Monthly Archives: Mei 2014

Harga dan Syarat Pembelian Tiket Konser One Direction

Grup penyanyi pria asal Inggris-Irlandia, One Direction, bakal menggelar konser ‘One Direction on The Road Again tour 2015’, di Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 Maret 2015.Tiket konser ini dijual mulai 31 Mei 2014 mendatang di Kota Kasablanka. Brand Manager Ismaya Group, Yudha Perdana mengatakan pembelian tiket akan dibuat senyaman mungkin. Berikut sejumlah peraturan yang dibuat Ismaya Live untuk pembelian tiket konser One Direction.

  1. Satu orang bisa membeli sampai dengan maksimal lima tiket.
  2. Penonton yang berusia di bawah 16 tahun harus didampingi orang dewasa.
  3. Satu orang dewasa (usia 17 tahun ke atas) bisa mendampingi hingga (maksimal) dua anak.
  4. Penonton yang berusia di bawah 12 tahun dan didampingi oleh orang dewasa hanya diperbolehkan di kelas tribun.
  5. Penonton yang berusia 12 tahun sampai dengan di bawah 16 tahun dan didampingi oleh orang dewasa atau berusia di atas 16 tahun diizinkan untuk masuk ke kelas Festival.
  6. Batasan usia yang dimaksud adalah usia pada hari pertunjukkan.

Untuk harga tiket konser, akan dijual mulai harga Rp500.000 untuk tiket kelas Tribun 2. Sedangkan untuk kelas lainnya seperti Tribun 1 dan 3 dibanderol dengan harga Rp750.000. Kelas Festival E dan F seharga Rp1 juta, Festival C dan D seharga Rp1,2 juta. Festival A dan B dihargai Rp1,4 juta. Terdapat juga tiket VIP yang dijual dengan harga Rp 1,7 juta. Dan juga terdapat tiket ‘hot seat’ seharga Rp2.750.000, dan pembelinya bisa mendapatkan official merchandise dari One Direction.

Untuk mempermudah pembelian, para fans 1D juga diharapkan membawa tanda pengenal berupa KTP atau Kartu Pelajar. “Tidak usah takut kehabisan, kami tidak menentukan jumlah kuota tiket, hanya ditentukan sampai jam 9 malam. Semua sistem penjualan tiket sudah dipersiapkan, ada sistem nomer, dan yang bisa masuk hanya yang membeli tiket, dan kita akan buat senyaman mungkin,” jelas Yudha.

Ismaya LIVE selaku promotor konser One Direction On The Road Again 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, 25 Maret 2015 mendatang, menyampaikan enam peraturan yang diterapkan. “Pertama, setiap satu orang maksimal membeli lima tiket,” kata Brand Manager Ismaya LIVE, Yudha Perdana, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 21 Mei 2014. Kedua, setiap penonton yang berusia 16 tahun ke bawah harus ditemani orang dewasa yang usianya di atas 17 tahun.

Ketiga, setiap satu orang dewasa hanya bisa menemani maksimal dua orang penonton anak-anak. Keempat, bagi para penonton yang berusia di bawah 12 tahun hanya diperbolehkan untuk menyaksikan dari Kelas Tribun. Kemudian kelima, bagi para penonton berusia 12-16 tahun sudah diperbolehkan untuk menyaksikan dari Kelas Festival. “Keenam, semua aturan tersebut berlaku dengan menghitung usia masing-masing penonton pada hari pelaksanaan konser,” ujarnya.

Yudha mengatakan bahwa peraturan tersebut sudah menjadi standar operasi yang diterapkan manajemen One Direction di setiap pertunjukan mereka di seluruh dunia. Ia juga mengakui ada kerumitan yang dihadapi atas peraturan tersebut, meski menyadari bahwa itu adalah bentuk perhatian manajemen One Direction terhadap keselamatan para penonton.

“Segmen One Directioners itu cukup luas, dari segala umur ada, sehingga wajar kalau mereka memerhatikan keselamatan para penikmat pertunjukan,” ujar Yudha. “Semoga kesan rumitnya hanya di awal saja, dan ke depannya betul-betul terjaga urusan keselamatan para penonton,”katanya. Sebagai informasi, selain berkonser di Indonesia, boyband asal Inggris itu dalam rangkaian turnya juga dijadwalkan mengunjungi enam negara Asia lain, termasuk Singapura pada 11 Maret 2015.

rup penyanyi pria asal Inggris, One Direction, dipastikan akan menyapa para penggemarnya di Indonesia, dalam rangakaian ‘One Direction on The Road Again tour 2015’, di Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 Maret 2015. “Nantinya, penjualan tiket akan dimulai pada 31 Mei 2014 di Kota Kasablanka secara offline,” ujar Yudha Perdana, Brand Manager Ismaya Live, saat ditemui di Kawasan Gatot Subroto, Jakarta, 21 Mei 2014.

Grup yang beranggotakan Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Styles dan Louis Tomlinson ini nantinya akan datang ke Indonesia setelah datang ke Singapura pada 11 Maret 2015. Pihak promotor Ismaya dan pihak dari Sony Music juga telah memastikan bahwa konser grup yang terkenal dengan sebutan 1D nanti akan terselenggara dengan sangat meriah. Diungkapkan bahwa nantinya 1D akan membawa crew sebanyak 90 personil dengan 50 orang penari yang akan memeriahkan panggung konser.

Untuk harga tiketnya, akan dijual dari harga Rp 500.000 hingga Rp 2.750.000. Dan untuk pembeli tiket seharga Rp 2.750.000, juga berkesempatan mendapatkan official merchandise nya. Di Asia, 1D juga akan datang ke 6 negara termasuk ke Indonesia. Pihak Ismaya juga mengungkapkan, bahwa penjualan tiket di Kasablanka pada 31 Mei 2014 nanti akan dipastikan berlangsung aman dan nyaman. “Tidak usah takut kehabisan, kita tidak menentukan jumlah kuota tiket, hanya ditentukan sampai jam 9 malam. Semua sistem penjualan tiket sudah dipersiapkan, ada sistem nomer, dan yang bisa masuk hanya yang membeli tiket, dan kita akan buat senyaman mungkin,” jelas Yudha.

Tiket Konser Taylor Swift Yang Dibeli Di Sevel Tidak Sah Untuk Dipakai Alias Hangus

Pembeli tiket silver dan bronze di 10 outlet 7-Eleven (Sevel) untuk konser Taylor Swift tampaknya harus menelan kekecewaan. Mereka tak bisa menyaksikan pertunjukan penyanyi asal Amerika Serikat itu karena ada masalah teknis. Dengan adanya masalah teknis itu, menjadikan PT Digital Makmur Sejahtera (DMS), selaku pengelola Sevelin Kiosk, tak bisa penuhi pesanan tiket dua kategori tersebut. Pasalnya, pembelian dua jenis tiket itu ternyata tidak terkonfirmasi dalam data PT Lams, selaku ticketing partner konser Taylor Swift.

PT DMS lantas terpaksa melakukan pembatalan. Pihaknya pun menyampaikan penyesalan sedalam-dalamnya, melalui jumpa pers, Senin, (19/5/2014), di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Head of Corporate Communications PT DMS, Emil Iskandar meminta maaf. “Kami memahami kekecewaan penggemar yang telah susah payah datang ke kiosk milik PT DMS untuk membeli tiket Taylor Swift. Kekecewaan itu tidak bisa diukur dengan uang,” sesalnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, PT DMS akan mengembalikan (refund) sepenuhnya uang yang dikeluarkan tuk pembelian tiket tersebut. “Kami akan mengembalikan sepenuhnya uang pemesanan dan kami akan memberikan kompensasi berupa cindera mata eksklusif dan terbatas sebagai ungkapan simpati kami yang mendalam kepada pelanggan,” ucapnya. Sebelumnya, kiosk milik PT Digital Makmur Sejahtera (DMS) di jaringan ritel 7-Sevel di Jakarta menerima pemesanan tiket pertunjukan Taylor Swift The Red Tour Concert 2014. Data yang tercatat, ada 449 tiket silver dan 619 tiket bronze yang telah dibeli oleh 600 orang di kiosk 7-Eleven pada 24-26 Maret 2014.

ANDA penggemar Taylor Swift dan sudah membeli tiket di Sevelin Kiosk yang dikelola jaringan ritel 7-Eleven untuk menyaksikan konser “Taylor Swift The Red Tour Concert 2014” yang akan berlangsung di Jakarta, 4 Juni 2014?
Tentu Anda kecewa, karena transaksi pemesanan tiket kategori bronze dan silver melalui jaringan ritel 7-Eleven secara resmi dibatalkan.

Apa yang harus dilakukan?
PT Digital Makmur Sejahtera (DMS), sebagai pengelola Sevelin Kiosk, dalam siaran pers yang diterima redaksi Bintang Online menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf atas pembatalan transaksi di gerainya. DMS selaku ticketing partner berjanji akan akan mengembalikan secara penuh dana pemesanan tiket serta memberikan kompensasi atas pembatalan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan. Head of Corporate Communications PT DMS Emil Iskandar mengatakan, kiosk milik DMS di jaringan ritel 7-Eleven di Jakarta menerima pemesanan tiket pertunjukan Taylor Swift The Red Tour Concert 2014. Namun, adanya permasalahan teknis menjadikan DMS pada akhirnya tidak dapat memenuhi pesanan tiket kategori bronze dan silver sehingga terpaksa melakukan pembatalan.

“Kami memahami kekecewaan para penggemar yang telah bersusah payah datang ke kiosk milik PT DMS untuk membeli tiket Taylor Swift. Kekecewaan tersebut mungkin tidak bisa diukur dengan uang. Namun, sebagai bentuk tangung jawab dan itikad baik, kami akan mengembalikan sepenuhnya uang pemesanan serta memberikan kompensasi berupa paket cinderamata eksklusif dan terbatas sebagai ungkapan simpati kami yang sangat mendalam kepada para pelanggan,” ujar Emil Iskandar.

Untuk mempermudah proses pengembalian dana (refund), PT DMS akan segera mengirimkan surat elektronik yang berisi pemberitahuan mengenai pembatalan serta mekanisme refund kepada para pemesan tiket sesuai data yang melakukan transaksi pembelian tiket Taylor Swift di kiosk PT DMS. Selanjutnya, pelanggan cukup membalas surat elektronik tersebut dengan mengisi data diri dan nomor pemesanan dalam formulir refund.

PT DMS juga akan megirimkan pesan singkat (SMS) untuk mengingatkan kembali pelanggan mengenai pemberitahuan refund. Untuk membantu pelanggan mendapatkan informasi yang lebih jelas, PT DMS menyediakan layanan call center di nomor 085885234469, 085885234470, 085885234471, 085885234472, 085885234473.

PT. Digital Makmur Sejahtera (DMS) yang mengelola Sevelin Kiosk selaku tiketing partner penjualan tiket konser Taylor Swift menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan transaksi pemesanan tiket untuk kategori Silver dan Bronze. Sebanyak seribu lebih tiket untuk dua kelas tersebut harus dikembalikan. “Tiket yang telah terjual, Silver 449 tiket dan Bronze ada 619. Dengan 600 orang pembeli, dan itu yang harus dikembalikan,” kata Emil Iskandar, Head of Corporate communication PT. DMS saat menggelar jumpa pers di kawasan Senopati, Senin (19/5).

Dalam kesempatan itu, Emil mengungkapkan penyebab pembatalan transaksi tersebut. Menurutnya penjualan yang berlangsung pada 24-26 Maret berjalan lancar, namun menurut hasil data yang tercatat hanya tiket Gold dan Rubby saja. “Saat itu berjalan lancar, jadi kesalahan pada sistem. Melakukan reporting, ada confirmation report yang terdeteksi oleh DMS, hanya kelas Gold dan Rubby. Saat itu kami Jual untuk 4 kategori tiket, Silver, Bronze, Gold dan Rubby. Tapi yang diakui hanya Gold dan Rubby. Bronze dan Silver tidak terdeteksi, tidak terbaca oleh PT. Lams,” papar Emil.

Berbagai usaha agar tidak mengecewakan pelanggan yang sudah membeli tiket konser Taylor Swift yang bertajuk Taylor Swift The Red Tour Concert 2014, bahkan sampai meminta kepada manajemen Taylor Swift untuk menambah quota penonton pun sia-sia. “Kita nggak mau menjadi ini wanprestasi ke customer kita. Manajemen sangat memahami kekecewaan dari customer. Proses pengembalian dana secepat mungkin, tim bekerja, email, nama, no KTP sesuai saat pembelian,” tandas Emil.

Sebanyak lebih dari seribu penggemar Taylor Swift di Indonesia dipastikan kehilangan tiket konser pelantun ‘Red’ tersebut di Jakarta pada 4 Juni 2014 mendatang. Demikian dilaporkan oleh Harian Republika pada Senin (19/5) sore tadi. Kabar tersebut dibenarkan langsung oleh Emil Iskandar, Head of Corporate Communications PT Digital Makmur Sejahtera yang merupakan partner penjualan tiket resmi dengan nama dagang ritel 7-Eleven.

Hilangnya tiket para penggemar yang membeli tiket kelas Bronze dan Silver di sejumlah cabang 7-Eleven di Jakarta karena adanya masalah teknis. “Yang terjual di kita untuk kategori silver ada 449 tiket dan kategori bronze ada 619 tiket,” kata Emil dalam keterangan persnya dilansir dari Republika, Senin (19/5) sore tadi. Untuk menangani hal ini, pihak PT. Digital Makmur Sejahtera segera mengembalikan uang 100 persen kepada pembeli dan memberikan bingkisan berupa merchandise ekslusif sebagai atas adanya gangguan ini.

“Kami paham kekecewaan tersebut mungkin tidak bisa diukur dengan uang. Namun sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik, kami akan mengambalikan uang pemesanan serta kompensasi berupa merchandise eksklusif,” kata Emil.
Sejauh ini, pihak PT Digital Makmur Sejahtera sudah mengirimkan surat elektronik kepada pembeli dan memberikan link terkait di dalamnya untuk konfirmasi pengembalian uang yang sudah mereka bayarkan. “Kita saat ini fokus pada pengembalian dana dulu. Setelah agree dan konfirmasi, maksimal H+3 dana sudah kita kembalikan ke rekening masing-masing,” kata Emil.

Sementara itu, untuk pembeli tiket kelas Diamond dan Ruby yang juga membelinya lewat cabang toko 7-Eleven dipastikan aman. Taylor Swift sendiri direncanakan akan menggelar konser ‘Red Tour 2014’ di Mata Elang International Stadium, Ancol, Jakarta pada 4 Juni 2014 mendatang.

Waah.. yang sabar ya buat Swifties yang tiketnya hilang..

Pamela Anderson Akui Sering Di Perkosa Beramai Ramai Ketika Masih Kecil

Festival Film Cannes biasanya diwarnai dengan kemewahan dan keglamoran, namun pada tahun ini, satu hal yang jauh lebih serius mengisi perhelatan tersebut. Pada Jumat pekan lalu, Pamela Anderson mengungkapkan massa lalunya yang kelam bahwa ia pernah mengalami kekerasan seksual. Hal itu dibeberkannya saat meresmikan badan amal The Pamela Anderson Foundation.

Berbicara di hadapan sekitar 200 pengunjung festival, bintang serial “Baywatch” itu menjelaskan bahwa meski memiliki orang tua yang penyayang, ia memiliki masa kanak-kanak yang tidak mudah untuk dijalani. Ketika mengingat ayahnya yang mengalami kecanduan terhadap alkohol dan ibunya yang selalu menangis, Anderson meneteskan air mata. Ia mengatakan, “Orang tua saya berusaha membuat saya merasa aman, namun bagi saya dunia ini bukan tempat yang aman.”

Tampaknya masalah yang ia alami berawal ketika aktris cantik asal Kanada tersebut mengalami pelecehan saat berusia enam hingga 10 tahun yang dilakukan oleh babysitter-nya yang berjenis kelamin perempuan. Kemudian, ketika ia berusia 12 tahun, Anderson diperkosa oleh seorang pria berusia 25 tahun.

“Saya mengunjungi rumah pacar teman saya dan kakaknya mengajarkan saya caranya bermain backgammon, yang kemudian berujung ke pemijatan punggung dan terjadilah pemerkosaan – yang merupakan pengalaman seksual pertama saya. Ia sudah berusia 25 tahun dan saya baru berusia 12 tahun,” ungkap Anderson.

Namun pengalaman menyakitkan yang ia alami belum berakhir. Aktivis pelindung hak-hak satwa tersebut kemudian mengatakan kepada para tamu yang hadir bahwa pacarnya semasa SMA “menganggap melakukan pemerkosaan massal terhadap diri saya bersama keenam sahabatnya merupakan hal yang menyenangkan.” Anderson menambahkan, “Saya ingin meninggalkan dunia ini.”

Anderson mengatakan kecintaannya terhadap hewan menjadi pelipur lara dari trauma yang ia alami.

“Kecintaan saya terhadap hewan menyelamatkan hidup saya, mereka mendatangi saya secara alami. Pepohonan berbicara kepada saya. Saya tidak tahu mengapa saya hidup – sebuah tanda tanya besar dan sebuah pencarian,” ujarnya. “Kesetiaan saya masih diperuntukkan bagi dunia satwa. Saya berjanji akan melindungi mereka, hanya mereka. Saya berdoa kepada para paus dengan kedua kaki saya terbenam di dalam laut, satu-satunya sahabat sejati hingga saya memiliki anak.”

Namun, kini tampaknya ia memperluas visinya di luar dunia satwa. Menurut pernyataan misi The Pamela Anderson Foundation, organisasi tersebut “mendukung berbagai organisasi dan individu yang berada di garis terdepan dalam melindungi lingkungan, hak-hak hewan dan HAM.”

Meskipun Anderson jelas sering kali merasa amat kesepian saat masih kanak-kanak, ia kini tampaknya memperoleh banyak dukungan. Sang suami Rick Salomon (yang pernah bercerai dari dirinya namun kembali rujuk) dan putranya Brandon (anak dari hasil pernikahan Anderson dengan drummer Mötley Crüe, Tommy Lee) turut menghadiri acara peluncuran badan amal tersebut.

Kesaksian Anderson jelas sulit untuk dilakukan, namun ini merupakan langkah pertama yang begitu luar biasa untuk menciptakan perubahan yang diharapkan dapat ia lihat di dunia ini.

Briptu Eka Frestya Akhirnya Menikah

Briptu Eka FrestyaPernikahan Briptu Eka Frestya dengan Komisaris Polisi Bagoes Wibisono menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat. Namun pernikahan itu bukanlah hal yang istimewa bagi jajaran Polda Metro Jaya, tempat Eka bertugas. Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo justru heran melihat pemberitaan pernikahan bawahannya itu. “Memangnya dia siapa? Kenapa diberitakan?” katanya ketika dihubungi, Senin, 5 Mei 2014.

Menurut dia, Eka bukan selebritas atau orang terkenal. Eka adalah bawahannya yang diperbantukan ke National Traffic Management Center Polri. “Itu urusan pribadi. Saya tidak mengurusi urusan pribadi orang.” Adapun mantan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji, yang pernah menjadi atasan Bagoes, mengaku tidak begitu tahu sosok suami Eka. Dia pun heran dengan alasan pemberitaan pernikahan Eka. “Ah, dia enggak cantik kok. Kalau ketemu orangnya biasa saja.”

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto juga tak mengetahui pernikahan Eka dengan Bagoes. Meski menyebut Bagoes sebagai juniornya, Rikwanto tidak mengenal sosok Bagoes. “Bukan saya yang harus kenal dia. Dia yang harus kenal saya.” Rikwanto menyatakan tak mendapat undangan ke pernikahan Eka. Kepala Polda Metro Jaya pun, kata dia, tidak hadir. Sebelumnya, Briptu Eka Frestya Yulianti, polwan cantik yang kerap tampil di televisi, akhirnya resmi melepas masa lajang pada 3 Mei lalu di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo mengungkap secuil profil suami Brigadir Polisi Satu Eka Frestya Yulianti, Komisaris Raden Bagoes Wibisono Handoto Koesoemah. Menurut dia, saat ini Bagoes bertugas di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

Hasil penelusuran Tempo, Bagoes pernah bertugas sebagai Kepala Satuan Narkoba Bandara Soekarno-Hatta. Ia juga pernah menjabat Kepala Kepolisian Sektor Kelapa Dua, Depok. Figur Bagoes rupanya tak begitu dikenal oleh atasannya. Mantan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji mengaku tidak begitu tahu sosok Bagoes. “Memang anak buah saya. Tapi saya tidak hafal. Anak buah saya ratusan.”

Briptu Eka Frestya Yulianti, polwan cantik yang kerap tampil di televisi, akhirnya resmi melepas masa lajang pada 3 Mei lalu di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Pernikahan Eka sempat menjadi topik hangat di media sosial. Komentar-komentar bernada patah hati bermunculan. Misalnya dari akun selebtwit @sudjiwotedjo: “Brutu enak berkah, Raden Patah nakal // Briptu Eka nikah, patah hati nasional.”

Bagi Gong Li Pernikahan Hanya Sebatas Kertas

Aktris berdarah Cina, Gong Li, mengatakan pernikahan hanyalah selembar kertas. Dia selama ini dikenal paling tak suka membeberkan kehidupan pribadinya, terutama tentang pernikahannya dengan pengusaha Singapura Ooi Hoe Seong yang berakhir pada 2009.

Salah satu bintang dalam film Memoirs of Geisha ini mengungkapkan pandangannya dalam sebuah wawancara dengan Phoenix TV. “Pernikahan adalah selembar kertas. Kedua belah pihak dalam suatu hubungan harus memelihara dan menjaga bersama-sama,” kata wanita yang pernah dinobatkan Asiaweek sebagai salah satu bintang Hollywood yang paling glamor dan elegan ini. Dia menyatakan kedua belah pihak tak harus saling menutupi satu sama lain, tetapi harus “saling membantu”.

Gong Li selalu menutup rapat cerita kehidupan pribadinya. Perceraiannya baru terungkap ketika pada 2012 mantan suaminya dalam sebuah wawancara menyatakan mereka telah berpisah tiga tahun sebelumnya.

Satu-satunya kehidupan pribadi yang diungkap Gong Li adalah tentang hidupnya yang nomaden karena begitu banyak tur yang harus dilakukannya. “Saya tak pernah merasakan rindu rumah,” katanya. Dia menyatakan hanya membawa dua kopor kemana pun dia pergi, sebelum mengungkapkan bahwa suatu saat ia ingin menghentikan gaya hidup nomadennya itu.

Dalam wawancara itu, Gong Li mempromosikan film terbarunya, Coming Home, di mana ia kembali bekerja sama dengan mantan kekasihnya, sutradara Zhang Yimou. Ia memerankan tokoh wanita penderita amnesia yang berpisah dari suaminya, diperankan oleh Chen Daoming, selama Revolusi Kebudayaan Cina.

Film ini didasarkan pada novel karya oleh Yan Geling. IMdb.com mengatakan film ini akan dirilis di Cina pada 16 Mei.

Ustad Guntur Bumi Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan dan Pelecehan Seksual

Polisi telah menetapkan Guntur Bumi sebagai tersangka atas serangkaian laporan polisi terkait dengan penipuan dan pelecehan seksual yang dilakukan suami Puput Melati itu. Kabarnya, status tersangka ini telah membuat Guntur Bumi dilanda panik. Dituturkan kuasa hukum pria yang sering disapa Ustad Guntur Bumi (UGB) ini, Sunan Kalijaga, bahwa UGB mengaku kaget mendengar kabar status dirinya menjadi tersangka. Ini disebabkan, selama kasus penipuan dan pelecehan bergulir, UGB belum pernah sekali pun diperiksa.

“Dia kaget, loh kok tiba-tiba jadi tersangka, padahal ia belum pernah diperiksa,” kata Sunan Kalijaga, Kamis, 1 Mei 2014. Sunan Kalijaga selaku kuasa hukum UGB pun masih bingung kliennya dinyatakan tersangka atas kasus ini. “Ini cukup membingungkan karena sampai saat ini kami belum menerima surat panggilan,” Sunan melanjutkan. Meski masih bingung dengan status tersangkanya, UGB mengaku selalu siap jika dipanggil pihak berwajib. “Tidak ada masalah, UGB kapan pun selalu siap untuk itu. Ini adalah proses hukum, dan UGB mengerti akan hal itu,” ujar Sunan.

Kabarnya, UGB akan melarikan diri dari sejumlah kasus yang menerpanya. “Santer diberitakan kalau UGB melarikan diri dan mangkir dari proses hukum, ini tidak benar. UGB baru kembali dari umrah,” kata Sunan. Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menetapkan pria yang dikenal dengan nama Ustad Guntur Bumi (UGB) sebagai tersangka penipuan sejak Selasa lalu. Meski belum menjalani pemeriksaan, kata Sunan Kalijaga, pengacara UGB, ustad itu akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku. “UGB selalu siap. Jadi tersangka belum berarti UGB bersalah,” kata Sunan, Kamis, 1 Mei 2014.

Sunan mengatakan pihaknya akan menunjukkan beberapa bukti pembelaan. “Kami ingin menanyakan bukti kepada orang yang mengaku korban UGB. Kami sendiri punya buku besar yang memuat semua daftar nama pasien,” katanya. Hingga pekan lalu, kuasa hukum UGB mengakui telah mendapat banyak pengaduan. Korban dari penipuan UGB semakin bertambah. “Banyak yang menelepon mengaku sebagai korban UGB. Lantas aku tanya, kalian punya bukti apa?” ujar Sunan.

Dari sekian banyak yang minta klaim, tak satu pun yang punya bukti. “Ini membuktikan kalau ada banyak pihak yang ingin memanfaatkan UGB dengan membuat laporan palsu,” kata Sunan. Seperti diketahui, UGB dibawa ke jalur hukum lewat 14 laporan polisi dari para mantan pasiennya. Sebagian besar mengaku ditipu saat menjalani pengobatan di padepokan UGB. Ada pula yang mengaku mengalami pelecehan seksual, bahkan ada yang diminta UGB berpindah keyakinan.

Banyaknya pasien yang protes membuat Susilo Wibowo alias Ustad Guntur Bumi (UGB) memutuskan menutup tempat pengobatannya untuk sementara. Pada akhirnya, dia tidak bisa memungkiri hasil penyelidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menyatakan adanya unsur penyimpangan dalam praktek pengobatan yang dilakukannya. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengatakan praktek pengobatan UGB memang salah. “Dari hasil investigasi ditemukan UGB melakukan penyimpangan, yakni dalam hal persyaratan infak, sedekah, dan zakat,” kata Amirsyah melalui surat elektroniknya, Sabtu, 22 Maret 2014.

Praktek pengobatan UGB yang mensyaratkan sejumlah uang kepada pasien yang tidak sembuh dan akan di ruqyah (sebuah terapi dengan membacakan jampi-jampi) dinilai MUI melanggar prinsip syariat. “Ada praktek yang menyimpang, seperti soal zakat, sedekah, dan sumbangan yang menjadi syarat, sehingga pasien merasa terbebani,” kata Amirsyah. Ia mengatakan, sejak adanya laporan dari pasien UGB, pihaknya segera melakukan investigasi dan menelusuri kasus ini. Termasuk membina UGM dengan memintanya menandatangani pernyataan dengan MUI. Isinya hanya akan menerima sedekah dari orang yang berobat melalui cara yang dibolehkan agama dan tanpa paksaan. “Kalau disebut adanya unsur penipuan, itu wewenang aparat,” kata Amirsyah.

Pihaknya menyarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati memilih pengobatan alternatif. “Jangan mudah terpengaruh terhadap praktek semacam itu. Masyarakat harus kritis dan cerdas dalam memilih,” kata Amirsyah.

Marshanda Gugat Cerai Ben Kasyafani

Kabar keretakan rumah tangga datang dari pasangan Marshanda dan Ben Kasyafani. Setelah dikabarkan menggugat cerai suaminya, kini Marshanda pun telah pisah rumah dengan Ben sejak satu bulan terakhir.

“Ya, itu benar (perceraian), memang ada permasalahan, dan saat ini kami pisah rumah untuk sama-sama menenangkan pikiran, agar lebih jernih dan bijak,” ujar Chaca sapaan akrab Marshanda, saat ditemui di rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Mei 2014.

Chaca pun mengungkapkan bahwa ia dan ben sudah pisah rumah sejak sebulan terakhir. Chaca mendiami rumahnya di Menteng dan Ben tinggal bersama orang tuanya. Chaca menjelaskan, bahwa perselisihan memang sering terjadi mewarnai kehidupan rumah tangganya.

Sebelumnya, Marshanda dan Ben Kasyafani telah menikah sejak tanggal 3 April 2011 di Bidakara Assembly Hall. Dari pernikahannya, pasangan ini pun telah dikaruniai seorang putri bernama Sienna Ameerah Kasyafani.