Ustad Guntur Bumi Dituduh Melakukan Praktek Perdukunan Dan Diadukan Ke MUI


Seorang pasien mengaku tertipu dengan praktik pengobatan Ustad Guntur Bumi (UGB). Bahkan, pasien bernama Hans itu pun melaporkan UGB ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tuduhan melakukan praktik kedukunan. “Saya lapor MUI tanggal 13 dan 19 Februari. Dua kali kita lapor. Saya menuntut pekerjaan UGB dihentikan. Ini namanya dukun berlabel ustad,” tuding Hans.

Hans pun menceritakan kisah dirinya datang ke pengobatan UGB pada Jumat 7 Februari lalu. Menurutnya kala itu ia membawa sang nenek yang mengalami sakit pada kakinya. Kala itu, Hans juga merasa ada yang aneh dalam pengobatan yang dilakukan UGB. Seperti salah satunya, ucapan salah satu ustad di sana yang dianggapnya sedikit bernada ancaman

“Saat diperiksa, ada ustad di sana bilang, bakal ada satu korban. Ustad bilang, semua harus di-protect. Jadi pikiran kita berubah dari yang medis jadi non medis. Janji yang dia mau kasih herbal dan air zam-zam doakan nggak terbukti,” sesalnya. “Kemudian ustad minta menghatamkan Al Quran 30 juz sebelum subuh. Jika tidak sanggup, maka akan dibadal (diwakilkan) oleh para santrinya di Ponpes Assidiqie, Cijeruk, Bogor. Untuk semua itu, memotong seekor hewan kerbau Mina,” lanjutnya.

Setelah membayar sejumlah uang, tim ustad pun ‘memagari’ rumah sang nenek. Beberapa ritual pun dilakukan seperti melempar garam, terus ada juga penampakan pocong. Hans mengaku merasa tertipu karena mereka membuat pihaknya merasa takut. Bahkan setelah proses pengobatan itu, sang nenek kondisinya tak kunjung membaik.

“Mereka membuat kondisinya takut, jatuh dan hilang keimanan. Pas diusap rambut pertama kali saya keluar belatung. UGB bilang, kekurangannya bisa setelah Rp 30 juta. Saya sudah kesal,” ungkapnya. MUI melalui Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun Niam Sholeh, menuturkan pihaknya memang sudah menerima pelaporan itu. Ia mengaku mendapat pelaporan tudingan praktik pengobatan UGB.

“Memang benar, pekan kemarin ada salah satu pasien yang menceritakan proses pengobatan di sana yang dianggap tidak sesuai dengan cara pengobatan dan ada indikasi permintaan sejumlah materi,” ungkap Asrorun. Namun pihak UGB, melalui pengacaranya, Ramdhan Alamsyah membantah semua cerita tersebut. Menurutnya, Hans punya motif lain untuk menjatuhkan kliennya.

“Hans ini nggak bener, cari-cari masalah. Saya tahu, saya sudah ketemu sama pengacaranya. Hans punya tujuan lain di balik laporan itu. Pengacaranya sendiri yang bilang gitu. Itu pengakuan pengacaranya Hans, Hudi Yusuf,” ungkap Ramdhan. Sayang, UGB belum bisa dimintai komentarnya mengenai tudingan itu. Kini, kabarnya ia tengah menjalani ibadah umroh.

Ustad Guntur Bumi dituding melakukan penipuan dalam praktik pengobatan alternatifnya. Pria bernama Hans Suta mengaku telah ditipu karena merasa diperas saat mengantarkan neneknya berobat ke tempat praktik sang ustad. Selain rugi puluhan juta, Hans juga mengaku ibunya telah menjual beberapa perhiasan miliknya untuk mengobati sang nenek. Tapi penyakit yang dialami neneknya tak kunjung sembuh.

“Saat lagi tawar-menawar harga, saya ditanya ke sini naik mobil apa? Saya bilang naik taksi. Kerja di mana? Saya bilang punya usaha kecil-kecilan. Harga kerbaunya Rp 75 juta, Rp 65 juta, Rp 55 juta, paling bawah Rp 25 juta. Saya minta yang paling murah,” kisah Hans saat dikonfirmasi.

“Untuk membayar uang tersebut, ibu saya mencopot tiga cincin yang dipakainya ternyata masih kurang, itu cuma 7 gram. Terus Pak Ustad bilang nanti saya kasih rekening saya, dan ibu saya punya Rp 3 juta. Di rumah, ibu saya kembali memberikan tiga buah gelang emas dan sejumlah uang,” paparnya lagi.

Dengan syarat mengorbankan kerbau, Hans dan keluarganya akhirnya setuju untuk menyerahkan beberapa perhiasan lagi. “Sampai di rumah kita setuju, emas 32 gram, 7 gram tambah 25 gram. Dari semua itu kurang Rp 8 juta lagi untuk bayar kerbau,” rinci Hans. Selama pengobatan, Hans merasa ada yang aneh. Ia merasa di bawah ancaman saat melakukan negosiasi harga pengobatan tersebut.

Hans pun akhirnya melaporkan suami Puput Melati itu ke MUI pertengahan Februari kemarin dengan tuduhan perdukunan. Pihak MUI sendiri telah mengkonfirmasi kebenaran pelaporan tersebut. Sementara UGB melalui pengacaranya membantah telah melakukan penipuan dan pemerasan seperti yang ditudingkan Hans.

Ustad Guntur Bumi dituding melakukan penipuan dalam praktik pengobatan alternatifnya. Pria bernama Hans Suta mengaku telah ditipu karena merasa diperas saat mengantarkan neneknya berobat ke tempat sang ustad. Hans Suta melaporkan Ustad Guntur Bumi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertengahan Februari karena tuduhan praktik perdukunan. Dan, ternyata Hans bukan satu-satunya orang yang merasa telah menjadi ‘korban’ dan melaporkan sang ustad ke MUI.

Menurut Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun Niam Sholeh, pihaknya telah menerima beberapa laporan mengenai ustad Guntur Bumi. “Ada beberapa,” ungkap Asrorun saat dihubungi.

Hans pernah mendatangi tempat pengobatan ustad Guntur di Pondok Indah awal Februari lalu. Tapi saat berobat, Hans yang mengantarkan neneknya itu justru merasa diperas. Hans bahkan harus membayar puluhan juta hingga menjual perhiasan ibunya untuk membayar pengobatan sang ustad. Namun ia mengklaim ibunya tak kunjung sembuh. MUI sendiri mengajabarkan, laporan tersebut seputar mengenai penyimpangan praktik pengobatan yang dituduhkan seperti Hans.

“Kita akan lakukan tindak lanjut, ada dua substansi laporan kan ya. Yang terkait adanya indikasi permintaan sejumlah materi kan ini ranahnya kepolisian. Yang kedua praktik pengobatan yang rencananya akan kita dalami lebih lanjut,” papar Asrorun.

Pihak sang ustad pun angkat bicara. Melalui pengacaranya, Ramdan Alamsyah, UGB membantah tudingan Hans. Bagaimana versi UGB? “Dia datang minta diobati, bayar administrasi, satu orang Rp 500 ribu, kalau dua jadi Rp 1 juta, ya udah diobatin. Ada hadist, kalau sembuh itu salah satu hal yang bisa mengangkat penyakit adalah sedekah,” kata Ramdan.

“Biasanya yang bagus hewan kurban, bisa sapi, kambing, atau kerbau. Dia bilang nggak punya duit, ya jangan. Itu nggak apa-apa. Tapi pihaknya dia tetep menginginkan sedekah, terus dia bilang ‘kita punya gelang, cincin, bisa nggak disalurin?’ Ya bisa-bisa aja, nanti ditimbang, nanti diperkirakan ke harga kambing berapa,” beber Ramdan lagi.

Dari keterangan ini, Hans sebelumnya mengaku memang menjual perhiasan ibunya untuk kesembuhan neneknya. Tapi pada praktik pengobatannya, Hans merasa ada yang aneh. Menurut Hans, pengobatan sang ustad dibumbui hal-hal mistik yang membuat keluarganya takut. Keadaan makin diperparah karena Hans merasa dikejar-kejar pihak UGB untuk melunasi biaya pengobatan yang telah disetujui dalam bentuk sedekah hewan kurban.

Tapi Ramdan membantah kliennye mengejar keluarga Hans. “Kalau nguber-nguber ke rumah itu nggak ada, bohong. Itu fitnah. Tanggal 13 Februari mereka minta balikin. Tanggal 14 Februari dini hari kita balikin. Besokannya si Hans malah laporin ke MUI. Yang laporin ini si Hans. Hans ini nggak bener, cari-cari masalah,” urai Ramdan.

“Saya tahu, saya udah ketemu sama pengacaranya. Hans punya tujuan lain di balik laporan itu. Pengacara sendiri yang bilang gitu. Itu pengakuan pengacaranya Hans, Hudi Yusuf,” tambah Ramdan mengklaim. Ramdan juga mengklaim pihaknya dengan pihak Hans sudah islah atau berdamai. Maka dari itu, Ramdan dan pihaknya heran mengapa Hans masih meributkan masalah yang dianggap sudah kelar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s