Category Archives: Pelawak

Ferrasta Soebardi alias Pepeng Meninggal Dunia

Sekitar pukul dua dini hari, Rabu (6/5) Ferrasta Soebardi alias Pepeng mengeluh dadanya sesak. Ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Puri Cinere dan masuk ruang ICU, menurut penuturan Bens Leo. “Mungkin serangan jantung,” ujar Bens saat ditelepon padaa Rabu (6/5) siang ini. Dua orang dokter sempat membantu Pepeng. Ia dipasang alat pernapasan. Seorang dokter lagi masuk ruang ICU, lalu keluar dengan kabar duka. Pepeng dinyatakan meninggal dunia. “Pukul 10.05 WIB tadi meninggal,” ujar Bens.

Pepeng meninggal dikelilingi keluarganya. Seorang putranya yang bernama Mio, dan Tami, istrinya. Menurut penuturan Bens, Pepeng seperti menunggu istrinya datang sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Bens sendiri kebetulan berada di sana. Ia sedang menjemput istrinya yang memang seorang dokter di RS Puri Cinere. Pukul 09.30 WIB, sang istri berkata bahwa Pepeng sedang kritis. Bens pun masuk ke ICU, mengunjungi Pepeng. “Dia bilang, ‘Dada saya sesak’. Dia juga sempat pegang tangan saya,” ujar Bens lagi.

Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Pepeng langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Bumi 9 Nomor 98, Komplek Bumi Pusaka Cinere. Seluruh keluarga sudah berkumpul di sana. “Tinggal satu anaknya di Kuala Lumpur, sedang dihubungi,” kata Bens menirukan putra Pepeng. Pepeng dikenal sebagai komedian. Selain di televisi dan radio, Pepeng pernah menjadi pekerja kantoran. Ia lantas beken dengan telekuis Jari-jari, hingga kini.

Pria kelahiran Sumenep, 23 September 1954 itu mengidap penyakit langka yang dikenal dengan nama multiple sclerosis. Pepeng harus memakai kursi roda karenanya. Meski begitu, Pepeng tetap pernah memandu Jari-jari lewat situ.. Beberapa dokter keluar masuk ruangan ICU Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta, Rabu (6/5) sejak pukul 02.00 WIB. Di dalamnya ada Ferrasta Soebardi, komedian Indonesia yang lebih beken dengan nama Pepeng. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh dadanya sesak.

Upaya dokter merawat intensif Pepeng tak berhasil. Pukul 10.05 WIB, Pepeng dinyatakan meninggal dunia. “Ada saya, putranya Mio, dan Mbak Tami, istrinya,” ujar Bens Leo saat dihubungi siang. Bens mengatakan, istri Pepeng datang pada saat-saat terakhir. “Tapi dia sempat membacakan Al-Quran dan bilang ‘I love you.'” Bens mengaku melihat langsung detik-detik kritis Pepeng, sampai napasnya terembus untuk terakhir kali. Ia yang sebelumnya tak pernah melihat orang meregang nyawa di depan matanya, menyebut kematian Pepeng itu sangat indah.

“Dia enggak ngorok. Istrinya datang, baru dia lepas. Dia seperti menunggu istrinya,” ucap pengamat musik senior itu. Sebelum Pepeng meninggal, Bens sempat masuk ke ruangan ICU dan berinteraksi dengan pembawa Jari-jari itu. Kata Bens, Pepeng sempat menggenggam tangannya. Ia juga mengeluh dadanya sakit. Sebab meninggalnya Pepeng, diperkirakan Bens adalah sakit jantung. Sebelumnya Pepeng sudah pernah mengalami serangan serupa, Maret tahun lalu. Pria asal Sumenep, Madura itu pernah dirawat di rumah sakit, tapi lalu pulih. Serangan kali ini rupanya telah merenggut nyawanya. Jenazah Pepeng langsung dibawa pulang ke rumah duka di Jalan Bumi 9 Nomor 98, Komplek Bumi Pusaka Cinere, Jakarta.

Meninggalnya Ferrasta Soebardi alias Pepeng, mengejutkan Charles Gozali, sutradara Finding Srimulat. Ia sedang menghadiri sebuah seminar saat dihubungi. Charles mengaku baru mendengar kabar duka itu, dan langsung mengontak putra Pepeng. “Saya kehilangan teman luar biasa,” ucapnya.Charles pernah sekali bekerja sama dengan Pepeng, saat menggarap Finding Srimulat. Meski sulit bergerak dan tak bisa jalan, Pepeng saat itu tetap membantu timnya. Selain mengonsep, ia juga banyak memberi inspirasi.

“Film itu dibuat selama empat tahun. Satu setengah tahun pertama kami enggak dapat sponsor,” ujar Charles bercerita. Ia lalu berkonsultasi dengan Pepeng. Kata-kata sang pemandu telekuis Jari-jari itu menggugahnya. “Dia bilang, ‘Kalau mengalami kondisi sulit, yakinlah itu diberi karena kita mampu. Saya bukan superhero, saya juga sering menengadah dan bertanya pada Tuhan: why me? Tapi Tuhan kemudian melihat ke bawah dan menjawab: why not?’ Itu quote yang unik,” kata Charles lagi.

Puluhan tahun lamanya Pepeng mengidap multiple sclerosis. Penyakit itu menyerang saraf otak dan membuat beberapa anggota tubuhnya lumpuh. Pepeng terpaksa berkursi roda. Belakangan, ia hanya bisa berbaring di ranjang. Pepeng sampai menyebut dirinya “bed man”. Plesetan Batman.Penerimaan ikhlas Pepeng pada penyakitnya membuka mata Charles. Apalah arti 1,5 tahun tanpa sponsor, pikirnya, jika dibanding puluhan tahun menderita seperti Pepeng. Pepeng saja bisa menerima itu, bahkan memarodikannya.”Dia sebut diri bed man. Dia juga bilang, ‘Saya ini enggak sakit kok. Cuma enggak bisa jalan saja’,'” ujar Charles menuturkan.

Charles jadi sangat mengagumi Pepeng. Apalagi saat ia tahu, sampai akhir hidupnya mantan personel Sersan Prambors itu masih menghidupi keluarga. “Dia bekerja online, dia jualan kacang. Dia bantu kami promosikan film.”Menariknya, bantuan yang Pepeng berikan untuk Finding Srimulat adalah cuma-cuma. Ia tak mau dibayar. “Kalian itu orang gila yang waras,” kata Pepeng kala itu kepada Charles.Timnya disebut gila karena berusaha menyatukan kembali kelompok Srimulat yang tercerai-berai, dan membuatkan mereka panggung film. Tapi waras, karena memang begitulah yang seharusnya orang lakukan untuk menyelamatkan bangsa. Lewat penghargaan terhadap budaya dan sejarah.

“Anggap gue sama gilanya seperti kalian,” ujar Pepeng menyambung ucapannya sebelumnya. Saat seharusnya butuh didukung, ia justru mendukung orang lain. Itu yang Charles kagumi darinya.harles sendiri belum sempat mengunjungi Pepeng lagi sejak Januari lalu. “Kondisinya masih sehat saat itu. Saya sempat cerita macam-macam dan dia tertawa sampai sakit perut dan mengangkat tangan. Saya senang masih bisa bikin dia ketawa,” kata Charles mengenangnya.

Charles kini hanya bisa berharap, semangat dan cita-cita Pepeng bisa terpenuhi lewat generasi muda seperti dirinya. “Kalau kita percaya ada kehidupan setelah ini, seharusnya di sana Mas Pepeng sudah tertawa dan lari-lari,” ucapnya. Sebelumnya diberitakan, Pepeng meninggal karena serangan jantung di Rumah Sakit Puri Cinere, Rabu (6/5) pukul 10.05 WIB. Kata Charles, jenazah akan dimakankan di BSD sore nanti, setelah dibawa ke rumah duka di Cinere.

Komedian Ferrasta Soebardi alias Pepeng mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul sepuluh pagi ini (6/5), setelah sebelumnya, pada dini hari tadi, merasakan sesak di dada. Pepeng segera dibawa ke Rumah Sakit Puri Cinere dan masuk ruang ICU. Demikian disampaikan pengamat musik Bens Leo Kebetulan, ia berada di rumah sakit itu.”Mungkin serangan jantung,” ujar Bens saat ditelepon pada Rabu siang (6/5).

Kejadian ini seolah mengingatkan kejadian setahun kemarin, pada Maret 2014, saat Pepeng mengalami serangan jantung dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Puri Cinere.Merunut keterangan Gemirio Muhammad, putra kedua Pepeng, kepada awak media, ketika itu, ayahnya pertama kali terkena serangan jantung dan infeksi paru pada Agustus 2013.

Pepeng menderita Multiple Sclerosis sejak Juli 2005. Ia dirawat di rumah sendiri karena merasa lebih nyaman. Dikatakan Mio, ketika itu, bila di rumah sakit, ayahnya stres. Dirawat di rumah selama 10 tahun terakhir, Pepeng terus dijaga sanak famili secara bergiliran. Kondisinya tak memungkinkan ia dibiarkan sendiri tanpa pengawasan dan perawatan. Di kamar tidur yang disebut “gua,” pemandu telekuis Jari-jari ini mampu menyelesaikan studi S2 bidang psikologi di Universitas Indonesia, juga buku Di Balik Jari-Jari.

Sineas Charles Gozali yang pernah membezuk Pepeng tak pernah lupa candaan sang komedian soal sakitnya. “Ia bertanya kepada Tuhan, ‘Why me?’ Lalu, Tuhan berkata, ‘Why not!'” Komedian Indonesia Ferrasta Soebardi, atau yang lebih dikenal dengan nama Pepeng, dinyatakan meninggal dunia pada hari ini, Rabu (6/5), pukul 10.05 WIB di Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta. Pepeng dirawat di rumah sakit setelah mengeluh sesak napas dan sakit dada.

Penyebab kematiannya diperkirakan adalah serangan jantung. Sebelumnya Pepeng juga pernah mengalami serangan serupa, Maret tahun lalu. Namun, jauh sebelum mengalami sakit jantung, pria asal Sumenep, Madura itu telah bertahun-tahun hidup dengan penyakit langka multiple sclerosis.Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang selubung pelindung (myelin) yang menutup saraf di otak. Kerusakan myelin mengganggu komunikasi antara otak dan seluruh tubuh. Pada akhirnya, kondisi saraf sendiri mungkin memburuk, dan kerusakannya tak bisa diperbaiki.

Penyebab multiple sclerosis tidak diketahui pasti hingga saat ini. Para ahli hanya meyakini MS sebagai penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendiri. Dalam MS, proses ini menghancurkan myelin, yaitu zat lemak yang melapisi dan melindungi serat saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Myelin dapat dibandingkan dengan isolasi pada kabel listrik. Ketika myelin rusak, pesan-pesan yang melakukan perjalanan sepanjang saraf mengalami keterlambatan atau terblokir.

Djudjuk Djuwarijah Pelawak Srimulat Meninggal Dunia

Jenazah pelawak Srimulat Djudjuk Djuwarijah dari RS Dr Sardjito Yogyakarta dibawa ke RS Panti Rapih Yogyakarta. Di RS Panti Rapih jenazah Djudjuk dirias dan kemudian didoakan. Anak-anak, cucu dan kerabat dari Djudjuk nampak berkumpul di RS Panti Rapih. Beberapa diantaranya terlihat menangis sedih atas kepergian Djudjuk. Setelah didoakan oleh Pendeta Joshua dari Solo, jenazah Djudjuk kemudian dimasukkan kedalam ambulans untuk diberangkatkan ke Solo. Jenazah diberangkatkan sekitar pukul 20;10 WIB.

Menantu Djudjuk, Wirinto Endi(47) mengatakan, jenazah Djudjuk akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Bonoloyo, Solo hari Sabtu(7/2) besok pukul 13.00 WIB. Untuk malam ini, jenazah di semayamkan dirumah duka di Jl Srigunting 2, Manahan, Solo. “Sesuai permintaan, jenazah dimakamkan disamping makam suaminya Pak Teguh. Permintaan ibu juga dirias rambut bersanggul dan bersasak dan berkebaya warna putih sesuai keinginanya,”kata Wirinto Endi di RS Panti Rapih Yogyakarta, Jumat(6/2/2015).

Dimatanya, Djudjuk adalah sosok ibu yang luar biasa. Ia banyak mengikuti berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan di Solo. Sebelum dimakamkan, akan dilaksanakan upacara pelepasan jenazah di rumah duka pada pukul 10.00 WIB. Djudjuk Djuwarijah, lahir pada tanggal 20-3-1947 dan wafat tanggal 6-2-2015. Djudjuk meninggalkan 4 orang putra putri dan 8 cucu. Ke empat putra putri Djudjuk yakni Eko Saputra, Ari Wibowo, Mia Pertama, dan Cintia Perdana.

Dunia lawak kehilangan salah satu pentolannya. Jujuk Juariah wafat di Yogyakarta hari ini. Jujuk mengembuskan nafas terakhir di Ruang Amarta RS dr Sardjito sekitar pukul 15.10 WIB, Jumat (6/2/2015). Almarhumah dirawat karena penyakit kanker sejak Senin (1/2) lalu. “Mohon dimaafkan kesalahannya saat beliau masih hidup,” tutur menantu Djujuk, Quirinto Endy, ketika dikonfirmasi detikcom. Jujuk merupakan seniman kelahiran Solo. Pelawak wanita ini wafat di usia 67 tahun. Di Srimulat, ia kerap berperan sebagai ibu rumah tangga.

Pelawak senior Srimulat Jujuk Juariah meninggal dunia di RS Sradjito Yogyakarta pukul 15.10 WIB. Jenazah rencananya sore ini langsung dibawa ke rumahnya di Solo Jawa Tengah. Menantu Jujuk, Quirinto Endy (47) mengatakan, jenazah Jujuk akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Bonoloyo, Solo, Sabtu besok. Saat ini, jenazah masih di RS Sardjito Yogyakarta dan akan dikremasi di Panti Rapih.

“Nanti sudah selesai semua kita bawa pulang ke Solo. Ini masih nunggu secara klinis terus dibersihkan dulu,” kata Quirinto di RS Sardjito Yogyakarta, Jumat (6/2/2015). Jujuk meninggalkan 4 orang putra putri dan 8 cucu. Keempat putra putri Jujuk yakni Eko Saputra, Ari Wibowo, Mia Pertama, dan Cintia Perdana. Semua anak-anaknya sudah dewasa. Djujuk dirawat di ruang Pabiliun Amarta sejak hari Senin lalu karena menderita kanker. Namun, belum sempat di observasi lebih jauh, pelawak asal Solo ini meninggal. Di mata keluarga, Jujuk adalah seorang ibu yang luar biasa.

Pelawak Srimulat Mamiek Prakoso Meninggal Dunia

Pelawak Srimulat, Mamiek Prakoso, meninggal di Rumah Sakit Brayat Minulya, Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/8/2014) sekitar pukul 15.00 WIB. Mamiek mengembuskan napas terakhir di usia 53 tahun. Menurut informasi pihak Rumah Sakit kepada Kompas.com, pelawak asal Solo tersebut telah dirawat di rumah sakit sejak 1 Agustus 2014 karena sakit.

Belum diketahui di mana jenazah pria berjuluk “burung kepodang” itu akan disemayamkan sebelum dimakamkan.
Ucapan belasungkawa mengalir dari sejumlah selebritis. Salah satunya dari vokalis band Naif, David Bayu Danangjaya. “Selamat jalan istirahat dgn damai Mamiek Prakoso (pelawak) semoga diterima di sisi Nya,” kicau David lewat akun Twitter, @davidbayu. Ucapan duka cita juga datang dari penyanyi Glenn Fredly.

“Berduka untuk pelawak Srimulat Mamiek Prakoso yang meninggal dunia hari ini…Trimakasih kasih mas Mamiek.. #SrimulatLegenda,” kicau Glenn dalam akun Twitter, @GlennFredly. Sekadar informasi, Mamiek Prakoso lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 6 April 1961. Dia adalah pelawak Indonesia yang mengawali kariernya di grup lawak Srimulat. Ia juga adalah kakak kandung dari penyanyi campursari yaitu Didi Kempot.

Adik kandung Mamiek Prakoso, Eko Gudel menceritakan jika sebelum meninggal dunia kakaknya masih banyak canda dan tertawa di rumah sakit. Ia juga masih terlihat tegar. “Sebelum dirawat di Solo, H-2 lebaran sempat dirawat di Ngawi namun kemudian minta pulang pas hari lebaran. Tiga hari lalu, dia mengalami sakit lagi dan selanjutnya dikirim ke rumah sakit di Brayat Minulyo ini,” ungkapnya Minggu (3/8/2014).

Selama perjalanan dari Ngawi ke Solo, pihaknya sempat singgah di sebuah rumah sakit di Sragen karena Mamiek kesakitan. Tadi siang, kata Eko, kakaknya pun mengalami muntah darah. Kerabat Mamiek lainnya, Nunung juga mengatakan hal yang sama. “Katanya livernya bengkak,” tambahnya. Mamiek dikabarkan meninggal dunia pada pukul 14.35 WIB di Solo. Saat ini jenazahnya sedang disucikan dan selanjutnya akan dibawa ke rumah duka di Sidowayah, Ngawi. Rencananya jenazah Mamiek akan dimakamkan di Ngawi keesokan harinya.

Komedian kondang, Mamiek Prakoso alias Mamiek Podang, wafat di RS Brayat Minulyo, Solo. Belum ada keterangan resmi dokter. Namun pihak keluarga menyatakan Mamiek menderita problem lambung. Adik kandung Mamiek, Didi Kempot, mengatakan Mamiek wafat pada Minggu (3/8/2014) sekitar pukul 14.35 WIB, di RS Brayat Minulyo Solo. Mamiek meninggal ditunggui oleh keluarga dan kerabat.

“Kami tidak menyangka Mas Mamiek pergi secepat ini. Kami tidak mengetahui secara pasti dia menderita penyakit apa di akhir hayatnya. Dokter lebih paham. Tadi yang saya tahu, dia dirawat karena problem lambung,” ujar Didi Kempot kepada wartawan. Hal serupa juga disampaikan oleh Eko Gudel, adik Mamiek yang lainnya. Menurut Eko, Mamiek masih terlihat tegar dan banyak canda selama dua hari dirawat di RS Brayat Minulyo. Namun tadi siang Mamiek mengalami muntah darah dan akhirnya menghembuskan napas terakhir.

“Sebelum dirawat di Solo, H-2 lebaran sempat dirawat di Ngawi namun kemudian minta pulang pas hari lebaran. Tiga hari lalu, dia mengalami sakit lagi dan selanjutnya dikirim ke rumah sakit di Brayat Minulyo ini. Selama perjalanan dari Ngawi ke Solo, sempat singgah di sebuah rumah sakit di Sragen karena mengalami kesakitan,” ujar Eko. Saat ini jenazah Mamiek sedang disucikan dan selanjutnya akan dibawa ke rumah duka di Sidowayah, Ngawi. Rencananya jenazah Mamiek akan dimakamkan di Ngawi, Senin besok.

Mamiek adalah anak dari komedian kenamaan, Ranto Edi Gudel. Bersama-sama saudara-saudara di antaranya Sentot Selino, Didi Kempot, Eko meneruskan kiprah keluarga di dunia seni. Hingga wafat, Mamiek meninggalkan lima orang anak. Kabar duka datang dari dunia lawak Indonesia. Salah satu anggota Srimulat Mamiek Prakoso meninggal dunia sore ini karena penyakit liver yang diidapnya.

“Katanya livernya bengkak,” ujar sahabatnya Nunung, Minggu (3/8/2014). Namun kabar ini masih ingin dipastikan sendiri olehnya. “Tapi saya mau ke rumah sakit cari kepastian. Saya mau dengar dan lihat sendiri,” paparnya. Kabar kematian Mamiek ini didengar Nunung dari broadcast blackberry adiknya Mamiek. “Soalnya adiknya sendiri yang sudah broadcast beritanya.” Pria kelahiran Salatiga 1961 silam ini mengawali kariernya sebagai pelawak melalui grup lawak Srimulat. Ia juga adalah kakak kandung dari penyanyi Campursari yaitu Didi Kempot.

Tina Fey Jadi Duta Produk Maybelline Garnier

Komedian wanita favorit Hollywood, Tina Fey, terpilih sebagai juru bicara brand perawatan kecantikan wajah tersohor di dunia, Garnier.

Sebelumnya pada tahun 2011, Tina Fey telah dipercaya Garnier untuk menjadi duta dari seri produk perawatan rambut mereka. Namun, berlandaskan reputasi Tina yang baik di mata publik, akhirnya brand asal Amerika Serikat tersebut menobatkan komedian dari serial televisi populer 30 Rock tersebut untuk merepresentasikan produk perawatan wajah teranyar Garnier’s Ultra-Lift.

“Tina Fey telah membantu kami meraih sukses,” ujar David Greenberg, President dari Maybelline New York, Garnier. “Kepribadian, kecantikan, dan sifatnya yang hangat bersinergi dengan target konsumen kami. Maka dari itu, kami bersemangat untuk terus berada di keluarga besar Garnier.”

Kampanye komersil terbaru Tina Fey untuk produk perawatan wajah Garnier akan mulai dirilis pada bulan Mei mendatang. Seperti dikutip dari eonline, Tina merupakan selebriti yang bersahabat dengan media, rendah hati, cerdas, dan ibu yang berdedikasi. Selain itu, kulit putih sang bintang yang tanpa cela tidak perlu diragukan lagi bakal memberikan Garnier banyak keuntungan tahun ini.

Pelawak Jojon Meninggal Dunia

Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu pelawak terbaiknya. Djuhri Masdjan atau yang lebih dikenal sebagai Jojon meninggal dunia Kamis (6/3/2014) pagi ini. Menurut informasi, Jojon menghembuskan napas terakhirnya pagi ini pukul 6.10 WIB. Ia meninggal karena serangan jantung.

“Telah meninggal pelawak H Djodjon jam 6.10 pagi karena serangan jantung di RS Ramsey Premier Jatinegara,” demikian pesan singkat yang diterima, Kamis (6/3/2014). Saat dikonfirmasi kabar ini, pihak rumah sakit juga telah membenarkan. “Iya benar, meninggalnya jam 6 pagi tadi,” ujar pihak RS Ramsey Premier Jatinegara. Rencananya, jenazah Jojon akan dibawa ke rumah duka yang berada di Sentul City, Bogor sekitar pukul 11.00 WIB.

Pelawak senior Jojon meninggal dunia di RS Premier Jatinegara. Keluarga berencana akan membawa jojon terlebih dahulu ke rumah duka di Sentul, Bogor. “Almarhum nanti dibawa ke rumah duka,” kata istri Jojon, Henny dengan suara pelan saat dihubungi melalui telepon, Kamis (6/3/2014).

Pelawak yang khas dengan kumis dan celana yang dipakai hingga perut ini, meninggal di RS Premier Jatinegara sekitar pukul 06.10 WIB. Jojon meninggal karena serangan jantung. Saat dihubungi telepon tak banyak kata yang diucapkan oleh Henny. Setelah dimandikan di rumah sakit, almarhum akan dibawa ke rumah duka di Jalan Puri Pangeran No. 3 Imperial Golf Estate, Sentul City, Bogor.

Jojon yang memiliki nama asli Djuhri Masdjan lahir di Karawang pada 5 Juni 1947.

Pelawak Jojon menghembuskan napas terakhirnya pagi ini, Kamis (6/3/2014). Kesehatan Jojon memang telah menurun drastis sejak beberapa hari lalu. Karena kesehatannya kian menurun, pihak keluarga membawa Jojon ke Rumah Sakit Premier Jakarta Timur untuk mendapatkan perawatan yang intensif pada Selasa (4/3/2014) dini hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sukendar selaku humas Rumah Sakit Premier saat dihubungi, Kamis (6/3/2014). “Jojon sudah masuk rumah sakit tanggal tanggal 4 Maret pukul 00.30 WIB,” ujar Sukendar. Jojon yang memiliki nama asli Djuhri Masdjan meninggal di usianya yang ke-66. Almarhum lahir di Karawang pada 5 Juni 1947.

Pelawak Jojon meninggal dunia. Pria bernama asli Djuhri Masdjan itu tak hanya lihai dalam melawak. Ia juga dikenal sebagai aktor yang telah membintangi beberapa judul film dan sinetron. Pria berdarah Sunda ini terakhir terlibat dalam sinetron ‘Emak Ijah Pengen ke Mekkah’ yang tayang di SCTV. Berbeda dengan pelawak di usia senja lainnya, Jojon terbukti masih bisa terus eksis di panggung hiburan.

Merangkum perjalanan pelawak yang identik dengan kumis kotaknya itu dari berbagai sumber. Jojon lahir di Karawang, 5 Juni 1947. Ia mengawali karier lewat grup lawak Jayakarta bersama Hasanuddin atau U’u, Suprapto atau Esther, dan Cahyono. Grup lawak ini sangat eksis selama tahun 1970-an hingga 1980-an. Pada 1990-an, satu per satu anggotanya hengkang, masing-masing memutuskan untuk bersolo karier.

Sejak awal kemunculannya, Jojon punya ciri khas. Yakni kumis kecil di bawah hidung ala Charlie Chaplin atau Adolf Hitler, potongan rambut dibelah tengan yang licin, celana dengan pinggang tinggi dan suspender yang menahan celananya yang menggantung selutut.

Tak hanya melawak, Jojon juga pernah mengeluarkan album lagu pop Sunda berjudul ‘Pamali’. Setelah itu, Jojon pun eksis lewat beberapa judul film. Debutnya diawali dengan film bertajuk ‘Tiga Dara Mencari Cinta’ pada 1980.

Pada 2011, ‘Badai di Ujung Negeri’ menjadi film terakhir bagi Jojon. Ia beradu akting dengan aktor dan aktris muda seperti Arifin Putra dan Astrid Tiar.

Total film yang dibintanginya ada sembilan: Tiga Dara Mencari Cinta (1980), Okey Boss (1981), Apa Ini Apa Itu (1981), Barang Antik (1983), Vina Bilang Cinta (2005), Setannya Kok Beneran? (2008), Doa Yang Mengancam (2008), Mau Dong Ah (2009), Badai di Ujung Negeri (2011)

Jojon meninggal dunia karena serangan jantung pada 6 Maret 2014. Ia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Pedes, Bogor. Dalam sebuah wawancara Cahyono teman Jojon di Jayakarta Grup yang juga tetangga rumah mengatakan, Jojon adalah lulusan Pondok Pesantren Wanaraja. Jojonlah yang pertama kali mengajari Cahyono. Cahyono memang diketahui menjadi mualaf berkat bimbingan Jojon.

Meggy Wulandari Istri kedua Pelawak Kiwil Minta Cerai Lagi … Dulu Karena Jatah Seks Tidak Adil Sekarang Karena Tidak Kuat Melayani Kiwil Diatas Ranjang

Istri kedua pelawak Kiwil, Meggy Wulandari, kini tengah menyiapkan gugatan untuk bercerai dari sang suami. Demikian diberitakan DetikHOT.

“Aku lagi masukin gugatan cerai,” tuturnya kepada DetikHOT, Selasa (7/8).

Beredar kabar, rumah tangga mereka memang tak harmonis. Salah satu alasannya karena Kiwil tak bisa berbagi antara istri pertama dan Meggy. Namun menurut Meggy, yang sebenarnya terjadi adalah Kiwil gila seks. Ups!

“Mas Kiwil itu nggak punya moral, hanya punya nafsu. Dia tetap mau memiliki tubuh saya, tapi nggak mau membahagiakan saya dan anak-anak saya. Mas Kiwil gila seks,” tudingnya dengan nada tinggi.

Istri kedua komedian Kiwil itu mengaku bakal dimarahi jika nafsu seks sang suami tak dilayani. “Kalau keinginan Mas Kiwil tak dipenuhi, dia langsung marah. Dia bisa langsung marah, ngamuk. Dia tarik janji ke anak-anak,” katanya.

Berbeda ketika Meggy bisa memuaskannya, Kiwil pun dinilainya akan berubah 180 derajat. “Kalau saya mau memuaskan dirinya, dia baru peduli sama anak-anak,” tuturnya.

Meggy rencananya akan menggugat cerai suaminya itu besok di Pengadilan Agama Bekasi. Selama ini Meggy juga mengaku sudah ditalak oleh Kiwil sehingga keduanya tak serumah lagi.

Kiwil sendiri mengaku pasrah jika memang digugat cerai. “Saya menikah baik-baik jadi kalau mau pisah juga baik-baik, saya harus berikan haknya karena itu hak istri,” tutur Kiwil.

Bukan sekali ini hubungan Kiwil dan Meggy renggang. Akhir tahun lalu keduanya juga sempat bersitegang, dan Meggy juga minta cerai. Lucunya, waktu itu Meggy mintai cerai karena merasa tidak mendapat “jatah” yang adil. Bahkan sebelumnya dia mengaku kerap mendapat tindakan tak menyenangkan dari istri pertama Kiwil, Rohimah.

Marcella Zalianty dan Ananda Mikola Ijab Kabul Di Masjid At-Tien

Ananda Mikola telah resmi melamar kekasihnya, Marcella Zalianty, Minggu (7/11). Ananda ingin segera membawa hubungan mereka ke gerbang pernikahan. Kapan dan di mana hari bahagia itu akan digelar?

“Akadnya di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), resepsinya di tempat saya, di Sirkuit Sentul. Dari dulu saya memang inginnya pesta (pernikahan) di sirkuit,” aku Nanda.

Soal tanggal, pria yang sempat mendekam di balik jeruji karena tindak penganiayaan ini belum bisa memberitahukannya. Meski sang ayah, Tinton Soeprapto sudah menyebutkan tangga 20 Desember, Ananda memilih tetap merahasiakannya. “Tanggalnya belum dapat. Nanti dikabari lagi ya. Tapi kalau adat, kita akan pakai adat Jawa,” ujarnya.

Ayah Ananda, Tinton Soeprapto mengaku ingin melihat anaknya menikah tepat di Hari Kesetiakawanan Nasional yang jatuh tepat di tanggal 20 Desember 2010. “Pokoknya sesudah balapan Tapi katanya kalau mau nikah, enggak boleh balapan ya,” cetus Nanda sambil tertawa. Nanda dijadwalkan mengikuti balapan internasional di awal bulan Desember 2010..