Monthly Archives: Februari 2014

Profesor Rhoma Irama … Kemendikbud : Tak Ada Gelar Profesor Honoris Causa

Munculnya baliho ‘Presiden Kita Bersama: Profesor Rhoma Irama’ memunculkan tanda tanya. Kemendikbud mengatakan tidak ada gelar professor honoris causa. “Honoris causa kalau profesor itu nggak ada. Kalau doktor itu ada,” kata Dirjen Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Djoko Santoso,di gedung Kemendikbud, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (25/2/2014).

Ia memastikan hanya ada gelar doctor honoris causa. “Prof itu saya pastikan di kita nggak ada,” lanjutnya. Ia menjelaskan ada mekanisme yang harus dilalui seseorang untuk mendapatkan gelar honoris causa. Tak hanya itu, universitas yang akan memberikan gelar tersebut juga harus berkoordinasi dengan pihak Kemendikbud.

“Aturan baru kita pakai UU no 12 tahun 2012 tentang perguruan tinggi. Sistemnya universitas yang akan memberikan gelar harus memberitahu pada kita dulu,” lanjutnya. Djoko enggan berkomentar tentang maraknya pemberian gelar honoris causa pada seseorang jelang pemilu 2014. Ia berharap pemberian gelar tersebut memang berdasarkan kapasitas keilmuan yang menerima.

“Yang kita butuhkan adalah kompetensi bukan nama orangnya,” pungkasnya. Menurut tim sukses Rhoma, Ramdansyah gelar tersebut diperoleh dari American University of Hawaii. Namun beberapa negara tidak menerima legitimasi gelar yang didapat dari universitas tersebut.

“Kalau soal legitimasi akademis, silakan tanya ke Mendikbud. Apalagi di Indonesia gelar seperti itu dapat diakui,” imbuh Yusril. Kemunculan baliho yang mengungkap gelar Rhoma tersebut pun membuat elite PKB heran. PKB pun meminta tim sukses Rhoma mengungkap asal gelar itu.

Gelar Profesor yang tertera dalam baliho Rhoma Irama semakin dipertanyakan. Guru Besar USW Prof Hendrawan Supratikno pun mempertanyakan gelar sang Raja Dangdut. “Maaf, saya belum pernah membaca telaah ilmiah dari Rhoma, yang saya dengar baru lagu-lagu ciptaannya dan film yang dibintanginya,” tutur Prof Hendrawan saat berbincang, Selasa (25/2/2014).

Politisi senior PDIP tersebut pun menjabarkan makna dari sebuah gelar Profesor. Menurut dia gelar tersebut merupakan sebuah tanggung jawab akademis. Profesor berasal dari kata “to profess” atau “berani menyatakan”. Dalam dunia akademik berarti berani menyatakan kebenaran berdasar kaidah dasar keilmuan.

Kaidah dasar keilmuan menurut Prof Hendrawan adalah universalitas, komunalitas, tanpa pamrih, dan skeptisisme secara teratur. Gelar tersebut bukan sekedar gaya. Sementara Rhoma mendapat gelar Profesor secara Honoris Causa dari American University of Hawaii (AUH). Lembaga tersebut menyediakan kuliah virtual bagi semua orang tanpa pandang batasan negara dan usia.

“Kalau doktor Honoris Causa saya paham. Bagi saya selama gelar diberikan oleh lembaga pendidikan yang prestisius, itu bagus. Soalnya sekarang banyak lembaga abal-abal di luar negeri yang jual beli gelar kehormatan (Honoris Causa, -red),” paparnya. Capres PBB Yusril Ihza Mahendra yang juga menyandang gelar Profesor merasa tak enak berkomentar soal gelar yang diraih Rhoma dari Amerika tersebut.

“Ah saya tidak enak kalau harus berkomentar. Nanti publik menilai saya memojokkan beliau, jadi biarkan saja,” ujar Prof Yusril saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2014). Menurut tim sukses Rhoma, Ramdansyah gelar tersebut diperoleh dari American University of Hawaii. Namun beberapa negara tidak menerima legitimasi gelar yang didapat daru universitas tersebut.

“Kalau soal legitimasi akademis, silakan tanya ke Mendikbud. Apakah di Indonesia gelar seperti itu dapat diakui,” imbuh Yusril. Kemunculan baliho yang mengungkap gelar Rhoma tersebut pun membuat elite PKB heran. PKB pun meminta tim sukses Rhoma mengungkap asal gelar itu.

Gelar Profesor yang disandang Rhoma Irama terungkap dari tulisan di baliho pencapresan Rhoma. Jubir Golkar Tantowi Yahya menyatakan bahwa memang sejumlah orang masih memandang gelar sebagai hal yang penting. “Memang gelar itu dipandang oleh sebagian masyarakat sebagai hal yang penting. Mungkin penggemar dia (Rhoma) bisa mengapresiasi itu, tapi belum tentu yang lain iya,” kata Tantowi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2014).

Menurut tim sukses Rhoma gelar tersebut memang diperoleh oleh sang Raja Dangdut itu. Gelar kehormatan (Honoris Causa/HC) disematkan atas kiprah Rhoma dalam musik. “Kalau Pak ARB (Aburizal Bakrie) sih tidak akan pasang ‘Prof’ karena gelarnya beliau Insinyur (Ir),” ujar Tantowi.

“Saya yakin itu tim sukses Rhoma yang pasang gelar itu. Namanya gelar memang sekarang ini banyak yang berikan. Memang dari mana gelar Rhoma itu?” imbuh Tantowi. Dia pun tertawa setelah mengetahui gelar Rhoma diperoleh dari American University of Hawaii (AUH). Lembaga tersebut menyediakan kuliah virtual bagi semua orang tanpa pandang batasan negara dan usia.

“Ha ha ha, saya juga mau coba ah kapan-kapan,” tandas Tantowi seraya berkelakar.

Raja Dangdut Rhoma Irama ternyata memiliki gelar doktor bahkan profesor honoris causa bidang dangdut dari American University of Hawaii pada tahun 2005 silam. Sebagai penggemar, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak pernah mengetahui gelar Profesor idolanya itu.

“Saya nggak tahu. Sebagai penggemar, saya nggak tahu soal itu,” kata Jokowi saat ditemui di kawasan Meruya Ilir, Jakarta Barat, Selasa (25/2/2014).

“Beneran, saya nggak tahu soal itu,” tambahnya.

Berdasarkan Wikipedia, gelar kehormatan profesor dan doctor honoris causa (Dr HC) itu diperoleh Bang Haji pada bulan Februari 2005 silam. Dia memperoleh gelar Dr HC dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut. Namun gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri. Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.

Di Indonesia sendiri, berdasar data Wikipedia, Rhoma Irama sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya. Namun Rhoma berbangga karena ia banyak menjadi rujukan penelitian, ada kurang lebih 7 skripsi tentang musiknya. Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian seperti William H Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.

Terlepas dari kontroversi yang mencuat, gelar profesor dan doktor tetap dipakai Rhoma Irama hingga kini. Termasuk yang terpampang pada baliho ‘Presiden Kita Bersama’ yang bertebaran di Jakarta. Gelar profesor untuk bakal capres PKB Rhoma Irama dipertanyakan. PKB yang merangkul Rhoma mempersilakan pemakaian gelar itu untuk dipakai kampanye, asalkan gelar itu jelas asal-usulnya.

“Kalau memang gelar itu jelas, ya nggak apa-apa dipakai,” kata Wakil Ketua Dewan Syura PKB Ali Maschan Moesa saat dihubungi, Selasa (25/2/2014).Usut punya usut, ternyata gelar itu didapat dari American University of Hawaii. Sempat ramai diberitakan, universitas itu sempat disangsikan kredibilitasnya.

“Itu tim suksesnya perlu menjelaskanlah,” kata Ali.

Pendukung Rhoma Irama, Ramdansyah, menyatakan gelar profesor itu didapat dari gelar honoris causa yang disematkan ke Rhoma atas kiprahnya di blantika musik dangdut. Menurut Ali, dahulu Rhoma pernah dijadikan objek penelitian oleh salah seorang akademisi yang menulis disertasi. Kemungkinan dari sinilah gelar profesor diberikan ke Rhoma. “Kami nggak tahu persis. Kalau dulu, mungkin karena pernah ada orang nulis disertasi tentang Rhoma Irama,” ujar Ali.

Rhoma Irama pernah meraih gelar doktor bahkan profesor honoris causa bidang dangdut dari American University of Hawaii pada tahun 2005 silam. Namun di Iran, gelar dari universitas ini tak diakui, seperti apa ceritanya?

Sebuah blog ‘Inside Iran’ memposting bahwa Kementerian Urusan Publik Iran tidak mengakui gelar dari American University of Hawaii pada kisaran Januari 2006 silam. Universitas ini disebut telah memberikan ijazah yang diragukan keabsahannya kepada sejumlah pegawai negeri dan swasta di Iran, tanpa benar-benar kuliah di kampus. Pemerintahan Ahmadinejad kala itu menyatakan lembaga ini menjajakan gelar ilegal.

Bisnis gelar ilegal itu berlangsung selama tujuh tahun dan para pejabat di Iran sempat menutup mata. Sampai kemudian ketahuan pegawai negari merogoh kocek sekitar USD 10.000 untuk mendapatkan ijazah sarjana bahkan pascasarjana untuk memenuhi persyaratan minimal untuk kenaikan pangkat. Bahkan dikabarkan orang-orang penting di pemerintahan menggunakan ijazah dari universitas ini.

Dilacak di internet, Senin (25/2/2014), American University of Hawaii masih bisa dijumpai di website http://auh.academia.edu/. Di situ tertulis nama Rhoma Irama di bagian ‘Dangdut Music Management, Department of Soneta’.

Sejumlah informasi menyebutkan University of Hawaii sudah ganti nama menjadi American University of Hummanities yang bisa dijumpai di website http://www.auh.edu. Sama dengan American University of Hawaii, universitas ini juga memberikan layanan belajar online. Di Iran, istilahnya adalah universitas global. Universitas ini, seperti ditulis di blog shivathespy.blogspot.com, tidak memiliki siswa. Mereka mengklaim hanya membantu pelajar tanpa memandang usia, asal, kepercayaan, untuk belajar tanpa batasan.

“Kami tidak punya kampus utama dengan taman, ruangan berlantai marmer, penjaga keamanan, lapangan bermain atau tim sepak bola dan hoki dengan sekelompok pelatih yang harganya jutaan dolar setahun,” demikian promosi universitas tersebut yang disadur blogger Iran tersebut.

Ustad Guntur Bumi Dituduh Melakukan Praktek Perdukunan Dan Diadukan Ke MUI

Seorang pasien mengaku tertipu dengan praktik pengobatan Ustad Guntur Bumi (UGB). Bahkan, pasien bernama Hans itu pun melaporkan UGB ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tuduhan melakukan praktik kedukunan. “Saya lapor MUI tanggal 13 dan 19 Februari. Dua kali kita lapor. Saya menuntut pekerjaan UGB dihentikan. Ini namanya dukun berlabel ustad,” tuding Hans.

Hans pun menceritakan kisah dirinya datang ke pengobatan UGB pada Jumat 7 Februari lalu. Menurutnya kala itu ia membawa sang nenek yang mengalami sakit pada kakinya. Kala itu, Hans juga merasa ada yang aneh dalam pengobatan yang dilakukan UGB. Seperti salah satunya, ucapan salah satu ustad di sana yang dianggapnya sedikit bernada ancaman

“Saat diperiksa, ada ustad di sana bilang, bakal ada satu korban. Ustad bilang, semua harus di-protect. Jadi pikiran kita berubah dari yang medis jadi non medis. Janji yang dia mau kasih herbal dan air zam-zam doakan nggak terbukti,” sesalnya. “Kemudian ustad minta menghatamkan Al Quran 30 juz sebelum subuh. Jika tidak sanggup, maka akan dibadal (diwakilkan) oleh para santrinya di Ponpes Assidiqie, Cijeruk, Bogor. Untuk semua itu, memotong seekor hewan kerbau Mina,” lanjutnya.

Setelah membayar sejumlah uang, tim ustad pun ‘memagari’ rumah sang nenek. Beberapa ritual pun dilakukan seperti melempar garam, terus ada juga penampakan pocong. Hans mengaku merasa tertipu karena mereka membuat pihaknya merasa takut. Bahkan setelah proses pengobatan itu, sang nenek kondisinya tak kunjung membaik.

“Mereka membuat kondisinya takut, jatuh dan hilang keimanan. Pas diusap rambut pertama kali saya keluar belatung. UGB bilang, kekurangannya bisa setelah Rp 30 juta. Saya sudah kesal,” ungkapnya. MUI melalui Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun Niam Sholeh, menuturkan pihaknya memang sudah menerima pelaporan itu. Ia mengaku mendapat pelaporan tudingan praktik pengobatan UGB.

“Memang benar, pekan kemarin ada salah satu pasien yang menceritakan proses pengobatan di sana yang dianggap tidak sesuai dengan cara pengobatan dan ada indikasi permintaan sejumlah materi,” ungkap Asrorun. Namun pihak UGB, melalui pengacaranya, Ramdhan Alamsyah membantah semua cerita tersebut. Menurutnya, Hans punya motif lain untuk menjatuhkan kliennya.

“Hans ini nggak bener, cari-cari masalah. Saya tahu, saya sudah ketemu sama pengacaranya. Hans punya tujuan lain di balik laporan itu. Pengacaranya sendiri yang bilang gitu. Itu pengakuan pengacaranya Hans, Hudi Yusuf,” ungkap Ramdhan. Sayang, UGB belum bisa dimintai komentarnya mengenai tudingan itu. Kini, kabarnya ia tengah menjalani ibadah umroh.

Ustad Guntur Bumi dituding melakukan penipuan dalam praktik pengobatan alternatifnya. Pria bernama Hans Suta mengaku telah ditipu karena merasa diperas saat mengantarkan neneknya berobat ke tempat praktik sang ustad. Selain rugi puluhan juta, Hans juga mengaku ibunya telah menjual beberapa perhiasan miliknya untuk mengobati sang nenek. Tapi penyakit yang dialami neneknya tak kunjung sembuh.

“Saat lagi tawar-menawar harga, saya ditanya ke sini naik mobil apa? Saya bilang naik taksi. Kerja di mana? Saya bilang punya usaha kecil-kecilan. Harga kerbaunya Rp 75 juta, Rp 65 juta, Rp 55 juta, paling bawah Rp 25 juta. Saya minta yang paling murah,” kisah Hans saat dikonfirmasi.

“Untuk membayar uang tersebut, ibu saya mencopot tiga cincin yang dipakainya ternyata masih kurang, itu cuma 7 gram. Terus Pak Ustad bilang nanti saya kasih rekening saya, dan ibu saya punya Rp 3 juta. Di rumah, ibu saya kembali memberikan tiga buah gelang emas dan sejumlah uang,” paparnya lagi.

Dengan syarat mengorbankan kerbau, Hans dan keluarganya akhirnya setuju untuk menyerahkan beberapa perhiasan lagi. “Sampai di rumah kita setuju, emas 32 gram, 7 gram tambah 25 gram. Dari semua itu kurang Rp 8 juta lagi untuk bayar kerbau,” rinci Hans. Selama pengobatan, Hans merasa ada yang aneh. Ia merasa di bawah ancaman saat melakukan negosiasi harga pengobatan tersebut.

Hans pun akhirnya melaporkan suami Puput Melati itu ke MUI pertengahan Februari kemarin dengan tuduhan perdukunan. Pihak MUI sendiri telah mengkonfirmasi kebenaran pelaporan tersebut. Sementara UGB melalui pengacaranya membantah telah melakukan penipuan dan pemerasan seperti yang ditudingkan Hans.

Ustad Guntur Bumi dituding melakukan penipuan dalam praktik pengobatan alternatifnya. Pria bernama Hans Suta mengaku telah ditipu karena merasa diperas saat mengantarkan neneknya berobat ke tempat sang ustad. Hans Suta melaporkan Ustad Guntur Bumi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertengahan Februari karena tuduhan praktik perdukunan. Dan, ternyata Hans bukan satu-satunya orang yang merasa telah menjadi ‘korban’ dan melaporkan sang ustad ke MUI.

Menurut Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun Niam Sholeh, pihaknya telah menerima beberapa laporan mengenai ustad Guntur Bumi. “Ada beberapa,” ungkap Asrorun saat dihubungi.

Hans pernah mendatangi tempat pengobatan ustad Guntur di Pondok Indah awal Februari lalu. Tapi saat berobat, Hans yang mengantarkan neneknya itu justru merasa diperas. Hans bahkan harus membayar puluhan juta hingga menjual perhiasan ibunya untuk membayar pengobatan sang ustad. Namun ia mengklaim ibunya tak kunjung sembuh. MUI sendiri mengajabarkan, laporan tersebut seputar mengenai penyimpangan praktik pengobatan yang dituduhkan seperti Hans.

“Kita akan lakukan tindak lanjut, ada dua substansi laporan kan ya. Yang terkait adanya indikasi permintaan sejumlah materi kan ini ranahnya kepolisian. Yang kedua praktik pengobatan yang rencananya akan kita dalami lebih lanjut,” papar Asrorun.

Pihak sang ustad pun angkat bicara. Melalui pengacaranya, Ramdan Alamsyah, UGB membantah tudingan Hans. Bagaimana versi UGB? “Dia datang minta diobati, bayar administrasi, satu orang Rp 500 ribu, kalau dua jadi Rp 1 juta, ya udah diobatin. Ada hadist, kalau sembuh itu salah satu hal yang bisa mengangkat penyakit adalah sedekah,” kata Ramdan.

“Biasanya yang bagus hewan kurban, bisa sapi, kambing, atau kerbau. Dia bilang nggak punya duit, ya jangan. Itu nggak apa-apa. Tapi pihaknya dia tetep menginginkan sedekah, terus dia bilang ‘kita punya gelang, cincin, bisa nggak disalurin?’ Ya bisa-bisa aja, nanti ditimbang, nanti diperkirakan ke harga kambing berapa,” beber Ramdan lagi.

Dari keterangan ini, Hans sebelumnya mengaku memang menjual perhiasan ibunya untuk kesembuhan neneknya. Tapi pada praktik pengobatannya, Hans merasa ada yang aneh. Menurut Hans, pengobatan sang ustad dibumbui hal-hal mistik yang membuat keluarganya takut. Keadaan makin diperparah karena Hans merasa dikejar-kejar pihak UGB untuk melunasi biaya pengobatan yang telah disetujui dalam bentuk sedekah hewan kurban.

Tapi Ramdan membantah kliennye mengejar keluarga Hans. “Kalau nguber-nguber ke rumah itu nggak ada, bohong. Itu fitnah. Tanggal 13 Februari mereka minta balikin. Tanggal 14 Februari dini hari kita balikin. Besokannya si Hans malah laporin ke MUI. Yang laporin ini si Hans. Hans ini nggak bener, cari-cari masalah,” urai Ramdan.

“Saya tahu, saya udah ketemu sama pengacaranya. Hans punya tujuan lain di balik laporan itu. Pengacara sendiri yang bilang gitu. Itu pengakuan pengacaranya Hans, Hudi Yusuf,” tambah Ramdan mengklaim. Ramdan juga mengklaim pihaknya dengan pihak Hans sudah islah atau berdamai. Maka dari itu, Ramdan dan pihaknya heran mengapa Hans masih meributkan masalah yang dianggap sudah kelar.

Cinta Penelope Diajak Kawin Siri Oleh Ustad Hariri

Cinta Penelope ternyata tidak kaget melihat kelakuan Ustad Hariri yang baru-baru ini banyak diperbincangkan. Cinta mengungkapkan pengalamannya ketika bermain dalam satu sinetron berjudul Sampeyan Muslim bersama Hariri. “Saya udah enggak kaget. Dia memang begitu, jadi Allah membuka sifat aslinya dia,” kata Cinta, Ahad, 16 Februari 2014.

Cinta menceritakan, ketika selesai menjalani syuting sinetron itu, dia berjalan ke arah mobilnya untuk pulang. Hariri menguntitnya. Saat itu Cinta tengah kesal pada Hariri karena merasa difitnah.

“Sebenarnya saya udah enggak mau lagi ngomongin ini. Hanya Allah yang bisa membuka jati diri asli dia sekarang,” kata Cinta. “Setelah memfitnah saya, dia samperin saya dan minta maaf. Waktu itu ada sopir dan asisten saya, lalu dia narik saya, mau cium. Langsung saya tepis,” cerita Cinta.

Hariri tidak berhenti menggoda artis bertato itu. Dia juga mengajak Cinta untuk menikah siri. “Ternyata bukan saya saja yang diajak nikah siri, ada artis lain juga. Respek saya jadi luntur,” kata Cinta.

Hariri sedang disorot banyak orang karena beredarnya video insiden “injak kepala” dalam acara tablig akbar di sebuah desa di kawasan Bandung. Video tersebut diunggah ke YouTube dan segera menjadi populer. Setelah melihat video itu, banyak pengguna YouTube yang menyayangkan kelakuan pria 29 tahun yang mengklaim sebagai dai itu.

Konser Amal Gratis Di Bentara Budaya Jakarta Diramaikan Oleh 13 Gitaris Kenamaan

Tak sengaja membelokkan kaki ke Bentara Budaya Jakarta, Rabu (12/2/2014), untuk mencari secangkir kopi di warung yang ada di halamannya. Ternyata, sedang ada check sound Konser Amal dari Gitaris untuk Indonesia. Kesan pertama, merinding.

Melintasi panggung yang belum rampung ditata, ada sosok Dewa Budjana. Melantai. Duduk di lantai, maksudnya. Berdiri di dekat Budjana, Tohpati, asyik dengan petikan dawai gitarnya.

Di tengah kesibukan kru menata panggung dan lokasi konser, Dewa Budjana dan Tohpati pun petik-petik itu senar gitar, meski belum jatah waktu untuk mereka check sound.

Sekali lagi, merinding mendengar duet petikan gitar mereka berdua. “Ini dari lahir sudah pegang senar gitar kali ya,” ujar Aryo, salah satu wartawan yang ada di Bentara Budaya Jakarta.

Dari asal petik dan saling mengisi nada, satu lagu daerah mereka mainkan berdua dalam aransemen ala mereka. Duh, hanya bisa melongo melihatnya, dengan kaki otomatis mengikuti ketukan nada.

Tak semua kalem

Konser ini adalah persembahan para gitaris Indonesia untuk Indonesia, berlatar keprihatinan atas beragam bencana yang akhir-akhir ini terjadi. Para penampil pun tak semua semelodius Dewa Budjana atau Tohpati.

Dari aliran jazz sampai rock, mulai generasi senior hingga anak-anak muda gaul, beragam gitaris berbaur akan tampil bersama di panggung ini, Rabu malam. Sebut saja Donny Suhendra, Ireng Maulana, hingga Ian Antono atau Pay, akan berbagi panggung di sini.

Sederet nama gitaris besar pun sudah masuk daftar tampil. Bagi generasi senior, bisa bernostalgia misalnya dengan Mus Mujiono atau Eet Sjahranie. Sementara untuk anak-anak muda gaul, ada Piyu “Padi”, Ovy “/rif”, dan Aria Baron.

Sepertinya, secangkir kopi tengah hari ini akan bertahan hingga tengah malam. Bagaimana tidak, bila check sound saja sudah bikin merinding, terbawa meledak-ledak, hingga merenung-renung bersama petikan gitar sebagai pengiring utama.
Konser Dari Gitaris untuk Indonesia akan digelar di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), 12 Februari 2014, pukul 19.30-23.00 WIB dan diramaikan oleh setidaknya 47 gitaris. Para gitaris itu dibagi ke dalam 13 formasi.

Formasi 1: Denny Chasmala , Kin Aulia “The Fly”, QoQo “She”, Taraz Bistara “The Rock/Triad”, Eross Candra, Didit Saad, dan Roxanna Silalahi (vokal)
Formasi 2: John Paul Ivan, Edo Widiz, Beng Beng “PAS”, Piyu, DD Crow, Jikun “/rif”, dan Oppie Andariesta (vokal)
Formasi 3: Diat “Yovie n’ Nuno”, Arif “Kerispatih”, Rama “D’Masiv”, Irfan Aulia “Samsons”, Marshal “ADA Band”, dan Arden “Tiket”
Formasi 4: Endah N’ Rhesa
Formasi 5: Burgerkill
Formasi 6: Dewa Budjana, Agam Hamzah, Tohpati, dan Donny Suhendra
Formasi 7: Jubing Kristianto
Formasi 8: Iwan Hasan dan Jessica Hasan (vokal)
Formasi 9: Jopie Item, Yai Item, dan Gideon Tengker
Formasi 10: Eet Sjahranie, Toto Tewel, dan Ian Antono
Formasi 11: Ireng Maulana, Mus Mujiono, dan Reno Castello
Formasi 12: Ezra Simanjuntak, Irvan Borneo, Stephen “Musikimia” Santoso, Pay, Aria Baron, Ovy “/rif”, dan Buluk “Superglad”
Formasi 13: Ginda Bestari, Gugun “Gugun Blues Shelter”, dan Adrian Adioetomo.

Model Anggita Sari Suka Foto Selfie Pakai Bikini

Model seksi Anggita Sari juga mengaku sangat gemar berfoto selfie di berbagai momen. Dikenal sebagai model majalah dewasa, Anggita pun juga mengaku gemar berfoto selfie seksi. Mantan kekasih Enji itu mengatakan, ia gemar berfoto seksi dengan bikini di pantai. Tapi menurutnya seksi berbikini bukan berarti vulgar.

“Nggak terlalu vulgar ya. Pakai bikini itupun kalau lagi di Bali atau pantai,” katanya saat berbincang, Minggu (9/2/2014). Foto-foto Selfie Nakal Artis Dunia yang Bikin Heboh

Sebagai wanita, Anggita mengatakan, dirinya tak pernah berniat berfoto selfie saat berpakaian seksi. Ia mengaku kerap melakukan pose selfie karena dorongan latar tempat dan momen saja. “Kalau aku memang nggak pernah ada niat untuk foto yang terlalu vulgar saat selfie. Kalau untuk pakai-pakaian yang minim, seperti bikini ya tergantung tempatnya,” urainya.

“Disesuaikanlah sama tempatnya,” tutup Anggita yang juga mengaku gemar foto selfie kala terjebak macet itu. Lagian sangat tidak mungkin apabila lagi memakai baju seksi dan ingin selfie terus ganti baju ditengah jalan … ya kan?

Cinta Ratu Nansya pernah menuai kontroversi dengan foto nakal bareng sang pacar. Saat itu dia berpose berpelukan sambil menggenggam sebuah pisau. Cinta tak ingin kejadian sama terulang. Bicara foto mesra, Cinta juga seperti cewek pada umumnya. Bintang film ‘Perawan Seberang’ itu juga banyak berpose selfie di depan kamera ponselnya sendiri.

Ia mengaku sangat khawatir bila ponselnya sampai hilang. Sebagian besar foto-foto yang diambil memang sangat personal baginya. “Pokoknya jika sampai HP saya hilang it’s dangerous,” ungkapnya.

“Banyak banget.. (foto-foto). Saya suka sekali foto, di tiga HP memorynya sampai 64 giga full foto-foto,” lanjutnya tanpa mau menjelaskan lebih detail pose-pose yang menurutnya sangat pribadi. Cinta mengatakan, sebagai wanita, ia menilai wajar bila gemar berfoto selfie. “Anytime, anywhere. Pas lagi mood terutama kalau lihat cermin,” tukas Cinta.

Artis Cynthiara Alona Kembali Pamer Foto Dalam Bak Mandi

Artis Cynthiara Alona memampang foto dirinya di rumah rumah miliknya. “Rmh (Rumah) kecil ku adalah resort ku,” cuit Cynthiara melalui akun twitter@Cynthiara Alona, Rabu, 5 Februari 2014. Dia kemudian memajang foto dirinya di dalam bak mandi yang berada di tengah ruangan. Latar belakang tembok dengan hiasan gambar kota, yang mengesankan dunia modern. Cynthiara mengenakan gaun merah, sepasang sepatunya diletakkan di bawah bak mandi. Tiga buku tampak menumpuk di lantai.

Cynthiara sehari sebelumnya meretweet foto dirinya tengah berada di atas bak mandi yang penuh air dan kembang merah. Dia berpose tengah mandi dengan lilitan handuk putih di dadanya. Kali ini ruangan yang diambil sepertinya kamar mandi pribadinya. Pada 6 Februari, Cynthiara memajang foto sejenis. Kali ini sudut gambar sedikit digeser. Latar belakang gambar masih dinding rumah yang bergaya modern. Gambar yang ditonjolkan di dinding rumah Cynthiara kali ini adalah jembatan laying megah. Majalah dengan cover Marilyn Monroe tergeletak di lantai di dekat bak mandi itu

Artis Cynthiara Alona tidak pernah membayangkan akan berada di dalam tahanan. Makanya, saat pertama kali menginjakkan kaki di Rumah Tahanan Pondok Bambu atas kasus pemakaian paspor palsu, dia sempat ingin bunuh diri. “Awalnya saya sangat syok. Sempet putus asa, bahkan ingin mengakhiri hidup saja,” kata Alona di sela-sela acara syukuran kebebasannya di kawasan Tebet, Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2013.

Alona menganggap status narapidana sangat memalukan buat dirinya saat itu. Dia takut citranya di keluarga dan masyarakat menjadi buruk. “Jadi napi itu enggak enak sekali. Saya hampir putus asa,” ujarnya. Beruntung, niat jeleknya itu urung dilakukan. Soalnya, bekas model Playboy ini kerap mendapat dukungan moril dari sesama narapidana di sana, termasuk Angelina Sondakh dan Wa Ode Nurhayati, dua terpidana kasus suap.

“Dia (Angelina Sondakh) bilang, ‘Ujian kamu itu enggak seberapa dengan ujian yang aku alami. Kamu masih muda, jangan putus asa, perjalanan kamu masih panjang’,” ujar Alona mengulang perkataan Angie–panggilan akrab Angelina. Kini, Alona sudah bisa bernapas lega. Dia dibebaskan dari hukumannya pada 10 Maret 2013. Alona menjalani hukuman kurungan tiga bulan penjara; dua bulan di Rutan Pondok Bambu dan sebulan di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang.

Alona divonis bersalah atas kasus pemakaian paspor palsu dalam lawatannya ke Singapura Oktober 2012. Dia ditangkap Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta pada awal Desember 2012. Setelah ditelusuri, paspor itu dikeluarkan kantor Imigrasi Semarang dan awalnya diterbitkan atas nama Jumar.

Roro Fitria Kesurupan Saat Syuting Di Gedung Arsip Depok

Aktris Roro Fitria alami kejadian tak mengenakan saat menjalani syuting program ‘Misteri Petualangan Ki Joko Bodo’. Berlokasi di bekas Gedung Arsip Depok, Jawa Barat, aktris 26 itu mengalami kesurupan sampai tiga kali. Menurut pengakuan Roro, ia kerasukan roh penunggu gedung tersebut. Bahkan, artis yang kerap tampil seksi itu sampai mengalami luka lebam di badannya karena kesurupan.

“Saat raga saya dipinjam oleh siluman harimau putih, gerakan saya persis harimau, loncat, berguling, dan mencakar-cakar. Entah saat itu saya terbentur batu besar atau gimana saya gak tahu. Tiba-tiba betis, dengkul, pundak, dan lengan aku lebam-lebam,” ujarnya, Kamis (6/2/2014).

Meski mengalami lebam-lebam di badan akibat kesurupan, Roro justru bahagia. Sebab, ia bisa berinteraksi langsung dengan roh penunggu Gedung Arsip itu. Waduh! “Karena memang saya pribadi gemar dengan hal gaib. Walaupun lebam, namun saya sangat senang, karena bisa interaksi dan bersinggungan langsung dengan dunia metafisika, terlebih bisa dipilih raga saya oleh Nyi Ratu Sekar Wangi,” pungkas perempuan yang hobi berkendara dengan mobil sport tersebut.

Merintis karier di dunia hiburan sejak masih muda membuat Roro Fitria leluasa merentangkan sayapnya ke mana suka. Dari panggung modeling kini ia merambah ke musik dan film. Roro sebelumnya memang dikenal sebagai model majalah pria dewasa. Namun, baru-baru ini ia muncul membintangi film baru produksi KK Dheraaj, ‘Bangkitnya Suster Gepeng’.

Usai akting ternyata ada bidang lain yang menarik minatnya. Model seksi itu kini tengah menjalani proses rekaman single perdananya yang bergenre pop dangdut. Aji mumpungkah? “Saya punya kemampuan di bidang lain dan terus mengembangkan skill saya,” ujar Roro saat ditemui di acara Nonton Bareng film ‘Bangkitnya Suster Gepeng’ di XXI Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Minggu (14/10/2012).

Baginya, persaingan di dunia hiburan memang ketat. Maka ia pun melakukan berbagai cara untuk dikenal publik dengan mencoba terjun di tiga bidang sekaligus. Terlebih, ia juga mengungkapkan ingin merubah citra dirinya yang kerap dipandang banyak orang sebagai bintang ‘hot’. “Yang saya perform ke publik itu bukan semata-mata seksi. Saya imbangi hal tersebut dengan kualitas akting, dan bidang lainnya untuk mengasah skill saya,” kilahnya.

Roro Fitria dikenal sebagai artis yang memiliki dada yang besar. Lagi-lagi, banyak kabar Roro melakukan operasi pada salah satu bagian vitalnya itu agar terlihat seksi. Secara tegas Roro pun membantah kabar tersebut. Ia menegaskan, dadanya yang berukuran besar itu asli.

“Payudaraku asli, Mas,” ujarnya ketika ditanya mengenai kabar tersebut saat ditemui di acara screening film ‘Bangkit Dari Lumpur’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/10/2013). Roro juga mengaku dirinya sangat mensyukuri apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya. Bahkan menurutnya, dada besarnya itu juga disebut sebagai daya tariknya ketika tampil.

“Secara fisik, aku paling suka my boobs, buat aku itu salah satu daya tarik,” tuturnya. Sama seperti selebriti dunia yang memiliki aset dari sisi fisiknya, Roro pun berharap bisa mengasuransikan bagian dadanya. “Pengen, tapi di Indonesia belum ada. Nggak cuma bagian payudara, aku juga pengen asuransi bagian lain,” ujar Roro berahasia.

Tokoh Musik Mamoro Samuragochi Tipu Penggemarnya Selama 18 Tahun

Di negaranya, Mamoro Samuragochi, 50 tahun dijuluki sebagai ‘Beethoven dari Jepang’. Sejak pertengahan dekade 1990, ia membuat komposisi musik klasik meski pendengarannya terganggu. Salah satunya yang terkenal adalah Hiroshima Symphony No. 1 yang didedikasikan untuk korban bom atom di kota itu pada 1945.

Simponi yang dirilis pada 2003 itu menjadi hits, terjual lebih dari 100 ribu kopi di Jepang. Energi dari musik ini membuat publik kerap menamai lagu ini ‘Simponi Harapan’ dan kerap dimainkan di media kala bencana melanda. Dan pada hari ini, harapan yang diberikan ternyata palsu, setelah Samuragochi mengakui bahwa ia membayar orang untuk menciptakan lagu untuknya.

“Saya menunjuk orang lain untuk membuat komposisi musik untuk saya sejak 1996,” ujarnya kepada NHK Jepang, Rabu, 5 Februari 2014 waktu setempat. Ia menyatakan hal tersebut perlu dilakukannya menyusul gangguan telinga yang dialaminya sejak 1996.

Pada umur 35, ia kehilangan seluruh fungsi pendengarannya, tapi tetap bisa membuat karya-karya magis di blantika musik. Hal itu membuat namanya makin moncer, dan pengukuhan status sebagai Beethoven dari Jepang mulai diberikan.

Atas pengakuan ini, perusahaan rekaman yang memublikasikan karya-karya Samuragochi, Nippon Columbia marah besar. “Kami terperangah dan sangat marah,” ujar mereka dalam situsnya. Mereka merasa ditipu karena samuragochi selalu meyakinkan mereka bahwa karya tersebut benar-benar dibuatnya.

Hingga kini, pengarang asli karya-karya Samuragochi belum terungkap. Beberapa media Jepang berspekulasi bahwa orang tersebut adalah Aragaki Takashi, seorang guru musik biasa. Namun hal ini tak dikonfirmasi oleh Samuragochi. “Sulit untuk memaksanya (pengarang asli) keluar dan mengakuinya di depan publik,” ujarnya.

Harga Tiket Konser Valentine Eros Jarot

Pada hari valentine, 14 Februari 2014 mendatang, Eros Jarot, 63 tahun, akan menggelar konser bertajuk “40 Tahun Eros Djarot Berkarya”. “Kami akan tampilkan sebuah pertunjukan musik sebagai apresiasi kami kepada Eros Djarot selama ini,” kata Project Manajer Promotor konser itu, Hans Siregar, pada konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, 29 Januari 2014.

Pementasan itu akan berlangsung pukul 20.00 di Plenary Hall Jakarta Convention Center. Eros mengungkapkan bahwa pementasan itu adalah permintaan para sahabatnya. “Saya itu didatangi sama teman-teman,” kata pemilik nama lengkap Soegeng Waluyo Djarot itu.

Oleh para sahabatnya pula, Eros diminta untuk menciptakan sebuah lagu baru. “Karena bertepatan dengan hari valentine, ya saya buat lagunya berjudul My Valentine,” kata Eros. Namun sayang, lagunya itu tidak disetujui Jay Subiakto sebagai art director pementasan itu. “Akhirnya ya saya buat lagu baru yang lebih nasionalis, Indonesia. Ini saya dedikasikan untuk Jay Subiakto,” ia melanjutkan.

Pementasan Eros pada hari kasih sayang nanti, rencananya akan dimeriahkan oleh beberapa musisi dan tokoh di bidang seni, di antaranya Iwan Fals, Berlian Hutauruk, Once, Glenn Fredly, Bunga Citra Lestari, dan Marcell Siahaan. Konser yang diisi sekitar 25-30 lagu itu akan dibantu pula oleh orkestra Erwin Gutawa, dan Mira Lesmana sebagai Concert Writer. Agnes Monica dikabarkan urung tampil karena tengah di negeri Abang Sam.

Terdapat empat klasifikasi tiket untuk konser tersebut, yaitu bronze, silver, gold, dan platinum dengan harga mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 3,5 juta.Band dari jalur musik independen atau indie, The S.I.G.I.T akan turut meramaikan konser 40 tahun Eros Djarot Berkarya. Dilibatkannya band indie yang satu ini menurut komposer Erwin Gutawa untuk mewakili kehadiran kelompok musik dari berbagai kalangan yang memang diusung dalam konser.

“Dari dulu saya tertarik sama kelompok musik Indie. Indie itu memang cuma komunitas tapi yang dihasilkan tetap saja musik. Sebelumnya ada beberapa kesempatan yang enggak terjadi atau batal, mudah-mudahan kali ini saya bisa ngejam sama mereka,” kata Erwin Gutawa selaku komposer dalam konser tersebut saat ditemui Tempo di kawasan Senayan City, Jumat, 10 Januari 2014.

Kehadiran band rock Indie semacam The SIGIT ini memperjelas bahwa konser tribute terhadap 40 tahun berkaryanya musisi Eros Djarot memang mengambil dari banyak spektrum genre musik yang luas.

Alasan lain pun ditegaskan oleh Jay Subiakto sebagai art director. Menurut Jay keikutsertaan The Sigit menunjukkan bahwa sebuah kualitas bermusik tidak hanya dapat ditunjukkan dengan sering tampilnya seorang atau kelompok musisi dalam acara televisi saja. “Makanya kami ada The SIGIT yang sangat independen dan jarang muncul tapi sebenarnya terkenal di luar negeri.”

Film Luna Maya Killer Disambut Meriah Di Sundance Film Festival

Terlibatnya Luna Maya dalam produksi film bergenre thriller seperti Killers membuat dirinya terpacu untuk bermain kembali dalam film bergenre ini. Model dan presenter acara musik ini menyatakan rindu untuk bermain peran serius.

Pengalaman bermain film yang berbeda dan ditangani lebih serius membuat Luna lebih memikirkan sisi kualitas sebuah film. “Sekarang saya ingin coba main film itu berdasarkan kualitas, bukan sekadar kuantitasnya, lebih selected ke cerita, karakter, dan potensi filmnya,” ujar Luna yang ditemui dalam acara konferensi pers film ini di Djakarta Theatre, Sarinah, Senin, 3 Februari 2014.

“Aku mau main di film yang genrenya belum pernah kumainkan, kalau bisa full action, belum mau ambil lagi yang genre love story,” ujar dia dengan serius. Belakangan, diakui Luna, ia mendapat tawaran untuk bermain dalam beberapa film. Namun, ia mulai memilih film yang sedang dimainkan dengan melihat karakternya. Dalam film Killers, Luna berperan sebagai Dina, istri dari Bayu, seorang wartawan yang mengalami permasalahan dengan kariernya sehingga cukup berimbas terhadap kondisi rumah tangganya. Karena dalam film ini Luna tidak terlibat dalam adegan laga, ia pun berharap suatu saat mendapat kesempatan untuk bermain film bergenre serupa dan mendapatkan adegan yang lebih menantang.

“Kalau nanti diajak main lagi ingin jadi yang psikonya (psikopat),” kata Luna sembari tertawa.

Pemutaran film Killers yang disutradarai oleh Mo Brothers di Sundance Film Festival pada Januari lalu mendapatkan respons positif. Hal ini disampaikan Kimo Stamboel, salah satu sutradara Mo Brothers, saat menggelar konferensi pers di Djakarta Theatre, Senin, 3 Februari 2014. “Di Sundance, kita kaget bioskopnya penuh. Mereka antusisas untuk nonton film produksi Indonesia-Jepang. Reaksinya positif, banyak yang bertanya,” kata Kimo. Selain sudah dilakukan proses pemutaran premiere di Sundance, pemutaran perdana pun telah dilakukan lebih dulu di Jepang pada 1 Februari. Rupanya respons penonton di sana pun tidak kalah ramainya.

“Di Jepang pun responsnya bagus,” kata Timo Tjahjanto sebagai sutradara yang menghadiri pemutaran film di Jepang. “Ternyata Kazuki (salah satu pemeran utama Killers) begitu terkenal di sana dan rata-rata puas dengan aktingnya,” ujarnya. Pernyataan tersebut ditambahkan Rangga Maya Barack dan Gareth Evans selaku excecutive producer film tersebut. “Saya kontak dengan pihak di Jepang dan memang penayangan film Killers di Jepang luar biasa. Di sana ada beberapa bioskop yang memberi tiket berdiri jika kehabisan kursi, dan tiket itu pun laris,” kata Maya.

Killers merupakan sebuah suguhan film bergenre thriller yang diperankan oleh Oka Antara, Luna Maya, dan Ray Sahetapy. Film yang diproduksi di dua negara ini juga melibatkan beberapa pemain dari Jepang, seperti Kazuki Kitamura dan Rin Takanashi. Sebagai produser film Killers, Daniel Mananta mengaku tidak takut jika film yang pertama kali diproduserinya itu akan dicekal oleh masyarakat karena mengandung unsur kekerasan. Menurut dia, pro dan kontra pasti ada, tapi ia yakin bahwa tidak akan sampai pada upaya pencekalan.

“Kita tetap memberikan karya seni yang berbeda dalam film itu,” kata Daniel saat ditemui di acara konprensi pers film ini yang berlangsung di Djakarta Theatre, Sarinah, Senin, 3 Februari 2014. “Memang kan experience Mo Brothers (sutradara) sendiri lumayan berani untuk membuat suatu karya seni yang agak kontroversial.”
Daniel mencoba tetap berpikir positif terhadap film yang baru saja diputar premiere di Sundance Film Festival pada akhir Januari lalu. “Ini kan karya seni juga, dan yang paling penting ini untuk hiburan,” ujarnya.

Menurut pemilik label Damn I Love Indonesia ini, film Killers bercerita tentang kehidupan seorang wartawan politik bernama Bayu (Oka Antara) yang hidupnya mengalami banyak masalah, dari profesi hingga keluarga. Pada suatu waktu ia melihat sebuah video berisi praktik pembunuhan di Jepang yang sengaja disebar melalui jaringan internet. Kehidupan Bayu semakin berantakan karena ia terlibat dalam sebuah peristiwa yang membawa dirinya menemukan sisi lain dalam dirinya.