Ustad Guntur Bumi Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan dan Pelecehan Seksual


Polisi telah menetapkan Guntur Bumi sebagai tersangka atas serangkaian laporan polisi terkait dengan penipuan dan pelecehan seksual yang dilakukan suami Puput Melati itu. Kabarnya, status tersangka ini telah membuat Guntur Bumi dilanda panik. Dituturkan kuasa hukum pria yang sering disapa Ustad Guntur Bumi (UGB) ini, Sunan Kalijaga, bahwa UGB mengaku kaget mendengar kabar status dirinya menjadi tersangka. Ini disebabkan, selama kasus penipuan dan pelecehan bergulir, UGB belum pernah sekali pun diperiksa.

“Dia kaget, loh kok tiba-tiba jadi tersangka, padahal ia belum pernah diperiksa,” kata Sunan Kalijaga, Kamis, 1 Mei 2014. Sunan Kalijaga selaku kuasa hukum UGB pun masih bingung kliennya dinyatakan tersangka atas kasus ini. “Ini cukup membingungkan karena sampai saat ini kami belum menerima surat panggilan,” Sunan melanjutkan. Meski masih bingung dengan status tersangkanya, UGB mengaku selalu siap jika dipanggil pihak berwajib. “Tidak ada masalah, UGB kapan pun selalu siap untuk itu. Ini adalah proses hukum, dan UGB mengerti akan hal itu,” ujar Sunan.

Kabarnya, UGB akan melarikan diri dari sejumlah kasus yang menerpanya. “Santer diberitakan kalau UGB melarikan diri dan mangkir dari proses hukum, ini tidak benar. UGB baru kembali dari umrah,” kata Sunan. Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menetapkan pria yang dikenal dengan nama Ustad Guntur Bumi (UGB) sebagai tersangka penipuan sejak Selasa lalu. Meski belum menjalani pemeriksaan, kata Sunan Kalijaga, pengacara UGB, ustad itu akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku. “UGB selalu siap. Jadi tersangka belum berarti UGB bersalah,” kata Sunan, Kamis, 1 Mei 2014.

Sunan mengatakan pihaknya akan menunjukkan beberapa bukti pembelaan. “Kami ingin menanyakan bukti kepada orang yang mengaku korban UGB. Kami sendiri punya buku besar yang memuat semua daftar nama pasien,” katanya. Hingga pekan lalu, kuasa hukum UGB mengakui telah mendapat banyak pengaduan. Korban dari penipuan UGB semakin bertambah. “Banyak yang menelepon mengaku sebagai korban UGB. Lantas aku tanya, kalian punya bukti apa?” ujar Sunan.

Dari sekian banyak yang minta klaim, tak satu pun yang punya bukti. “Ini membuktikan kalau ada banyak pihak yang ingin memanfaatkan UGB dengan membuat laporan palsu,” kata Sunan. Seperti diketahui, UGB dibawa ke jalur hukum lewat 14 laporan polisi dari para mantan pasiennya. Sebagian besar mengaku ditipu saat menjalani pengobatan di padepokan UGB. Ada pula yang mengaku mengalami pelecehan seksual, bahkan ada yang diminta UGB berpindah keyakinan.

Banyaknya pasien yang protes membuat Susilo Wibowo alias Ustad Guntur Bumi (UGB) memutuskan menutup tempat pengobatannya untuk sementara. Pada akhirnya, dia tidak bisa memungkiri hasil penyelidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menyatakan adanya unsur penyimpangan dalam praktek pengobatan yang dilakukannya. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengatakan praktek pengobatan UGB memang salah. “Dari hasil investigasi ditemukan UGB melakukan penyimpangan, yakni dalam hal persyaratan infak, sedekah, dan zakat,” kata Amirsyah melalui surat elektroniknya, Sabtu, 22 Maret 2014.

Praktek pengobatan UGB yang mensyaratkan sejumlah uang kepada pasien yang tidak sembuh dan akan di ruqyah (sebuah terapi dengan membacakan jampi-jampi) dinilai MUI melanggar prinsip syariat. “Ada praktek yang menyimpang, seperti soal zakat, sedekah, dan sumbangan yang menjadi syarat, sehingga pasien merasa terbebani,” kata Amirsyah. Ia mengatakan, sejak adanya laporan dari pasien UGB, pihaknya segera melakukan investigasi dan menelusuri kasus ini. Termasuk membina UGM dengan memintanya menandatangani pernyataan dengan MUI. Isinya hanya akan menerima sedekah dari orang yang berobat melalui cara yang dibolehkan agama dan tanpa paksaan. “Kalau disebut adanya unsur penipuan, itu wewenang aparat,” kata Amirsyah.

Pihaknya menyarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati memilih pengobatan alternatif. “Jangan mudah terpengaruh terhadap praktek semacam itu. Masyarakat harus kritis dan cerdas dalam memilih,” kata Amirsyah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s