Category Archives: Model

Pengakuan Elma Theana : Hartanya Habis Selama Berguru Pada Aa Gatot Brajamusti

Sembilan tahun menjadi murid Gatot Brajamusti ternyata membuat Elma Theana benar-benar terlena. Elma rela hartanya habis begitu saja. Elma secara terbuka bicara di Hotel Amaris, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016). Ia mengatakan bila harta yang dimilikinya memang habis selama berguru dengan Gatot.

“Ya namanya kita nggak kerja. Kalau ada syuting datang telat. Kalau ada syuting saya batalin, akhirnya saya nggak punya kerjaan. Tabungan habis, yaudah,” beber Elma. Istri Julianda Barus itu memang merasa pikiran tidak jernih selama berada di padepokan Gatot Brajamusti. Begitu juga yang dikatakan sang adik, Sonni dalam video blog dirinya.

Elma dikatakan seringkali menghabiskan uangnya untuk keperluan padepokan. Setiap kali akan kembali ke padepokaan, Elma tidak pernah lupa membeli bahan-bahan makanan, peralatan seperti lemari dan lainnya untuk padepokan. “Padepokan itu terbentuk memang pada saat saya datang ke situ. Karena saat saya datang ke sana juga kosong aja,” akunya. Kondisi padepokan yang kosong sempat membuat dirinya bingung. Lambat laun, pikiran itu hilang begitu saja.

“Awal-awal juga sempat bingung kok sepi-sepi aja. Yaudahlah, begitu saya ada dibentuklah sepeti itu. Mungkin, padepokan itu memang awalnya ada entah kapan,” ujar Elma. Beruntung, saat dirinya tersadar dan memutuskan pergi dari padepokan sekitar tahun 2011, Gatot seperti melupakannya. Elma mengatakan tidak sekalipun Gatot mencarinya. Gatot Brajamusti diduga menggunakan sabu yang dia sebut dengan nama aspat atau makanan jin untuk metode terapi. Elma Theana sebagai mantan muridnya merasa kecolongan karena ikut mengisap aspat.

“Kalau dari awal saya tahu dicekokkin sabu saya nggak akan mau. Dulu kan dibilangnya aspat. Memang disebut makanan jin,” tegas Elma dengan nada cukup tinggi di Hotel Amaris, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).Elma mengatakan, ritual menghisap aspat dilakukan saat Gatot memberikan pengarahannya untuk bisa menyatu dengan jin. Gatot mengatakan kepada murid-muridnya bila jin dan manusia bisa belajar bersama.

Menurut bintang sinetron ‘Pernikahan Dini’ itu, aspat di padepokan Brajamusti bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Aspat memang diberikan kepada Gatot untuk Elma dan semua murid Gatot di padepokan. “Karena semua, namanya aspat bukan sesuatu yang harus disembunyikan di sana. Kita memang diberikan,” aku Elma yang rutin ke padepokan Gatot selama 9 tahun.

“Ya kayak orang ngerokok aja. Dan itu untuk jumlah ganjil saja 1, 3, 5. Kalau orang nyabu kan katanya musti berkali-kali. Ini cuma kayak orang ngerokok terus kita ada baca-bacaannya,” lanjutnya. Istri dari Julianda Barus itu,juga mengatakan setelah menghisap aspat dirinya selalu merasa lebih baik. Mulai dari baca Al Quran sampai menjalankan ibadah lainnya.

Ketika melihat kenyataannya sekarang yang dialami Gatot Brajamusti dan Reza Artamevia, Elma Theana merasa bersyukur. Sekarang dia sudah bisa hidup tenang bersama keluarga dan sahabat. Sembilan tahun bukan waktu sebentar untuk Elma Theana meninggalkan anaknya demi Gatot Brajamusti. Elma pun menangis saat mengingat sang anak.

Elma menuturkan penyesalannya yang mendalam. “Kalau ngomongin anak sedih ya, aduh kalau ngomingin anak. Isya udah gede, dulu gitu, untungnya anak saya masih kecil dia nggak terlalu komplain,” cerita Elma menangis mengingat perilakunya dahulu kepada sang anak. Elma mengaku dahulu bisa tega meninggalkan anaknya yang baru berusia tiga tahun. Hanya uang tanpa ada belaian kasih sayang yang dia berikan.

Dirinya merasa bodoh, semua dilakukan demi bersama Gatot. Perempuan berusia 41 tahun itu mengaku bisa lupa dengan keberadaan putri semata wayangnya. “Saya baru sekarang menyesalnya. berasa anak bagian terpenting. Alhamdulillah sekarang udah hidup enak, tenang. Saya ninggalin anak saya saat umur tiga tahun. Saya sampai lupa. Kalau inget zaman dulu saya tega banget,” sesalnya.

“Saya dulu pulang seminggu sekali cuma kasih uang. Anak saya ultah, saya cuma kasih uang tapi nggak hadir. Saya lebih mentingin di sana, saya sudah terbius,” lanjutnya. Kini, Elma bersyukur dirinya sudah bisa belajar dari kesalahannya. Sekarang dirinya sangat peduli dengan putrinya.

“Alhamdulillah anak saya mandiri. Dia nggak nyusahin saya. Dia benar-benar mandiri saya kasih uang bulanan dia punya usaha sendiri,” ucap Elma menceritakan kondisi sang putri. Elma Theana sudah sembilan tahun tinggal di Padepokan Brajamusti milik Gatot. Ia awalnya datang ke sana dengan segudang permasalahan hidup.

Perlahan Elma semakin percaya bahwa Gatot bisa membuatnya kembali ke jalan yang benar. Ia mulai mengaji dan belajar hal baik lainnya di sana. Tapi lama-lama, Elma merasa heran pengajian rutin yang selalu digelar itu berubah. Ada beberapa hal yang dianggapnya sudah keluar dari kaidah agama. Ibu satu anak itu pun tak mudah untuk keluar dari sana. Beruntung, ia menemukan sosok tepat yang dianggapnya bisa membawanya keluar dari bayang-bayang Gatot.

“Saya mungkin ada sedikit rukiyah atau gimana ya. Akhirnya tiba-tiba saya sadar bahwa saya bukan di situ tempatnya. Melanggar dari akidah-akidah normal ke-Islaman yang sesungguhnya. Kok saya bisa ya. Ya menyesali keadaan itu lah. Memang saya waktu itu memang bodoh. Memang saya kurang iman, merasa terpana oleh karomah-karomah seseorang ternyata itu nggak boleh,” sesalnya saat berbincang dengan awak media usai mengisi ‘Selebrita Siang’ di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).

Elma memang tidak langsung menghakimi di padepokan itu terdapat hal yang tidak wajar. Akan tetapi, nama Gatot beberapa minggu ini menjadi perbincangan setelah ditangkap Polres Mataram terkait narkoba. Menyusul berita itu, muncul banyak sekali suara sumbang yang menerpa padepokan, termasuk isu Gatot bisa berkomunikasi dengan jin menggunakan sebuah media. Belakangan, media yang disebut asmat itu tak lain sabu.

Kursus Makeup Glamour Party Workshop Sehari with Reza Azru

Glamour Party Make Up Workshop dan Kursus sehari bersama Makeup Artist Reza Azru

Glamour Party Make up Workshop with Reza Azru

Bagaimana mendapatkan hasil makeup yang glamour untuk ke pesta tanpa terlihat medok. Dibimbing secara ekslusif oleh Reza Azru. Tempat terbatas hanya untuk 30 Orang. Tempat duduk berdasarkan nomor pendaftaran.

Materi : Blending Foundation, Contouring, Perfect Brows, Bleding Eye Shadow, Lipstick Application.

Peserta wajib membawa model sendiri, makeup tool dan bulu mata.

Kursus seminar workshop diadakan di Jakarta Design Center – Slipi Lantai 6, Lotus 3 pada hari Jumat, 23 September 2016 (09:00 – 17:00)

Steve Emmanuel Muncul dengan Sebuah Pengakuan Setelah 6 Tahun Hilang

Enam tahun tak terlihat dalam layar kaca, artis peran Steve Emmanuel mengaku memang sengaja menjauhi dunia keartisan. Dari sekian banyak alasan, ia mengungkap satu hal yang membuatnya memilih menjauh. “Banyak alasan kalau mau diceritain. Salah satunya dari media enggak asyik banget ngeliput aku, berita gosip-gosip lah, hubungan lama lah,” ujar Steve usai menjadi bintang tamu sebuah program bincang-bincang di studio Global TV, Jakarta Barat, Senin (29/8/2016).

“Ya siapa sih yang nyaman dengan gosip? Setiap langkah yang aku ambil dikritik sama media juga,” tambahnya. Steve mengatakan, segala pemberitaan negatif tentangnya membuat dia sangat tidak nyaman. Padahal, Steve sudah berusaha berkarya sebaik-baiknya. Namun, tetap saja yang selalu diungkit adalah masalah pribadinya.

“Masalah anak di luar nikah lah. Ini itu, apa segala macam. Merasa kayak apa yang aku kerjakan di depan layar tidak sesuai dengan beban yang aku tanggung,” kata Steve. Karena itulah, ia lalu memutuskan untuk bergerak menjauh dan mencoba berkarya di belakang layar.

Jika pun nantinya kembali berakting, ayah satu anak ini ingin dilihat karena karya, bukan sensasi atau gosip. “Malas jadi orang terkenal. Malas dikenal semua orang. Pada dasarnya aku bukan tipe orang yang senang di depan layar. Sudah bahasa aku gitu, bahasa Inggris. Jadi untuk lancar juga harus usaha berat,” katanya.

“Jadi lebih bagus mundur saja jauh-jauh dulu, kalau pun mau balik lagi ya semoga orang pada sudah lupa urusan masa lalu,” tambah Steve.

Maylaffayza Diantara Batik dan Biola

Violinis Maylaffayza selalu berusaha menyeimbangkan perannya di antara kehidupan akademis di Jurusan Classical Performance, Conservatory of Music, Universitas Pelita Harapan, di Tangerang, Banten, dengan profesinya di industri kreatif. Pekan lalu, dia menjadi pengisi acara Festival Fashion Kain Indonesia, di Jakarta.

Perempuan yang sudah 16 tahun berkarier sebagai violinis ini terpilih menjadi salah satu muse karya perancang Barli Asmara. Dalam dunia mode, muse merupakan istilah yang dipakai perancang terhadap individu yang dianggap mewakili inspirasi karyanya.

Dalam kesempatan peragaan busana Floral Wonderland oleh Barli Asmara, Fayza mengenakan batik motif bunga dari Yogyakarta yang berwarna-warni. Di acara yang merupakan bagian FimelaFest ini, Fayza mengiringi peragaan busana dengan permainan biola.

“Saya sangat bersyukur. Barli Asmara adalah seorang perancang yang karya dan etika kerjanya saya kagumi sejak lama. Sebuah kehormatan bagi saya untuk mengangkat budaya dan perancang Indonesia lewat penampilan musikal saya,” kata Fayza.

Ini bukan penampilan pertama perempuan itu di panggung peragaan busana. “Untuk fashion show, saya sudah sering terlibat, tampil sebagai pemain biola karena di situlah kekuatan saya. Pelaku seni perlu saling mendukung dan berkolaborasi pada ranah industri kreatif,” katanya.

Terkait batik, Fayza sering mengenakan batik untuk menunjang penampilannya agar semakin menarik. Itu kerap menjadi pilihannya saat menghadiri acara keluarga, kampus, sampai tampil di atas panggung, termasuk di luar negeri. Pemain biola Maylaffayza (37) kembali lagi ke bangku kuliah setelah awal tahun ini menyelesaikan pendidikan S-2 Jurusan Creative Media Enterprise di International Design Institute, Jakarta. Tak segan belajar dengan mahasiswa yang lebih muda, ia memilih Jurusan Music Performance Universitas Pelita Harapan.

Tanpa ragu Fayza mengikuti semua proses orientasi sebagai mahasiswa baru. “Saya mengikuti tata tertib peraturan mahasiswa baru dengan berbagai kegiatannya. Beberapa dosennya teman saya di industri musik,” ujarnya. Pilihan istri Yasha Chatab untuk kembali ke bangku kuliah program S-1 di Universitas Pelita Harapan ini tentunya mengejutkan teman-teman sekelasnya yang rata-rata berusia 18 tahun.

“Walaupun profesi saya adalah pop violinist, bagi saya penting untuk menggali ilmu dan teknik musik klasik lebih mendalam. Mudah-mudahan saya bisa mengembangkan musik klasik nantinya,” katanya. Sebagai pemain biola, Fayza berharap bisa memiliki ilmu lebih banyak dengan menempuh pendidikan formal. Ia menambahkan, dengan kuliah formal, dirinya ingin menggali semua akar permasalahan seputar dunia musik.

“Musik adalah bidang yang serius, memerlukan intelektualitas, talenta, dedikasi, dan nalar yang tinggi. Selama kuliah, saya akan mengobservasi mahasiswa, dosen, dan institusi,” ujar Fayza yang sekitar 13 tahun berkarier sebagai musisi

Daftar Artis-artis Ibu Kota di Balik Bisnis Prostitusi Online Hadir Di Pengadilan

Sejumlah artis ibu kota diduga terlibat dalam bisnis prostitusi online. Kasus ini mulai terungkap pasca aparat Kepolisian menciduk Robbie Abbas pada 8 Mei. Tertangkapnya Robbie di sebuah hotel saat sedang mempertemukan seorang klien dengan “anak didik”-nya kala itu ikut menyeret nama beberapa artis ke dalam pusaran bisnis prostitusi online.
Apalagi kala itu Robbie diketahui tertangkap bersama AA yang disinyalir merupakan Amel Alvi, artis dan disk jockey ternama ibu kota.

Setelah ditangkap Mei lalu, Robbie hingga saat ini menyandang status sebagai terdakwa dalam perkara prostitusi online. Sementara AA dibebaskan karena tidak terbukti bersalah dan dianggap polisi sebagai korban. Setelah beberapa kali sidang perkara Robbie digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terungkap fakta bahwa AA merupakan kenalan Tyas Mirasih dan Shinta Bachir, dua artis ternama dari Jakarta. Dalam salinan lembaran Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik AA yang diterima CNN Indonesia, terlihat nama Tyas dan Shinta ditulis sebagai artis yang dikenal oleh AA karena mereka pernah terlibat bersama dalam syuting sebuah film pada 2014.

“Benar, saksi kenal dengan saudari Tyas Mirasih dan saudari Shinta Bachir pada tahun 2014. Saksi tidak tahu bahwa profesi saudara Robbie Abbas alias Obie adalah mengenalkan saya sendiri, Tyas Mirasih, dan Shinta Bachir dengan klien/tamu,” tulis isi BAP tersebut. Kuasa hukum Robbie, Pieter Ell, mengatakan BAP tersebut menjelaskan bahwa Robbie berperan sebagai muncikari sekaligus pemesan kamar hotel yang akan digunakan oleh “anak didik”-nya bersama klien.

Pada paragraf-paragraf terakhir BAP, tertulis jelas pekerjaan saksi adalah DJ, artis, dan penyanyi. Saksi berkata sering diperkenalkan Robbie dengan klien saat sedang membutuhkan uang. Robbie memperkirakan hanya separuh dari pekerja seks komersial yang dikelolanya berprofesi sebagai artis. Para artis yang merangkap PSK itu memasang tarif mahal. AA misalnya disebut bertarif Rp 80 juta. Sementara tarif rekan-rekannya bervariasi, antara Rp30 juta hingga ratusan juta rupiah. Saksi kasus tindak pidana prostitusi online AA selesai memberikan kesaksian bagi terdakawa Robbie Abbas dalam persidangan di Pengandilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini.

Sidang berlangsung sejak pukul 13.15 WIB selesai sekitar pukul 14.20 WIB. Usai menjalani sidang, AA yang berprofesi sebagai artis menutupi wajahnya dengan pasmina dan enggan memberikan keterangannya di depan hakim kepada awak media. Tanpa sepatah kata AA langsung menuju kendaraan yang telah menunggunya di depan gedung PN Jakarta Selatan dengan pengawalan ketat petugas kemanan. Sementara itu, pengacara Robbie Abbas, Pieter Ell yang mengikuti jalannya persidangan menuturkan bahwa keterangan AA dinilai meringankan kliennya.

“Menurut saya keterangan AA meringankan Robbie. Hampir selama 60 menit AA koperatif menjawab pertanyaan yang hakim tanyakan,” ujar Pieter di Gedung PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (1/30). Lebih lanjut, Pieter mengatakan AA telah menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh hakim terkait perkara prostitusi yang menjerat kliennya. Namun, dirinya enggan menjelaskan pertanyaan apa saja yang dilontarkan oleh hakim dan dijawab oleh AA. “Semua kronologis sudah ditanyakan dari awal sampai akhir. Hakimnya tanya tentang kebenaran berita acara dan dia mengaku apa yang ditanyakan itu benar,” ujarnya.

Pieter menuturkan dirinya tidak bisa melakukan penilaian terhadap keterangan saksi dalam persidangan tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Majelis Hakim untuk melakukan penilaian dengan sebaik mungkin agar kliennya mendapat keringanan. Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang tindak pidana prostitusi online yang dilakukan Robbie Abbas, Kamis (1/10). Agenda sidang hari ini adalah mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) berinisial AA. Pada Kamis (22/9) lalu, Hakim mengeluarkan ketetapan untuk melakukan pemanggilan paksa terhadap AA karena telah mangkir tiga kali dalam persidangan.

“Hakim dengan berat hati mengeluarkan surat penetapan dengan Nomor 834 untuk menghadirkan saksi pada sidang selanjutnya dengan agenda yang sama,” ujar Pengacara Robbie Abas, Pieter Ell usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (22/9) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan kembali menggelar sidang perkara prostitusi online yang melibatkan terdakwa Robbie Abbas, Selasa (6/10) siang ini. Sidang rencananya akan digelar pukul 13.00 WIB, dengan agenda melanjutkan pemanggilan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Setelah pada sidang pekan lalu Jaksa berhasil menghadirkan saksi berinisial AA, hari ini saksi lain yang berinisial TM dan SB disebut akan datang di persidangan. Kedua saksi yang akan dihadirkan itu berprofesi sebagai artis, sama seperti AA yang sudah datang di persidangan tertutup pekan lalu. Hal itu dibenarkan oleh kuasa hukum RA, Pieter Ell. Setelah sidang berlangsung pekan lalu, Pieter mengatakan bahwa keterangan AA saat itu meringankan kliennya.

“Hampir selama 60 menit AA koperatif menjawab pertanyaan yang hakim tanyakan,” ujar Pieter, Kamis lalu. Pieter mengatakan AA telah menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh hakim terkait perkara prostitusi yang menjerat kliennya. Namun dia enggan menjelaskan pertanyaan apa saja yang dilontarkan oleh hakim dan dijawab oleh AA. Robbie pernah mengatakan, para artis yang merangkap sebagai pekerja seks komersial memiliki tarif yang mahal. AA disebutkan memasang tarif Rp80 juta. Rata-rata para PSK yang ditawarkan Robbie memiliki tarif Rp30 juta hingga ratusan juta rupiah.

Sebelumnya, Pieter mengatakan Robbie tidak berperan aktif dalam bisnis prostitusi online yang melibatkan artis-artis tenar papan atas. Walau Pieter tidak menjelaskan siapa saksi dari kalangan artis yang akan hadir hari ini, namun sebelum persidangan terakhir, dia sempat menunjukkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada media.

Dalam BAP tersebut tercantum dua nama artis, yaitu Tyas Mirasih dan Shinta Bachir. “Saya harap baiknya mereka datanglah. Kan semua orang sama kedudukannya di mata hukum. Robbie juga tidak keberatan kok kalau mereka hadir di persidangan,” ujar Pieter di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dua pekan lalu. Saksi tindak pidana prostitusi online yang menghadirkan artis AA atas terdakwa Robbie Abbas menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini (1/10). AA hadir untuk memenuhi panggilan paksa yang dikeluarkan oleh Majelis Hukum PN Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, AA tiba di PN Jakarta Selatan sekitar pukul 13.15 WIB dengan mengenakan pakaian serba hitam dan menggunakan cadar. AA yang hadir dengan didampingi oleh seorang perempuan dan sama sekali tidak mau berkomentar soal kedatangannya hari ini dan langsung masuk menuju ruang sidang utama PN Jakarta Selatan. Sidang dengan mengahdirkan saksi AA berlangsung tertutup dan dipimpin oleh Hakim Effendi Muhtar. Telihat juga, Robbie Abbas dan Pieter Ell selaku pengacara mengikuti persidangan tersebut.

Persidangan hari ini beragendakan mendengarkan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. Sebelumnya, AA mangkir sebanyak tiga kali hingga akhirnya Majelis Hakim mengeluarkan ketetapan untuk melakukan pemanggilan paksa AA. Hingga berita ini diturunkan, sidang masih berlangsung dengan agenda mendengar keterangan saksi AA. Sebelumnya, Kuasa Hukum Robbie, Pieter Ell, mengatakan di dalam BAP atas nama AA tersebut, dijelaskan bahwa Robbie berperan sebagai mucikari sekaligus pemesan kamar hotel yang akan digunakan oleh ‘anak didik’nya bersama klien.

Robbie dikatakan sempat memesankan hotel di Kota Surabaya dan Jakarta untuk AA serta anak-anak didiknya yang lain.
Lihat juga:Saksi Prostitusi Online Mengaku Kenal Tyas Mirasih. Bahwa yang memesan kamar di Hotel adalah saudara Robbie Abbas. Saksi sudah berhubungan badan dengan tamu di Hotel Surabaya dan hotel di Jakarta,” tulis BAP tersebut. Selain itu, mucikari prostitusi online Robbie Abbas mengaku mengawali kariernya sebagai penata rias artis berpenghasilan Rp 700 ribu. Ia menjadi penata rias sejak tahun 1998 dan mencoba mencari penghasilan lain sebagai mucikari pada tahun 2012.

Cara mencari artis yang bisa diajak kencan menurutnya mudah. Jika mendengar kabar seorang artis bisa diajak kencan dengan bayaran tertentu, ia tak segan mencari tahu kebenaran isu tersebut. “Ada isu kalo dia (artis) bisa (diajak kencan), lalu saya cek,” ujar Robbie di Polres Jakarta Selatan saat itu. Robbie pernah mengaku memiliki beberapa anak didik yang bekerja sambilan. Pekerjaan mereka di antaranya adalah disc jockey seperti AA dan nama-nama artis yang mempunyai tarif mahal hingga puluhan juta rupiah. Terdakwa kasus tindak pidana prostitusi online, Robbie Abbas mengaku siap bertemu dengan saksi AA dalam persidangan siang ini. Sesuai agenda, persidangan hari ini beragendakan mendengar keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum.

“Saya siap bertemu dengan di (AA). Tidak ada yang saya takuti,” ujar Robbie di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (1/10). Robbie enggan memberikan komentar soal kasus yang menjeratnya saat ini. Ia mengaku sudah menyerahkan semuanya ke pengacaranya yaitu Pieter Ell. Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, Robbie terlihat tenang dan percaya diri menjalani sidang hari ini. Namun, ada yang menarik, Robbie dikembalikan oleh petugas pengamanan sidang ke ruang tahanan pengadilan karena kesalahan waktu.

Robbie mengaku kecewa telah dibawa lebih awal ke dalam ruang sidang ketika sidang dengan perkara lain sedang berlangsung. “Sidang saya kan belum mulai. Kok saya sudah dibawa. Terdakwa lain kan belum di sidang,” ujar Robbie. Keduanya telah dijadwalkan bertemu dalam lanjutan persidangan, sebab AA akan menjadi saksi Robbie di Pengadialan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (1/10). Sidang kasus prostitusi di dunia maya memasuki babak baru hari ini. Jaksa Penuntut Umum bakal mendengarkan keterangan saksi berinisial AA yang sudah tiga kali mangkir setelah mendapat panggilan.

Keterangan AA diperlukan untuk menjelaskan apa yang sudah tertulis dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dijelaskan dalam BAP bahwa Robbie Abbas yang berperan sebagai muncikari sempat memesan kamar di hotel di Surabaya dan Jakarta buat AA dan anak ‘binaannya’ yang lain. Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menunda jalannya sidang atas terdakwa mucikari RA. Hal tersebut dilakukan menyusul saksi yang rencananya dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum berhalangan hadir.

Pieter Ell selaku pengacara RA mengatakan hakim terpaksa menunda jalannya sidang dan telah menetapkan perintah kepada JPU untuk menghadirkan saksi pada sidang selanjutnya yang akan digelar pada 1 Oktober 2015. “Hakim dengan berat hati mengeluarkan surat penetapan dengan Nomor 834 untuk menghadirkan saksi pada sidang selanjutnya dengan agenda yang sama,” ujar Pieter di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, (22/9).

Anggita Sari Ditangkap Karena Terlibat Prostitusi Layani 3 Tamu Di Surabaya

Seorang artis sekaligus model asal ibu kota tertangkap saat jual diri di sebuah hotel di Surabaya. Artis itu adalah Anggita Sari. Selama tiga malam tinggal di Kota Pahlawan, perempuan 23 tahun itu sudah melayani tiga pria hidung belang. Dia ditangkap bersama empat perempuan lainnya yang juga baru saja melayani pria hidung belang di hotel di Jalan Embong Malang pada Rabu (2/9). Mereka memiliki nama beken Cila, Cantik, Centil, dan Paras.

”Kami mengamankan AS (Anggita Sari) setelah melayani tamu,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete. Dia menjelaskan, penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendapat informasi bahwa ada muncikari berjaringan antarkota yang sedang menjajakan pekerja seks komersial (PSK) di Surabaya.

Polisi kemudian mendatangi hotel di kawasan Surabaya Utara. Di sana polisi menggerebek empat kamar. Setiap kamar berisi seorang perempuan. Dia mengungkapkan, empat PSK tersebut baru saja ditinggal tamunya. Model yang juga artis Anggita Sari (AS) ditangkap bersama empat perempuan lainnya yang juga baru saja melayani pria hidung belang di hotel di Jalan Embong Malang pada Rabu (2/9). Keempat PSK itu adalah Cila, Cantik, Centil, dan Paras.

Cara jaringan tersebut dalam menjajakan PSK-nya boleh dibilang berbeda daripada kebanyakan. Para PSK dimasukkan ke kamar hotel yang berbeda. Tamu yang memesan diminta melihat PSK itu secara langsung. Jika tamu merasa cocok, transaksi bisa langsung dilakukan. Tetapi, jika merasa tidak cocok, tamu bisa memilih PSK lain yang sudah tersedia di kamar yang berbeda. Karena itulah, empat model yang ditangkap kali pertama berada di kamar yang saling bersebelahan. Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete menjelaskan, mereka bertarif Rp 1 juta hingga Rp 2 juta untuk sekali main. Pemesan harus lebih dulu membayar uang muka sebesar Rp 500 ribu yang ditransfer ke rekening

Artis dan juga model cantik ibukota Anggita Sari harus berurusan dengan aparat kepolisian Polrestabes Surabaya. Anggita tak bisa berbuat apa-apa saat ditangkap oleh aparat Satreskrim Polrestabes Surabaya disalah satu kamar hotel. Anggita dibekuk saat menjual dirinya kepada pria hidung belang. Memang sejak Senin (31/8) lalu, mantan orang dekat terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman itu sudah berada di Surabaya untuk menjalani syuting. Selain aktivitas syuting, ternyata aktivitas lainnya selama berada di Surabaya adalah menjual diri kepada para pria hidung belang.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete mengatakan, penangkapan Anggita di hotel di kawasan Surabaya utara itu diawali dari tertangkapnya empat PSK yang juga telah melayani tamu di hotel. Setelah dikembangkan, polisi akhirnya membekuk Anggita yang juga diduga baru saja melayani perempuan hidung belang. Di dalam kamar tersebut, petugas hanya menemukan Anggita yang mengenakan minidress hitam tanpa lengan. Bicaranya juga meracau. Saat berjalan, dia sempoyongan. Petugas langsung mengamankannya ke Polrestabes Surabaya. ”Ternyata, dia juga baru melayani tamu,” ucap perwira dengan dua melati di pundak itu.

Petugas kemudian melakukan tes urine kepada Anggita. Hasilnya, urine tersebut mengandung tiga jenis narkoba sekaligus. Yaitu, sabu-sabu, ekstasi, dan ketamin. Lagi-lagi kasus prostitusi yang melibatkan artis ibukota kembali terjadi. Artis tersebut adalah Anggita Sari yang tertangkap oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya saat jual diri disebuah hotel di kota Pahlawan itu. Selama tiga malam tinggal di Surabaya, perempuan 23 tahun yang juga model itu sudah melayani tiga pria hidung belang. Bahkan, ketika dilakukan tes urine, dia positif mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu, ekstasi, dan ketamin.

Anggita Sari ditangkap bersama empat perempuan lainnya yang juga baru saja melayani pria hidung belang di hotel di Jalan Embong Malang pada Rabu (2/9). Mereka memiliki nama beken Cila, Cantik, Centil, dan Paras. ”Kami mengamankan AS setelah melayani tamu,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete.

Dia menjelaskan, penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendapat informasi bahwa ada mucikari berjaringan antarkota yang sedang menjajakan pekerja seks komersial (PSK) di Surabaya. Polisi kemudian mendatangi hotel di kawasan Surabaya Utara. Di sana polisi menggerebek empat kamar. Setiap kamar berisi seorang perempuan.

Dia mengungkapkan, empat PSK tersebut baru saja ditinggal tamunya. Meski begitu, ada jejak prostitusi yang masih ditemukan polisi. Contohnya, belasan kondom yang masih utuh dan bekas pakai. Berdasar pemeriksaan, terungkap bahwa empat model itu adalah anak buah seorang mucikari berinisial YY. Saat digerebek, YY diduga sedang berada di hotel tersebut. Tetapi, saat melihat penggerebekan, dia langsung kabur. ”Kami sudah mendapat identitasnya. Semoga segera tertangkap,” terangnya.

Artis dan model cantik ibu kota Anggita Sari (AS) ditangkap bersama empat perempuan lainnya yang juga baru saja melayani pria hidung belang di hotel di Jalan Embong Malang pada Rabu (2/9). Model dewasa yang pernah menjadi “bintang” karena “begituan” dengan terpidana mati Freddy Budiman di ruangan pejabat lapas tersebut bertarif Rp 8,5 juta sampai Rp 10 juta untuk sekali main. Pemesan harus mentransfer Rp 1,5 juta terlebih dahulu ke BS yang merupakan mucikari. Sisanya dilunasi setelah ”eksekusi”.

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Manang Soebeti menuturkan, mucikari itu memiliki jaringan antarkota. Para PSK tidak hanya di-booking di Surabaya, tetapi juga di beberapa kota besar di Indonesia. ”Kalau ada yang booking, baru didatangkan,” ujarnya. Termasuk Anggita yang ikut ditawarkan melalui mucikari. Para PSK tersebut ditawarkan melalui grup BBM. Pria hidung belang baru bisa memesan setelah bertukar PIN BBM dan diizinkan masuk ke dalam grup tersebut. Karena itulah, polisi meyakini bahwa mucikari dan pemesan sudah pernah kontak mata sebelumnya.

Polisi bakal melibatkan Satreskoba Polrestabes Surabaya untuk menindaklanjuti temuan urine yang positif. ”Untuk sementara ini, statusnya belum tersangka. Kami masih menunggu yang bersangkutan siuman,” jelas mantan Kapolsek Sawahan tersebut

Penggerebekan itu dikembangkan setelah salah seorang PSK menyebutkan bahwa dirinya juga menjadi anak buah mucikari lain yang bernama BS. Ketika ditanya, BS sedang melayani order tamu di sebuah hotel di Jalan Embong Malang. Polisi kemudian menggerebek sebuah kamar sesuai petunjuk PSK yang diamankan lebih dulu. Di dalam kamar tersebut, petugas hanya menemukan Anggita yang mengenakan minidress hitam tanpa lengan. Bicaranya juga meracau. Saat berjalan, dia sempoyongan. Petugas langsung mengamankannya ke Polrestabes Surabaya. ”Ternyata, dia juga baru melayani tamu,” ucap perwira dengan dua melati di pundak itu.

Petugas kemudian melakukan tes urine kepada Anggita. Hasilnya, urine tersebut mengandung tiga jenis narkoba sekaligus. Yaitu, sabu-sabu, ekstasi, dan ketamin. Sampai berita ini ditulis, polisi belum bisa mengorek keterangan dari Anggita terkait dengan narkoba dan praktik prostitusi tersebut. Sebab, Anggita masih terpengaruh narkoba.

Berdasar pemeriksaan sementara, terungkap bahwa model foto majalah dewasa itu tiba di Surabaya sejak Senin lalu untuk syuting film. Tiap malam sejak kedatangannya di Surabaya, dia melayani tamu hidung belang hingga akhirnya tertangkap. ”Yang bersangkutan sudah tiga kali melayani tamu,” ungkapnya.

Tyas Mirasih Terlibat Prostitusi Online Dibawah Asuhan Mucikari Robby Abbas Obbie

Terbongkar sudah siapa sebenarnya artis berinisial TM yang terlibat dalam lingkaran prostitusi online dibawah mucikari Robby Abbas (RA) alias Obbie. Hal itu diungkapkan oleh Pieter Ell selaku kuasa hukum Robby Abbas sesuai dengan yang tertera didalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Bukan hanya Tyas, tapi setidaknya ada tiga nama artis yang ikut terlibat dalam prostitusi online Obbie. Namun, Pieter enggan untuk menyebutkan nama-nama para artis tersebut. Akan tetapi, didalam BAP itu tertulis nama Sinta Bachir yang sebelumnya dikenal dengan inisial SB. “Ini versi BAP ada tiga nama artis. Tidak bisa saya bacakan, tapi kalian bisa baca sendiri,” kata Pieter, Rabu (2/9).

67036-akhirnya-pengacara-sebut-nama-tyas-mirasih-dan-artis-lain-sebagai-anak-didik-mucikari-ra

Dalam BAP yang diperlihatkan tersebut tertulis jelas nama asli Tyas Mirasih, yakni Mirasih Tyas Endah. Tempat dan tanggal lahir di Jakarta 8 April 1987. Dalam BAP tersebut, tertulis beberapa keterangan Tyas kepada penyidik. Dalam keterangannya, Tyas mengaku tidak mengenal tersangka mucikari Obbie.

Berdasarkan pengakuan Pieter, artis berinisial TM diakui sebagai kesayangan Obbie. Pasalnya, hampir setiap minggu TM meminta kepada Obbie untuk dicarikan ‘klien’ untuk dilayani. Artinya, TM memberikan lebih banyak jatah kepada Obbie sebagai uang terima kasih. Lanjutnya, artis TM dikenal tidak pernah merasa malu saat meminta klien kepada Obbie. Terlebih lagi tidak ada jasa perantara antara dirinya dengan Obbie. “Jadi, langsung telepon atau SMS kok ke Obbie tanpa harus menggunakan perantara,” bebernya.

Namun, dihadapan penyidik TM selalu membantah dirinya mengenal Obbie. Meski keduanya telah dipertemukan, TM tetap bersikeras menyatakan tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan Obbie. “Keduanya dikonfrontir. TM dipanggil ketemu dengan Obbie tapi dia (TM) tetap menyangkal,” tambhnya. Akan tetapi, pernyataan TM langsung dibantah oleh Obbie. Obbie kemudian menyebutkan lokasi-lokasi yang pernah dirinya bertemu dengan TM. Dari pengakuan Obbie itulah TM kemudian tidak bisa berkata apa-apa lagi selain terdiam.

” Tapi Robby bilang kalau dia kenal, pernah ketemu. TM hanya diam saat itu dan tidak bantah lagi akhirnya,” tutupnya. Polisi tidak main-main dalam membongkar kasus prostitusi di kalangan artis yang dijalankan oleh mucikari Robbie Abbas alias RA (32). Beberapa hari lalu bahkan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa artis bookingan berinisial TM. Siapakah TM? Yang jelas artis terkenal. Berapa netizen menudingnya sebagai Tyas Mirasih. Ahh..yang bener ajaa….

“Mungkin minggu depan akan kita kirim berkasnya ke kejaksaan setelah P-21 atau lengkap,” tutur Kepala Unit I Kriminal Umum (Krimum) Satreskrim Polres Jakarta Selatan, AKP, Joynaldo saat dihubungi wartawan, Rabu 27 Mei 2015. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi. Mereka yaitu, artis dan model berinisial AA, seorang polisi yang mengungkap kasus prostitusi itu, dan terakhir artis berinisial TM.

Pemeriksaan terhadap TM dilakukan pada Selasa 26 Mei 2015 di Jakarta. Nama TM memang beredar belum lama ini di berbagai media sosial serta di kalangan wartawan. Siapa sebenarnya artis TM yang diperiksa polisi itu? “Hanya sebentar pemeriksaan TM. Cari tahu sendiri (identitas TM,-red), masa saksi kita sebutin sih,” ujar Joynaldo.

TM merupakan salah satu orang yang tercantum di dalam daftar nama 200 orang PSK yang menjadi anak buah dari tersangka RA. Meskipun demikian, beberapa netizen buru-buru menuding TM adalah singkatan dari Tyas Mirasih. Dan berdasarkan penulusuran, sosok Tyas Mirasih ini memang seksi dan menggoda. Bibirnya cimepok, tak terlalu putih tapi terkesan gelap meski tak hitam.

Tyas Mirasih lahir di Jakarta, 8 April 1987 adalah seorang aktris, model video klip, dan presenter Indonesia. Tyas adalah anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Surman Widiatmo dan Hedy Elias. Ia keturunan Jawa dan Belanda. Tyas memulai karier di dunia hiburan Indonesia setelah menjadi finalis GADIS Sampul 2002. Namanya mulai dikenal publik Indonesia saat membintangi video klip Demi Waktu dari grup musik Ungu. Setelah itu, ia mulai sering membintangi video klip. Kemudian, ia terjun ke dunia sinetron.

Pernah menjadi model dalam video klip Seperti Yang Dulu (Ungu), Seperti Yang Kumau (Baim), Bersama Bintang (Drive), Menjaga Hati (Yovie & Nuno), Untuk Pertama Kali (Kerispatih), Cintai Aku Lagi (Sania), Raja Sedang Jatuh Cinta (Numata), Selalu Mengalah (Seventeen).

Pieter Ell, kuasa hukum mucikari artis prostitusi online, Robby Abbas (RA), akhirnya mengungkap siapa saja artis-artis yang menggunakan jasa RA sebagai mucikarinya. Termasuk artis seksi nan cantik inisial TM.
Seperti diberitakan, beberapa nama artis itu, tertulis dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Jika diingat, sepanjang kasus prostitusi ini, disebutkan inisial TM. Banyak yang menduga bahwa artis yang dimaksud adalah Tyas Mirasih, tak lagi menduga, hal itu ternyata benar adanya.

“Ada tiga nama artis, saya tak bisa membacakan, tapi baca sendiri ya. Ini versi BAP ya,” kata pengacara RA, Pieter Ell saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2015). Pada BAP itu, tertulis jelas nama asli Tyas Mirasih yakni Mirasih Tyas Endah.

Di bawah nama Tyas, terdapat beberapa point yang menjadi keterangan Tyas kepada penyidik. Kesaksian yang dibeberkan mantan kekasih Lembu Wiworo Jati itu mengaku tidak mengenal tersangka Robby Abbas. Sementara itu, masih keterangan dalam BAP, tertulis juga nama Sinta Bachir yang selama kasus prostitusi ini bergulir, dikenal dengan inisial SB.
Namun, beberapa waktu lalu, Sinta sempat mengelak bahwa ia mengenal dengan tersangka Robby Abbas. Bahkan, Sinta langsung mengklaim bahwa ia sudah menikah.

Selalu Minta Dicarikan
Sebelum BAP bocor, artis berinisial TM diakui sebagai kesayangan mucikari RA alias Robby Abbas alias Obbie, mengapa? hampir setiap minggu TM meminta Obbie untuk dicarikan ‘klien’ untuk dilayani. Dengan kata lain, TM memberikan lebih banyak jatah kepada Obbie sebagai uang terima kasih. Menurut pengakuan Obbie melalui pengacaranya, Pieter Ell, artis TM tak pernah malu-malu saat meminta klien. Tak ada jasa perantara antara dirinya dengan Obbie.

“Langsung telepon atau SMS kok, oh tidak (tidak melalui perantara),” kata Pieter Ell, pengacara RA saat ditemui i kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, (4/6/2015). Cerita itu tentu terjadi jauh sebelum Obbie ditangkap polisi di sebuah hotel mewah di Jakarta bersama artis AA. Sebab, ketika TM dipertemukan dengan Obbie pekan lalu, TM bersikeras menampik mengenal dan pernah bertemu dengan Obbie.

“Ya, (TM) dikonfrontir (dengan RA). TM dipanggil ketemu dengan Obbie tapi menyangkal, bilang enggak kenal Obbie, (yang diperlihatkan) bukan pin BBM-nya, bukan nomor HP-nya,” kata Pieter. Namun, menurut Pieter, sangkalan TM itu langsung dibantah oleh Obbie. Dengan rincinya Obbie menyebutkan satu per satu tempat dimana ia dan TM pernah bertemu. TM yang awalnya selalu memberi penyangkalan, akhirnya terdiam. “TM menyangkal dan bilang enggak kenal Robby. Tapi Robby bilang kalau dia kenal, pernah ketemu. TM hanya diam saat itu dan tidak bantah lagi akhirnya,” tukas Pieter.