Monthly Archives: Desember 2011

5 Selebriti dengan Busana Terburuk 2011

Ternyata tidak semua selebriti memiliki selera yang bagus dalam fashion. Ada diantara mereka yang mendapat julukan sebagai selebriti dengan busan terburuk sepanjang tahun 2011 ini.

Ingin tahu siapa saja yang masuk kategori tersebut? Dikutip dari laman Us Weekly, berikut 5 selebriti dengan busana terburuk sepanjang 2011 ini.

1. Katy Perry – Smurfs

Penyanyi itu mengenakan gaun mini dengan motif payet membentuk gambar tokoh Smurfs pada pemutaran perdana film The Smurfs di New York. Dengan mengenakan baju itu, ia seperti menegaskan karakter mana yang disi suara olehnya.

2. Nicki Minaj – Masker
Wanita satu ini dikenal dengan gaya berpakaian yang berlebihan. Namun gaun warna-warni dan masker bedah yang ia kenakan saat datang ke penghargaan MTV VMAs terlihat sangat ‘berbeda’ saat itu.

3. Rihanna – Tembus pandang
Rihanna memang suka menarik perhatian orang dengan gaya berpakaiannya yang terbuka. Salah satunya adalah guan tipis milik Jena Paul Gaultier yang ia kenakan saat hadir di Grammy Awards. Gaun itu sebenarnya lebih terlihat seperti karangan bunga plastik dari Hawaii.

4. Kim Kardashian – Macan tutul
Bintang reality show itu mengenakan pakaian serba motif macan tutul. Saat berkunjung ke rumah mode Vera Wang, 27 Juni lalu, Kim mengenakan jumpsuit berkaki lebar dan bermotif macan tutul.

5. Vanessa Hudgens – Jins robek-robek
Saat berhenti di tempat pengisian gas, Hudgens membuat mata terbelalak dengan penampilannya yang buruk. Ia mengenakan jins pendek robek-robek, sepatu boots berbahan kulit dan setinggi setengah paha, juga tumpukan kalung.

Olga Syahputra Dituding Lecehkan Korban Perkosaan Karena Bilang Suster Ngesot Akibat Diperkosa Supir Angkot

Artis dan komedian, Olga Syahputra, dilaporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia karena diduga melakukan pelecehan terhadap korban pemerkosaan pada Jumat, 16 Desember 2011. “Kami baru saja melaporkannya ke KPI,” kata Helga Worotitjan, siang ini.

Helga juga merupakan salah seorang korban pelecehan seksual, sekaligus aktivis Lentera Indonesia. Lembaga ini intens mendukung perjuangan para korban pemerkosaan.

Dia mengatakan, dirinya tidak terima dengan candaan Olga di televisi ketika mengisi acara dekade ulang tahun Trans Corp pada Kamis malam lalu. Saat bercanda dengan Sule, komedian lain, di acara itu, kata Helga, Olga mengeluarkan ucapan yang menyinggung korban pemerkosaan.

“Olga, kenapa lu jadi suster ngesot,” kata Sule kepada Olga sebagaimana dikutip oleh Helga. “Sepele, diperkosa supir angkot,” kata Olga.

Candaan Olga inilah yang dinilai oleh Helga dan rekan-rekannya telah melecehkan korban pemerkosaan. “Setelah tayangan itu di televisi, banyak teman-teman yang melaporkan ke saya dan tidak terima dengan omongan Olga,” kata Helga. “Apalagi baru saja terjadi lagi pemerkosaan di angkot.”

Dia mengatakan, Olga sudah sering mengucapkan candaan di televisi yang menyinggung korban pemerkosaan. Karena itu Helga menghendaki agar dengan laporan itu, Olga dapat mengubah perilakunya. “Ini juga peringatan bagi entertainer lainnya,” ucap Helga.

Anggota KPI, Eski Suyanto, membenarkan adanya laporan itu. “Kami akan memproses laporan ini,” katanya. KPI berencana menggelar rapat pleno membahas laporan itu pada Selasa pekan depan.

Eski mengatakan, pelapor meminta agar KPI memberi peringatan kepada Olga atas ucapannya itu.

Nadine Chandrawinata Tak Biasa Tidur Diruangan ber AC Karena Biasa Tidur Hanya Dengan Kaos Kaki dan Selimut

Meski tinggal di wilayah tropis ternyata model Nadine Chandrawinata tidak suka menggunakan penyejuk ruangan atau AC. Nadine mengaku tidak kuat dengan dingin.

“Biasanya main di pantai, kalau kena AC jadi pilek. Biasanya tidur pakai selimut dan kaos kaki. Dirumah juga enggak pakai AC,” tutur Nadine Chandrawinata, di Jakarta, Selasa, 13 Desember 2011.

Maka itu, Nadine pun bukan tipe perempuan yang suka berlama-lama berada didalam ruangan ber-ac. “Daripada lama-lama berada di Mall, mending nongkrong di jalanan lama-lama deh,” jelas Nadine.

Puteri Indonesia tahun 2005 ini memang dikenal lebih suka berada di alam. Sehingga dia pun mempersiapkan liburan tahun barunya yang jauh dari pusat kota. “Belum dipikirin, masih cari tempat yang enak, nyaman, buat bawa teman-teman enggak ribet. Lagi nyari list dan waktu juga,” ujarnya.

Nadine pun berharap liburan kali ini dia bisa bersama keluarga besarnya. “Mau ngumpulin keluarga. Karena papa kan bolak-balik Raja Ampat ngurus resort disana, mama jaga anjingku, dan enggak berani ninggalin rumah. Pingin liburan bareng-bareng sebelum ada anaknya yang nikah,” tutur kakak dari Marcel Chandrawinata.

Agnes Monica Kini Fokus Untuk Taklukan Belantara Musik Di Amerika Serikat

Penyanyi multitalenta Agnes Monica semakin serius untuk mengepakkan sayapnya di industri musik internasional. Terbukti dengan banyaknya tawaran untuk rekaman di Amerika Serikat. Demi tawaran itu, Agnes rela mondar-mandir ke Amerika, meski itu membuatnya lelah.

“Aku lagi bolak-balik AS (Amerika Serikat). Tahun ini cukup capek” kata Agnes saat ditemui di Jakarta, Jumat 9 Desember 2011. ” Ada beberapa musisi yang mau bekerja sama dengan aku. Hanya aku belum bisa cerita banyak. Yang pasti aku sekarang fokus ke sana,”

Menurut Agnes, tawaran kolaborasi dari sejumlah musisi itu datang bersamaan, usai ia menjadi pemandu acara di karpet merah American Music Award 2010 di Los Angles ini. Demi mewujudkan keinginan untuk go international dara kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986 itu kini tak mau memikirkan hal-hal lain terkecuali di bidang musik

Brand ambassador produk sampo ini pun mengaku ingin lebih fokus dikarier bernyanyinya di kancah internasional. “Yang pasti sekarang aku lebih fokus lagi,” tutup Agnes yang tak ingin berbicara banyak tentang karienya tersebut.

Akting Habis Habisan Prisia Nasution Sampai Telanjang Bulat Dalam Film Sang Penari Membuahkan Hasil Film dan Artis Terbaik di FFI 2011 Piala Citra

Festival Film Indonesia akhirnya menobatkan film Sang Penari sebagai film terbaik tahun ini. ‘Sang Penari’ berhasil menyingkirkan film lainnya, yakni: ‘?’ (karya sutradara Hanung Bramantyo), ‘Masih Bukan Cinta Biasa’ (Benni Setiawan), ‘Tendangan dari Langit’ (Hanung Bramantyo), dan ‘Mirror Never Lies’ (Kamila Andini).

Film yang dilahirkan sutradara Ifa Isfansyah itu meraih empat penghargaan sekaligus di festival itu. Film ini menyabet penghargaan untuk kategori pemeran pendukung wanita terbaik yang dimainkan dengan apik oleh Dewi Irawan. Akting Prisia Nasution yang alami sebagai pemeran utama wanita juga meraih penghargaan terbaik di Festival Film Indonesia 2011 ini. Dua Piala Citra lainnya diraih karena film ini meraih penghargaan sutradara terbaik (Ifa Isfansyah) dan film terbaik. Adapun Oka Antara gagal memenangkan penghargaan kategori Pemeran Utama Pria Terbaik. Kategori pemeran utama pria terbaik disabet Emir Mahira dengan film Rumah Tanpa Jendela.

Pesta film Indonesia ini digelar di Gedung Pariwisata, Sabtu 10 Desember 2011. Hadir di acara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. “Semoga industri perfilman Indonesia semakin berkualitas,” kata Mari dalam siaran pers.

Ifa bahagia dengan penghargaan yang diraihnya. Sutradara muda ini sebelumnya pernah meraih penghargaan untuk kategori film pendek terbaik. Kini, dia datang lagi ke pentas Festival Film Indonesia dan memborong empat penghargaan.

Penantang terberat film Sang Penari adalah Masih Bukan Cinta Biasa dan The Mirror Never Lies. Film Masih Bukan Cinta Biasa berhasil menggondol dua piala di kategori Penulis Skenario Terbaik dan Penata Suara Terbaik. Adapun The Mirror Never Lies meraih dua piala di kategori Penata Musik Terbaik dan Penulis Cerita Asli Terbaik.

Festival Film Indonesia kali ini menyertakan 16 film yang masuk dalam nominasi dalam 12 kategori. Hasil itu adalah dari penyaringan sebelumnya yang berhasil menjaring 41 film. Dari film- film itu hanya satu film bergenre horor yang masuk dalam pilihan juri. Film masuk dalam nominasi antara lain film ? (Tanda Tanya) karya Hanung Bramantyo (Sutradara Terbaik FFI 2005 dan 2007), Masih Bukan Cinta Biasa besutan Benni Setiawan (Sutradara Terbaik FFI 2010), dan Sang Penari dari sutradara muda Ifa Isfansyah meraih masing-masing 9 (sembilan) nominasi FFI 2011. Dua film lain, The Mirror Never Lies (Kamila Andini) dan Tendangan dari Langit (Hanung Bramantyo), menyusul dengan perolehan 7 (tujuh) dan 4 (empat) nominasi.

Baru pertama menjajal layar lebar di film Sang Penari, artis peran Prisia Nasution langsung diganjar Piala Citra untuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik. Perempuan yang akrab disapa Pia ini, merasa akting beraninya di film karya sutradara muda Ifa Isfansyah itu pun terbayar tuntas setelah Piala Citra di genggaman tangan.

“Aku enggak lihat buka-bukaan hingga telanjang bulat sebagai konsekuensi. Aku lihat sebagai bagian adegan. Jadi apapun yang saya lakukan kemarin alhamdulillah terbayar,” kata Prisia dalam wawancara di malam anugerah Piala Citra 2011, yang dilangsungkan di Hall D1 JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2011).

Pricia bahkan tak mengira akan mengalahkan nomine lainnya, seperti Dinda Hauw, Fanny Fabriana, Gita Novalista, dan Salma Paramitha. “Pasti senang bersyukur juga, masih enggak percaya sih, alhamdulillah ini film pertama saya tapi sudah dapat penghargaan. Ini memotivasi untuk ke depannya membuat film supaya lebih baik lagi,” kata Prisia.
“Saya lagi shooting di luar kota dan enggak ada TV, jadi di-sms-in dapat nominasi. Di suruh pulang pun ya sudah pulang cuma satu hari, jadi besok sudah harus balik lagi,” lanjutnya.

Kemenangan tersebut diakui Prisia tak lepas dari penggemblengannya sebagai artis peran selama membintangi FTV. “FTV gak bisa diremehin itu ngebantu ngelatih kecepatan baca skenario kalau film aku lebih hati-hati. Kalau aku ambil film itu hati-hati banget,” tekannya. “FTV ada keenakan sendiri, dan layar lebar kita bisa ngelatih diri,” sambungnya.
Mendapatkan penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik, Prisia enggak menjadikannya sebagai beban. Enggak sih, kenapa itu harus dijadikan beban. Kalau mau dilihat jadi beban bisa, kalau mau dilihat jadi motivasi bisa. Tapi saya pilih yang kedua. selama ini aku sudah menunggu lama film yang mau dimainin dan alhamdulillah keluar juga. Penantian panjang itu terbayar juga,” ujar Prisia.

Liputan Konser Julio Iglesias Live in Jakarta di Ballroom Hotel Ritz-Carlton Pacific Place

Indonesia bukanlah negara yang asing bagi vokalis legendaris berkebangsaan Spanyol, Julio Iglesias (68). Bahkan, pria kelahiran Madrid, 23 September 1943 ini mengaku istri pertamanya berasal dari Jakarta.

“Ini bukan kali pertama saya ke Indonesia. Dulu pernah ketika berusia 20 dan sekarang ini kembali lagi setelah berumur 80,” ujar Iglesias yang melebihtuakan usianya dalam konser Julio Iglesias Live in Jakarta, di Ballroom Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Sudirman Central Business Distric, Jakarta, Minggu (4/12/2011) malam.

“Saya selalu mencintai Jakarta, karena istri pertama saya orang Jakarta dan istri kedua dari Filipina,” candanya disambut oleh gelak tawa para penonton. Asal tahu saja, istri pertama Iglesias adalah Isabel Preysier dari Filipina dan salah seorang dari tiga anak mereka adalah vokalis Enrique Iglesias.

Iglesias, yang memulai konsernya tepat pukul 20.30 WIB, ini membuai para penonton dalam suasana romantis dengan lagu-lagu latin berbahasa Spanyol, seperti “Quijote”, “Natalie”, dan “La Gota Fria”. “Saya menghabiskan hidup saya untuk lebih kuat. Saya sekarang 51 tahun. Indonesia banyak sekali memori,” candanya lagi.

Berikutnya Iglesias tak hanya menghibur dengan suara merdunya. Iglesias, yang pernah berduet dengan vokalis Anggun Cipta Sasmi dalam “All of You”, lagu lawas Iglesias dengan Diana Ross pada 1984, menghangatkan suasana dengan menghadirkan sepasang penari tango dalam lagu “Ni Te Tengo Ni Te Olvido”. “Tango dalam bahasa latin berarti sebuah hasrat cinta untuk yang bayi,” ucap Iglesias sebelum bernyanyi. “Jadi, percaya ya, kalau saya terlahir dari tango. Ayah saya dari Skandinavia di utara, sedangkan ibu saya dari selatan, jadi setengah darah saya ada utara dan sebagian selatan,” lanjutnya usai “Ni Te Tengo Ni Te Olvido” dilantunkannya.

Lagu-lagu “Echame A Mi La Culpa”, “A Media Luz”, dan “Galicia” tetap diandalkan Iglesias sebagai lagu-lagu latinnya yang menjadi suguhan utama konser tersebut, sebelum “Crazy” dan “Mammy Blue”, yang tak asing lagi bagi para penyuka musiknya di Indonesia. Pada “Crazy”, Iglesias memberi sentuhan permainan saksofon dari pemain band yang mengiringnya, sehingga lagu itu mendapat tepuk tangan meriah di akhir lagu.

Diiringi nyanyian tiga vokalis latar perempuan, Iglesias seakan sedang berkhotbah dalam lagu bertema rohani “My Sweet Lord”. Sambil memejamkan matanya dan mengangkat tangan kanannya, Iglesias begitu dalam menyelami lirik lagu yang menyiratkan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya. Tepuk tangan meriah pun lagi-lagi membahan pada akhir lagu.

Di ujung pertunjukan, Iglesias memilih “Fragile”, “Can’t Help Falling In Love”, dan “Me Va Me Va” untuk menjadi penutup 23 lagu yang disuguhkannya sepanjang konser selama hampir dua jam itu. Para penonton pun bertepuk tangan sembari berdiri untuk Iglesias.

Penyanyi legendaris dunia Julio Iglesias (68) akan menggelar konser tunggalnya di Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta pada 4 Desember 2011 nanti.

Pria asal Spanyol itu datang untuk bernostalgia bersama penggemarnya di Indonesia. “Dia datang untuk nostalgia, tapi memang dia ada world tour. Awalnya dia mau konser di Malaysia dan Filipina, tapi kami berhasil untuk membawanya ke sini,” jelas Sari Kusumaningrum, Executive Director Berita Satu Media Holding, promotor konser Julio Iglesias, dalam jumpa pers di Energy Building, SCBD, Sudirman, Jumat (25/11/2011).

Sementara itu, Event Coordinator Marketing and Communications, Fajar Tobing, menegaskan bahwa konsep nostalgia memang menjadi sajian yang diusung dalam konsernya kali ini. “Dia pernah sedikit curcol (curhat colongan) di telepon. Dia bilang kalau dia pernah ke Bali dan punya kenangan di Jakarta. Makanya, dia kayak mau bikin konser nostalgia,” ujarnya.

Untuk menikmati konser vokalis bernama lahir Julio José Iglesias de la Cueva, tiket pertunjukan tertinggi dipatok dengan harga Rp 5 juta. “Diamond Rp 5 juta, Platinum Rp 3 juta, dan Gold Rp 1,5 juta,” papar Sari.

Dengan harga tersebut, lanjut Sari, rasanya tak terlalu mahal untuk menyaksikan konser sekaliber Julio. “Saya rasa sekelas dia tidak terlalu mahal. Saya rasa sangat sangat worth it,” tekannya.

Gisele Bundchen Super Model Super Kaya Perkenalkan Lini Busana C & A

MODEL papan atas asal Brasil, Gisele Bundchen,memang masih berlenggak-lenggok di berbagai catwalk eksklusif. Tapi selain menjadi model, ternyata Bundchen telah melebarkan sayapnya dengan memamerkan kemampuan desainnya melalui koleksi baru untuk pasar Belanda bernama C&A.

Bundchen menyajikan koleksi musim panas dengan nama Gisele Bundchen for C&A pada Kamis (1/12) di Brasil. Tak pelak, majalah Forbes pun menobatkannya sebagai tokoh di industri fesyen dengan penghasilan tertinggi tahun ini.

Koleksi ketiganya termasuk blazer, gaun bermotif bunga-bunga, dan topi ala Panama. Sayangnya, koleksi ini baru akan tersedia di Brasil. Meski begitu, C & A telah melibatkan kolaborasi dengan selebritas lain seperti bintang pop Christina Aguilera dan Fergie serta biduan asal Meksiko, Thalia

SUPERMODEL Gisele Bundchen yang menjadi model H&M dianggap terlalu seksi untuk pasar Timur Tengah. H&M mengakui hal itu dan terpaksa menutupi aset atau bagian tubuh tertentu Bundchen untuk menyesuaikannya.

Raksasa ritel dunia fesyen Hennes & Mauritz (H&M) dipaksa untuk melakukan rekayasa digital supaya supermodel asal Brasil dalam gambar kampanye untuk pasar Timur Tengah terlihat sopan. Caranya? Mereka mesti menambahkan kain ekstra berupa pakaian tambahan berupa kamisol putih nan tipis.

Dalam beberapa gambar yang ditampilkan, salah satunya menampilkan gaya jumpsuit tahun 1970-an dengan warna menyala, sementara kamisol dibubuhkan untuk menutupi belahan dadanya. Kemudian yang paling aneh, terlihat juga dalam gambar, penambahan panel kain yang terlihat ekstra ganjil di bagian depan dada sebuah maxi dress bermotif bunga, seolah-olah baju ini merupakan desain yang lain.

Namun begitu, seorang pembaca dan penikmat fesyen yang berbasis di Dubai juga lamodadubai.com berhasil menampilkan keindahan Gisele Bundchen dalam balutan busana-busana H&M dalam versi aslinya seperti yang telah dibidik oleh Daniel Jackson, seorang fotografer fesyen.

Meskipun tidak lazim bagi merek seperti H&M untuk melakukan gambar promosi berbeda demi menyesuaikan kode moral negara setempat, tetap saja hal tersebut dilakukannya.