Pelawak Jojon Meninggal Dunia

Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu pelawak terbaiknya. Djuhri Masdjan atau yang lebih dikenal sebagai Jojon meninggal dunia Kamis (6/3/2014) pagi ini. Menurut informasi, Jojon menghembuskan napas terakhirnya pagi ini pukul 6.10 WIB. Ia meninggal karena serangan jantung.

“Telah meninggal pelawak H Djodjon jam 6.10 pagi karena serangan jantung di RS Ramsey Premier Jatinegara,” demikian pesan singkat yang diterima, Kamis (6/3/2014). Saat dikonfirmasi kabar ini, pihak rumah sakit juga telah membenarkan. “Iya benar, meninggalnya jam 6 pagi tadi,” ujar pihak RS Ramsey Premier Jatinegara. Rencananya, jenazah Jojon akan dibawa ke rumah duka yang berada di Sentul City, Bogor sekitar pukul 11.00 WIB.

Pelawak senior Jojon meninggal dunia di RS Premier Jatinegara. Keluarga berencana akan membawa jojon terlebih dahulu ke rumah duka di Sentul, Bogor. “Almarhum nanti dibawa ke rumah duka,” kata istri Jojon, Henny dengan suara pelan saat dihubungi melalui telepon, Kamis (6/3/2014).

Pelawak yang khas dengan kumis dan celana yang dipakai hingga perut ini, meninggal di RS Premier Jatinegara sekitar pukul 06.10 WIB. Jojon meninggal karena serangan jantung. Saat dihubungi telepon tak banyak kata yang diucapkan oleh Henny. Setelah dimandikan di rumah sakit, almarhum akan dibawa ke rumah duka di Jalan Puri Pangeran No. 3 Imperial Golf Estate, Sentul City, Bogor.

Jojon yang memiliki nama asli Djuhri Masdjan lahir di Karawang pada 5 Juni 1947.

Pelawak Jojon menghembuskan napas terakhirnya pagi ini, Kamis (6/3/2014). Kesehatan Jojon memang telah menurun drastis sejak beberapa hari lalu. Karena kesehatannya kian menurun, pihak keluarga membawa Jojon ke Rumah Sakit Premier Jakarta Timur untuk mendapatkan perawatan yang intensif pada Selasa (4/3/2014) dini hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sukendar selaku humas Rumah Sakit Premier saat dihubungi, Kamis (6/3/2014). “Jojon sudah masuk rumah sakit tanggal tanggal 4 Maret pukul 00.30 WIB,” ujar Sukendar. Jojon yang memiliki nama asli Djuhri Masdjan meninggal di usianya yang ke-66. Almarhum lahir di Karawang pada 5 Juni 1947.

Pelawak Jojon meninggal dunia. Pria bernama asli Djuhri Masdjan itu tak hanya lihai dalam melawak. Ia juga dikenal sebagai aktor yang telah membintangi beberapa judul film dan sinetron. Pria berdarah Sunda ini terakhir terlibat dalam sinetron ‘Emak Ijah Pengen ke Mekkah’ yang tayang di SCTV. Berbeda dengan pelawak di usia senja lainnya, Jojon terbukti masih bisa terus eksis di panggung hiburan.

Merangkum perjalanan pelawak yang identik dengan kumis kotaknya itu dari berbagai sumber. Jojon lahir di Karawang, 5 Juni 1947. Ia mengawali karier lewat grup lawak Jayakarta bersama Hasanuddin atau U’u, Suprapto atau Esther, dan Cahyono. Grup lawak ini sangat eksis selama tahun 1970-an hingga 1980-an. Pada 1990-an, satu per satu anggotanya hengkang, masing-masing memutuskan untuk bersolo karier.

Sejak awal kemunculannya, Jojon punya ciri khas. Yakni kumis kecil di bawah hidung ala Charlie Chaplin atau Adolf Hitler, potongan rambut dibelah tengan yang licin, celana dengan pinggang tinggi dan suspender yang menahan celananya yang menggantung selutut.

Tak hanya melawak, Jojon juga pernah mengeluarkan album lagu pop Sunda berjudul ‘Pamali’. Setelah itu, Jojon pun eksis lewat beberapa judul film. Debutnya diawali dengan film bertajuk ‘Tiga Dara Mencari Cinta’ pada 1980.

Pada 2011, ‘Badai di Ujung Negeri’ menjadi film terakhir bagi Jojon. Ia beradu akting dengan aktor dan aktris muda seperti Arifin Putra dan Astrid Tiar.

Total film yang dibintanginya ada sembilan: Tiga Dara Mencari Cinta (1980), Okey Boss (1981), Apa Ini Apa Itu (1981), Barang Antik (1983), Vina Bilang Cinta (2005), Setannya Kok Beneran? (2008), Doa Yang Mengancam (2008), Mau Dong Ah (2009), Badai di Ujung Negeri (2011)

Jojon meninggal dunia karena serangan jantung pada 6 Maret 2014. Ia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Pedes, Bogor. Dalam sebuah wawancara Cahyono teman Jojon di Jayakarta Grup yang juga tetangga rumah mengatakan, Jojon adalah lulusan Pondok Pesantren Wanaraja. Jojonlah yang pertama kali mengajari Cahyono. Cahyono memang diketahui menjadi mualaf berkat bimbingan Jojon.

Daftar Lengkap Pemenang Piala Oscar Academy Award 2014

Ajang Academy Award ke-86 resmi berakhir. Acara yang digelar di Dolby Theatre, Minggu, 2 Maret 2014, atau Senin, 3 Maret 2014, waktu Indonesia, pun menghasilkan sejarah baru dalam penyelenggaraannya. Sejarah itu terjadi setelah film 12 Years A Slave meraih predikat sebagai Film Terbaik dalam Oscar 2014. Sejarah tercipta karena film bertema perbudakan di Amerika Serikat itu merupakan film garapan sutradara berkulit hitam pertama yang jadi film terbaik. Adalah Steve McQueen yang berhasil menorehkan tinta emas dalam industri perfilman dunia tersebut. Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, film dengan budget relatif kecil itu berhasil mengalahkan film favorit lainnya seperti American Hustle, Gravity, atau The Wolf of Wallstreet.

12 Years A Slave meraih tiga Oscar untuk Film Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik dan Skenario Adaptasi Terbaik.

Kemenangan itu juga terasa kian manis karena penyelenggaraan Oscar kali ini disebut-sebut sebagai yang terbaik sepanjang sejarah. Hal itu terjadi karena deretan film yang masuk nominasi film terbaik diakui yang terbaik selama 86 tahun penyelengaraan Academy Award. “Film-film yang masuk nominasi terbaik kali ini adalah susunan yang terbaik selama lebih dari satu dekade,” kata Presiden dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences, Charles Boone Isaac.

Meski 12 Years A Slave meraih film terbaik, penghargaan terbanyak diraup film Gravity. Film yang disutradarai Alfonso Cuaron ini memboyong tujuh piala dari sepuluh nominasi yang mereka dapatkan. Penghargaan itu: Sinematografi Terbaik, Efek Visual Terbaik, Editing Film Terbaik, Editing Musik Terbaik, Tata Suara Terbaik, Musik Terbaik dan Sutradara Terbaik. Untuk aktor, Matthew McConaughey berhasil menyabet predikat Aktor Pemeran Utama Terbaik dalam film Dallas Buyers Club. Lewat perannya sebagai pengidap AIDS, dia berhasil berhasil mengalahkan nama tenar lainnya seperti Leonardo DiCaprio dan Christian Bale.

Untuk kategori aktris, Cate Blancett seperti terpilih sebagai Pemeran Utama Terbaik seperti yang sudah diprediksi sebelumnya. Perannya dalam Blue Jasmine membuat dia berhasil mengalahkan aktris senior lainnya seperi Sandra Bullock, Merryl Streep, atau Judi Dench.

Berikut daftar peraih piala emas Oscar 2014.
Best Picture
“12 Years a Slave”

Best Actor
Matthew McConaughey dalam film “Dallas Buyers Club”

Best Actress
Cate Blanchett dalam film “Blue Jasmine”

Best Supporting Actor
Jared Leto, dalam film “Dallas Buyers Club”

Best Supporting Actress
Lupita Nyong’o, “12 Years a Slave”

Best Director
Alfonso Cuarón dalam film “Gravity”

Best Animated Feature Film
“Frozen”

Best Foreign Film
“The Great Beauty”

Best Original Screenplay
Spike Jonze dalam film “Her”

Best Adapted Screenplay
John Ridley dalam film “12 Years a Slave”

Best Original Score
“Gravity”

Best Original Song
Let It Go dalam film “Frozen”

Best Cinematography
“Gravity”

Best Costume Design
“The Great Gatsby”

Best Documentary Feature
”20 Feet From Stardom”

Best Documentary Short Subject
“The Lady in Number 6”

Best Film Editing
“Gravity”

Best Makeup and Hairstyling
“Dallas Buyers Club”

Best Production Design
“ The Great Gatsby”

Best Animated Short Film
“Mr. Hublot”

Best Live-Action Short Film
“Helium”

Best Sound Editing
“Gravity”

Best Sound Mixing
“Gravity”

Best Visual Effects
“Gravity”

Film Gravity untuk sementara berhasil memborong tujuh piala Oscar ke-86. Dalam acara yang digelar di Dolby Theatre, Minggu, 2 Maret 2014, atau Senin, 3 Maret 2014, waktu Indonesia, mereka memboyong tujuh piala dari sepuluh nominasi yang mereka dapatkan. Tujuh penghargaan yang berhasil mereka sabet untuk sementara ini adalah Sinematografi Terbaik, Efek Visual Terbaik, Editing Film Terbaik, Editing Musik Terbaik, Tata Suara Terbaik, Musik Terbaik dan Sutradara Terbaik. Namun, mereka masih bersaing dengan film lain untuk meraih gelar paling bergengsi, yakni Film Terbaik.

Film garapan sutradara Alfonso Cuaron itu sebelumnya memang sudah diprediksi bakal meraih banyak piala dalam penghargaan tahun ini. Film yang bercerita astronot yang tersesat di luar angkasa begitu mengundang decak kagum karena keindahan visual yang ditampilkan. Mereka pun diprediksi merajai aspek teknis untuk bagian proses produksi dalam Oscar 2014 ini. Oscar kali ini juga mengharumkan nama Jared Leto dan Lupita Nyong’o yang masing-masing meraih piala emas di kategori Aktor dan Aktris Pemeran Pendukung Terbaik. Keduanya pun mengalahkan duet ‘American Hustle’ yang juga tampil mempesona dalam berakting, yakni Bradley Cooper dan Jennifer Lawrence.

Keberhasilan Jared Leto dalam memerankan sosok transgender dalam film ‘Dallas Buyers Club’ pun ikut mengharumkan nama Adruitha Lee dan Robin Mathews. Keduanya berhak mendapat penghargaan dalam kategori Tata Rias dan Tata Rambut Terbaik. Saat menerima piala, keduanya pun membocorkan bahwa harus merias para artis dengan anggaran terbatas. “Kami tidak punya banyak pilihan dengan anggaran US$ 250, dan sekarang saya akan tidur bersama piala ini,” kata Lee.

sedangkan film kartun ‘Frozen’ berhasil menggondol piala untuk kategori Film Animasi Terbaik. Kemenangan itu pun disambut suka cita oleh produsernya, Peter Del Vecho. “Kami terkejut dan sangat senang bahwa film ini mampu menyentuh hati orang di seluruh dunia,” katanya. Saat ini, ajang paling bergensi insan perfilman dunia masih berlangsung. Acara yang dipandu oleh komedian Ellen DeGeneres itu masih menyimpan sejumlah nominasi utama, yakni Skenario Terbaik, Aktor dan Aktris Pemeran Utama Terbaik, Sutradara Terbaik, serta film terbaik.

Film Frozen memenangi kategori Best Animated Feature Film pada ajang Piala Oscar 2014 yang berlangsung di Dolby Theater, Hollywood, Senin, 3 Maret 2014. “Kami bangga bisa menjadi bagian film ini, dan terima kasih untuk Walt Disney,” kata perwakilan tim produksi saat membacakan pidato kemenangan di atas panggung. Film animasi ini menyisihkan The Croods, Despicable Me 2, Ernest & Celestine, dan The Wind Rises. Film Frozen telah mencetak rekor sejak debut di box office dalam Golden Globe, Bafta Awards, hingga Annie Awards. Dengan pendapatan yang telah mencapai US$ 1 miliar, film arahan sutradara Chris Buck dan Jennifer Lee ini juga mencatat rekor sebagai film Disney terlaris sepanjang masa setelah The Lion King.

Adapun kategori Best Animated Short Film dimenangi film Mr Hubolt. Sedangkan kategori Best Visual Effects dimenangi film Gravity. Dan kategori Best Costume Design dan Best Makeup diraih oleh film The Great Gatsby. Catherine Martin, desainer film The Great Gatsby, membacakan pidato kemenangannya. “Terima kasih pada suamiku. Dia yang membuat semuanya memungkinkan untuk terjadi,” ujar Catherine. Untuk kategori Makeup and Hairstyling dimenangi oleh film The Dallas Buyers Club.Film dokumenter tentang pembantaian massal di Indonesia karya sutradara Inggris, Joshua Oppenheimer, The Act of Killing atau Jagal, gagal meraih Oscar 2014 setelah dikalahkan oleh film 20 Feet from Stardom.

Selain mengalahkan The Act of Killing, 20 Feet from Stardom juga mengalahkan tiga film lainnya, yakni Cutie and the Boxer, Dirty Wars, dan The Square. Dibandingkan dengan The Act of Killing yang penuh penindasan dan teror, 20 Feet from Stardom lebih lembut dan penuh mimpi. Film ini mengisakan tentang perjalanan hidup, karier, dan cita-cita penyanyi pengiring dari para penyanyi terkenal di era 1960-an sampai saat ini, seperti Ray Charles, Tom Jones, David Bowie, Mick Jagger, Sting, Elton John, Michael Jackson, Stevie Wonder, dan Bruce Springsteen.

Di lain pihak, Jagal memang telah menjadi pembicaraan di kalangan pembuat film. Banyak pengamat film yang mendukung bila The Act of Killing akan memenangkan Piala Oscar. Film ini menceritakan tentang pembantaian massal di Indonesia saat konflik politik tahun 60-an yang terjadi antara militer dan sipil.

Profesor Rhoma Irama … Kemendikbud : Tak Ada Gelar Profesor Honoris Causa

Munculnya baliho ‘Presiden Kita Bersama: Profesor Rhoma Irama’ memunculkan tanda tanya. Kemendikbud mengatakan tidak ada gelar professor honoris causa. “Honoris causa kalau profesor itu nggak ada. Kalau doktor itu ada,” kata Dirjen Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Djoko Santoso,di gedung Kemendikbud, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (25/2/2014).

Ia memastikan hanya ada gelar doctor honoris causa. “Prof itu saya pastikan di kita nggak ada,” lanjutnya. Ia menjelaskan ada mekanisme yang harus dilalui seseorang untuk mendapatkan gelar honoris causa. Tak hanya itu, universitas yang akan memberikan gelar tersebut juga harus berkoordinasi dengan pihak Kemendikbud.

“Aturan baru kita pakai UU no 12 tahun 2012 tentang perguruan tinggi. Sistemnya universitas yang akan memberikan gelar harus memberitahu pada kita dulu,” lanjutnya. Djoko enggan berkomentar tentang maraknya pemberian gelar honoris causa pada seseorang jelang pemilu 2014. Ia berharap pemberian gelar tersebut memang berdasarkan kapasitas keilmuan yang menerima.

“Yang kita butuhkan adalah kompetensi bukan nama orangnya,” pungkasnya. Menurut tim sukses Rhoma, Ramdansyah gelar tersebut diperoleh dari American University of Hawaii. Namun beberapa negara tidak menerima legitimasi gelar yang didapat dari universitas tersebut.

“Kalau soal legitimasi akademis, silakan tanya ke Mendikbud. Apalagi di Indonesia gelar seperti itu dapat diakui,” imbuh Yusril. Kemunculan baliho yang mengungkap gelar Rhoma tersebut pun membuat elite PKB heran. PKB pun meminta tim sukses Rhoma mengungkap asal gelar itu.

Gelar Profesor yang tertera dalam baliho Rhoma Irama semakin dipertanyakan. Guru Besar USW Prof Hendrawan Supratikno pun mempertanyakan gelar sang Raja Dangdut. “Maaf, saya belum pernah membaca telaah ilmiah dari Rhoma, yang saya dengar baru lagu-lagu ciptaannya dan film yang dibintanginya,” tutur Prof Hendrawan saat berbincang, Selasa (25/2/2014).

Politisi senior PDIP tersebut pun menjabarkan makna dari sebuah gelar Profesor. Menurut dia gelar tersebut merupakan sebuah tanggung jawab akademis. Profesor berasal dari kata “to profess” atau “berani menyatakan”. Dalam dunia akademik berarti berani menyatakan kebenaran berdasar kaidah dasar keilmuan.

Kaidah dasar keilmuan menurut Prof Hendrawan adalah universalitas, komunalitas, tanpa pamrih, dan skeptisisme secara teratur. Gelar tersebut bukan sekedar gaya. Sementara Rhoma mendapat gelar Profesor secara Honoris Causa dari American University of Hawaii (AUH). Lembaga tersebut menyediakan kuliah virtual bagi semua orang tanpa pandang batasan negara dan usia.

“Kalau doktor Honoris Causa saya paham. Bagi saya selama gelar diberikan oleh lembaga pendidikan yang prestisius, itu bagus. Soalnya sekarang banyak lembaga abal-abal di luar negeri yang jual beli gelar kehormatan (Honoris Causa, -red),” paparnya. Capres PBB Yusril Ihza Mahendra yang juga menyandang gelar Profesor merasa tak enak berkomentar soal gelar yang diraih Rhoma dari Amerika tersebut.

“Ah saya tidak enak kalau harus berkomentar. Nanti publik menilai saya memojokkan beliau, jadi biarkan saja,” ujar Prof Yusril saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2014). Menurut tim sukses Rhoma, Ramdansyah gelar tersebut diperoleh dari American University of Hawaii. Namun beberapa negara tidak menerima legitimasi gelar yang didapat daru universitas tersebut.

“Kalau soal legitimasi akademis, silakan tanya ke Mendikbud. Apakah di Indonesia gelar seperti itu dapat diakui,” imbuh Yusril. Kemunculan baliho yang mengungkap gelar Rhoma tersebut pun membuat elite PKB heran. PKB pun meminta tim sukses Rhoma mengungkap asal gelar itu.

Gelar Profesor yang disandang Rhoma Irama terungkap dari tulisan di baliho pencapresan Rhoma. Jubir Golkar Tantowi Yahya menyatakan bahwa memang sejumlah orang masih memandang gelar sebagai hal yang penting. “Memang gelar itu dipandang oleh sebagian masyarakat sebagai hal yang penting. Mungkin penggemar dia (Rhoma) bisa mengapresiasi itu, tapi belum tentu yang lain iya,” kata Tantowi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2014).

Menurut tim sukses Rhoma gelar tersebut memang diperoleh oleh sang Raja Dangdut itu. Gelar kehormatan (Honoris Causa/HC) disematkan atas kiprah Rhoma dalam musik. “Kalau Pak ARB (Aburizal Bakrie) sih tidak akan pasang ‘Prof’ karena gelarnya beliau Insinyur (Ir),” ujar Tantowi.

“Saya yakin itu tim sukses Rhoma yang pasang gelar itu. Namanya gelar memang sekarang ini banyak yang berikan. Memang dari mana gelar Rhoma itu?” imbuh Tantowi. Dia pun tertawa setelah mengetahui gelar Rhoma diperoleh dari American University of Hawaii (AUH). Lembaga tersebut menyediakan kuliah virtual bagi semua orang tanpa pandang batasan negara dan usia.

“Ha ha ha, saya juga mau coba ah kapan-kapan,” tandas Tantowi seraya berkelakar.

Raja Dangdut Rhoma Irama ternyata memiliki gelar doktor bahkan profesor honoris causa bidang dangdut dari American University of Hawaii pada tahun 2005 silam. Sebagai penggemar, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak pernah mengetahui gelar Profesor idolanya itu.

“Saya nggak tahu. Sebagai penggemar, saya nggak tahu soal itu,” kata Jokowi saat ditemui di kawasan Meruya Ilir, Jakarta Barat, Selasa (25/2/2014).

“Beneran, saya nggak tahu soal itu,” tambahnya.

Berdasarkan Wikipedia, gelar kehormatan profesor dan doctor honoris causa (Dr HC) itu diperoleh Bang Haji pada bulan Februari 2005 silam. Dia memperoleh gelar Dr HC dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut. Namun gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri. Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.

Di Indonesia sendiri, berdasar data Wikipedia, Rhoma Irama sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya. Namun Rhoma berbangga karena ia banyak menjadi rujukan penelitian, ada kurang lebih 7 skripsi tentang musiknya. Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian seperti William H Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.

Terlepas dari kontroversi yang mencuat, gelar profesor dan doktor tetap dipakai Rhoma Irama hingga kini. Termasuk yang terpampang pada baliho ‘Presiden Kita Bersama’ yang bertebaran di Jakarta. Gelar profesor untuk bakal capres PKB Rhoma Irama dipertanyakan. PKB yang merangkul Rhoma mempersilakan pemakaian gelar itu untuk dipakai kampanye, asalkan gelar itu jelas asal-usulnya.

“Kalau memang gelar itu jelas, ya nggak apa-apa dipakai,” kata Wakil Ketua Dewan Syura PKB Ali Maschan Moesa saat dihubungi, Selasa (25/2/2014).Usut punya usut, ternyata gelar itu didapat dari American University of Hawaii. Sempat ramai diberitakan, universitas itu sempat disangsikan kredibilitasnya.

“Itu tim suksesnya perlu menjelaskanlah,” kata Ali.

Pendukung Rhoma Irama, Ramdansyah, menyatakan gelar profesor itu didapat dari gelar honoris causa yang disematkan ke Rhoma atas kiprahnya di blantika musik dangdut. Menurut Ali, dahulu Rhoma pernah dijadikan objek penelitian oleh salah seorang akademisi yang menulis disertasi. Kemungkinan dari sinilah gelar profesor diberikan ke Rhoma. “Kami nggak tahu persis. Kalau dulu, mungkin karena pernah ada orang nulis disertasi tentang Rhoma Irama,” ujar Ali.

Rhoma Irama pernah meraih gelar doktor bahkan profesor honoris causa bidang dangdut dari American University of Hawaii pada tahun 2005 silam. Namun di Iran, gelar dari universitas ini tak diakui, seperti apa ceritanya?

Sebuah blog ‘Inside Iran’ memposting bahwa Kementerian Urusan Publik Iran tidak mengakui gelar dari American University of Hawaii pada kisaran Januari 2006 silam. Universitas ini disebut telah memberikan ijazah yang diragukan keabsahannya kepada sejumlah pegawai negeri dan swasta di Iran, tanpa benar-benar kuliah di kampus. Pemerintahan Ahmadinejad kala itu menyatakan lembaga ini menjajakan gelar ilegal.

Bisnis gelar ilegal itu berlangsung selama tujuh tahun dan para pejabat di Iran sempat menutup mata. Sampai kemudian ketahuan pegawai negari merogoh kocek sekitar USD 10.000 untuk mendapatkan ijazah sarjana bahkan pascasarjana untuk memenuhi persyaratan minimal untuk kenaikan pangkat. Bahkan dikabarkan orang-orang penting di pemerintahan menggunakan ijazah dari universitas ini.

Dilacak di internet, Senin (25/2/2014), American University of Hawaii masih bisa dijumpai di website http://auh.academia.edu/. Di situ tertulis nama Rhoma Irama di bagian ‘Dangdut Music Management, Department of Soneta’.

Sejumlah informasi menyebutkan University of Hawaii sudah ganti nama menjadi American University of Hummanities yang bisa dijumpai di website http://www.auh.edu. Sama dengan American University of Hawaii, universitas ini juga memberikan layanan belajar online. Di Iran, istilahnya adalah universitas global. Universitas ini, seperti ditulis di blog shivathespy.blogspot.com, tidak memiliki siswa. Mereka mengklaim hanya membantu pelajar tanpa memandang usia, asal, kepercayaan, untuk belajar tanpa batasan.

“Kami tidak punya kampus utama dengan taman, ruangan berlantai marmer, penjaga keamanan, lapangan bermain atau tim sepak bola dan hoki dengan sekelompok pelatih yang harganya jutaan dolar setahun,” demikian promosi universitas tersebut yang disadur blogger Iran tersebut.

Ustad Guntur Bumi Dituduh Melakukan Praktek Perdukunan Dan Diadukan Ke MUI

Seorang pasien mengaku tertipu dengan praktik pengobatan Ustad Guntur Bumi (UGB). Bahkan, pasien bernama Hans itu pun melaporkan UGB ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tuduhan melakukan praktik kedukunan. “Saya lapor MUI tanggal 13 dan 19 Februari. Dua kali kita lapor. Saya menuntut pekerjaan UGB dihentikan. Ini namanya dukun berlabel ustad,” tuding Hans.

Hans pun menceritakan kisah dirinya datang ke pengobatan UGB pada Jumat 7 Februari lalu. Menurutnya kala itu ia membawa sang nenek yang mengalami sakit pada kakinya. Kala itu, Hans juga merasa ada yang aneh dalam pengobatan yang dilakukan UGB. Seperti salah satunya, ucapan salah satu ustad di sana yang dianggapnya sedikit bernada ancaman

“Saat diperiksa, ada ustad di sana bilang, bakal ada satu korban. Ustad bilang, semua harus di-protect. Jadi pikiran kita berubah dari yang medis jadi non medis. Janji yang dia mau kasih herbal dan air zam-zam doakan nggak terbukti,” sesalnya. “Kemudian ustad minta menghatamkan Al Quran 30 juz sebelum subuh. Jika tidak sanggup, maka akan dibadal (diwakilkan) oleh para santrinya di Ponpes Assidiqie, Cijeruk, Bogor. Untuk semua itu, memotong seekor hewan kerbau Mina,” lanjutnya.

Setelah membayar sejumlah uang, tim ustad pun ‘memagari’ rumah sang nenek. Beberapa ritual pun dilakukan seperti melempar garam, terus ada juga penampakan pocong. Hans mengaku merasa tertipu karena mereka membuat pihaknya merasa takut. Bahkan setelah proses pengobatan itu, sang nenek kondisinya tak kunjung membaik.

“Mereka membuat kondisinya takut, jatuh dan hilang keimanan. Pas diusap rambut pertama kali saya keluar belatung. UGB bilang, kekurangannya bisa setelah Rp 30 juta. Saya sudah kesal,” ungkapnya. MUI melalui Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun Niam Sholeh, menuturkan pihaknya memang sudah menerima pelaporan itu. Ia mengaku mendapat pelaporan tudingan praktik pengobatan UGB.

“Memang benar, pekan kemarin ada salah satu pasien yang menceritakan proses pengobatan di sana yang dianggap tidak sesuai dengan cara pengobatan dan ada indikasi permintaan sejumlah materi,” ungkap Asrorun. Namun pihak UGB, melalui pengacaranya, Ramdhan Alamsyah membantah semua cerita tersebut. Menurutnya, Hans punya motif lain untuk menjatuhkan kliennya.

“Hans ini nggak bener, cari-cari masalah. Saya tahu, saya sudah ketemu sama pengacaranya. Hans punya tujuan lain di balik laporan itu. Pengacaranya sendiri yang bilang gitu. Itu pengakuan pengacaranya Hans, Hudi Yusuf,” ungkap Ramdhan. Sayang, UGB belum bisa dimintai komentarnya mengenai tudingan itu. Kini, kabarnya ia tengah menjalani ibadah umroh.

Ustad Guntur Bumi dituding melakukan penipuan dalam praktik pengobatan alternatifnya. Pria bernama Hans Suta mengaku telah ditipu karena merasa diperas saat mengantarkan neneknya berobat ke tempat praktik sang ustad. Selain rugi puluhan juta, Hans juga mengaku ibunya telah menjual beberapa perhiasan miliknya untuk mengobati sang nenek. Tapi penyakit yang dialami neneknya tak kunjung sembuh.

“Saat lagi tawar-menawar harga, saya ditanya ke sini naik mobil apa? Saya bilang naik taksi. Kerja di mana? Saya bilang punya usaha kecil-kecilan. Harga kerbaunya Rp 75 juta, Rp 65 juta, Rp 55 juta, paling bawah Rp 25 juta. Saya minta yang paling murah,” kisah Hans saat dikonfirmasi.

“Untuk membayar uang tersebut, ibu saya mencopot tiga cincin yang dipakainya ternyata masih kurang, itu cuma 7 gram. Terus Pak Ustad bilang nanti saya kasih rekening saya, dan ibu saya punya Rp 3 juta. Di rumah, ibu saya kembali memberikan tiga buah gelang emas dan sejumlah uang,” paparnya lagi.

Dengan syarat mengorbankan kerbau, Hans dan keluarganya akhirnya setuju untuk menyerahkan beberapa perhiasan lagi. “Sampai di rumah kita setuju, emas 32 gram, 7 gram tambah 25 gram. Dari semua itu kurang Rp 8 juta lagi untuk bayar kerbau,” rinci Hans. Selama pengobatan, Hans merasa ada yang aneh. Ia merasa di bawah ancaman saat melakukan negosiasi harga pengobatan tersebut.

Hans pun akhirnya melaporkan suami Puput Melati itu ke MUI pertengahan Februari kemarin dengan tuduhan perdukunan. Pihak MUI sendiri telah mengkonfirmasi kebenaran pelaporan tersebut. Sementara UGB melalui pengacaranya membantah telah melakukan penipuan dan pemerasan seperti yang ditudingkan Hans.

Ustad Guntur Bumi dituding melakukan penipuan dalam praktik pengobatan alternatifnya. Pria bernama Hans Suta mengaku telah ditipu karena merasa diperas saat mengantarkan neneknya berobat ke tempat sang ustad. Hans Suta melaporkan Ustad Guntur Bumi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertengahan Februari karena tuduhan praktik perdukunan. Dan, ternyata Hans bukan satu-satunya orang yang merasa telah menjadi ‘korban’ dan melaporkan sang ustad ke MUI.

Menurut Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun Niam Sholeh, pihaknya telah menerima beberapa laporan mengenai ustad Guntur Bumi. “Ada beberapa,” ungkap Asrorun saat dihubungi.

Hans pernah mendatangi tempat pengobatan ustad Guntur di Pondok Indah awal Februari lalu. Tapi saat berobat, Hans yang mengantarkan neneknya itu justru merasa diperas. Hans bahkan harus membayar puluhan juta hingga menjual perhiasan ibunya untuk membayar pengobatan sang ustad. Namun ia mengklaim ibunya tak kunjung sembuh. MUI sendiri mengajabarkan, laporan tersebut seputar mengenai penyimpangan praktik pengobatan yang dituduhkan seperti Hans.

“Kita akan lakukan tindak lanjut, ada dua substansi laporan kan ya. Yang terkait adanya indikasi permintaan sejumlah materi kan ini ranahnya kepolisian. Yang kedua praktik pengobatan yang rencananya akan kita dalami lebih lanjut,” papar Asrorun.

Pihak sang ustad pun angkat bicara. Melalui pengacaranya, Ramdan Alamsyah, UGB membantah tudingan Hans. Bagaimana versi UGB? “Dia datang minta diobati, bayar administrasi, satu orang Rp 500 ribu, kalau dua jadi Rp 1 juta, ya udah diobatin. Ada hadist, kalau sembuh itu salah satu hal yang bisa mengangkat penyakit adalah sedekah,” kata Ramdan.

“Biasanya yang bagus hewan kurban, bisa sapi, kambing, atau kerbau. Dia bilang nggak punya duit, ya jangan. Itu nggak apa-apa. Tapi pihaknya dia tetep menginginkan sedekah, terus dia bilang ‘kita punya gelang, cincin, bisa nggak disalurin?’ Ya bisa-bisa aja, nanti ditimbang, nanti diperkirakan ke harga kambing berapa,” beber Ramdan lagi.

Dari keterangan ini, Hans sebelumnya mengaku memang menjual perhiasan ibunya untuk kesembuhan neneknya. Tapi pada praktik pengobatannya, Hans merasa ada yang aneh. Menurut Hans, pengobatan sang ustad dibumbui hal-hal mistik yang membuat keluarganya takut. Keadaan makin diperparah karena Hans merasa dikejar-kejar pihak UGB untuk melunasi biaya pengobatan yang telah disetujui dalam bentuk sedekah hewan kurban.

Tapi Ramdan membantah kliennye mengejar keluarga Hans. “Kalau nguber-nguber ke rumah itu nggak ada, bohong. Itu fitnah. Tanggal 13 Februari mereka minta balikin. Tanggal 14 Februari dini hari kita balikin. Besokannya si Hans malah laporin ke MUI. Yang laporin ini si Hans. Hans ini nggak bener, cari-cari masalah,” urai Ramdan.

“Saya tahu, saya udah ketemu sama pengacaranya. Hans punya tujuan lain di balik laporan itu. Pengacara sendiri yang bilang gitu. Itu pengakuan pengacaranya Hans, Hudi Yusuf,” tambah Ramdan mengklaim. Ramdan juga mengklaim pihaknya dengan pihak Hans sudah islah atau berdamai. Maka dari itu, Ramdan dan pihaknya heran mengapa Hans masih meributkan masalah yang dianggap sudah kelar.

Cinta Penelope Diajak Kawin Siri Oleh Ustad Hariri

Cinta Penelope ternyata tidak kaget melihat kelakuan Ustad Hariri yang baru-baru ini banyak diperbincangkan. Cinta mengungkapkan pengalamannya ketika bermain dalam satu sinetron berjudul Sampeyan Muslim bersama Hariri. “Saya udah enggak kaget. Dia memang begitu, jadi Allah membuka sifat aslinya dia,” kata Cinta, Ahad, 16 Februari 2014.

Cinta menceritakan, ketika selesai menjalani syuting sinetron itu, dia berjalan ke arah mobilnya untuk pulang. Hariri menguntitnya. Saat itu Cinta tengah kesal pada Hariri karena merasa difitnah.

“Sebenarnya saya udah enggak mau lagi ngomongin ini. Hanya Allah yang bisa membuka jati diri asli dia sekarang,” kata Cinta. “Setelah memfitnah saya, dia samperin saya dan minta maaf. Waktu itu ada sopir dan asisten saya, lalu dia narik saya, mau cium. Langsung saya tepis,” cerita Cinta.

Hariri tidak berhenti menggoda artis bertato itu. Dia juga mengajak Cinta untuk menikah siri. “Ternyata bukan saya saja yang diajak nikah siri, ada artis lain juga. Respek saya jadi luntur,” kata Cinta.

Hariri sedang disorot banyak orang karena beredarnya video insiden “injak kepala” dalam acara tablig akbar di sebuah desa di kawasan Bandung. Video tersebut diunggah ke YouTube dan segera menjadi populer. Setelah melihat video itu, banyak pengguna YouTube yang menyayangkan kelakuan pria 29 tahun yang mengklaim sebagai dai itu.

Konser Amal Gratis Di Bentara Budaya Jakarta Diramaikan Oleh 13 Gitaris Kenamaan

Tak sengaja membelokkan kaki ke Bentara Budaya Jakarta, Rabu (12/2/2014), untuk mencari secangkir kopi di warung yang ada di halamannya. Ternyata, sedang ada check sound Konser Amal dari Gitaris untuk Indonesia. Kesan pertama, merinding.

Melintasi panggung yang belum rampung ditata, ada sosok Dewa Budjana. Melantai. Duduk di lantai, maksudnya. Berdiri di dekat Budjana, Tohpati, asyik dengan petikan dawai gitarnya.

Di tengah kesibukan kru menata panggung dan lokasi konser, Dewa Budjana dan Tohpati pun petik-petik itu senar gitar, meski belum jatah waktu untuk mereka check sound.

Sekali lagi, merinding mendengar duet petikan gitar mereka berdua. “Ini dari lahir sudah pegang senar gitar kali ya,” ujar Aryo, salah satu wartawan yang ada di Bentara Budaya Jakarta.

Dari asal petik dan saling mengisi nada, satu lagu daerah mereka mainkan berdua dalam aransemen ala mereka. Duh, hanya bisa melongo melihatnya, dengan kaki otomatis mengikuti ketukan nada.

Tak semua kalem

Konser ini adalah persembahan para gitaris Indonesia untuk Indonesia, berlatar keprihatinan atas beragam bencana yang akhir-akhir ini terjadi. Para penampil pun tak semua semelodius Dewa Budjana atau Tohpati.

Dari aliran jazz sampai rock, mulai generasi senior hingga anak-anak muda gaul, beragam gitaris berbaur akan tampil bersama di panggung ini, Rabu malam. Sebut saja Donny Suhendra, Ireng Maulana, hingga Ian Antono atau Pay, akan berbagi panggung di sini.

Sederet nama gitaris besar pun sudah masuk daftar tampil. Bagi generasi senior, bisa bernostalgia misalnya dengan Mus Mujiono atau Eet Sjahranie. Sementara untuk anak-anak muda gaul, ada Piyu “Padi”, Ovy “/rif”, dan Aria Baron.

Sepertinya, secangkir kopi tengah hari ini akan bertahan hingga tengah malam. Bagaimana tidak, bila check sound saja sudah bikin merinding, terbawa meledak-ledak, hingga merenung-renung bersama petikan gitar sebagai pengiring utama.
Konser Dari Gitaris untuk Indonesia akan digelar di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), 12 Februari 2014, pukul 19.30-23.00 WIB dan diramaikan oleh setidaknya 47 gitaris. Para gitaris itu dibagi ke dalam 13 formasi.

Formasi 1: Denny Chasmala , Kin Aulia “The Fly”, QoQo “She”, Taraz Bistara “The Rock/Triad”, Eross Candra, Didit Saad, dan Roxanna Silalahi (vokal)
Formasi 2: John Paul Ivan, Edo Widiz, Beng Beng “PAS”, Piyu, DD Crow, Jikun “/rif”, dan Oppie Andariesta (vokal)
Formasi 3: Diat “Yovie n’ Nuno”, Arif “Kerispatih”, Rama “D’Masiv”, Irfan Aulia “Samsons”, Marshal “ADA Band”, dan Arden “Tiket”
Formasi 4: Endah N’ Rhesa
Formasi 5: Burgerkill
Formasi 6: Dewa Budjana, Agam Hamzah, Tohpati, dan Donny Suhendra
Formasi 7: Jubing Kristianto
Formasi 8: Iwan Hasan dan Jessica Hasan (vokal)
Formasi 9: Jopie Item, Yai Item, dan Gideon Tengker
Formasi 10: Eet Sjahranie, Toto Tewel, dan Ian Antono
Formasi 11: Ireng Maulana, Mus Mujiono, dan Reno Castello
Formasi 12: Ezra Simanjuntak, Irvan Borneo, Stephen “Musikimia” Santoso, Pay, Aria Baron, Ovy “/rif”, dan Buluk “Superglad”
Formasi 13: Ginda Bestari, Gugun “Gugun Blues Shelter”, dan Adrian Adioetomo.

Model Anggita Sari Suka Foto Selfie Pakai Bikini

Model seksi Anggita Sari juga mengaku sangat gemar berfoto selfie di berbagai momen. Dikenal sebagai model majalah dewasa, Anggita pun juga mengaku gemar berfoto selfie seksi. Mantan kekasih Enji itu mengatakan, ia gemar berfoto seksi dengan bikini di pantai. Tapi menurutnya seksi berbikini bukan berarti vulgar.

“Nggak terlalu vulgar ya. Pakai bikini itupun kalau lagi di Bali atau pantai,” katanya saat berbincang, Minggu (9/2/2014). Foto-foto Selfie Nakal Artis Dunia yang Bikin Heboh

Sebagai wanita, Anggita mengatakan, dirinya tak pernah berniat berfoto selfie saat berpakaian seksi. Ia mengaku kerap melakukan pose selfie karena dorongan latar tempat dan momen saja. “Kalau aku memang nggak pernah ada niat untuk foto yang terlalu vulgar saat selfie. Kalau untuk pakai-pakaian yang minim, seperti bikini ya tergantung tempatnya,” urainya.

“Disesuaikanlah sama tempatnya,” tutup Anggita yang juga mengaku gemar foto selfie kala terjebak macet itu. Lagian sangat tidak mungkin apabila lagi memakai baju seksi dan ingin selfie terus ganti baju ditengah jalan … ya kan?

Cinta Ratu Nansya pernah menuai kontroversi dengan foto nakal bareng sang pacar. Saat itu dia berpose berpelukan sambil menggenggam sebuah pisau. Cinta tak ingin kejadian sama terulang. Bicara foto mesra, Cinta juga seperti cewek pada umumnya. Bintang film ‘Perawan Seberang’ itu juga banyak berpose selfie di depan kamera ponselnya sendiri.

Ia mengaku sangat khawatir bila ponselnya sampai hilang. Sebagian besar foto-foto yang diambil memang sangat personal baginya. “Pokoknya jika sampai HP saya hilang it’s dangerous,” ungkapnya.

“Banyak banget.. (foto-foto). Saya suka sekali foto, di tiga HP memorynya sampai 64 giga full foto-foto,” lanjutnya tanpa mau menjelaskan lebih detail pose-pose yang menurutnya sangat pribadi. Cinta mengatakan, sebagai wanita, ia menilai wajar bila gemar berfoto selfie. “Anytime, anywhere. Pas lagi mood terutama kalau lihat cermin,” tukas Cinta.