Film Luna Maya Killer Disambut Meriah Di Sundance Film Festival


Terlibatnya Luna Maya dalam produksi film bergenre thriller seperti Killers membuat dirinya terpacu untuk bermain kembali dalam film bergenre ini. Model dan presenter acara musik ini menyatakan rindu untuk bermain peran serius.

Pengalaman bermain film yang berbeda dan ditangani lebih serius membuat Luna lebih memikirkan sisi kualitas sebuah film. “Sekarang saya ingin coba main film itu berdasarkan kualitas, bukan sekadar kuantitasnya, lebih selected ke cerita, karakter, dan potensi filmnya,” ujar Luna yang ditemui dalam acara konferensi pers film ini di Djakarta Theatre, Sarinah, Senin, 3 Februari 2014.

“Aku mau main di film yang genrenya belum pernah kumainkan, kalau bisa full action, belum mau ambil lagi yang genre love story,” ujar dia dengan serius. Belakangan, diakui Luna, ia mendapat tawaran untuk bermain dalam beberapa film. Namun, ia mulai memilih film yang sedang dimainkan dengan melihat karakternya. Dalam film Killers, Luna berperan sebagai Dina, istri dari Bayu, seorang wartawan yang mengalami permasalahan dengan kariernya sehingga cukup berimbas terhadap kondisi rumah tangganya. Karena dalam film ini Luna tidak terlibat dalam adegan laga, ia pun berharap suatu saat mendapat kesempatan untuk bermain film bergenre serupa dan mendapatkan adegan yang lebih menantang.

“Kalau nanti diajak main lagi ingin jadi yang psikonya (psikopat),” kata Luna sembari tertawa.

Pemutaran film Killers yang disutradarai oleh Mo Brothers di Sundance Film Festival pada Januari lalu mendapatkan respons positif. Hal ini disampaikan Kimo Stamboel, salah satu sutradara Mo Brothers, saat menggelar konferensi pers di Djakarta Theatre, Senin, 3 Februari 2014. “Di Sundance, kita kaget bioskopnya penuh. Mereka antusisas untuk nonton film produksi Indonesia-Jepang. Reaksinya positif, banyak yang bertanya,” kata Kimo. Selain sudah dilakukan proses pemutaran premiere di Sundance, pemutaran perdana pun telah dilakukan lebih dulu di Jepang pada 1 Februari. Rupanya respons penonton di sana pun tidak kalah ramainya.

“Di Jepang pun responsnya bagus,” kata Timo Tjahjanto sebagai sutradara yang menghadiri pemutaran film di Jepang. “Ternyata Kazuki (salah satu pemeran utama Killers) begitu terkenal di sana dan rata-rata puas dengan aktingnya,” ujarnya. Pernyataan tersebut ditambahkan Rangga Maya Barack dan Gareth Evans selaku excecutive producer film tersebut. “Saya kontak dengan pihak di Jepang dan memang penayangan film Killers di Jepang luar biasa. Di sana ada beberapa bioskop yang memberi tiket berdiri jika kehabisan kursi, dan tiket itu pun laris,” kata Maya.

Killers merupakan sebuah suguhan film bergenre thriller yang diperankan oleh Oka Antara, Luna Maya, dan Ray Sahetapy. Film yang diproduksi di dua negara ini juga melibatkan beberapa pemain dari Jepang, seperti Kazuki Kitamura dan Rin Takanashi. Sebagai produser film Killers, Daniel Mananta mengaku tidak takut jika film yang pertama kali diproduserinya itu akan dicekal oleh masyarakat karena mengandung unsur kekerasan. Menurut dia, pro dan kontra pasti ada, tapi ia yakin bahwa tidak akan sampai pada upaya pencekalan.

“Kita tetap memberikan karya seni yang berbeda dalam film itu,” kata Daniel saat ditemui di acara konprensi pers film ini yang berlangsung di Djakarta Theatre, Sarinah, Senin, 3 Februari 2014. “Memang kan experience Mo Brothers (sutradara) sendiri lumayan berani untuk membuat suatu karya seni yang agak kontroversial.”
Daniel mencoba tetap berpikir positif terhadap film yang baru saja diputar premiere di Sundance Film Festival pada akhir Januari lalu. “Ini kan karya seni juga, dan yang paling penting ini untuk hiburan,” ujarnya.

Menurut pemilik label Damn I Love Indonesia ini, film Killers bercerita tentang kehidupan seorang wartawan politik bernama Bayu (Oka Antara) yang hidupnya mengalami banyak masalah, dari profesi hingga keluarga. Pada suatu waktu ia melihat sebuah video berisi praktik pembunuhan di Jepang yang sengaja disebar melalui jaringan internet. Kehidupan Bayu semakin berantakan karena ia terlibat dalam sebuah peristiwa yang membawa dirinya menemukan sisi lain dalam dirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s