Penyanyi Mengaku Jadi Korban Ritual Seks Aa Gatot Brajamusti


Seorang wanita cantik berinisial CTP (26), mengaku menjadi korban pemerkosaan Aa Gatot Brajamusti saat masih berusia 16 tahun. Tidak hanya soal dugaan perkosaan, korban juga mengungkap soal aspat hingga ritual seks. “Kalau aspat itu, iya. Korban juga sering diajak ritual aspat ‘makanan jin’. Dia keluarkan aspat itu dalam bentuk kristal, katanya kalau makan langsung dia (Aa Gatot) bisa lebih asik,” papar Sudharmono Suprapto selaku kuasa hukum CTP kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/9/2016) malam.

Menurut pengakuan CTP, aspat adalah ritual yang belakangan dia ketahui nyabu. “Dihisap pakai bong,” cetusnya. Namun, selama diajak nyabu bareng, korban tidak pernah sekalipun diminta bayaran. Korban juga mengaku tidak pernah tahu di mana Aa Gatot menyimpan sabu tersebut. “Korban tidak tahu Aa Gatot menyimpannya di mana, korban tahunya sudah tersedia terus dipakai bareng-bareng,” imbuhnya.

Selain ritual aspat, CTP juga mengungkap adanya ritual seks yang dilakukan Aa Gatot Brajamusti. Menurut korban, ritual seks itu dilakukan dengan dalih untuk transformasi oksigen bagi jin yang ada di tubuh Aa Gatot. “Menurut klien kami, ketika korban diajak berhubungan badan itu, selalu dikatakan bahwa di dalam diri Aa Gatot itu ada jin yang harus mendapatkan oksigen, dan oksigennya ada di dalam rahim perempuan, caranya dengan memasukkan kelamin ke korban,” papar Sudharmono.

Terkait pengakuan CTP ini, pengacara Aa Gatot, Muara Karta menilai hal itu adalah upaya untuk menjatuhkan Aa Gatot. “Biasa orang sudah jatuh tertimpa tangga, semua jadi jelek. Ritual kan tidak hanya ritual yang kontra tapi yang pro. Yang kontra ini mungkin karena kepentingannya tidak terpenuhi,” ujar Muara Karta saat dikonfirmasi, Jumat (9/9/2016). Muara juga memperingatkan korban untuk berhati-hati dan tidak menebar isu. “Kalau itu jadi menebar fitnah, ini semua ada undang-undang yang ngatur, ada UU ITE,” lanjut Muara.

Lebih jauh, lanjut Muara, kliennya tidak melakukan penyimpangan atau aliran sesat dalam menyebarkan ilmu spiritual kepada murid-muridnya. “Tanya deh sama bunda (menyebut nama artis). Coba tanya dia seperti apa di padepokan itu, tidak ada hal-hal begitu,” tandasnya. Penyidik Subdit Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan CTP (26), wanita yang mengaku diperkosa oleh Aa Gatot Brajamusti. Pemeriksaan dilakukan terkait pengakuan perkosaan yang dialami korban.

“Sore ini kami lakukan pemeriksaan terhadap korban yang mengaku diperkosa oleh Aa Gatot Brajamusti,” ujar Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sutarmo kepada wartawan di ruangannya, Jumat (9/9/2016). CTP yang memakai sweater hijau muda itu tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 14.30 WIB. Ia didampingi oleh salah satu pengacaranya, Ronny Sapulete. “Kami dalami dulu keterangan korban sambil mencari alat buktinya,” imbuhnya.

Saat ditanya apakah Aa Gatot akan diperiksa soal laporan korban, Sutarmo mengatakan hal itu akan dilakukan setelah polisi memeriksa korban dan saksi-saksi. “Nanti kita periksa saksi-saksinya dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya CTP melapor ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/9) malam. Dalam laporannya itu, CTP mengaku diperkosa oleh Gatot ketika berusia 16 tahun. Dia juga akhirnya memiliki anak dari Aa Gatot yang kini berusia 4 tahun. Aa Gatot Brajamusti tidak hentinya ‘diserang’ oleh perempuan. Setelah penyanyi cantik berinisial CTP (26) yang mengaku diperkosa Aa Gatot, ada 4 wanita lainnya yang diduga menjadi korban Aa Gatot.

“(Dari 4 wanita) Ada yang salah satunya mengaku jadi korban pemerkosaan Aa Gatot juga. Besok (Jumat hari ini) kita lapor lagi,” ujar salah satu kuasa hukum CTP, Sudharmono Saputra, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/9/2016). Sudharmono pada Kamis (8/9/2016) mendampingi CTP melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Menurut Sudharmono, dugaan pemerkosaan itu terjadi ketika korban berusia 16 tahun. Korban saat itu sudah tidak bersekolah, hanya sampai tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sudharmono mengatakan, korban pertama kali mengenal Aa Gatot setelah dikenalkan oleh manajemennya. Korban sendiri awalnya tertarik dengan Aa Gatot karena ingin menjadi backing vokalnya. “Korban ini kan penyanyi, cuma belum diperdalam. Dia tertarik menjadi backing vocal Aa Gatot untuk album ‘Terkadang’. Tetapi kemudian korban diajak untuk berhubungan badan,” ungkapnya.

Selama itu, korban tidak bisa berbuat apa-apa lantaran telah didoktrin oleh Gatot. Korban juga mengaku mendapat ancaman dari Aa Gatot bila tidak menuruti keinginannya. “Korban ketakutan dan selama ini didoktrin bahwa dia (Aa Gatot) adalah Tuhan, titisan Nabi Sulaiman, Malaikat Izroil lah. Kemudian diancam bila tidak mengikuti keinginan dia, maka nanti akan celaka. Sehingga korban ketakutan dengan ancaman-ancaman dan doktin itu dan mengikuti keinginannya,” bebernya.

Bahkan, lanjut Sudharmono, kliennya pernah hamil karena disetubuhi korban. Saat ini, korban juga sudah memiliki anak dari Aa Gatot yang kini berusia 4 tahun. “Dulu waktu korban berusia 20 tahun itu korban pernah hamil tetapi disuruh untuk digugurkan dan digugurkan saat usia kandungan 2 bulan. Digugurkan di Raden Saleh, biaya dari mereka,” tambahnya.

“Kemudian tahun 2011 korban hamil lagi dan anaknya lahir tahun 2012. Tetapi anak tersebut tidak diakui oleh Aa Gatot,” sambungnya. Setelah kehamilan di tahun 2011, korban akhirnya ‘lepas’ dari cengkeraman Aa Gatot. “Korban lepas dari Aa Gatot setelah dibawa rukyah oleh orangtuanya. Selama bersama Aa Gatot, korban ini selalu menentang orangtua,” tuturnya.

Pengacara Aa Gatot, Muara Karta membantah pernyataan Sudharmono. Muara mengatakan, CTP merupakan istri Aa Gatot. “CTP memang istrinya cuma memang sudah pisah, dan sudah punya anak dari Aa Gatot,” ujar Muara, Jumat (9/9/2016). Muara justru mempertanyakan pelaporan CTP tersebut yang juga mengaku tidak dinikahi oleh Aa Gatot. Menurutnya, kliennya sudah menikah dengan CTP.

“Itu saya tidak tahu (apakah pernikahannya tercatat di KUA atau tidak-red). Tetapi sebagai seorang muslim, mungkin ada ijab kabul secara nikah siri atau mut’ah,” jelasnya.Seorang wanita cantik berinisial CTP (26) yang mengaku pernah diperkosa oleh Aa Gatot Brajamusti, melapor ke Polda Metro Jaya. Pengakuan CTP ini dibantah oleh Muara Karta selaku pengacara Aa Gatot Brajamusti. “CTP memang istrinya cuma memang sudah pisah, dan sudah punya anak dari Aa Gatot,” ujar Muara Karta.
Muara justru mempertanyakan pelaporan CTP tersebut yang juga mengaku tidak dinikahi oleh Aa Gatot Brajamusti. Menurutnya, kliennya sudah menikah dengan CTP. “Itu saya tidak tahu (apakah pernikahannya tercatat di KUA atau tidak-res). Tetapi sebagai seorang muslim, mungkin ada ijab kabul secara nikah siri atau mut’ah,” jelasnya.

Muara mengaku heran dengan laporan CTP tersebut. Apalagi, peristiwa dugaan pemerkosaan itu terjadi pada 2010 dan baru dilaporkan sekarang setelah Aa Gatot tersandung kasus. “Sekarang kalau dia bilang tidak dinikahi, yang biayain anaknya siapa, nafkahnya segala macam. Kan Aa Gatot yang nafkahin. Artinya Aa Gatot tetap bertanggung jawab,” urainya.

Soal pengakuan CTP yang juga mengaku pernah disuruh Aa Gatot untuk menggugurkan kandungannya ketika korban berusia 20 tahun, menurut Muara, tudingan itu tidak berdasar. “Itu fitnah (gugurin), buktinya kan sudah punya anak dan kalau tidak salah 4 tahun umurnya. Kalau dia bilang disuruh gugurkan, kenapa bisa punya anak?,” tambahnya.

Korban mengaku ketika disetubuhi Aa Gatot dari kurun waktu 2007-2011 setelah didoktrin dengan berbagai hal. Karena itu, korban baru melaporkan kasus tersebut saat ini. “Kenapa tidak dulu-dulu melapor. Kalau dia bilang kejadiannya dari 2007-2011 kan itu lama sekali, doktrin itu kan perlu waktu lama. Kan dia punya kesempatan saat itu untuk melapor, kenapa tidak melapor saat itu,” lanjutnya.

Lebih jauh Muara menilai bahwa pelaporan korban hanya untuk menjatuhkan martabat Aa Gatot semata. “Biasa, namanya orang sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah orang kena musibah, pasti keluar yang buruk-buruknya, padahal belum tentu benar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s