Category Archives: Penyanyi

Penyanyi Mengaku Jadi Korban Ritual Seks Aa Gatot Brajamusti

Seorang wanita cantik berinisial CTP (26), mengaku menjadi korban pemerkosaan Aa Gatot Brajamusti saat masih berusia 16 tahun. Tidak hanya soal dugaan perkosaan, korban juga mengungkap soal aspat hingga ritual seks. “Kalau aspat itu, iya. Korban juga sering diajak ritual aspat ‘makanan jin’. Dia keluarkan aspat itu dalam bentuk kristal, katanya kalau makan langsung dia (Aa Gatot) bisa lebih asik,” papar Sudharmono Suprapto selaku kuasa hukum CTP kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/9/2016) malam.

Menurut pengakuan CTP, aspat adalah ritual yang belakangan dia ketahui nyabu. “Dihisap pakai bong,” cetusnya. Namun, selama diajak nyabu bareng, korban tidak pernah sekalipun diminta bayaran. Korban juga mengaku tidak pernah tahu di mana Aa Gatot menyimpan sabu tersebut. “Korban tidak tahu Aa Gatot menyimpannya di mana, korban tahunya sudah tersedia terus dipakai bareng-bareng,” imbuhnya.

Selain ritual aspat, CTP juga mengungkap adanya ritual seks yang dilakukan Aa Gatot Brajamusti. Menurut korban, ritual seks itu dilakukan dengan dalih untuk transformasi oksigen bagi jin yang ada di tubuh Aa Gatot. “Menurut klien kami, ketika korban diajak berhubungan badan itu, selalu dikatakan bahwa di dalam diri Aa Gatot itu ada jin yang harus mendapatkan oksigen, dan oksigennya ada di dalam rahim perempuan, caranya dengan memasukkan kelamin ke korban,” papar Sudharmono.

Terkait pengakuan CTP ini, pengacara Aa Gatot, Muara Karta menilai hal itu adalah upaya untuk menjatuhkan Aa Gatot. “Biasa orang sudah jatuh tertimpa tangga, semua jadi jelek. Ritual kan tidak hanya ritual yang kontra tapi yang pro. Yang kontra ini mungkin karena kepentingannya tidak terpenuhi,” ujar Muara Karta saat dikonfirmasi, Jumat (9/9/2016). Muara juga memperingatkan korban untuk berhati-hati dan tidak menebar isu. “Kalau itu jadi menebar fitnah, ini semua ada undang-undang yang ngatur, ada UU ITE,” lanjut Muara.

Lebih jauh, lanjut Muara, kliennya tidak melakukan penyimpangan atau aliran sesat dalam menyebarkan ilmu spiritual kepada murid-muridnya. “Tanya deh sama bunda (menyebut nama artis). Coba tanya dia seperti apa di padepokan itu, tidak ada hal-hal begitu,” tandasnya. Penyidik Subdit Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan CTP (26), wanita yang mengaku diperkosa oleh Aa Gatot Brajamusti. Pemeriksaan dilakukan terkait pengakuan perkosaan yang dialami korban.

“Sore ini kami lakukan pemeriksaan terhadap korban yang mengaku diperkosa oleh Aa Gatot Brajamusti,” ujar Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sutarmo kepada wartawan di ruangannya, Jumat (9/9/2016). CTP yang memakai sweater hijau muda itu tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 14.30 WIB. Ia didampingi oleh salah satu pengacaranya, Ronny Sapulete. “Kami dalami dulu keterangan korban sambil mencari alat buktinya,” imbuhnya.

Saat ditanya apakah Aa Gatot akan diperiksa soal laporan korban, Sutarmo mengatakan hal itu akan dilakukan setelah polisi memeriksa korban dan saksi-saksi. “Nanti kita periksa saksi-saksinya dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya CTP melapor ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/9) malam. Dalam laporannya itu, CTP mengaku diperkosa oleh Gatot ketika berusia 16 tahun. Dia juga akhirnya memiliki anak dari Aa Gatot yang kini berusia 4 tahun. Aa Gatot Brajamusti tidak hentinya ‘diserang’ oleh perempuan. Setelah penyanyi cantik berinisial CTP (26) yang mengaku diperkosa Aa Gatot, ada 4 wanita lainnya yang diduga menjadi korban Aa Gatot.

“(Dari 4 wanita) Ada yang salah satunya mengaku jadi korban pemerkosaan Aa Gatot juga. Besok (Jumat hari ini) kita lapor lagi,” ujar salah satu kuasa hukum CTP, Sudharmono Saputra, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/9/2016). Sudharmono pada Kamis (8/9/2016) mendampingi CTP melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Menurut Sudharmono, dugaan pemerkosaan itu terjadi ketika korban berusia 16 tahun. Korban saat itu sudah tidak bersekolah, hanya sampai tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sudharmono mengatakan, korban pertama kali mengenal Aa Gatot setelah dikenalkan oleh manajemennya. Korban sendiri awalnya tertarik dengan Aa Gatot karena ingin menjadi backing vokalnya. “Korban ini kan penyanyi, cuma belum diperdalam. Dia tertarik menjadi backing vocal Aa Gatot untuk album ‘Terkadang’. Tetapi kemudian korban diajak untuk berhubungan badan,” ungkapnya.

Selama itu, korban tidak bisa berbuat apa-apa lantaran telah didoktrin oleh Gatot. Korban juga mengaku mendapat ancaman dari Aa Gatot bila tidak menuruti keinginannya. “Korban ketakutan dan selama ini didoktrin bahwa dia (Aa Gatot) adalah Tuhan, titisan Nabi Sulaiman, Malaikat Izroil lah. Kemudian diancam bila tidak mengikuti keinginan dia, maka nanti akan celaka. Sehingga korban ketakutan dengan ancaman-ancaman dan doktin itu dan mengikuti keinginannya,” bebernya.

Bahkan, lanjut Sudharmono, kliennya pernah hamil karena disetubuhi korban. Saat ini, korban juga sudah memiliki anak dari Aa Gatot yang kini berusia 4 tahun. “Dulu waktu korban berusia 20 tahun itu korban pernah hamil tetapi disuruh untuk digugurkan dan digugurkan saat usia kandungan 2 bulan. Digugurkan di Raden Saleh, biaya dari mereka,” tambahnya.

“Kemudian tahun 2011 korban hamil lagi dan anaknya lahir tahun 2012. Tetapi anak tersebut tidak diakui oleh Aa Gatot,” sambungnya. Setelah kehamilan di tahun 2011, korban akhirnya ‘lepas’ dari cengkeraman Aa Gatot. “Korban lepas dari Aa Gatot setelah dibawa rukyah oleh orangtuanya. Selama bersama Aa Gatot, korban ini selalu menentang orangtua,” tuturnya.

Pengacara Aa Gatot, Muara Karta membantah pernyataan Sudharmono. Muara mengatakan, CTP merupakan istri Aa Gatot. “CTP memang istrinya cuma memang sudah pisah, dan sudah punya anak dari Aa Gatot,” ujar Muara, Jumat (9/9/2016). Muara justru mempertanyakan pelaporan CTP tersebut yang juga mengaku tidak dinikahi oleh Aa Gatot. Menurutnya, kliennya sudah menikah dengan CTP.

“Itu saya tidak tahu (apakah pernikahannya tercatat di KUA atau tidak-red). Tetapi sebagai seorang muslim, mungkin ada ijab kabul secara nikah siri atau mut’ah,” jelasnya.Seorang wanita cantik berinisial CTP (26) yang mengaku pernah diperkosa oleh Aa Gatot Brajamusti, melapor ke Polda Metro Jaya. Pengakuan CTP ini dibantah oleh Muara Karta selaku pengacara Aa Gatot Brajamusti. “CTP memang istrinya cuma memang sudah pisah, dan sudah punya anak dari Aa Gatot,” ujar Muara Karta.
Muara justru mempertanyakan pelaporan CTP tersebut yang juga mengaku tidak dinikahi oleh Aa Gatot Brajamusti. Menurutnya, kliennya sudah menikah dengan CTP. “Itu saya tidak tahu (apakah pernikahannya tercatat di KUA atau tidak-res). Tetapi sebagai seorang muslim, mungkin ada ijab kabul secara nikah siri atau mut’ah,” jelasnya.

Muara mengaku heran dengan laporan CTP tersebut. Apalagi, peristiwa dugaan pemerkosaan itu terjadi pada 2010 dan baru dilaporkan sekarang setelah Aa Gatot tersandung kasus. “Sekarang kalau dia bilang tidak dinikahi, yang biayain anaknya siapa, nafkahnya segala macam. Kan Aa Gatot yang nafkahin. Artinya Aa Gatot tetap bertanggung jawab,” urainya.

Soal pengakuan CTP yang juga mengaku pernah disuruh Aa Gatot untuk menggugurkan kandungannya ketika korban berusia 20 tahun, menurut Muara, tudingan itu tidak berdasar. “Itu fitnah (gugurin), buktinya kan sudah punya anak dan kalau tidak salah 4 tahun umurnya. Kalau dia bilang disuruh gugurkan, kenapa bisa punya anak?,” tambahnya.

Korban mengaku ketika disetubuhi Aa Gatot dari kurun waktu 2007-2011 setelah didoktrin dengan berbagai hal. Karena itu, korban baru melaporkan kasus tersebut saat ini. “Kenapa tidak dulu-dulu melapor. Kalau dia bilang kejadiannya dari 2007-2011 kan itu lama sekali, doktrin itu kan perlu waktu lama. Kan dia punya kesempatan saat itu untuk melapor, kenapa tidak melapor saat itu,” lanjutnya.

Lebih jauh Muara menilai bahwa pelaporan korban hanya untuk menjatuhkan martabat Aa Gatot semata. “Biasa, namanya orang sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah orang kena musibah, pasti keluar yang buruk-buruknya, padahal belum tentu benar,” pungkasnya.

Kursus Makeup Glamour Party Workshop Sehari with Reza Azru

Glamour Party Make Up Workshop dan Kursus sehari bersama Makeup Artist Reza Azru

Glamour Party Make up Workshop with Reza Azru

Bagaimana mendapatkan hasil makeup yang glamour untuk ke pesta tanpa terlihat medok. Dibimbing secara ekslusif oleh Reza Azru. Tempat terbatas hanya untuk 30 Orang. Tempat duduk berdasarkan nomor pendaftaran.

Materi : Blending Foundation, Contouring, Perfect Brows, Bleding Eye Shadow, Lipstick Application.

Peserta wajib membawa model sendiri, makeup tool dan bulu mata.

Kursus seminar workshop diadakan di Jakarta Design Center – Slipi Lantai 6, Lotus 3 pada hari Jumat, 23 September 2016 (09:00 – 17:00)

Reza Artamevia Akan Direhabilitasi di BNN

Vokalis Reza Artamevia akan menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) setelah sebelumnya ditangkap bersama Gatot Brajamusti dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Reza bersama Davina, Richard dan Yuti dipindah dari Polda NTB menuju kantor BNN NTB, Kamis (1/9/2016) siang. Setelah sampai di kantor BNN, mereka langsung naik ke lantai dua menuju salah satu ruangan disusul tim kuasa hukum.

Kuasa hukum Reza, Irfan Suriadiata, mengatakan bahwa hari ini kliennya kembali menjalani pemeriksaan kesehatan, tes urine untuk mengukur sejauh mana rehabilitasi akan dilakukan. Selain itu, mereka juga melakukan pemeriksaan tambahan BAP oleh kepolisian. Irfan mengatakan, karena tempat kejadian di NTB dan yang menyarankan untuk rehab adalah Polda NTB, maka kemungkinan rehabilitasi akan dilaksanakan di NTB.

Namun, saat ini pihaknya masih menunggu apakah rehabilitasi akan dilakukan di NTB atau di Jakarta. Selain itu, tim kuasa hukum Reza masih menunggu hasil tes yang nantinya akan menentukan apakah kliennya akan melakukan rawat inap atau rawat jalan. “Apakah rehabnya harus nginap atau tidak masih menunggu hasil dari BNN. Kan rehab enggak harus rawat inap,” kata Irfan.

Kuasa hukum penyanyi Reza Artamevia, Ramdan Alamsyah, mengatakan bahwa kliennya sudah berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan kedua anaknya. “Sudah bicara via telepon dengan dua anaknya semalam, kami yang hubungkan mereka,” ujar Ramdan saat dihubungi, Kamis (1/9/2016).Menurut Ramdan, selama perbincangan tersebut Reza banyak bercerita tentangan kondisinya setelah ditangkap oleh polisi karena kasus narkoba.

“Reza sempat berkaca-kaca matanya saat berbincang dengan dua anaknya,” kata dia.Sebagai informasi, Reza dinyatakan positif menggunakan narkoba. Ramdan mengatakan, pihaknya akan mengajukan permohonan rehabilitasi kepada Polda Nusa Tenggara Barat yang menangani kasus ini. “Kami akan mengirimkan surat permohonan rehabilitasi kepada Kapolda NTB mengingat tes hasil urine menunjukkan hasil positif.

Sebelumnya diberitakan, Reza diamankan bersama tujuh orang lain, termasuk Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti, di sebuah hotel di Kota Mataram. Mudji Massaid, mantan ipar vokalis Reza Artamevia, mengatakan bahwa pihak keluarga melarang anak-anak Reza melihat media sosial untuk sementara waktu.

Sebab keluarga khawatir pemberitaan soal pelantun “Keajaiban” itu mengganggu psikologis mereka yang masih di bawah umur. Diketahui, Reza diamankan dari kamar hotel di Mataram bersama Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti dan enam orang lainnya. “Enggak usah lihat sosmed. Lebih baik melihat homework dari sekolah aja,” kata Mudji lewat pesan WhatsApp, Selasa (30/8/2016).

Kendati begitu, adik mendiang Adjie Massaid itu mengakui dua keponakannya itu sudah tahu sang ibunda terjerat kasus narkoba. “Mereka kaget tentang semua ini. Tapi saat ini anak-anak baik-baik aja karena ada keluarga yang jagain keponakan aku,” ujar Mudji. “Sebagai paman, aku kasih mereka support. Yang penting sekolah dan jagain kesehatan mereka. Kami cuma bisa doain yang baik-baik aja (untuk Reza). Anak-anak butuh mamanya,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar membenarkan bahwa urine penyanyi Reza Artamevia terindikasi positif narkoba. “Iya betul, infonya hasil tes urinenya (Reza) positif,” ujar Boy saat dikonfirmasi, Selasa (30/8/2016). Namun, saat ditangkap, tak ada barang bukti yang melekat pada Reza. Sementara itu, Boy tidak mengetahui pasti identitas orang lain yang ikut tertangkap bersama Gatot.

Mudji Massaid, mantan ipar vokalis Reza Artamevia, menolak berkomentar tentang Reza yang terjerat kasus narkoba. “Aku belum mau kasih comment tentang semua ini karena ini baru terjadi,” kata Mudji lewat pesan WhatsApp, Selasa (30/8/2016). Namun, ia mengaku, pihak keluarga, terutama anak-anak Reza, sudah mengetahui kasus yang menimpa ibunda mereka. “Mereka tahu masalahnya ini,” ucap Mudji lagi.

Adik mendiang Adji Massaid itu melanjutkan, pihak keluarga saat ini berusaha menjaga dan mendampingi anak-anak Reza karena itu yang mereka butuhkan. “Aku mau fokus jagain anak-anak kakak aku dulu. Fokus ke ponakan dulu. Itu prioritas nomor satu,” kata Mudji. Diberitakan sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar membenarkan bahwa urine penyanyi Reza Artamevia terindikasi positif narkoba.

Reza merupakan salah satu dari delapan orang yang tertangkap di kamar hotel di Mataram bersama Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti dan enam orang lainnya. “Iya betul, infonya hasil tes urinenya (Reza) positif,” ujar Boy saat dikonfirmasi, Selasa (30/8/2016). Namun, saat ditangkap, tak ada barang bukti yang melekat pada Reza. Sementara itu, Boy tidak mengetahui pasti identitas orang lain yang ikut tertangkap bersama Gatot.

Artis Saipul Jamil Ditahan Karena Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

Polsek Kelapa Gading menetapkan artis Saipul Jamil sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur. Polisi memastikan Bang Ipul akan ditahan. “Saat ini yang bersangkutan belum ditahan, tetapi akan kita tahan,” ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona.

Sementara Bolly juga mengatakan, penyidik telah meningkatkan status Ipul sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur setelah dilakukan gelar perkara. “Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” imbuh Bolly. Sebelumnya, penyanyi dangdut sekaligus host ini dilaporkan oleh seorang remaja laki-laki yang dirahasiakan identitasnya pada pagi tadi ke Polsek Kelapa Gading. Remaja tersebut mengadukan penyanyi dangdut itu atas dugaan pencabulan.

Korban sebelumnya menginap di rumah pria yang akrab disapa Bang Ipul itu karena memang diminta datang ke rumahnya. Korban kemudian tidur di rumah tersebut. Kemudian korban terbangun ketika sedang dicabuli Ipul. Korban selanjutnya menuju ke Polsek Kelapa Gading dan melaporkan Ipul. Setelah mendapatkan laporan tersebut, Ipul kemudian dijemput aparat polisi. Ipul kemudian diperiksa di Polsek Kelapa Gading atas laporan korban.

Remaja pria berusia 17 tahun yang diduga dicabuli Saipul Jamil menjalani visum di RS Polri Kramatjati. Remaja itu ditemani seorang petugas dari Polsek Kelapa Gading saat ke RS Polri siang tadi. “Iya, tadi ada anggota Polsek Kelapa gading bawa seseorang untuk diperiksa,” jelas Kepala Instalasi Forensik RS Polri, AKBP Jayus Suryanta. Jayus menyampaikan, remaja itu menjalani serangkaian tes. Diketahui remaja yang masih pelajar itu dibawa Saipul ke rumahnya di Kelapa Gading pada Rabu (17/2) malam. Saat terbangun pagi tadi, dia melihat Saipul berbuat sesuatu di kemaluannya.

“Saya tidak bisa jelaskan apa yang diperiksa karena itu bagian dari penyidik,” tutur Jayus. Lalu bagaimana dengan hasil visum? “Sudah kami berikan ke penyidik untuk keperluan penyidikan. silakan ditanya ke Polsek Kelapa Gading,” tutup dia. Polisi mengungkap tindakan pencabulan yang dilakukan artis Saipul Jamil. Dari pengakuan korban remaja pria berusia 17 tahun dan masih pelajar, korban dicabuli saat sedang tidur.

“Nggak sampai penetrasi. Dioral dalam keadaan sedang tidur, kemudian terbangun dan korban teriak “Astagfirullah”,” jelas Kapolsek Kelapa Gading Kompol Ari Cahya Nugraha, Kamis (18/2/2016). Korban saat itu pada Kamis dini hari bertemu Saipul di studio sebuah televisi. Korban diajak menginap di rumah Saipul. Setelah sampai di rumah, korban diiming-imingi uang dan diminta memijat.

Setelah memijat, korban merasa curiga dan pindah tidur ke kamar lain. Tapi rupanya korban saat bangun dioral oleh Saipul, korban teriak. Dan saat pagi hari korban pergi ke polisi melapor. Polisi kemudian menjemput Saipul di rumahnya dan melakukan pemeriksaan. Sedang korban menjalani visum. Saksi-saksi asisten dan sopir serta pembantu Saipul juga diperiksa. “Setelah dilakukan itu, korban kabur ke bawah menyelinap lalu keluar. Terus lapor ke Polsek,” tutup Ari. Saipul sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan ditahan.

Remaja pria berusia 17 tahun diduga dicabuli oleh artis Saipul Jamil di rumahnya di Kelapa Gading, Jakut. Korban saat itu diajak ke rumah Saipul karena melihat pelaku yang artis.”Anaknya umur segitu melihat artis, gimana sih. Iya fans, fans pada umumnya, kemudian diajak artis siapa yang tidak mau. Tetapi saat itu korban tidak menaruh curiga,” jelas Kapolsek Kelapa Gading Kompol Ari Cahya Nugraha, Kamis (18/2/2016).

Ari menceritakan, korban dan Saipul sudah bertemu sebelumnya dan berkenalan. Pertemuan pertama pada 31 Januari lalu di studio di sebuah acara pencarian bakat. Tidak lama kemudian, terjadi pertemuan kedua, korban bertamu ke rumah Saipul.”Pertemuan kertiga saat ketemu korban sendirian di acara televisi swasta untuk bantu pijat. Karena SJ saat itu bawa satu asisten cowok,” ujar dia. Pada Kamis dini hari, korban diajak menginap di rumah pelaku. Kemudian Saipul meminta dipijat.

“Kemudian diminta berkali-kali akhirnya berhasil yang ketiga kali. Setelah korban curiga ada yang aneh dengan permintaan tersangka, korban mencoba mengelak. Awalnya korban mau salat tahajud, setelah itu kesempatan kedua korban mulai curiga, diminta melakukan perbuatan nggak pantas, korban kemudian tidur kamar lain lalu terjadilah perbuatan cabul,” urai Ari. Korban tersadar saat bangun. Korban kemudian pergi dan melapor ke polisi. Pihak kepolisian kemudian melakukan visum dan Saipul dijemput di rumahnya.

Polsek Kelapa Gading menetapkan Saipul Jamil sebagai tersangka kasus pencabulan remaja pria berusia 17 tahun. Polisi memiliki bukti Saipul melakukan tindakan pidana. Ada saksi dan juga hasil visum.”Tersangka,” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Ari Cahya Nugraha, Kamis (18/2/2016).Saipul kini masih menjalani pemeriksaan. Ari belum bisa memastikan apakah Saipul akan ditahan atau tidak. Polisi sudah memeriksa beberapa saksi. “Ada Pembantu, sopir dan asisten,” imbuh dia. Saipul dilaporkan pagi tadi setelah korban melapor ke Polsek Kelapa Gading. Polisi kemudian melakukan penjemputan ke rumah Saipul di Kelapa Gading.

Polisi menjerat Saipul Jamil dengan pidana pasal 82 UU Perlindungan Anak. Saipul terancam dengan pidana maksimal 15 tahun bui. “Yang bersangkutan sudah tersangka, bakal kami tahan,” kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona, Kamis (18/2/2016). Saipul masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kelapa Gading. Saipul juga sudah mengakui perbuatannya. Polisi sudah memeriksa saksi-saksi dan juga melakukan visum pada korban.

Saipul dilaporkan remaja pria berusia 17 tahun atas dugaan pencabulan. Korban melapor ke Polsek setelah terbangun dari tidur dan melihat dioral oleh Saipul. Korban sebelumnya diajak menginap di rumah Saipul di Kepala Gading. Korban mau karena sudah kenal dan juga melihat sosok Saipul yang seorang artis.

Selama Di Indonesia Bon Jovi Konsumsi 900 Gelas Kopi Hitam

Grup musik rock era 80-an, Bon Jovi, akan beraksi di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Jumat malam, 11 September 2015. Indonesia mendapat kehormatan sebagai negara pertama di delapan kota di Asia yang dikunjungi Bon Jovi dalam turnya yang bertajuk Bon Jovi Live!.

Selayaknya grup papan atas, Bon Jovi juga memiliki permintaan khusus. Bon Jovi minta disiapkan 900 cangkir kopi hitam dan 425 porsi makanan. Kopi adalah permintaan yang wajib tersedia di setiap konser yang mengingatkan bahwa Bon Jovi adalah tipe pekerja keras yang antirokok dan alkohol.

“Permintaan Bon Jovi tidak aneh-aneh. Mereka sangat gampang diajak bekerja sama,” ungkap Kimberley Fraser, Direktur Pelaksana Live Nation Indonesia, promotor musik yang mendatangkan grup band asal New Jersey, Amerika Serikat, ini.

Ini adalah konser kedua Bon Jovi di Indonesia. Sebelumnya, Bon Jovi yang masih diperkuat gitaris Richie Sambora pernah menghibur 60 ribu penonton di Ancol, 6 Mei 1995. Tanpa Richie Sambora yang hengkang pada 2013, konser kali ini tentu akan berbeda. Namun, dijamin tidak akan berpengaruh besar karena Bon Jovi akan dibantu oleh dua gitaris andal, Phil X dan Matt O’Ree.

Meski jadwal konsernya di Shanghai dan Beijing dibatalkan karena dugaan dukungan Bon Jovi terhadap tokoh Tibet, Dalai Lama, Bon Jovi tetap menjalankan turnya. Setelah Jakarta, Bon Jovi akan melanjutkan turnya ke Bangkok (15 September), Kuala Lumpur (19 September), Singapura (20 September), Seoul (22 September), Makau (25-26 September), Taipei (28 September), Abu Dhabi (1 Oktober), dan Tel Aviv (3 Oktober).

Denada Dan Jerry Aurum Akhirnya Bercerai

Keputusan penyanyi rap Denada dan sang suami, fotografer Jerry Aurum untuk bercerai ternyata sempat membuat terkejut artis senior yang juga politisi Emilia Contessa. “Tiba-tiba anak saya dateng sudah mantap mau mengajukan gugatan cerai, saya syok dan sedih,” kata ibunda penyanyi rap “Santai Saja” tersebut dalam wawancara di ruang kerjanya, di Kantor DPD RI gedung A lantai 1 Provinsi Jatim, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2015).

Pasalnya, Emilia pun pernah mengalami keretakan rumah tangga. Kini putrinya yang baru menikah sekitar tiga tahun itu justru mengalami masalah serupa. Karena itulah, Emilia mengaku cukup memahami perasaan putrinya. “Peristiwa itu menjadi trauma buat saya, saya tahu bagaimana sedihnya berpisah,” ucapnya.

“Ini yang saya selalu nasehati dia, ternyata mereka memutuskan berpisah, dia bilang. ‘Mah gimana caranya’. Kalau memang sudah bulat betul-betul itu pilihan,” tambah Emilia.Walaupun tak ingin terlalu mencampuri urusan rumah tangga anaknya, sebagai ibu, Emilia tetap berusaha memberikan nasehat kepada Denada. Namun, keputusan Denada untuk berpisah sudah bulat.

Segala upaya menurut Emilia sudah dilakukan. “Pandangan saya apabila anak saya ada masalah namanya keluarga mendamaikan, perbaiki, saya tidak menyalahkan siapapun, saya sudah mencoba memberitahu jalan, tapi dia dewasa dan sudah memutuskan dan bisa mempunyai jalan sendiri,” tutur Emilia.

Artis senior Emilia Contessa (57) tak mau menceritakan penyebab perceraian putrinya, Denada, dengan sang suami, fotografer Jerry Aurum. Namun, anggota DPD RI itu memastikan bahwa Jerry sudah tak lagi memiliki rasa untuk Denada. Hal itu disampaikannya dalam wawancara di ruang kerjanya, di Kantor DPD RI Provinsi Jawa Timur, Gedung A Lantai 1, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2015).

“Kemarin Jerry dateng dan mereka (Denada dan Jerry) masih sapa hai dan cipika-cipiki karena jerry ngambil anak mau diajak pergi (jalan-jalan). Pas bawa anak pulang, saya tanya, ‘Serius mau cerai?’ Saya tanya, karena kalau masih sayang dan mengharapkan jangan bercerai. Dia bilang, ‘Saya sudah enggak ada rasa’,” tutur Emilia.

Gugatan cerai sudah dilayangkan oleh Denada pada 24 Juni 2015. Emilia berjanji akan terus mendampingi putrinya menjalani proses perceraiannya. Sekarang pun ia menetap di rumah Denada di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Dia (Denada) tadinya enggak mau dateng, saya bilang jangan, harus dihadapi. Saya pasti mendampingi, saya berada di samping dia, Dena hanya punya saya. Semenjak Dena menikah, saya tidak pernah tinggal di rumahnya, ini pertama kali saya tinggal di rumahnya,” tuturnya lagi. Mengenai hak asuh anak, menurut Emilia, baik Denada maupun Jerry memutuskan akan dipegang oleh Denada sebagai ibu.

“Anak sudah diomongin, masalah agama sudah dibicarakan, sekolahnya juga. Saya melihat Jerry sangat bertanggung jawab kepada anak. Hak asuh di Dena, tapi kapan saja mau dibawa Jerry silakan, tapi tetap ayahnya harus izin,” ujar Emilia.

Kronologi Meninggalnya Yanni ‘Trio Libels’

Setelah pesawat Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ 071 mendarat di Terminal B Bandara Soekarno-Hatta, Yani Djunaedi atau Yanni Libels langsung masuk ke toilet Bandara. “Masuk ke toilet dan sempat duduk sebentar di toilet. Dia mengeluh sakit dan minta tolong petugas toilet,” kata Chief Security Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Dirja, Rabu, 25 Maret 2015. Petugas cleaning service segera melapor ke petugas keamanan yang kemudian menindaklanjutinya dengan melapor ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno-Hatta. Bersama-sama mereka membawa Yanni Libels ke klinik KKP yang ada di Terminal IB dengan menggunakan kursi roda.

Kepala KKP Soekarno-Hatta, Oenedo Gumarang, mengatakan petugas kesehatan KKP langsung memberikan pertolongan pertama kepada Yanni Libels yang saat itu sudah tak sadarkan diri. “Berkali-kali kami berusaha membuatnya sadar,” katanya. Namun upaya itu tidak berhasil. Sesaat kemudian Yanni dinyatakan meninggal. “Diduga karena serangan jantung,” kata Oenedo.

Penyanyi Yanni Trio Libels, yang mengembuskan napas terakhir di toilet Bandara Soekarno-Hatta, Rabu, 25 Maret 2015, diketahui tidak menderita sakit saat akan berangkat dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Yanni, yang menumpang pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 071 pukul 08.20, tadi masih bercengkerama dengan koleganya sesaat sebelum berangkat. Station Manager Sriwijaya Air Pangkalpinang Kian Se mengaku sempat bertemu dengan Yanni Trio Libels saat akan berangkat dan tidak melihat tanda-tanda sakit dalam diri Yanni Trio Libels.

“Terus terang kita kaget mendengar berita ini karena pagi tadi kita masih bercengkerama dan bersalaman. Almarhum juga sempat menitipkan kunci hotel kepada saya,” ujar Kian Se, Rabu, 25 Maret 2015. Kian Se mengatakan Yanni Trio Libels merupakan penumpang terakhir yang naik ke pesawat Sriwijaya Air dan duduk di kursi nomor 29D. “Kalau tidak salah, dia datang hari Senin untuk melayat meninggalnya Bapak Lo Kui Nam, yang merupakan ayah dari Presiden Komisaris Sriwijaya Air Hendri Lie. Selama di Pangkalpinang, ia menginap di Hotel Santika dengan kondisi sehat,” katanya.

Kian Se menyebutkan Yanni Trio Libels sempat mengeluh pusing dan panas-dingin saat tiba di Jakarta. Ia pun masih sempat meminta petugas Bandara untuk memberikan perawatan. “Namun, saat petugas itu membawa petugas medis, Yanni sudah tidak sadarkan diri dan langsung dibawa ke medical Bandara Soekarno-Hatta untuk mendapatkan perawatan. Namun dia tidak bisa diselamatkan,” tuturnya.

Juru bicara keluarga Lo Kui Nam, Ginting Samuel, mengatakan turut berdukacita atas meninggalnya Yanni Trio Libels. Menurut dia, Yanni sangat dekat dengan keluarga Lo Kui Nam dan sering dilibatkan dalam setiap acara Sriwijaya Air. “Kita sangat kehilangan sosok yang sangat dekat dengan kita. Semoga ia ditempatkan di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Dan kepada keluarga Yanni semoga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Atas nama Sriwijaya Air dan keluarga Lo Kui Nam, kita turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujarnya.

Personel Trio Libels, Yanni Djunaedi alias Yanni Libels, meninggal setelah keluar dari toilet Terminal I Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu, 25 Maret 2015. Kepala Kantor Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta Oenedo Gumarang menduga Yanni meninggal akibat serangan jantung. Saat itu, kata dia, Yanni, yang baru mendarat dengan pesawat Sri Wijaya Air rute Pangkal Pinang-Jakarta, langsung masuk ke dalam toilet. “Keluar dari toilet, dia langsung tumbang,” ujar Oenedo.

Menurut Oenedo, saat itu Yanni sempat mengambil kopernya yang diletakkan di tempat penitipan tas di depan toilet. Saat terjatuh, Yanni langsung ditolong petugas kebersihan. “Petugas kami datang dan segera memberikan pertolongan pertama,” ucapnya. Dokter Bandara Soetta, Sita, dan petugas kesehatan berupaya memberikan pertolongan sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan penyakit serangan jantung. Tapi upaya tersebut tak bisa menyelamatkan nyawa Yanni. “Nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal,” tuturnya.

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Indonesia. Yanni Libels, anggota Trio Libels, dikabarkan meninggal pagi tadi, Rabu, 25 Maret 2015. Kabar ini cukup mengagetkan karena Yanni masih sempat menulis pesan pada akun Facebook-nya, tepatnya empat jam yang lalu. Ia menulis, “On Board With Sriwijaya air. Bismillah.— travelling to Tangerang from Depati Amir Airport”. Masih ada teman yang sempat menggodanya. “Ole-ole jangan lupa ya,” tulis Marina. Setelah komentar itu, komentar duka pun berdatangan dari semua temannya.

Sehari sebelum terbang, Yanni juga sempat menuliskan perenungannya tentang hidup. “Saya pikir, hidup itu harus banyak meminta ~ ternyata harus banyak memberi. Saya pikir, sayalah orang yang paling hebat ~ ternyata ada langit di atas langit. Saya pikir, kegagalan itu final ~ ternyata hanya sukses yang tertunda. Saya pikir, sukses itu harus kerja keras ~ ternyata kerja cerdas. Saya pikir, kunci surga ada di langit ~ ternyata ada di hatiku. Saya pikir, Tuhan selalu mengabulkan setiap permintaan ~ ternyata Tuhan hanya memberikan yang kita perlukan,” tulis Yanni.

“Saya pikir, yang paling berharga itu uang dan kekuasaan, emas, permata ternyata bukan juga, yang paling penting dan paling mahal itu kesehatan dan nama baik,” Yanni melanjutkan. Pesan Yanni tersebut dibalas oleh rekannya, Ronnie Sianturi, “Amin ma Yanni, have a good day.” “Amin bang Ronnie Sianturi, makasih ya. Have a good day too, GBU,” balas Yanni. Satu personel Trio Libels, Yanni Libels, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Rabu, 25 Maret 2015.

Kabar duka ini beredar luas melalui broadcast BlackBerry Messenger dan jejaring sosial. “Berita duka: Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia sahabat kita, Yanni Libels, hari Rabu, 25 Maret, jam 09.45 WIB. Mari kita doakan semoga amal dan ibadah almarhum diterima Allah SWT. Amin,” cuit akun Twitter teman Yanni Libels.

Para sahabat dan rekan-rekan Yanni merasa kehilangan. Seorang teman Yanni mengunggah status terakhir penyanyi itu di Facebook. Di akun Facebook-nya, Yanni menulis: “On board with Sriwijaya Air. Bismillah traveling to Tangerang from Depati Amir Airport.” Status itu ditulisnya empat jam yang lalu. “Ya ampun, baru juga buat status kok dapat berita sudah meninggal,” tulis salah satu akun Facebook pada kolom komentar status tersebut.

Sebelumnya, Yanni menulis: “Ini bukan nasehat saya pikir…saya pikir hidup harus banyak meminta, ternyata harus banyak memberi”.