Pamela Anderson Akui Sering Di Perkosa Beramai Ramai Ketika Masih Kecil


Festival Film Cannes biasanya diwarnai dengan kemewahan dan keglamoran, namun pada tahun ini, satu hal yang jauh lebih serius mengisi perhelatan tersebut. Pada Jumat pekan lalu, Pamela Anderson mengungkapkan massa lalunya yang kelam bahwa ia pernah mengalami kekerasan seksual. Hal itu dibeberkannya saat meresmikan badan amal The Pamela Anderson Foundation.

Berbicara di hadapan sekitar 200 pengunjung festival, bintang serial “Baywatch” itu menjelaskan bahwa meski memiliki orang tua yang penyayang, ia memiliki masa kanak-kanak yang tidak mudah untuk dijalani. Ketika mengingat ayahnya yang mengalami kecanduan terhadap alkohol dan ibunya yang selalu menangis, Anderson meneteskan air mata. Ia mengatakan, “Orang tua saya berusaha membuat saya merasa aman, namun bagi saya dunia ini bukan tempat yang aman.”

Tampaknya masalah yang ia alami berawal ketika aktris cantik asal Kanada tersebut mengalami pelecehan saat berusia enam hingga 10 tahun yang dilakukan oleh babysitter-nya yang berjenis kelamin perempuan. Kemudian, ketika ia berusia 12 tahun, Anderson diperkosa oleh seorang pria berusia 25 tahun.

“Saya mengunjungi rumah pacar teman saya dan kakaknya mengajarkan saya caranya bermain backgammon, yang kemudian berujung ke pemijatan punggung dan terjadilah pemerkosaan – yang merupakan pengalaman seksual pertama saya. Ia sudah berusia 25 tahun dan saya baru berusia 12 tahun,” ungkap Anderson.

Namun pengalaman menyakitkan yang ia alami belum berakhir. Aktivis pelindung hak-hak satwa tersebut kemudian mengatakan kepada para tamu yang hadir bahwa pacarnya semasa SMA “menganggap melakukan pemerkosaan massal terhadap diri saya bersama keenam sahabatnya merupakan hal yang menyenangkan.” Anderson menambahkan, “Saya ingin meninggalkan dunia ini.”

Anderson mengatakan kecintaannya terhadap hewan menjadi pelipur lara dari trauma yang ia alami.

“Kecintaan saya terhadap hewan menyelamatkan hidup saya, mereka mendatangi saya secara alami. Pepohonan berbicara kepada saya. Saya tidak tahu mengapa saya hidup – sebuah tanda tanya besar dan sebuah pencarian,” ujarnya. “Kesetiaan saya masih diperuntukkan bagi dunia satwa. Saya berjanji akan melindungi mereka, hanya mereka. Saya berdoa kepada para paus dengan kedua kaki saya terbenam di dalam laut, satu-satunya sahabat sejati hingga saya memiliki anak.”

Namun, kini tampaknya ia memperluas visinya di luar dunia satwa. Menurut pernyataan misi The Pamela Anderson Foundation, organisasi tersebut “mendukung berbagai organisasi dan individu yang berada di garis terdepan dalam melindungi lingkungan, hak-hak hewan dan HAM.”

Meskipun Anderson jelas sering kali merasa amat kesepian saat masih kanak-kanak, ia kini tampaknya memperoleh banyak dukungan. Sang suami Rick Salomon (yang pernah bercerai dari dirinya namun kembali rujuk) dan putranya Brandon (anak dari hasil pernikahan Anderson dengan drummer Mötley Crüe, Tommy Lee) turut menghadiri acara peluncuran badan amal tersebut.

Kesaksian Anderson jelas sulit untuk dilakukan, namun ini merupakan langkah pertama yang begitu luar biasa untuk menciptakan perubahan yang diharapkan dapat ia lihat di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s