang panggulnya (pelvis).

Selain patah tulang di sekujur tubuh, ia menderita cerebral edema, kerusakan di otak, dan vertigo, penyakit yang memengaruhi telinga bagian dalam. Organisasi Kesehatan Nasional Perancis menyatakan, Robert kehilangan 60 persen kemampuan pendengaran normalnya.

Setelah menjalani enam operasi, nyawanya terselamatkan. Tetapi, tim dokter mengultimatum bahwa Robert tidak bisa dan tidak boleh lagi melanjutkan kegemarannya memanjat tebing.

Namun, Robert tak menyerah pada nasib. Selama masa penyembuhan, ia justru giat berlatih memanjat. Dalam kurun waktu satu tahun kemudian, dia kembali memanjat. Kali ini dengan sesuatu yang berbeda. Bukan lagi tebing batu, tetapi dinding gedung-gedung tinggi yang menjadi sasarannya.

Bagi Robert, memanjat adalah filosofi hidupnya. Ia harus menghadapi dan menguasai rasa takut. Hanya orang itu sendiri yang menentukan batasan hidupnya karena setiap orang sebenarnya berkemampuan untuk mencapai cita-citanya.

”Kapan saya akan berhenti memanjat gedung tinggi? Sebenarnya, saya sedang berpikir untuk segera pensiun,” katanya.

Namun, sedetik setelah itu Robert langsung tersenyum lebar. Matanya berkedip nakal, menandakan ia tak serius dengan ucapannya.

Kate Winslet Wanita Paling Seksi Sejagat Raya Ternyata Jerawatan

kate_winslet-telanjang-bugil-dada-paha-titanicJerawat ternyata bukan cuma masalah orang-orang biasa pada umumnya. Aktris ternama asal Inggris, Kate Winslet, pun tak luput dari masalah ini.

Belakangan ini, perempuan kelahiran 5 Oktober 1975 di Reading, Berkshire, Inggris, itu memang mengaku punya masalah yang sama dengan perempuan-perempuan seusia dia yang sudah 30-an tahun.

Meski sering disebut majalah-majalah hiburan sebagai perempuan terseksi dan diidolakan banyak orang, Winslet justru tidak nyaman dengan predikat itu.

”Saya masih mengalami masalah yang sama dengan perempuan lainnya. Saya juga berjuang dengan masalah kecantikan bagi perempuan yang sudah berusia,” katanya.

Winslet memang sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ini ke media massa.

”Sejak saya memasuki usia 30 tahun, saya punya masalah dengan jerawat. Saya juga punya masalah pada dagu ini,” kata bintang film Titanic ini.

Namun, banyak orang yang meragukan pernyataan Winslet ini karena dia tetap terlihat sempurna.

”Saya ini juga seperti orang-orang lain. Saya hanya ’tahu’ bagaimana mengatasinya,” jelasnya. Pernyataan Winslet ini tampaknya memang tak mengada-ada.

Apakah Winslet menyembunyikan suatu resep rahasia? ”Tidak ada rahasia besar, saya hanya menutupinya dengan riasan,” katanya

Aktris Glenn Close Mendapat Penghargaan Dari The Hollywood Reporter

Aktris Glenn Close mendapat penghargaan untuk apa yang telah dia lakukan bagi perfilman Hollywood. Penghargaan dari The Hollywood Reporter ini diberikan pada 5 Desember nanti.

Ia akan menerima Sherry Lansing Leadership Award. Penghargaan itu mengambil nama mantan CEO Paramount Pictures, yang menjadi perempuan pertama dalam pucuk pimpinan perusahaan tersebut.

Selama 33 tahun kariernya di dunia akting, nama Close telah lima kali masuk nominasi penghargaan Oscar lewat film The World According to Garp, The Big Chill, The Natural, Fatal Attraction, dan Dangerous Liaisons. Ia juga dua kali meraih penghargaan Golden Globe untuk aktingnya dalam film televisi Damages dan The Lion in Winter.

Selain itu, perempuan berusia 61 tahun ini juga mendapat dua penghargaan Emmy untuk permainannya dalam film televisi Damages dan Serving in Silence: The Margarethe Cammermeyer Story. Di dunia teater, ia tiga kali meraih Tony Awards.

”Kemampuan akting dia (Glenn Close) luar biasa. Namun, tak hanya lewat akting ia mencuri perhatian publik, tetapi juga karena keaktifannya selama ini dalam menggalang dana untuk kegiatan sosial,” kata Elizabeth Guide, editor The Hollywood Reporter.

Penghargaan serupa pernah diterima aktris Jodie Foster dan Meryl Streep

Benny Likumahua Raja Jazz Yang Mendengarkan Orang Muda

Walau sudah terbilang piawai di bidang jazz, Benny Likumahua tetap harus membuat persiapan untuk pentas-pentas jazz, seperti di JakJazz 2008 pada 28-30 November nanti. Katanya, orang yang sudah tua tak boleh semena-mena terhadap yang muda. ”Saya tak bisa memutuskan sendiri. Saya mau orang muda terlibat memberi masukan. Saya sudah tua dan tidak bisa memaksakan kehendak,” katanya.

Musisi kelahiran Kediri, 18 Juni 1946, ini memang sedang berkonsentrasi untuk regenerasi jazz. ”Harus ada alih pengetahuan dengan pelan-pelan, yang penting jangan memaksa. Kalau memaksa, mereka bisa ’lari’ dan dunia jazz bisa rugi,” katanya.

Benny gembira melihat perkembangan jazz yang mulai disukai kaum muda. ”Walau mereka masih di pelataran dan belum tahu betul apa itu jazz, tetapi tak masalah,” katanya.

Benny juga sedang menyiapkan pergelaran jazz pada Februari 2009. ”Pergelaran ini untuk 51 tahun perjalanan bermusik saya. Teman-teman yang pernah main dengan saya akan pentas, juga generasi muda akan tampil,” katanya.

Laura Basuki Menikmati Rokok Pertamanya

Apa pengalaman berkesan Laura Basuki dengan main film? Model catwalk kelahiran Berlin, 9 Januari 1988, ini mengaku salah satunya adalah melihat realitas masyarakat.

”Selama 16 hari shooting di pinggir-pinggir Jakarta, melihat sudut-sudut kumuh,” kata pemeran Laura dalam film Gara-gara Bola itu. Mahasiswi semester lima ekonomi manajemen Universitas Atma Jaya Jakarta lalu melanjutkan, itu pengalaman pertamanya melihat sudut kumuh di sekitar Jakarta.

Di luar itu, Laura mengaku, sebagai model dia bergerak sendiri di atas panggung.

”Main film harus berinteraksi dengan orang, ada akting yang harus dipelajari,” kata Laura, yang ayahnya asal Semarang dan ibunya berdarah Vietnam dan besar di Jerman, Jumat (7/11) petang.

”Di film ini untuk pertama kalinya juga aku merokok,” papar Laura, yang punya kesempatan lima kali berlatih memahami skenario. Bila gayanya meyakinkan, itu karena kerap memerhatikan teman-temannya merokok.

Di film ini pun dia harus berakting mabuk alkohol, sesuatu yang asing dalam hidupnya. ”Teman-teman lawan mainku baik semua, juga sutradara Aga dan Ogi,” kata Laura tentang DJ Winky Wiryawan dan Herjunot Ali sebagai pemeran utama, serta duet sutradara Agasyah Karim dan Khalid Kashogi yang banyak membantu.

Kapok? ”Kalau ada peran menantang, mau kok aku nyoba lagi,” kata Laura

Christina Applegate Hanya Bisa Pasrah dan Menerima

Walau hidup dalam glamor di lingkungan Hollywood, aktris Christina Applegate punya konsep menerima terhadap apa yang menimpanya. Hidup tetap semangat, tapi masa sulit yang dilewati harus bisa dimaknai.

Konsep itu dia tanamkan pada dirinya karena hingga kini masih merasa kehilangan mantan kekasihnya yang seorang fotografer, Lee Grivas, yang meninggal empat bulan lalu. Grivas meninggal karena overdosis.

Bintang film Anchorman ini mengaku belajar banyak dari meninggalnya Grivas. Sedih kehilangan Grivas sama dengan saat-saat dia harus menjalani operasi pada Juli lalu.

Namun, kehilangan Grivas lebih dalam ketimbang fakta dia telah dioperasi payudaranya. ”Saya merasa lebih sulit dan lebih sakit daripada pengalaman pahit lain. Butuh waktu mengatasi ini,” katanya.

Peraih penghargaan Emmy, di antaranya lewat perannya dalam serial Friends, sudah mulai memulihkan diri pascaoperasi dengan berlibur di rumah barunya di tepi pantai.

”Saya mulai mencari rumah impian ini beberapa hari sebelum divonis kena kanker,” kata kelahiran 25 November 1971 di Hollywood, California, AS, ini. Ia pernah dinominasikan mendapatkan penghargaan Emmy dan Golden Globe untuk perannya dalam serial Samantha Who?