Kronologi Meninggalnya Yanni ‘Trio Libels’


Setelah pesawat Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ 071 mendarat di Terminal B Bandara Soekarno-Hatta, Yani Djunaedi atau Yanni Libels langsung masuk ke toilet Bandara. “Masuk ke toilet dan sempat duduk sebentar di toilet. Dia mengeluh sakit dan minta tolong petugas toilet,” kata Chief Security Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Dirja, Rabu, 25 Maret 2015. Petugas cleaning service segera melapor ke petugas keamanan yang kemudian menindaklanjutinya dengan melapor ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno-Hatta. Bersama-sama mereka membawa Yanni Libels ke klinik KKP yang ada di Terminal IB dengan menggunakan kursi roda.

Kepala KKP Soekarno-Hatta, Oenedo Gumarang, mengatakan petugas kesehatan KKP langsung memberikan pertolongan pertama kepada Yanni Libels yang saat itu sudah tak sadarkan diri. “Berkali-kali kami berusaha membuatnya sadar,” katanya. Namun upaya itu tidak berhasil. Sesaat kemudian Yanni dinyatakan meninggal. “Diduga karena serangan jantung,” kata Oenedo.

Penyanyi Yanni Trio Libels, yang mengembuskan napas terakhir di toilet Bandara Soekarno-Hatta, Rabu, 25 Maret 2015, diketahui tidak menderita sakit saat akan berangkat dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Yanni, yang menumpang pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 071 pukul 08.20, tadi masih bercengkerama dengan koleganya sesaat sebelum berangkat. Station Manager Sriwijaya Air Pangkalpinang Kian Se mengaku sempat bertemu dengan Yanni Trio Libels saat akan berangkat dan tidak melihat tanda-tanda sakit dalam diri Yanni Trio Libels.

“Terus terang kita kaget mendengar berita ini karena pagi tadi kita masih bercengkerama dan bersalaman. Almarhum juga sempat menitipkan kunci hotel kepada saya,” ujar Kian Se, Rabu, 25 Maret 2015. Kian Se mengatakan Yanni Trio Libels merupakan penumpang terakhir yang naik ke pesawat Sriwijaya Air dan duduk di kursi nomor 29D. “Kalau tidak salah, dia datang hari Senin untuk melayat meninggalnya Bapak Lo Kui Nam, yang merupakan ayah dari Presiden Komisaris Sriwijaya Air Hendri Lie. Selama di Pangkalpinang, ia menginap di Hotel Santika dengan kondisi sehat,” katanya.

Kian Se menyebutkan Yanni Trio Libels sempat mengeluh pusing dan panas-dingin saat tiba di Jakarta. Ia pun masih sempat meminta petugas Bandara untuk memberikan perawatan. “Namun, saat petugas itu membawa petugas medis, Yanni sudah tidak sadarkan diri dan langsung dibawa ke medical Bandara Soekarno-Hatta untuk mendapatkan perawatan. Namun dia tidak bisa diselamatkan,” tuturnya.

Juru bicara keluarga Lo Kui Nam, Ginting Samuel, mengatakan turut berdukacita atas meninggalnya Yanni Trio Libels. Menurut dia, Yanni sangat dekat dengan keluarga Lo Kui Nam dan sering dilibatkan dalam setiap acara Sriwijaya Air. “Kita sangat kehilangan sosok yang sangat dekat dengan kita. Semoga ia ditempatkan di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Dan kepada keluarga Yanni semoga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Atas nama Sriwijaya Air dan keluarga Lo Kui Nam, kita turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujarnya.

Personel Trio Libels, Yanni Djunaedi alias Yanni Libels, meninggal setelah keluar dari toilet Terminal I Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu, 25 Maret 2015. Kepala Kantor Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta Oenedo Gumarang menduga Yanni meninggal akibat serangan jantung. Saat itu, kata dia, Yanni, yang baru mendarat dengan pesawat Sri Wijaya Air rute Pangkal Pinang-Jakarta, langsung masuk ke dalam toilet. “Keluar dari toilet, dia langsung tumbang,” ujar Oenedo.

Menurut Oenedo, saat itu Yanni sempat mengambil kopernya yang diletakkan di tempat penitipan tas di depan toilet. Saat terjatuh, Yanni langsung ditolong petugas kebersihan. “Petugas kami datang dan segera memberikan pertolongan pertama,” ucapnya. Dokter Bandara Soetta, Sita, dan petugas kesehatan berupaya memberikan pertolongan sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan penyakit serangan jantung. Tapi upaya tersebut tak bisa menyelamatkan nyawa Yanni. “Nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal,” tuturnya.

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Indonesia. Yanni Libels, anggota Trio Libels, dikabarkan meninggal pagi tadi, Rabu, 25 Maret 2015. Kabar ini cukup mengagetkan karena Yanni masih sempat menulis pesan pada akun Facebook-nya, tepatnya empat jam yang lalu. Ia menulis, “On Board With Sriwijaya air. Bismillah.— travelling to Tangerang from Depati Amir Airport”. Masih ada teman yang sempat menggodanya. “Ole-ole jangan lupa ya,” tulis Marina. Setelah komentar itu, komentar duka pun berdatangan dari semua temannya.

Sehari sebelum terbang, Yanni juga sempat menuliskan perenungannya tentang hidup. “Saya pikir, hidup itu harus banyak meminta ~ ternyata harus banyak memberi. Saya pikir, sayalah orang yang paling hebat ~ ternyata ada langit di atas langit. Saya pikir, kegagalan itu final ~ ternyata hanya sukses yang tertunda. Saya pikir, sukses itu harus kerja keras ~ ternyata kerja cerdas. Saya pikir, kunci surga ada di langit ~ ternyata ada di hatiku. Saya pikir, Tuhan selalu mengabulkan setiap permintaan ~ ternyata Tuhan hanya memberikan yang kita perlukan,” tulis Yanni.

“Saya pikir, yang paling berharga itu uang dan kekuasaan, emas, permata ternyata bukan juga, yang paling penting dan paling mahal itu kesehatan dan nama baik,” Yanni melanjutkan. Pesan Yanni tersebut dibalas oleh rekannya, Ronnie Sianturi, “Amin ma Yanni, have a good day.” “Amin bang Ronnie Sianturi, makasih ya. Have a good day too, GBU,” balas Yanni. Satu personel Trio Libels, Yanni Libels, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Rabu, 25 Maret 2015.

Kabar duka ini beredar luas melalui broadcast BlackBerry Messenger dan jejaring sosial. “Berita duka: Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia sahabat kita, Yanni Libels, hari Rabu, 25 Maret, jam 09.45 WIB. Mari kita doakan semoga amal dan ibadah almarhum diterima Allah SWT. Amin,” cuit akun Twitter teman Yanni Libels.

Para sahabat dan rekan-rekan Yanni merasa kehilangan. Seorang teman Yanni mengunggah status terakhir penyanyi itu di Facebook. Di akun Facebook-nya, Yanni menulis: “On board with Sriwijaya Air. Bismillah traveling to Tangerang from Depati Amir Airport.” Status itu ditulisnya empat jam yang lalu. “Ya ampun, baru juga buat status kok dapat berita sudah meninggal,” tulis salah satu akun Facebook pada kolom komentar status tersebut.

Sebelumnya, Yanni menulis: “Ini bukan nasehat saya pikir…saya pikir hidup harus banyak meminta, ternyata harus banyak memberi”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s