Monthly Archives: Oktober 2013

Kisah Cinta Putri Sultan Bermula dari Chatting di MIRC

Sebagai gadis tak ingin menikah di usia ”kepala tiga”. Namun, hal itu tak berlaku bagi Gusti Kanjeng Ratu Hayu (30), putri keempat Sultan Hamengku Buwono X. Sebelum menikah, ia berpacaran selama 10 tahun dengan calon suaminya, Angger Pribadi Wibowo atau Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro (40). Kisah percintaan Hayu dan Notonegoro berbeda jauh dari cerita klasik pernikahan putri raja yang lekat dengan perjodohan atau perkawinan politis antar-pemangku kekuasaan. Hubungan percintaan mereka berlangsung natural dan alamiah seperti warga biasa di luar tembok megah kerajaan.
Pertemuan keduanya berawal dari dunia maya. Sebagai sesama alumni SMA Negeri 3 Yogyakarta (Padmanaba), Hayu dan Notonegoro tak sengaja bertemu dalam grup chatting Padmanaba sekitar tahun 2000.

”Awalnya kami kenal melalui grup chatting MIRC. Kebetulan waktu itu Mas Angger sebagai salah satu moderatornya,” kata Hayu, beberapa waktu lalu. Hayu, yang memiliki nama kecil Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurabra Juwita, sejak belia akrab dengan internet. Karena itu, hubungannya dengan Notonegoro juga bermula dari fasilitas chatting lama, MIRC, yang booming tahun 2000.

Tepat saat musim panas tahun 2003 di Amerika Serikat (AS), Hayu dan Notonegoro resmi berpacaran. Saat itu, Hayu menjalani studi di Jurusan Ilmu Komputer Steven Institute of Technology, AS. Notonegoro melanjutkan studi pascasarjana (S-2) Jurusan International Development School of Economic Sciences, Washington State University, AS. Setelah beberapa saat, pasangan ini harus berpisah sementara waktu karena Hayu melanjutkan studi ke Bournemouth University, Inggris, dan Notonegoro fokus pada karier di lembaga Perserikatan Bangsa- Bangsa. ”Setelah jadian hingga menjelang pernikahan, hampir sebagian besar waktu kami habiskan dalam hubungan jarak jauh,” kata Notonegoro.
Dilangkahi adik

Bagi Hayu yang menekuni dunia teknologi informasi (TI), menjalani hubungan jarak jauh tak menjadi kendala. Pasangan ini memanfaatkan fasilitas chatting lewat internet dan telepon meski harus berhubungan jarak jauh. ”Oleh karena berhubungan jarak jauh, Hayu sempat putus nyambung dengan Noto. Keduanya sama-sama fokus pada karier masing-masing,” kata GKR Hemas, ibu kandung Hayu, permaisuri raja Keraton Yogyakarta, Sultan HB X. Menurut GKR Hemas, sejak 10 tahun lalu, Notonegoro sudah akrab dan intens berhubungan dengan keluarga Sultan HB X. Ia pun teringat, setelah bertahun-tahun berpacaran dengan putrinya, baru ketahuan Notonegoro adalah putra Nusye, teman Hemas semasa sekolah di SMP Tarakanita, Jakarta, tahun 1968. ”Ini pernikahan reuni,” ucapnya sembari tertawa.

Tahun 2011, Sultan HB X sedianya hendak menikahkan Hayu berbarengan dengan adik bungsunya, GKR Bendara. Namun, saat itu Hayu mengaku belum siap. Ia rela dilangkahi adiknya, yang berpasangan dengan KPH Yudanegara. Sebagai gadis yang dibesarkan dalam tradisi Jawa, Hayu tak merasa tabu adiknya menikah lebih dahulu. ”Ia sengaja menunda pernikahannya karena begitu menikah ia harus meninggalkan Indonesia dan ikut suaminya,” kata Hemas. Dua tahun kemudian, Hayu mantap menikah dan siap mengikuti suami. ”Tahun depan saya melanjutkan kuliah S-2 di New York, AS. Harapannya, saat pulang, saya bisa membuat perusahaan sendiri,” ujar Hayu.

Angkat keraton di luar
Setelah menyelesaikan studi di AS dan Inggris, 2007-2013, Hayu bekerja di sejumlah perusahaan besar berbasis TI, seperti Microsoft Indonesia, Aprisma Indonesia, dan Gameloft Indonesia. Kini ia dipercaya sebagai penghageng (pemimpin) Tepas Tandhayekti, lembaga yang mengurusi dokumentasi dan pusat data Keraton Yogyakarta. Menurut Hemas, putri keempatnya itu memiliki kemampuan intelektual yang menonjol. ”Hayu punya cita-cita memajukan keraton agar berdampingan dengan teknologi sehingga perihal apa pun tentang Keraton Yogyakarta bisa diketahui dan diakses di seluruh dunia,” ujarnya. Tepas Tandhayekti sebagai pusat data Keraton Yogyakarta berdiri pada Agustus 2012. Tepas ini bertanggung jawab pula mengangkat dan mengenalkan tradisi keraton ke seluruh dunia.

Meskipun Hayu harus mengikuti suaminya ke AS setelah menikah, Sultan HB X menilai hal itu bukan masalah.
Pada perhelatan pernikahan agung terakhir keluarga Sultan HB X, secara khusus Sultan bersama permaisuri akan menghantar putrinya ke resepsi pernikahan di Bangsal Kepatihan dengan menggunakan kereta kencana Kanjeng Kiai Wimono Putro pada Rabu lusa. Ini pertama kali Sultan menghantar putrinya dalam kirab pengantin menggunakan kereta kencana.
Pernikahan agung terakhir bagi putri Sultan HB X dan GKR Hemas ini akan digelar meriah selama tiga hari, 21 Oktober-23 Oktober 2013. Tamu di Bangsal Kencana, Keraton Yogyakarta, dan Bangsal Kepatihan diperkirakan 4.500 orang. Tetamu itu hadir dalam waktu yang berbeda, sekitar 1.500 tamu pada upacara panggih di Bangsal Kencana, Keraton Yogyakarta, Selasa besok, dan selebihnya hadir pada resepsi di Bangsal Kepatihan pada Rabu lusa.

Sebelum resepsi, mempelai akan diarak menggunakan 12 kereta kencana. Kirab itu untuk memperkenalkan mempelai kepada masyarakat sekaligus simbol kedekatan hubungan keraton dengan masyarakat. Pengantin menggunakan kereta Kanjeng Kiai Jong Wiyat, peninggalan Sultan HB VII.

Robby Shine Kewalahan Beradegan Seks Dengan Dewi Persik Bahkan Hampir Kebablasan

Aktor Robby Shine tak menyangka bisa beradu akting dengan aktris seksi Dewi Persik di film ‘Bangkit Dari Lumpur’. Robby mengaku begitu senang dan menjadi pengalaman pertama bisa main bareng pemilik goyang gergaji itu. Namun, saat terlibat adegan seks dengan Depe, sapaan akrab Dewi Persik, Robby mengalami kesulitan. Robby bahkan mengaku cukup lelah setelah melakoni adegan ranjang.

“Agak susah pas sex scene. Saya sebelumnya nggak pernah melakukan adegan itu di depan kamera. Adegan itu keringetan banget. Akhirnya bisa, pelan-pelan,” ujar Robby saat ditemui di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2013).

“Ternyata badan besar berhadapan dengan Dewi yang kecil bisa berkeringat ya,” celetuk Depe seraya tertawa kecil. Robby menambahkan, kalau dirinya terbantu dengan Depe yang memang sudah ‘kenyang’ pengalaman di dunia akting. Ia pun berterima kasih kepada perempuan kelahiran Jember 27 tahun lalu itu atas bantuannya.

“Aku kayak kebawa Dewi. Dia (Dewi) arahkan aku, karena aku belum pernah bisa begitu, apalagi untuk ciuman,” jelas pria berkulit gelap tersebut. Robby mengakui, kalau saat beradegan ciuman ia harus banyak mengulang adegan dan sampai harus menenggak minuman alkohol. “Itu adegan yang sulit, setelah itu bisa,” pungkasnya.

Film ‘Bangkit Dari Lumpur’ juga dibintangi oleh Febriani, Harry Chan, dan lainnya. Film arahan sutradara Sridhar Jetty dan Irwan Ibon itu rencananya akan tayang di bioskop Tanah Air mulai 31 Oktober 2013. Aktris seksi Dewi Persik kembali menjalani adegan ciuman di film terbarunya ‘Bangkit Dari Lumpur’. Depe, begitu sapaannya, tidak merasa grogi melakoni adegan tersebut.

Dewi menuturkan tak seperti lawan mainnya, ia merasa santai meski adegan tersebut sempat diulang tujuh kali. “Rata-rata pemeran cowoknya yang grogi. Saat adegan itu aja jadi di-take berkali-kali, ada sekitar 6-7 kali diulang, sampai akhirnya di-break,” ujarnya saat ditemui di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2013).

Depe melanjutkan, saat break syuting Robby sampai harus meminum minuman beralkohol. Sampai akhirnya, Robby bisa menjalani adegan ciuman. “Mungkin dengan dia (Robby) minum itu supaya lebih pede, dan itu faktor bau minuman juga,” tambahnya.

Namun, faktor minuman itu hampir menyebabkan Robby kebablasan saat beradegan ranjang dengan Depe. Untungnya, Depe bisa menghentikan Robby. “Kan enggak harus beneranjuga kan. Robby-nya udah mau beneran, tapi eitt jangan dulu. Adegan ciumannya bener, tapi yang adegan yang lain nggak kan,.

Film ‘Bangkit Dari Lumpur’ juga dibintangi oleh Febriani, Harry Chan, dan lainnya. Film arahan sutradara Sridhar Jetty dan Irwan Ibon itu rencananya akan tayang di bioskop Tanah Air mulai 31 Oktober 2013.

Nikita Mirzani Selesai Lakukan Sesi Pemotretan Telanjang Untuk Playboy Sehabis Foto PreWedding

Nikita Mirzani kembali menuai kontroversi. Ia mengaku baru saja melakukan pemotretan syur dengan majalah pria dewasa Playboy Amerika. Pemotretan tersebut dilakukan di Bali beberapa waktu lalu. Nikita melakukan sesi pemotretan untuk Playboy tepat setelah foto prewedding di tempat yang sama.

“Sebenernya udah lama. Mau terbang buat pemotretan malah ke Polda. Yaudah gue malah dipesantren (penjara). Baru sekarang deh,” ucapnya saat menghadiri acara Show Imah Trans TV, Rabu (2/10/2013). Nikita mengaku menanggalkan busananya untuk sesi pemotretan. Tapi, ia tak ingin dilihat sebagai sesuatu yang vulgar.

“Nggak pakai baju, telanjang. Naked. Tapi naked-nya nggak kelhiatan payudaranya, organ intimnya. Itu benar-benar cuma lekukan tubuhnya aja yang dilihat,” jelasnya.

Menurut Nikita, karena keluarganya sudah mengetahui sifatnya, mereka mendukung kariernya, meskipun mengundang kontroversi. Ketika ditanya kapan sesi fotonya akan ditampilkan dalam majalah tersebut, artis berusia 27 tahun itu belum bisa memastikan.

Nikita Mirzani akan meresmikan hubungannya dengan ekspatriat bernama Jad pada 11 Oktober mendatang. Seperti apa konsep pernikahannya? “Akad nikah semua udah ready. Palingan tinggal tempatnya dipersiapkan. Di Bali ada ceremony bulan Maret,” ujarnya saat tampil di acara Show Imah Trans TV, Rabu (2/10/2013).

Nikita dan Jad memiliki konsep garden party untuk hari spesial mereka. Niki dan pasangannya lebih menyukai ruangan terbuka. “Sederhana tapi romantis. Karena Niki nggka mau yang mewah-mewah, jadi sederhana aja,” tambahnya seraya tersenyum.

Nikita memimpikan akad pernikahan keduanya ini berlangsung dengan khidmat dengan dihadiri orang-orang terdekatnya. Kabarnya, Jad tak mau ada media di hari spesialnya itu. “Akad waktu pertama nikah kan umur 21 tahun, nggak inget rasanya gimana. Jadi sekarang pengen rasain khusyuknya gimana. Tapi nanti dibicarain lagi sama Jad,” lanjut artis yang kini berusia 27 tahun itu.