Konser Amal Gratis Di Bentara Budaya Jakarta Diramaikan Oleh 13 Gitaris Kenamaan


Tak sengaja membelokkan kaki ke Bentara Budaya Jakarta, Rabu (12/2/2014), untuk mencari secangkir kopi di warung yang ada di halamannya. Ternyata, sedang ada check sound Konser Amal dari Gitaris untuk Indonesia. Kesan pertama, merinding.

Melintasi panggung yang belum rampung ditata, ada sosok Dewa Budjana. Melantai. Duduk di lantai, maksudnya. Berdiri di dekat Budjana, Tohpati, asyik dengan petikan dawai gitarnya.

Di tengah kesibukan kru menata panggung dan lokasi konser, Dewa Budjana dan Tohpati pun petik-petik itu senar gitar, meski belum jatah waktu untuk mereka check sound.

Sekali lagi, merinding mendengar duet petikan gitar mereka berdua. “Ini dari lahir sudah pegang senar gitar kali ya,” ujar Aryo, salah satu wartawan yang ada di Bentara Budaya Jakarta.

Dari asal petik dan saling mengisi nada, satu lagu daerah mereka mainkan berdua dalam aransemen ala mereka. Duh, hanya bisa melongo melihatnya, dengan kaki otomatis mengikuti ketukan nada.

Tak semua kalem

Konser ini adalah persembahan para gitaris Indonesia untuk Indonesia, berlatar keprihatinan atas beragam bencana yang akhir-akhir ini terjadi. Para penampil pun tak semua semelodius Dewa Budjana atau Tohpati.

Dari aliran jazz sampai rock, mulai generasi senior hingga anak-anak muda gaul, beragam gitaris berbaur akan tampil bersama di panggung ini, Rabu malam. Sebut saja Donny Suhendra, Ireng Maulana, hingga Ian Antono atau Pay, akan berbagi panggung di sini.

Sederet nama gitaris besar pun sudah masuk daftar tampil. Bagi generasi senior, bisa bernostalgia misalnya dengan Mus Mujiono atau Eet Sjahranie. Sementara untuk anak-anak muda gaul, ada Piyu “Padi”, Ovy “/rif”, dan Aria Baron.

Sepertinya, secangkir kopi tengah hari ini akan bertahan hingga tengah malam. Bagaimana tidak, bila check sound saja sudah bikin merinding, terbawa meledak-ledak, hingga merenung-renung bersama petikan gitar sebagai pengiring utama.
Konser Dari Gitaris untuk Indonesia akan digelar di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), 12 Februari 2014, pukul 19.30-23.00 WIB dan diramaikan oleh setidaknya 47 gitaris. Para gitaris itu dibagi ke dalam 13 formasi.

Formasi 1: Denny Chasmala , Kin Aulia “The Fly”, QoQo “She”, Taraz Bistara “The Rock/Triad”, Eross Candra, Didit Saad, dan Roxanna Silalahi (vokal)
Formasi 2: John Paul Ivan, Edo Widiz, Beng Beng “PAS”, Piyu, DD Crow, Jikun “/rif”, dan Oppie Andariesta (vokal)
Formasi 3: Diat “Yovie n’ Nuno”, Arif “Kerispatih”, Rama “D’Masiv”, Irfan Aulia “Samsons”, Marshal “ADA Band”, dan Arden “Tiket”
Formasi 4: Endah N’ Rhesa
Formasi 5: Burgerkill
Formasi 6: Dewa Budjana, Agam Hamzah, Tohpati, dan Donny Suhendra
Formasi 7: Jubing Kristianto
Formasi 8: Iwan Hasan dan Jessica Hasan (vokal)
Formasi 9: Jopie Item, Yai Item, dan Gideon Tengker
Formasi 10: Eet Sjahranie, Toto Tewel, dan Ian Antono
Formasi 11: Ireng Maulana, Mus Mujiono, dan Reno Castello
Formasi 12: Ezra Simanjuntak, Irvan Borneo, Stephen “Musikimia” Santoso, Pay, Aria Baron, Ovy “/rif”, dan Buluk “Superglad”
Formasi 13: Ginda Bestari, Gugun “Gugun Blues Shelter”, dan Adrian Adioetomo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s