Category Archives: Politisi

Justin Beiber Chatting Dengan Malala Muslim Peraih Nobel Perdamaian Pertama Dari Afganistan

Setelah belakangan muncul dengan kabar pertengkaran dengan aktor Orlando Bloom, hal positif datang dari penyanyi muda Justin Bieber. Melalui akun Twitter, Justin mengungkapkan dia berkesempatan mengobrol melalui Face Time dengan remaja asal Pakistan peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai.

Justin mengumumkan pada lebih dari 53 juta followersnya di Twitter dan lebih dari 19,5 juta followers di Instagram soal aktivitasnya chatting online dengan Malala. Dia mengunggah foto Malala saat Face Time dengannya. “Just got to FaceTime with Malala Yousafzai,” begitu tulis pelantun ‘Baby’ itu pada caption foto yang diunggahnya pada Kamis (7/8/2014).

Dalam tweetnya Justin juga menuliskan betapa dia sangat terkesan dengan cerita dari Malala. Penyanyi 20 tahun itu mengaku tidak sabar untuk bertemu langsung dengan remaja yang dikenal sebagai aktivis HAM, pejuang pendidikan untuk wanita di Pakistan tersebut.

“Aku tidak sabar untuk bertemu langsung dengannya dan membicarakan bagaimana aku bisa membantunya dan @malalafund,” tulis Justin. Malala sendiri tidak menuliskan apapun di situs jejaring sosialnya soal aktivitasnya mengobrol dengan Justin via dunia maya. Hanya saja pada tahun lalu saat diwawancara CNN, remaja 17 tahun itu mengakui bahwa dirinya adalah fans dari mantan kekasih Selena Gomez tersebut.

Nama Malala menarik perhatian dunia ketika menjadi korban penembakan Taliban hingga jatuh koma. Dia ditembak dikepala di bus sekolahnya oleh seorang militan Taliban pada Oktober 2012 lalu. Serangan tersebut menjadi pemberitaan media internasional karena Malala ditembak dikepala sebagai hukuman atas karena bersekolah dan belajar sehingga dianggap Taliban berperan dalam mengkampanyekan pendidikan untuk anak-anak perempuan di negaranya.

Atas perannya memperjuangkan pendidikan itu Malala pun meraih Nobel Perdamaian Anak-anak. Penghargaan tersebut diterimanya pada 6 September 2013.

Foto Telanjang Dada Angel Lelga Untuk Cover Virus Slank Beredar

Belum lama ini beredar kabar soal foto telanjang Angel Lelga untuk cover album Slank. Padahal di waktu yang sama, Angel sedang dalam masa persiapan kampanye calon legislatif untuk Jateng Dapil 5. Lantas benarkah itu foto Angel? “Saya tidak menampik. Tapi itu sudah 15 tahun yang lalu. Saya masih belum mualaf,” kata Angel Lelga saat ditemui di Senayan City, Jakarta, Jumat (24/1/2014).

Mantan istri Rhoma Irama itu mengaku syok ketika mengetahui kabar tentang beredarnya gambar dirinya yang topless tersebut. Pasalnya saat mendengar itu, Angel tidak sedang di Ibu Kota. Tanpa pikir panjang, ia pun buru-buru membeli tiket pulang ke Jakarta. “Baru pulang dari dapil, saya dikasih tahu sama manajemen, saya kagetnya setengah mati. Saya juga sedih sedang tugas di Jateng 5,” tukas Angel.

Ia langsung mendatangi bunda Iffet dan Slank untuk menenangkan diri. Hingga kini, perasaan sedih masih belum bisa dibendung. Hal itu terlihat wanita yang kini berkerudung meneteskan air matanya kala menjawab pertanyaan wartawan seputar foto vulgarnya itu. “Saya nggak tahu itu darimana, coba kalau Anda digituin gimana. Padahal saya sekarang sudah mualaf,” tandas Angel sambil mengusap matanya.

Baru-baru ini, dunia maya dibikin heboh dengan beredarnya foto telanjang artis Angel Lelga dengan puting payudara yang ditutupi lakban tanpa kepala (dari bagian leher hingga pinggul) yang digunakan untuk cover album Slank berjudul ‘Virus’ yang beredar tahun 2001 lalu. Dalam foto tersebut, terlihat tubuh wanita telanjang itu dengan bagian puting payudara yang ditutup lakban, sementara bagian lainnya dari leher, perut, pusar sampai pinggung terlihat jelas. Uniknya, di bagian perut dalam tubuh tersebut terdapat logo grup band Slank dan tulisan ‘VIRUS’.

Setelah ditelaah, gambar tubuh perempuan telanjang tersebut memang terdapat dalam salah satu cover album Slank berjudul ‘Virus’. Namun, gambar yang baru-baru ini beredar lebih vulgar ketimbang yang ada di cover album tersebut. Banyak yang bertanya, tubuh seksi siapakah yang dijadikan model dalam cover album Slank itu?

Nama penyanyi Angel Lelga pun disebut-sebut sebagai artis yang difoto telanjang dalam cover album Slank yang laris manis tersebut. Hal itu pun diakui oleh manajer Slank, bunda Iffet. “Itu perut dan pusar Angel Lelga,” kata Bunda Iffet dalam sebuah kesempatan. Saat itu, nama Angel Lelga memang belum se-terkenal seperti saat ini. Pilihan Angel bukanlah tanpa alasan, selain karena dirinya merupakan sahabat istri Kaka Slank. “Ah, bukan apa-apa kok. Dia (Angel Lelga) kan teman Tascha, istri Kaka. Lagian kan dia sudah bantuin Slank jadi cover album meskipun cuma perut dan pusarnya saja,” kata Bunda.

Sampai berita ini diturunkan, Angel Lelga sendiri belum berkomentar. Wanita yang mencalonkan diri menjadi anggota DPR ini diketahui sedang sibuk untuk urusan pemilu di daerah pemilihannya. Dunia maya dihebohkan dengan peredaran gambar tubuh wanita telanjang dengan terlihat bagian payudara dan pusar. Uniknya, di bagian perut dalam tubuh tersebut terdapat logo grup band Slank dan tulisan VIRUS.

Sukseskan Pemilu 2014, Slank Ikut Seleksi Caleg Sukseskan Pemilu 2014, Slank Ikut Seleksi Caleg Setelah ditelaah, gambar tubuh tersebut memang terdapat dalam salah satu cover album Slank berjudul Virus yang beredar tahun 2001 lalu. Namun, gambar yang baru-baru ini beredar lebih vulgar ketimbang yang ada di cover album tersebut. Lalu, tubuh siapakah yang dijadikan model dalam cover album Slank itu?

Nama penyanyi Angel Lelga disebut-sebut sebagai artis yang difoto dalam cover tersebut. Hal itu pun diakui oleh manajer Slank, bunda Iffet.

Roy Suryo Berulah Lagi Di Pesawat Garuda dan Membahayakan Penumpang Lain Dengan Membawa 6 Bagasi Di Pesawat

Roy Suryo kembali membuat ulah di pesawat. Kali ini dia berulah dalam penerbangan Garuda Indonesia dari Yogyakarta ke Jakarta, pada Ahad, 20 Oktober 2013 pagi. Insiden terjadi antara Menteri Pemuda dan Olahraga itu dengan awak kabin Garuda.

Menurut sumber Tempo, waktu itu Menteri Roy dan keluarganya naik di kelas bisnis maskapai pelat merah itu. Roy sendiri membawa sekitar enam tas ke kabin. Awak kabin yang melihat Roy membawa banyak tas memberi tahu bahwa Roy hanya bisa membawa dua tas, sesuai peraturan penerbangan. Namun, Roy ngotot. “Ia meminta awak kabin itu untuk menunjukkan peraturannya,” ujar seorang penumpang yang menjadi saksi mata peristiwa itu. Untuk kasus ini, inilah tanggapan Garuda.

Menteri Roy akhirnya dihadapi oleh kepala kabin. Namun, Roy ngotot tetap bersama barangnya. Kepala kabin mengalah. Roy diminta meletakkan barangnya di kursi pesawat bisnis yang masih kosong. Kepala kabin juga meminta Roy mengikat tasnya dengan seatbelt, seperti penumpang. Ketika dimintai konfirmasi perihal soal ini, Roy mengatakan ini bukan urusan keluarga dan bagasi. “Masak saya mengurusi bagasi,” kata Roy melalui pesan pendek ketika menjawab klarifikasi Tempo, Kamis, 31 Oktober 2013. “Tidak ada masalah, kecuali ada yang berkata bohong.”

Aksi Roy Suryo ini menuai sejumlah kecaman. Ini bukan insiden pertama Roy Suryo di pesawat terbang. Ketika masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, pada Maret 2011, Roy membuat keributan saat akan naik pesawat Lion Air dari Bandara Soekarno Hatta tujuan Yogyakarta. Namun, waktu itu Roy mengakui kesalahannya. Ia turun dari pesawat. “Saya mohon maaf sudah mengganggu penerbangan Anda,” katanya sebelum turun.

Ini juga bukan insiden pertama yang dialami awak Garuda. Dua hari lalu, Wakil Ketua Ombusdman RI, Azlaini Agus, disebut-sebut telah menampar petugas ground handling maskapai Garuda Indonesia Airlines, Yana Novia Yana adalah karyawan PT Gapura Angkasa Pekanbaru yang saat itu bertugas melayani penumpang Garuda.

Menpora Roy Suryo meradang ketika banyak pengguna Twitter yang menegurnya terkait pemberitaan dia marah-marah di dalam pesawat Garuda Indonesia pada Ahad, 20 Oktober 2013. Roy langsung ngetwit soal pemberitaan tersebut lewat akun Twitternya @KRMTRoySuryo “Kalau tidak tahu masalah sebaiknya jangan TwitSal (=Twit ngAsal) Alias AsBun, Bro. Media yg percaya Issue (=Fitnah) sangat Lebay,” kata Roy membalas ritwit dari akun @fadjroel mengenai pemberitaan di Tempo.co

Lalu Roy kembali ngetwit. “Ya Bro. Tidak ada Saksi, Bukti & bahkan Garuda-pun tidak ada laporan ttg hal tsb. Saya heran, Rombongan resmi ber-8 kok disebut 1,” kata menteri berkumis ini. Roy mencoba meluruskan berita tersebut ketika dia bersama istrinya membawa enam tas ke dalam kabin meski telah dilarang petugas Garuda. Menurut Roy, pemberitaan tersebut terbilang lebay. “Garuda Indonesia sendiri heran ada yg LEBAY menyoal 8 orang bawa 6 cabin,” katanya.

Pernyataan itu berbeda dengan fakta yang dituturkan sumber Tempo. Menurut dia, setelah Roy ngotot tetap bersama barangnya, kepala kabin mengalah. Kepala kabin juga meminta Roy mengikat tasnya dengan seatbelt, seperti penumpang. Sejumlah penumpang melihat aksi itu merasa heran.

Salah satu follower Roy, @ari_mute mempertanyakan kebenaran berita itu. “Kalau memang hoax..kok ngga dilaporin ke dewan pers pak..” Dalam hitungan menit, Roy kembali membalas. “Bukan hanya ke Dewan Pers, kalau media LEBAY sudah memuat kabar tanpa klarifikasi & cenderung FITNAH, ada konsekuensinya.”

Menurut sumber Tempo, waktu itu Menteri Roy dan keluarganya naik di kelas bisnis maskapai pelat merah itu. Roy sendiri membawa sekitar enam tas ke kabin. Awak kabin yang melihat Roy membawa banyak tas memberi tahu bahwa Roy hanya bisa membawa dua tas, sesuai peraturan penerbangan. Namun, Roy ngotot. “Ia meminta awak kabin itu untuk menunjukkan peraturannya,” ujar seorang penumpang yang menjadi saksi mata peristiwa itu.

Ketika dimintai konfirmasi perihal soal ini, Roy mengatakan ini bukan urusan keluarga dan bagasi. “Masak saya mengurusi bagasi,” kata Roy melalui pesan pendek ketika menjawab klarifikasi Tempo, Kamis, 31 Oktober 2013. “Tidak ada masalah, kecuali ada yang berkata bohong.”

Roy Suryo kembali membuat ulah di pesawat. Kali ini dia berulah dalam penerbangan Garuda Indonesia dari Yogyakarta ke Jakarta pada Ahad, 20 Oktober 2013 pagi. Insiden terjadi antara Menteri Pemuda dan Olahraga itu dengan awak kabin Garuda. Menurut sumber Tempo, waktu itu Menteri Roy dan keluarganya naik di kelas bisnis maskapai pelat merah itu. Roy sendiri membawa sekitar enam tas ke kabin. Awak kabin yang melihat Roy membawa banyak tas memberi tahu bahwa Roy hanya bisa membawa dua tas, sesuai peraturan penerbangan. Namun, Roy ngotot. “Ia meminta awak kabin itu untuk menunjukkan peraturannya,” ujar seorang penumpang yang menjadi saksi mata peristiwa itu.

Ajudan Roy, Wenny Pangerapan, menguraikan bahwa rombongan Kemenpora terdiri dari enam orang dan berangkat pukul 12.15 WIB pada 20 Oktober lalu. Menteri Roy beserta istri duduk di kelas bisnis dan empat lainnya di kelas ekonomi. Wenny mengatakan sengaja membawa enam tas ke kabin lantaran berisi kamera. “Kalau di bagasi takut kamera bisa terbentur dan rusak,” ucapnya. Namun, ternyata kabin bisnis dan ekonomi oleh pramugari dibilang penuh dan petugas menawarkan barang disimpan di bagasi.

Wenny berkukuh agar tas tetap disimpan di kabin karena kalau mengikuti aturan satu penumpang dapat satu kabin maka rombongan Kemenpora mendapatkan jatah enam kabin. Walhasil, setelah berdiskusi akhirnya petugas memutuskan satu tas ditaruh di kabin bisnis. Sementara tiga tas dipaksakan di kelas ekonomi bagian belakang dan satu tas lagi disimpan di kursi kosong ekonomi. “Itu pun atas izin pihak Garuda,” ucap Wenny.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengklaim belum mendengar kabar mengenai ulah Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo yang ngotot membawa enam tas ke kabin. “Saya cek belum ada laporannya soal itu,” kata juru bicara Garuda Iksan Rosan ketika dihubungi, Kamis, 31 Oktober 2013.

Iksan belum bisa berkomentar banyak terkait isu insiden tersebut. Apakah enam tas itu milik Roy semua atau bersamaan dengan penumpang lain. “Enam tas misalnya itu punya sendiri atau ada beberapa orang yang tasnya bareng,” ujarnya. Namun, ketika ditanyai apakah benar Roy Suryo menggunakan jasa Garuda pada pekan lalu, ia juga belum bisa memastikan apakah iya atau tidak. Ia belum merespon pertanyaan Tempo hingga berita ini ditulis.

Sebelumnya diisukan Roy Suryo kembali membikin ulah di pesawat. Kali ini dalam penerbangan Garuda dari Yogyakarta ke Jakarta pada Ahad, 20 Oktober 2013 pagi. Insiden terjadi antara Menteri Pemuda dan Olahraga itu dengan awak kabin Garuda. Waktu itu Menteri Roy dan keluarganya naik di kelas bisnis maskapai pelat merah itu. Roy sendiri membawa sekitar enam tas ke kabin. Awak kabin yang melihat Roy membawa banyak tas memberi tahu bahwa Roy hanya bisa membawa dua tas, sesuai peraturan penerbangan. Namun, Roy ngotot. “Ia meminta awak kabin itu untuk menunjukkan peraturannya,” ujar seorang saksi mata peristiwa itu.

Menteri Roy akhirnya dihadapi oleh kepala kabin. Namun, Roy ngotot tetap bersama barangnya. Kepala kabin mengalah. Roy diminta meletakkan barangnya di kursi pesawat bisnis yang masih kosong. Kepala kabin juga meminta Roy mengikat tasnya dengan seatbelt, seperti penumpang.

Ini bukan insiden pertama Roy Suryo di pesawat terbang. Ketika masih menjadi anggota Dewan, pada Maret 2011, Roy membuat keributan saat akan naik pesawat Lion Air dari Bandara Soekarno Hatta tujuan Yogyakarta. Namun, waktu itu Roy terima salah. Ia turun dari pesawat. “Saya mohon maaf sudah mengganggu penerbangan Anda,” katanya sebelum turun.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyesalkan sikap maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang memilih menuruti rongrongan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. Dalam penerbangannya ke Jakarta pada 20 Oktober lalu, Roy memaksa diizinkan membawa enam tas ke atas kabin.

Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, menilai diberikannya keistimewaan untuk Roy adalah preseden buruk. “Dengan mendapat privilege, Roy akan mengulang kembali perbuatannya. Sikap Garuda juga bisa jadi preseden buruk bagi penumpang lain,” ujarnya saat dihubungi, Kamis, 31 Oktober 2013.

Menurut Tulus, kru kabin Garuda mestinya tegas menegakkan aturan penerbangan, tak peduli penumpang tersebut pejabat atau bukan. Terlebih aturan tersebut berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Dikhawatirkan juga akan makin banyak pejabat yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk mendapat perlakuan istimewa di ruang publik.

“Awak kabin mestinya tegas ke konsumen untuk mematuhi aturan, baik kecil maupun besar. Apalagi banyak penumpang yang mengalami culture shock naik pesawat karena terbiasa naik bus maupun kereta,” kata dia.

Pengurus YLKI lainnya, Sudaryatmo, menambahkan, sebagai hukuman untuk Garuda, maskapai pelat merah itu mesti transparan mengumumkan kepada publik soal perlakuan khususnya untuk Roy. “Jelaskan juga kenapa Roy bisa dapat privilege semacam itu. Jadi ke depannya, kalau ada penumpang biasa minta hal serupa, Garuda tidak boleh protes.”

Roy Suryo kembali berulah di pesawat. Kali ini terjadi dalam penerbangan dari Yogyakarta ke Jakarta 20 Oktober 2013, dengan maskapai Garuda Indonesia. Roy, yang duduk di kelas bisnis, membawa enam tas ke kabin. Awak kabin yang melihat sempat melarang. Sebab, aturan penerbangan menyatakan penumpang hanya boleh membawa dua tas ke kabin.

Namun, Roy ngotot. Ia meminta awak kabin menunjukkan peraturan yang melarang penumpang mengangkut lebih dari dua tas ke kabin. Kepala kabin yang meladeni Roy akhirnya mengalah. Roy diminta meletakkan bawaannya di kursi pesawat bisnis yang masih kosong dan mengikatnya dengan sabuk pengaman, layaknya penumpang

Anak Wakil Gubernur Banten Rano Karno Ditangkap Polisi Karena Memesan Ekstasi Secara Online

Aparat Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap R, anak angkat dari Wakil Gubernur Banten Rano Karno atas kepemilikan 5 butir pil ekstasi. Rano Karno rencananya akan memberi keterangan terkait hal ini.

“Nanti Bang Rano jelasin,” ujar adik Rano, Suti Karno, atau akrab disapa Atun ini kepada detikcom, Sabtu (10/3/2012).

Atun mengatakan Rano akan menjelaskan terkait penangkapan anak angkatnya tersebut. Penjelasan akan disampaikan di rumahnya, Jl Karangsari VII, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

“Nanti pukul 22.00 WIIB,” ucapnya singkat. parat Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap R, anak dari Wakil Gubernur Banten, Rano Karno atas kepemilikan 5 butir pil ekstasi. Pil haram itu dipesan R via online.

“Dia memesan ekstasi tersebut melalui internet atau via online,” kata Kepala Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Reynhard Silitonga saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/3/2012).

Reynhard mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari informasi Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta mencurigai sebuah paketan yang ditujukan untuk R pada Kamis (8/3) lalu.

“Paket tersebut berasal dari Malaysia,” katanya.

Petugas kemudian melakukan pengecekan terhadap paket mencurigakan tersebut dengan bantuan sinar X. Setelah dicek, ternyata paket itu berisi 5 butir ekstasi.

Petugas kemudian melakukan undercover delivery ke alamat yang dituju yakni di Bintaro, Jakarta Selatan. Setelah paket tersebut tiba, petugas kemudian melakukan penangkapan.

“Tapi paket itu diterima oleh temannya. Rumah itu bukan rumah R, tetapi rumah temannya,” imbuhnya.

Petugas kemudian menginterogasi teman R ini. Setelah diperoleh keterangan dari teman R ini, ternyata si pemesan adalah R.

“R sudah mengakuinya kalau dia yang memesan,” tutupnya. Polisi menangkap anak Wakil Gubernur Banten Rano Karno berinisial R. R ditangkap karena memesan ekstasi dari Malaysia.

“Anak angkat Rano Karno yang ditangkap, sekarang ditahan di Polres bandara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada detikcom, Sabtu (10/3/2012).

Menurut Rikwanto, sebanyak 5 butir ekstasi diamankan saat R mengambil pesanan di rumah temannya di Bintaro, Jakarta Selatan. Ekstasi dipesan R dari Malaysia.

“5 Butir diamankan, dipesan oleh R dari Malaysia,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan R ditangkap dua hari yang lalu di rumah temannya di Bintaro, Jakarta Selatan. Saat ini R ditahan di Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Terungkapnya kasus ini berkat bantuan Bea Cukai dan Polres Bandara Seokarno Hatta. R ditengarai memesan ekstasi dari Malaysia dan mengambil pesanan di rumah temannya.

Matt Damon dan Clinton Minum Bir Bersama Sambil Mendengarkan Konser Gun N’ Roses

Aktor Matt Damon, Justin Timberlake, serta Chelsea Clinton–anak Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton–ternyata penggemar berat Guns N’ Roses. Mereka larut dalam pesta yang menghadirkan grup musik gaek itu.

Guns N’ Roses tampil di The DeLeon Tequila Rock Lounge di Hiro Ballroom, New York. Pertunjukan ini masih dalam rangkaian New York Fashion Week.

Situs ABC News menggambarkan ketiganya tampil apa adanya dan ‘liar’ selama pesta berlangsung. Clinton, misalnya, menghabiskan hampir seluruh waktunya di lantai dansa bersama sang suami, Marc Mezvinsky. Sementara itu, Matt Damon, menurut seseorang yang duduk di dekatnya, “Tak henti-hentinya menenggak bir.”

Sedangkan Justin Timberlake datang tanpa tunangannya, Jessica Biel. Dia menghabiskan banyak waktunya untuk bercengkerama dengan teman-temannya.

Ada hal menarik yang dilakukan Damon. “Pada akhir malam, sekitar pukul 02.00, ia mencoba memanjat sofa untuk menuju ke bar, tapi akhirnya jatuh ke lantai,” kata sumber itu. “Dia jatuh terduduk. Tapi ia tampak bersenang-senang. Dia bermesraan dengan istrinya sepanjang malam di pesta itu,” tulis ABC News.

Ruhut Sitompul Dilaporkan Polisi Oleh Istri Pertama Karena Menikah Tanpa Izin dan Memalsukan Dokumen

Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, dilaporkan perempuan yang mengaku masih istri sah Ruhut, Ana Rudiantiana Legawati (50), ke polisi dengan sangkaan memalsukan berbagai dokumen untuk pernikahan yang kedua kali.

Ana melaporkan Ruhut ke Bareskrim Polri, Senin (11/7/2011), didampingi pengacara senior, Hotman Paris Hutapea. “Ibu Ana yang masih istri sah dari Ruhut Sitompul akan melaporkan Ruhut ke Mabes Polri,” kata Hotman saat mendatangi Bareskrim Polri.

Ana menjelaskan, dia menikah dengan Ruhut di Sydney, Australia, tahun 1998. Namun, lanjut dia, Ruhut menikah kembali dengan perempuan lain bernama Diani Leovita (30) tahun 2008. Ana mengaku tidak tahu di mana pernikahan itu berlangsung.

“Dia mengaku jejaka. Yang saya tahu biodata di DPR sudah diubah semuanya. Dia mengaku anaknya dua. Anak dua itu dari perempuan itu (Diana). Dari saya satu. Anak saya tidak diakui,” kata Ana.

Kepada wartawan, Hotman menunjukkan surat keterangan belum pernah nikah yang dibuat Ruhut. Surat keterangan itu, kata Hotman, yang digunakan untuk menikahi Diana. “Ada juga bukti surat resmi ke gereja, ke mana-mana mengaku bujangan,” kata dia.

Ketika ditanya mengapa dirinya baru melaporkan sekarang, perempuan yang mengaku terakhir kali ditemui Ruhut pada 8 Juni 2008 itu menjawab, “Karena ada beberapa hal yang perlu saya pertimbangkan.”

Hotman belum bersedia menjelaskan banyak soal kasus itu. “Nanti saja setelah laporan,” tutur Hotman.

Angelina Sondakh Diduga Terlibat Korupsi Proyek Pembangunan Wisma Atlet

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet Sea Games XVI di Palembang. Mereka adalah Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, dan Direktur PT Duta Graha Indah Mohammad el-Idris.

Dalam penyidikan, nama Muhammad Nazaruddin, Bendahara Umum Partai Demokrat, disebut-sebut. Ia diduga mengarahkan PT Duta Graha Indah agar menjadi pemenang tender proyek senilai Rp 191 miliar itu.

Tak hanya itu, Angelina Sondakh–politikus dari partai yang sama dan koordinator anggaran Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat–dituduh meminta “jatah” buat para koleganya di Senayan. Apa kata Angelina soal tudingan itu? Jumat 6 Mei 2011, melalui telepon, wartawan Majalah Tempo Fanny Febiyana mewawancarai Angelina, yang tengah di berada Belanda. Berikut petikannya

Apa tugas Anda di Komisi Olahraga Dewan?
Saya cuma mengkoordinasi. Misalnya, saya tanya sama teman-teman: “Setuju tidak dengan pembangunan wisma di Palembang?”

Keputusan di tangan siapa?
Semuanya. Boleh dicek di dokumen anggaran, yang tanda tangan semua 11 orang. Kalau dulu memang koordinator bisa mewakili semua, tapi sekarang tidak.

Anda pernah meminta jatah 13 persen dari proyek pembangunan wisma atlet?
Demi Allah, tidak pernah.

Anda meminta jatah untuk Komisi Olahraga?
Saya berani sumpah pocong, saya tidak pernah minta 13 persen. Bahkan untuk masalah Sea Games itu dibawa ke rapat pleno Komisi. Saya jalankan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi saja. Semua keputusan diambil bersama dan notulensi rapat yang jelas.

Anda kenal Mindo Rosalina Manulang?
Tahu lah. Orang kan banyak banget yang datang ke kami, termasuk dia. Tapi saya tidak pernah memberi perlakuan spesial ke dia. Dia juga tak pernah ngomongin soal Sea Games.

Bagaimana hubungan Anda dengan Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin?
Kenal lah. Semua orang dekat di partai.

Anda pernah membicarakan pembangunan wisma atlet dengan Nazaruddin?
Tidak pernah.