Monthly Archives: September 2015

Selama Di Indonesia Bon Jovi Konsumsi 900 Gelas Kopi Hitam

Grup musik rock era 80-an, Bon Jovi, akan beraksi di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Jumat malam, 11 September 2015. Indonesia mendapat kehormatan sebagai negara pertama di delapan kota di Asia yang dikunjungi Bon Jovi dalam turnya yang bertajuk Bon Jovi Live!.

Selayaknya grup papan atas, Bon Jovi juga memiliki permintaan khusus. Bon Jovi minta disiapkan 900 cangkir kopi hitam dan 425 porsi makanan. Kopi adalah permintaan yang wajib tersedia di setiap konser yang mengingatkan bahwa Bon Jovi adalah tipe pekerja keras yang antirokok dan alkohol.

“Permintaan Bon Jovi tidak aneh-aneh. Mereka sangat gampang diajak bekerja sama,” ungkap Kimberley Fraser, Direktur Pelaksana Live Nation Indonesia, promotor musik yang mendatangkan grup band asal New Jersey, Amerika Serikat, ini.

Ini adalah konser kedua Bon Jovi di Indonesia. Sebelumnya, Bon Jovi yang masih diperkuat gitaris Richie Sambora pernah menghibur 60 ribu penonton di Ancol, 6 Mei 1995. Tanpa Richie Sambora yang hengkang pada 2013, konser kali ini tentu akan berbeda. Namun, dijamin tidak akan berpengaruh besar karena Bon Jovi akan dibantu oleh dua gitaris andal, Phil X dan Matt O’Ree.

Meski jadwal konsernya di Shanghai dan Beijing dibatalkan karena dugaan dukungan Bon Jovi terhadap tokoh Tibet, Dalai Lama, Bon Jovi tetap menjalankan turnya. Setelah Jakarta, Bon Jovi akan melanjutkan turnya ke Bangkok (15 September), Kuala Lumpur (19 September), Singapura (20 September), Seoul (22 September), Makau (25-26 September), Taipei (28 September), Abu Dhabi (1 Oktober), dan Tel Aviv (3 Oktober).

Anggita Sari Ditangkap Karena Terlibat Prostitusi Layani 3 Tamu Di Surabaya

Seorang artis sekaligus model asal ibu kota tertangkap saat jual diri di sebuah hotel di Surabaya. Artis itu adalah Anggita Sari. Selama tiga malam tinggal di Kota Pahlawan, perempuan 23 tahun itu sudah melayani tiga pria hidung belang. Dia ditangkap bersama empat perempuan lainnya yang juga baru saja melayani pria hidung belang di hotel di Jalan Embong Malang pada Rabu (2/9). Mereka memiliki nama beken Cila, Cantik, Centil, dan Paras.

”Kami mengamankan AS (Anggita Sari) setelah melayani tamu,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete. Dia menjelaskan, penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendapat informasi bahwa ada muncikari berjaringan antarkota yang sedang menjajakan pekerja seks komersial (PSK) di Surabaya.

Polisi kemudian mendatangi hotel di kawasan Surabaya Utara. Di sana polisi menggerebek empat kamar. Setiap kamar berisi seorang perempuan. Dia mengungkapkan, empat PSK tersebut baru saja ditinggal tamunya. Model yang juga artis Anggita Sari (AS) ditangkap bersama empat perempuan lainnya yang juga baru saja melayani pria hidung belang di hotel di Jalan Embong Malang pada Rabu (2/9). Keempat PSK itu adalah Cila, Cantik, Centil, dan Paras.

Cara jaringan tersebut dalam menjajakan PSK-nya boleh dibilang berbeda daripada kebanyakan. Para PSK dimasukkan ke kamar hotel yang berbeda. Tamu yang memesan diminta melihat PSK itu secara langsung. Jika tamu merasa cocok, transaksi bisa langsung dilakukan. Tetapi, jika merasa tidak cocok, tamu bisa memilih PSK lain yang sudah tersedia di kamar yang berbeda. Karena itulah, empat model yang ditangkap kali pertama berada di kamar yang saling bersebelahan. Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete menjelaskan, mereka bertarif Rp 1 juta hingga Rp 2 juta untuk sekali main. Pemesan harus lebih dulu membayar uang muka sebesar Rp 500 ribu yang ditransfer ke rekening

Artis dan juga model cantik ibukota Anggita Sari harus berurusan dengan aparat kepolisian Polrestabes Surabaya. Anggita tak bisa berbuat apa-apa saat ditangkap oleh aparat Satreskrim Polrestabes Surabaya disalah satu kamar hotel. Anggita dibekuk saat menjual dirinya kepada pria hidung belang. Memang sejak Senin (31/8) lalu, mantan orang dekat terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman itu sudah berada di Surabaya untuk menjalani syuting. Selain aktivitas syuting, ternyata aktivitas lainnya selama berada di Surabaya adalah menjual diri kepada para pria hidung belang.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete mengatakan, penangkapan Anggita di hotel di kawasan Surabaya utara itu diawali dari tertangkapnya empat PSK yang juga telah melayani tamu di hotel. Setelah dikembangkan, polisi akhirnya membekuk Anggita yang juga diduga baru saja melayani perempuan hidung belang. Di dalam kamar tersebut, petugas hanya menemukan Anggita yang mengenakan minidress hitam tanpa lengan. Bicaranya juga meracau. Saat berjalan, dia sempoyongan. Petugas langsung mengamankannya ke Polrestabes Surabaya. ”Ternyata, dia juga baru melayani tamu,” ucap perwira dengan dua melati di pundak itu.

Petugas kemudian melakukan tes urine kepada Anggita. Hasilnya, urine tersebut mengandung tiga jenis narkoba sekaligus. Yaitu, sabu-sabu, ekstasi, dan ketamin. Lagi-lagi kasus prostitusi yang melibatkan artis ibukota kembali terjadi. Artis tersebut adalah Anggita Sari yang tertangkap oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya saat jual diri disebuah hotel di kota Pahlawan itu. Selama tiga malam tinggal di Surabaya, perempuan 23 tahun yang juga model itu sudah melayani tiga pria hidung belang. Bahkan, ketika dilakukan tes urine, dia positif mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu, ekstasi, dan ketamin.

Anggita Sari ditangkap bersama empat perempuan lainnya yang juga baru saja melayani pria hidung belang di hotel di Jalan Embong Malang pada Rabu (2/9). Mereka memiliki nama beken Cila, Cantik, Centil, dan Paras. ”Kami mengamankan AS setelah melayani tamu,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete.

Dia menjelaskan, penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendapat informasi bahwa ada mucikari berjaringan antarkota yang sedang menjajakan pekerja seks komersial (PSK) di Surabaya. Polisi kemudian mendatangi hotel di kawasan Surabaya Utara. Di sana polisi menggerebek empat kamar. Setiap kamar berisi seorang perempuan.

Dia mengungkapkan, empat PSK tersebut baru saja ditinggal tamunya. Meski begitu, ada jejak prostitusi yang masih ditemukan polisi. Contohnya, belasan kondom yang masih utuh dan bekas pakai. Berdasar pemeriksaan, terungkap bahwa empat model itu adalah anak buah seorang mucikari berinisial YY. Saat digerebek, YY diduga sedang berada di hotel tersebut. Tetapi, saat melihat penggerebekan, dia langsung kabur. ”Kami sudah mendapat identitasnya. Semoga segera tertangkap,” terangnya.

Artis dan model cantik ibu kota Anggita Sari (AS) ditangkap bersama empat perempuan lainnya yang juga baru saja melayani pria hidung belang di hotel di Jalan Embong Malang pada Rabu (2/9). Model dewasa yang pernah menjadi “bintang” karena “begituan” dengan terpidana mati Freddy Budiman di ruangan pejabat lapas tersebut bertarif Rp 8,5 juta sampai Rp 10 juta untuk sekali main. Pemesan harus mentransfer Rp 1,5 juta terlebih dahulu ke BS yang merupakan mucikari. Sisanya dilunasi setelah ”eksekusi”.

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Manang Soebeti menuturkan, mucikari itu memiliki jaringan antarkota. Para PSK tidak hanya di-booking di Surabaya, tetapi juga di beberapa kota besar di Indonesia. ”Kalau ada yang booking, baru didatangkan,” ujarnya. Termasuk Anggita yang ikut ditawarkan melalui mucikari. Para PSK tersebut ditawarkan melalui grup BBM. Pria hidung belang baru bisa memesan setelah bertukar PIN BBM dan diizinkan masuk ke dalam grup tersebut. Karena itulah, polisi meyakini bahwa mucikari dan pemesan sudah pernah kontak mata sebelumnya.

Polisi bakal melibatkan Satreskoba Polrestabes Surabaya untuk menindaklanjuti temuan urine yang positif. ”Untuk sementara ini, statusnya belum tersangka. Kami masih menunggu yang bersangkutan siuman,” jelas mantan Kapolsek Sawahan tersebut

Penggerebekan itu dikembangkan setelah salah seorang PSK menyebutkan bahwa dirinya juga menjadi anak buah mucikari lain yang bernama BS. Ketika ditanya, BS sedang melayani order tamu di sebuah hotel di Jalan Embong Malang. Polisi kemudian menggerebek sebuah kamar sesuai petunjuk PSK yang diamankan lebih dulu. Di dalam kamar tersebut, petugas hanya menemukan Anggita yang mengenakan minidress hitam tanpa lengan. Bicaranya juga meracau. Saat berjalan, dia sempoyongan. Petugas langsung mengamankannya ke Polrestabes Surabaya. ”Ternyata, dia juga baru melayani tamu,” ucap perwira dengan dua melati di pundak itu.

Petugas kemudian melakukan tes urine kepada Anggita. Hasilnya, urine tersebut mengandung tiga jenis narkoba sekaligus. Yaitu, sabu-sabu, ekstasi, dan ketamin. Sampai berita ini ditulis, polisi belum bisa mengorek keterangan dari Anggita terkait dengan narkoba dan praktik prostitusi tersebut. Sebab, Anggita masih terpengaruh narkoba.

Berdasar pemeriksaan sementara, terungkap bahwa model foto majalah dewasa itu tiba di Surabaya sejak Senin lalu untuk syuting film. Tiap malam sejak kedatangannya di Surabaya, dia melayani tamu hidung belang hingga akhirnya tertangkap. ”Yang bersangkutan sudah tiga kali melayani tamu,” ungkapnya.

Tyas Mirasih Terlibat Prostitusi Online Dibawah Asuhan Mucikari Robby Abbas Obbie

Terbongkar sudah siapa sebenarnya artis berinisial TM yang terlibat dalam lingkaran prostitusi online dibawah mucikari Robby Abbas (RA) alias Obbie. Hal itu diungkapkan oleh Pieter Ell selaku kuasa hukum Robby Abbas sesuai dengan yang tertera didalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Bukan hanya Tyas, tapi setidaknya ada tiga nama artis yang ikut terlibat dalam prostitusi online Obbie. Namun, Pieter enggan untuk menyebutkan nama-nama para artis tersebut. Akan tetapi, didalam BAP itu tertulis nama Sinta Bachir yang sebelumnya dikenal dengan inisial SB. “Ini versi BAP ada tiga nama artis. Tidak bisa saya bacakan, tapi kalian bisa baca sendiri,” kata Pieter, Rabu (2/9).

67036-akhirnya-pengacara-sebut-nama-tyas-mirasih-dan-artis-lain-sebagai-anak-didik-mucikari-ra

Dalam BAP yang diperlihatkan tersebut tertulis jelas nama asli Tyas Mirasih, yakni Mirasih Tyas Endah. Tempat dan tanggal lahir di Jakarta 8 April 1987. Dalam BAP tersebut, tertulis beberapa keterangan Tyas kepada penyidik. Dalam keterangannya, Tyas mengaku tidak mengenal tersangka mucikari Obbie.

Berdasarkan pengakuan Pieter, artis berinisial TM diakui sebagai kesayangan Obbie. Pasalnya, hampir setiap minggu TM meminta kepada Obbie untuk dicarikan ‘klien’ untuk dilayani. Artinya, TM memberikan lebih banyak jatah kepada Obbie sebagai uang terima kasih. Lanjutnya, artis TM dikenal tidak pernah merasa malu saat meminta klien kepada Obbie. Terlebih lagi tidak ada jasa perantara antara dirinya dengan Obbie. “Jadi, langsung telepon atau SMS kok ke Obbie tanpa harus menggunakan perantara,” bebernya.

Namun, dihadapan penyidik TM selalu membantah dirinya mengenal Obbie. Meski keduanya telah dipertemukan, TM tetap bersikeras menyatakan tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan Obbie. “Keduanya dikonfrontir. TM dipanggil ketemu dengan Obbie tapi dia (TM) tetap menyangkal,” tambhnya. Akan tetapi, pernyataan TM langsung dibantah oleh Obbie. Obbie kemudian menyebutkan lokasi-lokasi yang pernah dirinya bertemu dengan TM. Dari pengakuan Obbie itulah TM kemudian tidak bisa berkata apa-apa lagi selain terdiam.

” Tapi Robby bilang kalau dia kenal, pernah ketemu. TM hanya diam saat itu dan tidak bantah lagi akhirnya,” tutupnya. Polisi tidak main-main dalam membongkar kasus prostitusi di kalangan artis yang dijalankan oleh mucikari Robbie Abbas alias RA (32). Beberapa hari lalu bahkan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa artis bookingan berinisial TM. Siapakah TM? Yang jelas artis terkenal. Berapa netizen menudingnya sebagai Tyas Mirasih. Ahh..yang bener ajaa….

“Mungkin minggu depan akan kita kirim berkasnya ke kejaksaan setelah P-21 atau lengkap,” tutur Kepala Unit I Kriminal Umum (Krimum) Satreskrim Polres Jakarta Selatan, AKP, Joynaldo saat dihubungi wartawan, Rabu 27 Mei 2015. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi. Mereka yaitu, artis dan model berinisial AA, seorang polisi yang mengungkap kasus prostitusi itu, dan terakhir artis berinisial TM.

Pemeriksaan terhadap TM dilakukan pada Selasa 26 Mei 2015 di Jakarta. Nama TM memang beredar belum lama ini di berbagai media sosial serta di kalangan wartawan. Siapa sebenarnya artis TM yang diperiksa polisi itu? “Hanya sebentar pemeriksaan TM. Cari tahu sendiri (identitas TM,-red), masa saksi kita sebutin sih,” ujar Joynaldo.

TM merupakan salah satu orang yang tercantum di dalam daftar nama 200 orang PSK yang menjadi anak buah dari tersangka RA. Meskipun demikian, beberapa netizen buru-buru menuding TM adalah singkatan dari Tyas Mirasih. Dan berdasarkan penulusuran, sosok Tyas Mirasih ini memang seksi dan menggoda. Bibirnya cimepok, tak terlalu putih tapi terkesan gelap meski tak hitam.

Tyas Mirasih lahir di Jakarta, 8 April 1987 adalah seorang aktris, model video klip, dan presenter Indonesia. Tyas adalah anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Surman Widiatmo dan Hedy Elias. Ia keturunan Jawa dan Belanda. Tyas memulai karier di dunia hiburan Indonesia setelah menjadi finalis GADIS Sampul 2002. Namanya mulai dikenal publik Indonesia saat membintangi video klip Demi Waktu dari grup musik Ungu. Setelah itu, ia mulai sering membintangi video klip. Kemudian, ia terjun ke dunia sinetron.

Pernah menjadi model dalam video klip Seperti Yang Dulu (Ungu), Seperti Yang Kumau (Baim), Bersama Bintang (Drive), Menjaga Hati (Yovie & Nuno), Untuk Pertama Kali (Kerispatih), Cintai Aku Lagi (Sania), Raja Sedang Jatuh Cinta (Numata), Selalu Mengalah (Seventeen).

Pieter Ell, kuasa hukum mucikari artis prostitusi online, Robby Abbas (RA), akhirnya mengungkap siapa saja artis-artis yang menggunakan jasa RA sebagai mucikarinya. Termasuk artis seksi nan cantik inisial TM.
Seperti diberitakan, beberapa nama artis itu, tertulis dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Jika diingat, sepanjang kasus prostitusi ini, disebutkan inisial TM. Banyak yang menduga bahwa artis yang dimaksud adalah Tyas Mirasih, tak lagi menduga, hal itu ternyata benar adanya.

“Ada tiga nama artis, saya tak bisa membacakan, tapi baca sendiri ya. Ini versi BAP ya,” kata pengacara RA, Pieter Ell saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2015). Pada BAP itu, tertulis jelas nama asli Tyas Mirasih yakni Mirasih Tyas Endah.

Di bawah nama Tyas, terdapat beberapa point yang menjadi keterangan Tyas kepada penyidik. Kesaksian yang dibeberkan mantan kekasih Lembu Wiworo Jati itu mengaku tidak mengenal tersangka Robby Abbas. Sementara itu, masih keterangan dalam BAP, tertulis juga nama Sinta Bachir yang selama kasus prostitusi ini bergulir, dikenal dengan inisial SB.
Namun, beberapa waktu lalu, Sinta sempat mengelak bahwa ia mengenal dengan tersangka Robby Abbas. Bahkan, Sinta langsung mengklaim bahwa ia sudah menikah.

Selalu Minta Dicarikan
Sebelum BAP bocor, artis berinisial TM diakui sebagai kesayangan mucikari RA alias Robby Abbas alias Obbie, mengapa? hampir setiap minggu TM meminta Obbie untuk dicarikan ‘klien’ untuk dilayani. Dengan kata lain, TM memberikan lebih banyak jatah kepada Obbie sebagai uang terima kasih. Menurut pengakuan Obbie melalui pengacaranya, Pieter Ell, artis TM tak pernah malu-malu saat meminta klien. Tak ada jasa perantara antara dirinya dengan Obbie.

“Langsung telepon atau SMS kok, oh tidak (tidak melalui perantara),” kata Pieter Ell, pengacara RA saat ditemui i kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, (4/6/2015). Cerita itu tentu terjadi jauh sebelum Obbie ditangkap polisi di sebuah hotel mewah di Jakarta bersama artis AA. Sebab, ketika TM dipertemukan dengan Obbie pekan lalu, TM bersikeras menampik mengenal dan pernah bertemu dengan Obbie.

“Ya, (TM) dikonfrontir (dengan RA). TM dipanggil ketemu dengan Obbie tapi menyangkal, bilang enggak kenal Obbie, (yang diperlihatkan) bukan pin BBM-nya, bukan nomor HP-nya,” kata Pieter. Namun, menurut Pieter, sangkalan TM itu langsung dibantah oleh Obbie. Dengan rincinya Obbie menyebutkan satu per satu tempat dimana ia dan TM pernah bertemu. TM yang awalnya selalu memberi penyangkalan, akhirnya terdiam. “TM menyangkal dan bilang enggak kenal Robby. Tapi Robby bilang kalau dia kenal, pernah ketemu. TM hanya diam saat itu dan tidak bantah lagi akhirnya,” tukas Pieter.